Last, you’re with me

Last, you’re with me

Rating : PG-13

Author : HyoKey

Main Cast : Sung Eunrim, Lee Jinki, Kim Kibum.

Other Cast : Kim Hyokyo, Jang Wooyoung.

Length : Oneshot

Genre : Angst / Tragedy?

©2010 SF3SI, Freelance Author

 

Sakit hati! Itulah kata yang terus menggangguiku setiap hari.

“Bubum, aku sudah mempunyai namjachingu lho!” seorang yeoja datang kepadaku dengan wajah yang sangat senang. Dia tidak tahu bahwa hatiku sangat sakit.

“Namanya Lee Jinki, kau tahu kan? Namja yang terkenal di sekolah itu, dia menembakku kemarin, dan aku langsung menerimanya.” Katanya lagi, semakin membuat hatiku sakit.

Yah, sejak saat itu, hatiku selalu sakit. Sekarang, sudah satu tahun aku merasa sakit, sangat sakit.

Hari ini, aku melihatmu bersamanya lagi, namja yang bernama Jinki. Namja yang telah merebutmu dariku. Menyita waktu bersama kita.

Apakah dia lebih tampan dariku? Apakah dia lebih kaya dariku? Apakah dia lebih baik dariku? Apakah dia lebih keren dariku? Kata-kata itu selalu menjadi pertanyaan di otakku.

Aku, hanya menjadi sahabatmu, sekedar sahabat, tidak lebih. Kau tidak pernah mengerti perasaanku, Sung Eunrim.

Setiap hari, seperti hari ini, aku selalu mengikutimu, disaat kau sedang bersama namja brengsek itu! Mau tahu kenapa aku memanggilnya brengsek?! Aku sudah sering melihatnya sedang bermesraan dengan yeoja lain. Dan setiap aku melihatnya, yeoja itu selalu berbeda-beda. Aku sudah sering mengatakannya kepadamu, tapi kau tidak mau mendengarnya. Kau bilang itu bukanlah dia. Mengapa kau tidak mau mendengarku?

“Jagiya, aku ke toilet dulu, ya” Kata Jinki, lalu meninggalkan Eunrim sendirian di Chocolate Café. Aku langsung mendatanginya.

“Anyeong, yeppo yeoja” Kataku menyapanya.

“Anyeong, Bubum! Kebetulan sekali kita bertemu disini. Ayo duduk!” Kata Eunrim mempersilakanku duduk.

“Ririm, sudah berapa kali kubilang, Jinki itu namja brengsek! Dia mempermainkanmu dia belakangmu!”

“Sudah berapa kali kukatakan, dia bukan namja seperti itu. Dia sangat baik!” Kata Eunrim lalu pergi meninggalkanku.

Eunrim, kau masih tidak mau mendengarkanku?

“Bubum! Aku benci denganmu, kenapa kau selalu ingin menghancurkan hubunganku dengan Jinki?! Bisa tidak kau jangan ganggu hubungan kami?! Aku tidak mau menjadi sahabatmu lagi! Selamanya!” Kata Eunrim lalu pergi.

Aku terbangun dari mimpi burukku itu. Yah, mimpi yang sangat buruk. Aku bermimpi, aku ditinggalkan oleh Eunrim dan sejak saat itu kami tidak pernah bertemu lagi. Aku harap itu tidak pernah terjadi.

Aku bangun dari tempat tidurku, mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi. Mandi yang segar, di hari yang special ini. Selesai mandi, aku memakai baju kesayanganku, hadiah dari Eunrim saat ulang tahunku. Meskipun sederhana, tapi aku sangat menyukainya.

“Bubum, Saengil Chukkae!!! Semoga persahabatan kita terus terjaga selamanya!!! Semoga kita ditakdirkan selalu bersama!!!” Kata Eunrim lalu memberikan kotak berwarna pink dengan pita merah.

Mengingat ulang tahunku tahun lalu, sehari sebelum aku sakit hati, sungguh sedih. Tapi lebih baik jangan aku mengingat hal itu lagi. Karena, hari ini adalah ulang tahunnya, ulang tahun yeoja terpenting dalam hidupku, selain eomma dan Hyokyo, dongsaengku.

Aku segera bergegas menuju rumahnya, rumah Eunrim. Ririm, aku datang!

Sampai di rumahnya, aku langsung cepat-cepat mengetuk pintu rumahnya.

“Ririm! Ini aku! Bubum” Kataku sambil mengetuk-ngetuk pintu rumahnya.

“Ne!!!” Teriaknya dari dalam.

Cklek!

“Woah!!! Ririm!!! NOMU YEPPO!!!” Teriakku lalu memeluknya.

“Gomawo, Bubum” Katanya lalu cepat-cepat melepas pelukanku.

“Saengil Chukkae, Ririm!” Kataku lalu memberinya kotak berwarna biru dengan pita kuning.

“Gomawo, Bubum. Aku buka ya” Katanya lalu membuka kotak itu dengan cepat.

“Woah!!! Aku sudah sangat menginginkan ini!!! Kau memang sangat mengetahui apa yang aku mau, Bubum” Katanya lalu memeluk mantel berwarna pink muda, pasti cantik jika dia yang memakainya.

“Ayo masuk, Bubum. Kebetulan didalam ada Jinki dan Hyokyo” Wajahku langsung berubah menjadi murung saat mendengar nama Jinki.

“Oppa!!!” Hyokyo berlari memelukku.

“Kyo~, untuk apa kau memelukku, setiap hari kau terus saja memelukku jika bertemu denganku” Kata langsung melepas pelukannya.

“Hehehe, mianhae oppa. Aku memeluk oppa karena aku sangat menyayangi oppa” Kata Hyokyo lalu duduk di sebelah Jinki yang sedang berbincang dengan Eunrim. Ririm, menjauhlah darinya.

“Oppa, aku tau, oppa suka kan dengan Eunrim eonni. Dari tadi kulihat oppa hanya melihatnya. Benar kan?” Kata Hyokyo berbisik padaku.

“Tidak kok! Siapa yang bilang?!” Aku berteriak. Karena jika sampai Hyokyo tau, bisa hancur.

“Kibum, kenapa kau berteriak? Emangnya apa yang Hyokyo bilang?” Tanya Jinki padaku, aku sangat tidak ingin menjawabnya. Tapi tidak mungkin aku tidak menjawabnya.

“Tidak ada!” Jawabku.

“Oia, jagiya, ini, tambahan dari hadiahmu yang tadi”

Jinki memberinya sebuah bunga. Bunga yang indah, tapi tidak akan indah jika namja brengsek itu yang memberinya!

“Gomawo, Jagiya” Kata Eunrim lalu memeluk Jinki. Jinki lalu mendekat ke wajah Eunrim, dia akan mencium Eunrim.

“Ehem!” Aku langsung cepat-cepat mengeluarkan suara agar mereka tidak berciuman. Aku bisa pingsan nantinya jika melihat mereka berciuman. Terlihat, mereka salah tingkah.

“Hoam… Selamat pa…” Perkataanku langsung terhenti saat melihat Hyokyo sedang berciuman dengan Wooyoung, pacarnya.

“WooKyo!!! Kalian jangan berciuman disini!!!” Teriakku memenuhi seiisi rumah. Di rumah hanya ditinggali aku dan Hyokyo, karena Appa dan Eomma sudah meninggal karena kecelakaan.

“Mianhae Oppa / Mianhae Hyung” Kata Hyokyo dan Wooyoung bersamaan.

“Kalian membuatku iri saja” Kataku lalu meninggalkan mereka, lalu kembali kekamarku lagi.

“Aku ingin jalan-jalan dengan Eunrim. Lebih baik aku mencoba untuk mengajaknya, mungkin dia bisa” Aku mencari Handphoneku lalu menelpon Eunrim.

“Yeoboseyo” / “Ririm, ini aku, Kibum”

“Ada apa? Tumben menelponku.” / “ Aku mau mengajakmu jalan-jalan. Bisa tidak?”

“Aku mau sekali. Kebetulan aku sedang kesepian” / “Baiklah, kita ketemuan di Taman Ria ya”

“Kau tidak usah menjemputku, karena aku sedang berada dekat di Taman Ria”/ “Arasseo”

Yes! Akhirnya dia bisa!

Aku segera bergegas mengganti bajuku dan keluar dari kamar. Dan pergi menuju Taman Ria dengan mobilku.

“Apakah kau sudah lama menunggu” Kataku setelah bertemu Eunrim di Kursi Taman Ria.

“Tidak aku baru saja sampai kok” Kata Eunrim, dia cantik sekali hari ini.

“Ayo kita mainkan semua permainan disini” Kataku sambil menggandeng tangannya.

Capek juga memainkan semua permainan disini. Tidak terasa waktu sudah malam, dia sudah mengajak ku pulang. Tapi aku belum mau pulang, aku ingin mengajaknya ke suatu tempat.

“Kau ingin mengajakku ke mana sich?” Katanya.

“Sudahlah, ikut saja, nanti kau akan tau” Kataku lalu memaksanya masuk ke dalam mobil.

Setelah sampai di Diskotik yang biasa ku datangi. Aku mengajaknya masuk, awalnya dia tidak mau. Tapi setelah kupaksa, barulah dia mau.

“Untuk apa kau mengajak kukesini?” Katanya mengikutiku dari belakang.

“Kau lihat saja nanti”

Dimana dia? Kenapa tidak ada?

Aku pergi menuju penjaga bar.

“Boleh saya tau, apakah anda melihat Lee Jinki?” Tanyaku mendekat pada penjaga bar, lalu berbisik sambil memberinya sejumlah uang.

“Owh, tuan Jinki, dia ada di Private Room nomor 17” Bisiknya padaku, lalu menerima uang yang aku beri.

“Gomawo” Aku langsung menarik Eunrim ke ruangan yang disebutkan penjaga bar tadi.

Eunrim, aku akan membuat kau percaya pada kata-kataku.

“Eunrim, siapkanlah mentalmu” Kata padanya sebelum membuka pintu ruangan tersebut. Dia terlihat bingung, tapi dia menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Kya!!! Jinki!!!” Teriak Eunrim setelah aku membuka pintu tersebut. Terlihat Jinki sedang bermesraan dengan seorang yeoja yang tidak kukenal.

“Sudah ketahuan ya” Katanya santai lalu mendekat ke Eunrim.

“Mianhae” Katanya lagi lalu dia memegang pipi Eunrim dan akan menciumnya.

PLAK!

Eunrim menamparnya! Baru kali ini aku melihatnya menampar orang.

“Jinki! Kau jahat!!!” Kata Eunrim lalu pergi keluar diskotik. Aku berjalan mengikutinya.

“Ririm…” Kataku mendekatinya. Dia hanya menangis. Dia lalu memelukku. Bajuku menjadi basah karena tangisannya.

“Kibum, tolong bawa aku pulang, sekarang” Katanya di tengah tangisannya itu.

“Ara” Kataku lalu membopongnya menuju mobilku. Aku segera melajukan mobilku.

“Bubum, gomawo telah membawaku jalan-jalan. Mianhae, karena aku tidak mendengar perkataanmu” Katanya lalu masuk kedalam rumahnya, yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahku.

“Oppa, malam sekali kau pulang” Kata Hyokyo segera mendatangiku.

“Kyo~, aku sedang pusing. Jangan ganggu aku dulu ya” Kataku lalu masuk ke dalam kamar.

Entah kenapa, setelah melihat Eunrim menangis. Rasanya, aku menjadi sangat pusing.

Lebih baik aku tidur saja untuk menghilangkan pusing ini.

Aduh! Kenapa rasanya kepalaku semakin pusing! Badanku terasa menjadi sangat berat!

“Kyo~” Teriakku dengan sisa suaraku.

Cklek!

“Oppa, kau kenapa? Kenapa wajahmu begitu merah?” Kata Hyokyo lalu mendekatiku. Dia menaruh tangannya di dahiku.

“Aw! Oppa panas sekali! Sepertinya kau demam tinggi. Lebih baik kau kubawa ke rumah sakit” Kata Hyokyo lalu membopongku menuju mobilku. Yah, Hyokyo sudah bisa mengendarai mobil sekarang.

“Bertahanlah oppa” Kata Hyokyo mendudukkanku di kursi mobil. Lalu, semuanya menjadi gelap.

Dimana ini? Kenapa seluruh ruangan berwarna putih. Ini bukan kamarku. Sepertinya aku di rumah sakit.

“Oppa kau sudah sadar?” Tanya Hyokyo yang duduk disebelahku.

“Hyung, kata Dokter, kau harus dirawat disini selama beberapa hari baru boleh pulang” Kata Wooyoung yang duduk disebelah Hyokyo.

“Kibum” Aku menolehkan kepalaku ke sebelah kanan.

“Eunrim” Kataku lalu tersenyum padanya.

“Bubum, aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku pikir kau kenapa-kenapa. Kau pingsan selama 5 jam. Bayangkan itu!” Kata Eunrim lalu memelukku.

“Mianhae, Ririm. Telah membuatmu khawatir”

“WooKyo, bisakah kalian keluar sebentar? Aku ingin bicara berdua dengannya” Kata Eunrim setelah melepas pelukannya.

“Arasseo” Kata Wooyoung dan Hyokyo lalu keluar dari ruangan ini.

“Bubum, mianhae, aku tidak pernah mau mendengar kata-katamu. Padahal kau sudah memberiku tahu, tapi aku tidak mau mendengarnya” Kata Eunrim, sedikit terisak.

“Gwenchana, yang penting kau sekarang sudah mengetahui yang sebenarnya”

“Bubum, sekarang aku sadar. Yang aku cintai, bukanlah Jinki. Tapi, itu… kamu” Eunrim sedikit tertunduk “Saranghae” Sambungnya.

“Menembakku nih?” Kataku mengangkat dagunya. Dia hanya mengganguk.

“Aku akan menerimamu. Nado saranghae” aku mendekatkan kepalaku dengannya. Lalu, menciumnya.

5 years later.

Sudah 5 tahun setelah kejadian itu. Sekarang, aku akan melamarnya. Dan membuatnya menjadi pasangan hidupku selamanya, yang akan terus menemaniku. Memang, lamaran ini tidak romantis. Tapi aku yakin, dia akan menyukainya.

Kuketuk pintu rumahnya, menyembunyikan kotak cincin dibelakang punggungku.

“Jagiya~ Silakan masuk” Katanya.

“Jagiya, aku ingin mengatakan sesuatu”

“Katakan saja” Eunrim mendekatiku.

Aku menghidupkan lagu Marry you dari handphoneku. Terlihat dia bingung dengan perbuatanku. Aku lalu berlutut di depannya.

“Sung Eunrim, apakah kau bersedia menjadi pasangan hidupku untuk selamanya?” Kataku sambil memberikan sebuah kotak berisi cincin.

“I do” Katanya lalu memelukku.

Aku memasangkan cincin itu di jari manisnya yang kecil itu.

Sung Eunrim, gomawo.

Kau sudah mau menerimaku.

Aku janji.

Aku akan menjagamu untuk selamanya.

Saranghae.

P.S : Mianhae kalau Onew rada kayak mana gitu. Lana eonni kalau baca FF ini pasti marah, mianhae eonni. Tidak hanya untuk Lana eonni, untuk para MVPs juga, dan juga kepada Onew sendiri.

Gomawo sudah di baca dan tolong komen FF ini ya ^_^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Last, you’re with me”

  1. ehem… panggilannya kekey lucu yaa~~ bubum~~ ahahahahaha~~ lucunya~~
    waaw~~ onew jadi orang jahat T^T gg cocok dengan mukanya nyang cute~~ hooo~~
    tapi..tapi.. aah~~ mau ngomong apasih… lupa~~ nyahahaha~~

    pokoknya~~ FF kamu DAEBAK laah~~
    aku suka~~ kekekeke~~

    mian nyampah~~ *ditendang*

  2. uwaw,,,kaget liat nama authorny,,,namany sama kyk uname ak d twiter,ngahahaha

    anyeong hyo imnida,,tp panjangny lee hyo seok,hoho *ga ad yg nanya*

    wih bgus chingu ff ny,hehehe,,
    lanjuuuttt chingu

  3. Kyaaa,, kyeopta… My Key… mau donk q dilamar sama kamu~~~
    hahaha…
    FF yg bagus, manis, critanya ringan..#emangnya tas apa

  4. Kyaaa.. kyeopta… My Key.. q jg mu donk dilamar sama kamu…
    hahahaha…
    ff yang bagus, manis, dan ringan bt di baca.. #emangnya tas,ringan

  5. wah, nice story..
    padat, singkat, mudah dicerna..
    namun struktur bahasa nya masih kurang rapi..
    Mesti diperkembangkan terus, biar lebih dimengerti..
    juga, itu jika ada pergantian alur, harap dikasih tanda “—” atau “***”
    Biar para pembaca tidak bingung (seperti saya tadi)
    ini ternyata udah ganti alur, kupikir masih alur ini..
    gitu..
    jadi bikinlah para pembaca itu mengerti dan memahami..
    Buatlah para pembaca menjadi nyaman..
    Juga itu kok Onew oppa ku, jadi pb dsini.. –”
    huaaaaaaaaaaaaaaaa..
    tak apalah, cuma Fiksi aja, kan bukan di real.. 😀
    nice and keep fanfiction~ ^^

  6. Hoooo jagi kamu ketauan ya nakal suka maen di tempat-tempat kaya gitu ish >o<

    Bubum you looked like a prince charming in here. :3 boleh cium?/PLAK *key:boleh^^* CHU~ B-)

  7. Mianhae, gak bisa balas satu persatu…
    Yang penting, gomawo uda baca dan komen…
    Salam kenal untuk para reader, HyoKey imnida….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s