Juliette’s Way – Part 3

First Shine : Juliette’s Way

[part 3]

Author. Ivana

Length. Sequel

Rating. General

Genre. Drama, Romance.

Lead character.

Nakayama Chihiro

Choi Min Ho

Takamiya Ryuu

Other character.

Park Hyu Na

Michiyo Nakami (Naka chan)

Song Gyu Ri

Onew

Key

Tae Min

Jong Hyun

Kim Min Nah (omma Chihiro)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Previous part.

Min Ho datang menjemput Chii di sekolah. Dalam perjalanan pulang, Min Ho malah berlari ke suatu tempat. Chii yang penasaran pun berlari mengejarnya.

Tokyo, 2015

Sudah jam 8 malam. Aku dan Naka chan yang sudah makan, berjalan pulang ke apartemen. Setelah meyakinkan Naka chan aku hanya bercanda tentang keputusanku itu, dia bertanya, apakah aku masih belum bisa melupakan masa laluku.

Aku terdiam oleh ucapan Naka chan yang seolah bisa membaca pikiranku. Dia tahu segalanya, aku menceritakan segalanya sambil menangis tidak karuan waktu itu. Hanya dia yang kupunya, tempatku mencurahkan semuanya. Saat hatiku hancur berkeping keping, dia lah yang membantuku bangkit.

Seolah bisa membaca pikiranku lagi, Naka chan berkata, “Lakukan saja. Chii chan selalu terlihat cantik dengan potongan rambut apapun.”

“Arigatou Naka chan”

Seoul, 2008

Akhirnya Min Ho berhenti. Eh ? Tapi dimana ini ? pikirku dengan nafas tersengal.

“Ya ! Min Ho ! Kenapa kita malah kesini ?”

“Loh ? Siapa yang mengajakmu kesini ?” ejek Min Ho.

“Tapi..” mukaku memerah karena malu.

Aku berbalik, dan hendak pergi. Tetapi Min Ho memelukku dari belakang. Aku terkejut, badanku serasa lumpuh. Ingin rasanya waktu berhenti, selamanya seperti ini.

“Chii ah. Ini taman kesukaanku. Dulu aku tinggal di sekitar sini. Semenjak omma dan appa ku meninggal dan Ryuu diadopsi orang Jepang, aku sendirian di Korea. Untung ada ahjussi, teman appaku yang mau menampungku. Mereka tidak mempunyai anak, dan menganggapku seperti anaknya sendiri. Aku merasa mendapat pengganti omma dan appa. Tetapi tetap saja, aku kesepian dan sering menyendiri di taman ini.” jelasnya panjang lebar.

Aku yang tidak pernah mendengar Min Ho berbicara tentang dirinya, merasa terkejut.

Min Ho memutar badanku, menghadapnya, kemudian mengangkat kepalaku untuk menatap mataku langsung. Mata Min Ho indah dan dalam sekali. Matanya yang coklat menatapku dengan lembut. Kemudian dia mencium keningku dan memelukku lagi.

“Kau tahu, di bawah pohon ini, aku selalu duduk sendirian. Menceritakan segala hal, menumpahkan segala emosiku tanpa ada yang mendengar. Aku selalu berharap suatu hari nanti ada yang akan menemaniku duduk di bawah pohon ini.” bisiknya di telingaku.

“Menghabiskan waktu bersama, menemaniku, mendengarku. Orang spesial yang akan kujadikan teman, sahabat dan kekasih hidupku. Aku senang sekali, orang itu ada dalam pelukanku sekarang, mendengar ceritaku di bawah pohon ini. Tapi aku tidak mau kalau hanya sekali, aku mau kamu selamanya bersamaku Chii, di bawah pohon ini, menemaniku.” Min Ho melepas pelukannya dan menatapku.

“Aku tidak mau sendiri lagi, apa kamu mau menemaniku ? Hanya kamu yang aku mau.” katanya menunggu jawabanku.

Aku terdiam. Aku benar benar tidak bisa berkata apa apa. Mukaku memerah. Jantungku berdetak kencang. Sebaliknya paru paruku bekerja sangat lambat. Aku merasa sesak. Dalam hati aku berteriak iya, Min Ho. Iya. Aku tidak akan membiarkanmu kesepian lagi. Tetapi suaraku tidak bisa keluar.

“Saranghae Chii, chongmal saranghae.” katanya lirih.

“N.. Ne, Mi.. Min Ho.” dengan susah payah akhirnya hanya itu yang keluar dari mulutku.

“Chii  ? I can’t hear you.” katanya sambil tersenyum jahil.

“Na.. Na.. Na do….”

“What ? I can’t hear you.”

“Na do sarang….”

“Ehhh ?”

“NA DO SARANGHAE, BABO MINHO !!”

Detik berikutnya, bibirku sudah tidak bisa berkata apa apa lagi.

Min Ho. Choi Min Ho yang super jahil ini mencuri ciuman pertamaku. Dengan lembut, dia menciumku. Bibirnya yang merah tipis terasa seperti kembang gula yang manis. Di sisi lain, bibirnya gemetar dan dingin. Jadi inilah rasanya ciuman pertama. Rasa manis, lembut, hangat menyelimuti seluruh tubuhku. Sekali lagi, aku berharap waktu berhenti, sekali lagi, harapanku tidak terkabul.

Setelah beberapa saat Min Ho menciumku, dia memelukku dan berbisik, “Gomawo, Chii. Saranghae.”

“Na do. Min Ho.” bisikku malu. Rasanya aneh sekali. Aku dan Min Ho yang selalu berteriak teriak saling mengejek, sekarang malah saling berbisik menyatakan rasa suka.

“Aku sudah suka padamu saat pertama bertemu, Chii. Di depan apartemen. Hanya saja aku kesal, karena kamu malah memanggilku Ryuu.”

“Wae, Min Ho ?”

“Karena aku merasa Chii berbeda, wajahmu, senyummu, semuanya, tidak dibuat buat. Rasanya Chii orang yang jujur dan tampil apa adanya. Walaupun aku akan lebih suka kalau rambutmu panjang. Hahahaha.” ejek Min Ho sambil membelai rambutku.

*******

Tokyo, 2015

Hari ini hari Sabtu, sekolah libur. Aku pun membantu di toko bunga bersama Naka chan. Pagi pagi sekali sudah banyak yang mengantri membeli bunga. Aku dan Naka chan sibuk sekali. Sepulang dari toko bunga, Naka chan mengajakku ke sebuah toko kue dan memintaku memilih satu kue. Aku sama sekali tidak sadar itu hari ulang tahunku sampai Naka chan berkata, “Otanjoubi omedetou, Chii chan.”

Seoul, 2008

Sepulang dari taman, Min Ho dan aku pulang bergandengan tangan dengan malu malu. Aku menyentuh bibirku, hangatnya bibir Min Ho masih terasa, pikirku senang.

Lagi lagi Min Ho tidak membawaku pulang. Dia berbelok dan menuju sebuah rumah kecil di sudut jalan. Tanpa banyak bicara, dia mengajakku masuk. Ruangannya luas, tapi gelap sekali.

“Min Ho, ini dimana ?”

“Jagiya, saengil chukae.” katanya sambil memelukku.

Tiba tiba lampu menyala.

Di ruangan luas yang seluruh dindingnya ditutupi cermin besar itu, berdiri 4 lelaki tampan yang sepertinya sudah menunggu dari tadi. Ada banyak balon di lantai dan langit langit. Ada tulisan HAPPY BIRTHDAY JAGIYA. Dan ada sebuah meja yang penuh makanan, di tengahnya ada kue coklat besar kesukaanku.

Min Ho tiba tiba berjalan menjauhiku dan malah berkumpul dengan teman temannya. “Hana, dul, set.” katanya.

Musik pun mulai terdengar.

Song for my Juliette !

Ssoda jildeut han dalbit yeoksi eoduwo

Teojil duet taneun hwaetbul neodo machangaji

Geunyeoyege bichi naneun beobeul baewoya hae

Geunyeol bomyeon nuni meoreobeoril kkeoya

……….

Aku mendengar sampai habis. Melihat Min Ho menari untukku, mendengar Min Ho menyanyi untukku. Rasanya air mataku tak tertahankan lagi. Satu per satu air mataku jatuh. Suaraku tercekat. Aku bahagia sekali, sekaligus terharu.

Begitu musik selesai, Min Ho langsung berlari memelukku. “Jagiya, saengil chukae, jangan nangis donk.”

Aku sesunggukan sambil berbisik, “Gomawoyo, Min Ho.”

Setelah aku lebih tenang, Min Ho memperkenalkanku kepada teman temannya. Ada Key, rapper lain selain Min Ho. Tae Min, yang termuda, dan paling jago dance. Jong Hyun, suaranya yang terbagus di antara mereka. Onew, leader mereka. Mereka semua menyambutku dengan senang.

Beberapa saat kemudian kami semua sudah duduk di meja yang penuh makanan. Mereka menyuruhku meniup lilin dan memotong kue. Sebelum meniup lilin, aku diminta menyebutkan permintaanku dulu.

“Semoga aku dan Min Ho tidak terpisahkan. Semoga Ryuu, Gyu Ri, Hyu Na, Key, Tae Min, Jong Hyun dan Onew selalu bahagia. Semoga omma selalu sehat dan bahagia.” pintaku jujur.

“Gomawoyo Chii.” kata mereka berempat bersamaan.

“Ani, harusnya aku yang berterima kasih, kalian sudah mau bernyanyi dan menari untukku.”

“Chii ah. Saengil chukae. Dan chukae juga karena kamu dan Min Ho sudah jadian.” kata Jong Hyun.

“Gomawo.” kataku salah tingkah.

“Hyung ah !” teriak Min Ho, mukanya memerah.

“Ah. Flaming Charisma hyung sudah marah. Hahaha.” ejek Tae Min.

“Diam, Maknae.” kata Min Ho.

“Loh ? Flaming Charisma ?” tanyaku.

“Ye. Kami semua masing masing punya julukan. Aku Almighty Key. Dan Jagiyamu Flaming Charisma Min Ho.”

“Mwoo ? Flaming Charisma ? Hahahahaha.” aku tertawa tanpa bisa kutahan.

“Ya ! Key ! Chii juga, jangan ketawa !” muka Min Ho memerah.

“Ya ! Kan ga sopan kalau kita belum kenalin diri secara resmi. Lagian apa yang salah dengan stage name kita ?” kata Onew.

“Chonun Leader Onew.”

“Almighty Key imnida.”

“Bling Bling Jonghyun yeyo.”

“Chonun Maknae Taemin.”

“…..”

“Min Ho ah.” kata Key.

“Fla.. Flaming Charisma Minho.”

“Hahahahahaha. Mukamu merah sekali Min Ho.” ejekku.

Malam yang menyenangkan. Tidak pernah aku merasakan ulang tahun yang sebahagia ini. Min Ho menjadi pacarku, dan membawaku bertemu teman temannya.

Ahh. Aku berpikir senang sambil tersenyum di tempat tidurku. Aku teringat lagu tadi, kalau tidak salah judulnya Juliette. Aku pun mengingat saat Min Ho rap sambil menatapku.

Dalkomham jungdok hwal, hwal

Bultaoreuneun yuhok lip

Sseun dorigado Im Romeo geudael jinkineun gisado

Yuribyeonge gachin sarangeun ppalgan sinho

Suaranya indah sekali, menunjukkan seberapa dalamnya perasaannya padaku. Tapi tetap saja, ada sesuatu dari lagu itu yang mengganguku. Romeo dan Juliette. Cerita cinta yang berakhir dengan tragis. Kedua tokoh utamanya meninggal. Aku tidak mau itu terjadi pada aku maupun Min Ho. Tapi aku tahu, bila sesuatu terjadi pada Min Ho, mungkin aku tidak akan mati, tapi hatiku akan mati bersamanya.

*******

TBC

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

13 thoughts on “Juliette’s Way – Part 3”

  1. chingu ff kamu bagus deh haha .. Ceritanya juga keren alurnya maju mundur ya ? Sebenernya aku agak bingun #abaikan . Baiklah chingu lanjutannya aku tunggu

  2. Baca ff ini aku jd ngebayangin gitu Minho pake baju kerajaan inggris jaman dulu jd mirip romeo gitu. dapet banget feelnya heee~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s