Just Call Me Angel – Part 4

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 4

Author             :           Dhini

Genre               :           Romance

Main Cast        :           Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast    :           Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew                                                  (SHINee),Taemin                                 (SHINee),etc….

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Jin Yeong POV

Kim seonsaengnim membuka pintu dihadapannya.Aku merasakan udara di sekitarku berubah dingin.Dia mempersilahkanku masuk.Yang pertama kulihat adalah pigura besar dengan foto Ki Bum disana yang memegang bunga.Kulihat damai sekali foto itu.

“Ini kamar Ki Bum.Tidakkah kau merasa aneh saat masuk tadi?”

Aku menatapnya,”Entahlah..”

Aku melihat sederetan pigura di sebuah meja panjang.Foto-foto Ki Bum yang membuatku ingin bertemu dengannya.Entah kenapa aku seperti ingin membuatnya menjadi temanku.Aku melihat keadaan kamar ini.Rapi sekali,seperti ada orang yang menempatinya.Juga jendela yang terbuka membuat kamar ini terasa nyaman.

Satu foto yang menarik perhatianku.Foto Ki Bum dan seonsaengnim yang sedang berangkulan sambil mengenakan seragam baseball.Mereka tersenyum lebar,dengan wajah kotor terkena debu.

“Kau tahu,Ki Bum terasa sangat dekat denganku,bahkan dia sering hadir di mimpiku.”ujarnya.

“Seonsaengnim pasti sangat menyayanginya.”ujarku.

Dia terlihat tersenyum,”Aku menyayanginya lebih dari seorang adik.Dia sahabat bagiku.Begitu juga Luna.Aku sangat menyayangi mereka berdua.”

“Akan kuberitahukan satu rahasia lagi padamu.”

Aku menatapnya,dia menyuruhku untuk duduk di sisinya,di ranjang Ki Bum.

Dia menerawang,”Ki Bum lebih dari sekedar adik,dia adalah sahabat,soulmate,bahkan penyelamat bagiku.”

“Dulu aku mempunyai masalah dengan ginjalku.Diantara kami bertiga,akulah yang paling sering sakit.Mereka yang delapan tahun lebih muda dariku jarang sekali sakit.Maka dari itu aku ingin sekali menjadi dokter.”

Dia terhenti sejenak.lalu menghela nafas.

“Penyakit ginjalku benar-benar parah,sampai suatu hari aku tahu kalau aku hanya mempunyai satu ginjal,dan itupun sudah tidak berfungsi dengan baik.Aku harus bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah,dan itu sangat melelahkan,aku melewati masa kuliahku ku dengan susah payah, Almarhum Park Jung Min  adalah teman baikku di kampus.”

Aku makin penasaran dengan kelanjutan ceritanya yang penuh kejutan.

“Suatu hari dokter memberitahukan kepadaku ada seseorang yang ingin mendonorkan ginjalnya.Kau tahukan bahwa manusia tak akan mati saat dia mendonorkan satu ginjalnya?”

Aku mengangguk.

“Aku akhirnya keluar dari masa kritisku.Aku kembali normal,seperti kedua adikku yang sehat.Menjalani hari-hari seperti biasa.Aku bisa mendapat nilai tertinggi di kampus,berkat ginjal ini.”

“Sampai suatu hari Ki Bum di vonis memiliki tumor ganas.”Dia menghela nafas panjang.”Dia dirawat selama beberapa minggu di RS.Aku yang hari itu ingin membawakan kebutuhan yang dia perlukan,seperti jaket kesayangannya….”Katanya sambil menunjuk jaket berwarna hitam tergantung rapi di tempatnya.

“….aku masuk ke kamar ini,mengambil baju dalamnya,saat itulah aku tersadar ada sesuatu yang terjatuh.Saat kulihat itu adalah surat dokter.Yang saat kubaca isinya adalah surat pernyataan…kesediaan mendonorkan ginjal.”

Aku tercekat,pada bagian ini aku tak bisa lagi menahan air mataku.Aku melihat dia menunduk.Aku yakin dia menangis walaupun tanpa suara.Agak lama akhirnya dia mengangkat lagi wajahnya.

“Aku bahkan tidak mengetahuinya selama  dua tahun.Aku dengan seenaknya hidup dengan ginjalnya tanpa mengucapkan terimakasih.Hari itu aku langsung menuju kamar Ki Bum di RS.Aku melihatnya semakin lemah.Kepalanya sudah bersih dari rambut hitamnya.”

Air mataku semakin deras mengalir,aku membayangkan jika aku berada di posisinya.Pasti sangat menyakitkan.

“Aku cuma menatapnya nanar.Saat kutanya kenapa dia memberikanku ginjalnya tanpa memberitahuku,dia cuma tersenyum.Lalu dia menyuruhku mendekatkan wajahku.Dia berbisik dengan lemah  ‘Jangan bilang appa,umma,dan luna,ya…Hiduplah dengan ginjalku agar aku juga tetap hidup.’Itu kata terakhir yang kudengar darinya,sampai akhirnya operasi yang gagal kulakukan membuatnya meninggalkan kami.Dia penyelamatku…tapi aku tak dapat menyelamatkannya.”

Kali ini dia menangis keras.Aku memberanikan diri untuk mengusap punggungnya.Batinku berpikir,mengapa semua orang di sekelilingku ternyata mengalami hal yang sama sepertiku.Kehilangan orang yang dicintai.Apakah ini cara kami bertemu?Bertemu dengan harus kehilangan orang lain dulu?

Aku memutuskan untuk menemani seonsaengnim sampai tangisnya terhenti.Aku semakin ingin bertemu sosok Ki Bum,yang membuatku kagum setengah mati.Kulihat foto dihadapanku.Ki Bum kecil menaiki kuda poni,tersenyum bahagia,dan entah kenapa senyum itu membuatku teringat sesuatu.Ki Bum,walaupun kau tak mengenalku,tapi aku seperti mengenalmu.Apa kau bahagia disana?

***

“Hyung,tidakkah dia cantik?”Tanya Ki Bum padaku.

Aku cuma mengangguk,lalu mengacak-acak rambutnya

“Kau tahu,aku sangat rindu padamu…”ujarku

“Aku setiap hari bersamamu,hyung.Di dalam tubuhmu.”Ki bum menepuk perutku.”Juga di sini!”

Dia meletakkan tangannya di dadaku.

“Ya,disini.”Aku meletakkan tanganku di atas tangannya.

“Ki Bum,kenapa kau selalu menyebut nama gadis itu padaku?”

Dia menghela nafas,”Entahlah,nama itu tiba-tiba hadir di kepalaku.Dan berharap nama itu memang ada.Ternyata benar ada,kan?”

Aku mengangguk,”Dia sangat cantik.Aku yakin dia akan menjadi temanmu yang baik.”

Tapi dia menggeleng,”Bukan teman,entahlah…perasaan ini…aku tidak bisa mendeskripsikannya.Tak bolehkah aku mencintainya,hyung?”

Aku menatapnya tanpa menjawab.Lalu sosoknya pun memudar perlahan,dan sekelilingku menjadi gelap.

Kyu Jong POV

Aku membuka mataku perlahan.Kudapati diriku berada di kamar Ki Bum,masih mengenakan kemeja yang kugunakan saat mengajar tadi.Dan selimut di atas tubuhku.Aku memegangi kepalaku yang terasa pusing.Oh,iya…aku banyak menangis tadi,di depan muridku pula.

Kulihat ada sebuah kertas di meja.Tulisan Jin Yeong pasti.

Seonsaengnim,maaf aku pergi tanpa pamit.Anda terlihat sangat kelelahan sekali.Apa seosaengnim tahu?setelah mendengar ceritamu aku semakin kagum dengan adikmu,aku berharap bisa bertemu dengannya sekali saja.Dia pasti orang yang hebat seperti yang seonsaengnim  ceritakan.Seonsaengnim harus bangga menjadi hyungnya.

Seonsaengnim,kau adalah orang terkuat yang pernah aku temui.Kalau aku menjadi dirimu,mungkin aku sudah mengakhiri hidupku.Ki Bum pasti juga bangga memiliki hyung sepertimu.Benar kata Ki Bum,Anda harus tetap hidup agar dia juga hidup,hidup karena ingatan Anda,sampai akupun seperti merasakannya ada di sekitarku saat kau bercerita.

Seonsaengnim membuat pikiranku lebih terbuka,bahwa memang semuanya pasti akan merasakan kehilangan.

Seonsaengnim aku bangga mempunyai wali kelas sepertimu,dan bangga menjadi orang yang pernah mendengar rahasiamu.Aku pasti akan menyimpannya hanya untukku.Seonsaengnim fighting!!!Besok kau harus masuk ke kelas,dan jangan lupa tersenyum.

Kang Jin Yeong.

Aku tersenyum saat membacanya.Lalu meletakkan surat itu di laci meja Ki Bum.Mungkin saja suatu hari dia akan ikut membacanya.Ha…ha…Pikiranku semakin ngawur.

Aku kembali menghempaskan diriku di ranjang kamar ini.Aku teringat mimpi-mimpiku yang akhir-akhir ini muncul.Ki Bum selalu muncul di mimpiku,dengan mengenakan jubah putih. Dia selalu mengajakku duduk di tepi danau.Menyebut satu nama yang katanya harus aku cari,entahlah mencarinya dimana.Dan setiap sadar aku tak pernah mengingat nama gadis yang dia sebut.Aku hanya mengingat bahwa Ki Bum mencintai gadis itu.Dia mencintai gadis itu setelah kematiannya.

Mimpiku benar-benar aneh dan terlalu mengada-ada.Tapi setiap aku bangun,kenapa rasanya nyata sekali.Aku seperti benar-benar baru bertemu dengannya.Apa memang kami diharuskan bertemu lewat mimpi?Bahkan saat aku menceritakan kisahku pada Jin Yeong,aku merasakan hal yang tidak biasa.Lebih dingin,dan membuatku merinding.Apa mungkin Ki Bum juga ikut mendengarkan kisahku?

***

“Oppa tidak tidur di kamarmu ya tadi malam?”Tanya Luna padaku,sambil mengoleskan selai ke rotinya.Pemandangan berdua di meja makan ini terlihat jarang sekali.

“Aku tidur di kamar Ki bum.”

“Apa Oppa tidak merasa merinding atau takut?Aku saja tidak berani  tidur di kamarku yang dulu.”

“Tidak.”jawabku singkat.

“Apa oppa rindu dengan Ki Bum?Aku melihat oppa menangis semalam ditemani muridmu itu.”

Aku mengangkat wajahku.Ternyata Luna melihatnya,aku kira dia sudah pergi  untuk clubbing seperti biasa.

“Kau sendiri,apa tidak rindu?”tanyaku.Dia terdiam sejenak.

“Tentu saja oppa.Aku rindu sekali.Apa oppa tahu,aku berharap bukan menjadi saudara kembarnya,tapi hanya menjadi adiknya.Aku selalu merasa Ki Bum ada di dekatku.Sama seperti saat dia masih hidup,aku selalu merasakan sakit yang dia rasakan.Bahkan saat dia di ruang operasi…”

Aku menahan nafasku saat dia menghentikan ucapannya.

“Aku sudah tahu kalau Ki Bum akan segera pergi.”

Aku tercengang.Baru pertama kalinya aku mendengar kisah ini darinya.Tapi…kalau ku ingat lagi saat itu…memang umma bercerita kalau Luna mendadak menangis selama operasi.Ternyata dia merasakannya.

“Dan dia selalu datang ke mimpiku,”lanjutnya.

“Kau bermimpi tentangnya juga?”tanyaku tak percaya,”Dia juga datang di mimpi Oppa.”

“Benarkah?Ku kira dia hanya datang di mimpiku…setiap aku terbangun,aku pasti menangis.”ujarnya sambil melahap rotinya malas.

“Apa dia menyebut nama seseorang?”tanyaku lagi.

Dia menatapku,”Iya,apa di mimpi oppa juga?”

Aku mengangguk.

“Aku benci nama itu!Dia menyuruhku mencari orang itu.Aku tak suka nama itu,setiap aku mengingatnya aku pasti teringat Ki Bum,dan itu selalu membuatku sedih.”

“Kau ingat namanya?”

“Kalaupun tidak ingin ku ingat,nama itu pasti muncul di kepalaku.”

“Siapa namanya?”tanyaku makin penasaran.

“Entahlah…aku tak sudi menyebut namanya.Sudahlah oppa jangan membuatku makin sedih…”protesnya.Aku terdiam.Aku pun tak lagi menanyainya.

“Bersiaplah!Oppa akan mengantarmu ke kelas baru.”

“Oppa!Aku kan sudah lulus sekolah di jerman.Kenapa harus sekolah lagi?Bisakah kita batalkan saja?”rajuknya.Aku menggeleng mantap.Ki Bum dan Luna memang masuk SMA lebih awal di jerman karena keduanya cerdas.

“Kalau kau mau tetap tinggal di sini,kau harus punya ijazah korea.Atau kau mau kuliah di Jerman saja?Tinggal dengan appa dan umma lagi?”ujarku agak keras.

Dia mendengus,”Tidak,lebih baik aku tinggal di sini.Tinggal dengan mereka seperti seekor ikan mas di akuarium.”

“Bagus kalau begitu,maka kau harus menurut dengan oppa!!!”aku mencubit pipinya.Dia mengerang,lalu memukuliku dari belakang sambil berjalan menuju garasi.

“Ini pertama kali dan terakhir kalinya kau diantar dengan mobil,”ujarku pada adik bungsuku ini.

“Oppa,lalu aku kesini naik apa?jalan kaki?”

“Naik sepeda,kalau kau mau jalan,ya tidak apa-apa.”

Kudengar dia menggerutu.

“Memangnya kau tidak bisa naik sepeda?”

Tak ada jawaban sejenak.

“Aku lupa semenjak aku tak pernah menyentuhnya lagi.”

“Kau ingat Ki Bum lagi?”

“Ya,dia kan yang mengajariku.”ujarnya pelan.

“Pantas saja kau selalu sedih,jangan semua hal yang berhubungan dengan Ki Bum kau jadikan alasan untuk bersedih.”

“Oppa juga sama!”protesnya.

“Oppa tidak setiap waktu terlarut sepertimu.Oppa mencoba kuat Luna,bukan meratap sepertimu.”

Dia kembali diam,”Baiklah aku coba.Tapi bukan besok.”

“Harus besok!”Aku menarik tangannya keluar mobil,”Ajusshi,antarkan sepedaku kesini nanti.Kalau bisa punya Luna juga.”

“Oppa jangan hari ini,aku belum mencobanya lagi!”

“Ya sudah,bawa saja sepedaku,jam 5 sore ajusshi datang kesini lagi untuk menjemput Luna ya,”ujarku pada supirku.Dia mengangguk.

Aku menggandeng Luna sampai memasuki pintu utama sekolah.Beberapa murid menyapaku.”tunggu disini!”ujarku lalu meninggalkannya memasuki ruang guru.

“Young Saeng,siapa jam pertama di kelasmu?”ujarku mendekati sahabat karibku ini.

“Aku,kenapa?Apa adikmu akan masuk hari ini?”

Aku mengangguk,”Aku ada jam pertama juga,kau temani sampai bel masuk ya.”

Dia mengangguk,”Ngomong-ngomong…kenapa kau memakai kacamata hitam seperti itu?”

Aku tertawa,”Aku sakit mata.”ujarku dan langsung keluar ruangan.

Jin Yeong POV

Wali kelasku berjalan masuk.Semua anak langsung bersorak.

“Seonsaengnim!Anda tampan sekali…”seru Yoona terpesona.

“Seonsaengnim, anda seperti model!”seru yang lainnya.

Aku tersenyum.Matanya pasti bengkak karena menangis semalam.

“Hmm…aku sudah menyadarinya dari dulu,”ujarnya tertawa kecil,”Tapi aku bukan mau bergaya disini.Aku sedang sakit mata.Jadi hati-hati jangan menatap mataku.Aku tak mau muridku ada yang sakit juga.”

“Oh…so… sweet…..”seru teman-temanku serempak.

***

Minho POV

Heo seonsaengnim masuk diikuti seorang siswi,sepertinya murid baru.

“Selamat pagi anak-anak.”

“Pagi.,,,”

“Hari ini kita kedatangan murid baru,dia sebenarnya sudah lulus SMA di jerman.Disini dia hanya ingin mengulang semester untuk mendapatkan ijazah korea.Perkenalkan namamu,”Heo seonsaengnim mempersilahkannya.

“Aku Kim Luna,panggil saja Luna.Aku seumuran dengan kalian.”ujar siswi itu angkuh.Dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.Pasti dia anak orang kaya yang kerjaannya bermain-main dan membuang uang orang tuanya.Lihat saja penampilannya,mantel dengan bulu di leher,memakai sepatu berhak tinggi,lalu tangannya yang penuh gelang,apa dia mau jualan?Make upnya…walaupun tidak terlalu tebal,tapi aku yakin dia tipe cewek yang senang berdandan.Make up is my life.Begitu istilah yang pernah ku dengar.

Oh…dia bahkan memakai 3 tindikan di setiap telinga.Yang benar saja!Dia mau sekolah apa melakukan pemotretan?Tapi…tunggu!Mukanya familiar sekali.

Seonsaengnim mempersilahkannya untuk duduk.Dua bangku kosong ada dibelakangku.Sebenarnya sekarang bangku disampingku kosong,karena Jae Jin tidak masuk.Dan dia malah duduk di sana.

“Bangku itu ada yang punya,”ujarku dingin.Aku sama sekali tak ingin beramah tamah dengannya.

Dia mendelik sesaat,lalu tetap duduk di sana.Ingin rasanya kecabut tindikan di telinganya.

“Minho!Jaga dia dengan baik ya jangan kau godai!”ujar seonsaengnim tiba-tiba.

Anak-anak tiba-tiba bersorak.Sial!Kenapa seonsaengnim menggodaku.Kulihat dari sudut mataku cewek itu tersenyum mengejek.

Wah….harga diriku runtuh begitu saja!!!

***

“Ada anak baru di kelasku,”ujarku pada Jin Yeong saat di parkiran.

“Benarkah?seperti apa dia?”

“Huh!Dia angkuh,”sahutku.

“Sama sepertimu!Lalu?”

Aku memutar bola mataku.

“Dia memakai 3 tindikan setiap telinga,lalu dia memakai banyak gelang seperti pedagang,lalu dia memakai sepatu hak tinggi…seperti itu,”aku menunjuk seseorang yang keluar dari pintu utama yang mengenakan sepatu seperti siswi baru itu.

“Ya ampun!Itu memang dia!”seruku seketika,”kau lihat kan?brutal sekali.”

“Sepertinya pernah aku lihat…”gumam Jin yeong,”Siapa namanya?”

“Kim Luna,”jawabku.

Aku melihat Kyu Jong hyung mendekati gadis itu.

“Ya ampun Minho!!!Dia kan adik Kim Kyu Jong seonsaengnim!Pantas saja aku seperti mengenalnya!”serunya sambil menarikku mendekati mereka.

Adik Kyu Jong hyung?Ya ampun!!Benar juga,pantas aku juga merasa familiar dengan wajahnya.Ternyata dia gadis yang ada di pigura besar itu!

Kami menyapa mereka.Gadis itu masih saja tak tersenyum.Asam sekali mukanya!!Berbeda sekali dengan yang ada di foto.Dan tiba-tiba pikiranku teringat pada kejadian saat aku tak sengaja melihat dia di kamarnya.Aish!!!Kenapa aku benar-benar hapal kejadian itu.Bahkan aku masih ingat warna gaun tidur transparan yang dia gunakan,pink.Aku mengusir pikiran-pikiran ngawurku.

“Oh…Kalian,kebetulan sekali.Perkenalkan ini adikku.”ujar Kyu Jong hyung.

“Luna,”ujarnya dengan datar,sambil mengulurkan tangannya malas ke Jin Yeong.

“Aku Kang Jin Yeong,”Jin Yeong menggapai tangannya,tapi tiba-tiba Luna menarik tangannya.Wajahnya berubah pucat.Dia menghindari tatapan Jin Yeong.

“Luna!”seru Kyu Jong hyung.

Luna mengulurkan tangannya kepadaku.Tapi tak ku gubris.Pembalasan atas perlakuannya pada Jin Yeong.

“Kami sudah berkenalan di kelas,”ujarku,sambil tersenyum pada hyung.”Seonsaengnim,kami pulang dulu.”bagaimanapun juga aku tak bisa memanggilnya hyung di sembarang tempat.

Kyu Jong hyung mengangguk.Aku bergegas menarik tangan Jin Yeong.

Jin Yeong POV

“Aku tak mengerti  kenapa reaksi Luna seperti itu padaku,”gumamku.Minho yang mengayuh sepedanya disampingku angkat bicara.

“Sudah kubilang,dia anak yang menyebalkan.Sudah terlihat dari penampilannya.”

“Minho,kau tidak boleh bicara sembarangan!”

“Tapi benar kan?Kau melihatnya sendiri.”

“Dia pasti punya alasan mengapa seperti itu,”ujarku menatap jalanan di depanku.

“Kau terlalu berpikiran positif”

“Bukankah kau yang mengajariku untuk berpikiran posiitf?”protesku.

Dia tertawa,lalu memainkan rambutku.

***

“Key…key…”

“PYONGG!!”

“YAAAHHHHH!!!!”Aku melompat di ranjangku sendiri,saat yang ku panggil datang begitu saja dihadapanku.Membuatku jantungan untuk kedua kalinya.

“Aku bahkan belum menyebutkan untuk ketiga kalinya,”protesku.

Dia tersenyum lalu duduk bersila di depanku,”Itu cuma formalitas.tak kau sebutkan pun aku bisa langsung hadir di sini.”

“Apa kau bisa datang dengan sedikit lebih anggun?”ujarku.

“Anggun?Bukankah itu membuatmu seram,seperti melihat ritual itu…”

“Maksudku tidak tiba-tiba muncul didepan mataku.Bisakah kau perlahan terbang,lalu bertengger sebentar di jendela,baru menyapaku.”

Dia berpikir sejenak,”Akan kucoba.”Lalu dia tersenyum lagi.

“Jadi…untuk selanjutnya aku tak perlu menyebut namamu?”

Dia menggeleng cepat,”Tetap sebut namaku.Sebenarnya aku tahu saat kau memikirkan namaku,karena pikiran kita tersinkronisasi…”

“Apa karena ‘tahap pertama’ itu?”

“Benar sekali!Kau pintar…tapi untuk meyakinkan apa aku harus datang atau tidak,kau harus menyebut namaku.”

“Satu kali?”

“Tiga kali!”

“Tadi dua kali kau sudah datang!”protesku.

“Baiklah ,satu kali tapi dengan teriakan.”

“Tidak,lebih baik tiga kali dengan suara pelan,”tawarku,”Nanti aku disangka orang gila kalau tiba-tiba teriak.”

Tiba-tiba dia tertawa keras,”Kau lucu sekali!”ujarnya sambil memamerkan gigi-giginya.Baru kali ini aku melihat tawanya.Tiba-tiba aku terpaku,aku melihat tawanya yang lebar lekat-lekat.

Dia sangat mirip seseorang saat tertawa lebar seperti itu.Siapa?Oh!Ya Tuhan!Bukankah dia terlihat sama….seperti….seperti….

“Kenapa kau melihatku seperti itu?”tanyanya bingung.

“Coba kau tertawa seperti tadi,”pintaku padanya.

“Mana bisa,coba kau buat aku tertawa lagi!”

“Kalau begitu tersenyumlah!”

Dia tersenyum.Oh sial!Senyumnya sangat mirip dengan Ki Bum kecil yang sedang menaiki kuda poni itu.

“Tersenyum lebar,cobalah!”

“Apa sih maksudmu?”

“Sudah ayo tersenyum lebar!”

Dia tersenyum memamerkan giginya lagi.OH TUHAN!!!!

Aku menghempaskan tubuhku ke belakang.Memukul-mukul  kepalaku dengan boneka spongebob ku.

“Kau kenapa sih?”tanyanya.

“Apa kau Kim Ki Bum?”tanyaku penasaran.Benar!Dia mirip sekali dengan Ki Bum!Yang membedakan adalah rambutnya.Model rambut malaikat ini agak aneh bagiku,satu matanya hampir tertutup oleh rambutnya yang sangat tidak simetris.Ada sedikit warna merah di rambutnya.Tidak seperti Ki Bum yang berponi pinggir,terlihat rapi.Apa karena rambut mereka yang berbeda aku jadi sulit mengingatnya.

“Siapa itu Kim Ki Bum?”tanyanya.

“Oh!for god sake!!!Kalian berdua mirip!Tidak bukan mirip tapi kembar,tidak bukan kembar,TAPI KEMBAR IDENTIK!!!!”

Dia terlihat semakin bingung,dan  aku semakin menggila!!!Aku meloncat-loncat di ranjangku.

“Jin yeong!Apa kau baik-baik saja?”terdengar teriakan Hyo Rin Ajumma dari bawah.

“Ya Ajumma aku baik baik saja!”sahutku cepat.

Aku kembali duduk di hadapannya.

“Aku baru pertama kali melihat gadis cantik yang gila sepertimu,”ujarnya.

“Apa kau tahu!Kau yang menyebabkan aku menjadi gila!”sahutku kesal.

“Tunggu,tadi kau bilang aku cantik?”

Dia mengangguk,”Kau memang cantik,”ujarnya tanpa ekspresi.

Wajahku memanas,”Terimakasih,aku tersanjung sekali dipuji oleh malaikat sepertimu.”candaku.

Lagi-lagi dia tersenyum.

“Oh iya,Kim Ki Bum yang kau katakan tadi…siapa dia?”

“Dia…”aku mencari kata yang tepat untuk menganggap Ki Bum sebagai ‘apa’

“Pacarmu?”

Aku menggeleng cepat,”Dia cuma manusia yang wajahnya seperti wajahmu,senyummu,juga tawamu.”

“Lalu dimana dia?Aku ingin melihatnya.apa benar-benar mirip?”

“Dia…sudah meninggal.Aku cuma melihatnya dari foto.”

Dia menatapku lagi.Lalu memandangi jendela.

“Apa…kau juga yang mengambil nyawanya?”tanyaku.

Dia berpikir sejenak,”Entahlah…selama 250 tahun aku tak pernah ingat nama-nama manusia yang aku tangani.”

“Ha???250 tahun?itu umurmu?”aku terbelalak.

Dia mengangguk,”Seingatku begitu.Bahkan aku mempunyai teman yang usianya 475 tahun.Dia malaikat waktu.”

“Jadi sebenarnya malaikat itu banyak jenisnya?”tanyaku lagi,jujur saja aku makin tertarik dengan dunia sahabat baruku ini.

“Tentu saja.Teman dekatku,dia malaikat mimpi,dia yang mengatur mimpi-mimpi manusia.”

“Apa dia juga mengatur mimpi Robert Pattinson?”

“Kami bekerja untuk wilayah korea.Negara lain punya malaikatnya sendiri.”

Oh…ingin rasanya aku tertawa.

“Malaikat waktu,dia bisa membuat orang sejenak kembali ke masa lalunya ataupun ke masa depannya.”

“Benarkah?”

“Tapi bukan orang sembarangan,dia punya kriteria sendiri tentang hal itu.”

Senyumku hilang begitu saja.Kupikir aku bisa minta bantuan Key untuk memohon pada malaikat waktu membawaku ke masa lalu.Saat dimana appa dan umma masih ada.

“Malaikat cinta….”

“Cupid?”

“Cupid?”dia malah balik bertanya,”bahasa manusia,mungkin ya.”

Wah ternyata dugaanku tepat.Ada  cupid juga disana.

“Dia yang menyatukan dua orang yang memang berjodoh,saat keduanya telah bertemu di satu tempat.Selama posisi mereka belum saling mengenal atau jaraknya masih jauh,panah dari malaikat cinta tidak akan muncul.”

“Bagaimana wajahnya?Apa tampan?”tanyaku.

“Siapa?”

“Malaikat Cinta…”

“Ehmm…..entahlah…tidak beda jauh denganku.Tapi dia baru berumur 100 tahun.”

“Berarti dia tampan.”

“Jadi aku tampan?”

“Begitulah…”ujarku pelan.Dia tersenyum lepas.Senyum Ki Bum kembali muncul.

“Mungkin aku sudah harus pergi,”ujarnya.

“Apa kau ada tugas lagi?”

“Tidak,tapi kau butuh tidur.Tidak sepertiku.Tidurlah…”

Dia merentangkan sayapnya,lalu keluar melalui jendela kamarku.

“Kenapa saat kau pulang,malah lewat jendela,tapi kalau muncul tiba-tiba. “ujarku.

Terdengar tawa kecilnya,dan kini dia sudah diluar kamarku,samar-samar aku mendengar kata-kata terahirnya.

”Supaya kau masih bisa memandangku sebelum aku pergi.”

TBC…

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

29 thoughts on “Just Call Me Angel – Part 4”

  1. huaaa.. Hiks, hiks… T.T
    Chingu, kau membuatq menagis
    Kasiaaan kibum, rela donor ginjalny buat oppany pdhal dia jga sakit parah.. Hu hu hu
    Tpi Key itu Kibum kan????
    Pnasaran..
    KEREN chingu FFnya 🙂
    Kutunggu part selanjutnyaaa..

  2. keren. . .

    Author,
    minho sama luna ja deh, nah jin youngnya ama kyu jong songsaenim*ngatur
    LANJUTKAN. . .
    author daebak

  3. Huaaaa. . . . Critanya makin keren aja,ah akhrnya ma spa yah,minho aja tapi key malah paling dapet klopnya*lupakan*
    tapi ko kayaknya q belum bca part 3 yah?
    Ayo chingu part 5nya jangan lama2

  4. aaaaaaaaaaiiiiiiiihhhhh…….
    aku baca lagi yang part ini…..

    onnieeeeeeeeee
    seperti komen aku di blog onnieeeee
    pokoknya part ini DAEBAK !!

    part 5 nya cepetaannnn
    huweeeeeeeeeeeeeeeeee

  5. hihihi…
    dhini un, b’hubung aku dah ninggalin jejak di wp pribadimu… jdi G komen apa2 disini,, cuma mo ninggalin jejak… *plak!*
    ayo, sukses ma ff nya,, cpet di lanjutin y part 5-nya! hwaiting! xD

  6. kisahnya keluara kim menyayat hati. hiks hiks hiks 😥
    tapi,seneng banget kalo liat key dan jinyeong makin dekat…
    malaikat maut = key, malaikat mimpi = jonghyun, malaikat waktu = onew (?), malaikat cinta = taemin (?)

  7. aihhh firasatku benar kan! Key dan Kibum itu beda orang. tapi… ah aku gamau sotil deh wkwkwk

    sebenarnya aku pengen nangis baca ff ini, tapi kayaknya aku terlalu jaim yah? ahaha

    Kibum baik banget yah sama Kyujong. aku aja gapernah mikir untuk mendonorkan ginjal sebelumnya. patut diacungi jempol! 😀

    ffnya author yang satu ini daebak!!! namanya Dhini ya? eonni atau dongsaeng? eonni aja ya~

    next part~~~

  8. aigoo ini fict bener2 dah diksi y sederhana,,tapi jleb banget,,tepat sasaran ,,,feel y kerasa bgt kaya ada orang yg lagi nyrtain ini secara nyata,,dan bukan imajinasi doang,,aku prrtamakali ngrasa kya gini pas baca epep beda banget,,DAEBAK!!!
    aku bner2 nangis pas kim sonsaengnim ctita tntang kibum,,
    lanjoott

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s