LOVES’ WAY – WHY [2.2]

WHY

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Aku terbangun dengan mata belum sepenuhnya terbuka karena seperti biasa Hyo Jin langsung membangunkanku. Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan menuju kamar mandi. Mencuci muka dan menggosok gigi. Hari ini dingin sekali dan kulihat di luar sangat mendung sepertinya hari ini akan hujan sepanjang hari. Aku kembali ke kamarku dan berganti baju setelah itu aku keluar menuju dapur. Aku melihat Ibu sedang mencuci piring.
”Umma…”seruku.
”Ne..sudah bangun….makanlah…”serunya sambil terus mencuci piring.
Akhir-akhir ini aku jarang sekali berbicara dengan ibuku karena ibu selalu pulang larut malam dan begitu sampai di rumah aku pasti sudah tidur.
”Aku merasa jauh dari Umma sekarang…”seruku begitu aku selesai makan.
Ibu menghampiriku dan membelai lembut kepalaku.
”Mianhe…Umma tahu…tapi kau tahu kan ini semua untuk siapa? Umma sangat sayang padamu Hye Jin…”seru ibuku.
”Ne..arasso…aku hanya kangen dengan umma…”seruku lagi.
Ibu memelukku dan mencium keningku.
”Bagaimana kalau hari ini kita habiskan waktu bersama…”seru ibuku.
Aku pun tersenyum senang mendengarnya.
”Apa yang akan kita lakukan?”tanyaku.
Belum sempat menjawab HP umma ku berbunyi dan dia segera mengambil HP nya dia atas meja. Aku berjalan menuju tempat cuci piring dan mencuci piringku. Aku melihat ibuku langsung masuk ke kamarnya. Ada apa? Tanyaku dalam hati. Tak lama kemudian ibu sudah keluar lagi dengan memakai jaket. Mau kemana?
Ibu langsung bergegas keluar. Aku pun penasaran dengan tingkah ibuku yang pergi tanpa berpamita. Memangnya ibu mau kemana. Aku pun pergi ke kamarku dan menyambar jaket yang aku sampirkan di meja belajarku dan memakainya kemudian bergegas keluar rumah. Aku ingin mengikuti kemana ibuku pergi.
”Hyo Jin..aku pergi sebentar!”teriakku pada Hyo Jin yang aku yakin sedang berada di taman belakang sekarang.
Aku pun berjalan berusaha mengejar ibuku. Ibu menuju taman yang tidak jauh dari rumahku. Dia seperti menunggu seseorang. Aku bersembuyni di belakang pohon yang tak jauh dari situ. Tak lama kemudian seseorang datang memakai topi. Aku seperti mengenalnya. Itu Siwon Oppa. Ada apa ini?

Siwon POV
Aku menatap ibuku sekilas. sebenarnya aku malas harus bertemu dengannya hari ini tapi aku harus mengatakannya sekarang. Setelah kemarin Donghae memaksaku untuk ikut bersama dia berjalan-jalan bersama Hye Jin dengan niat agar aku mau mengaku pada Hye Jin bahwa aku adalah kakaknya. Itu membuatku pusing apalagi sikap Hye Jin yang membuatku nyamana di dekatnya.
”Mulai saat ini tidak usah mengirimiku apa-apa lagi…”seruku tanpa menatapnya.
”Siwon-ah..”serunya.
”Aku bingung harus menjawab apa pada orang-orang yang bertanya tentangmu nyonya…”seruku.
Dia sedikit terjekut mendengarku memanggilnya nyonya. Yah aku belum siap memanggilnya ibu.
”Tapi aku hanya ingin bisa beperan sebagai ibu untukmu…”katanya.
Aku menghela nafas.
”Aku tidak butuh…sudah cukup setiap hari aku harus bertemu dengan adikku Hye Jin yang selalu membuat hatiku sakit setiap kali mengingat dia bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya sedangkan aku dibuang begitu saja…”Seruku.
Sungguh aku terkejut mendengar apa yang aku ucapkan sendiri. Padahal aku sudah berusaha untuk tidak menceritakan hal itu tapi kenapa malah keluar begitu saja. Apa ini gara-gara kemarin aku pergi bersama Hye Jin.
”Siwon…kau membenci adikmu?”tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
Aku hanya menduduk tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mau melihat ibuku menangis tapi. Aishh, aku pusing.
”Ne..aku membencinya!”seruku.

Hye Jin POV
Apa! Jadi Siwon Oppa adalah kakak kandungku!tidak mungkin. Aku berusaha menyakinkan diriku bahwa aku salah. Dia tidak mungkin Oppa. Tidak mungkin. Aku berjalan perlahan meninggalkan tempat itu dan berlari kembali menuju rumah. Mataku sudah mulai panas. Apa maksud ini semua. Bagaimana bisa Siwon Oppa adalah kakakku? Apa yang terjadi? Kenapa ibu tidak pernah bercerita padaku? Aku bingung dengan keadaan ini. Apa yang harus aku lakukan. Aku sampai di rumah dan langsung membenamkan wajahku ke bantal dan menangis sejadi-jadinya. Apa yang terjadi?
”Hye Jin-ah..kau baik-baik saja?”tanya Hyo Jin sambil mengelus kepalaku.
”Tinggalkan aku sendiri!”bentakku.
Aku tidak mau diganggu oleh siapa-siapa saat ini aku ingin sendir. Aku ingin mencerna semua kejadian ini. Kejadian yang sangat tidak masuk akal ini.
”Hye Jin-ah…”seru Hyo Jin lagi.
”Kubilang aku ingin sendiri!”seruku lagi.
Kurasa dia mengerti dan mulai berjalan keluar karena aku mendengar pintu kamarku ditutup. Aku kembali menangis sejadi-jadinya. Kenapa ibu tidak pernah bercerita?

Aku terdiam memandang keluar jendela melihat tetesan air hujan yang mulai turun. Aku termenung mengingat kejadian tadi. Aku seperti bermimpi. Aku mendengar suara seseorang masuk ke kamarku. Aku yakin Hyo Jin pasti sudah bercerita bahwa aku pulang ke rumah dengan menangis dan mengurung diri di kamar. Ibu berjalan menghampiriku dan mengelus rambutku. Aku menepis tangannya.
”Kenapa ibu tidak pernah cerita?”tanyaku dingin.
”Cerita apa?”tanya ibuku.
”Kenapa ibu tidak pernah bilang kalau aku punya kakak kandung…”seruku lagi.
Dan bisa kurasakan air mataku kembali mengalir mengucapkan kata ’kakak kandungku’ kulihat ibu terpaku mendengar pertanyaanku.
”Jawab aku ibu…ceritakan padaku ibu…”seruku.
Dan kini aku benar-benar menangis, ibu langsung merengkuhku ke dalam pelukannya dan mengelus punggungku lembut.
”Mianhe…jeongmal mianhe…”seru ibuku.

Ibu bercerita semuanya padaku yang masih sesenggukan karena selama dia bercerita aku tetap menangis. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku memiliki seorang kakak dan yang lebih mengejutkanku lagi kakakku adalah Siwon Oppa. Ibu bercerita bahwa dia terpaksa meninggalkan Siwon Oppa karena waktu itu ibu yakin tidak bisa memberikan kehidupan yang baik pada Oppa ku namun setelah aku lahir kehidupan kami membaik dan sebenarnya saat itu ibu ingin mengambil Siwon oppa kembali tapi ibu tidak tahu lagi dimana dia berada sampai saat pulang ke sini ibu mendapatkan informasi bahwa Siwon Oppa ada di korea dan selama kami mulai pindah ibu selalu mencari informasi tentang keberadaan Siwon oppa sampai akhirnya ibu bisa menemukan Siwon Oppa. Aku senang sekaligus sakit begitu aku tahu Siwon Oppa adalah kakku pantas sejak pertama kali bertemu dengannya pasti muncul perasaan aneh, aku senang ternyata dia benar-benar kakakku tapi aku sedih mendengar yang diucapkannya tadi. Dia bilang dia benci padaku. Itu wajar jika di benci padaku mungkin jika aku ada diposisinya saat ini aku pun juga akan seperti dia. Sulit untuk menerima karena sekarang pun aku sulit menerima ini semua. Ternyata ini semua adalah jawaban kenapa akhir-akhri ini Siwon Oppa selalu berusaha menghindariku dan bersikap aneh karena di membenciku. Kenyataan yang sangat menyakitkan hatiku karena kenyataannya aku sangat menyayanginya.
Ibu kembali merengkuhku ke dalam pelukannya.
”Siwon Oppa membenciku kan?”seruku disela tangisanku.
”Tidak…berikan dia waktu untuk menerimamu…”seru ibuku sambil mengusap punggungku lembut.
”Ini semua salah ibu…mianhe…jeongmal mianhe Hye Jin…”seru ibuku lagi dan aku merasakan air matanya sudah turun untuk yang kesekian kalinya.
Aku hanya bisa membenamkan wajahku di pelukan ibuku. Ya Tuhan kenapa semua ini terjadi padaku?

Aku bangun sangat pagi dan segera mengenakan seragamku. Jujur hari ini aku sungguh sangat tidak bersemangat. Aku ingin menganggap semua ini hanya mimpi. Aku memakai jaketku dan mengambil payung karena hari ini hujan dari pagi. Hyo Jin yang juga sudah tahu cerita ini dia sangat prihatin melihatku. Dia membuka payungnya dan berjalan disampingku.
”Berangkat bersama…”serunya dan aku hanya menatapnya sekilas.
Kami hanya diam sepanjang perjalanan, sepertinya Hyo Jin mengerti perasaanku hari ini dan tidak banyak bertanya mungkin dia juga syok mendengar cerita itu sehingga tidak tahu apa yang harus ditanyakan.
”Hye Jin-ah…tersenyumlah…ada aku yang akan selalu menyayangimu…saranghae…”seru Hyo Jin begitu sampai di sekolah dia mengantarku sampai ke kelas dan memelukku membuat semua orang memandang kami dengan tatapan aneh. Aku hanya mengangguk dan masuk ke dalam kelas. Aku duduk dan hanya memandang papan tulis di depanku sementara pikiranku berkelana entah kemana.

Key POV
Sial! Kenapa hari ini harus hujan. Aku berusa membersihkan pakaianku dari tetesan air hujan sambil berjalan masuk ke kelas. Saat aku masuk ke kelas aku mendapati Hye Jin sudah datang seperti biasa. Aku pun langsung duduk di kursiku tanpa melihat ke arahnya. Entahlah aku masih marah padanya atau tidak, jujur aku tidak suka keadaan ini tapi aku harus menghindarinya dan berusaha melupakannya karena aku tahu dia tidak menyukaiku. Itu sulit sekali ternyata.
Sepertinya ada yang aneh dengan Hye Jin kenapa dia hanya termenung menatap papan tulis. Apa yang terjadi padanya? Matanya bengkak sepertinya dia habis menangis semalaman. Wajahnya juga nampak sedih. Tanpa sadar aku terus menatapnya dan sepertinya dia merasakan bahwa aku menatapnya. Dia pun berdiri dan beranjak keluar kelas. Hye Jin, kau kenapa?

Taemin POV
”Aku duluan ya Taem…”seru Jin Ki hyung.
”Ne…”jawabku.
Aku pun berjalan menuju kelasku. Tumben sekali hari ini Jin Ki hyung mau kuajak berangkat pagi biasanya tidak mau. Aku baru sampai di lokerku begitu melihat Hye Jin berjalan melewatiku dan kenapa dengan wajahnya? Dia terlihat sangat sedih. Apa dia ada masalah? Dia pun sama sekali tidak menyapaku. Dia terus berjalan melewatiku.
”Taemin-ah sedang apa?”tanya Minho sambil menepuk bahuku.
”Ah andwe…”seruku sambil tersenyum.
Aku terus memikirkan apa yang terjadi pada Hye Jin meskipun Minho hyung mengajakku main basket sebentar.
”Hyung aku pergi sebentar ya…”seruku.
Aku khawatir padanya, kenapa dia aneh sekali hari ini. Aku pun mengikuti kemana tadi Hye Jin berjalan. Hye Jin ada apa denganmu.

Hye Jin POV
Aku membuka pintu ruang teater. Masih sepi dan dingin sekali. Hujan sejak tadi tidak kunjung berhenti. Aku berjalan menuju pojokkan dan duduk menelungkupkan wajahku diantara kedua kakiku. Pikiranku melayang entah kemana. Aku benar-benar ingin pergi dari tempat ini kembali ke Amerika tidak pernah merasakan hal ini. Tidak pernah tahu akan hal ini. Aku ingin pulang. Tanpa sadar aku kembali menangis untuk yang kesekian kalinya entah sudah berapa kali aku memangis sejak kemarin aku sudah tidak peduli dengan mataku yag pastinya sudah sangat bengkak.

Donghae POV
Aku melihat pintu ruang teater sudah terbuka. Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini? Sepertinya Hye Jin sedang tidak butuh bantuan hari ini. Aku melongok ke dalam dan mendapati seseorang di pojokkan menangis terisak dengan wajah ditelungkupkan diantara kedua kakinya. Hey itu Hye Jin! Kenapa dia?
Aku pun berjalan menghamprinya dan mengelus kepalanya lembut.
”Hye Jin-ah…”seruku.

Hye Jin POV
Aku mendengar suaraku di panggil oleh seseorang yang sangat kukenal. Donghae Oppa. Aku sungguh ingin menceritakan semuanya pada Donghae Oppa. Aku pun langsung mendongakkan wajahku.
”Oppa..”seruku dengan air mata masih turun.
Donghae Oppa langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku pun menangsi sejadi-jadinya di dalam dekapannya.
”Siwon Oppa adalah kakakku dan dia membenciku…”seruku sambil terus menangis dan membenamkan wajahku di dadanya.

Taemin POV
Aku melihat ke dalam ruang teater dan mendapati Donghae hyung sedang memeluk Hye Jin yang menangis. Aku sangat terkejut begitu mendengar Siwon hyung adalah kakak Hye Jin. Jadi ini yang membuat Hye Jin menjadi aneh. Aku sangat sedih melihat Hye Jin menangis seperti itu. Aku tidak tega melihatnya seperti itu. Aku pun berbalik dan berjalan kembali menuju kelasku. Mungkin Donghae hyung yang dia butuhkan saat ini.

Donghae POV
Jadi Hye Jin sudah tahu. Ya Tuhan dia pasti syok sekali. Aku terus membelai lembut punggung dongasaengku ini. Dia terus saja menangis sambil sesekali menyebut nama Siwon. Aigoo Siwon kau sudah membuat dongsaengmu menangis separah ini. Aku sungguh sangat tidak tega melihatnya seperti ini.
”Hye Jin-ah…jangan menangis lagi…kau gadis yang kuat…”seruku sambil menariknya dari dekapanku dan mendongakkan wajahnya.
Aku menatapnya lekat-lekat dan menghapus air matanya.
”Dia tidak pernah membencimu…dia hanya butuh waktu untuk menerima ini semua…arasso?”seruku.
Kulihat dia hanya mengangguk namun air mata masih turun. Aku pun kembali memeluknya.
”Hye Jin-ah…siwon sangat sayang padamu…dia pernah bilang itu….jadi kau mau kan memberikan dia waktu untuk menerima ini semua…”seruku dan dia hanya mengangguk lemah di dalam dekapanku.
”Hye Jin-ah….Oppa jeongmal saranghe….aku akan membantumu…”seruku sambil mengecup puncak kepalanya.

Hye Jin POV
Benar kata ibu dan Donghae Oppa aku harus memberinya waktu untuk menerima ini semua, mungkin aku hanya shock mendengar Siwon Oppa berkata bahwa dia membenciku. Yah aku tahu ini sulit buatnya. Aku harus memahami perasaanya juga. Aku harus memberinya waktu. Aku akan sabar Oppa sampai kau mau menerimaku sebagai Dongasengku. Donghae Oppa terima kasih kau mau membantuku. Aku juga sangat menyayangimu. Seruku dalam hati.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

18 thoughts on “LOVES’ WAY – WHY [2.2]”

  1. Omo..omo…omo..ngimana ya reaksinya siwon bahwa hyejin udah mengetahui bahwa dia adalah kk kandungya..???

    lanjutt kan…!!! jangan lama2

  2. aigo…aku lemes bacanya….
    padahal pas buka semangat
    Siwon kejam banget ngomonya..

    trus hye jin sama siapa?
    Taemin?Key?Donghae?

    Ah…ayolah..jangan lama lama…aku udah penasaran

  3. NOVII.. *sok kenal akunya*
    huwa.. aku suka. aku suka sama ff kamu..
    aku selalu nungguin..

    HyeJin hebat.. dengan rela hati masih mau bersabar menunggu siwon.

    tapi aku penasaran.. hyejin bakal milih siapa yya?
    kalo donghae,,gak mungkinn.. mereka kan udah kaya kakak adik..
    ayoo lanjutkaan..

  4. Love’s way emang daebak bgt,,
    aku slalu dapet feel’nya klo bca LW,,
    suka bngeet dah,,
    tp si hye jin ama taemin kan??
    ama taemin aja deeh..
    aku tunggu lanjutannya yaa^^

  5. Aku penasaran sama reaksi siwon nya pas tau kalau Hye Jin udah tau nantiiiii~

    Penasaran tingkat akut nih onn hehehe, btw jadinya Taemin, Key, apa jgn jgn Donghae ya? Aaaa tuhkaaan. Lanjutannya ya onnieee jebaaal 😉

  6. Wuahhh,, sedih,, sedihh,,

    cuma kata itu yg menggambarkan perasaan ku di part ini dan sebelumya,, komentnya sekalian,,, Lanjuttt!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s