Just Call Me Angel – Part 5

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 5

Author             :           Dhini

Genre               :           Romance

Main Cast        :           Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast    :           Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew                                                  (SHINee),Taemin                                 (SHINee),etc….

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Key POV

Aku masih melayang di luar jendela kamar gadis itu.Tapi dia tak menyadarinya,karena aku merubah diriku menjadi kabut.Aku menunggu sampai dia tertidur.Saat dia tertidur,aku mendekatinya lagi.Ku tatap wajahnya yang lugu.Dia gadis baik-baik yang kehilangan orang tuanya di depan matanya sendiri.Dan akulah yang mengambilnya.Kupandangi foto kedua orang tuanya.Kenapa gadis ini tidak membenciku?Bukankah aku terlihat kejam sekali dimatanya?Dan kenapa malah dia menjadi temanku?

Entah kenapa aku merasa bersalah.Selama 250 tahun aku tak pernah merasakan hal seperti ini.Lalu kenapa tiba-tiba seperti ini?Apa Dewa memberikan rasa bersalah kepada malaikat maut sekarang?

“Key apa kau membicarakan kami?Telingaku gatal sekali.”tanya Min (a.k.a Taemin),si Malaikat cinta.Dia sedang membersihkan panahnya.

Sedangkan Jong sedang memainkan kabut mimpi di tangannya,”Kau pasti habis menemui manusia itu.Aku harap kau jawab tidak.”

“Iya,”sahutku mantap.

“Apanya yang iya?”tanya Jong.

“Iya,jawaban untuk pertanyaan kalian berdua,”ujarku lalu menghempaskan tubuhku ke atas sofa yang terbuat dari awan.

“Kau menemuinya lagi?”Tanya Jong tersentak.

“ ’-nya’,itu siapa?”Tanya Min polos.

“Aku menemui manusia itu lagi,dia bertanya tentang dunia kita,jadi aku perkenalkan satu persatu tentang kalian.”jelasku.

“Hah?Manusia?”Min menghampiriku cepat,”Maksudmu ada manusia yang bisa melihatmu?”

Aku mengangguk.Kulihat dia menjatuhkan  busur panahnya.

“Kau ini berlebihan sekali!”ujarku.

“Bukan begitu,aku takut kau seperti….”

“Seperti apa?”Tanya Jong.

“Kemarin aku sedang mengobrol dengan malaikat cinta dari negeri lain.Ternyata ada malaikat air yang terlihat oleh manusia.”

Aku bangkit dari pembaringanku,lalu duduk sambil mendengarkan ceritanya dengan seksama.

“Mereka sering mengobrol satu sama lain,sampai akhirnya malaikat itu berubah menjadi manusia tanpa izin…”

“Lebih dari tiga kali…”timpal Jong.Min mengangguk.

“Dia meminta temannya yang malaikat cinta untuk melihat apakah mereka berjodoh atau tidak.Saat keempat kalinya malaikat berubah menjadi manusia,panah sang malaikat cinta ternyata muncul!”

“Jadi mungkin jika seorang malaikat berjodoh dengan manusia?”tanyaku cepat.

“Belum selesai…setelah itu,sang malaikat air menyuruh temannya untuk memanah mereka berdua,pada awalnya mereka pikir semua akan berjalan sesuai rencana,dan pada saat malaikat cinta itu memanah mereka…”Min terdiam,sambil bergantian melirikku dan Jong.

“Kenapa?”tanyaku tak sabar.Tiba-tiba sebuah sinyal memanggilku.Ada tugas!

“Aku pergi dulu!Lain kali lanjutkan ceritanya,”ujarku meninggalkan Jong dan Min.

Minho POV

Hari ini diadakan ulangan mendadak pelajaran fisika.Aish!!!Aku lemah sekali dalam hal ini!Aku melihat Kim Hyung Joon seonsaengnim sedang sibuk memeriksa lembar-lembar jawaban kelas lain di bangkunya.Aku memanfaatkan kesempatan ini.Aku memanggil Min Hyuk si drummer imut dengan suara kecil.Dia menoleh.Aku menunjukkan no 3.Dia menggeleng.Aku beralih pada Jae Jin yang sudah pindah di belakangku karena gadis baru itu.Dia juga menggeleng.Saat kulihat lembar jawaban miliknya,ternyata lebih parah dari punyaku.Hanya ada 3 baris,atau mungkin itu adalah soal yang dia tulis ulang.

Tiba-tiba seseorang di sampingku menyodorkan lembar jawabannya.Luna!Dia memberikannya begitu saja.Aku menatapnya tak suka.Aku tak menggubrisnya.Dia akhirnya menarik tangannya lagi.Aku akhirnya pasrah pada kemampuanku sendiri.Diam-diam aku melirik gadis di sampingku.Mukanya tampak kecewa.Aku tidak akan pernah mau berbicara dengannya sebelum dia minta maaf pada Jin Yeong.

Jin Yeong semakin hari semakin ceria.Dua bulan berlalu sejak orang tuanya meninggal.Dan kulihat sekarang dia tinggal bahagia dengan Paman dan Bibi-nya.Aku ikut bahagia.Dia tidak sepertiku yang mengurung diri di kamar selama sebulan.Tapi dia malah lebih mengisi hari-harinya di luar rumah.Diam-diam aku kagum padanya.

Tiba-tiba teriakan kecil seseorang mengalihkan perhatian kami.Luna!Dia terjatuh dari sepedanya.Bukankah dua hari yang lalu dia diantar jemput dengan mobil?

Jin Yeong langsung melesat mendekatinya.Dasar Jin Yeong!

Aku perlahan mendekati mereka,tapi aku berubah geram saat tangan Jin Yeong ditepis oleh Luna yang ingin membantunya untuk bangun.Dia berusaha untuk bangun sendiri,padahal dapat kulihat betisnya berdarah terkena pedal  sepeda.

“Bisakah kau tidak muncul dihadapanku!Aku tidak butuh bantuanmu!!!”bentaknya pada Jin Yeong.

“Yah!Bukankah Jin Yeong berusaha berbaik hati,kenapa kau kasar sekali!”ujarku membela Jin Yeong.

Dia menatap Jin Yeong kesal,tapi ketika menatapku wajahnya berubah seperti menyesal.Dia mendorongku yang menghalangi jalannya.Lalu dia melangkah tertatih sambil mendorong sepedanya.

“Aissh anak itu!Kalau aku lupa dia adik Kyu Jong hyung,sudah aku beri pelajaran dia.”

“Sudahlah Minho!Kau ini kekanakan sekali.”ujar Jin Yeong mendahuluiku mengambil sepedanya.Bisa kulihat wajah Jin Yeong yang terlihat menahan amarah.Kenapa dia tidak marah saja sih?

***

Jin Yeong POV

“Key…key…key…”

“PYONGGG!!!”

“YAHHHHH!!!KAU INI KEBIASAAN!!!”

Aku memukulinya,tapi yang terasa hanya  kabut dingin di sekitar tanganku.Aku baru sadar,kami tak bisa bersentuhan.

“Berusaha seribu kalipun tak akan bisa.Aku ini sejahtera,”ujarnya.Apa maksudnya ‘sejahtera’?

“Katanya kau tak akan muncul seperti ini lagi,”

“Aku bilang kan akan kucoba,tapi ternyata…seperti ini lebih mengasyikan.”dia terkikik.Makin lama aku semakin aneh dengan malaikat ini.Apa semua malaikat jahil seperti dia?

“Kenapa kau melamun?”tanyanya sambil duduk di meja belajarku.

“Tahu dari mana?”

“He-eh,sebenarnya aku sudah ada disini sejak tadi,aku menjadi kabut.”

“Dasar!tau begitu kenapa kau tidak muncul pelan-pelan,”omelku.

“Aku menunggu kau memanggil.Kan sudah perjanjian.”

“Kau bisa berubah menjadi bantal?”tanyaku usil.

Dia mengangguk,”Tapi kalau tidak ada tujuannya,aku tidak mau.”

“Lalu tujuan kau menjadi kabut?”

Dia terdiam sambil menatapku,semakin kulihat tatapannya,semakin ku ingat pada tatapan Ki Bum yang ada di foto  ruang tamu rumah wali kelasku.

“Karena aku mau memandangimu yang sedang melamun,”ujarnya lancar.Dia tak mungkin berbohong kan?Dia malaikat.

Aku salah tingkah mendengar jawabannya.

“Kenapa mukamu merah seperti itu?”tanyanya.Membuatku semakin salah tingkah.

Aku tak menyahut,aku merubah posisi dudukku.

“Ehmm…Kalau jadi manusia?”kembali lagi dengan pertanyaan-pertanyaan konyolku.

“Bisa,hanya saja untuk menjadi manusia dan hewan,aku cuma mempunyai kesempatan 3 kali.”

“Kenapa?”

“Entahlah,aku juga tak tahu.Dan tak pernah ada yang tahu.Aku hanya mematuhinya.”

“Lalu..saat malaikat berubah menjadi manusia,apa yang mereka rasakan?”

“Ada dua jenis tipe malaikat berubah menjadi manusia,pertama…”

Dia menghela nafas sejenak

“Karena izin Dewa,mungkin tugas penting atau sebagainya,sehingga dia tidak merasakan perbedaan apa-apa,hanya wujudnya seperti manusia.Yang kedua…”

Semakin menarik.

“…berubah menjadi manusia tanpa izin Dewa,yang berarti menggunakan 3 kali kesempatan itu.Dan yang kudengar dari teman-temanku yang mencobanya…mereka menjadi manusia seutuhnya.Mereka menjadi lapar,haus,bahkan marah.”

“Benarkah?Jadi…temanmu ada yang selama seminggu misalnya,menjadi manusia?”

Dia menggeleng,”Tidak,satu kali berubah hanya 24 jam.Lebih dari itu dihitung dua kali.”

Aku kecewa,kukira aku bisa melihat Key berubah menjadi manusia selama sebulan,atau setahun,asalkan sekali.

“Kau tidak ingin mencobanya?”tanyaku.

Dia menggeleng lagi,”Untuk saat ini tidak.Mungkin jika aku benar-benar menginginkannya.”

“Yah…padahal aku ingin sekali melihatmu menjadi manusia dan mengenakan pakaian manusia.”

“Memangnya ada apa dengan jubahku?”

“Kuno sekali!TIdak cocok dengan wajahmu!Kau tahu,kau itu lebih cocok jadi model atau penyanyi daripada menjadi malaikat maut!”ujarku asal,tapi malah membuat tawanya meledak.

“Setampan itukah aku?Aku bahkan tidak tahu mana yang tampan dan tidak…”

“Tapi kau tahu yang cantik…”tambahku dengan percaya diri.

Dia mengangguk,”Aku melihatmu dari auramu.Entah kenapa auramu hangat sekali.Kau seperti mempunyai pelindung.”

“Benarkah?”tanyaku penasaran.

“Aura yang kubilang cantik.Tidak semua manusia yang pernah aku temui memiliki aura sepertimu.”ujarnya serius.Aku mencerna kata-katanya.Apa ini sebuah pujian?Kuanggap saja begitu…

“Kau mau jalan-jalan?”tanyanya.

“Malam-malam begini?Kemana?”tanyaku.Saat kulihat jam doraemonku menunjukkan pukul 06.30.

“Terserah,sepertinya kau sedang suntuk.”ujarnya.

Akhirnya aku mengangguk.

Aku meminta izin pada Hyo Rin Ajumma untuk keluar rumah.Dia mengizinkanku asal tak lewat dari jam 9.

Key berjalan di sampingku,sepanjang jalan aku tak berbicara padanya,lebih tepatnya sepakat tak berbicara,karena aku tak mau disangka gila.

Aku melihat kedai kopi yang dilihat dari menunya lumayan lengkap.

“Key,pilihkan kopi untukku ya,”bisikku padanya.Dia mengangguk.Apa dia mengerti kopi?

Aku melihat-lihat menunya.Moccacino,atau Cappuccino yang dulu Kim seonsaengnim buatkan?Aku melirik Key.Dia ikut membacanya.Lalu telunjuknya yang sangat putih menunjuk salah satu menu.Cappuccino!Ya itulah yang dulu seonsaengnim buatkan untukku.Aku menatapnya tak percaya.

“Agasshi,mau pesan apa?”suara pelayan kedai menyadarkanku.

“Cappuccino satu,”ujarku,aku melirik Key yang tersenyum.

“Kenapa kau memilih ini?”tanyaku saat kami duduk di bangku taman.

“Aku hanya asal memilih,aku kan tidak makan dan minum,jadi tidak tahu jenis-jenis makanan.”dia menjawabnya dengan lancar.Saat kusadari dia tidak bisa berbohong.

“Apa kau tahu,kau mirip sekali dengan Ki Bum.”ujarku.

“Tapi kau kan tak pernah bertemu dengannya,bagaimana kau bisa menyimpulkan aku ini mirip dengannya.”

“Entahlah…aku mengenalnya dari cerita-cerita Kim seonsaengnim,secara tidak langsung aku seperti diperkenalkan dengannya.”aku menyeruput kopiku,walaupun tidak seenak buatan seonsaengnim waktu itu,tapi setidaknya bisa menghangatkan tubuhku.

“Oh,ya kau belum cerita kenapa kau melamun,”ujarnya.

“Ehmm…aku memikirkan adik Ki Bum.”

“Kali ini adiknya?”

“Ya,dia seperti membenciku,”ujarku sedih.

“Apa kau pernah melakukan kesalahan?”

Aku menggeleng,”Bahkan sejak pertama kali kami bertemu,dia tak mau melihat wajahku.Dia sepertinya sangat benci padaku.Aku bingung kenapa.”

“Mungkin seseorang yang tidak disukainya mirip denganmu.”

“Ya,mungkin saja.”

Aku melihat sepasang kekasih melewati kami,mereka berpegangan tangan sangat erat.Ha!tanganku dingin sekali.Andai Minho juga ikut kesini.Aku bisa meminjam tangannya untuk menghangatkanku.

“Kau mau mencoba menyentuh tanganku?”tanyanya tiba-tiba.

“Apa bisa?”

“Entahlah,aku belum pernah mencoba,tapi aku tahu satu cara.Apa kau mau?”

Aku menatapnya ragu.Menyentuh tangan malaikat?Apa bisa?

“Kau tatap mataku,”ujarnya.Aku menurutinya aku jadi teringat saat pertama aku menatap langsung matanya  di RS dulu.Benar saja!Mendadak mataku perih.

“Peganglah..”ujarnya,dia menyentuh wajahku lembut,aku menyentuh tangannya yang ada di wajahku,hangat.Beberapa detik kemudian yang terasa hanya kabut dingin di wajahku.Dan mendadak aku merasa pusing.

“Kenapa bisa?”tanyaku heran.

“Aku menyerap energimu,energi manusia,jadi untuk beberapa saat aku bisa menggunakannya seperti manusia,contohnya tadi.Kita bisa bersentuhan,”jelasnya,”Apa kau merasa pusing?”

“Sedikit,”jawabku.

“Kalau kau lebih lama lagi menatapku,kau bisa pingsan.”ujarnya,”Ayo pulang,sepertinya kau lebih baikan setelah menceritakan masalahmu padaku.”

Aku mengangguk.

***

“Jangan sebut nama itu lagi!Aku mohon!”

Aku mendengar suara isak tangis dari balik pohon rindang dihadapanku

Tapi aku tak dapat melihat wujudnya,langkahku terhenti begitu saja di sisi lain pohon ini

“Apa kau tahu nama itu selalu mengingatkanku padamu,nama itu seperti beban untukku,aku tak mau mencarikannya untukmu!Aku tak mau!”

Tiba-tiba kabut putih muncul dari balik pohon.

Dia menatapku sejenak,kemudian mendekatiku

Aku terperangah,”Key?”

Dia menggeleng.

“Ki Bum,”gumamku

Dia lalu tersenyum,kemudian memudar

***

Aku berjalan ke toilet sebelum pelajaran dimulai.Toilet sedang sepi saat ini.Aku membasuh mukaku di washtafel,lagi-lagi aku tertidur di kelas,dan mimpi itu mulai datang lagi.Tapi samar-samar kudengar suara berisik.Aku mendekati satu persatu toilet.Ternyata toilet ujung terisi.Aku memasang telingaku,ternyata isak tangis.

“Ki Bum bodoh!!!Aku tak kuat lagi Ki Bum!Walaupun aku saudara kembarmu,tapi aku tak bisa melakukannya.Aku membencinya.Aku bahkan membeci namanya.Kenapa kau harus mencarinya?Kau itu sudah mati Ki Bum!Dan aku tak mau lagi terus dibayangi olehmu.Aku ingin melupakanmu!Tapi nama itu malah selalu mengingatkanku padamu,mengingatkan bahwa dia adalah orang yang kau sukai di alam sana.”

Aku merasa bulu kudukku berdiri.Aku seperti mendengar terusan mimpiku tadi.Aku yakin itu suara Luna.Saudara kembar?Luna saudara kembar Ki Bum?

“Ki Bum,aku tak bisa dekat-dekat dengannya.Aku terlalu menyayangimu.Ki Bum…jangan sampai aku membencimu…”

Tiba-tiba hening,ada yang tidak beres.Aku langsung berlari menuju kelas.Disana ada Kim seonsaengnim.

“Kau darimana?Pelajaran sudah dimulai,”sifat tegasnya muncul.

“Maaf seonsaengnim,tapi aku mau bicara,”ujarku panik.

Dia langsung mengikutiku keluar kelas.Aku memberitahukannya tentang Luna,dia langsung berlari ke toilet.Saat dibuka Luna ternyata pingsan.Dia langsung menggendongnya ke ruang guru.

***

Minho POV

Gadis yang duduk disampingku menghilang!Sampai jam terakhir dia tidak muncul juga.Lalu apa urusanmu Minho?

Terakhir kulihat saat istirahat tadi.Dia tampak murung.Lalu dia beranjak dari bangkunya,setelah itu tidak muncul lagi.Mentang-mentang kakaknya guru,lalu dia bisa seenaknya keluar-masuk ,begitu?

Aku melihat Kyu Jong hyung berbicara dengan wali kelasku di depan kelas.Apa ada hubungannya dengan gadis itu?Hei Minho!Untuk apa kau memikirkannya!

Jin Yeong keluar dari kelasnya dengan lesu,disampingnya ada Hyun Ji.

“Kenapa mukamu seperti itu?”tanyaku.

“Tadi aku menemukan Luna pingsan di kamar mandi,keadaannya membuatku sedih.”

“Apa?Dia pingsan?”sahutku tak percaya.Jadi dia pingsan makanya tidak ada di kelas.

“Kau itu!Bukannya kau sekelas?”ujar Hyun Ji.

“Aku memang sekelas,tapi tak ada yang tahu kalau dia pingsan.Dia tak memberi tahu sih,”candaku.

“Aishh!Jangan bercanda Minho!”Jin Yeong mencubit lenganku,dan Hyun Ji tidak mau kalah.Ah…lama-lama Hyun Ji semakin berani denganku.Dasar!

***

Kyu Jong POV

“Berterimakasilah pada Jin Yeong,kalau dia tidak menemukanmu keadaanmu bisa tambah parah,”ujarku pada Luna yang terbaring di ranjangnya.

“Oppa!Aku mohon jangan sebut namanya lagi!Aku benci!”ujarnya kesal.

“Kenapa kau membencinya?Dia bahkan tidak mengenalimu sebelumnya.”

Dia terdiam sejenak.

“Entahlah…dia selalu mengingatkanku pada Ki Bum.”

“Apa hubungannya dengan Ki Bum?”tanyaku heran,”Kau ini selalu menjadikan semua yang berhubungan dengan Ki Bum alasan untuk bersedih,sekarang yang tidak ada hubungannya pun kau hubungkan dengannya.Tidakkah kau merasa kasihan dengan Ki Bum yang seakan-akan selalu menjadi penyebab kesedihanmu ini?”aku membentaknya.Air matanya mengalir.

“Oppa!Ini bukan tidak ada hubungannya!Ini sangat berhubungan!Dari semuanya ,inilah yang paling membuatku sedih!”nada bicara Luna tidak kalah tinggi denganku

“Sudahlah,kau tidur!Besok kita lanjutkan lagi.”ujarku lalu berjalan ke pintu.

“Oppa!Maukah kau mendengar ceritaku?Sekali ini saja,”serunya membuat langkahku terhenti.Akupun menatapnya sesaat,lalu menghampirinya dan duduk di sisinya.

***

Jin Yeong POV

“Key….key…”

“Aku tahu!Aku tahu!”Sebuah suara terdengar di sisiku.Dia sudah duduk manis di meja belajarku.

“Tumben sekali kau datang seperti itu,”ujarku,”Walaupun masih mengagetkanku.”

“Tuh kan serba salah,tahu begitu aku pakai cara kemarin saja,”

“Jangan!!!Begini lebih baik,”ujarku nyengir.

“Tapi tidak seru.Muka lucumu tidak muncul.”Dia merengut.Malaikat aneh.

“Bagaimana hari ini?”tanyanya.

“Lebih buruk.”keluhku.

“Kenapa?”

“Adik Ki Bum pingsan.Dan anehnya lagi sebelum pingsan,dia menangis menyebut nama Ki Bum.Dan aku seperti merasakan apa yang dia rasakan.”

“Maksudnya?”tanyanya lagi.

“Kami sepertinya bermimpi yang sama.Eh,apa temanmu yang malaikat mimpi itu bisa menafsirkan mimpiku?”

“Menafsirkan mimpi?Mimpi indah?”

“Entahlah…lebih cocok disebut misteri.Karena aneh dan memusingkan.”ujarku sambil mengingat-ingat mimpiku.

“Mungkin tidak bisa.Dia spesialis mimpi indah.Untuk mimpi yang lainnya ada malaikat yang lain.Tapi aku tidak dekat dengan mereka.Karena umurnya terlalu jauh.”

“Ngomong-ngomong…apa yang ada di tanganmu?”tanyanya.

“Oh…ini kalender.”ujarku menunjukkannya.

“Lalu yang kau lingkari?”

“Hari ulang tahunku.”

“Dua hari lagi?”

Aku mengangguk.Tanggal 23 September,hari ulang tahunku.

“Tahun ini aku merayakannya sendiri.”ujarku lirih.

“Aku akan menitipkan salam kepada orangtuamu,”ujarnya.

“Apa bisa?”

“Mungkin,berharap saja bisa.”

Aku kembali lemas.Dia selalu saja memberi harapan-harapan dengan ucapannya.

“Kau mau hadiah dariku?”tanya Key.

“Boleh…tapi aku tak berharap,”ujarku pura-pura tak perduli.

“Ho…kau akan menyesal kalau menolaknya.”ujarnya tersenyum jahil.

“Kau tahu…kado yang paling kuinginkan adalah bisa bertemu orang tuaku,mengobrol bersama mereka,walaupun hanya 5 menit.Itu sudah cukup bagiku.”ujarku menatap foto mereka.

“Maaf…”

Aku tersentak dan langsung menatapnya.

“Aku mengambil mereka darimu.”

Apa aku tidak salah dengar?Seorang malaikat maut seperti dia meminta maaf padaku atas perbuatannya.

“Dalam hati kecilmu,kau pasti membenciku kan?”

Aku menggeleng cepat,”Dalam hatiku aku bersyukur aku bisa bertemu langsung denganmu,sehingga aku tidak salah paham tentangmu.”

“Benarkah?”

Aku mengangguk mantap sambil menyunggingkan senyumku.

“Syukurlah…”gumamnya.

Kami terdiam sejenak.

“Jin Yeong…”

Aku menoleh.

“Bolehkah aku menyentuhmu lagi?”

Aku terpaku sejenak.Lalu mengangguk.

Kami bertatapan.Dia menatapku lembut.Kali ini agak lama.

Tak lama kemudian dia menggapai tanganku.Tangannya hangat.Lalu seketika mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu mengecup pipiku.Lalu tangannya berubah menjadi kabut dingin di tanganku.

“Terimakasih,”ujarnya.

“Untuk?”

“Untuk tidak membenciku,”ujarnya tersenyum lalu seperti biasa sayapnya terkembang dan dia menuju jendela kamarku.

“Key!”ujarku sebelum dia pergi.Dia menoleh.

“Sama-sama,”ujarku tersenyum.Diapun melambaikan tangannya,lalu terbang menjauh.

***

Hari ini Minho latihan lagi.Terpaksa aku pulang sendiri.Tiba-tiba Kim seonsaengnim muncul dihadapanku.

“Jin Yeong,ikutlah kerumahku!”ajaknya.Aku cuma menurut.Mungkin ada hubungannya dengan Luna kemarin.

Dia langsung mengajakku untuk ke lantai atas.Ke kamar Ki Bum.Aku merasakan atmosfer ganjil itu lagi.

“Duduklah,”ujarnya.Aku duduk di pinggir ranjang.Kim seonsaengnim tampak sibuk memasukkan sesuatu ke sebuah paper bag besar.Setelah selesai dia meninggalkan paper bag itu begitu saja di depan lemari,lalu dia duduk disisiku.

Dia menatapku sejenak,”maaf,aku tiba-tiba membawamu kesini.”

“Tidak apa-apa,seonsaengnim,oh ya,bagaimana dengan Luna?”tanyaku khawatir.

“Dia sudah lebih baik.Mungkin dia sedang tidur di kamarnya.”jawabnya,membuatku sedikit lega.

“Terimakasih kau sudah menolongnya kemarin.”

“Ah,tidak.Itu cuma kebetulan aku ke toilet.”

“Apa kau mendengar sesuatu sebelum dia pingsan?”

Aku terdiam.

“Aku…mendengar dia menyebut nama Ki Bum.Seperti memarahinya,seperti bertengkar.Entahlah,aku tidak mengerti.”ujarku hati-hati.Aku tidak bisa bilang kalau aku juga mengalami hal yang sama.

“Pasti mimpi itu…”gumamnya,aku menatapnya tak percaya.

“Mimpi?Apa Luna menceritakan mimpinya?”

“Tanpa diceritakanpun aku sudah mengerti.Karena aku juga bermimpi yang sama.”

Aku tercekat.

“Di setiap mimpiku,Ki Bum selalu datang,mengenakan pakaian putih seperti malaikat.Tersenyum ceria seperti tak ada beban.Dia pasti mengajak kami ke tepi danau.Di sekeliling kami rerumputan yang luas.Kami duduk di bawah pohon yang rindang.Bercengkrama…Dan dia selalu menyebut satu nama yang tak pernah ku ingat ketika aku bangun.Dia menyukainya.Dia mencintainya.Dia bilang,dia mendapatkan nama itu di kepalanya sendiri,mendapatkan gambaran wajahnya di hatinya sendiri.”

Aku semakin tak mengerti.

“Dia mencintai gadis itu dari sana.Dari dunianya.Dan gadis itu ternyata seorang manusia.Kau tahu?Itu mimpi paling konyol yang pernah kualami.”Dia tertawa kecil.Aku bertambah bingung.

“dan ternyata Luna mengalaminya juga.Sedikit-sedikit aku berfikir apakah mimpi ini mempunyai arti?Apakah ada sebuah pesan di dalamnya?Menurutmu?”

Aku menggeleng pelan,”Aku tidak tahu seonsaengnim.Mungkin karena aku tak merasakannya.”ujarku berbohong.

“Benar juga….”Dia menganggukkan kepalanya,”Oh,iya ambillah ini!”

Dia memberikanku paper bag tadi.Saat kulihat ternyata isinya jaket  kesayangan Ki Bum.

“Seonsaengnim,apa maksudnya?”tanyaku bingung.

“Ambillah,Ki Bum pasti akan senang jika ini ada ditanganmu,”ujarnya meyakinkan.”Anggaplah ini kado ulang tahunmu darinya.Besok kan?”

“Anda tahu?”

“Aku kan wali kelasmu,kenapa tidak tahu.”

Aku tersenyum tipis.Dia mengantarku sampai depan pintu utama.

“Seonsaengnim.Terimakasih,maaf merepotkan,”ujarku sambil membungkuk.

“Akulah yang merepotkanmu.”ujarnya.

Aku mengambil sepedaku dan menoleh lagi padanya.

“Oh,iya.”katanya lagi,”Besok ulang tahun Ki Bum juga.”

Aku tak dapat berkata-kata saat mendengarnya,aku hanya tersenyum dan mohon pamit.

***

Kyu Jong POV

Hatiku terasa lebih lega sekarang.Ki Bum!Aku sudah memberikannya hadiah.Apa kau senang?Semoga saja kau senang.

“Oppa!Maukah kau mendengar ceritaku?Sekali ini saja,”serunya membuat langkahku terhenti.Akupun menatapnya sesaat,lalu menghampirinya dan duduk di sisinya.

“Kau mau tahu kenapa aku membenci murid oppa itu?”

Aku mengangguk.

“Di mimpiku,Ki Bum selalu membawaku ke tepi danau,bercengkrama  di bawah pohon  yang rindang,melempar batu ke danau,membuatku sangat senang,karena aku dapat bertemunya lagi.”

“Tapi aku mulai kesal dengannya saat dia menyebut nama seorang gadis,yang dia tahu tak akan pernah bisa dia temui.Dia selalu membujukku untuk menemukannya,dan berharap aku bisa dekat dengannya,untuk dirinya.Padahal itu sama sekali tak ada gunanya.Mereka terpisah,dan tak akan pernah bertemu.”

“Ki Bum memang bodoh!Dia tidak mau sadar kalau dia sudah mati.Dia tetap menyebut nama itu.Dan dalam hati aku terus berharap kalau pemilik nama itu tidaklah ada di dunia ini.Dan dengan mudah aku bisa menyadarkan KI Bum.Dia menggambarkan wajah gadis itu dengan detail,seperti sudah lama menghiasi kepalanya.Dan dengan mudah aku juga bisa membayangkannya walaupun tidak terlalu jelas.”

Aku makin fokus pada kata-kata Luna.Entah kenapa jantungku berdetak lebih cepat.

“Dan aku marah dan sedih saat pemilik nama itu ternyata muncul di depan mataku ,oppa!Kang Jin Yeong!Nama itu yang selalu disebutnya!”

Badanku lemas seketika,aku jadi sulit bernafas.Mimpi itu ternyata bukan main-main.Mimpi itu sebuah pesan dari Ki Bum untuk kami.Dan orang itu ternyata ada di dekatku.Apakah karena itu Jin Yeongpun merasa tertarik dengan Ki Bum?Dunia ini sempit dan memusingkan sekali!

***

TBC…

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Just Call Me Angel – Part 5”

  1. akhirx d’publish…
    huwee, au merinding+tharu bcax.. 😦
    author, FF.mu bner” daebak !! au pnasaran am kado yg bkal dikaci Key, pha diia bkal jdi manusia ?
    penasaraaan…
    next part au tggu..
    hwaiting !!

  2. Hyaaah. . . . .Lagi seru2nya knpa tbc,ih ko minhonya jarang keluar se?Luna jangan main benci2an lah~ kan bukan slah jiyeon juga klo kibum suka dia,

    part 6 nya jngan lama2 ya!!Hehe. . . .

  3. AAAA Sebenernya Kibum itu kenapa sih? Terus apa hubungannya sama Key? huaduuu, ff ini memusingkan tapi bikin penasaran! terus yang Minho itu, dia jadinya sama Luna apa sama Jinyeong? huuu~ lanjutannyaaa lanjutannyaaaa d(^.^)b

  4. Authooorr…
    jangan bilang Minho jadi suka ama Luna lohh…
    truss key sama kibum hubungannya apa?? *bukannya sama aja ya??*
    trus Ji yeon ama kibum hubungannya apa??
    Penasraaaan >.< lanjuut asapp sapp saaap

  5. bagus banget ..
    gilagilagila ..
    mau deh aku diajak terbang sama key ..
    :3
    wew !
    lanjut ya ! tapi jangan lama-lama ..
    okkey ?

  6. Woooow… KEREN!
    Sumpah!!! Bagus bgt!!!!!

    Aq gak rela klo minho sma luna ntar.. 😦
    Key, emg keren.. Aq ga bsa byangin gmana klo dia jd malaikat bneran.. Ugh, gantengnya! Kekeke 😀

  7. ONNNNNIIIIEEEEEEE
    KEY MAKIN KEREN AJAAAA
    UWOOOOO

    SI LUNA DIJADIIN AMA SI MINO AJA
    WAKAKAK

    AKU DEG2AN BANGET PAS SI KEY NYIUM SI JINYEONG..
    HADEEEH

    AAAAAAA
    MAKIN DAEBAK AJAAA ^o^

  8. wuah makin seru!!!
    part 6 nya belum dipublish disini jadi pindah ke wp author… cling *ngeniruin gayanya jinny di jinny oh jinny (adakah yang masih ingat dengan sinetron itu)*
    hehehe 😛

  9. Hadeehhh…
    tanggung jawab dong, gr” FF ni aku mlah mnyukai oppaku sndri. Gmn ni?
    *klo org” mnjdikan drinya sbg Jinyeong, aku mlah memposisikan driku jd Luna.keke

    Aish…oppaku itu psti gnteng bgt jd malaikat

    FFnya bikin aku mringis nih. hiks… kpn aku bs bikin FF bgus bgini? kpn aku bs bkin fantasy kyk gni? kpn oh~ kpn?
    *reader mulai ga beres n_@

  10. Ahhhh……..
    ngantri nya lama yaa eoon ??
    pdhal di wp eonnie udh endiing nihh,,
    tapii aku takut ntar aku lupa lagiii mau komen disiniii hueeee

    Haraaaaaaaap bersabar
    DAEBAK !!

  11. jadi sebenarnya Key dan Kibum itu orang yang sama? pusing -__- tapi keren! entah kenapa ff ini selalu bikin aku penasaran. apalagi kalau udah ada kata-kata terlarang: TBC. aisssh rasanya ingin cepat cepat baca next part. untung udah tamat ffnya~ 😀

    aku baca ff ini di tengah malam. agak merinding yah wkwkwk tapi aku baca ff ini diselingi hello baby jadinya gabegitu dapet feelnya~ mungkin aku postpone hello babynya dulu kali ya biar netes wkwkwk ;D

    eonni daebak! ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s