My Groom Is My Bodyguard – Part 3

My Groom Is My Bodyguard – Part 3

Author : Dinar dhy

Main Cast : Lee jinki (onew) and yoon eun hye

Support Cast: hara, key

Rating : General

Genre: Romance, Friendship

Length : Sequel (Chapter 3)

©2010 SF3SI, Dhy.

“bagaimana kalau kita makan di restorannya yuri?”

“dimana tempatnya???? Apa tidak ada tempat lain yang bisa kita kunjungi????”

‘memangnya ada yang salah dengan tepat yuri???”

“aku sedang tidak ingin berbasa-basi dan membuang waktuku, ingat kita hanya pergi keluar untuk makan”

“tapi paling tidak..”

“jangan terlalu banyak berbicara denganku, kau bilang kita bukan teman, kau ingat???”

“itukan dihari pertama kita bertemu, kalau sekarang aku rasa kita… kita…”

“kita???” Tanya onew sambil mengerutkan kedua alisnya

“sudah jangan dibahas” ucap eun hye sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela.

“heh apa kau akan terus disitu????” Tanya onew saat mereka sudah sampai di sebuah café.

“disini???? Café?”

“ea ada yang salah???”

“tidak maksudku, kenapa harus café ini???? Café inikan sebagian besar pengunjungnya itu cauple????”

“kau ini terlalu mempedulikan orang lain, itukan hanya sebagian besarnya masih ada sebagian kecilnya yang bukan pasangan, termasuk kita”

“aku juga tidak bilang kita pasangan”

“slamat datang” sapa seorang pelayan “mau pesan apa??????” lanjutnya saat onew dan eun hye sudah duduk dimejanya.

“saya pesan menu biasanya” jawab onew, dan pelayan itu tersenyum tanda mengerti.

“apa anda akan memesan menu biasanya juga???” Tanya pelayan itu pada eunhye, eunhye hanya menjawab dengan tatapan bingung.

“mianatha, saya pikir anda yoeja yang bisa kemari dengan tn ini” ucapnya

“kwencana, kalau begitu aku pesan apa yang dipesan onew” ucap eunhye

“kenapa tiba-tiba dadaku terasa sesak dan perih, kenapa perkataan pelayan itu membuat hatiku sakit” gumam eunhye dalam hati.

—————-

EUNHYE POV

Aku tidak mengerti dengan apa yang kurasakan, aku masih memikirkan siapa gadis itu, siapa gadis yang biasa onew bawa ke café ini, kenapa hatiku sakit kenapa semuanya terasa menyesakan.

“hey kenapa kau tidak menyentuh makananmu???”

“aku… aku …. Aku sedang tidak berselera”

“kau yakin??? Apa makananya tidak kau sukai???”

“aku suka, karena kau menyukainya” jawanku pelan bahkan aku tidak sadar apa yang ku ucapkan.

“morago???”

“anniyo…..” aku bahkan tidak tau lagie harus berkata apa

“kau harus makan, mau aku pesankan makanan yang lain???”

Aku hanya tersenyum mengiyakan.

“cobalah. Aku rasa kau akan menyukainya karena dia juga sangat menyukainya” ucap onew saat aku akan mulai makan, tapi setelah mendengar perkataannya yang aku pikirkan adalah aku tidak akan pernah menyukai makanan ini.

“onew bisa kita pulang sekarang???”

“aku tidak akan pulang sebelum kau makan” jawabnya

“aku mau pulang”

“kau harus makan, apa yang akan tuan Yoon pikirkan tentangku ketika dia pulang dan melihatmu sakit”

“apa kau hanya bisa memikirkan perasaanmu??? Aku mau pulang sekarang juga” entah kenapa suaraku tiba-tiba meninggi, aku benar-benar kehilangan kendaliku.

“kita tidak akan pulang sebelum kau makan, kalau kau tidak suka makanannya kau bisa pesan yang lain, asalkan kau makan”

“aku mau pulang, dengan atau tanpamu aku akan pulang” ucapku kemudian berdiri.

“hey ada apa denganmu???” Tanya onew sambil menahan tanganku

“lepaskan aku”

“shiro”

“lepaskan aku onew, kau harus ingat aku bosmu dan aku tidak suka kau menyentuhku” ucapku kasar, aku sama sekali tidak berniat untuk berkata kasar sedikitpun, tapi aku juga tidak bisa mengendalikan semuanya. Setelah onew melepaskanku aku berlari keluar café, entah kenapa air mataku terus mengalir.

“ada apa denganku??? Kenapa dadaku sangan sesak, kenapa aku merasa hati ku sangat perih??? Eunhye ada apa denganmu??? Apa yang salah deangn ucapan onew sehingga kau harus berlari dan menangis seperti ini????” selama aku berlari hanya pertanyaan-pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutku.

——————

ONEW POV

Yoeja itu, apa yang dia pikirkan????? Kenapa tiba-tiba sikapnya berubah?????? Kenapa sorot matanya tiba-tiba sendu????, aku tak henti-hentinya memikirkan pertanyaan itu, kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul 1 pagi, tapi yoeja itu belum juga pulang, beberapa kali aku menghubungi ponselnya tapi tak ada jawaban.

“apa yang yoeja itu lakukan???? Apa dia tidak tahu aku menunggunya?????” gerutuku, tiba-tiba aku mendengar langkah kaki, aku tahu itu dia.

“dari mana kau??????” Tanyaku saat eun hye akan menaiki tangga.

“bukan urusanmu” jawabnya singkat

“semua yang berhubungan denganmu itu urusanku”

“benarkah??????? Aku tidak percaya sama sekali, lebih baik tarik kembali perkataanmu” jawabnya sinis tanpa menoleh kearahku

“ ya ~~ lihat aku” ucapku sambil menarik tangannya hinga eun hye benar-benar melihat kearahku “apa aku terlihat sedang main-main????? Sebenarnya apa yang terjadi????? Kenapa sikapmu berubah menjadi aneh????? Apa aku melakukan hal yang salah?????” tanyaku bingung.

“lepaskan aku, aku sudah bilang aku tidak suka kau menyentuhku” ucapnya sambil melepaskan genggamanku, kemmudian berlari menaiki tangga.

“ aishhhhhh apa yang sebenarnya terjadi?????????”

——————

“Apa tidurmu nyenyak sayang??????”

“appa????? Kapan appa tiba???????”

“baru saja, apa jinki menjagamu dengan baik????????????”

“apa aku harus menjawabnya???????”

“ayolah honey, ada apa????? Appa lihat kalian sudah dekat”

“appa stop being childish, aku tidak butuh pengawal pribadi dia hanya pemuda biasa, dia tidak punya latar belakang militer agar bisa melindungiku”

“tapi dia punya tanggung jawab, dan itu sudah cukup untuk appa”

“kalau begitu kenapa tidak jadikan dia sebagai pengawal pribadi appa??????”

“honey……… kamu tau apa yang appa bicarakan”

“apa??????”

“appa tidak bisa menjagamu setiap saat, tapi appa yakin jinki bisa”

“mwo???????”

“pagi tuan yoon” sapa onew saat memasuki ruang makan.

“kita bicarakan nanti ya honey” ucap tuan yoon pada putrinya “jinki trimakasih karena sdah menjaga eun hye untukku”

“itu sudah menjadi tugas saya”

“aku harap eun hye tidak membuatmu kerepotan”

“appa!!!!!! Aku bukan anak TK yang selalu membuat masalah”

“aku sudah siap menerima resiko sebelum menerima tawaranmu” ucap onew

“dasar menyebalkan, kenapa dia selalu bersikap so keren, apa dia tidak merasa bersalah karena sudah menyakiti perasaanku” gerutu eun hye dalam hati

—————-

“apa tidak cukup waktu berdandanmu dirumah??????” Tanya onew saat eun hye mengoleskan lipgloss dibibirnya.

“itu bukan urusanmu, urusanmu hanya cukup mengantarku kesekolah dengan selamat” ucap eun hye dingin

“ya ada apa denganmu???? Kenapa sikapmu jadi seperti ini lagi”

“itu bukan urusanmu, dan ingat tidak perlu menayakan apa yang tidak perlu kau tanyakan, tidak perlu beracting menjadi orang yang perhatian didepanku”

“are you out of your mind????? Aku tidak pernah bersikap perhatian padamu, itu hanya membuang waktuku”

“ada apa denganku????? Kenapa perasaanku sakit mendengar ucapannya, aku tidak mungkin menyukai pria ini”

“kalau begitu berhenti bermain-main dengan perasaanku!!!!!!”

“hey aku tidak pernah bermain-main dengan perasaanmu”

“sudahlah aku sedang tak ingin membahasnya” ucap eun hye

Keadaan menjadi hening, eun hye menyibukan diri melihat keluar jendela, mencoba menikmati pagi yang cerah. Sedangkan onew hanya focus pada kemudinya.

“tidak perlu menungguku, ada urusan yang harus kuselesaikan sepulang sekolah” ucap eun hye saat mereka sudah sampai di sekolah.

————–

“eun hye ada apa?????? Kenapa kau terliahat sedikit depresi dahn frustasi????”

“yuri-ah apa pertanyaanmu tidak terlalu berlebihan????????”

“miane, lalu apa yang terjadi?????”

“apa onew benar-benar sudah mempunyai yoejacingu??????”

“mwo?????” tanya yuri terkejut

“sudah lupakan saja!!!”

“eun hye-ah, jangan bilang kalau kau…..”

“aku tidak apa-apa, aku hanya penasaran dengan gossip yang beredar” potong eun hye

“jangan tutupi perasaanmu eun hye, aku sudah lama mengenalmu”

“yuri, otoke??????? Aku tidak bisa mengahapus perasaan yang sudah mulai tumbuh”

“kau tidak perlu menghapusnya” ucap yuri

“lalu apa yang harus kulakukan??????? Dia tidak akan pernah melihatku” ucap eun hye lirih.

“eun hye kau tidak perlu menghapusnya, kau hanya perlu membiarkan perasaan itu hilang dengan sendirinya”

——————-

“hyung apa eun hye tidak mengantar makan siang untukmu?????” Tanya key pada onew yang sedang merapihkan bukunya.

“kenapa kau menanyakannya????????”

“mmm aku hanya merasa dia gadis yang …….”

“jangan dekati dia dan jangan tebarkan pesonamu itu padanya”

“weyo?????????? Kaukan sudah punya………….”

“apa perlu kau tahu alasannya?????????”

“baiklah baiklah, kalau kau berkata tidak artinya tidak, padahal eun hye gadis yang cantik” gumam key

“hey aku pergi makan siang” ucap onew sambil menepuk pundak key.

“hyung apa aku akan makan siang sendiri lagi????????? Kenapa kau tidak bisa meninggalkan gadis itu untuk bersamaku????????”

“apa kau sudah gila?????????”

“baiklah baiklah pergi sana!!!!!” ucap key

—————-

“akhirnya kau datang, apa aku harus terus menunggumu seperti ini??????” ucap hara yang sudah menunggu onew seperti biasanya.

“bisakah kita tidak membahas ini???????” Tanya onew, sikapnya tetap dingin.

“kadang aku berpikir, apa kita benar-benar dekat???????, aku merasa aku sama sekali tidak pernah bisa menggapaimu”

“hara… bekal apa yang hari ini kau buatkan untukku?????” Tanya onew mencoba mengalihkan pembicaraan.

“hufh kenapa aku harus jatuh cinta pada orang sepertimu????” keluh hara.

“jadi selama ini kau mencintaikku?????” Tanya onew sambil menggigit sumpitnya, tentu saja wajah hara langsung berubah pucat karena sedih.

“sudah jangan menangis!!!!!!!, aku hanya bercanda, hara kau hanya perlu percaya padaku, tidak perlu melihat orang lain kau hanya perlu melihatkku, tidak perlu dengarkan orang lain, kau hanya perlu mendengarku, araso???????”

Hara hanya tersenyum mengiyakan.

Tiba-tiba ponsel Onew berdering.

“yoboseyo…..”

“ne, araso aku akan segera kesana, ne…. ne…… mmm oh aneyonghaseyo”

“hara, aku harus pergi sekarang, mianhe” ucapku segera setelah sambungan telepon terputus.

“apa kau, akan pergi untuk waktu yang lama??????”

“aku tidak tahu, jaga dirimu” ucapku sambil mengusap pelan rambut hara.

ONEW POV

Apa yang harus kukatakan ketika hara mengetahui semuanya, aku tidak bisa melihatnya menangis apa lagi tersakiti, apa yang harus kulakukan, aku tidak mungkin menolak permintaan umma tapi itu tandanya aku menyakiti hara.

“hyung, kwenchana????” suara key menyadarkanku dari lamunan.

“we??????” tanyaku malas, aku terlalu malas meladeni orang ini.

“hyung apa terjadi sesuatu???????” Tanya key bingung.

“anniyo, tidak terjadi apa-apa, ow ya aku harus kekelas eun hye” aku memaksa tubuhku untuk bangun.

“hyung boleh aku ikut??????”

“ne….” jawabku pendek.

Disepanjang lorong, aku melihat yoeja-yoeja yang kurang kerjaan, sedang berusaha mengalihkan perhatianku, aku tidak bermaksud menyombongkan diri memang ini kenyataannya, makanya terkadang aku malas keluar dari kelas.

“hai…….”

“annyeong”

Key selalu saja menebarkan pesonananya, tak lama aku sampai dikelas eun hye.

“hei kau, kemari sebentar!!!!” perintahku pada seorang namja yang sedang asik mengerjai seorang yoeja.

“ne sunbaenim” ucapnya tertunduk saat menghampiriku.

“apa kau melihat eunhye????” tanyaku tidak ingin berbelit-belit.

“dia pergi bersama yuri, mungkin kekatin” ucapnya pelan.

Tanpa membuang waktu, aku langsung berlari menuju kantin.

“hyung tunggu aku!!!!!!!!!!!!!!!!!” terdengar suara key berteriak dari belakang.

“kim kibum, lebih baik kau ambil tas eun hye dan semua bukunya lalu bawa  ke kantin!!!!!!, araso????” ucapku sedikit berteriak.

“ya….. hyung jangan sebut nama asliku!!!!!!!!!!!!” teriakan key terdengar samara-samar.

“bukankah itu onew sunbae????”

“otoke????? Saat berlari saja dia terlihat tampan”

“beruntungnya hara onnie……..”

Aku bingung dengan semua yoeja itu, untuk sekedar tersenyum pada mereka saja aku tidak pernah, kenapa mereka bisa mengenalku.. hufh…….

Saat tiba dikantin aku melihat eun hye yang sedang mengobrol dengan yuri,, akupun menghampirinya, mencoba berpikir jernih bahwa hara tidak akan merasa sedih dengan hal yang akan menyebar dikalangan siswa. Sebelum aku melangkah, aku menarik nafas dalam, mencoba menenangkan diri.

“annyeong…..” sapaku saat sudah berada di meja eun hye dan yuri.

“…. Eun hye…. O..onew.. sunbaenim” ucap yuri tidak karuan

“hufh, apa yang kau lakukan disini???????” Tanya eun hye ketus

END OF ONEW POV

EUNHYE POV

“hufh, apa yang kau lakukan disini???????” tanyaku ketus pada onew, aku heran dengannya kenapa dia tidak bisa menghilang dari penglihatanku.

“kita harus pergi sekarang!!!!!!” onew bahkan tidak mau menjawab pertanyaanku. Dasar namja menyebalkan.

“kita?????? Untuk apa aku ikut denganmu???????”

“apa harus ada alasan agar kau mau ikut dengaku”

Ahh jinjja namja ini memang menyebalkan.

“aku masih ada kelas” aku mencoba untuk memberikan alasan yang cukup jelas.

“aku yang akan mengaturnya, sekarang lebih baik cepat bangun, jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini terus”

Ucapannya benar-benar membuatku jengkel.

“morago??????? Kekanak-kanakan. Ahhhhh jinjja…”

“sudah cukup tidak ada alasan, setuju atau tidak setuju kita harus tetap pergi” ucap onew sambil menarik tanganku agar aku bangun.

“ahhhhh, sakit lepaskan aku” ucapku sambil mencoba melepaskan genggamannya, beberapa pelajar sekarang sudah berada disekitar kami, aku bisa mendengar mereka membicarakan aku dan onew dan satu orang lagi hara, siapa sebenarnya gadis itu??????? Apa dia benar-benar yoejacingu onew.

“hyung!!!! Ini tasnya, mmmm apa yang terjadi???????” Tanya key yang baru menyadari keadaan.

“tolong Bantu aku!!!!!” pintaku pada key.

“hyung…. Apa kau harus melakukannya?????? Kau tidak perlu bersikap seperti itu” bujuk key.

“aku tahu apa yang ku lakukan, bawa kemari tasnya!!!!!” ucap onew dingin pada key. “aku akan melepaskanmu, tapi kau harus ikut denganku” ucap onew padaku, nadanya sudah turun tapi suaranya tetap saja terdengar dingin.

“shiro, aku tidak mau ikut denganmu”

“tuan Yoon sudah mengijinkanku melakukan apapun, selama itu berhubungan dengan tugasku” ucapnya kemudian menarik tanganku, membelah kerumunan siswa yang sedari tadi memperhatikan kami, tapi perhatianku mengarah pada gadis manis hanya melihat kami dari kejauhan.

“sebenarnya ada apa?????” tanyaku saat kami sudah berada di mobil onew.

“berhentilah bersikap seperti ini!!!!! Apa aku melakukan kesalahan???????” Tanya onew, jadi dia tidak pernah sadar bahwa aku mulai menyukainya.

“jadi kau mengajakku pergi, hanya untuk membicarakan hal bodoh????? Harusnya kau sadar, kalau yang kekanak-kanakan itu kau”

“anni, aku tidak akan membuang waktuku untuk meladeni sifat kekanak-kanakanmu, hari ini tuan yoon ingin bertemu dengan kita”

“kenapa ayah tidak langsung menghubungiku??? Kenapa harus melalui kau???????” tanyaku tidak percaya

“karena tuan yoon lebih percaya padaku” jawabnya singkat, dan berhasil membuatku kesal.

END EUN HYE POV

——————

“eun hye, jinki kemari!!!!!!” ucap tuan yoon saat eun hye dan onew memasuki rumah.

“umma?????” Tanya onew bingung saat melihat Nyoya lee

“aigoo~~~ putraku, apa kau baik-baik saja??????” Tanya ny. Lee pada putranya

“umma, sedang apa umma disini????” Tanya onew bingung.

“tentu saja aku ingin melihatmu dan calon…….”

“umma, aku rindu umma” ucap onew mendahului ny. Lee

“aahh, araso araso, aigoo…. Apa ini eun hye???????”

“ne” jawab eun hye singkat.

“she look like her mom” ucap ny. Lee pada tn. Yoon

“ ea, dia semakin mirip dengan ummanya, tapi gadisku ini sedikit nakal” ucap tn. Yoon yang membuat ny. Lee tertawa.

“boleh aku duduk?????” Tanya eun hye sedikit kesal

“tentu, honey”

“appa sebenarnya ada hal apa, sehingga aku harus membolos kelasku??????” Tanya eun hye masih dengan nada dinginnya.

“mwo???? Apa kalian membolos????? Ahhh aku mengerti pasti jinki sudah tidak sabar” ucap tn. Yoon dengan senyum

“anniyo…. Maksudku agar.. ehhhh agar……”

“sudahlah, aku mengerti kenginan anak muda yang menggebu-gebu sepertimu” ucap tn. Yoon lagi

“anniyo, bukan itu maksudku……”

“sudah cukup aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan” ucap eun hye menengahi.

“eun hye-ah sebenarnya ada hal penting yang harus ka,u ketahui tentang jinki”

“mwo?????? Apa lagi diakan Cuma bodyguard ku” ucap eun hye asal

“morago???? Bodyguard??? Anakku…. Jadi bodyguard?? Aigo…. Aigo…… kepalaku”

“umma, apa kau baik-baik saja……..??????” Tanya onew panic

“tn. Yoon kenapa kau tidak bicarakan hal ini denganku???????” Tanya ny. Lee

“ny. Lee aku bisa menjelaskan semuanya…..” ucap tn. Yoon

“umma ini semua atas permintaanku, aku ingin semuanya berjalan apa adanya, dan aku pikir hasilnya akan lebih baik kalao menggunakan caraku” ucap onew.

“benarkah??????? Lalu bagaimana????? Apa kalian sudah melakukan……????” Tanya ny. Lee dengan wajah yang berbunga-bunga sembari melihat kerah onew dan eun hye bergantian.

“anniyo…. Umma apa yang kau pikirkan, aku tidak mungkin melakukan hal yang umma pikirkan”

“aigo……. Aigo……. Kepalaku” ucap ny. Lee sambil memegangi kepalanya

“umma bersikaplah dewasa” ucap onew.

“ahhhh jinjja, sebenarnya ada apa????????” Tanya eun hye penasaran.

“ehm.. baiklah eunhye appa akan mengatakan hal yang sebnarnya, melihat kalian sudah dekat, sebenarnya kaian berdua adalah pasangan pengantin……..”

“MWORAGO??????? Appa tidak seriuskan??????” Tanya eun hye “ini tidak nyatakan????? Ahhh jinjja”

“appa sungguh-sungguh honey, sebentar lagi kalian akan segera menikah, bukankah itu hal yang bagus?????”

“apa….. appa ini, something happen right???????? Apa keluarga namja ini yang memaksa???????”

“eun hye, ayolah ini sudah kami bicarakan sejak lama, bahkan sebelum kau ada di dunia ini” jelas tn. Yoon.

“ahhhh jinjja, onew kita perlu bicara” ucap eun hye sambil menarik tangan eun hye sedikit menjauh dari keluarganya.

“ny. Lee sepertinya pasangan muda kita sudah mulai bertengkar hehehehe” ucap tn. Yoon

“mungkin eun hye masih kaget, dan merasa semuanya terburu-buru”

—————-

“sebenarnya apa yang terjadi?????? Apa kau sudah mengetahui semua dari awal??????? Apa kau sedang mempermainkan perasaanku?????”

“cukup, berhenti berbicara tentang perasaan…., aku memanng mengetahui semuanya, tapi aku tidak pernah mempermainkan perasaanmu, aku bahkan sama sekali tak berniat untuk menggapai perasaan dan hatimu”

“lalu kenapa kau melakukan semuanya?????? Apa sekarang kau sudah puas bermain????”

“aku hanya ingin menjaga perasaan ummaku, itu saja, jangan berpikiran macam-macam”

“aku hanya akan menikah dengan orang yang mencintaiku, bukan orang yang menyebalkan sepertimu”

“kau hanya perlu menganggap semuanya latihan, aku tahu kau tidak pernah berkencan karena tidak akan ada namja yang menyukai yoeja sepertimu”

“mwo????? Ahhh jangan pikir aku bodoh, aku akan tetap menolak semua ini” ucap eun hye.

“hey, kita sama-sama  saling membenci, tidak akan terjadi apa-apa diantara kita, apa jangan-jangan kau takut????? Kau takut jatuh cinta padaku???? Atau mungkin kau memang sudah jatuh cinta padaku??????” Tanya onew asal

“ya… aku memang menyukaimu, atau mungkin aku sudah jatuh cinta padamu” ucap eun hye sendu. Kalau pun kita harus bersatu aku tidak ingin dengan cara seperti ini bisik hati eun hye.

“mwo?????” Tanya onew bingung.

“kenapa kau puas mendengarnya???? Aku memang mencintaimu, dan sayangnya itu semua hanya ada di mimpimu” ucap eun hye sambil menginjak kaki onew dan kembali menemui tn. Yoon dan ny. Lee.

“AAAAAHHHHHHHHH, jinjja, yoeja itu” ucap onew kesal lalu mengikuti eun hye.

“honey, apa saja yang sudah kalian bicarakan????? Apa sudah menentukan hari dan tanggal????? Apa sudah menentukan dimana harus membuat surat undangan, atau………”

“appa cukup, aku menolak semuanya, aku yoon eun hye menolok adanya pernikahan ini” ucap eun hye tegas.

Tapi tiba-tiba tn. Yoon sterjatuh dari kursinya, dia terus memegangi dadanya.

“….jinki panggilkan……..dok.ter….. han…..sekara..rang.. pelayan…….. ba………wa… aku ke kamar….. aku tidak… mau….me….lihat…eun…..hye” ucap tn. Yoon kemudian tidak sadarkan diri.

TBC

©2010 SF3SI, Dhy.

This post/FF has written by Dhy, and has claim by Dhy signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

39 thoughts on “My Groom Is My Bodyguard – Part 3”

    1. aku usahain ya cingu tapi aku jga gk bisa janji buat post dlm waktu cepet mian………..

      tapi thanks ya udah mau baca dan komen.. 🙂

  1. Hallo aku new reader hehe sbnrnya udh baca dr part 1 tp baru komen,maaf eonni:D btw next part kapan nih eon????

  2. WEEEWEWEWEWWWW
    AKHIRNYA AKHIRNYA AKHIRNYAAAAAAAAA

    DHY
    AKU MAKIN SUKA, SAYAAAANG

    ntar jangan lama lagi yaa, cantik 😉

  3. hai aku reader lama tapi maaf yaa baru komen soalnya biasanya aku baca dr hp hehe, hm aku suka nih kalo karakter onew dibikin dingin.. tapi kapan nexy partnya? *nungguin lhoo

Leave a Reply to mila Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s