{SA}New Friend

Title                 : New Friend

Genre              : Horror, a little Comedy (?)

Main Cast        :  Lee Taemin, Cho Jungshin, Choi Minho and Kim Jonghyun (as Taemin’s brothers), Lee Jinki (Taemin’s appa) , Kim Kibum (Taemin’s Mother)

Other Cast       : Choi Siwon ( jadi pak RT -_- )

Rating              : G/Shounen-Ai

Length             : One Shoot

Author             : Choi MinGi aka chika aka chitaemtaem ._.v

A/N                  : Ini cerita yang diceritain sama miku aka Arfina Isma. Jujur, aku ga bakat bikin cerita horror. Maaf kalo jadinya ga horror -__- . Dan ini berdasarkan kisah nyata loh. Tapi maaf ya Fin, aku rubah sedikit ><

Ini bukan yaoi yaaa tapi entah kenapa aku pengen aja pairing OnKey disini -_- yaaa anggap aja ya Key itu cewek LOL. dan bayangkan Taemin itu masih anak kecil yak 😛

Inget, kalau ga komen… Mungkin bakal ada yang menawarkan diri untuk menemani kalian nanti… (Makanya COMMENT okay 😛 ).

~ Author POV~

“Assalamualaikum”, terlihat Jinki dan Kibum yang baru pulang. Saat itu sudah menjelang jam 20.00 . Jinki langsung duduk di sofa ruang tengahnya dan membuka kopeah *nulisnya bener ga sih?? ._.* yang sedari tadi dipakainya. Sedangkan Kibum berjalan ke dapur lalu kembali dengan segelas kopi yang diberikannya pada Jinki.

“Ma, pa, darimana?” terlihat bocah berumur 6 tahun bernama Taemin menghampiri kedua orangtuanya.

“Tadi mama sama papa habis melayat orang yang meninggal…” jawab Kibum sambil mengusap-usap rambut anak kesayangannya itu.

“Meninggal? Siapa yang meninggal ma?” Tanya Taemin polos sambil duduk diantara Jinki dan Kibum.

“Ada deh… Anak kecil seumurmu… Kasihan sekali dia, mati karena kecelakaan… Tapi mungkin Taemin ga tau, kamu jarang main sama dia.” jawab Kibum.

“Hei, tunggu Taemin. Kenapa jam segini kamu belum tidur ha? Besok kan sekolah pagi!!” Ujar Jinki yang baru saja melihat jam dinding di hadapannya.

“Ahh papa, aku mau tidur sama papa sama mamaaaaa!!”rujuk Taemin sambil menarik lengan baju Jinki.

“Aduh, masa sudah kelas 1 SD masih tidur bareng orangtua?? Ga malu sama temen-temen kamu???” Tanya Jinki sambil mengacak-acak rambut Taemin. “Tidur bareng Kak Minho atau Kak Jonghyun aja sana…”

“Aaahh tapi mereka udah tidur daritadi pa.. tadi aku ketok-ketok ga dibukain. Padahal aku udah niup terompet juga depan kamarnya tapi tetep ga bangun-bangun.” jelas Taemin sambil cemberut ala anak kecil imut-imut *bayanginnya bikin mimisan @_@*

“Hahaha. Udah ah mama antar aja ya ke kamar kamu…” kata Kibum sambil menarik Taemin bangkit dari duduknya. Karena Taemin anak yang baik, mau tidak mau dia harus menuruti perkataan orangtuanya itu.

Sampailah Taemin dan Kibum di sebuah kamar yang besar untuk ukuran anak umur 6 tahun, semuanya serba putih, warna kesukaan Taemin. Taemin naik ke atas kasur dan menarik selimutnya menutupi tubuhnya.

“Nah, udah ya. Mama papa juga capek, mau tidur. Sekarang kamu tidur ya, jangan lupa berdoa dulu.” kata Kibum sambil mencium kening Taemin kemudian mematikan lampu kamarnya dan keluar dari ruangan tersebut setelah menutup pintu.

 

*********************

~Taemin POV~

Aku membuka mataku. Gelap. Kulihat jam dinding Scooby-doo Glow-in-the-dark ku. Jam 23.30. Uuuhh… ngantuuukk tapi aku pengen pipis ._. Aku turun dari kasur dan menyalakan lampu dengan mata setengah terbuka. Aku keluar dari kamar lalu berhenti sejenak dan menengok ke kanan kiri. Kayaknya aku minta temenin mama aja…

“Ma…” sahutku pelan sambil mengetuk pintu kamarnya. Tapi tidak ada jawabannya. UUhhhh pasti nih Mama dan Papa kalau udah tidur kayak orang mati -___- *kamu juga Taemin!!!*

Ya sudahlah, mungkin kakak-kakakku yang ganteng-ganteng itu mau nemenin aku ke kamar mandi. Aku berjalan pelan ke kamar Kak Jonghyun. Karena kalau aku ke kamar ka Minho percuma -__- dia tidur kayak mayat “Kak… Kak Jjong…” seruku sambil mengetuk pintu kamar Kak Jonghyun. Tapi tidak ada jawaban. Aduh mana ngantuk banget lagi. “Kakk… kak Jjong.. kak Jjong~ Jong jong ditajong~~” seruku sambil bersenandung dan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya sambil membuat irama dangdut (?)

“Aaaaaaahh~~ apaan sih…” terdengar erangan pelan Kak Jjong dari dalam.

“Kak, temenin aku dooonng. Pengen pipisssss” jawabku sambil menempelkan bibirku di pintu. Maksudnya biar lebih jelas kedengaran. Tapi kenapa malah makin kecil yak suaranya?

“Aaaaahh sendiri kek….”

“Takut kaaaakk…. Gelap. Ayo kakkaaaakkk” rujukku. Mataku udah setengah tertutup lagi. Ngantuk ga tertahankan tapi kalo ga pipis, entar ngompol terus disuruh bungee jumping sama papa ><

“Minho sana minhooo….” erang kak Jonghyun dari dalam.

“ Huh ya udah terserah kakak~!! Aku sumpahin putus sama Kak Sekyung!!!” seruku sambil berjalan pelan ke kamar Kak Minho. Huh, pasti Kak Minho ga bangun. Kuketuk pintu kamarnya. “Kak Minhooooooooooooooooooo” kuketuk lagi dan kupanggil lagi tapi ga da jawaban. Ahhhh… tuh kana pa aku bilang. Pasti si Keroro itu ga bakal bangun-bangun mau Gunung Tangkuban Perahu meletus juga -__-  *ya ampun amit-amit deehh jangan sampai*

Aku menggosok-gosok mataku. Udah 2 watt dan bentar lagi putus nih. Tapi ini ga tahan mau pipiiissssss. Tapi takut juga. Haduuuhhhh. Gimana doongg… Tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu menepuk pundakku pelan.

“Aku temenin ya.”

 

****************

~Minho POV~

Hem? Tiba-tiba saja mataku terbuka. Aku menyalakan lampu dan melihat jam. Jam 12 malam pas. Aku menggosok-gosok rambutku. Tumben aku bangun jam segini. Lalu aku melamun sebentar sambil mengumpulkan nyawa. Ingin kencing ._. Aku masuk ke kamar mandi di kamarku. Tidak ada air. Haduh, masa harus keluar? Malas….

Dengan sangat terpaksa aku keluar kamar. Aku berjalan pelan menuju WC melewati lorong di rumahku. Ya, rumah ini memang besar. Menyulitkan saja. Sudah besar, depannya pemakaman umum pula. Kan jadi ngeri. Aku terus melangkah dan berhenti begitu melihat apa yang ada tidak jauh dari hadapanku. Tampak Taemin yang sedang berjalan menuju WC. Tapi dia tidak sendiri. Ya, tidak sendiri. Disampingnya…

Tanpa suara, aku mundur perlahan, setelah sampai belokan aku langsung berlari masuk menuju kamar dan langsung menguncinya. Aku naik ke atas kasur dan langsung menyelimuti tubuhku. Astagfirullah… apaan tuh????? Itu sudah pasti Taemin, dan itu… yang di sebelahnya…

“pocong……” aku menggumam pelan dan terdiam. “IIIiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” aku langsung membungkus seluruh tubuhku dengan selimut. Okay, Minho. Mungkin ini karena kamu masih mengantuk. Ya ya. that’s right. Let’s forget it and go to sleep again. Tanpa basa basi aku langsung menutup mataku dan menjelajahi dunia mimpi lagi.

******************

 

~Author POV~

Kibum terlihat di dapur menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarga yang sudah siap di meja makan. “Loh, Taemin mana? Belum bangun?” Tanya Kibum yang baru sadar setelah memperhatikan meja makan.

“Iya… Minho, dimana adikmu itu?” Tanya jinki pada Minho tanpa melepaskan matanya dari Koran yang sedang dia baca.

“Hem? Tidak tahu….” jawab Minho yang sedang serius memperhatikan laptopnya, mencoba permainan baru yang baru saja diberi oleh Kyuhyun, teman sekelasnya. Sedangkan Jonghyun asik dengan handphone-nya, bertexting ria dengan pacarnya, Sekyung. Baru saja dibicarakan, Taemin datang dan langsung duduk di sebelah Minho.

“Eh, Taemin, mama kira kamu belum bangun. Tahunya sudah rapih saja nih. Mandi sendiri? Anak pintar…” kata Kibum sambil mengampiri Taemin dan mengusap kepalanya. Yang diajak bicara hanya diam dan mengambil segelas susu dihadapannya. Minho melirik ke arah Taemin, tiba-tiba Minho teringat kejadian kemarin malam. Bulu kuduknya berdiri.

“Ya, Minho! Simpanlah laptopmu! Makan dulu sarapanmu!” tegur Kibum sambil meletakkan sepiring nasi goreng di hadapannya.

“Ah, iya iya.” Minho menutup laptopnya dan menyimpannya ke dalam tas. Lalu mulai memakan nasi gorengnya.

“Ah, mama, papa, aku ga sarapan deh. Mau jemput Sekyung. Aku sarapan di rumah dia aja.” seru Jonghyun sambil membawa tas-nya dan berlari ke pintu keluar.

“Aih, Jonghyun!!! Yaaaa!!!” seru Kibum. Tapi percuma, Jonghyun sudah pergi. “Anak itu… Yang ada dipikirannya hanya cewek cewek dan cewek tiap hari. Padahal sudah kelas XII. huh” keluhnya sambil duduk di kursi sebelah Jinki.

“Sudahlah namanya juga lelaki…” jawab Jinki sambil memakan nasi gorengnya.

“Huh anak dan ayah sama saja!” gerutu Kibum. Lalu melihat ke arah Taemin “Taemin sayang, nasi gorengnya enak???” tanyanya. Yang ditanya hanya menganggukan kepala pelan. Semua yang melihatnya jadi heran. Tumben, Taemin tidak banyak bicara.

“taem… kamu sakit?” Tanya Jinki khawatir.

“Engga…” jawab taemin pelan sambil terus memakan nasi gorengnya. Lalu dia meletakkan sendoknya di atas piringnya yang sekarang sudah kosong. “Kak Minho, berangkat yuk.” ajaknya pada Minho.

Minho yang nasinya juga sudah habis bangkit dari duduknya. “Ayo….” jawabnya pelan. Kibum dan Jinki mengantar keduanya sampai pintu depan. Minho melirik ke arah pemakaman umum yang ada di depannya. Terlihat sebuah kuburan baru, kuburan anak yang kemarin meninggal. Minho segera mengalihkan pandangannya. Dia jadi teringat kejadian tadi malam lagi. Ditatap adik kecilnya yang sedang berjalan cepat, berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Minho yang panjang-panjang. Tapi tetap dalam diam.

“Ah, Taemin….” ucap Minho. Taemin mengangkat kepalanya.  “Kenapa kak?” tanyanya dengan wajah polosnya. Minho ingin bertanya tentang kejadian tadi malam. Tapi segera ditepisnya keinginan itu. Dengan sekuat tenaga Minho berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu hanya karena dia mengantuk saja. “Ah, engga~” jawabnya sambil mengacak-acak rambut Taemin.

 

***************

Siang itu, Taemin langsung masuk ke dalam rumah tanpa bersuara. Kibum yang melihatnya langsung menyapanya. “Taemin udah pulang? Kok ga salam? eh, mana Kak Minho?” tanyanya yang bingung melihat Taemin pulang sendiri.

“Gatau.” jawab Taemin pelan sambil berjalan cepat ke arah kamarnya, melewati mamanya itu begitu saja dan memasuki kamar. Stelah itu terdengar suara orang berlari dari luar. Tiba-tiba saja, pintu terbuka lebar.

“Mama!!!! Taemin ga ada di sekolah!!!!” seru Minho kepada Kibum dengan paniknya.

“Lah, Taemin udah pulang kok. Tadi, baru saja kok.” jawab Kibum sambil berjalan mendekati Minho yang terengah-engah kecapekan karena berlari.

“Udah pulang??? Sendiri??? Kok bisa?? Emang dia berani??” Tanya Minho sambil melepas sepatunya dan masuk ke dalam rumah.

“Nah itu dia mama juga bingung. Mana jutek banget lagi sama mama.” jawab Kibum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Minho duduk di sofa. Begitu juga Kibum. “Kenapa sih adikmu itu?”

“Lha harusnya aku yang Tanya, tuh anak mama kenapa -____-“ jawab Minho sambil meminum minuman yang ada di meja. Kibum hanya mengangkat bahunya dan pergi meninggalkan Minho yang sekarang mulai memikirkan kejadian kemarin malam. Lagi.

Malam harinya,saat makan malam pun keadaan Taemin tidak jadi kembali seperti semula. Dia tetap diam saat bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Dia selalu menyendiri di kamar. Kibum dan Jinki yang melihatnya hanya berfikir kalau Taemin sedang mengerjakan peer-nya atau belajar. Maklum, Taemin adalah anak yang pintar, mungkin karena sekarang sudah menjelang Ujian, dia belajar lebih banyak lagi piker mereka. Tapi tidak dengan Minho. Sekarang Minho mulai menganggap apa yang dilihatnya sewaktu itu memang benar dan bukan imajinasinya belaka. Tapi Minho tidak berani bilang kepada siapapun. Sedangkan Jonghyun, seperti biasa dia lebih memperhatikan ceweknya daripada adiknya itu.

Tapi perilaku Taemin semakin menjadi. Begitu pulang sekolah, dia akan mengunci dirinya di kamar. terkadang dia akan menonton TV di ruang tengah sambil berbicara sendiri. Tidak, dia seakan-akan sedang mengobrol dengan seseorang. Hampir di setiap saat, dia berbicara sendiri. Dia sudah tidak pernah bergaul dengan anak seumurannya lagi di sekitar rumahnya. Hal itu membuat anggota keluarga yang lain merasa ngeri. Jonghyun yang jarang peduli sekarang merasa heran dengan perlakuan adik bungsunya itu. Minho masih belum bicara mengenai hal ini. Kibum dan Jinki yang mulai khawatir selalu bertanya kepada Taemin. Terutama apa yang dilakukannya dengan mengunci dirinya di kamarnya setiap hari.

“Aku lagi main ma, pa.” itulah jawaban yang selalu diucapkan Taemin tiap ditanya.

Kibum yang putus asa akhirnya mulai memarahi Taemin. “taemin-ah !!! Kamu itu, mama dan papa serius!!! Kamu tuh ngapain sih tiap hari ngunci diri di kamar! Ga mau main sama tetangga… dan…. bicara sendiri pula!” bentaknya pada Taemin sambil melipat kedua tangannya di dadanya. Jinki ikut berdiri di sebelah Kibum. Menunggu jawaban dari Taemin. Minho dan Jonghyun langsung keluar dari kamarnya masing-masing begitu mendengar teriakan mamanya itu.

“Aku ga ngomong sendiri kok! Lagian aku main!!! Aku bermain tiap hari!” jawab Taemin yang tiba-tiba bersemangat. Seluruh anggota keluarga yang mendengarnya membulatkan matanya.

“Jelas-jelas kamu ngomong sendiri min, mana tiap hari diem sendiri di kamar…” kata Jinki sambil berjongkok dan mengusap kepala Taemin. “Kenapa? Kamu sepi ya? Nanti papa belikan mainan aja ya. Tapi janji ga gini lagi.”

“Ga pa. Aku punya temen baru sekarang. Dia selalu nemenin aku kemana-mana.” jawab Taemin pelan sambil tersenyum pelan pada Jinki. Lalu dia segera berlari kecil menuju kamarnya. “jangan ganggu ya aku mau main!” serunya lalu mengunci pintu kamarnya. Semua yang ada disana diam, Berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan Taemin.

 

***************************

~Jonghyun POV~

Aih, mama papa pergi. Aku berjalan ke dapur, berusaha mencari makan. Maklum, aku belum makan malam. Aku mengambil sebungkus oat dari dalam lemari. Kucari gunting, tapi tidak ada. Aku berjalan ke kamar Minho. “Ya, Minho!” seruku sambil masuk ke dalam kamarnya.

“Apa? Hey, main masuk kamar orang seenaknya aja lu!” keluh Minho yang sedang sibuk dengan laptopnya.

“Masa masuk kamar adik sendiri perlu ijin? Pinjem gunting dong.” jawabku sambil menyodorkan bungkusan oat. “Aku mau buka ini.”

“yieh,” Minho memundurkan kepalanya. Aku tahu dia benci banget sama makanan satu ini. “Cari sendiri di laci sana. Hush Hush.” kata Minho sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Aku mencari di hampir semua laci yang ada di kamar Minho.

“Ga ada ho. Dimana sih???” tanyaku sambil membuka laci lain.

“Ha?? Oh… kemarin kalau ga salah dipinjam sama Taemin. Ada dikamarnya kali.” jawab Minho sekenanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

Aku berjalan menuju kamar Taemin. Sebenarnya aku malas berbicara dengan adik bungsuku tu, setelah pengakuannya yang mengerikan kemarin. Tapi yah, namanya juga anak kecil, kadang mengkhayal kelewatan. Sampai bikin teman imajinasi segala. Aku sampai di depan kamar Taemin, lampunya masih menyala, berarti dia belum tidur. Aku memutar kenop pintu kamarnya, tidak dikunci. Langsung saja aku membukanya.

“Taem…” perkataanku langsung terhenti. Taemin sedang duduk dan menulis di meja belajarnya yang ada di pojok kamar. Terlihat adikku itu sedang berbicara pelan kepada seseorang. Ya, seseorang yang ada di sebelahnya. Aku merasa darahku turun, bulu kudukku merinding dengan hebatnya, rasanya aku ingin berteriak kencang. Seseorang itu sedang merangkul adikku, postur tubuhnya membuat dia terlihat sebaya dengan adikku. Ya, aku yakin dia sebaya dengan adikku. Yang membuatku merasa nyawaku sudah pergi entah kemana, wajah anak lelaki itu… wajah yang tidak bisa aku jelaskan kengeriannya… Mata yang seperti akan lepas dari rongganya dan terus mengeluarkan darah, kulit wajah yang putih pucat pasi dengan banyak belatung berkeliaran di sekitar wajahnya itu, kepala yang sebagian kecil tidak mempunyai rambut, hanya terlihat kulit kepala mengelupas yang membuat muntah, lalu tangan yang sudah membusuk dan kaki… yang aku tidak tahu bagaimana bentuknya. Mengerikan.

Aku terus terpaku sampai aku merasakan bahwa makhluk itu menyadari keberadaaanku. Aku melepaskan peganganku pada kenop pintu dan berjalan menjauhi pintu. Aku menabrak tembok yang ada di belakangku dan tak dapat ditahan lagi, aku langsung terduduk lemas di lantai. Lalu tiba-tiba saja dengan sangat keras, pintu kamar Taemin tertutup.

“MINHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

************************

~Kibum POV~

“Jinki, Kibum!” seseorang memanggilku dari belakang. Siwon, ketua RT daerah ini. Dia juga sahabat Jinki. “Habis darimana?” tanyanya.

“ah, Siwon. Kami baru saja pulang dari acara teman SMP-ku.” jawab Jinki. Aku memperhatikan pemakaman yang ada di depan rumah. Banyak orang berkumpul. Ada apa?

“Siwon…” aku menoleh pada Siwon. “Ada apa di pemakaman? Kok banyak orang gitu?” tak tahu mengapa, perasaanku tidak enak. Aku menggenggam tangan Jinki erat. Dia menolehku heran.

“Ah, itu… Sebenarnya ini mustahil. Aku saja tidak dapat mempercayainya. Ini kebesaran Allah…” jawab Siwon pelan.

“Yah, ada apaa???” tanyaku tidak sabar. Tiba-tiba aku teringat pada ketiga anakku di rumah. Keringat dingin mulai terasa di dahiku.

“Kenapa sayang? Kau sampai berkeringat begini…” Tanya Jinki sambil mengusap keringat di keningku.

“Siwooonn…” desakku.

“Kau tahu kan Jungshin, anak yang kemarin meninggal?” tanyanya. Aku mengangguk pelan. “Mayatnya hilang.”

 

*******************

~Author POV~

Kibum dan Jinki masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru. Terlihat Jonghyun dan Minho yang sedang duduk di sofa. Minho merangkul Jonghyun yang mukanya pucat dan menunduk sedari tadi.

“Ada apa???” Kibum langsung berlari dan duduk di sebelah Jonghyun. Tangannya mengelus pipi Jonghyun. “Kenapa Jjong, Minho?”

“Itu… Taemin…” jawab Minho pelan sambil menunduk. Tidak berani mengatakannya kepada mamanya itu.

“TAEMIN !!!! KESINI KAMUUUUU!!!” tiba-tiba Jinki berteriak. Membuat semuanya tersentak.

“Ahh… ada apa dengannya??” Tanya Minho pelan pada Kibum sedangkan Jinki menghempaskan tubuhnya di sofa di sebelahnya. Jarinya memijat keningnya, terlihat sekali raut wajah stress dari ekspresinya.

“Minho, kau tahu Jungshin..?” Tanya Kibum pelan pada Minho.

“Ahh….” Minho berpikir sebentar. “Ah, aku tau… dia anak yang meninggal kemarin kan?? Kenapa?”

“Mayatnya…. hilang.” jawab Kibum dengan sangat pelan, hampir berbisik. Minho terdiam, matanya membelalak. Jonghyun yang mendengarnya langsung menoleh dan membelalakan matanya.

“ Bagaimana bisa….” Tanya Jonghyun pelan.

“TAEEEEEMMMMIIIIIIIIINNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!” teriak Jinki sekali lagi. Kali ini lebih keras.

“Yaaaaaaaaaa tunggu….” terdengar sahutan Taemin dari jauh. Lalu dia datang, dengan wajahnya yang polos tanpa dosa. Jonghyun bergidik dan mengalihkan pandangannya dari Taemin. Mukanya kembali pucat. Dia masih tidak dapat melupakan apa yang baru saja dia lihat tadi.

“Ada apa?” Tanya Taemin polos dan duduk di sofa di seberang tempat duduk yang lain. “Kak Jonghyun kenapa??” tanyanya heran saat melihat Jonghyun yang berada di dalam rangkulan Minho. Minho mendelik ke arah Taemin. “Apa sih kak Minho? Papa juga kenapa sih tadi teriak-teriak?”

“Taemin sayang…” Kibum berjalan mendekati Taemin dan berlutut di depannya. “Mama mau Tanya sesuatu…” tangan Kibum menyentuh pundak Taemin.

“mau tanya apa sih?” Tanya Taemin yang mulai risih dengan keadaan tidak enak ini.

“Nama teman barumu… Jungshin?” Tanya Kibum pelan. Minho dan Jonghyun mengangkat kepalanya, Jinki menatap tajam ke arah Taemin.

“Ah,  iyaaaaaaa. Mama kok tahu sih? Padahal mama kan belum pernah ngobrol sama dia, yaahh walaupun dia tiap hari ada di sini. hihihihi.” jawab Taemin sambil terkekeh senang. Jonghyun dan Minho merasa badannya sangat lemas. Jinki membelalakan matanya, tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar. Kibum merasakan bulu kuduknya merinding hebat.

“Sebenarnya dia mau kenalan sama semuanya, dia sering bantuin aku ngerjain peer… Nemenin aku main… Ngobrol segala macam sama dia… Kadang dia juga temenin aku kalo kita lagi makan bareng-bareng, tapi dia gamau makan, jadi cuma liat aja.. Kalian jahat ga pernah negur Jungshin…” lanjut Taemin yang kemudian dipotong oleh Kibum.

“Taemin, tolong dengarkan mama, tolong, Jungshin itu…” belum selesai Kibum bicara, tiba-tiba Jinki berdiri.

“JUNGSHIN ITU SUDAH MATI!!!! DIA ITU TIDAK ADA!!! HENTIKAN BERKHAYAL DAN BERBICARA TENTANG DIAAA!!”  bentak Jinki pada Taemin. Minho langsung bangkit dan menahan ayahnya yang sudah bersiap untuk memukul Taemin.

“A… Apa sih papa!!!! Jelas-jelas Jungshin itu ada!” Taemin balas berteriak kepada ayahnya itu. Airmatanya mulai mengalir.

“Taemin… dengar, Jungshin itu benar-benar sudah meninggal… Kamu tahu sendiri kan waktu itu mama pergi melayat seseorang… Dia jungshin, min.. Dia sudah meninggal…Kau tidak boleh lagi berteman dengannya” jelas Kibum.

“Apa sih mama juga sama aja!!! Jungshin itu ada! Dia ga mati! Mama papa jangan ngomong yang engga-engga deh!!!” Taemin menghempaskan tangan Kibum.

“Taemin… ikut mama yak, kita ke pa ustad…”

“ENGGAK!!! GILA! SEMUA GILA!!! JUNGSHIN ITU TEMANKU!! DIA BENAR-BENAR ADA!!!!” teriak Taemin yang kemudian berlari menuju kamarnya.

 

********************

~Taemin POV~

Aku berlari masuk ke kamrku dan menguncinya. SEMUA GILA!!! GILA!!! SINTING!!!! Aku menangis sejadi-jadinya. Seseorang menyentuh pundakku. Jungshin.

“Jungshin… hiks… mereka…” aku berusaha berbicara kepada Jungshin sambil sesegukan. “Mereka bilang ke aku kamu tuh udah mati…”

“Kalau aku sudah mati aku tidak akan ada disini, Taemin…” ucapnya sambil merangkulku. “Mereka hanya tidak bisa menerima aku ada disini…”

“dan.. dan.. terus.. mereka .. bilang, aku gak boleh berteman lagi sama kamu…” aku terus menangis, rasanya sakit mengucapkan kata itu. Tiba-tiba saja Jungshin melepas rangkulannya. Aku menatap wajahnya. Dia melihatku dengan pandangan yang gak bisa aku jelaskan. Aku gak tahu itu marah, sedih, dingin, nanar atau apa…

“Tapi aku udah nemenin kamu Taem.. Aku selalu ajak kamu main… Bantuin peer kamu…”

“Aku tahu jung.. Aku juga gamau ga temenan sama kamu lagi….” aku terus menangis. “aku harus gimana… Aku pengen terus bareng kamu” tiba-tiba terdengar ketukan keras dari pintu kamarku. “Papa….”

“Taemin…. Kau ingin selalu bareng aku? Bener?“ Jungshin menggenggam tanganku.

“Iya!! Kamu tuh temen aku! Aku gamau dijauhin dari kamu!!” aku sedikit merinding saat Jungshin menggenggam tanganku. Tiba-tiba saja tangannya sedingin es….

“Kalau gitu, kamu yang nemenin aku sekarang.”

 

********************

~Author POV~

Akhirnya Jinki berhasil mendobrak pintu kamar Taemin. Tapi Taemin tidak ada disana. Jinki dan Minho juga Jonghyun berusaha mencari Taemin di dalam rumah.

“It’s impossible… Jelas-jelas tadi taemin ngunci diri di kamar…” ungkap Jonghyun kepada Minho.

“Maaf aku ga bilang dari awal…” kata Minho sambil menunduk.

“Aduh sudahlah!!! Taemin ini dimana??? Taemin dimana????” seru Jinki yang sedari tadi berkeliling dengan muka kusut.

Kibum hanya bisa duduk lemas di sofa. Tiba-tiba saja sesuatu memasuki dadanya. Perasaan tidak enak. Dia membuka pintu keluar.

“Mama!!! Mau kemana???” seru Jonghyun yang segera berlari dan menarik tangan Kibum.

“Taemin… ada di luar…” gumam Kibum. Jinki segera merangkul Kibum.

“Tidak mungkin dia bisa keluar rumah, ma…” ucap Jinki. Tapi Kibum melepas rangkulan Jinki dan berlari keluar. Yang lain segera menyusul Kibum.

“TAEMIN !!!!!!!! TAEMIN!!!!! KAU DIMANA NAK???!!!!!” Kibum berteriak-teriak di luar dan mulai berjalan tak tentu arah. Tetangga yang mendengar keributan keluar dari rumahnya, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Tapi Kibum tidak menggubrisnya. Yang ada di pikirannya hanya Taemin. Tiba-tiba saja matanya terpaku pada pemakaman di depan rumahnya. Dadanya terasa sakit. Dia langsung berlari memasuki pemakaman tersebut.

“Mamaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!” Minho berteriak dan berlari menyusul Kibum. Begitu pula Jonghyun dan Jinki. Kibum yang sudah sampai di tempat tujuan langsung jatuh terduduk. Minho, Jonghyun dan Jinki yang ada di belakangnya tidak dapat berkata apa-apa. Para tetangga hanya dapat menutup mulut mereka tanda tidak percaya. Di hadapan mereka, terlihat Taemin yang tergeletak di samping makam Jungshin. Namun, makam itu tidak lagi kosong, mayat Jungshin sudah ada disana, tertidur tenang, dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Taemin yang tergelantung dari atas.

 

=================== FIN ========================

 

Nah loh maaf yak geje ._. Geje amat yak ceritanya? Maklum ini FF pertama yang aku post 😛 Tapi ini kelihatannya ga da serem-seremnya deh ya ._. Padahal aku ngetiknya deg-degan setengah mati looohhh щ(°∆°щ)*maklum sendirian dikamar* Maaf sekali ya kalo geje abis ><.

Dan…. Jangan lupa komen komen komen komen komeeenn ~~ biar aku tau kurangnya ada dimanaaa~~ *mukul pentongan* kalau ga pas malem-malem ke WC ada yang nemenin loh~~ /plak

Pokoknya thanks ya buat semua yang udah mau baca dan komen :3 Love you all~ ♥♥♥

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

156 thoughts on “{SA}New Friend”

  1. wuuuuuu…..
    chingu,,ff mu keren!!
    taem…..
    napa jadi gto…..
    huaaaaa…..
    T.T
    *nangis d’bahu taem*
    DAEBAK kau chingu!!!
    i like it…..
    *rianti carthwright mode on*
    70 jempol buat chingu….. ^_^

  2. huwaaaaa… taemin jangan mati!!!!!!!!!!!!!!
    kalo mau punya temen sini sama aku aja!!!
    aku mau kok bantuin kamu ngerjain pr, semuanya, nemenin ke kamar mandi juga #plaak
    taemin…….. jangan mati!!! huhuhuuu

    jungshin!! kenapa?? kenapa taeminnya dibawa??
    kenapaaaa? ???

  3. hmmm..cerita nya ngeri juga ya??
    si taemin diajak mati sama si Jungshin??

    gilaa!
    masih kecil aja udh ngajak temen di dunia lain matii, ampunn dehh!
    likee.. 😀

  4. CHIKAAAA, sereeeeem tau :O aku smpe ngehorror sumpaaaaaah
    gimana nih kalo aku pipis u,u
    jdi si jungshin itu cari temen buat nemenin dia di alam baka, ko taemin sih/ knapa ga si jjong u,u
    bagus nak! yg lbh serem lg ya *kabuuuur

    1. maaf onn 😀 *hepi*
      pipis ma ke wc aja kali ah kayak ga punya wc ja di rumahnya /plak
      kalo jjong… mukanya garang onn (?)
      okay sippo 😛

  5. aku nyesel baca nih FF, iseng-iseng baca. terpaksa komen dah ini, padahal aku lagi minjem hape mamaku.
    sumpah ngeri bah sama sumpahnya author.

    pertama aku kira ngga akan serem, terakhirannya itu loh.. bikin aku jungkir balik. merinding…

    AUTHOR GILLAAA KEREN BANGET INII .. BIKIN AKU SPOT JANTUNG..

  6. AAAA scary banget eonn (apasih-,-) etapi bener loh! berhasil bikin aku ketakutan nih.
    Adegan dimana Jonghyun ngeliat Jungshin………….sumpah serem abis.
    Daebak eonn!!!! /ngacungin jempol ^^~

  7. duh g takut klo gak kasih komen nanti malam ke wc ada yg nemenin, mana kakak perempuan baru meninggal lagi, aaaaa nyesel deh baca ini kirain lucu (plak digampar author) thor(nunjuk2 author jangan bikin cerita yg serem dong :p

  8. lagi cari wangsit ngeliat-ngeliat ff horror, yaelah malah nemu yang seserem ini T_T
    nama mayatnya juga salahsatu biasku, jungshin CNBLUE /abaikan

    gak yakin berani ke wc malem ini -_-”

    DAEBAK BANGET THOOOOR *ganyante

  9. Q bru bca nie ff truzz merinding sendiri
    Gk rela Taemin mati huhuhuhuhu “nangis d pjokn truz berdiri ge”
    Tpi untung msih da Minho hihihihihihi

  10. ahahahahaha. sumpaaah! aq bukannya takut bacanya malah ngakak. iya awalnya merinding pas minho mergokin taemin dgan pocong.

    tpii pas besok2nya lucu aja gitu aku liat tingkah jjong sama Minho yg ketakutan hahaha.

    itu Minho bener2 dah! masa tau adeknya dibawa hantu dy malah kabur ke kamar! *geleng2*. kalo adeknya dicekek hantu itu gimana???? *ya walo pun emang ujung2nya tamin mati juga -___-*

  11. huaaaaa!!!! *narik Jonghyun ke dalam selimut*
    ga’ sengaja nemu ini ff..
    umma…*meluk Jjong oppa*
    sumpah saya merinding! mana ini udah jam 23.30! plus dilantai dua ga’ ada kamar lain selain kamar saya!
    hiiiiyy, pengen meluk Taeminnie oppa tapi takut ah! nanti digigit si Jungshin!
    bener2 nih, author! bisa2nya bikin saya terpaksa meluk Jjong oppa!

  12. huaaaaa!!!! *narik Jonghyun ke dalam selimut*
    ga’ sengaja nemu ini ff..
    umma…*meluk Jjong oppa*
    sumpah saya merinding! mana ini udah jam 23.30! plus dilantai dua ga’ ada kamar lain selain kamar saya!
    hiiiiyy, pengen meluk Taeminnie oppa tapi takut ah! nanti digigit si Jungshin!
    bener2 nih, author! bisa2nya bikin saya terpaksa meluk Jjong oppa!

  13. annyeong~ saya tau ini ff lama. tapi ff ini… benar2 membuat saya gilaaaa. aarrrggghhh seker banget bacanya. serius deh. tapi menurutku deskripsinya kurang detail pas nyeritain hantu+suasananya._. tapi ff tetep bagus kok, serius^^/ hwaiting!

  14. serem chingu,aku terpaksa ngoment karna chingu ngancem bakalan ada yang nemenin ntar malem…aku ol dihp chingu jadi susah ngomentnya T__T

  15. TIDAAAAAKKKK!!!! *trriak sampe tangkuban perahu batuk #amit-amit -_-

    taeminnya kenapa…… TIDAKKKK!!! *nangis meraung-raung.

    Jungshin kejam! *getok jungshin #digetokbalik

    serem!! Daebak deh thorrr!! Tapi sadis T.T

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s