VERSUS – PART 1

VERSUS – PART 1

Author             : STORM

Cast                 : SHINEE, BLUE (Alex, Changmin, Jae, Earth/Sohwaa, Cathleen)

Genre              : Family, Friendship.

Length             : Sequel

Rating             : General

Review            : ‘Boneka Presdir’ itulah julukan Blue –band baru SM yang beranggotakan 3 vocalist namja dan 2 yeoja yang masing-masing memainkan piano dan biola- untuk senior mereka, Shinee. Tidak terima dengan julukan itu, Shinee akhirnya meminta Presdir memilih antara Shinee dan Blue. Jengah dengan pertikaian dua band ini, sang Presdirpun memutuskan untuk menempatkan mereka dalam satu dorm. Mampukah Shinee bertahan dalam rumah itu? bisakah mereka bersepuluh menjadi keluarga? Keluarga? Mungkin terlalu jauh meminta mereka menjadi keluarga. Akur mungkin kata yang tepat. Bisakah mereka bersepuluh menjadi akur?

VERSUS-Part 1

“sudah kukatakan kan Presdir, kau harus memilih, kami atau mereka?” seorang laki-laki berambut coklat dan agak panjang tampak mengancam Presdir yang saat ini sedang berdiri di depan 10 anak-anak bimbingannya.

“hffffff…aku..”

“aku tidak masalah kalau kau melepas kami. kami akan baik-baik saja dengan atau tanpa bimbinganmu” belum selesai sang Presdir berbicara, seorang laki-laki dengan rambut plontos sudah memotong ucapannya.

“hah! sombong sekali kau. Kau harus ingat, kau baru di SM ini.” ujar laki-laki berambut coklat itu.

“ya. Baru. Baru sebulan debut kami, tapi kami sudah memberikan keuntungan bagi perusahaan ini 5 x lipat dari yang biasa mereka dapat. LIMA KALI LIPAT” ucapnya sombong sambil menatap lawan bicaranya itu.

“kau lihat kan presdir! Anak ini bahkan tidak….”

“SUDAH CUKUP! HENTIKAN! Kalian pikir kalian siapa? Beraninya memintaku memilih kalian? tidak ada yang boleh keluar dari management-ku. Mengerti?” teriak sang Presdir dihadapan kedua anak bimbingannya yang sedang bertengkar itu.

“onew pantaskah kau memintaku memilih? Kau tau pasti, aku tidak mungkin memilih di antara kalian!” kata Presdir itu sambil menunjukkan tangannya ke dada lelaki berambut coklat itu.

“dan kau Alex minta maaf! Bagaimanapun dia hyung mu. Tidak pantas kau berbicara seperti itu padanya” perintah Presdir pada pria dengan rambut plontos itu sambil berjalan meninggalkan ruangannya.

“DAN INGAT! BAIK SHINEE ATAUPUN BLUE, TIDAK ADA YANG AKAN KELUAR! MENGERTI???”  *BRAK* teriak presdir sambil membanting pintu ruangannya. Dan meninggalkan 10 anaknya yang sedang saling menatap lawannya masing-masing.

***

“Lemon Ice satu” pinta sang Presdir pada sang pelayan restaurant yang juga terletak dalam gedung yang sama dengan kantor management-nya.

“wah..tumben kau memesan Lemon Ice. Sedang kalut kah, Presdir?” ujar seorang pria dengan rambut agak pirang belah pinggir dan kemeja putih di badannya yang membuatnya benar-benar terlihat seperti seorang metrosexual.

“kau Eeteuk. Duduklah. Aku sedang bingung menghadapi kedua junior-mu” keluh sang Presdir. Wajahnya benar-benar terlihat stress. “rokok?” tawarnya pada Eeteuk.

“sejak kapan aku merokok?” tolaknya sambil memanggil pelayan untuk menghampirinya. “orange juice satu” katanya setelah sang pelayan menghampirinya.

“dua junior ku? Maksudnya Shinee dan Blue?” tanyanya kali ini menanggapi keluhan sang Presdir.

“memangnya ada lagi juniormu yang saling benci selain mereka?” tanya Presdir sambil menghisap rokoknya dan menghembuskannya ke udara. “bahkan dengan gampangnya mereka memintaku memilih di antara mereka” kali ini jarinya menepuk-nepuk ujung rokoknya ke asbak kecil.

“Alex dan teman-temannya memang pintar mengambil sikap. Mereka juga pintar membuat konsep untuk group mereka. tidak heran debut mereka langsung menjadi Hit.” Eeteuk tampak memberikan pandangannya terhadap juniornya yang paling kecil, Blue.

“Shinee juga tidak bisa dipungkiri mereka juga hebat. Selain itu mereka juga sudah lama bernaung denganmu. Jadi tidak bisa dilepas juga. Tapi dalam memutuskan, tidak perlu melihat seberapa lama ia bersama kita kan? seorang kekasih saja bisa putus.” Lanjut Eeteuk sambil meneguk orange juice yang ia pesan.

“hey, kau tidak sedang membantuku memilih di antara mereka kan?” Eeteuk tidak menjawabnya. Ia hanya tersenyum. “lalu apa yang akan kau lakukan? Mereka jelas memintamu memilih”

“kau gila Eeteuk. Aku tidak akan memilih. Mereka semua adalah anak-anakku” sang presdir tampak kecewa dengan responds dari salah satu anak yang dibanggakannya itu. sedangkan anaknya itu sekali lagi hanya tersenyum. “tidak bisakah kau memberiku saran yang lain?”

“kau mau bertaruh denganku?” jawab sang anak. Entah kenapa wajah Eetuek terlihat licik pada saat mengatakan itu. “lihat siapa yang akan terpuruk, kau, Shinee, atau Blue?” lanjutnya sambil mengedipkan salah satu matanya.

“maksudmu?” jelas terlihat sang presdir tidak mengerti dengan ucapan sang anak.

“saranku adalah……………” Eeteuk terlihat membisikkan sesuatu di telinga sang presdir.

“kau yakin ini akan berhasil?” Eeteuk hanya mengangkat kedua bahunya. “entahlah, aku tidak yakin dengan rencana ini.” lanjut sang Presdir.

“aku juga tidak yakin. aku hanya penasaran bagaimana akhir cerita peperangan ini. aku penasaran siapa yang benar-benar mengangkat pedangnya terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka saling mengayunkan pedang mereka. dan aku juga penasaran, siapa yang akhirnya mengeluarkan darah terlebih dahulu.” Eeteuk benar-benar tersenyum menjawab presdirnya.

“baiklah. Akan kucoba saran darimu.” Akhirnya sang presdirpun menganggukkan kepalanya setelah beberapa menit tampak mengkerutkan keningnya dan beberapa kali menghembuskan rokok ditangannya. Walaupun demikian, raut wajahnya menunjukkan ia benar-benar bingung dengan perkataan anaknya itu. “cerita peperangan?”

“Kupercayakan semua padamu, Alex. Kau adalah kartu Truf ku.

***

“APAAA????” Onew dan Alex serempak mengeluarkan suara mereka. rencana presdir kali ini tampaknya benar-benar membuat mereka terkejut setengah mati.

“tumben kompak. Biasanya musuhan..” ledek sang Presdir pada dua anaknya itu. tetapi tidak ada senyuman baik dari Onew maupun Alex setelah mendengar ledekan dari Presdir mereka itu. mata mereka masih menatap tajam masing-masing rivalnya.

“kau pasti bercanda kan Presdir? Kau..tidak mungkin membiarkan kami hidup dalam satu rumah bersama mereka. Ya kan?” tanya Onew dengan tawa yang dipaksakan. Matanya memelas menatap Presdir-nya.

“aku serius. Aku memutuskan untuk meninggalkan kalian dalam 1 rumah” senyum terlukis di wajah sang presdir pada saat mengatakannya.

“aku tidak setuju. Bagaimana dengan Earth dan Cathleen? Mereka kan yeoja. Jadi tidak mungkin tinggal bersama namja.” Kali ini Alex mengeluarkan alasan yang menurutnya paling masuk akal untuk menolak rencana sang Presdir.

“selama ini mereka sudah tinggal bersama 3 orang namja kan?” tetapi Presdir mematahkan alasan yang dipakai Alex itu dengan mudahnya.

“tapi kalau ditambah kehadiran mereka. akan menjadi 8 namja. Pokoknya aku tidak setuju!” Alex tetap memaksakan alasannya pada sang Presdir.

“setuju tidak setuju. Kau harus menyetujuinya.” Tapi tampaknya usaha Alex itu sia-sia. Sang Presdir tetap memaksakan kehendaknya. Menjalankan rencana anehnya.

“Ya Tuhan, Presdir! Apa sih yang ada dalam pikiranmu? Hah?” Onew yang sudah jengah dari tadi mengenai masalah ini akhirnya membuka mulutnya lagi. terlihat kekesalan dimatanya.

“Onew bereskan semua baju-baju mu dan beritau adik-mu bahwa kalian akan pindah dorm.” Tetapi nasib yang sama juga menimpa Onew seperti halnya pada Alex. Sang Presdir tidak mendengarkan keluhannya.

“hff..baiklah..tapi pindah kemana?” tanya Onew sambil menarik nafas panjang. Terlihat lambang bendera putih di wajahnya yang menggambarkan dia menyerah dengan Presdir-nya itu.

“Dorm-nya Blue” jawab Presdir singkat.

“APAAA????”

***

Alex POV

“MWO???” aku tau respons adik-adikku akan begini. Hff…

“oppa..kau bercanda kan?” tanya Sohwaa sambil tetap menggigit sedotan di orange juice yang sedang diminumnya itu. aku menggeleng.

“hahhhh…welcome to the hell session I” kali ini Jae yang berkomentar sambil menarik nafas panjang dan merebahkan badannya di sofa biru di ruangan ini.

“ayolah Jae..tidak akan seburuk itu. percayalah” kataku sambil menarik nafas panjang.

you’re not sure though? Right?” Cathleen seorang turunan Korea-Inggris dengan wajah orientalnya yang sangat kental dapat melihat ketidak yakinanku akan kehadiran mereka hanya dengan mendengarku menarik nafas panjang. Hfffff…aku kembali menarik nafas panjang. Dan kulihat Cathleen menaikkan ujung bibir kanannya melihatku menarik nafas panjang lagi.

“kamar kita bukannya cuma 5 ya hyung?” tanya Changmin sambil tetap melihat layar televisi di ruang tamu ini.

“emm..oleh karena itu, kau dan Jae akan tidur dalam 1 kamar. Sohwaa dan Leen juga akan tidur dalam 1 kamar. karena kamar Leen dan Jae kosong, maka kamar kalian akan diisi oleh mereka. Dan aku akan satu kamar dengan salah satu dari mereka.”

“MWO????” sekali lagi kulihat kekompakan mereka.

“hyung tidur satu kamar sama mereka? hah? ga salah hyung?” Changmin langsung mematikan televisi didepannya dan memberikanku pertanyaan beruntun tanpa nafas dari dirinya.

“kalau begitu, aku akan mengambil semua pisau, senjata, samurai, dan tali tambang dari rumah ini.” Leen langsung menggigit bibir bawahnya seolah menahan tawa mendengar Jae berkata seperti itu.

“kenapa?kok diambil semua oppa?” tanya Sohwaa polos.

“takut oppa-mu itu frustrasi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri” jawab Jae sambil menatap mata adik perempuannya itu dengan penuh keyakinan.

“eh? Oppa mau bunuh diri?” Sohwaa yang memang mudah dibohongi langsung memegang tanganku dan menggelengkan kepalanya. “jangan ya oppa..jangan bunuh diri..nanti siapa yang akan ngelindungin aku dari Jae dan Changmin oppa?” matanya memelas saat mengatakan itu.

“bwahahahaha” aku dan adik-adikku yang lain hanya bisa tertawa mendengar respons Sohwaa. Anak ini entah apa jadinya bila tidak ada aku yang melindunginya dari kejahilan-kejahilan oppa dan onnie-nya yang sudah stadium akhir itu.

“ahahaha..ya ga lah sayang..aku ga akan bunuh diri kok” kataku sambil mengelus rambut hitamnya. Sohwaa langsung menarik nafas panjang dan menggembungkan pipinya. Tatapannya tajam mengarah ke Jae.

“pasti dikerjain lagi deh!! Ughhhhhhhh.. dasar oppaaaa jelekkkkkk” katanya sambil mengejar Jae yang sudah lari duluan ke dapur. Yang dikejar hanya tertawa puas sambil memegang perutnya menahan tawa. Jae memang paling suka ngerjain adiknya yang paling kecil itu. “aku senang melihat pipinya menggembung” itu yang Jae katakan padaku ketika kutanya kenapa dia sering sekali menggoda Sohwaa

oppa, are you sure, you’re gonna take this?” Leen bertanya sekali lagi padaku.

no choice Leen. We’ve got to say yes. Just hang on for a couple of months, k?” jawabku sambil merebahkan badanku di sofa ini. entahlah apa yang akan terjadi di rumah ini dengan kehadiran 5 boneka namja itu.

***

Onew POV

“GA!!!” keempat dongsaengku langsung melakukan paduan suara tanpa ada dirigen yang mengayunkan lengannya.

“ayolah jangan seperti itu..” kataku setelah mendengar respons dongsaengku yang terang-terangan menolak rencana bodoh bin aneh sang Presdir ini.

“kau pasti mabuk waktu mengganggukkan kepalamu? Ya kan hyung?” tanya Jonghyun sambil menggelengkan kepalanya. dan aku ikutan menggeleng menjawabnya.

“tapi..kenapa harus di dorm mereka?” Key langsung bertanya tentang dorm yang dipilih oleh Presdir kami itu.

“katanya karena dorm mereka rumah. Sedangkan kita kan apartment. Jadi..”

“sungguh tidak masuk akal!” Minho langsung memotong kalimatku dan langsung bersiap meninggalkan ruang pertemuan kami ini.

“Minho ayolah..jangan pergi dulu. kita harus menyelesaikan diskusi kita ini” aku memohon pada dongsaengku ini sambil menahan tangannya.

“ga usah ada diskusi kalau hasilnya kita akan tetap pergi ke dorm mereka.” kata Minho tegas sambil kembali duduk di kursinya. Permohonanku diterima sepertinya. Biasanya Minho langsung pergi dengan cueknya bila ada hal yang tidak sesuai hatinya.

“ini..tidak mungkin..tidak mungkin..” kata Taemin sambil meminum air mineralnya. Ini adalah kali ke 5 Taemin menenggak air mineral itu setelah kukatakan rencana presdir padanya.

“ayolah Taemin..”

“Hyung kau kan tau. aku itu musuh sekali dengan mereka. aku lebih baik tidur di jalan daripada 1 rumah dengan mereka. ga akan hyung! ga akan!” sekali lagi Taemin menenggak air mineralnya.

“Hentikan Taemin. ini sudah gelas keenam yang kau minum dalam 5 menit. Perutmu bisa kembung” Jonghyun langsung mengambil gelas dari tangan Taemin dan menjauhinya.

“Hyung! kau tau apa sebutan mereka untuk kita kan? BONEKA hyung. BONEKA.” Jonghyun melanjutkan protestnya. Tangannya langsung mengarahkan gelas yang tadi diminum Taemin ke mulutnya. Kali ini ia yang menenggak air mineral untuk menenangkan hatinya.

“BO-NE-KA” ujar jonghyun tanpa suara. “aku bahkan bisa membaca gerakan bibir mereka. walaupun mereka mengucapkan kata itu tanpa suara.” Lanjutnya.

“yang tidak suka dengan mereka bukan hanya kalian. aku juga tidak suka. Tapi kau tau kan, kita tidak bisa berbuat apa-apa?”Taemin langsung menundukkan kepalanya mendengarku seperti itu. dapat kulihat raut kekesalan dan kesedihan diwajahnya.

“kita tidak punya pilihan hyung?” aku langsung menggeleng menjawab pertanyaan Key.

“hfffffff…baiklah..ayo kita bereskan barang-barang kita” kami langsung memberikan tatapan tidak percaya atas apa yang dibilang Key barusan.

“kita tidak punya pilihan kan?” kata Key langsung ketika melihat tatapan kami. “lagipula, aku sangat tertarik pada mereka.” mata kami kembali tertuju pada Key. “Tertarik?”

“Ya. Tertarik. Tertarik mencari tau, penyebab mereka memanggil kita BONEKA”

***

Author POV

*TING TONG

*TING TONG

*TING TONG

“Sohwaaaaaaa…buka pintunyaaaa” teriak Changmin dari dapur pada Sohwaa yang memang sedang membereskan ruang tamu.

“Ya….sebentaaar……” Sohwaa langsung berlari membukakan pintu tanpa melihat intercom terlebih dahulu.

*TING TONG

Sekali lagi bel berbunyi.

“ya..maaf lama buka pintunya ^^ cari si…” kalimatnya terputus ketika melihat tamu yang dari tadi menekan bel rumahnya dan…

*BRAK*

Sohwaa langsung menutup pintunya lagi tanpa mempersilahkan tamu itu masuk dan berlari ke dapur.

“Oppaaaaaaaaaaaa” teriaknya pada Changmin.

“ih..apaan sih Sohwaa teriak-teriak aja..” kata Changmin. Tangannya masih sibuk dengan cucian piring makan siang mereka.

“itu..anu..” Sohwaa tampak terbata-bata menjelaskan teriakannya tadi

*TING TONG

“ya ampun Sohwaa..belum dibuka?” Sohwaa menggeleng. wajahnya menunjukkan kalau dia sangat terkejut.

“Ck..gimana sih? Ga baik loh ngebiarin tamu di luar. kau ini” kali ini Changmin langsung membuka sarung tangannya dan berjalan menuju pintu utama.

“itu..oppa..anu..tamunya..” Sohwaa mengikutinya dari belakang sambil menarik-narik baju Changmin.

“maaf lama buka pintunya ^^ Silahkan ma…” sama halnya seperti Sohwaa, ucapan Changmin juga terhenti ketika melihat tamu yang bertandang ke rumahnya.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

29 thoughts on “VERSUS – PART 1”

    1. wah..thank you for reading this FF Choco..

      ehm..Blue ya? setau ku Blue di sini itu imajinasinya STORM

      Sip! ditunggu ya.. ^^

  1. KAK STORM!!!,
    AKU GATAU MAU BILANG APA!!
    KEREEN. DEH.
    eh prtama yg Blue itu CN Blue eh ternyata cuman Bluee heheh.
    emank ada yaa on grub band Blue.?? ato hanya imajinasi semata? *jreeng-jreng

    Lanjut-lanjut.
    oiyya bhs inggrisnya pinter ya kakak storm. 😀

    1. hehe..Blue di sini bukan CN Blue
      tapi murni imajinasi STORM
      karena di suka warna biru
      alhasil dibuatlah nama band ‘Blue’ gitu..

      anyway, thanx you for reading ya.. ^^

  2. KAK STORM!!!,
    AKU GATAU MAU BILANG APA!!
    KEREEN. DEH.
    eh yr pertama kukira Blue itu CN Blue eh ternyata cuman Bluee heheh.
    emank ada yaa on grub band Blue.?? ato hanya imajinasi semata? *jreeng-jreng

    Lanjut-lanjut.
    oiyya bhs inggrisnya pinter ya kakak storm. 😀

  3. Nah?
    Taemin kok hebat banget bisa minum 6 gelas? 😮
    Ooohhhh~~~unnie storm,always love your fanfic! >////<
    Blue nya itu khayalan kan?
    nah kok ada sohwa sih? *sirik *ditendang
    Oke unnie storm,Pokoknya!Inget fanfic yang lain ok!

    1. alasannya ya?
      ehm..aku bukan authornya sih..
      tapi kalo kubaca,
      alasannya itu, mungkin karena BLUE bilang Shinee itu Boneka Presdir
      ya ga sih Storm? takut salah hahaha

      well, thank you for reading.. =]

  4. KEREEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNN~~~~
    aku suka banget sama ide ceritanya :*
    huakakak, musuh bebuyutan gitu disuruh tinggal 1 dorm. niat banget buat perang dunia ketiga (?)
    lanjut thor!*sok kenal*
    BIG THUMBS for author~~

  5. hola…^^
    menyampaikan banyak terimakasih
    kepada semua readers..

    Authornya lagi ga bisa online ke SF3SI
    jadi meminta saya untuk mewakilkannya..
    ga apa2 ya? hehe..^^

    Pokoknya STORM mengucapkan banyak terimakasih
    sudah baca dan meninggalkan jejak..

    Jeongmal Gomawo.. =]

  6. Wuah~ seru..
    Lanjutkan~! Saya ikut penasaran ma mereka. Si eetuk kan milihnya si alex, klo saya milihnya si jonghyun bisa ga? Ehehe..*ngaco*
    Untung si changmin ga nutup pintunya kaya si sohwa,.. akakaka..

  7. YEAAAAAAAAAAAHHH !!!
    FF BUATAN NENEK LAGIIIIIIIIIIIIII !!!

    ADA SI SO~ !!!
    AHAHAHAHAHA

    IH SUKA AH, SUKAAAAAAAAAAA
    SEMUANYA NAMPAK KEREEEEEEEEEENNNNN !!!!!!!!!!!!!!!
    ssssstt..
    aku suka ama si leen
    cewek tapi keren, gitu
    ahehehehee

    DAEBAAAAAAAKK !!
    ayooooo
    part 2 nya udah dikirim, beloom ??

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s