Juliette’s Way – Part 5

Juliette’s Way

[part 5]

Author. Ivana

Length. Sequel

Rating. General

Genre. Drama, Romance.

Lead character.

Nakayama Chihiro

Choi Min Ho

Takamiya Ryuu

Other character.

Park Hyu Na

Michiyo Nakami (Naka chan)

Song Gyu Ri

Onew

Key

Tae Min

Jong Hyun

Kim Min Nah (omma Chihiro)

Lee Ji Suk, Lee Hye Kim (appa omma Min Ho)

©2010 SF3SI, Freelance Author

Previous part.

Ternyata Ryuu juga menyukai Chii, dia pura-pura pacaran dengan Gyu Ri untuk melindungi Chii. Tetapi Min Ho dan Chii sudah berpacaran.

Tokyo, 2015

Ryuu, oppaku yang baik dan pengertian, apa kamu masih ingat padaku ? Adik yang selalu membuatmu kecewa dan sedih ini ?

Ryuu, aku selalu ingat padamu, setiap aku melihat ke langit yang biru, aku merasa kamu ada disana, melindungiku dan tersenyum sambil menatapku.

Aku menangis dan menangis lagi.

Seoul, 2009

Sudah bulan Agustus lagi, tidak terasa sebulan lagi aku, Min Ho dan Ryuu akan menjadi mahasiswa. Aku memilih jurusan sastra, Min Ho memilih jurusan seni dan Ryuu memilih jurusan teknik. Kami memilih universitas yang sama, lumayan jauh dari apartemen kami. Karenanya, kami memutuskan untuk pindah apartemen lagi. Sebenarnya aku tidak tega membiarkan omma sendirian, tapi mau bagaimana lagi. Kami bertiga menyewa satu apartemen dengan 3 kamar.

Pagi ini kami bersiap untuk pindah, ketika Key, Tae Min, Jong Hyun, Onew datang untuk membantu. Sebentar lagi mereka akan berpisah, pasti berat sekali untuk mereka berlima. Semoga hari ini bisa menjadi kenangan manis untuk mereka. Sebenarnya aku sudah merencanakan pesta perpisahan di apartemen baru kami, tapi Key yang akan berangkat ke LA malam ini tidak bisa  ikut. Begitu pula dengan Jong Hyun yang akan menjadi mahasiswa pertukaran, dia akan berangkat ke Jepang besok pagi. Jadi kami memutuskan untuk mengadakan pesta kecil di tempat latihan mereka.

“Jangan sedih begitu donk.” kata Tae Min berusaha mencairkan suasana. Padahal dia sendiri juga sedih harus berpisah. Tae Min akan ikut appa dan omma nya pindah ke Jerman bulan depan.

“Siapa yang sedih Maknae ? Bukannya kamu yang menangis sampai matamu sembab begitu ?” ejek Onew.

“Ah. Berarti nanti tinggal Onew hyung dan Min Ho yang di Korea. Kalian harus sering kumpul bersama ya. Kami akan pulang sesering mungkin.” kata Jong Hyun menahan air matanya.

“Ya. Kami pasti akan sering mengunjungi kalian. Dan aku tidak akan lupa mencarikan cewe bule untuk Onew Hyung. Hahaha.” canda Key.

“Key ah.” kata Onew sedih.

Akhirnya kami semua tidak bisa menahan air mata lagi, aku dan Ryuu pun bahkan ikut menangis bersama.  Melihat Min Ho menangis, rasanya aku tahu seberapa sayangnya dia dengan 4 lelaki yang sudah dikenalnya sejak SD ini.

“Seberapa jauh pun kita berpisah, kalian tetap keluargaku. Hyung dan dongsaengku yang tidak tergantikan.” kata Min Ho menyeka air matanya.

Tokyo, 2015

Kepalaku terasa berat sekali. Sepertinya aku tertidur karena kelelahan menangis. Kali ini tidak ada lagi pundak Ryuu, tempatku bersandar saat aku ketiduran, pikirku sedih.

*******

Seoul, 2009

Sudah sebulan aku tinggal bersama Ryuu dan Min Ho. Aku pun tahu alasan Ryuu sering ijin dulu. Ternyata dia mengidap kanker hati dan komplikasi ginjal. Aku menangis sedih saat melihat Ryuu harus cuci darah sebulan sekali di RS. Bagaimana ini bisa terjadi ? Ryuu selalu tersenyum, tidak ada tanda tanda dia mengidap penyakit parah ini sedikit pun.

“Ini karena aku.” kata Min Ho sedih saat melihat Ryuu tertidur di kamar RS.

“Oppa ?” tanyaku bingung.

“Dulu kami terlahir kembar dan normal. Tapi lama kelamaan diketahui kalau ginjal Ryuu rusak sebelah. Kata dokter, itu memang bisa terjadi karena rahim omma ku terlalu kecil untuk kami berdua. Jadi ginjal Ryuu yang satu tidak bisa tumbuh dengan normal. Semenjak kecil, Ryuu sudah sering bolak balik RS untuk cuci darah.” cerita Min Ho.

“Untung omma dan appaku mempunyai perusahaan kecil, jadi mereka sanggup membayar biaya cuci darah yang mahal. Tapi setelah 5 tahun, perusahaan appaku mulai banyak hutang. Omma dan appaku yang putus asa dikejar reternir, memberikan Ryuu kepada orang Jepang yang kaya untuk diadopsi, sedangkan aku diberi kepada teman appa yang kaya. Setelah itu mereka bunuh diri.” katanya mulai menangis.

“Oppa, ini bukan salahmu.” kataku menghibur.

“Karena ginjalnya tidak bekerja baik, akhirnya hatinya harus bekerja lebih keras untuk mencuci racun dalam tubuh. Akibatnya Ryuu menderita kanker hati pada umur 15 tahun. Saat itu, Ryuu sudah kembali ke Korea untuk tinggal bersamaku. Orang tuanya yang di Jepang pun merelakannya pulang. Sedangkan aku yang tinggal dengan orang tua angkatku, tidak mau menyusahkan mereka lagi, aku pun pindah ke apartemen kecil, dan mulai bekerja paruh waktu.” kenangnya.

“Tetapi omma dan appa ku sangat baik. Mereka selalu mengirimkan uang bulanan yang lebih dari cukup untukku dan Ryuu. Aku pun berhenti part time atas nasihat mereka. Uang bulanan itulah yang membiayai aku dan cuci darah Ryuu. Tanpa omma dan appa ku, aku tidak mungkin bisa bertahan sampai sekarang.” ceritanya terhenti tepat saat aku memeluknya.

“Oppa, ada aku disini. Aku akan menemanimu menghadapi semuanya dari sekarang.”

Aku sedih mendengar masa lalu nya yang kelam, tapi aku senang dia sudah percaya dan jujur padaku.

Aku tidak menyadari sebentar lagi akan ada badai besar yang menguji cinta kami berdua.

Tokyo, 2015

Aku mulai mengacak acak kotak kecil itu lagi. Aku pun menemukan sebuah foto kecil, ada 7 orang disana. Tertawa dengan bahagia sekali, walaupun aku tahu dalam hati mereka menyimpan kesedihan yang berbeda. Aku ingat persis itu adalah foto terakhir yang diambil di tempat latihan mereka saat kami mengadakan pesta perpisahan. Ada Tae Min, Onew, Key, Jong Hyun, aku, Ryuu dan dia. Dia yang namanya kuhindari selama ini, dia yang mencuri hatiku, dia romeo ku.

Seoul, 2009

Aku, Min Ho dan Ryuu berangkat bersama ke kampus hari ini. Ryuu terlihat lebih ceria hari ini. Aku tersenyum, walaupun sedih. Ryuu, kenapa kamu bisa tersenyum dengan semua sakitmu itu ? pikirku sedih.

Akhir akhir ini aku semakin dekat dengan Ryuu, aku sering menghabiskan waktu bersama dan memasak untuk Ryuu. Aku tahu Ryuu tidak boleh capek. Jadi aku berusaha sebisa mungkin untuk membantu Min Ho menjaga Ryuu. Tapi sepertinya Min Ho berpikiran berbeda denganku. Dia cemburu. Hanya saja dia merasa tidak pantas untuk cemburu terhadap hyung nya.

*******

 

TBC

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Juliette’s Way – Part 5”

  1. Jujuurrrr.. awalnya sempeet ga tertarikk.. soalnya gabung2 sama japan gituu…
    Truss jg jd ga ngerti aku nya 😦

    Tapi skrg udh lumayan lah . . lanjutann ditunggu~
    komen kugabung ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s