L.O.V.E Make You Crazy and Killing You, BUT….

L.O.V.E Make You Crazy and  Killing You, BUT….

Author : Ia-chan a.k.a Eun Hee a.k.a Eunbling-bling, Lynda aka Hea Min a.k.a lynmvpshyni, SHyning SoHee a.k.a dHaa-liedHa, Hye In

Cast : Kim Hye Min, Choi Minho, Kim Ji Sun, Choi Eun Hee, Kim Jerim, Choi Minseok, Choi Hea Min, Lee Taesung

Main Cast : Kim Hye Min, Choi Minho

Genre : Romance, AU, a bit Thriller

Length : Oneshoot

Rating : PG 16 – NC 17

Hoy! Para bocah! Jangan iseng-iseng berhadiah deh -.-” walaupun kalian kagak komen kita tau kok pasti salah satu dari kalian ada yang suka iseng2 berhadian begitu ngeliat rating NC-17. Ya kan?? Sono sono, jangan nekat! Nenek bilang itu berbahaya (?)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

 

-Hye Min POV-

Hari ini aku akan berkencan dengannya. Hah~ malas rasanya bertemu dengan namja itu. Kubaringkan badanku diatas ranjangku dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut berwarna biruku.

Ketika kuhampir terlelap, sebuah suara membangunkanku.

“ya! Hye min ah~ bangun!” ucap Jerim unnie seraya menguncang-guncang bahuku.

“aaa….. wae!” ucapku seraya bangun dengan malas.

“namjachingumu sudah menunggu diluar!”

“aku sedang malas bertemu dengannya! Bilang saja aku sedang sakit!”

“aku sudah bilang! Kau sedang bersiap-siap!” ucapnya seraya melenggang keluar dari kamarku.

“issshhhhh….” desahku seraya bangkit dari tempat tidurku dan segera mengganti bajuku.

Beberapa menit kemudian aku sudah siap dengan T-shirt polos berwarna putih dan celana jeans biru panjang.  Kumelangkah malas keluar kamar dan menghampiri seorang namja yang sedang duduk diteras rumahku.

“apa kau sudah siap?” tanyanya heran melihat penampilanku ya… yang bisa dilihat terlalu biasa!

Aku mengangguk cepat seraya melangkah menuju sebuah mobil yang terparkir didepan rumahku.

****************************************************************************************

Cittt… decit rem mobilnya berhenti didepan rumahku. Yah seperti biasa, kencan kami berjalan lancar. Hanya makan, nonton dan pergi ketaman. Sungguh membosankan. Sampai kapan aku harus seperti ini?

Kulepas sabuk pengaman yang melilit tubuhku dan membuka pintu mobil. Namun sebuah tangan kekar yang tidak lain dan tidak bukan adalah milik namja disebelahku… Choi Minho menahanku untuk keluar .

“mwo?” ucapku seraya melihat kearahnya.

Ia mendekatkan wajahnya padaku. Heh??? Apa yang ia lakukan. Ia mencengkram tanganku kuat, wajahnya semakin dekat kearahku dan semakin dekat. Ketika bibirnya hendak mencapai bibirku.

“ah! Sudah malam!” ucapku seraya keluar dari mobilnya.

Ia hanya diam.

“hemm…. good night!” ucapku seraya melenggang menuju rumahku.

****************************************************************************************

Tiba-tiba kurasakan sentuhan tangan namja, tangannya menutupi kedua mataku.. rasanya hangat… Kurasakan badanku sedikit memanas.. Sesuatu mendekat kearahku… erm.. lebih tepatnya kearah telinga kananku…

Deg…

Apa ini.. desahan nafasnya menghembus pelan ditelingaku… Siapa?? Kedua tangannya masih menutupi kedua mataku, aku dengan ragu memegang tangannya, berusaha sedikit mengendurkan dekapan tangannya dari mataku…

“Jagi…” desahnya ditelingaku…

Aku sedikit bergeming, rasanya sungguh geli.. Tangannya sedikit demi sedikit mengendurkan dekapannya dari mataku dan kini tangannya sudah berpindah memeluk leher dan pundakku… Aku menolehkan kepalaku mencari sosok namja itu, saat aku menoleh ternyata dia, Choi Minho… erm maksudku namjachinguku.. kepalanya sudah sukses berada disamping kepalaku err lebih tepatnya sisi sampingnya atau bisa dibilang pipiku saat aku menoleh itu, mata kami bertemu.. Ia memandangku, aku cepat-cepat memalingkan wajahku, arrghhh… kenapa aku jadi salting…

Tett…

“ah.. Minho-ah.. Bel masuk.. aku ke kelas duluan ya”

Ia tidak menjawab, tapi sepertinya dia mengerti, sehingga melepaskan pelukannya dariku.. Cepat-cepat aku bangkit dari kursi dan berjalan tergesa-gesa menuju kekelasku..

****************************************************************************************

Ketika pelajaran sudah dimulai, aku merasa mengantuk, karena malam tadi aku begadang untuk memikirkan bagaimana caranya untuk menyakiti perasaan Minho.

“Hooaamm…”

“Ya! Hye min!” Senggol Eun hee padaku.

“Mwo?” Tanyaku dengan mata mengantuk.

“Bagaimana hubunganmu dengan Minho? Baik? Bagus? Apa buruk? Atau… kalian akan putus?”

“Jezz… dia? Siapa dia?” Batinku.

“Ahahaha… na gwanchana, hubungan kami maksudnya. Ya sudah tak usah pedulikan aku.”

“Huh! Kau ini. Selama kau berhubungan dengan Minho oppa, kau begitu pelit sekarang.”

“Ah~~… I don’t care. Sana, go away… aku mau tidur!”

“Jezz… dasar kau ini” ucapnya kesal.

****************************************************************************************

Sepulang dari sekolah, seperti biasanya aku diantar pulang oleh Minho. Aku tahu, semua yeoja-yeoja yang ada di sekolahku begitu iri karena aku bisa mendapatkan Minho. Ia begitu kaya, dan tampan.*Sigh… tapi asal kalian tahu saja, aku sebenarnya  tidak mencintainya. Karena aku hanya ingin memanfaatkannya saja.

Yah… memang ini sadis, tetapi ini pembalasan dendamku terhadapnya, karena ia telah menyakiti cinta sepupuku hingga sekarang ia menderita penyakit Anorexia, selalu saja ia memikirkan Minho, hingga lupa makan. Setiap kali kubawakan makanan untuknya ia selalu meminta sebuah kapas untuk melengkapi makanannya. Setiap kali aku melihat kondisi  sepupuku aku juga ikut menderita. Well… waktu kecil kami sangat dekat. Hobi kami juga sama. Rasanya, aku telah kehilangan separuh hidupku karena penyakitnya.

“Ya! Hye min. Gwanchanayo?” Tanya minho  tiba-tiba.

“Erm… Gwanchana.”

“Erm—aku tahu kau pasti sedang memikirkan sesuatu. Ppali, beritahu aku.”

“Na, gwanchana.”

“Kau jangan berdalih.” Ia tetap memaksaku. Ishhhh,,,, menyebalkan sekali.

“Na, GWANCHANA, MINHO!” Teriakku.

Hingga ekspresi wajah Minho  heran melihatku.

“Apa kau sakit?” Ucapnya sambil mengelus rambutku yang panjang.

“Aniyo… aku masuk rumah dulu, besok kita ketemu lagi.”

“Erm—Ya! Kau melupakan sesuatu!”

Ketika aku mencoba memegang gagang pintu mobil.

“Mwo?”

“Popo!”

“Aish… minho, kau seperti anak kecil saja.”

Tanpa sengaja, mataku beralih pada bangunan rumahku yang bertingkat, yaitu kamarku. Tampak sebuah bayangan, bayangan itu begitu kurus. Jangan-jangan itu Ji sun. Ia pasti sudah menunggu lama.

“Mianhae, minho. Poponya nanti saja. Aku sedang bergegas. Annyoeng!”

“Ha.. hajiman… aish!!!”

****************************************************************************************

Kuacuhkan dirinya yang terlihat kesal. Segera kumembuka pintu kamarku dan mendapati Ji sun sedang menari-nari sendiri (baca: dansa).

“ya! Hye min!! lihat aku sedang berdansa dengan minho oppa!” ucapnya seraya menari-nari sendiri.

Aku miris melihat kondisinya seperti ini. Mengapa ia harus mencintai namja brengsek seperti itu sich!

Aku segera menghampirinya dan menepis tangannya yang seperti memengang sesuatu.

“YA!!! JI SUN!! SADARLAH!!!” teriakku seraya menguncang-guncang bahunya.

“apa sih kau hye min!! menganggu kami saja! Minggir sana! Aku mau melanjutkan dansaku dengan minho oppa!” ucapnya seraya menepis tanganku yang memegang bahunya.

Plaakkkkkk…. Sebuah tamparan keras tepat mendarat dipipinya dan menimbulkan bekas merah. Kurasa tamparanku tadi sangat keras, tanganku terasa panas karnanya.

“SADARLAH!!! BERHENTI MENCINTAI NAMJA BASTRAD SEPERTINYA!!!”

Ia diam dan terduduk diatas ranjangku. Ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kudengar ia terisak dan menangis.

Kududuk disampingnya seraya menyandarkan kepalanya pada bahuku. Kubelai lembut rambutnya yang tergerai panjang.

“ya! Ji sun ah~ lupakan lah dia!” ucapku lembut.

“ani! Aku tidak bisa!” ia mengelengkan kepalanya.

Aku segera bangkit berdiri dan keluar dari kamar. Kubuka pintu depan dan menengok kearah teras rumah.  Kulihat minho yang duduk santai seraya bermain dengan poncel blackberry-nya.

“emm…… Minho!”

Ia menengadahkan kepalanya kearahku. “ne!”

“apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?”

“apapun akan kulakukan untukmu!” cih… kata-katanya ingin membuatku muntah.

“jangan bicara disini!”

Ia mengerti perkataanku dan segera berjalan kearah mobilnya. Dibukakannya pintu mobilnya untukku. Kusegera masuk kedalamnya.

****************************************************************************************

Hemm…. Tempat yang tepat. Ia membawaku ke sebuah danau yang dikelilingi pohon-pohon pinus yang tinggi tumbuh menjulang keatas. Well…. dia memang sangat pintar memilih tempat.

“So…. Apa yang mau kau bicarakan? Apa kau mau aku melamarmu?” ishhh… ini orang pedenya sudah sampai tingkat tertinggi.

“ani!” tersirat wajah kecewa dari raut wajahnya.

“hemmm…. Kau kenal kan yang namanya Ji sun?” ucapku lagi.

“siapa ya?” tanyanya dengan muka sok polosnya. Ishhhh… kalau aku tidak ada keperluan dengan namja ini sudah dari tadi kuberikan bogemku pada wajahnya itu.

Aku menghela nafas sebentar. “yeoja yang pernah kau…. Ah lupakan! Aku minta kau menjadi pacarnya!”

Kuyakin dia takkan bisa menyanggupi permintaanku ini. Tapi kuharap ia bisa.

“MWO??? Untuk apa aku berpacaran dengan yeoja yang tidak kukenal!!”

“bukankah dia mantanmu?

“siapa ya??? Mantanku banyak!” ishhh… aku tidak tahan lagi untuk memukulnya.

Huff….. aku menghela nafas lagi.

“Kalau kau benar-benar menyukaiku seharusnya kau mau melakukannya” Pekikku Tajam

“Kau salah.. Aku tidak menyukaimu Hye Min-ah”

“Oooh.. Jadi selama ini kau menganggapku sebuah boneka, sama seperti ex yeojachingumu yg lain hah?? KAU KIRA AKU MAINAN APA!! KAU TIDAK PERNAH MERASAKAN SAKIT YANG MEREKA RASAKAN… JANGAN SEENAKMU SAJA..” Bentakku padanya.. aku sudah tidak bisa lagi menahan emosiku.

“Aku tidak menyukaimu.. Aku Mencintaimu Hye Min… Aku Mencintaimu sangat… Aku juga tidak tahu kenapa bisa mencintaimu seperti ini Hye Min.. Jebal.. kau adalah segalanya untukku.. Jangan memintaku melakukan hal itu.. Jebal” Ucapnya sambil menggenggam kedua tanganku..

“Lepas” Pekikku sambil menghentakkan tangan Minho secara kasar..

Minho menatapku tajam.. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya.. Ia maju mendekati tubuhku dan langsung memelukku dengan sangat erat.. sampai aku tidak bisa bernafas…

“uhuk.. uhuk.. uhuk.. Mi..n..ho.. Le..pa..sk..an.. A..k..u ti..dak bi..sa ber…na..fas..”

Minho melepaskan pelukannya dariku dan sekarang kedua tangannya sudah berada di masing-masing sudut pipiku… Badannya sedikit menunduk.. Hingga kusadari, sesuatu yang hangat menyentuh dahiku.. Minho.. ya.. Minho menempelkan dahinya kedahiku.. Entah apa yang diinginkannya.. Aku tidak tahu.. Kurasakan deburan nafasnya yang hangat di wajahku, nafasnya berat.. Kurasakan cairan bening telah sukses keluar dari mataku.. perlahan turun kebawah.. Tangan Minho yang besar mengusap air mataku itu..

“Sekarang aku semakin yakin kalau kau tidak benar-benar mencintaiku.. kau..”

“Mwo? Hah? Kau sedang sakit yah? Tadi barusan kau bicara apa?”

“Aku ragu, kalau kau tidak benar-benar mencintaiku.”

“Seenaknya kau bicara seperti itu? Aku sudah setia menemanimu selama 1 tahun, apakah itu yang kau namakan tidak-benar-benar-mencintaimu?”

“O.k! Aku percaya padamu, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan diriku. Kau adalah milikku untuk selamanya!”

“Aku adalah milikmu untuk selamanya!”

Sekali lagi ia memelukku dengan erat, begitu erat…

“Berjanjilah padaku Hye Min~…” Ucapnya yang masih memelukku.

Ia melepaskan pelukannya yang begitu erat. Sesuatu yang hangat menyentuh bibirku.. awalnya aku agak kaget, hingga mataku terbelalak. Tetapi aku tidak bisa menghindari ini, ini demi Jisun. Mataku terpejam, dan mulai mencoba menikmati hal  ini. Well…ini pertama kalinya aku berciuman, beginikah rasanya? Begitu menggebu-gebu, dan membuat jantungku berdegup kencang. Aish… tetap berpikir positif, aku tidak mungkin benar-benar mencintainya, dan sekarang ia masuk dalam perangkapku. Ini begitu mudah. Bodohnya namja ini. Apa kau tahu aku TIDAK BENAR-BENAR MENCINTAIMU?

****************************************************************************************

Setelah kejadian itu berlalu. Aku sudah tidak sabar ingin mennghancurkannya berkeping-keping, layaknya Jisun yang begitu menderita karnanya. INI SALAHNYA! NAMJA INI BEGITU BRENGSEK! Ia sudah banyak mengencani yeoja-yeoja, tetapi setelah ia menikmati semua dari yeoja-yeoja itu, ia meninggalkan mereka pergi. SUNGGUH BRENGSEK! Apakah aku ditakdirkan sebagai yeoja yang akan mengakhiri semua KEBRENGSEKANNYA ITU?

“Ya… jagiya!” Bisiknya padaku dan membelai rambutku.

“Ya… kalau kau menyetir mobil tidak usah sambil  menggodaku.”

“Ada apa dengan mood-mu hari ini? Sepertinya kau mudah marah.”

Aku memberikan senyuman terbaikku padanya, untuk menandakan bahwa aku baik-baik saja.

“Aku turun disini saja, yah! Annyoeng….”

“Ne, annyoeng!”

****************************************************************************************

“Ukhh… Benar-benar menjijikan”

Aku menatap nanar wajahku pada sebuah cermin yang tergantung diatas wastafel di kamar mandi rumahku.. Kuputar keran air dengan kasar, dan langsung mengambil air yang keluar dengan tanganku dan mendekatkannya ke bibirku… Kugosok bibirku dengan amat sangat kasar sampai agak terlihat sedikit membengkak…

“DAMN.. CHOI MINHO!!”

****************************************************************************************

Diperjalanan menuju sekolah, aku berpikir keras bagaimana caranya untuk menghancurkannya. Ini saatnya untuk mengakhirinya, aku yakin bukan hanya aku saja yang sedang ia kencani saat ini. Aku, benar-benar yakin.

“Ya! Apa kau pernah dengar sekarang ini ada kejadian aneh, gara-gara mimpi buruk saja, setengah jiwa mereka akan dihisap oleh seorang makhluk yang katanya agak membingungkan, dan akhirnya lama kelamaan orang itu meninggal.” Ucap seorang yeoja berambut pendek kepada temannya yang agak gendut, mereka tak sengaja berpapasan denganku.

“Jinja? Woah, itu sungguh mengerikan!” Seru temannya.

“Tetanggaku pernah bilang, mudah saja membuat seseorang erm—misalnya seseorang yang tidak kau suka, atau kau benci seperti itu! ”

“Woah? Memangnya bagaimana?”

“Sebenarnya aku tidak boleh memberitahukannya. Tapi karena kau penasaran apa boleh buat. Dengan cara mengakses sebuah situs yang bernama xxx.”

Aku tersenyum puas mendengar hal ini. Sesegera mungkin aku berlari menuju sekolah. Mungkin aku agak sedikit terlambat.

****************************************************************************************

“Hampir saja terlambat. Hosh..hosh…!” Dengusku, yang bergegas dan berlari kearah laboratorium IPA, yang tidak begitu jauh dengan kelasku. Aku memilih laboratorium IPA karena disana aku bisa bebas, lagipula disana juga tersedia komputer yang sudah terkoneksikan internet. Aku bisa mengakses situs yang dikatakan oleh anak tadi.

Kubuka pintu laboratorium itu, aku beruntung, ruangannya sepi. Kukunci ruangan itu, dan menuju sebuah komputer berlayar LCD. Sepertinya sebelum aku datang, ada seseorang dalam ruangan ini, tapi masa bodoh. Kuketik alamat yang dikatakan oleh anak gadis tadi.

Setelah itu muncul sebuah page. “Selamat datang di site ini, mohon terlebih dahulu anda me-Register.” Begitulah awal tampilan page itu. Kuketikkan nama lengkapku dan semua data-data yang page itu minta. Setelah kuklik O.K! Muncullah sebuah kalimat “Hai!! Silahkan Anda menulis data-data seseorang yang anda benci.” Kuketik semua data-data yang telah disediakan oleh page ini. Kemudian kuklik tombol O.K yang berada di pinggir sebelah kanan di page itu. Sekali lagi muncul sebuah pesan. “Terima kasih, telah mendaftarkan seseorang yang anda benci. Malam ini, mimpi-mimpi buruk akan bereaksi terhadap orang yang anda daftarkan dalam page ini. PS : Anda dapat mengganti korban yang akan anda bunuh, asalkan, orang yang menggantikan bersedia, dan rela demi orang yang sudah anda daftarkan.” (Author 3 : Hahahaha…kayak pendaftaran apa aja yea?)

Tiba-tiba ada sebuah bunyi benda yang terjatuh. Nampaknya ada seseorang didalam laboratorium ini. Reflek ku close page tersebut, kemudian aku meninggalkan ruangan itu. “di mana dia??ini sudah jam berapa??kenapa dia belum datang??”tanya ku dalam hati “ya!!kenapa kau belum berangkat?? Tanya Jisun dari atas…

“Minho belum menjemputku..”jawabku seraya mendonggakkan kepalaku ke atas

“sebaiknya kau naik taxi saja….kalau kau terus menunggunya! Bisa-bisa kau nanti terlambat sekolah”

“baiklah…baik-baik ya di rumah…annyeong!!”

“ne…josimhae..”

Ku berjalan menuju jalan besar…melewati rumah-rumah bertingkat…setelah sampai di pinggir jalan,cepat-cepat ku mencari taxi….ku lambai-lambaikan tanganku….dan akhirnya aku mendapatkan taxi itu…

“ke High School Paran ajjusshi”ucapku pada supir taxi yang kutumpangi.

Ada apa dengan Minho??kenapa dia tidak menjemputku??apa situs itu benar-benar sudah bekerja??kalau benar situs itu sudah bekerja baguslah!!semakin cepat situs itu bekerja semakin cepat juga dia mati…hahaha…ccciittt….decit rem taxi yang kutumpangi berdecit…rupanya sudah sampai…

“Untunglah aku tidak terlambat..”ucapku setelah turun dari taxi yang sebelumnya telah kubayar dan berjalan menuju sekolah.

“ya!!Hye Min!!tunggu aku”ucap seseorang seraya memegang pundakku

“mwo??Eun Hee??”ucapku setelah menoleh padanya

“kenapa kau naik taxi??Minho mana??”

“molla…dia tidak  menjemputku”

“guere??tumben sekali Minho tidak menjemputmu??”

“molla…mungkin dia sudah bosan dengan ku”

“Hye Min-ssi…Minho Oppa.. Dia sakit.. Jadi tidak bisa menjemputmu..” Ucap seorang yeoja bernama Hea Min, yang kuketahui sebagai sepupunya Minho (author 2: bwahahaha.. heh, author pertama.. ane perbaikin nih scene dikit.. kagak apa kan… bwahaha)

Mwo??Sakit??hahaha…berarti situs itu tidak bohong!!kerjanya begitu cepat!!betapa senang nya aku saat mendengar minho sakit tapi anehnya ada sesuatu yang membuat hatiku sedikit sakit..

“ya!!kau kenapa melamun…apa kau sedih mendengar berita itu??”tanya Eun Hee

“ne..kenapa dia tidak mengirim pesan kepadaku??”ucapku, padahal aku sangat senang bahwa dia sedang sakit

“sebaiknya  kau kerumahnya untuk menjenguknya”

“ne…seusai sekolah aku akan menjenguknya”

****************************************************************************************

“aigo!!apa aku harus menjenguknya??”gumamku dalam hati

“Hye Min??”panggil Eun Hee

“mwo??”

“ajaklah aku menjenguk Minho..”

“ne..ne..aku tau kau naksir dengan teman minho kan??yang bernama Jonghyun itu??”

“hahaha…kau tau saja!!ajak aku ya??”

“ne…kajja kita cari taxi”

“aigo…kau tau taxi itu terlalu mahal…bagaimana kalau kita naik bus saja??”

“eemm..boleh…”

Malas rasanya kalau harus kerumahnya…dasar namja merepotkan…bersabarlah sedikit Hye Min, sebentar lagi pasti dia akan mati…aku tidak sabar melihatnya menderita….

Hem, tapi kenapa aku agak merasa aneh ya? Molla mungkin aku hanya terlalu senang.

“ya!!kau dari tadi bengong saja!!kita sudah sampai..kajja turun..!” ucap eun hee membuyarkan lamunanku.

“ah! Ne!” ucapku seraya mengikutinya dari belakang.

Kami berjalan beberapa meter dari halte bus tempat kami turun. Kami berbelok kearah kiri dan terlihat sebuah rumah besar dengan taman yang luas, kami berjalan mendekatinya. segera kutekan bel yang tertempel pada pagar rumah besar itu.

“wahhhh….. rumahnya besar sekali!” gumam Eun Hee seraya matanya menyapu seluruh bagian rumah itu.

Hem…. aku jadi canggung, ini baru pertama kalinya aku kerumahnya. Memang aneh… selama 1 tahun kami pacaran, aku baru kali ini kerumahnya. Bukan karna dia tidak mengajakku kerumahnya Cuma… aku malas… bila aku mau diajak kerumahnya nanti bisa-bisa dia melakukan hal yang aneh padaku lagi… ishhhh…. player sepertinya apalagi yang ada dipikirannya selain…. ‘itu’ ihh…. jijik aku memikirkannya.

Tak lama kemudian, muncul seseorang dari layar monitor didepan kami.

“nugu seoyo?” tanya namja didalam monitor itu.

“aku….” belum sempat aku berkata, namja itu sudah memotongnya.

“ah! Bukankah kau Hye Min? Masuklah!”

Tak berapa lama kemudian gerbang didepan sebelah kanan kami terbuka secara otomatis.

Wow…. aku sedikit terkejut. Benarkah aku berpacaran dengan namja sekaya ini. Aihsss… bukan saatnya aku memikirkan hal itu. Sekarang yang harus kupikirkan hanyalah ‘menghancurkannya’.

Kami segera masuk melewati pagar besar tadi, tapi terlalu jauh jarak gerbang dan bangunan rumah itu apakah tidak ada kendaraan yang bisa dipakai. Seperti membaca pikiran ku sebuah mobil em…. kurasa bukan mobil karna bentuknya yang mini dan tidak memiliki pintu ya lebih mirip kendaraan yang dipakai dilapangan golf,  begitu.

“naiklah! Kalian tidak mungkin kan berjalan sampai kesana!” ucap seorang namja yang mengendarai mobil mini itu.

Kami mengangguk cepat dan naik keatas mobil mini itu. “kalau boleh tau kau siapa ya?” tanya eun hee tiba-tiba. Aku segera menyenggol lengannya. Dan memberinya tatapan kenapa-kau-bertanya-seperti-itu-tidak-sopan-tau. Ia lalu terdiam.

“pegawai disini!” jawab namja itu.

“tapi kenapa kau mengenal Hye Min?” tanya eun hee lagi. Ish… sahabatku yang satu ini tidak bisa membungkam mulutnya sebentar ya?

“kita sudah sampai!” ucap namja itu seraya menyilakan kami.

Kami turun dari mobil mini itu dan mengikutinya dari belakang.

Cekleekkk…….. pintu besar didepan kami terbuka. sekarang kami bisa melihat isi dari rumah besar itu. Wahh…. benar-benar penuh kemewahan. Coba saja kau bayangkan berada didalam sebuah rumah yang besarnya hampir sama seperti sekolahku. (author 1 : ngaco banget degh gua!)

kami lalu melewati sebuah ruang tamu yang megah dan mewah, ruang tamunya saja seluas rumahku. Eun Hee disebelahku takjub dengan kemegahan rumah ini. Namja itu lalu membawa kami kelantai dua yang tak kalah megah dan akhirnya kami sampai pada sebuah ruangan yang bisa kutebak itu kamar Minho.

Namja itu membuka pintu ruangan itu dan terlihat Minho sedang berbaring disebuah ranjang besar, layaknya seorang pangeran. Ah! Apakah benar ia sakit! Jangan-jangan ini cuma trik nya saja. Aku harus berhati-hati jangan sampai aku termakan jebakannya.

“Hyung ada apa?” suara parau minho terdengar.

Hah? Hyung…. jadi ini hyungnya?? Kenapa mereka tidak mirip sama sekali. Lagi pula tadi dia juga mengaku sebagai pegawai. Aneh!

“Ini yeojachingumu menjengukmu!” ucap namja itu.

“kau hyungnya?” tanya Eun Hee. Ini orang,  dasar! Dari tadi bertanya saja.

“hyung! apa kau mengaku sebagai pegawai lagi!” minho menatap kesal kearah hyungnya itu.

“hahahhahaa… mianhae… aku hanya suka melakukan hal itu! Oh ya janeun Minseok imnida! Emm… aku tak bisa menemani kalian lama-lama! Kalian bersenang senanglah disini! Jangan sungkan!” ucap namja yang mengaku Minseok itu dan berlalu pergi.

“ya! Minho! Tumben sekali kau sakit?” tanya eun hee. Isshhh… apa sich golongan darah yeoja ini! Dari tadi kerjaannya tanya mulu. (author 1 : emang aku gitu ya?? *Garuk-garuk kepala)

“mollayo! Tiba-tiba saja! Aku jatuh sakit seperti ini!”

“ya! Minho! Ah! Ada tamu rupanya!” ucap seorang namja yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Minho.

“wae?” tanya Minho parau.

“kudengar kau sakit!” namja itu melangkah masuk menghampiri minho.

“seperti yang kau lihat!”

“ya! Hye min ah~ siapa yeoja manis disebelah mu itu?” tanya namja yang kutau bernama Jonghyun itu.

“em.. dia…”

“janeun Eun Hee imnida!” ucap Eun Hee menyambar kalimatku.

“bagaimana kalau kita makan siang?” tawar Jonghyun pada Eun Hee.

Ah! Bila Eun Hee pergi berarti aku dan Minho hanya berdua saja! Andwae… terlalu berbahaya. Aku segera menatap Eun Hee dengan tatapan Jangan-tinggalkan-aku-berdua-disini-temani-aku.

“ne!” ishhh… yeoja ini benar-benar.

Mereka berdua meninggalkan kami berdua. Aigoo.. bagaimana ini…. kenapa aku jadi canggung seperti ini.

“ya! Hye Min! Wae? Dari tadi kau hanya diam?” ia menatapku heran. Bagaimana tidak aku masih mematung berdiri. Yah bayangkan saja aku berjarak hampir 3 meter dari tempat tidurnya dan berdiri bengong.

“em… “

“ayolah! Kau tidak usah canggung seperti itu!” ucapnya yang diikuti dengan tawa.

Aku melangkah kearah kursi disebelah kananku, yang berjarak beberapa meter dari tempat tidurnya. Haissh… kenapa perasaanku seperti ini. Ada yang aneh dalam diriku. Ada apa?

“ya! Kenapa kau sejauh itu! Kesini! Kau kemari untuk menjengukku kan?” ucapnya seraya melambaikan tangannya menyuruhku untuk mendekatinya.

Cih… dasar otak mesum. Kau pikir aku mau terjebak perangkapmu apa? Tidak akan. Aku tidak bergeming dari tempatku.

“baiklah aku yang kesana!” ucapnya seraya bangkit untuk berdiri. Tapi tubuhnya terlalu lemah untuk menompang beban tubuhnya hingga ia terjatuh dari tempat tidurnya. Aku segera menghampirinya dan membantunya kembali ketempat tidurnya.

“kau…. jangan memaksakan dirimu!” ucapku khawatir. Mwo?? Khawatir?? Apa yang kupikirkan sich! Aigoo… aku sudah terjebak perangkapnya. Ish…. DAMN.

Ia tersenyum. “Aku tau kau bisa perhatian kepadaku!” heh! Benarkan dia sengaja melakukannya. DAMN. Biarlah kali ini dia kubiarkan untuk bahagia mungkin ini hari terakhirnya. Kuselimuti badannya dan kembali kekursi tadi. Tapi tangannya menahanku dan segera menarikku kearahnya hingga aku terjatuh keatasnya.

“Apa sih yang kau lakukan!” ucapku seraya bangkit. Tapi ia malah memelukku erat.

“Minho! Lepaskan aku!” ucapku memberontak. Tapi ia tetap tak melepaskanku.

“wae kau selalu bersikap seperti ini padaku! Jebal sekali ini perbolehkan aku memelukmu!” ucapnya parau.

Apa kau sudah sadar bahwa kau akan mati hah? Baiklah kali ini aku akan memperbolehkan mu memelukku sebelum kematianmu. Aku berhenti memberontak. Ia melonggarkan pelukannya dan mengelus rambutku lembut. Ia mengecup keningku lalu mencium bibirku dan memainkan lidahnya didalam mulutku. Entah apa yang kupikirkan saat ini tapi aku menikmati ciumannya dan membalasnya tanpa kusadari.

Hemm… hangat sekali berada didalam pelukannya. Entah mengapa aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Aku.. apa aku menyukainya…. ani… aku tidak boleh… tapi tidak bisakah untuk kali ini saja aku menikmatinya, melupakan sejenak dendamku padanya. Mungkin aku bisa… yah… untuk kali ini saja.

“Hye Min saranghae!” ucapnya tepat ditelingaku dan membuat jantungku berdegub kencang. Kenapa? ada apa denganku? Sudah ratusan kali aku mendengar kata itu dari mulutnya, tapi mengapa? Mengapa kali ini terasa berbeda, jantungku berdegub kencang dan telingaku terasa panas saat mendengarnya. Apakah aku akan mendengar kata-kata ini lagi besok? Bagaimana kalau ini adalah terakhir kalinya ia mengucapkannya. Tapi.. kenapa aku malah sedih akan hal itu? Bukankah aku yang mengirim iblis itu untuk membunuhnya, tapi kenapa ada rasa penyesalan dalam hatiku. Apa.. apa … aku menc…anigoya! bukan ‘tidak mungkin’  tapi aku tidak boleh! Andwae… andwae… hye min kau tidak boleh menyukainya. Bertahanlah sebentar lagi. Karna cepat atau lambat ia akan mati juga.

Ia berhenti mengelus rambutku, bukan berhenti tapi memang tidak mengelus rambutku lagi karna tangannya sudah lemas terjatuh disampingku. Apakah? Apakah ia sudah!

Aku segera bangkit dari atas tubuhnya. “Minho! Minho!” kuguncang-guncang bahunya. Tapi ia tak merespon aku mulai panik… ya… panik.. entah mengapa aku melakukannya tapi aku benar-benar panik sekarang.

“Minho! Ya! Minho! Bangun! Jebal….” kuterus menguncang-guncang bahunya tapi tetap tak ada respon.

Ya tuhan.. jebal… jangan sekarang. Aku… aku….

“Minho! Minho! Jebal jangan tinggalkan aku!” kuterus menguncang-guncang bahunya, dan tak terasa air mataku mengalir deras membasahi pipiku.

“Minho….” aku putus asa. Ya tuhan ada apa denganku. Kenapa aku merasa sangat sedih, padahal ini yang kuinginkan. Tapi … tapi mengapa… mengapa hatiku sangat sakit akan kepergiannya. Apa aku benar-benar mencintainya. Ya tuhan jebal… hidupkan dia kembali… aku ingin dia hidup kembali… kenapa… kenapa aku melakukan hal itu….. aku tidak seharusnya mengirimkan iblis itu padanya. Apakah ini yang dinamakan penyesalan? Aku tidak ingin… aku tidak ingin kehilangan dia… tuhan kumohon…. hidupkan dia kembali…. aku…. aku benar….

“Minho… jebal hiduplah kembali! Aku….sa-ra-ng-e…..” titik air mataku terus mengalir entah mengapa aku mengatakan hal itu, aku Cuma ingin dia tahu, walaupun kutau ia takkan bisa mendengarnya.

“aku tau kau mencintaiku!” sebuah suara parau mengejutkanku.

“Min…Minho!”

Ia membuka matanya dan menoleh kearahku seraya tersenyum puas. Dia… DAMN… kenapa… SHIT… aku terjebak… yah… kau Hye Min sukses terjebak dalam perangkapnya.. lalu bagaimana sekarang… apa kau sudah bahwa sadar dia sudah mempermainkan mu! Heh! Sekarang tanggunglah sendiri resikonya. Kau terlalu tolol Hye Min. Kau pabo sudah percaya padanya.

“KAU! PUAS KAU SEKARANG!” bentakku padanya.

“Hye Min! Wae?”  Tanyanya bingung.

“PUAS KAU SUDAH MEMPERMAINKAN AKU? PUASS KAU SEKARANG! AKU….. AKU …. AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!” teriakku keras didepannya. Aku segera berlari menyambar tasku dan keluar dari kamarnya.

“ya! Hye Min! Ada apa denganmu?” teriaknya.

Aku berbalik kearahnya. “AKU MEMBENCIMU CHOI MINHO!” teriakanku menggema diseluruh ruang kamarnya yang besar.

Aku terus berlari seraya menahan tangisku. Tidak …. aku tidak bisa menahannya. Aku tidak tau apa yang kurasakan… perasaanku campur aduk. Aku merasa kesal padanya yang telah mengerjaiku, aku benci padanya yang telah membohongiku, aku muak dengan diriku sendiri yang begitu mudahnya percaya padanya,aku  jijik pada diriku sendiri yang telah menjilat ludahku sendiri dan…. ada perasaan senang karna ia tak jadi meninggalkanku. Entahlah aku bingung, aku benar-benar tidak tau apa yang harus kulakukan dan apa yang aku pikirkan. Yang harus kulakukan sekarang adalah pergi dari rumah ini dan pergi kesuatu tempat untuk menjernihkan pikiranku.

****************************************************************************************

Hhhhh…Hhhhhhh…

DAMN

SIALAN KAU CHOI MINHO

Aku terus memaki kebodohan diriku sendiri… Ya.. Hye Min PABO!! Tidak!! Kau tidak boleh jatuh cinta dengan NAMJA BRENGSEK sepertinya… Aku terus berlari, berlari sekencang-kencangnya agar tidak ada yang menyadari aku menangis.. Hhhhh.. Aku.. akhirnya sampai disebuah kafe kecil… Hhh… kenapa aku kesini?? Bukankah ini tempat aku dan Minho pertama kali berkencan.. SHIT… kenapa wajahnya tidak bisa musnah dari otakku… AAAARGHHH.. Aku benci diriku sendiri… Saat aku berbalik untuk pergi dari depan kafe itu, seorang yeoja memakai dress putih selutut sudah berdiri dihadapanku… Ia tersenyum kearahku, manampakan gigi kelincinya… manis.. tapi aku kan benci CHOI LINE…

“Hye Min-ssi.. kenapa berdiri diluar ayo masuk” Ucap Hea Min sembari tersenyum kearahku…

“A..A… An….-“

“Sudahlah, tidak apa.. ayo masuk… oke..”

Hea Min menarik tanganku masuk ke café tersebut.. Hhhh.. aku paling tidak suka berada di dekat CHOI LINE… Mengingatkanku dengan si BRENGSEK itu!!

“Hye Min-ssi kau habis dari rumah Minho Oppa??” Ucap Hea Min sambil mengaduk-aduk Milkshakenya

“Ne…” Jawabku asal…

“Ohh… ya Hye Min-ssi!! Kau kan sudah lama pacaran dengan Minho Oppa… Kau bisa membantuku…”

“Hah??”

“Ne.. Aku ingin minta bantuanmu.. bolehkan.. boleh yaa.. Kamu tau nggak sekarang aku sedang menunggu seseorang.. errr.. maksudku Namjachinguku..”

“Lalu…”

“Ne.. aku..aku.. Terlalu Nervous Hye Min-ssi.. Ini kencan pertamaku… Aduh.. aku tidak tahu harus berbuat apa”

“Bersikaplah biasa saja”

“haah??” Tanya Hea Min heran

“Ne, jadilah dirimu sendiri.. Jangan takut.. Percayalah”

“Aaaaaaaaaa….. gomawo Hye Min-ssi”

“Ne..Ne..”

“Aaaa… itu dia… Taesung Oppa…” Ucap Hye Min sambil melambaikan tangannya kearah seorang namja…

Namja tampan bernama Taesung itu duduk disebelah Hea Min.. hhh.. entah kenapa melihat mereka aku jadi merindukan Minho… Minho… Minho… MINHO… ANDWAE!! Apa yang kau pikirkan Hye Min… ANDWAE!!

****************************************************************************************

Hhhhh… kenapa rumah begitu sepi… kemana Jerim eonni, Amma dan Appa…

KRIETT

Apa itu?? Suaranya berasal dari kamarku?? Ada seseorang dikamarku?? Hhh… Jangan-jangan maling.. OMIGOSH.. Aku berlari menaiki anak tangga..

DBRAKKKK

Kubanting pintu kamarku.. ASTAGA!! APA YANG KULIHAT!!

“JISUN!! YA!! JISUN!!” Teriakku sambil menggoncang-goncang tubuhnya yang tergeletak dilantai kamarku.. mukanya pucat sekali, bibirnya membiru…

“JISUN!! JISUN!!”

Aku panik… apa yang harus kulakukan.. kuperiksa denyut nadinya.. lemas… ASTAGA JISUN!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!! Aku mengedarkan pandanganku mencari sesuatu yang bisa kupakai untuk menolong Ji Sun.. hhhh.. percuma… TIDAK ADA… TUNGGU… Apa itu!! Laptopku… Seseorang habis memakai Laptopku… Tunggu!! Sepertinya aku familiar dengan situs itu!! ITU KAN!! ARGGGH… Jangan Katakan Ji Sun…

“JI SUN YA!! BANGUN!! BANGUN!!” Isakku, sambil mengoncang-goncang tubuhnya lagi, sekarang makin kuat..

“JI SUN YA!!”

“H…Hy..Hye.. M..Mi..Min”

“JI SUN!!” Seruku kaget

“APA YANG KAU LAKUKAN HAH!! APA KAU SUDAH GILA!! KENAPA KAU BERBUAT SEPERTI INI HAH!!” Teriakku padanya..

“H..Hye Mi..Min.. Sudahlah…. Aku tidak ingin melihat Minho Oppa meninggal.. Aku rela memberikan nyawaku ini untuknya…” Ucap Ji Sun lemah

“TIDAK!! TIDAK!! TIDAK BOLEH!! SEHARUSNYA AKU SAJA!! AKU YANG MEMULAINYA JI SUN!!”

“Kalau kau yang melakukannya.. Minho Oppa pasti sedih.. Jadi biarlah aku saja.. Aku rasa hidupku juga tidak berguna.. cuma menyusahkan saja..”

“ANDWAE!! KAU TIDAK BOLEH BICARA SEPERTI ITU JISUN!!”

“sssstttt.. Hye Min… dia datang.. aku.. ingin kau berjanji untukku.. satu hal.. Bahagiakan Minho.. aku tahu kau mencintainya.. dan dia juga mencintaimu… hhhhh… Hye Min… aku tidak bisa…– dia semakin deka……..—“

Tubuh Ji Sun menegang.. Sedetik kemudian, tubuhnya terkulai… Matanya tertutup.. Denyut nadinya menghilang…….

“ANDWAE!!!!!! JI SUN YA!!!! JANGAN PERGI!!!!!!!!”

-Hye Min POV End-

****************************************************************************************

-Minho POV-

ARGGHHHHHHH.. ADA APA DENGAN DIRIKU

SESAK… HHHHH…HHHHHHHHHHH

SESAK……… A..AKU….. TIDAK BISA BERNAFAS……………

K..KE..KENAPA……..SEMUANYA GELAP………..

HHHHHHHHHHHHHHH…………………..

ARRRRRGGGGHHHHHH…

DIMANA INI??

“CHOI MINHO!!!!!!!”

“S..SIAPA KAU!!”

“HHHHHHHH.. KAU TAK PERLU TAU SIAPA AKU!!”

“APA YANG KAU INGINKAN HHH…”

“NYAWAMU”

“HHHHHHHH… APA SALAHKU PADAMU!!”

“KAU TIDAK ADA SALAH DENGANKU… TAPI CLIENTKU DENDAM DENGANMU TUAN!!”

“HHHHH… APA-APAAN INI!! PERGI KAU!!”

“AKU TIDAK AKAN PERGI SEBELUM KAU IKUT DENGANKU…”

“KEMANA KAU AKAN MEMBAWAKU HAH??”

“HAHAHAHA… KE NERAKA!!!”

****************************************************************************************

“Sa-ra-ng-e….”

Sebuah suara yang lembut, yang paling kukenal dari orang yang paling aku cintai melebihi diriku sendiri menyadarkanku dari semua hal itu.. hhhh…

“Aku tau kau mencintaiku!” Ucapku

“Min…Minho!”

Kubuka mataku perlahan… rasanya silau.. hhh… aku mendapati sesosok yeoja yang paling kusayangi.. sedang menangis sambil memelukku erat.. hhh… aku tersenyum.. sekarang aku tahu dan yakin serta percaya bahwa dia sangat mencintaiku sama seperti aku mencintainya..

“KAU! PUAS KAU SEKARANG!” bentaknya padaku.

“Hye Min! Wae?”  Tanyaku bingung.

“PUAS KAU SUDAH MEMPERMAINKAN AKU? PUASS KAU SEKARANG! AKU….. AKU …. AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU!” teriaknya keras didepanku. Hye Min segera berlari menyambar tasnya dan keluar dari kamarku.

“ya! Hye Min! Ada apa denganmu?” teriakku.

Hye Min membalikan badannya kearahku. “AKU MEMBENCIMU CHOI MINHO!” teriakanku menggema diseluruh ruang kamarnya yang besar.

Hye Min… hhhh… Kenapa?? Kenapa?? Kenapa kau membenciku?? Jeongmal Sarangeyo Hye Min…

****************************************************************************************

Ting Tong

JKREKK

“Nuuna.. Hye Min ada??” Tanyaku pada Jerim Nuuna, eonninya Hye Min.. yeojachinguku

“Min…Minho-ssi” Ucapnya kaget

“Aku ingin bertemu dengan Hye Min, Nuuna.. Jebal… Jebal” Pintaku pada Jerim Nuuna

“T..Ta..Tapi.. aaah.. yasudahlah… tapi Nuuna tidak bertanggung jawab kalau dia membentakmu”

“Ne.. arraso…”

“Naik keatas… kamarnya ada dilantai dua.. kamar paling pojok disebelah vas bunga mawar.. itu kamar Hye Min”

“Gomawo Nuuna”

Tok Tok

Kuketuk pintu kamar Hye Min perlahan… Aku tidak mau mengejutkannya.. Ia pasti masih shock dengan kematian sepupunya itu…

“Siapa??”

“Aku…”

“Kau… mau apa kau kesini hah..” Teriak Hye Min

“Aku cuma ingin bertemu denganmu Hye Min.. apa aku salah”

“SALAH BESAR!! PERGI!! AKU BILANG PERGI!!” Teriaknya

“Tapi ak….-“

“PERGI!! AKU BENCI KAU CHOI MINHO!!”

****************************************************************************************

ARGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH

Aku mengacak-ngacak rambutku kasar… Frustasi… Hye Min… arrggh… kenapa kau membenciku………

“Ya.. ada apa denganmu Minho” Ucap Minseok hyung yang tiba-tiba sudah ada dikamarku…

“Ngapain hyung kemari??”

“Emang salah yaa…”

“Hahhh.. Terserahlah…”

“Ya.. kau tahu Minho.. Hea Min sudah punya namjachingu”

“HAH!! OMO!! JINJA!!”

“Ne”

“Si Kecil itu… Dimana dia sekarang….”

“Dibawah dengan Taesung” Ucap Minseok Hyung

“Siapa Taesung” Tanyaku

“Pabo… namjachingunyalah”

“Hhhh.. dia itu.. diakan masih kecil.. kenapa hyung biarkan saja heh”

“Kau juga masih kecil.. Pabo…”

“Hhh.. aku males berdebat dengan hyung… Nggak Penting”

“Kau bertengkar dengan Hye Min??” Tanya Minseok hyung

……………………………………………………………………………………

“Apa kau mau kuberitahu sesuatu” Ucapnya sambil tersenyum licik…

***********************************************************

“Ya!! Min Min.. Mau kemana??” Teriak Hea Min

Aku tersenyum sekilas kearahnya sambil menaikan sebelah alisku… huuh.. Jadi itu yang namanya Lee Taesung.. Kupandangi namja itu lekat-lekat.. hhh.. untuk sementara kubiarkan sajalah…

“Kau jangan memanggilku Min Min.. Kecil!!” Balasku padanya…

“Iiihh.. Min Min.. nyebelin.. aku bukan anak kecil lagi tau!!”

“Aku mau pergi.. kau jangan macam-macam.. ingat disini ada puluhan pelayan dan Minseok hyung”

“Huh.. bawel…”

Hahaha.. dasar kecil.. sudah lama aku tidak mengejeknya… rasanya menyenangkan juga… Aku berjalan kearah garasi yang super duper jumbo… dan mengambil motor Harley Davidsonku.. Hhhh… sudah lama aku tidak mencobanya… Aku tersenyum..

“Ayo kita jalan-jalan!!”

-Minho POV End-

*************************************************************

-Author POV-

“Yeoboseyo…” Ucap Hye Min

“Hye Min-ssi??” Ucap seseorang dibalik telepon

“Ne.. nugu??”

“Aku Taesung.. masih ingat??”

“Oh.. ne… wae??

“Minho kecelakaan…”

“APA!!”

“Ne… kondisinya kritis… dia hampir meninggal”

“APAAAAAAAAAAAA!! DIMANA DIA SEKARANG!!”

“SEOUL HOSPITAL.. Room VVIP.. A”

******************************************************

Hye Min berjalan tergopoh-gopoh menuju Seoul Hospital… Wajahnya terlihat khawatir sekali.. Keringat dingin mengucur di tubuhnya…

“Hye Min” Ucap Hea Min

“Bagaimana Minho” Ucap Hye Min panik

“Kau bisa lihat sendiri…”

Hye Min berjalan kearah tempat tidur Minho… Hye Min memandang sosok Minho nanar.. Minseok, Hea Min, dan Taesung keluar ruangan meninggalkan Hye Min dan sosok Minho berdua…

“Minho… Bangun!!” Isak Hye Min…

Tangannya erat mendekap tangan Minho… Hye Min terus menerus menangis.. Ia miris melihat Minho terbujur kaku.. kedua kakinya digisp dan sekarang dia tampak benar-benar seperti mumi mesir.. (author 2: hahahaha… gg bisa bayangin Mino jadi mumi… PLAKK)…

“Minho.. sadarlah…. Jebal”

“Minho… yang kukatakan waktu itu bohong.. A…Aku.. Ti..Tidak membencimu Choi Minho”

“Awalnya memang aku benci padamu… karena kau sudah menyakiti perasaan Ji Sun…

Hhhhhhhhh…”

“Tapi… Aku… Benar-benar…………….”

“Minho.. Sarange… Sarangeyo… Jeongmal Sarangeyo Choi Minho”

“Aku tidak ingin kehilanganmu Minho…………….”

TEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT

Hye Min kaget, tiba-tiba alat pengukur detak jantung mengeluarkan bunyi yang biasa terdengar sewaktu pasien yang memakai alat itu sudah kehilangan nyawanya… Grafik yang muncul datar……..

“HAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH…………. MINHOOOOOOOOOOOOOOOO”

“JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI………….”

“MINHO”

“Ya.. Kim Hye Min” Ucap seorang namja

“Mi…Minho… Bagaimana bisa… Hah.. Lalu ini siapa??” Tanya Hye Min

“Mana aku tahu, Kau sedang dikerjai oleh mereka bertiga tahu…” Jawab Minho sambil mendekat ke arah Hye Min

“Aku senang kau mengkhawatirkanku.. Hye Min” Ucap Minho sambil memeluk sosok mungil Hye Min

Hye Min tidak tahu harus berbuat apa.. Ia menangis di pelukan Minho.. Bukan menangis sedih, tapi menangis bahagia.. Tiba-tiba tubuhnya merosot dan pandangannya gelap…

“YA!! HYE MIN!!” Teriak Minho

-Author POV End-

*******************************************************************

-Hye Min POV-

“Ukhh.. Silau.. dimana ini?? Ini bukan kamarku… kamar ini kan…”

“Jagi… kau sudah sadar” Ucap seorang namja yang duduk disebuah kursi kecil tangannya mendekap erat tanganku

“Minho….”

“Aku sangat mengkhawatirkanmu Hye Min…”

Aku cuma bisa tersenyum…  Ia menatapku, dan kemudian tangannya beralih mengacak rambutku…

“Hye Min… Sarangeyo…” Bisiknya lembut ditelingaku

“Nado.. Sarangeyo Minho”

Dia memelukku erat.. rasanya sangat hangat…

*****************************************************************

Tiga tahun kemudian

“Yes!! AKU MENANG!!” Teriak Hye Min

“Gitu aja bangga” Tukas Minho

“Biarin.. yang penting menang…”

“Dasar” Ucap Minho

Minho mengambil keripik kentang yang kami letakan ditengah tengah tadi.. tapi sepertinya dia kurang beruntung… hahaha…. Kasihan… Dia melirikku tajam.. Aku cuma bisa nyengir…

“Nggak baik kalau yeoja kebanyakan makan.. sini.. bagi keripiknya”

“Nggak!! Ini yang terakhir”

Hup… kumasukan keripik itu kedalam mulutku…

“Kalau bisa kau ambil sendiri… hahaha”

Minho tersenyum.. Ia mendekat kearahku… Tangannya yang besar mencengkram tanganku.. DAMN.. Aku kalah kuat dari dia… ARGHH.. Bete… Kini sekarang wajahnya yang semakin dekat… A.. Andwae… Bibirnya melumat bibirku perlahan.. awalnya aku cuma diam.. karena dia terus memancingku akhirnya aku tersulut juga.. kubalas ciumannya…  Kami sempat menghentikan ciuman kami selama sedetik, kemudian dia kembali melumat bibirku secara kasar..  sekarang lidahnya menjelajahi kerongkonganku.. Ia memainkan lidahnya dirongga mulutku.. ARGHHH.. Choi Minho!! Awas kau… Kulakukan hal yang Minho lakukan padaku… kubalas kau.. Bukannya menyerah dia semakin bernafsu… Gawat… aku membangunkan singa tidur!!

Sekarang ciumannya tidak terfokus dibibirku lagi.. tapi turun kebawah.. tepatnya dileher jenjangku… hhhhhhhhhhhh…. Choi Minho.. Dia terus bermain dengan leherku, sampai menimbulkan bekas kemerahan.. Tiba-tiba kurasakan tangannya menyentuh kemeja tidurku….. tangannya bergerak melepas kancingnya…. ANDWAE… CHOI MINHO!! (Author 2: Astagfirullah… Setan apa yang ada di otakku ini… Noh hutang ane lunas ama lu Author 1… hahaha… PLAKK… )

“Minho… hentikan!!”

“Minho………………..”

“Tidak akan… dua hari lagi kita akan menikah.. Jadi apa salahnya”

“HAAAAAAAAAAAAH”

TIDAK…TIDAK…TIDAK… AKU TIDAK MAU!!

“ASTAGA!!” teriak Hea Min…

Buru-buru Minseok yang ada disebelahnya menutupi mata Hea Min

“Heh.. kalian… kalau mau gituan jangan disini… DASAR PABO!!” Teriak Minseok Oppa

ARGGHHHH………… Betapa malunya akuu… Umma Tolong >/////////////////////////<

*****************************************************

“Kau terlihat sangat cantik Hye Min” Ucap Hea Min

“Aaaah… gomawo Hea Min” Ucapku sambil tersenyum simpul

“Aku juga ingin cepat menikah dengan Taesung Oppa… agar aku bisa mengenakan gaun secantik ini” Ucapnya polos…

Aku berjalan dialtar didampingi oleh Appaku… sesampainya didepan Pak Penghulu… (author2: hahaha… salah…) ralat maksudnya Pendeta… dan didepan pendeta itu berdiri sosok namja yang sangat tampan yang paling kucintai… Ia tersenyum padaku… dan mengulurkan tanganya kearahku.. aku menerimanya…

“CHOI MINHO… BERSEDIAKAN KAMU MENERIMA KIM HYE MIN SEBAGAI ISTRIMU BAIK SUKA MAUPUN DUKA.. DALAM SUSAH MAUPUN SENANG… BERSEDIA”

“SAYA BERSEDIA”

“APAKAH KAU KIM HYE MIN… BERSEDIA MENERIMA CHOI MINHO, PRIA DISEBELAHMU INI SEBAGAI SUAMIMU DAN AKAN SELALU MENDAMPINGINYA BAIK SUKA MAUPUN DUKA ATAU DALAM SUSAH MAUPUN SENANG… BERSEDIA…”

“SAYA BERSEDIA”

Ia menggenggam tanganku erat seolah tidak ingin aku menjauh darinya… sekarang kami berhadapan… Tentu saja karena ini saatnya adegan kissingnyaa… hhhh… menyebalkan sekali… dia membuka tirai yang menyelimuti wajahku….. Wajahnya mendekat dan ia menciumku lembut…

“Waaaaaaaaa… Keren” Teriak Eun Hee

“Bener banget… Aku juga kepengen!!” Sambung Hea Min

Semua orang ditempat itu menatap mereka berdua… hahaha… dasar dua yeoja pabo… ada-ada saja…

“Hye Min..” Bisik Minho ditelingaku

“Your Mine.. Now and Forever!!” Bisiknya lagi

“Kim Hye Min is Choi Minho.. aaaah.. Choi Hye Min is Choi Minho.. Now and Forever!! Sarangeyo….” Ucapku lembut

“Nado… sarangeyo Choi Hye Min” Ucapnya sambil tersenyum, senyum yang sangat indah

——————-THE END——————-

Argggggghhhhhhh… Akhirnya… Selesai juga nih FFnya…

Aduh capek gue ngetiknya… *reader: itu mah DERITA ELU!!.. :D*

Selamat membaca… INGAT!!

AUTHOR DI FF INI ADA EMPAT JADI JANGAN HERAN GAYA BAHASA BERUBAH DAN CERITA MENJADI ANEH… HAHAHA.. PLAKK

FF INI BERAKHIR DI KEGILAAN AUHTOR DUA NOH… HAHAHA…

YA UDAH DIMOHON KRITIK DAN SARAN

JANGAN LUPA COMMENT KARENA ITU WAJIB… KALAU GG TAK PANGGILIN EMMA AI… HAHAHA…

*dibonyokin reader*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

51 thoughts on “L.O.V.E Make You Crazy and Killing You, BUT….”

  1. Eonni !!
    Wuah..
    Sumpah deh, ni FF Daebak !!
    Aku suka jalan ceritanya, gaya penulisannya keren, mudah dipahami dan lugas ..
    Btw, ini lynda eonni dkk yg bwt kan?
    Oy, sebenarnya ane blum 16-17 thun ..
    Tp, gak pa2 kan? 2 thun lg ane 16 thun ..
    Wakawaka ..
    Udah dlu ya, nampaknya, comment ini yg pling geje ..
    Wkwkwk ..

  2. seru-seru

    suka deh jalan critanya,,

    awalnya ga rela sih kalo Minho jadi playboy,
    ga ktampangan soalnya hehehe

    but it’s OK!!

    nice FF

  3. astaga, ya ampun, omona!
    *komen apaan ini /plak!

    author pke jasany ai enma? huwoh!
    romanceny ok, tpi dskripsi kmatian jisun aku kurag jlas,
    tpi overall kren kok ^^b

  4. Jisun πª mati?? Kasian jga,, ehm hyemin ternyata cinta jga ma sama minho,, prtama mikir minho playboy tnyata uda ϐ’ubah,,

  5. wiuh~ seru~
    ff keroyokan yah(?)
    bagusss~ *nyengir kuda
    btw, gak ada adegan nc kok, thor. *celingukan nyari adegan nc*
    bahasanya bahasa sehari2 jadi mudah dimengerti 😀
    kasian si jisun mati cuma demi mino seorang. ckck
    aku suka ff ini ^^d

  6. Rameeeeeeeeee FF nya rameeeeeeeeeee !!!!!!! /plak *rusuh sendiri*
    authornya 4 sih yaaa, jadi rameeeeeeeeeeeee.
    Mantaf loh ceritanya, keren~
    ceileh, gaya amat si minho. Pake nanya ‘mantan yang mana ya?’ playboy banget lu baaaaaaang /ditabok/ hahaha xD
    tapitapi jisunnya kesiaaaan T.T
    tapitapi tak apa, endingnya romantis :3 *?*
    big thumbs for authorssss~

  7. ah,,,,daebak!!!! (anak 15 taun muncul lagi) (gak nurut ama yang dibilang unnie nya kalo ini buat NC-17)
    gapapa deh! tapi yul suka sama ceritanya!!!!
    perubahan karakter minho yang kalem, jadi playboy gitu!!! KEREN!!!

  8. wow…..kasian Jisun,,,rela berkorban…dan 3 orang itu ngerjain abis2an sampe anak orang pingsan begitu wkwkwkwk…keren2 ini ff^^

  9. pantes , bahasanya gitu sangkain cuma 2 . keren , walaupun 1shot tapi complicated . cuma rada aneh ma nama castnya hyemin ma heamin , rada mirip gitu jadi bingung . keke *readerlemot .

  10. hadooh.. minho hyung! kalo mo mesum jangan di tongolin gitu napa.. ntar flamers jd pada bete sama hyung!!

    author! kalo bikin crita hyung saya jgn d bkin kliatan nepsongnya pliss.. kekeke .. biar peran cewe’a aja yg d tongolin nepsongannye.. *plak! d gampar author*

    ‘author: suka2 gw dong.. gw yg bkin cerita.. mau apa lu ngatur2 gw?? gibeng neh!’

  11. Daebak haha. . . .
    Awalnya takut klo minhonya bkal mati eh trnyata engga. . . .Truz akhrnya bernr2 ga trprediksi keren. . . .

  12. Annyeonghaseyo~~
    Aku datang~~ 😀
    Aku author dua~~ Maaf ya, aku belum bisa ngajak author1, 3 sama 4 buat main kesini T^T

    Uwaa~~ MAKASIH YA!! Udah mau baca FF ini~~ JONGMAL!! JONGMAL GOMAWO~~
    Buat Uci, Yessica, choconof, magnaelove, amelee, tantiblingkyu, sungwookie, richimachi, keyeonchan, KimLeeHee, yuliasakamoto, Dhikae, Shimi, cherrylicious, cho eunmi, yuri, kang sang woo, Rhy rhien, chi yeon saranghae taemin, SarangChoiMinho, Icusnabati, shayleeshr, rizonew, VayTeuKey, danna…*ada yg belum kesebut?? GOMAWO ^O^

    Oh iya~~ aku lupa ngasih tau, ada part yang terinspirasi sama Manga Jepang, Jigoku Shojo atau Hell Girl~~ Tapi beneran deh awalnya aku sama author satu nggak ada kepikiran buat masukin horroran~~ elah~ tapi author tiga ngasih tau aku katanya dia mau msukin itu~~ jejeje~~ *curcol*

    Ya udah~ segini aja dulu~~ maaf nggak bisa balesin satu-satu~~ yaa~~ *bow 90 derajat*
    dadah~~ *lambai-lambai tangan bareng Onew* wekekeke

  13. Eh ini kan hell girl ya?
    Tapi beda sih alur ceritanya
    Aku suka!Aku bayangin ceweknya yang jadi hell girl >.<
    Seruan dibikin cerita dariada komiknya!

    Keren un!

  14. YYA ALLOOOOOOOOOOOOHH
    AUTHORNYA ADA 4 ??
    SUMPAH BAGUS BANGEEEEEEEEEEETT

    terinspirasi dari hell girl, yaa ??

    tapi…
    BAGUS BANGEEEEEEEEEEETTT
    DAEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKK !!

  15. KEREEEEEEENNN!!!
    hahahaha…..
    walaupun rada porno dikit,,tapi seru…
    hahahaha…….
    i like it,good job!
    *rianti carthwright mode on*
    DAEBAK!!
    90 jempol buat author-author’y!!!
    ^.^

  16. huaaaaa gila rame sumpah !
    authornya ajiiiiiib !!!!!
    tadinya kagak mau baca gara-gara castnya minoppa -,-
    tapi kyknya ada setan suruh bilang “baca lo!” jadi dibaca dah . waaaah ga nyesel baca ni ff 😀
    walaupun awal-awal mengerikan tapi trnyata akhirnya happyending juga .
    huaaaaaaaa DAEBAAAAAAAAK !!!!! ^___^

  17. Kerennnnnn….
    Daebak author-author!
    Benci2, sebel2, akhirnya demen juga m Minho.keke..

    minho emang keren^.^v

  18. ini FF NC pertama yg aku baca di umurku yg ke 17 ini
    Haha… biasanya nyolong” baca sih. tp skrng udh 17 kok
    Ih waw!!! so sweet (?)

    Pairingnya rame amat yak?!! gak sikut”an pas bikin?

    FFnya bagus ^^
    senangn rasanya mulai skrng bisa baca NC dgn bebas

  19. alhamdululillah,,
    happy ending
    untung minho ngk jd mati,,,
    *trima kasih bwt jisun bwt sumbangin nyawa’a,,
    #plaakk, dasar jahat

    si hye min pabo ni, brani’a ktik nama minho,, bneran trjd gmn…??
    Jd janda dah lu hye min….

    mian ya para author yg 4 org, mian sya baca tanpa ijin,,,
    tp, nie ff BAGUS, DAEBAK dah,,
    4 juempol bwt para author,,,

  20. Jadi Hye min akses Death Portable *plesetan death note* ya?
    Agak bingung sebenernya, tewasnya Ji Sun kurang dijelasin walopun udh di deskrip sama Hyemin sih.*plak*
    Trus juga peralihan jisun mati ke minho hampir mati *ditabok Minho* kayaknya juga kurang. Soalnya tiba-tiba Hyemin langsung suka, padahal sepupunya mati. (ya walopun jisunnya juga yg pabo)
    Storylinenya cakep walopun agak bingung (efek banyak author banyak couple)..
    Nih FF ‘ter-rame’ yang pernah akika baca..
    Capcus cyin…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s