Beautifull Life – Part 2 (END)

Beautifull Life – part 2

Author: ryu rieztka

Cast: Lee Taemin, Go Eun Ra

Support Cast : Kim Yoo Rin

Length : Twoshot (part 2)

Genre : romance,comedy

Rating : PG-15

Note : anyyong aku balik lagi dengan judul baru..heheheehe nie cerita ga tau mau ke mana jalan ceritanya…monoton and kurang lebih aja sama FF q sebelumnya..tapi dari pada jamuran cma di simpen di kompi lebih baik q share aja……jadi mianhe klo jlek bin amburadul nie ff….*bow*…tapi walaupun jelek tetep coment ya……^_^

Oya mianhe buat taeminst mianhe..taemin aku zolimin di ff ini…mianhe…*bowing*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Taemin POV

Aku mengkrejapkan mataku….aku masih belum bisa tertidur….saat aku lihat ke bawah..eun ra sudah tertidur dengan pulasnya…..

“dasar yeoja polos….”selalu saja bisa ku permainkan..aku tersenyum melihatnya tertidur dengan pulasnya…..

Aku turun dari kasurku menghampiri eun ra lalu ku bopong ia untuk ku pindah ke kasur……”aisshh ternyata kecil-kecil tubuhnya berat juga..”gerutuku saat membopongnya.

Ku letakkan ia di kasur…lalu ku tarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya…..”hoaamm…”aku menguap tanda jika aku sudah mengantuk….”aku tidur di mana sekarang jika ia di sini…???”

“ah bodolah..aku tidur saja di sini..lagi pula aku tidak akan berbuat macam-macam padanya….”ku rebahkan tubuhku di sebelah eun ra……

“taemin..eun ra…bangunnn…!!!!!”ku rasakan tubuh ku di guncang-gungang oleh seseorang…….

Aku bangun dan duduk…mataku masih sangat lengket..dan saat ku lihat kesamping aku melihat eun ra….lalu

“KYYYYAAAAAA…….!!!!!!!!!”ia berteriak dan membuatku juga ikut berteriak karenanya…..

“YA….!!! Kalian berdua itu hobby sekali teriak-teriak..ga malam..ga pagi….!!!!! Cepat bangun dan turun ke bawah appa sudah menunggu kalian untuk sarapan bersama di bawah….!!!”ucap umma

“YA…!!kenapa aku bisa ada di atas…??kau mau berbuat apa pada ku huh….!!!”runtu eun ra setelah umma keluar dari kamar

“aku tak berminat menyentuhmu..”ucapku asal sambil mengakak rambuknya kasar dan berlalu menuju kamar mandi

“YA..!! taeminshi….”ku lihat ia memanyunkan bibirnya yang terlihat imut

 

Eun Ra POV

“aisshh…apa lagi maunya anak itu sich….???”

Kulihat ia keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian yang rapi….

“mau ke mana taeminshi….??”

“bertemu yoo rin..”jawabnya singkat

“nugu..??”

“yeojachingu ku…”

“dugh..!!”seperti ad yang menghantam hatiku saat aku mendengar perkataan taemin tadi

“owh..”jawabku pura-pura tenang

“ada yang salah..??”tanyanya lagi

“anieo..”jawabku sambil mengalihkan wajahku dari pandangannya

“kau tidak cemburukan…???”sekarang ia malah menggodaku sambikl mendekatkan wajahnya kearah ku

Aku mundur dengan cepat dan langsung masuk ke kamar mandi..entah mengapa air mata jatuh begitu saja..”ya ini memeng pernikahan tanpa cinta eun ra buat apa kau menangisinya..”aku hanya dapat merutuki sendiri nasibku sekarang…..

Saat aku keluar dari kamar mandi ku lihat ia sudah tak ada..aku pun turun untuk ikut sarapan bersama….dan saat sampai di ruang makan ku lihat ia sudah duduk manis di sana..appa dan umma tersenyum ke arahku..

Aku duduk di sebelah taemin sekarang..ia mengambilkan sebuah roti selai untukku..dan aku hanya dapat tersenyum melihat tingkahnya itu…”tuhan jikapernikahan ini memang tanpa cinta maka jangan biarkan ia selalu memperlakukan aku seperti ini..karena ini hanya bisa membuat aku sakit pada ahirnya….”desah ku dalam hati

“umma,appa aku berangkat..”ucap taemin sambil beranjak dari duduknya…

“ke mana..??”Tanya umma

“kampus..” jawabnya bohong..padahal aku tau kalau ia akan pergi menemui yeojachingunya..

Saat ia sudah berjalan ke arah pintu tiba-tiba ia berhenti..lalu menghampiri ku….

“eunra aku pergi dulu ya…”ucapnya sambil mengecup lembut keningku….>//<

“ne..”jawabku setengah kaku dangan pipi yang merona

Kenapa kau harus lakukan ini taemin..ini hanya akan membuat ku tambah menyukaimu….

###

Sudah satu bulan lebih aku hidup bersamanya…ia tetap memperlakukanku seperti pertama kali kami bertemu…tetap menjahiliku dengan keusilannya..dan mungkin satu yang berubah sekarang…yaitu aku mencintainya,

Ya hidup ini aneh memang aku memiliki suami,tetapi suamiku juga memiliki seorang pacar dan aku tak dapat melarang itu karena itu adalah kesepakatan yang telah aku buat dari awal…..

“kau ingin bertemu yoo rin lagi..??”Tanya ku saat taemin hendak memakai sepatunya

“hemm..”jawabnya singkat tanpa berkata

“jangan takut aku masih akn jadi suamimu ko selama sebulan ini…”godanya setelah selesai memasang sepatunya

“taeminshi…”belum selesai aku berbicara ia sudah memotong ucapanku

“eun ra bisa kah kau tidak menggunakan embel-embel ‘shi’ di namaku …??”tanyanya

“waeyo..??”

“aku ingin kau memanggil ku oppa..”jawabnya..

“mwo oppa…???”

“ne…”

“andwe….”

“kenapa..??”
“umur kita sama kenapa aku harus memanggilmu oppa…??”

“ayolah eun ra..hanya untuk detik-detik perceraian kita saja..??”pintanya dengan lembut..

“andwe…suruh saja yoo rin yang memanggil mu oppa..”jawab ku ketus sambil berlalu meninggalkannya……

Taemin POV

“Kenapa sich di suruh manggil oppa saja mesti marah begitu..??”tanyaku heran saat ia sudah berlalu meninggalkanku

Ah sudah jam sepuluh aku janji dengan yoo rin jam setengah sepuluh..gawat…aku langsung melesat meninggalkan rumah tanpa mempedulikan eun ra yang masih marah…

Sampai di taman aku sudah melihat yoo rin sedang duduk manis di salah satu kursi taman….aku pun langsung menghampirinya..

“mianhe sudah menunggu lama….”ia langsung menoleh saat mendengar suaraku….

“ah..gwenchanayo jaggi…”

“sekarang kau mau kemana…??”tanyaku padanya

“kemapun asal bersamamu aku akan ikut…”jawabnya…

“ya sudahlah kalau begitu kita makan dulu saja ya aku lapar…”ajakku

“oke…kajja..”ia langsung menarik tanganku

 

Yoo Rin POV

Sejak sampai di kafe dan sekarang kami sedang menyantap makanan topic pembicaraan yang taemin bicarakan hanya tentang eun ra yeoja yang merebutnya dariku..seorang yeoja yang kini menjadi istrinya..taemin taukah kau jika aku sudah muar mendengarkan kau selalu membicarakannya ahir-ahir ini setiap kita bertemu…

“jaggi..bisakah kau berhenti membicarakan eun ra…???”tanyaku menyela pembicaraannya yang ingin membicarakan eun ra lagi…..

“eh..??”ia bertanya bingung…

“jaggi kau dari tadi selalu membicarakan eunra…dan bukan hari ini saja ahir-ahir ini kau selalu membicarakannya jika kau sedang bersamaku…”jelasku padanya….

“benarkah…??”tanyanya tanpa rasa bersalah

“apa kau sekarang mulai mencintainya….???”tanyaku menyelidik

“mwo..kau bilang apa tadi…???”tanyanya pura-puta tak mandengarkanku

“sudahlah lebih baik ayo kita pergi bermain sekarang..”ajaku

Aku tak ingin jika ia menyadari bahwa sekarang yang di hatinya bukanlah aku lagi melainkan yeoja bernama eun ra itu…walaupun aku tau semua tapi aku tetap ingin taemin sekarang tetap di sisiku…apakah aku jahat jika berfikir seperti itu…??..kami sama-sama mencintai taemin..yang mencintai taemin lebih dulu adalah aku..apa salah aku tetap mempertahankan orang yang aku cintai tetap bersamaku….??

 

Taemin POV

“benarkah apa yang di ucapkan yoo rin tadi…???”

“apa benar aku mulai mencintai eun ra…??”aku bertanya pada diriku sendiri..

Ah..andwe..andwe….ini pernikahan tanpa cinta taemin..jadi jangan pernah kau memikirkan untuk mencintai eun ra..lagi pula pernikahan ini hanya tinggak beberapa minggu saja lagi…..

Aku masuk ke dalam rumah ku lihat tidak ada siapa-siapa..umma dan appa kemana..inikan sudah jam tujuh malam biasnya mereka ada di rumah untuk makan malam bersama….

Eun ra kemana ya…??..aku mencarinya ke dapur..kamar..lantai atas dan lantai bawah tetapi nihil aku tak bisa menemukanya…..aku lelah mencarinya lalu kurebahkan tubuh ku di sofa ruang keluarga..ku pejamkan mataku karena kurasa aku sangat lelah hari ini…

Tak selang berapa lama aku memejamkan mata..aku merasa ada seseorang yang menepuk-nepuk pelan pipiku…

“taeminshi..taeminshi…bangun…”ku dengar suara eun ra membangunkanku..

“waeyo..??”tanyaku mesih setengah sadar

“bangunlah..jika kau ingin tidur pindah ke kamar..di sini dingin nanti kau bisa sakit..”jawabnya menghawatikan ku

Aku bangun dan duduk tepat di depannya sekarang…”ya eun ra…suhu hari ini memang sangat dingin..kalau begitu kau tidur denganku ya..hangatkan aku…”godaku padanya

“plakk…!!!”sebuak bogeb tepat melesat di kepalaku…

“bisakah kau berhenti menggodaku..dasar mesum…”pekikny sambil meninggalkanku…..

Aku hanya dapat menghela nafas panjang saat ia meninggalkan ku..namun entah mengapa tubuh ku refleks untuk mengejarnya dan aku memeluknya dari belakang..

“taeminshi..apa yang kau lakukan..lepaskan aku…..”rontanya mencoba melepas pelukanku

“eun ra..hari ini bukan hanya suhu udara yang dingin,tapi hatiku pun ikut membeku..jadi ku mohon biarkan aku tetap seperti ini,beberapa menit saja..”ucap ku padanya

Ia hanya diam membiarkan aku memeluknya tanpa berkata apapun…

 

Eun Ra POV

“huh..dasar bocah mesum tak henti-hentinya ia menggodaku…”grutuku sambil meninggalkannya duduk sendiri di ruang keluarga…

Tapi “gerpp”aku merasa ada seseorang yang memelukku dari belakang..dan aku yakin itu pasti taemin…

“taeminshi..apa yang kau lakukan..lepaskan aku…..”rontanku mencoba melepas pelukannya

“eun ra..hari ini bukan hanya suhu udara yang dingin,tapi hatiku pun ikut membeku..jadi ku mohon biarkan aku tetap seperti ini,beberapa menit saja..”ucapnya padaku

aku hanya diam membiarkan ia memelukku tanpa berkata apapun…sebenarnya aku menangis aku tak kuat menahan rasa ini padanya…rasa cinta yang tiada boleh ada dalam pernikahan ini.

Ya tuhan inikah rasa hidup tanpa boleh adanya rasa cinta..sungguh menyakitkan..aku tak mau lagi hidup dalam pernikahan seperti ini….sabar eun ra ini hanya kan beberapa minggu lagi..aku mencoba memenangkan diriku sendiri…ku seka air mataku pelan agar taemin tidak bisa melihatnya…..

Dan di saat taemin masih memelukku..umma dan appa dating dari arah belakang..

“taemin..sepertinya umma selalu datang di saat yang salah ya…??”goda umma pada kami..

Taemin dengan cepat melepas pelukannya dariku…lalu ia hanya dapat nyengir-nyrngir gajelas menjawab ucapan umma tadi…

“umma dan appa dari mana..??”Tanya taemin pada orang tuanya itu

“umma dan appa baru saja di undang makan malam…”jawab appa

“jangan-jangan klian baru di tinggal sebentar sudah berulah yang macam-macam ya…??”sekarang giliran appa yang menggoda kami…aishh ini satu keluarga memang memiliki hobby yang sama yaitu menggoda ku ..runtuku dalam hati..namun wajahku juga jadi merah sekarang karena ucapan appa tadi

###

Hari-hari pernikahan ku tinggak sebentar lagi namun perasaan cinta ini makin lama maki bertambah..dan itu kian emnyiksa ku pula…karena atemin masih saja berhubungan dengn yeoja cingunya yang bernama kim yoo rin itu..

Suatu waktu..taemin pergi bersama yeojachingu nya..dan aku bosan berda sendiri di rumah memutuskan untuk pergi jalan-jalan…..

“aishh..eun ra bisa kah kau sehari saja tidak memikirkan bocah mesum itu….”aku berdesah kesal pada diriku sendiri sambil berjalan menuju taman di dekat rumah

Namun ketika aku baru mulai mengijakan kakiku di taman..aku melihat seseorang yang sepertinya..itu seperti taemin…???ia bersama seorang yeoja…apa itu yeojachingu nya…??untuk melihat lebih jelas aku pun mendekat untuk melihatnya

Saat aku sudah berada lumayan dekat dengannya…ya aku bisa memastikan itu memang taemin dan yeojachingunya…aku berniat meninggalkan taman ini dari pada aku harus menangis di depan umum karena tidak bisa menahan emosiku….

Tapi saat aku hendak pergi aku melihat seseuatu yang sangat membuat hatiku perih dan tak bisa lagi menahan air mata yang sedari taid ku tahan..air mataku terjatuh saat melihat mereka melakukan hal itu di depanku (???)…..

 

Yoo Rin POV

Aku sedang duduk berdua di taman dengan taemin..tiba-tiba ia membicarakan tentang eun ra lagi.. dan kesabaranku sudah habis saat ini..

“Ya..!!lee taemin bisakah kau tidak membicarakan wanita itu saat bertemu denganku..”ucapku memotong pembicaraannya…

Taemin hanya dapat terdiam dan menundukan kepalanya sejenak…

“yoo rin-ah..sepertinya benar apa yang pernah kau ucapkan padaku dulu..kalau sekarang aku memang mulai mencintai eun ra..”ucapnya yang sontak membuatku kaget…

“YA…!! Lee taemin bukankah kau pernah bilang kepadaku jika kau akan emceraikan dia jikau kau sudah menikah selama dua bulan bersamanya,sekarang tepatilah perkataanmu itu..”ucap ku dengan nada yang sedikit tinggi….

“maaf yoo rin-ah sepertinya sekarang aku baru sadar bahwa aku mencintainya..jadi aku tak mungkin melepaskannya..”jawabnya yang membuatku sungguh sangat kesal…

Dan di saat itu juga aku melihat seorang yeoja berusaha mendekat kearah kami… ia mengenakan dress selutut berwarna pink…sepertinya aku mengenal dress itu..??..ah benar itu dress yang sama seperti taemin balikan untukku seminggu yang lalu dress itu kembar yang satu berwarna biru dan satunya berwarna pink..dan seingat ku taemin membeli kedua-duanya ia bilang yang satu akan ia berikan pada istrinya….”berarti yeoja itu eun ra istri taemin..”pekikku dalam hati saat melihat yeoja itu…ku lihat ia makin mendekat kea rah kami..

Dan sekarang aku tau apa yang harus ku lalukan untuk merebut lagi taemin dari yeoja itu..aku sengaja mendekat ke tubuh taemin dan..CUPP..!! aku mencium bibir merahnya..taemin mencoba melepaskan ciuman ku namun aku mencoba memaksanya..sampai ahirnya ia bisa melepaskannya dan ia menoleh kearah samping tepat di mana eun ra berdiri dan melihat kami…

Taemin yang melihat eun ra ada di sana dalam keadaan menangis dengan segera menghampirinya….ku lihar eun ra sudah berjalan meninggalkan tempatnya dan taemin berhasil menyusulnya..aku pun juga ikut berlari menghampiri mereka

Ku lihat taemin berhasi meraih tangan kanan eun ra..nemun eun ra berusaha melepaskannya…..

“eun ra berhentilah aku bisa menjelaskan apa yang terjadi..ini tidak seperti yang kau lihat…”pinta taemin sambil terus memegang sebelah tangan eun ra

“taeminshi..aku tau pernikahan ini tanpa cinta tapi maaf aku tak bisa menepati janji pertama kita..rasa cinta itu sudah ada dalam hatiku untukmu,aku sadar aku hanyalah gadis desa,lugu dan bodoh…kau tak pantas untukku,di belakang mu sudah ada seoran gadis yang jauh lebih layak untukmu..mianhae…”jawab eun ra sambil berlalu meninggalkan taemin

Taemin ingin mengejarnya tapi aku mencoba menahannya..

“AH..AUWW..taemin tolong aku..perut ku sakit sekali..taemin..!!”kata ku berdusta agar taemin tidak bisa mengejar eun ra.taemin pun segera mendatangiku ia membiarkan eun ra pergi..

“gwenchanayo…??”tanyanya khawatir..

“mungkin maag ku kumat..”kata ku asal

“bisakah kau mengntarku pulang taemin..”taemin hanya menundukkan kepelanya lalu berdiri memepahku..”baiklah..”jawabnya singkat di iringi senyum yang sangat di paksakannya

Eun ra POV

Aku seperti orang hilang sekarang tak tau harus pulang ke mana.Aku tak mau pulang ke rumah taemin aku juga tidak bisa pulang ke rumah ku sendiri,karena yang aku tak membawa uang sepeser pun yang aku bawa hanyalah telepon genggam yang memang sudah ada di saku ku..ku ambil telepon itu dan mencoba mencaro seseorang yang dapat ku hubungi..”lebih baik sekarang ak menghubungi appa”begitu pikirku.

“yoboseo…??”

“appa bisakah aku bertemu sekarang..??”

“ada apa eun ra..??”Tanya appa

“aku akan jelaskan setelah kita bertemu appa..”

“baiklah..sekarang kau ada di mana appa akan menjeputmu..”

Aku duduk di halte bus di dekat taman..tampang ku begitu kacau mata sembab dan merah lalu air mata yang tak henti-hentinya mengalir sejak tadi..aku tak peduli jika harus menjadi perhatian public,rasa malu ku tak dapat menandingi rasa sakit hati ini..

Dan kini kulihat mobil appa sudah berhenti di depanku..appa turun dari mobilnya dan menghampiriku…

“eun ra kau tidak apa-apa..??”Tanya apa khawatir melihat ku menangis.aku hanya dapat menunduk tanpa bisa menjawab apapun,aku tak kuat untuk bicara lagi..”baiklah appa mengerti keadaan mu..kau ada masalah dengan taemin..??”Tanya appa lebih lembut..

“appa bisakah kau antar aku pulang ke tempat orang tua ku..??”tanyaku dengan sesenggukan..”baiklah tapi tidak sekarang appa tidak mau orang tuamu khawatir melihat keadaanmu seperti ini,kau tenangkan dulu pikiranmu jika kau tidak ingin pulang ke rumah appa akan menyewakanmu kamar hotel..”jawab appa yang membuat hati ku sedikit tenang…

Sudah dua hari aku berada di hotel,namun pikiranku masih saja kalut karena taemin..aku memutuskan untuk keluar mencari udara segar…

Aku berkeliling kota seoul sendirian menikmati indahnya gedung-gedung tinggi yang berjajar rapi di jantung kota ini..namun saat aku ingin menyebrang jalan aku melihat ada seorang yeoja yang menerobos lampu penyebrangan yang masih berwarna merah..sepertinya itu yoo rin,lalu aku melihat dari sebelah kiri datang sebuah sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi,dengan refleks aku berlari ke arahnya mencoba menyelamatkannya,tapi sayangnya ia berhasil ku dorong keluar jalan raya namun aku tak bisa menyelamatkan diriku sendiri..CKIITT BRUUAKKK..!!!!!

Aku merasa tubuh ku mati rasa sekarang,namun aku masih bisa melihat dan mendengar suara orang yang sekarang mengerumuniku..”YA.gadis bodoh kenapa kau menyelamatkan ku…??”teriak seseorang yang ku yakini itu adalah yoo rin

“yoo rin-ah taemin mencintai mu jadi ku pikir jika aku yang mati itu tidak akan merubah segalanya…??”jawabku sembari menyunggingkan senyum.

“dasar gadis bodoh..kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi……”ku lihat ia menangis lalu semuanya buram tak terlihat apapun dan aku tak mendengar apapun lagi.

Yoo Rin POV

“dasar gadis bodoh kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi..yang taemin cintai itu kamu eun ra..!!”ucapku sambil menangis..lalu kulihat ia tak berdaya sekarang..orang-orang di sekitarku segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Aku mencoba menghubungi taemin tetapi ia tidak mengangkat telepon dariku..sejak kejadian di taman itu sepertinya ia mulai menjauhiku telepon dan sms yang aku kirim untuknya tak pernah ia respon.ahirnya ku putuskan untuk mengiriminya sebuah sms yang pasti akan ia baca walau tidak akan dib alas.

To : my lovely

Tamin-ah aku tau kau marah padaku tapi kali ini aku mohon kau turuti permintaanku..datanglah ke rumah sakit ______ sekarang,karena baru saja eun ra mengalami kecelakaan dan sekarang aku tidak tau kondisinya….????

Tidal lama setelah aku mengirim sms untuknya..sekarang aku melihat ia berlari di ujung lorong rumah sakit ini…”mana eun ra..di mana eunra…??”tanyanya terengah-engah ia mencengkram kuat pundakku..kurasa ini bukti betapa ia mencintai eun ra…

“ia ada di dalam,dokter sedang menanganinya..aku tidak tau kondisinya sekarang…??”jawabku lemah…

Kriett…dokter keluar dari ruangan itu dan langsung di tanyai oleh taemin….”dokter bagaimana kondisinya…??”tanya taemin

“ia tidak apa-apa sekarang ia hanya mengalami geger otak ringan dan sebentar lagi pasti akan sadar..”jelas dokter itu yang membuat aku dan taemin bernafas lega mendengarnya…..

“kalian boleh masuk untuk melihatnya..”ucap dokter itu..

Saat taemin ingin masuk aku menahan tangannya”taemin,mianhe..mianhe karena aku hubungan kalian jadi seperti ini..”kataku sambil menahan tangis yang akan keluar.

“anieo..yoo rin-ah tanpa kamu pun hubungan ku dan eun ra memang sudah akan seperti ini…”jawabnya berusaha menghiburku

“kalau begitu masuklah temui dia,aku masih belum pantas untuk menemuinya sekarang aku malu pada diriku sendiri..jaga dia ya..dia yang pantas untuk mendampingimu taemin…”

Taemin hanya tersenyum ke arahku mengelus rambutku pelan dan berlalu masuk ruangan….

Taemin POV

Aku melihatnya tertidur dengan perban di kepalanya.untunglah tidak terjadi hal buruk padanya….sekarang ia mulai bergerak.mengkerjapkan matanya…lalu memandangku..

“apa aku sudah ada di surga…??? Kenapa malaikatnya mirip sekali taemin…???” tanyanya masih setengah sadar..

“aishh dasar gadis kampung bodoh..kau masih nidup tau..!!! malahan aku yang akan kau buat mati saat mendengarmu mengalami kecelakaan..”cercaku padanya

“MWO..!!benarkah..”jawabnya yang mulai sadar

“kenapa kau bisa ada di sini taeminshi..??”ucapnya lagi

“karena kau..”jawabku singkat

“heh…lalu mana pacarmu itu..??”tanyanya

“aku tak memiliki pacar yang aku miliki hanya seorang isrti yang bodoh yang tidak mau mendengarkan penjelasan suaminya kalau suaminya itu juga mencintainya..lalu ia kabur dari rumah dan sekarang hampir membuat suaminya mati karena mendengar seseuatu yang buruk terjadi pada istrinya..tapi tuhan juga sayang pada istriku yang bodoh itu hingga ahirnya tidak terjadi hal buruk padanya…”jawabku tanpa putus

“taeminshi…..”ku lihat air matanya sudah menetes saat ia memanggilku

“andwe..aku sudah bilang aku tidak ingin kau memanggilku seperti itu..”jawabku mencoba menghiburnya…

“taeminshi…..”ia masih memanggilku tapi aku pura-pura acuh padanya…

“taeminshiiiiiii…..”ia mulai memenggil labih lama tapi aku masih diam..

“taeminshiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……….”kini ia berteriak tapi aku masih saja acuh….

“hfuuuhhh…………….”ia menarik nafas pajang

“baiklah sekarang aku kalah….OPPA…!!!”ucapnya yang membuat aku menoleh ke arahnya….aku tersenyum tanda kemenangan

“puas sekarang kau bocah mesum..aku bisa memanggilmu oppa…..???”sekarang ia meledekku…..

Aku hanya terkekeh penuh kepuasan melihat ekspresi wajahnya yang sekarang seperti tomat masak yang merah..

“eun ra saranghae….”ucapku spontan yang membuat pipinya yang sudah merah kini bertambah merah..

“oppa bisakah kau berdiri sebentar…??”pintanya padaku..

Aku pun menurut saja.aku berdiri lalu tiba-tiba ia menarik kerah bajuku dan..CUPP!!! aku sangat terkejut ia mencium bibirku tiba-tiba..lalu ia berbisik di telingaku…”nado saranghae oppa..”desahnya yang membuatku merinding.

Aku menatap wajahnya “YA!! Apa yang kau lakukan barusan..??”ucapku pura-pura marah…ia terlihat sangat terkejut melihat reaksiku

“mianhae..kau tidak suka oppa..??”jawabnya lemah…

“anieo..aku tidak suka kau seperti itu..aku kan belum siap…”jawabku yang membuatnya melotot kearah ku….

“YA!! Lee Taemin…!!”ku lihat ekspresinya sangat lucu sekarang..

Aku hanya tertawa puas melihatnya marah..”ya!! kau belajar dari siapa huh..menyerang orang yang belum siap seperti itu…??”tanyaku menggodanya lagi…

“dari mu…!!!”jawabnya yakin…

“MWO..!! dariku benarkah..??kalau begitu kau mau ku ajari hal lain yang lebih dari itu…?????”kini aku semakin menggodanya dan mendekatkan tubuh ku ke arah ranjangnya.ia yang semula terduduk kini menjadi posisi tertidur karena aku memojokan tubuhnya…..dan tidak lupa pula aku memainkan ekspresi wajahku dengan genit….dan ia hanya dapat mundur terpojokkan sambil memejamkan matanya dan berteriak kearah ku..

“YAA!!!! BOCAH MESUM APA YANG INGIN KAU BUAT HUHH…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

END……….

Gmana ahir cerita yang aneh ini…???ku harap ada yang suka…hehehe

Coment ya……^0^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


 

I Must Kill You….But, I LOVE You – Part 6

I must kill you….but, I LOVE You – Part 6

Author : Arisachan97

Cast : Arisa—-Kim Ri Sa

Choi Minho

Support : SHINee, SMEnt.

Genre : Romance, Action

Rating : PG-13

a/n : maaf kalau ceritanya gak jelas dan… maaf kalau lanjutannya bakal lama…. Harus fokus belajar… bentar lagi ujian kenaikan kelas….

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Arisa POV

Ternyata jadwal mereka benar-benar banyak! Aku tidak menyangka mereka akan sesibuk ini. Onew-oppa, Key-oppa, Jonghyun-oppa, Minho-oppa, dan Taemin-oppa punya jadwal setiap hari. Kehidupan artis itu sepertinya sangat sulit ya……

Aku berkutat dengan laptop miniku. Mengetik file-file yang diberikan Onew-oppa tadi.  Hmmm…. Besok jadwal Jonghyun-oppa dan Key-oppa untuk kuliah.. Taemin-oppa sekolah… Onew-oppa drama musical…Minho-oppa syuting Dream Team…

“Hei…Nona Manager… apa jadwalku besok?” tanya seseorang dari belakang.

“HYAA! Jonghyun-oppa….. mengagetkanku saja!! Mau membuatku sakit jantung ya???” jawabku terkejut setengah mati.

“Hahahahahaha…. Maaf, maaf….. aku tidak bermaksud… kau serius sekali dari tadi… Jadi, apa jadwalku besok?” katanya lagi.

“Besok oppa kuliah….dari jam 8 sampai jam 2…  setelah itu ada …………dan………..”

“Ya! Sudah cukup tak usah diteruskan! Aku sudah tau….”

“Kalau sudah tau kenapa nanya?”

“Iseng…..”

“Ya! Kalau begitu tak usah menggannguku! Ganngu yang lain saja…”

“Sudah….. tinggal kamu yang belum….”

“Hah…ya sudah lah…. Terserah oppa saja…”

“Hei… aku punya pertanyaan….”

“Apa?”

“Apa kau menyukai Minho?”

“EHH????”

“Aku tanya… apa kau menyukai Minho?”

“Tentu saja aku menyukainya!!”

“Benarkah???”

“ Benar kok! Aku juga menyukaimu oppa….. Taemin-oppa, Key-oppa, Onew-oppa…. Semuanya aku suka!”

“Oh…. Terima kasih dongsaeng-ku yang cantik!!! Rasanya aku ingin sekali memelukmu!!”

“Oppa ada-ada saja…. Sudahlah jangan mengganggu lagi… pergilah..”

“Yah… aku diusir lagi… hiks…hiks….. aku main sama Key aja deh didapur!”

“Ya..pergilah…”

“Hu-uh!”

Jonghyun-oppa pergi meninggalkanku. Kenapa Jonghyun-oppa menanyakan hal itu? Sungguh tak bisa dimengerti…. Aku kembali berkutat dengan laptop kecilku…. Tidak usah memikirkan kata-kata Jonghyun-oppa tadi….

***********

Minho POV

Aku benar-benar bosan!! Kulempar saja stick PS keatas sofa. Hmmm…..Ri Sa sibuk dengan laptopnya, Taemin sibuk mengerjakan PR sekolahnya, Onew-hyung sudah tidur lagi, Key sedang berkutat di dapur kesayangannya, Jonghyun-hyung…..kemana dia ya? Biasanya dia akan mengganggu kami berempat jika tidak ada kerjaan…. Tumben sekali masih sepi…

“HYAA! Jonghyun-oppa….. mengagetkanku saja!! Mau membuatku sakit jantung ya???”

Hmph…. Sepertinya sudah dimulai keisengan hyung-ku yang satu ini… dan korbannya adalah Ri Sa..

“Hahahahahaha…. Maaf, maaf….. aku tidak bermaksud… kau serius sekali dari tadi… Jadi, apa jadwalku besok?” seru Jonghyun-hyung.

“Besok oppa kuliah….dari jam 8 sampai jam 2…  setelah itu ada …………dan………..”  jawab Ri Sa.

“Ya! Sudah cukup tak usah diteruskan! Aku sudah tau….”

“Kalau sudah tau kenapa nanya?”

“Iseng…..”

Hyung-hyung….. apa aku tidak pernah bosan? pikirku dalam hati sambil geleng-geleng kepala. Aku kembali memperhatikan mereka.

“Ya! Kalau begitu tak usah menggannguku! Ganngu yang lain saja…”

“Sudah….. tinggal kamu yang belum….”

“Hah…ya sudah lah…. Terserah oppa saja…”

“Hei… aku punya pertanyaan….”

“Apa?”

“Apa kau menyukai Minho?”

Hei,hei,hei… apa-apaan ini… mau apa hyung menanyakan hal itu???

“EHH????”

“Aku tanya… apa kau menyukai Minho?”

“Tentu saja aku menyukainya!!”

DEG! Jantungku serasa berhenti berdetak. Ri Sa menyukaiku? Benarkah? Kenapa aku menjadi sangat senang mendengarnya? Apa aku juga menyukainya?

Ri Sa, apa yang kau katakan itu benar? Apa aku sedang bermimpi? Mimpikah aku saat ini?

Kucubit lenganku. Sakit. Berarti ini bukan mimpi! Senangnya~~~~

Aku berjalan menjauh….. aku senang sekali….. mood-ku menjadi bagus lagi dan aku ingin sekali bermain winning eleven ^^…….. aku pasti menang!!!!

*************

Jonghyun POV

Aku benar-benar bosan hari ini…… Onew-hyung sedang tidur, Taem sedang mengerjakan tugas sekolahnya, My ‘lovely’ Key sedang berkutat dengan dapurnya, Minho main PS…. Mereka sama sekali tidak bisa diganggu….. Hmm… Ri Sa sedang apa ya??? Ku ganggu dia aja deh… hehehehehe ^^

““““““““““`

Hehehehehe… dia sedang sibuk dengan laptopnya… mungkin mengetik jadwal-jadwal kami….. mungkin dia yang paling bisa ku ganggu hari ini….

“Hei…Nona Manager… apa jadwalku besok?” tanyaku dari belakangnya.

“HYAA! Jonghyun-oppa….. mengagetkanku saja!! Mau membuatku sakit jantung ya???” jawabnya terkejut setengah mati.

“Hahahahahaha…. Maaf, maaf….. aku tidak bermaksud… kau serius sekali dari tadi… Jadi, apa jadwalku besok?” tanyaku lagi.

“Besok oppa kuliah….dari jam 8 sampai jam 2…  setelah itu ada …………dan………..”

“Ya! Sudah cukup tak usah diteruskan! Aku sudah tau….”

“Kalau sudah tau kenapa nanya?”

“Iseng…..”

“Ya! Kalau begitu tak usah menggannguku! Ganngu yang lain saja…”

“Sudah….. tinggal kamu yang belum….”

“Hah…ya sudah lah…. Terserah oppa saja…”

Hmmm… aku melihat Minho sedang memperhatikan kami dari balik tembok karena pantulan kaca jendela. Terlintas sebuah ide gila dikepalaku.

“Hei… aku punya pertanyaan….” Kataku.

“Apa?”jawabnya dengan sedikit malas.

“Apa kau menyukai Minho?”

“EHH????”

“Aku tanya… apa kau menyukai Minho?”

“Tentu saja aku menyukainya!!”

“Benarkah???”

Ckckckckckck… jujur sekali anak ini…. Minho pasti loncat-loncat kegirangan nih…

“ Benar kok! Aku juga menyukaimu oppa….. Taemin-oppa, Key-oppa, Onew-oppa…. Semuanya aku suka!”

Oh, ternyata maksudnya itu adalah suka biasa…. Harusnya aku tanya apa dia mencintai Minho saja……

“Oh…. Terima kasih dongsaeng-ku yang cantik!!! Rasanya aku ingin sekali memelukmu!!”

“Oppa ada-ada saja…. Sudahlah jangan mengganggu lagi… pergilah..”

“Yah… aku diusir lagi… hiks…hiks….. aku main sama Key aja deh didapur!”

“Ya..pergilah…”

“Hu-uh!”

Teganya dia mengusirku…… padahal biasanya semua yeoja memintaku datang menghampiri…. Hah…

“Key-chagi~~~~~” seruku pada Key.

*Pletak* “Hyung! Berapa kali harus kubilang…. Jangan panggil aku seperti itu!!!” jawab Key.

“Ehehehehehe….. hei, apa menurutmu Ri Sa menyukai Minho?” tanyaku mengalihkan perhatian.

“Mmmmm… entahlah…. Kalau kulihat sih dia sepertinya hanya menyukainya sebagai kakak, tidak ada sorot memuja dimatanya…. Malah menurutku Minho yang menyukainya….”

Jiah… anak ini benar-benar Almighty! Bisa-bisanya membaca wajah orang! Hanya dengan seperti itu dia bisa tau….

“Hmmm…… menurutmu dia menyukai siapa?”

“Hmmm…. Menurutku dia menyukai kita semua…..  sebagai kakak….”

“Oh.. aku penasaran apa dia mempunyai pacar atau tidak….”

“Hyung.. kau itu pikun ya? Waktu kita membuntuti Minho dan Ri Sa kan, Ri Sa bilang kalau dia tidak punya pacar…”

“Tapi, tetap saja dia pasti punya orang yang disukai kan?”

“Tentu saja, dia pasti menyukai seseorang……. Tapi,…Hyung, jangan suka ikut campur urusan orang…”

“Iya,iya…. Key, temani aku~”

“Tidak mau, aku mau bersihin dapur, kalau kau mau, bantu aku!”

“Baiklah… aku benar-benar bosan….”

****************

Arisa POV

Hah… akhirnya selesai juga….aku tidak tau kenapa aku menikmati tugasku kali ini… rasanya aku tidak ingin kalau tugas ini cepat selesai… aku masih ingin bersama dengan mereka……

“Uwaaaaa!!! Kenapa sih songsaenim memberikan tugas yang sangat sulit seperti ini?????” kudengar teriakan seseorang. Suara Taemin-oppa.

“Oppa? Apa ada masalah?” tanyaku.

“Eh? Yah…. Ini aku bingung maksud soal ini apa…” jawabnya.

“Soal apa? Boleh kulihat?” Taemin-oppa memperlihatkan sebuah soal fisika.

“Astaga oppa…. Ini kan hanya pengembangan dari pelajaran fisika SMP…. Kalau oppa tau dasarnya, soal ini kan sangat mudah…..” kataku.

“Yaakk! Kau mau mengejekku?” serunya sambil cemberut.

“Bukan,bukan…. Maksudku, harusnya kan oppa tau….. memangnya oppa tidak pernah belajar ini waktu  SMP?”

“Waktu aku SMP kan aku training…jadi aku banyak lupa pelajaran…”

“Yah oppa… ini biar kuajarkan caranya…” aku mulai menjelaskan hal-hal dasar pelajaran fisikanya, tentang gaya gravitasi. Dia dengan serius mendengarkanku…. Aigoo~~ tampangnya jika serius imut sekali~ ingin rasanya kucubit pipinya…..

“Bagaimana? Sudah mengerti?” kataku akhirnya.

“Ne, sudah mengerti! Cara mengajarmu lebih enak dibanding songsaenim dikelas…. Lebih baik kau jadi guru saja Ri Sa-ah… ngomong-ngomong…. Kok kamu bisa tau alias mengerti pelajaran kelas 3 SMA?” jawabnya.

“Eh? Apa aku belum bilang kalau aku sudah lulus sekolah?” kataku.

“MWO??????”

“Iya, aku sudah lulus SMA tahun lalu, kuliahku selesai bulan lalu…”

“Ri Sa, kau tidak bercanda kan??”

“Untuk apa aku bercanda oppa….”

“Kamu masuk sekolah umur berapa?”

“Aku masuk SD umur 5 tahun, karena aku bisa mengerti pelajaran dengan cepat, aku lulus SD umur 9 tahun, SMP umur 11 tahun, SMA umur 14 tahun dan tahun ini atau lebih tepatnya bulan lalu aku baru selesai kuliahku……”(reader : boong banget tuh!)

“Hyaa….. aku merasa seperti orang terbodoh didunia…”

“Jangan begitu oppa, ucapan adalah do’a…”

“Ne,ne,ne…… kalau begitu… Ri Sa-ah, bantu aku belajar  ya?ya?ya?”

“Tentu saja oppa…”

“Yay!!” Taemin-oppa memelukku. Aku terkejut.  Pelukannya hangat. Seperti pelukan Ren. Aku tidak bisa memberontak. Aku menikmati pelukannya. Rasanya semua kecemasanku hilang.

“Apa yang kalian berdua lakukan?” seru sebuah suara. Suara itu… suara Minho-oppa. DEG! Peraasaan itu muncul lagi. Perasaan bersalah itu….. ada apa denganku???

“Eh?…Huaa… mianhe Ri Sa-ah…. Aku tidak sengaja!!” kata Taemin-oppa yang baru sadar.

“Gwenchana oppa….. kalau ada masalah bilang saja ya….” Jawabku. Aku segera meninggalkan mereka berdua. Aku tidak ingin menatap mata Minho-oppa. Jika aku menatapnya perasaan itu selalu muncul….

Aku meninggalkan dorm SHINee. Tak kupedulikan seruan Key-oppa yang memanggilku tadi. Aku melangkahkan kakiku tanpa tentu arah. Tiba-tiba kurasakan seseorang menepuk pundakku.

“Nona, sepertinya kau tidak tau kalau tidak baik seorang gadis berjalan sendirian…. Apalagi gadis cantik sepertimu…” serunya sambil menyeringai.

*********

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


Greece in Present – Part 1

Greece in Present – Part 1

Author            :  Lee Chira

Length           :  2shots/3shots

Genre             :  Fantasy, Romance, Mythology

Rated             :  General  /  PG13

Main Cast      :

SHINee – Lee Taemin a.k.a Icarus

SHINee – Choi Minho a.k.a Mars

Justice (OC)

Venus / Aprhodite (OC)

Minor Cast :

Jupiter / Zeus (OC)

Juno / Hera (OC)

Disclaimer : Lee Taemin and Choi Minho belong to themselves, parents, SHINee and SM Ent. The other cast belong to my imagination based on my unbelievable dream. So does the plot.

PS :  90% berdasarkan mimpi sy di siang bolong. Asli mimpi yg aneh+GJ sangat!! Selamat datang di dunia mimpiku yg g normal ini.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Mars POV)

“Kau pikir kau siapa, idiot?”

Suaranya meninggi seraya berjalan mengelilingi ruangan, menjauhiku. Ia menatapku garang. Sepertinya ia benar-benar marah. Hal yang biasa sebenarnya buatku. Di hadapan banyak orang, ia adalah sesosok dewi perkawinan yang lembut. Ia dikenal cukup bijaksana, apalagi ia sering menyelamatkan hubungan kekasih ataupun suami-istri. Huh! Penyelamat apanya? Mungkin aku adalah satu-satunya orang yang berpendapat bahwa perempuan di depanku ini cukup mengerikan. Ia hampir-hampir tak pernah bersikap baik padaku, apalagi lembut. Dan aku sudah membuang jauh-jauh keinginanku untuk melihatnya bersikap manis padaku. Bersikap manis di depanku itu sudah biasa tapi pada orang lain, bukan padaku.

Rasa-rasanya ia memiliki dua kepribadian. Kepribadian baik yang ditunjukkan kepada orang lain, dan kepribadian mengerikan yang hanya ditunjukkannya padaku. Aku tidak tahu apakah harus senang atau tidak, setidaknya akulah satu-satunya orang yang mengenalnya dari dua sisi. Dan masalah dia sebagai penyelamat hubungan orang lain? Memang betul adanya. Suami-istri yang hampir bercerai menjadi rukun kembali, kekasih balikan lagi. Bahkan yang sudah cerai saja berdamai dan rujuk kembali. Kekuatannya sebagai seorang dewi perkawinan memang membuatnya seperti itu.

Ia diidam-idamkan. Bijaksana, lembut, baik hati, dan ia berparas cantik. Amat cantik malah. Bahkan meskipun saat sedang naik darah seperti ini, ia tak kehilangan kecantikannya. Sebuah gaun perak panjang sampai kakinya membuatnya terlihat anggun. Rambut merah panjang yang bergelombang, mata bulat berwarna hijau berkilau, bibir merah muda. Semuanya terangkai di dalam wajahnya yang meninggalkan kesan lucu dengan pipi chubby-nya. Dan yang terpenting adalah statusnya sebagai seorang dewi.

Dewi. Kami hidup di zaman yunani kuno. Dengan dia sebagai dewi perkawinan dan kecantikan yang dipuja-puja. Dia adalah Venus. Dan aku adalah Mars. Kalau kalian mengetahui jalan cerita tentang yunani kuno seperti aku atau dia, kalian pasti tahu bahwa dalam cerita tersebut aku adalah suami Venus. Tapi kita tidak akan membicarakan masalah cerita yang itu. Karena entah ada angin apa, sekarang cerita itu berubah 270 derajat dari semestinya. Ia, Venus, memang masih bersamaku, Mars. Tapi bukan sebagai sepasang suami-istri yang rukun dan akur, melainkan sebagai pasangan kekasih. Bukan. Entahlah, aku juga tak tahu harus menyebutnya apa. Tapi ia adalah tunanganku. Kami djodohkan. Aku memang menyukainya. Hey, siapa coba yang tidak mau ditunangkan dengan seorang dewi seperti Venus? Aku yakin, beribu bahkan berjuta pria mengantri untuknya.

Ia memang tidak pernah menolak perjodohan itu secara langsung. Tapi hubungan kami sangat jauh dari perkiraan orang-orang. Kami sering bertengkar, tidak pernah akur, saling menyalahkan satu sama lain. Dan ia selalu berubah dari sosok malaikat menjadi ratu iblis bila hanya berada di hadapanku. Apa dia punya dendam kesumat padaku ya? Entahlah. Tapi perlahan-lahan aku mulai berpikir tentang hubungan kami.

Seperti hari ini. Ia mengamuk padaku. Oke, kali ini memang kesalahanku. Pada perang terakhir yang kupimpim, kami memang menang. Tapi kemenangan itu harus dibayar mahal dengan terlukanya salah satu komandan serangku. Komandan serangku yang paling muda dan baru dua kali ikut berperang. Icarus. Icarus adalah adik satu-satunya Venus. Lukanya lumayan parah, sangat parah malah menurut Venus. Sebuah burung api yang dilepaskan Icarus dipantulkan oleh lawan saat kami bersiap meninggalkan lokasi perang karena kemengan telak yang kami dapatkan. Saat itu kami sudah terlalu senang hingga mengacuhkan sisa pasukan lawan yang masih bernafas. Ia dengan sisa tenaga dan kekuatan mencoba bangkit. Icarus melihatnya dan melepaskan sebuah burung api. Burung api tepat mengarah pada si lawan itu. Tapi sebelum Icarus dan yang lainnya melihat akhir burung api itu, kami semua berbalik, termasuk Icarus. Dan selang beberapa detik kemudian terdengar teriakan Icarus. Aku menoleh dan menyaksikan burung api itu telah memantul dan mengenai Icarus, tepat di punggung kanan atasnya. Api berkobar, membuat Icarus meraung-raung.

Mengetahui hal itu, Venus marah bukan main. Sebuah tatapan penuh dendam ditunjukan padaku. Sekarang ia menangis. Tak sanggup menahan kesedihannya. Icarus memang masih hidup. Tapi kondisinya. Aku juga tak yakin. Ia tidak sedang baik-baik saja. Bagian tubuh sebelah kanannya sebagian melepuh. Tangan kanannya lumpuh sementara. Orang tua Venus, Jupiter dan Juno mungkin bisa memakluminya. Tapi bagaimana dengan Venus? Aku yakin, bila ia diizinkan, ia tak akan segan-segan membunuhku saat ini juga.

Aku berjalan mendekati Venus. Air mata mengalir di pipinya. Tapi tatapannya tetap menusuk ke arahku. Oke, mungkin lain kali baru aku bisa menjelaskan semuanya padanya.

(Author : oke, jadi di sini author menggabungkan karakter Venus dengan Juno. Semuanya demi kekuatan karakter. Dalam mimpi author, seperti itulah adanya. Mian)

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Aku berjalan keluar dari ruangan Venus. Aku tertunduk. Terlalu bersalah padanya. Tak sengaja aku menabrak seseorang. Ia meminta maaf lalu berjalan memasuki ruangan Venus. Aku melihat punggungnya yang perlahan menghilang. Sepertinya ia familiar denganku. Aku berjalan sambil berusaha mengingat. Dia..dia..Ah, aku ingat! Dia Justice. Justitia. Salah satu dayang Venus yang paling setia.

…………………………………………………………………………………………………………………………

Aku mendekati Justice. Hal ini berkenaan dengan usahaku untuk menjelaskan pokok permasalahan kepada Venus melalui Justice. Kami sering menghabiskan waktu bersama, sekedar membicarakan tanggapan-tanggapan Venus saat Justice berusaha memberitahu Venus apa yang sebenarnya terjadi secara perlahan.

Aku memperhatikan Justice yang mulutnya sibuk berkomat-kamit menceritakan tanggapan Justice. Deg! Aku terus menatap Justice yang sepertinya belum menyadari bahwa sedari tadi aku menatapnya. Dia cantik juga. Dialah yang sebenarnya lemah lembut. Aku belum pernah melihatnya marah atau bersikap dingin. Emosinya selalu distabilkan saat ia berhadapan dengan orang lain. Perlahan-lahan aku mulai membandingkannya dengan Venus. Justice yang begini. Venus yang begitu. Aku menggelengkan kepalaku. Tidak boleh. Tidak boleh.

Ini tidak boleh terjadi.

(End of POV)

………………………………………………………………………………………………………………

(Venus POV)

Aku berdiri sambil menopang daguku di besi penahan di balkon kamarku. Aku memandang lurus ke depan, menatap ke sebuah gunung yang berjarak puluhan mil dari tempatku. Icarus. Bagaimana keadaanmu sekarang? Tahukah kau bahwa kami di sini khawatir dan selalu merindukanmu? Ingatanku kembali pada penjelasan salah satu komandan serang yang ikut pada perang itu dan menyaksikan kejadian itu. Aku tidak akan memaafkanmu, Mars. Kau keterlaluan!

“Aku minta maaf. Itu memang salahku,”

Aku menoleh secepat kilat. “Kau..”

Aku menatap Mars yang berdiri beberapa meter di sebelahku. “Siapa yang mengiizinkanmu masuk, huh?”

“Tentu saja aku bisa. Aku tunanganmu,” ia berjalan mendekat.

Aku membuang muka. Tunangan? Yang benar saja. Tidak ada pria yang akan mencelakai calon adik iparnya. Tidak ada, kecuali Mars.

“Icarus, dia..”

“Dia masih terlalu muda untuk ikut berperang. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan tingkat duanya. Seharusnya ia masih berada di asramanya untuk pendidikan tingkat tiganya. Kalau ia sudah menyelesaikan pendidikan terakhirnya itu, ia mungkin tidak akan celaka seperti itu. Kau tahu kan?” Aku menatap Mars tajam, berusaha menahan emosiku. “Kau tidak seharusnya mengiizinkan dia ikut. Dia sedang berada dalam usia yang ingin mengetahui dan mencoba segalanya. Tapi kau dengan bodohnya mengiizinkan dia ikut berperang.

“Kau, dengan segala keegoisanmu dan pemikiran dengan bertambahnya satu komandan serang yang hebat dari akademi akan membuatmu menang dengan mudah. Kurasa otakmu sudah benar-benar sinting. Dirimu yang haus akan kemenangan. Yang ada di otakmu itu hanyalah perang-menang-pesta-perang-pesta. Kau bahkan menghalalkan segala cara demi kemenangan itu. Sampai-sampai kini giliran adikku yang menjadi korban. Pria macam apa kau? Bertanggung jawab saja tidak!”

Aku berbalik dan beranjak meninggalkannya yang mematung. Kurasa jiwamu sudah dirasuki oleh iblis jahat. Tidak, sebenarnya kaulah raja iblis itu!

………………………………………………………………………………………………………..

Aku memasuki ruangan Icarus. Ruangan ini memang jarang dipakai. Sejak ia berusia dua belas tahun, ia masuk ke akademi untuk kepentingan pendidikannya. Pendidikannya dalam menjalankan tugas kerajaan Olympus, bagaimana membangun dan mempertahankan keutuhan kerajaan, bagaimana pembagian teritori kerajaan, teknik berperang, dan sebagainya. Ia baru menyelesaikan pendidikan tingkat duanya dan masih menyisakan tingkat akhirnya ketika ia berlibur ke istana dan tak sengaja mendengar percakapan ayahku, Jupiter dengan Mars tentang ‘undangan’ berperang dari Persia yang ingin merebut teritori selatan Olympus yang menjadi teritori milik Poseidon. Dan Icarus yang masih muda dengan segala adrenalin yang mengalir deras di dalam tubuhnya, meminta diri untuk mengikuti perang.

Perang itu dimenangkan oleh kubu kami. Tak lupa bantuan Poseidon yang mengirim ombak besar dan badai laut ke kubu Persia yang katanya memiliki skuad maritim yang kuat. Icarus senang bukan main. Partisipasi pertamanya dan mereka menang. Jelas saja mereka menang. Kekuatan Poseidon sebagai penguasa laut tidak perlu dipertanyakan. Dan Icarus mulai kecanduan perang. Karena kontibusinya yang banyak saat perang di lautan, Mars mengiizinkannya ikut berperang. AKu tentu saja menentangnya. Icarus saat itu harusnya menghabiskan waktu dengan keluarganya, kami sudah lama tidak bertemu. Ia juga perlu mempersiapkan dirinya. Dan ia memang mempersiapkan dirinya. Bukan untuk kembali ke akademi untuk pendidikan terakhirnya tapi. Ia mempersiapkan dirinya bersama skuad perang lainnya. Oh tidak! Aku tahu bahwa di usianya sekarang, penyimpangan-penyimpangan itu biasa dilakukan. Tapi bukan penyimpangan jenis ini.

Aku masih mengingat dengan jelas wajahnya yang berbinar-binar dengan senyuman yang mengembangkan di bibirnya. Ia terlihat begitu antusias. Tetapi antusias untuk berperang? Ia masih terlalu polos untuk mengerti apa itu perang. Aku benci itu.

Dan aku semakin membenci perang saat mendapati adikku satu-satunya harus pulang ke istana dengan dipapah oleh Mars. Baju perang Icarus yang terbuat dari aluminium kuat tak menghalangiku panca inderaku yang menangkap sosok Icarus yang setengah kulitnya melepuh. Mars merebahkan tubuh Icarus. Kami semua menghampiri Icarus. Ia meraung-raung kesakitan. Dan aku menatap Mars yang berlutut di sebelah tubuh Icarus, menunduk ke arah ayahku.

Aku menitikkan air mata.

Icarus. Perang. Mars.

Aku sangat membenci perang. Dari dulu hingga tak tahu kapan. Aku benci melihat orang-orang yang tidak berdosa menjadi korban akibat keserakahan, keegoisan, dan ambisi orang-orang yang hanya mementingkan gengsi. Banyak yang menjadi janda dan yatim karena kepala rumah tangga mereka gugur dalam pertempuran. Aku benci melihat mereka menitikkan air mata, aku benci mendengar isak tangis mereka, dan aku benci membayangkan hidup mereka selanjutnya yang tak menentu.

Dan kecelakaan yang dialami Icarus membuatku makin membenci perang. Mars. Sama saja. Aku tak peduli alibi mereka bahwa semua demi kepentingan bersama, kepentingan kerajaan. Masa bodoh dengan semua itu. Tetap saja kalian membunuh secara halus. Dan membunuh tetap membunuh.

………………………………………………………………………………………………

Icarus. Kulit bagian kanannya melepuh. Tangan kanannya lumpuh sementara. Dan ia dibawa berobat di sebuah pedalaman di balik gunung Trivista. Itu kejadian seminggu lalu. Tapi aku masih belum bisa menerimanya. Aku terlalu lemah untuk bisa menerima kenyataan bahwa keadaan adikku sangat parah dan kemungkinan ia akan sembuh sangat sedikit. Dan keadaan ini membuatku menutup diri sementara.

Kakakku saja, Poseidon penguasa laut dan Hades dewa kematian, sempat mengamuk. Poseidon membuat badai laut sebagai tanda ia sedang berduka atas kecelakaan adik bungsunya. Hades menggemparkan kerajaan kegelapannya.

Aku tidak turun tangan menangani masalah-masalah pernikahan yang terjadi. Bagaimana mungkin aku bisa menangani masalah orang lain sementara aku sendiri belum bisa menyelesaikan masalahku sendiri? Aku perlu waktu untuk menyendiri. Meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja.

(End of POV)

……………………………………………………………………………………………………………..

(Icarus POV)

Tok..tok..tok..

Ketukan pintu itu membuyarkan lamunanku. Aku melirik sekilas ke arah pintu lalu kembali menatap ke luar jendela. “Masuk,” kataku tanpa menoleh sedikitpun.

Pintu terbuka. Suara langkah kaki terdengar. Tapi baru dua langkah terdengar, aku menghentikannya.

“Bawa saja makanan itu keluar,” perintahku dingin.

“Tapi, Tuan Muda..” suara pelayan itu ingin memprotes.

“Kalau pun kau taruh di situ, aku tak akan pernah mau menyentuhnya,”

“Tuan Mu…”

Aku mulai tidak sabaran. “Kau pikir bagaimana aku bisa memakannya kalau bahkan tangan kananku saja sudah tidak berfungsi, bodoh!” Suaraku meninggi. Aku bisa merasakan pelayan itu sedang membeku di tempatnya di sela-sela suaraku yang bergema. Aku memelankan suaraku saat control emosiku kembali. “Jadi lebih baik kau bawa saja.. dan lekas keluar dari sini!”

Dan ia beranjak pergi, lalu menutup pintu. Bisa kudengar suara langkah kaki yang menjauh. Aku menghela nafas. Sudah tidak artinya lagi aku hidup. Kulitku yang melepuh membuat badanku dibalut perban yang sangat banyak, tanganku yang digips yang bahkan tidak bisa kurasakan lagi, dan perasaan sakit yang amat-teramat dalam di hatiku.

Hingga saat ini, sudah seminggu terhitung sejak aku dibawa kemari demi pengobatan. Pengobatan, heh? Obat dan siapa yang bisa membuat lukaku sembuh? Tidak ada. Dan atas dasar sakit itu, aku merasa berhak untuk mogok makan. Aku tak pernah menyentuh makananku kecuali bila Apparatus yang menyuruhku.

Apparatus adalah salah satu tabiat yang terkenal di Olympus. Dan beliaulah yang diberi mandat untuk mengobatiku. Aku mogok makan, tetapi martabatku sebagai anak penguasa Olympus masih membuatku untuk menghormatinya. Lagipula beliau juga selalu memberiku dukungan moril selama aku berada di tempatnya, di mana aku berada sekarang. Beliau begitu giat berusaha untuk mengobatiku. Jujur, aku terlalu takut untuk percaya bahwa aku bisa sembuh.

Meski aku menyimpan sedikiiiit harapan itu.

(End of POV)

………………………………………………………………………………………………………………

(Mars POV)

Aku semakin dekat dekat dengan Justice. Tapi kedekatan kami sekarang bukanlah kedekatan seperti dulu yang hanya karena dalam usahaku untuk menjelaskan duduk perkara kecelakaan Icarus pada Venus melalui Justice. Semua itu berubah. Sejak Venus menghilang dan tidak mau bertemu dengan siapapun termasuk Justice, dayang yang paling dekat dengannya dan kurasa sudah dianggapnya saudara sendiri mengingat Venus tidak memiliki saudara perempuan. Justice saja ia tidak mau bertemu, apalagi denganku.

Dan sejak menghilangnya Venus, aku dan Justice menjadi kehilangan alas an untuk bertemu dan dekat, pada awalnya. Tapi kemudian aku merasa tidak tahan, entah mengapa tapi aku merasa sesuatu hilang dari diriku sejak Justice tak lagi di dekatku. Hingga kemudian aku berani mendatangi tempatnya. Saat itu ia kaget bukan main, aku mendatanginya di malam hari dan dengan sebuah penyamaran. Aku memberitahunya bahwa aku rindu padanya dan ingin terus bersamanya.

Dan beginilah kami sekarang. Dekat. Tanpa ada yang tahu. Itu menurutku. Dan aku tahu itu tak akan berlangsung lama.

“Aku merasa bersalah pada, Venus.” Justice berkata pelan saat aku memainkan jarinya. Aku menatapnya yang berada di pelukanku. Aku mengernyit.

“Dia tunanganmu. Tapi apa yang kau lakukan denganku sekarang?”

“Kami tidak pernah akur. Dia.. terlalu membenciku.”

Justice bangkit hingga menjadi posisi duduk. Ia menatapku. “Tapi tetap saja. Dia sedang berduka. Dia tanggung jawabmu. Apalagi ia seperti ini karena secara tidak langsung adalah kes…” ia berhenti tiba-tiba.

“Kesalahanku. Aku tahu. Tapi bagaimana bisa aku…? Melihatku saja bahkan dia tidak mau,”

“….”

“Dan aku lebih nyaman berada di sampingmu daripada dengannya,” Aku menarik Justice kembali ke pelukanku.

Tapi apa yang dilakukannya kemudian membuatku heran. Ia bangkit dan mendorong tubuhku yang mencoba meraihnya. “Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Kembalilah, Mars.” Ia hendak berbalik saat sebuah suara mengagetkan kami berdua.

“Tidak boleh apa, Justitia, Mars?”

Sebuah suara pelan tapi menusuk dan dingin. Seseorang berdiri sambil melipat tangannya di depan dada, menatapku dan Justice bergantian dengan tatapan yang menohok jantungku. Kemudian ia menelengkan kepalanya. Kemurkaan terpancar dengan jelas saat matanya menyipit menatap kami lebih tajam seolah ia akan segera mencincang kami saat itu juga.

………………………………………………………………………………………………………………

-tbc-

Masalah nama Apparatus dan nama gunungnya truly made by my own imagination. Soalnya namanya di mimpiku kagak jelas.

Arrgh, apa sih gw?

Oke, komen y!

.leechira/

^o^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF