[FF PARTY] My Mission – Part 1

MY MISSION: PART 1

Author : Rizka Fitria

Main Cast: Lee Jinki, Jung So Hae

Support Cast: Choi Minho, Park Shin Gyu, Kim Jaejoong, Choi Yoorin

Length : Sequel

Genre : Romance, Action

Rating : PG-15

Credit Song: Kara-Love Is

Ket: sekedar berpartisipasi

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY} Continue reading [FF PARTY] My Mission – Part 1

[FF PARTY] Hello Bihyul – Part 1

TITLE : Hello Bihyul Part 1

AUTHOR : Yuyu

MAIN CAST :

Lee Jinki (SHINee)

Han Yoomin (Ocs)

SUPPORT CAST :

The rest of SHINee’s Member

Haeji (Ocs)

Jihye (Ocs)

GENRE : Romance

TYPE/LENGTH : Oneshoot

RATING : PG-13

KET : Daftar jadi author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY} Continue reading [FF PARTY] Hello Bihyul – Part 1

[FF PARTY] Ya! What’s Wrong With Me?!

YA!! WHAT WRONG WITH ME??


Author: Lynda (Park Hea Min) aka lynmvpshyni

Main cast: Choi Minho, Shin Ri Ah (ocs)

Support cast: Lee Taemin, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum

Other cast: Choi Minseok

Genre: Romance, AU, Crack

Length: Oneshoot

Rating: PG 15

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

******************************************************************

BRUUUMM… BRUUUUUMM….

CEKIITTTTTT….

TAP.. TAP.. TAP… TAP…

Hey.. Hey.. lihat… itu… Minho seonbae…
Kyaaa…Kyaaa… Minho Seonbae…. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Waaa… Onew seonbae terlihat sangat manis… kyaaaaaaa… Onew seonbae
Lihat disana ada Key seonbae juga.. Cool banget… kyaaaaaaaaaaaaa……….
Jonghyun seonbae.. lihat.. ototnya tambah kekar… kyaaaaaaaaaaa………..

Beginilah reaksi setiap hari yeoja-yeoja yang berada di Kampus apabila melihat keempat mahkluk tampan itu.. Choi Minho, Lee Jinki atau yang sering dipanggil Onew, Kim Jonghyun dan Key yang bernama asli Kim Kibum…

Mereka berempat berjalan beriringan dikoridor kampus dengan gaya elegan (??) semua mata yeoja tertuju kepada empat makhluk tampan tersebut..

BRUKKK

Tiba-tiba Minho menubruk seorang namja saat berbelok dikoridor.. Minho dan namja itu sama-sama terhempas kelantai.. Cepat-cepat Minho berdiri dan bersiap mengeluarkan unek-uneknya kepada namja itu..

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!! MAKANYA KALAU JALAN TUH PAKE MATA!!” Maki Minho

“M..Mianne.. Seonbae… A..ku.. tidak sengaja..” Ucap namja itu tertunduk pasrah

Minho bersiap melayangkan tinjunya kearah wajah mulus namja itu… Namja tersebut cuma bisa menutup matanya pasrah akan nasibnya ditangan Minho.. Sebelum sempat tinju Minho mendarat sukses diwajah namja itu.. tiba-tiba tangannya dicengkram erat oleh seseorang yang tiba-tiba  muncul, seseorang yang menggunaka t-shirt biru tua, jeans hitam panjang dan sneakers putih.. ransel hitam dipundak kirinya serta menggamit papan skateboard di tangan kirinya juga.. Kepalanya ditutupi topi berwarna senada dengan t-shirtnya, yang hanya memperlihatkan sebagian kecil rambut depannya yang terlihat panjang sebahu.. Tangan kanannya tengah menahan pergelangan tangan Minho dengan kuat..

“Jangan sakiti Taemin!!” Ucap orang itu sambil menatap tajam kearah Minho

Dengan kasar ia menghentakan tangan Minho dan tersenyum sinis kearah Minho, lalu orang itu berjalan menjauh bersama namja yang dipanggilnya Taemin.. Minho terdiam ditempatnya, sepertinya masih shock dengan apa yang barusan yang terjadi..

“DAMN!! SIAPA ORANG TADI!! AWAS SAJA KAU!!” Teriak Minho, tangannya meninju dinding

“Aku tidak tahu siapa..” Ucap Key santai

“Ngg.. namja yang mau kau pukul tadi namanya Taemin..” Sahut Onew

“Kuat sekali orang itu..” Ucap Jonghyun kagum dengan mata berbinar-binar…

Kyaaaaaa…. Tadi ada Rey… kyaaa… Manisnya…
Kau tadi lihat… ada Taemin juga.. Kyaaaa.. benar-benar imut..

“Nggg… siapa Rey??” Tanya Onew

“Mana aku tahu, yang aku tahu cuma Lady Gaga atau Ke$ha” Jawab Key sambil mengeluarkan kaca pink dan langsung memandangi sosoknya yang indah dari balik cermin itu

“Kalau aku tahunya Ade Ray.. Gilaa.. Ototnya mantap…” Ucap Jonghyun antusias sambil mengacungkan jempolnya

“Ngg.. aku tahunya ayam goreng ajaa… nyam..nyam.. ayam goreng…” Ucap Onew sambil memejamkan matanya dan mulutnya seperti mengecap ngecap sesuatu

“Heh… Jadi namanya Rey.. Kita lihat siapa yang akan tertawa paling akhir Rey.. kukuku…” Ucap Minho dengan nada bicara mengerikan dan dilengkapi dengan suara tawa super jahat…

“Nggg.. aku merasa akan ada hal buruk yang terjadi..” Ucap Onew sambil memegang tengkuknya

******************************************************

“Rey.. Gomawo ya.. kau tadi sudah menolongku..” Ucap Taemin

“hmmmmmm.. Ne.. lain kali kau harus bisa menjaga dirimu sendiri Taemin.. aku tidak bisa selalu ada bersamamu…” Sahut Rey

“Aaah… aku ada kelas.. aku duluan ya Taemin…” Ucap Rey yang sebelumnya nampak mengamati jam tangannya dan segera berlari

“Ne.. hati-hati Rey” Ucap Taemin sambil melambaikan tangannya kearah Rey…

********************************************************

-Choi Minho POV-

“Minho.. kau yakin mau melakukan ini??” Tanya Key padaku

“Of course… Bukan Minho namanya kalau tidak berhasil membalas dendam” Ucapku sambil menyeringai tajam

“Nggg.. aku tidak ikutan yaaa…” Ucap Onew

“Aku juga..” Timpal Jonghyun

“Sejak kapan kau jadi cemen Jong??” Ucapku yang heran mendengar Jonghyun berkata seperti itu, terang saja selama ini kalau urusan berkelahi tanpa disuruhpun dia akan selalu ikut… ini benar-benar aneh…

“Aku tidak mood” Sahutnya lagi

“Kau Key??” Tanyaku

Key hanya mengangkat bahunya.. berarti aku cuma sendirian menghadapi Rey si cecunguk itu… haah.. Oke Choi Minho.. kau pasti bisa mengalahkannya sendirian.. FIGHTING!!

Akhirnya si cecunguk itu menampakan wujudnya juga.. heh.. sok banget tuh orang, aku juga bisa pake skateboard.. nggak usah pamer.. Dasar Sombong!! Calm down Minho.. Oke sekarang waktunya PEMBALASAN..

“YA!! BERHENTI!!” Teriakku

Rey sicecunguk menghentikan skateboardnya.. dan dengan tatapan heran menoleh kearahku.. Ya.. apa dia tidak ingat denganku…

“YA!! ADA APA!! APA KAU SUDAH LUPA KEJADIAN TADI PAGI HAH!!” Bentakku padanya

“Kau.. orang gila tadi pagi…” Ucapnya datar

“KURANG AJAR!! BERANINYA KAU…” Ucapku geram..

Kulayangkan tinjuku tepat kewajahnya.. dan Upsss.. hampir saja, berhasil.. kuarahkan lagi lagi dan lagi.. ARGGGHHHHHHHHH.. Kenapa dia selalu bisa menghindar.. Heeh… membuatku semakin muak melihat tingkahnya… Kali ini harus berhasil… Kuarahkan tinjuku keperutnya dan

BUGGGGGGHHHHHHHHH

Seharusnya…….. Akhh.. perutku.. Aigo.. Perutku sakit… Rey berhasil meninju perutku… Akhhh… Amma Jebal.. rasanya sakit sekali T^T

“Ngg.. baru segitu sudah kesakitan.. Payah kau.. Namja atau Yeoja sih” Ucap Rey lalu segera pergi meninggalkanku yang masih merintih kesakitan sambil memegangi perutku yang mulus…

“Coba kulihat perutmu??” Ucap Key yang menghampiriku bersama Onew dan Jonghyun

Ukh.. kusibakkan sebagian bajuku, mengangkat bagian yang menutupi perutku.. Haah.. mereka bertiga.. apa sih yang mereka pikirkan tadi… hanya melihat aku berkelahi dengan Rey.. Coba bantuin kek.. Arrrggggggggghhhhhhh.. Semakin membuatku jengkel… Ukkkhhh.. sakit…

“Waaah.. lebam Min.. ternyata tenaganya kuat juga” Ucap Jonghyun

“Pantas saja rasanya sakit sekali” Rintihku…

*************************************************************

“ Aw… Aw… Aw… Pelan-pelan hyung.. sakit sekali…” Rintihku pada Minseok hyung…

“Diamlah Minho.. Sebentar lagi juga selesai” Sahut Minseok hyung yang masih mengobati lebam diperutku akibat pukulan Rey tadi T^T

“Kau berkelahi lagi??” Tanya Minseok hyung

“Ya jelaslah hyung, kau tidak lihat perut adikmu yang mulus ini ternoda oleh pukulan… lihat sampai lebam begini.. Ukh.. sakitnya..”

“Ngg.. Minho.. yang memukulmu namja atau yeoja??”

“Ya sudah pasti namja lah hyung, masa yeoja.. nggak mungkin seorang Choi Minho dipukuli oleh yeoja.. mau ditaruh dimana mukaku hyung..”

“Oooh… tapi bekas tonjokannya kecil sekali, seperti tangan yeoja..”

“Mungkin tangan Rey si brengsek memang kecil seperti yeoja, badannya saja krempeng.. tapi tenaganya.. Ukh.. sakit hyung.. Pelan-pelan…”

“Tuh udah selesai, dasar cengeng kau Minho..” Ucap Minseok hyung, dan segera bergegas keluar dari kamarku

Ukh… awas saja kau Rey, tunggu besok pembalasanku… Ukh.. kau tidak akan kubiarkan begitu saja… ARGHHHHHHHHH

***************************************************

“Ya… Ikut aku..” Perintahku pada Rey

Rey mengikutiku berjalan kehalaman belakang kampus yang sangat sepi… Ahahahahahaha.. Kali ini kau lihat saja Rey, siapa yang akan tertawa paling akhir…

“Ya.. untuk apa kau membawaku kesini hah!!” Teriak Rey

Kujentikan jariku dan munculah lima orang berbadan kekar… Mereka semua menyeringai licik kearah Rey.. Mampus kau Rey, kau harus membayar semua yang kau lakukan padaku semalam… Inilah akibatnya berani berurusan dengan Choi Minho.. kukuku…

“Wah.. tidak kusangka, kau pengecut.. beraninya main keroyokan..” Ucap Rey tanpa ekspresi

“SERANG ORANG ITU!!” Perintahku pada lima orang kekar itu yang sengaja kusewa untuk menghajar Rey..

BUUKK.. BUUKK… BUUKK..

DBAKK.. DBUKK.. DBRAKK…

ARGHHH!! Kenapa.. Dasar bodyguard tolol.. menghadapi namja krempeng seperti itu saja tidak bisa… Aduh.. gawat nih.. kalau begini bisa-bisa aku yang babak belur… Kulihat Rey sekarang duduk dengan santai sambil menopang dagunya disalah satu tubuh orang-orang yang kusewa tadi, yang sekarang pingsan itu.. Ia menatapku datar dan seringaian muncul diwajahnya.. Ukh.. mengerikan…

“Kenapa?? Kaget?? Kuingatkan ya.. kalau mau menantangku lagi, lebih baik tidak usah membawa mereka.. Araso!!” Ucap Rey, dan segera pergi dari tempat itu…

ARGGGGGGGGGHHHHHH.. sial..sial.. sial.. NAMJA BRENGSEK!! AWAS KAU REY!!!

************************************************

“Ukh.. Damn kau Rey!!” Ucapku

Kulampiaskan kemarahanku kepada sebuah kaleng soda tak berdosa.. kutendang kuat-kuat kaleng itu…

DBRUKK..

“YA!! SIAPA YANG MELEMPAR INI KEKEPALAKU!!” Ucap namja botak yang sangat mengerikan, tanganya meremas kaleng soda yang tadi kutendang..

“Itu bos!! Pasti dia yang melempar!!” Sahut seorang namja yang tidak kalah seram, jari telunjuknya mengarah kearahku…

Mereka berdua berjalan kearahku.. Orang yang dipanggil bos tadi menyeringai tajam padaku.. Ukh.. salah.. mereka tidak hanya berdua tapi tapi BERSEPULUH… Habislah aku T^T

“Hey lihat, kakinya gemetaran.. ahahahaha.. dasar cemen…”

“Coba lihat wajahnya, tampan sekali.. aku jadi iri..”

“Bagaimana kalau kita hajar wajahnya saja…”

“SERBU!!”

“GYAAAAA… Amma… Jebal!! Wajah anakmu yang tampan ini akan dipermak dengan make up permanen!! GYAAAAAAAAAAAA… ANDWAE!!” Umpatku dalam hati…

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakku sambil memejamkan mataku saat makhluk makhluk mengerikan itu semakin mendekat kearahku

DBRUAAAAAAAAKK.. DBUKKK… DBUKKK…

Apa itu?? Suara pukulan… Tunggu.. tunggu… bukan aku yang dipukul.. tubuhku masih baik-baik saja… Jadi siapa… Kubuka mataku dan kudapati Rey berdiri didepanku, kakinya menendang tubuh preman-preman itu…

“Ayo lari..” Ucapnya sambil menarik tanganku dengan kencang…..

Ia membawaku berlari.. Sial.. preman-preman itu tetap mengejar kami..

“Kemana bocah-bocah itu!! Kita kehilangan jejak mereka…”

“Sudah biarkan saja.. aku sudah lelah.. kalau bertemu mereka lagi, kita buat perhitungan”

Haaah.. akhirnya… Haaaaaaaahh.. untung saja ada bak sampah besar disekitar sini dan untungnya lagi preman-preman itu tidak berpikiran untuk mencari kebak sampah ini.. Fiuh… selamat.. Rey melompat keluar dari balik bak sampah dan kulihat dia seperti mendengus bajunya…

“Ya.. sampai kapan kau mau berada didalam sana..” Ucap Rey

“Ne.. Ne.. aku keluar sekarang” Ucapku sambil melompat keluar dari bak sampah itu

DBRUKK

Awww.. Awww.. Pantatku.. Sialan.. kenapa ada kulit pisang disini.. Ukh.. pantatku yang agung… *ngeeeh.. author jadi inget Raja Julian di Madagascar.. dia pan suka mengagungkan kaki+bokongnya… muahahaha… PLAKK* Sakit banget.. Ukh…

“Dasar ceroboh..” Ucap Rey kulihat ia tersenyum

Baru kali ini kulihat Rey tersenyum kearahku, biasanya dia memberikan tatapan sebal atau seringaian mengerikan.. Entah kenapa, wajahnya terlihat sangat manis.. heh tunggu apa.. apa yang kau pikirkan Minho…

“Ya.. kau masih bisa pulang kan..” Ucap Rey lagi

“Pantatku sakit sekali, kau bisa mengantarkanku kan..”

“Dasar manja… ayo cepat”

Rey memapahku pulang kerumah.. Baru aku sadar, ternyata tinggi Rey cuma sepundakku saja, kecil sekali bahkan kalau tidak salah ingat dengan namja yang bernama Taemin kemaren, masih lebih tinggi Taemin kan..

“Ini rumahmu kan?? Sudah sampai.. dari sini kau bisa berjalan sendiri.. sana masuk..” Perintah Rey

“Ne.. gomawo sudah menolongku dan sudah mengantarku sampai rumah erm maksudku depan rumah..”

“Ne.. Ne.. Ne.. aku pulang dulu.. Annyeong…” Ucap Rey lalu segera pergi dari rumahku…

*************************************************

“Rey.. ada waktu sebentar??”

“Aku sibuk”

“Rey makan siang nanti, sama-sama ya.. biar aku yang traktir”

“Tidak perlu, aku sudah ada janji dengan Taemin”

“Rey.. pulang bareng yaa”

“Tidak mau..”

“Rey…”

“Apa??”

“Boleh aku main kerumahmu… boleh ya??”

“Tidak boleh..”

“Tapi.. Tapi…”

“YA!! Choi Minho… berhenti mengikutiku… Sana.. pulang kerumahmu sendiri”

“Ngg.. kenapa kau Minho??” Tanya Onew

“Rey.. kejam… T^T”

“Sudahlah..” Sahut Jonghyun

“Tapikan.. aku cuma mau berteman, masa tidak boleh..”

“Berteman??” Ucap Key

“Dengan Rey??” Ucap Key lagi

“Tidak salah??” Sahut Onew

“Bukannya kemaren kau membencinya.. kenapa mendadak berubah..” Timpal Jonghyun

Benar juga.. padahal kan aku kemaren membencinya.. kenapa sekarang.. Aissh.. masa gara-gara dia menolongku itu?? Tapi masa sih.. Ukh aneh banget coba..

“Wooy.. jawab dong.. ngelamun lagi!!” Ucap Key sambil mengibas-ngibaskan tangannya dimukaku

“Ngg.. tau ah… gelap”

************************************************

“Mau kemana pagi-pagi??” Ucap Minseok hyung padaku

“Lari pagi. Hyung mau ikut??” Tawarku

“Ani.. bagiku lari tidak sehat..”

“Apanya… justru lari pagi itu sehat.. dasar hyung aneh…”

Aku segera berlari menelusuri jalanan yang masih sepi.. Setelah aku berada cukup jauh dari rumahku, sepertinya aku melihat sosok yang sangat familiar didepanku.. Hahaha.. aku tidak menyangka bisa bertemu Rey ditempat seperti ini… Kuikuti dia perlahan, jangan sampai ketahuan.. fufufu… Eh..eh.. kemana dia berlari, jauh sekali… Tempat apa ini, kenapa Rey berjalan kearah rel kereta api.. Jangan-jangan dia mau bunuh diri.. gyaaaa… Tiba-tiba kulihat Rey menghentikan langkahnya dan segera berbalik kearahku yang berada dibelakangnya..

“Kau mau jadi stalker ya..” Ucap Rey datar

“Ngg.. anu itu ini.. Argggh.. lupakan.. Ya.. apa kau mencoba bunuh diri hah??”

“Ani.. siapa yang bilang??”

“Itu, buktinya kau berjalan kearah rel kereta”

“Dasar pabo.. aku mau kesebrang sana, disana ada danau.. dasar Pabo kau Minho”

Rey berjalan kembali kearah danau yang disebutnya.. Aku tetap mengekornya dibelakang.. Sesudah sampai didanau yang disebutnya tadi Rey segera duduk dibawah pohon yang paling besar.. daunnya sangat rimbun.. dan pohon itu sangat dekat jaraknya dengan danau yang berair jernih itu.. Aku pun ikutan duduk disamping Rey.. Rey memandang kelangit.. Angin berhembus pelan, tapi cukup mampu meniup-niup rambut depan Rey yang tidak terbungkus topi kainnya.. Benar-benar sangat cantik..

Deg.. Deg

Eits.. tunggu dulu.. suara apa tadi… hah..hah.. kenapa wajahku rasanya memanas.. Andwae!! Jangan katakan kalau aku.. Dia itu namja Minho.. Namja… Kau masih normal Choi Minho… MASIH NORMAL!!

“Ya.. Minho..”

“Ngg..”

“Kenapa kau gelisah seperti itu.. memukul-mukul kepalamu sendiri.. dasar aneh” Ucap Rey sambil tertawa

“Manisnya……….”

“Apa?? Kau tadi bicara apa??”

“Ah.. tadi..tadi aku bilang kalau udara disini rasanya manis.. iya.. rasanya manis.. ahahahaha” Ucapku kikuk

Rey memandangku penuh tanda Tanya, sedetik kemudian dia tersenyum kearahku.. dan ikut tertawa…

-Choi Minho POV End-

*******************************************************

-Shin Ri Ah POV-

“Nona Rey, Nyonya meminta anda memakai ini..”

“Ngg.. letakan saja disana” Ucapku sambil menunjuk kearah kasurku

Haah… Amma memintaku upss salah lebih tepat menyuruhku memakai dress lagi.. Haah.. aku tidak suka, terlalu ribet.. Lebih enak kan memakai pakaian namja.. terlihat lebih keren.. Dengan berat hati kupakai dress mini selutut ini.. Haah.. benar-benar terlihat seperti seorang yeoja.. Memang aku seorang yeoja, tapi aku tidak suka memakai yang seperti ini.. Kalau saja Amma tidak menghalangiku untuk memotong pendek rambutku yang panjang ini.. dari dulu sudah kupotong..

“Ri Ah.. kemari” Ucap Amma yang tiba-tiba masuk kedalam kamarku dengan sekotak besar peralatan make up

“No Make Up Amma!!”

“Harus…”

Arggggghhhhhhh… menyebalkan sekali.. Kenapa didunia ini harus ada make up T^T…

********************************************************

Hah… membosankan sekali didalam.. Ri Ah kau harus duduk manis disini… Ri Ah kau harus bersikap sopan.. Arggghhhh.. Amma menyebalkan sekali.. Kenapa harus mengajakku sih.. Aku seperti berada di tengah-tengah badai salju kalau seperti ini terus.. Aku harus kabur.. Ahahahahaha.. kenapa tidak terpikirkan olehku…

Aku berjalan mengendap-endap dan YES!! Akhirnya aku berhasil keluar dari tempat itu… Rey kau memang hebat..

DBUKKK

Aww.. Siapa sih.. tidak punya mata apa.. masa orang segede gini ditambrak juga.. Aduh pantatku rasanya sakit sekali.. Kulihat ada tangan terulur kearahku.. tangan besar, pasti tangan seorang namja.. tidak salah lagi.. kutengadahkan kepalaku dan Apa yang kulihat sekarang?? Minho.. Astaga.. Kenapa aku harus bertemu dengan Minho.. Orang aneh, pantas saja nasibku sial hari ini.. Minho memamerkan senyum terbaiknya padaku.. Hah.. kenapa dia jadi bersikap manis padaku.. Ngg.. oh iya, aku kan sedang memakai pakaian yeoja, pantes saja dia tidak mengenaliku..

“Shin Ri Ah.. mau kemana kau?? Ayo cepat masuk!!” Perintah Amma

“Ne Amma” Ucapku segera berdiri dan masuk lagi kedalam tempat itu.. haah.. malangnya nasibku T^T

-Shin Ri Ah POV end-

*****************************************************

-Choi Minho POV-

DBUKKK

Kutatap yoeja yang menabrakku tadi, Aaah… benar-benar cantik sekali.. Ia menatapku.. Kenapa?? Pasti dia sedang terkesima dengan ketampanan wajahku.. Kuulurkan tanganku untuk membantunya berdiri dan kuterbarkan senyum terbaikku untuknya..

“Shin Ri Ah.. mau kemana kau?? Ayo cepat masuk!!” Ucap seorang yeoja setengah baya dengan nada perintah kearah yeoja tersebut..

“Ne Amma” Sahut yeoja itu sambil berusaha berdiri dan segera masuk kedalam gedung yang berada tidak jauh dari tempat ia menabrakku tadi

Namanya Shin Ri Ah yaa.. benar-benar yeoja yang sangat cantik.. Eh tunggu dulu.. sepertinya aku familiar dengan suara tadi.. Tapi suara siapa yaa… Haah.. lupakan sajalah…

**************************************************

“Rey.. kau mau datang kepesta ulang tahunku kan.. Ayolah..” Pintaku pada Rey..

“Ngg.. memang kapan kau ulang tahun??” Tanyanya

“Besok, dan besok malam kau harus datang kepestanya.. Yaah.. Yaah.. Ayolah..”

“Datang saja Rey..” Saran Taemin

“Benar.. benar.. Taemin kau juga datang yaa” Ucapku

“Ne, seonbae” Ucap Taemin memamerkan senyumnya..

“Baiklah aku datang…”

“Yaay… Gomawo..Gomawo..Gomawo..” Ucapku girang sambil memeluk tubuh Rey

“YA!! Lepas!! Sesak tahu!!” Perintahnya

“Ne…Ne.. Mian..”

****************************************************

“Ya.. Minho.. berhenti mondar-mandir seperti setrikaan” Bentak Jonghyun

“Aku pusing melihatnya Min” Sahut Onew

“Kau kenapa?? Tenang saja Rey pasti datang..” Ucap Key

“MWO!!” Ucap Jonghyun kaget

“Min.. Jangan katakan kalau kau… AISSHHH..” Ucap Jonghyun lagi

Aku menganggukan kepalaku… dan menatap kearah ketiga temanku itu..

“Asalkau bahagia saja lah..” Ucap Onew, disertai anggukan kepala oleh Key dan Jonghyun

Aku tersenyum bahagia.. Tidak kusangka teman-temanku mengerti apa yang kurasakan…

“Ya.. itu Taemin kan??” Seru Onew

“Hey.. lihat siapa yeoja cantik disebelahnya itu??” Sahut Jonghyun girang

“Tidak ada Rey..” Ucap Key

Kubalikan badanku dan benar saja, kulihat Taemin dan seorang yeoja yang sangat cantik berjalan kearah kami.. Tunggu sepertinya aku pernah bertemu dengan yeoja itu, dia kan yeoja tempo hari yang bernama Shin Ri Ah itu kan.. yang menabrakku itu..

“Taemin kemana Rey??” Tanyaku

“Ngg.. seonbae bicara apa?? Bukannya Rey sudah ada disini..” Jawab Taemin heran

“Tidak ada Rey, kau mengerjaiku ya..”

“Dasar Minho Pabo!! Ini aku Rey” Ucap yeoja yang berada di samping Taemin tadi

“Kau Rey? Kau bercanda kan?? Namamu Shin Ri Ah kan?? Kau yeoja.. sedangkan Rey itu namja… Hentikan, ini sungguh tidak lucu..”

“Hah.. Rey namja??” Ucap Taemin

Taemin dan yeoja bernama Ri Ah yang mengaku sebagai Rey itu langsung tertawa terbahak-bahak…

“Soenbae.. kau ini bagaimana.. Rey itu yeoja.. Nama aslinya Shin Ri Ah dan dari kecil dia dipanggil Rey..” Ucap Taemin sambil memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa

“Lalu kenapa Rey berpakaian seperti namja??”

“Ahahahahaha… PABO!! Aku ini yeoja!! ahahahaha.. dari dulu memang aku suka memakai pakaian namja.. ahahahaha… Choi Minho kau benar-benar orang yang humoris…. Ahahahaha” Ucap yeoja itu sambil menepuk nepuk bahuku dengan kencang..

“hmmmpppphh.. kau tidak percaya?? Biar kutunjukan”

Yeoja itu mengeluarkan topi yang biasa dikenakan Rey dari balik tas kecilnya.. Dan dengan segera ia memasangkan topi itu kerambutnya.. Ahh.. benar-benar Rey.. Ini baru Rey yang kukenal.. Ternyata dia benar-benar seorang yeoja.. ASYIIK!! Aku tidak jadi HOMO!! ahahahaha… Rey melepaskan kembali topinya dan tersenyum padaku…

“Percayakan??” Tanyanya padaku

“Ne..”

“Aku benar-benar takjub.. Aku tidak mengira kau itu yeoja..” Celetuk Onew

“Hey Rey, lain kali kau mau kan pergi dinner denganku..” Sahut Jonghyun dengan mata berbinar-binar

Aku langsung menatap kearah Jonghyun dan mengeluarkan deathglare-ku

“Becanda….” Ucap Jonghyun sambil senyum senyum geje

“Kapan pestanya kalau kalian tetap ada disini..” Ucap Key

<<<<<<SKIP ADEGAN PESTA>>>>>>>

“Sudah selesai… cepatnya..” Desah Onew

“Ya Minho.. kemari sebentar..” Ucap Rey dengan senyum yang sangat manis..

Aku segera berjalan kearahnya… dan BUKK.. Satu Loyang cake tepat mendarat kemukaku…

“Saengil Chukkae hamnida Minho Ucap Rey dan segera berlari menjauh dariku

Aku bersiap ingin mengejar Rey, tapi sayang Onew, Jonghyun, Key dan Taemin sudah terlebih dahulu menangkap kedua tangan dan kakiku…

“Ya!! Kalian mau apa??” Ucapku gelagapan

1… 2…. 3…

BYURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

Aaah… sialan.. mereka berempat menyeburkan aku kekolam.. brrrrrrr… dingin sekali… Amma, Jebal.. Anakmu kedinginan T^T

*********************************************************

“Rey.. tunggu..” Ucapku sembari menarik tangannya

“Ada apa??”

Aduh.. kau harus bisa mengatakannya Choi Minho.. Harus.. Ayo berjuang FIGHTING!! Tapi.. Tapi.. aku terlalu malu.. Aaaahh.. Rey menatapku, bola matanya berwarna coklat sangat indah.. Entah kenapa seperti ada yang mendorong wajahku untuk mendekat kearahnya.. semakin dekat.. semakin dekat dan…

CHU……

Haah.. aku mencium Rey.. O.M.G… Mimpi apa aku semalam sampai bisa melakukan ini… Gyaaaaa… Amma.. lihatlah anakmu ini..

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
ANDWAE!!!!!
Minho seonbae ternyata homo… Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Lihat itukan.. Rey!! Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..
Andwae!! Pupus sudah harapanku mendekati Rey….
Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Mereka berdua homo……………………..

“YA!! APA YANG KALIAN LIHAT!! AKU TIDAK HOMO TAHU!! LIHAT INI!!” Ucapku sambil melepaskan topi yang menutupi rambut Rey dan terlihat rambut panjangnya yang kecoklatan nampak terjuntai…

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Ternyata Rey itu yeoja….. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Andwae!! Padahal kan aku suka Rey…. Kyaaaaaaaaaaaaaaa

Apa-apaan yeoja yeoja ini.. Jangan-jangan seluruh kampus mengira Rey itu namja.. Andwae!! Tidak bisa dibiarkan… Segera kutarik tangan Rey dan segera membawanya berlari…

BRRAAAAAAKKK

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN!! KAMI SEDANG ON-AIR…”

“Ya..Ya.. Jangan masuk.. Apa-apaan kau…”

Tes.. 1..2… 3…
Dengarkan.. Ini Choi Minho.. kalian tahu kan…
Dengar.. Shin Ri Ah atau yang biasa kalian kenal sebagai Rey adalah seorang YEOJA bukan NAMJA!!
AKU KATAKAN SEKALI LAGI REY ITU SEORANG YEOJA!!

Reaksi gerombolan yeoja
Kyaaaaaaaaaa……. Tidak mungkin Rey itu yeoja……  ANDWAE!!

Reaksi gerombolan namja
OMO!! Ternyata Rey itu yeoja… Jadi kita tidak homo dong.. ahahahahaha

Dan satu lagi.. Mulai detik ini aku umumkan kalau Rey adalah yeojachinguku…
Jadi kalian jangan macam-macam dengannya!!

Reaksi gerombolan yeoja
Kyaaaaaaaaaa…. Sudah jadian dengan Choi Minho.. Kyaaaaaaa… dunia sungguh kejam…..

Reaksi gerombolan namja
Yaaah.. kita keduluan Minho deh..

“Beres sudah..” Ucapku dan segera berjalan menghampiri Rey yang masih terbengong-bengong melihat kenekatanku tadi…

“Wae?? Kau suka kan??” Tanyaku

“nggggggggg… DASAR PABO!!” Teriaknya

“Tapi kau menyukai seorang Choi Minho yang pabo ini kan..”

“Ne..” Ucapnya sangat pelan tapi masih sanggup kudengar…

“Sarange…”

“Kau sudah tau jawabannya kan..” Ucap Rey memamerkan senyumnya yang sangat manis..

Na do Sarange….

–FIN–

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

My Past Future – Part 5

My Past Future

Part 5

 

 

Author : Lana

Main Cast : Lee Donghae, Kim Yuna, Lee Jinki

Support Cast: Jun & Gaeul

Rating : General

Genre: Romance, Friendship, Action

Length : Sequel (Chapter 2)

N.A : Lupa bilang =.=a, nama akademi Gallagher yang ada di part ini dari sebuah buku karya Ally Carter, judulnya Spy Girl ^^ (it’s a sequel btw.. ekeke)

Oktober 2010 ©SF3SI Continue reading My Past Future – Part 5

Don’t Cry!

Don’t Cry!

Cast : Key,Lee jinki,kim sera a.k.a un Lia

Type : oneshot kayaknya menjurus drabble deh

Genre : Life,romance,mysterious(dikit),friendship

Summary : Ketika seorang anak perempuan yang memutuskan untuk mengakhiri

Hidupnya

(A/N) : Ngaco abis,gaje dan gak masuk akal,karena sang author stress sama MID dan sakit maagnya kambuh Continue reading Don’t Cry!

VAMPIRE ACTIVITIES – Part 7

VAMPIRE ACTIVITIES – Part 7

AUTHOR                  : Kan Ah Ra (dubudays) and Shin Cha Ra

MAIN CAST             : All member SHINee

SUPPORT CAST     : Hyukjae, Lee Chara, Shim Heechul

GENRE                     : Fantasy, Friendship

LENGTH                   :  Sequel

RATE                         : PG-13

WARNING: we don’t own SHINee, they belongs to God, but we do own the story. We hate you plagiator!!

PART 7 Continue reading VAMPIRE ACTIVITIES – Part 7

Because it’s YOU and ME – Part 1

Because it’s YOU and ME (Part 1)

Author :           Nekochan

Main Cast :      Kim Eun Soo, Choi Minho

Support cast :  Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Jinki aka Onew, Krystal Jung

Length :           Series

Genre :             Romantic, Friendship

Rating :           PG-13

A.N :               si Kim Eun Soo ini hanya tokoh fiksi. dan gue bikin nih FF dengan gajenya karena mau kuis Pengantar Ekonomi. Semoga para pembaca suka, dan makasih yang uda nyempetin buat komen ^^ makasih buat waktunya…~ salam unyu -3-

©2010 SF3SI, Freelance Author.


Tidak habis pikir bagaimana mungkin ia berkata tidak bisa bertemu hari ini. Sudah lebih dari 3 minggu aku tidak bertemu dengannya dan wajar sekali rasanya kalau aku ingin bertemu, ditambah lagi hari ini juga merupakan hari ulang tahunnya. Siapa sih yang tidak ingin merayakan ulang tahun kekasihnya sendiri? Dan yang paling membuatku kaget adalah tak pernah sebelumnya ia menolak untuk bertemu. Sesibuk apapun dia.

Kuambil telpon genggamku dan menekan nomor Taemin.

“Yeobseyo” jawab suara diseberang

Syukurlah ia mengangkat telponnya. “Oo, Taemin-ah. Ini noona.”

Terdengar pekikan di seberang sehingga aku harus menjauhkan handphone ku 10 cm ke samping. ”WAAAH! Eun Soo-noona!!! Waaaa, bogoshippo yoo. Oraenmanieyo. Jinjjaaa! Apa kabar, noona?” Taemin memberondongiku dengan banyak sapaan dan aku hanya bisa tertawa kecil menanggapinya.

”Ahahah, na do bogoshippo Taeminnie. Ah! Geurae. Neo chigeum eodiseoyo???” tanyaku.

Sejenak Taemin terdiam dan ia menjawab. “Sekarang sedang di ruang latihan. Akhir-akhir ini kami berlatih lagi hingga larut malam, noona. Jonghyun-hyung masih terluka, dia belum bisa ikut dalam manggung akhir-akhir ini.” suara Taemin terdengar lelah dan parau. Aku yakin ia sangat capek dengan jadwal mereka yang pasti sibuk sekali setelah comeback album repackaged.

”Waeyo, noona? Kau mau kesini? Hari ini Minho-hyung ulang tahun kan?” Taemin menggodaku dengan suara kekanakan. Astaga. Dia ini sudah kelas 1 SMA tapi gayanya masih seperti anak kecil. Pantas saja hyung-hyung nya sangat menyayanginya.

”Jelas tidak, anak nakal. Aku tidak bisa kesana. Masih ada showcase.” dustaku. Memang hari ini ada showcase tapi sudah selesai semenjak siang tadi. Dan kalaupun Taemin mengadu ke Minho. Aku yakin ia takkan curiga karena dia juga tahu hari ini aku ada showcase.

”Yaaahh… Aku kangen kimchi buatan noona. Minho-hyung menghabiskan semuanya. Sebal!” Taemin merajuk dan membuatku semakin gemas. Astaga! Andai aku punya adik seperti dia!

”Nanti noona buatkan lagi. Khusus buat kau, Taemin. Kalau sampai hyung-mu menghabiskannya… Kau adukan ke aku ya?! Hahah. Sudah dulu ya, Taemin. Noona harus bersiap lagi. Annyeong…” ku akhiri pembicaraan manis ini dan segera bersiap.

Rindu ini nyaris tak tertahankan. Aku bukan tipe yeoja yang memaksa jika ingin bertemu. Dan aku nyaris tidak  pernah memaksakan satu halpun ke dia. tapi hari ini berbeda. Aku sangat merindukannya. SANGAT. Maksudku, hari ini ulang tahunnya dan wajar jika aku ingin merayakannya. Peduli setan dia tidak ingin menemuiku, yang jelas aku harus mengantarkan kue dan makanan yang sudah kusiapkan tadi.

Dan yang jelas, aku ingin menemuinya. Menemuinya…

••••

Aku hampir gila karena kemacetan di kota Seoul ini. Aku hanya khawatir makanan yang kubawa ini nanti tidak hangat lagi. Dan satu hal lagi. Perasaan ini rasanya seolah berat sekali. Ada sesuatu yang tidak beres dan salah. Aku berharap tidak ada hubungannya dengan SHINee ataupun dia. Mengingat ia jarang sekali sms ataupun telpon beberapa minggu ini, ditambah ia menolak bertemu! Astaga. One in a million kejadian seperti ini. Please, God. I just want today becomes a special day for him. And me too.

Tiba di gedung SM, segera aku mengenakan hood-ku. Walaupun aku satu perusahaan dengan mereka, bukan berarti aku bebas untuk datang ke perusahaan.  2 bulan yang lalu muncul gosip aku berpacaran dengan Taemin. Sungguh gila. Kedekatanku dengan Taemin dasarnya dimulai dengan pengangkatanku sebagai Duta Pendidikan Korea. Puji Tuhan aku masih diberi kemampuan mengingat dan menghapal materi-materi pelajaran ketika SMA. Kemampuanku menyelesaikan soal-soal olimpiade internasional di salah satu variety show membuatku diundang oleh Menteri Pendidikan untuk diangkat menjadi Duta Pendidikan. Tidak pernah sebelumnya ada Kandidat Duta Pendiidkan dari kalangan artis. Hal ini mungkin dapat membangkitkan semangat para fans dan kalangan

pelajar Korea. Bahwa pendidikan itu penting, apalagi yang membawa pesannya adalah idola mereka. Cara ini dianggap cukup efektif untuk meningkatkan semangat para pelajar. Dan yang kutahu adalah, hari itu Taemin dengan muka merah padam berkata,” Noona! Jadilah tutorku!!!” Yak, aku menjadi tutornya semenjak itu. Hal ini dikarenakan nilai-nilai Taemin yang turun akibat aktivitasnya berlatih menyambut album kedua SHINee. Dan ia pada saat itu akan segera menghadapi mid-semester. Entah bagaimana ada fotoku dengan Taemin yang duduk berdua berdampingan. Mesra memang kelihatannya, tapi itu ketika aku sedang mengajarinya Logaritma! Astaga! Tidak perku dibayangkan berapa banyak surat protes dan kata makian yang terlontar untukku. Hal yang paling membuatku terharu adalah SM dan SHINee membelaku. Bahkan dari pihak sekolah Taemin juga. Mereka menjelaskan bahwa kedekatanku dengan Taemin sudah seperti kakak adik. Ditambah aku merupakan tutor bagi Taemin untuk menyambut mid-semester yang tiba sebentar lagi. Pembuktiannya adalah nilai-nilai mid-semester taemin yang melonjak drastis dan penghargaan yang diterima Taemin di sekolah. Yak. Kejadian berbalik. Semua fans Taemin mengelu-elukanku dan ikut mendukungku menjadi tutornya. Fans itu memang pengangkat juga pembunuh. Hal ini cukup membuatku gemetar apabila mesti ke kantor.

Kulangkahkan kakiku menuju lantai 4. Entah mengapa perasaan ini semakin tidak enak. Aku berbelok ke kanan dan tampak Taemin dan Key sedang mengobrol di koridor. Tampaknya mereka baru saja mandi. Rambut mereka basah dan tercium bau sabun yang kuat. Heran juga aku, sabun apa sih yang mereka pakai? Sampaai semerbak seperti itu? Iri.

Mendengar langkah sepatuku sontak Key dan Taemin menoleh dan Taemin memekik. ”Noona!!! Aaaaaa….Kau bohonggggggg!” Ia berlari ke arahku dan menarik tanganku. Ia menggenggam tanganku dan menggoyangkannya seperti anak kecil yang melihat ibunya. Key hanya terkekeh. Ia melambaikan tangannya ke arahku. Key berjalan bak peragawan yang akan show di atas catwalk. Astaga, cantik benar cowok satu ini. =_=

Hey, Girl. Wadzup?” ia menawarkan high-5 kepadaku dan Taemin mencibir. Aku tersenyum lebar menanggapi Taemin yang sangat kekanak-kanakan.

Hey, Boy.” aku menepuk lengannya dengan pelan. Key menyibakkan rambutnya, dan kulihat bagian rambut yang di-shave sudah tumbuh. Aku merasa ia lebih cocok seperti ini, melihat dia setengah botak membuatku gatal ingin memakaikannya wig. Kulihat Onew dan Jonghyun keluar dari ruangan latihan. Kulambaikan tanganku kepada mereka.

”OMO… ada Eun Soo toooh…” goda Jonghyun. Disambut Onew yang terbahak. Aku sudah terbiasa digoda olehnya, Jonghyun-oppa memang paling usil. Tampak Jonghyun-oppa masih sedikit pincang, dan Onew-oppa tampaknya sudah siap siaga dengan keadaan Jonghyun-oppa. Aku baru ingat bahwa aku bahkan tidak menjenguknya ataupun menanyakan kabarnya setelah ia mengalami cedera. Rasa bersalahku muncul ke permukaan.

”Kau tidak apa-apa, Jonghyun-oppa? Maaf aku belum sempat menengok.” kataku pelan. Hoobae macam apa aku, sunbae sakit seperti itu aku cuek bebek. Akan tetapi Jonghyun menanggapi dengan santai.

”Enggak masalah, Eun Soo-chan. Aku tau kau juga sibuk. Jangan dipikirkan.” dia tersenyum ramah. Begitulah Jonghyun-oppa. Sungguh dewasa dan menenangkan. Walau kadang aku sebal dengan semua godaannya. Namun aku bingung dengan sufiks chan yang ia sebutkan. Sejak kapan ia belajar Bahasa Jepang?

”Kau ketularan Taemin he, Hyung? Kebanyakan nonton anime? Pakai chan-chan segala?” Key melempar bom telak ke arah Jonghyun.

DUK

Jonghyun menyikut pelan perut Key. Mencekik lalu mencubit Key dengan bercanda. Key membalas dengan mencubit pipi Jonghyun.

”Astaga! Jangan katakan kalo JongKey couple itu beneran!” selaku sambil mengernyitkan kening. Jonghyun dan Key hanya terbahak dan ber-high 5. Aku hanya merasa bahwa Key ini sangat cocok dengan Jonghyun-oppa. Astaga!

”Kau mencari Minho kan? Dia sedang mandi. Tunggu saja di ruang latihan.” kata Onew kepadaku. Dia tersenyum penuh makna. ”Dia tampak tidak tenang 3 minggu ini. dan yang kutemukan di kamarnya adalah coreetan-coretan kertas bertuliskan namamu dan tanggal kalian jadian. Kau yakin tidak berpacaran dengan psikopat, heh? ”

Tercengang aku mendengar kata-kata Onew-oppa barusan. Dan aku hanya bisa menonjok lengannya sambil tersenyum lebar. Aku tak terpikir bahwa ia ternyata masih mencoret-coret namaku. Kupikir itu kebiasaan lama yang sudah ditinggalkan. Taemin menarik-narik kantong kain yanga ada dilengan kiriku.

”Ini apa, Noona?” tanyanya

Aku mengacak rambutnya dan mengeluarkan isinya. ”Ini kimchi yang kau cintai itu Taemin. Dan ini ada sekotak montblanc buatanku sendiri. Dimakan ya, Hyung. Taemin.” Mata keempat cowok itu berbinar begitu mendengar ada makanan.Terutama Taemin yang langsung memelukku.

”Gomawoo yoo, Nooonaa.. sering-sering aja bikinin makanan. Heheheh” ujar Taemin dengan riang. Ia tersenyum dengan manis. Dia benar-benar mengingatkanku pada adikku yang masih kecil. >_<

”Uwah! Calon adik ipar yang berbakti!!!” kata Key sambil nyengir. Dan ia segera membuka kotak yang berisi montblanc. ”ENAK! Wow.”

Onew-oppa dan Jonghyun-oppa segera mengambil bagian mereka, dan Taemin mengamankan kimchi buatanku. Aku curiga ia akan menyikat habis kimchi-kimchi itu sendirian.

”Wow. Eun Soo-sshi kau memang jago masak, ya. Ahhaha. Oh iya, kami mau ke ruang rapat dulu. Thanks makanannya ya…” Onew menepuk bahuku dan segera pergi. Jonghyun dan Key menyusul seraya mengacak rambutku. Dan tertawa terbahak-bahak. Namun sempat mengacungkan jempol ke arahku.

”Noona. Kau tunggu saja Minho-hyung di ruang latihan. Aku yakin dia akan kembali sebentar lagi. Hati-hati ya, Noona. Kalau sampai Minho-hyung aneh-aneh…” Taemin menirukan gerakan mencubit dengan ekstrim. ”Laporkan ke aku.”

Aku terbahak dan mengiyakannya. Taemin melambaikan tangannya ke arahku dan segera menyusul ketiga hyungnya.  Aku berjalan menyusuri lorong dan naik ke lantai 4. kurasakan jantungku berdebar kencang. Entah ini pengaruh karena kecapaian naik tangga atau adrenalin ku yang mengalir keras karena akan bertemu dengan dia. Yang jelas aku menyukai sensasi deg-degan dan bersemangat ini.

Kubuka pintu ruang latihan. Kosong. Pasti dia masih mandi, pikirku. Iseng-iseng aku keluar ruangan dan berniat berkeliling kantai 4 dan 5. di lantai 5 ada ruangan latihan anak-anak F(x). Aku berpikir untuk masuk dan menyapa mereka jika mereka masih berlatih. Aku juga ingin ngobrol banyak dengan Vic-onni. Sudah lama tidak bertemu dan aku hanya mampu melihatnya lewat acara tv. Kabarnya sih dia udah ’married’ ama Nichkun-nya 2PM. Udah cantik ketemu yang ganteng pula. Anak-anak F(x) dapet appa baru rupanya. Tidak sabar kulangkahkan kakiku menuju ruang latihan mereka, dan sejenak rasanya jantungku berhenti berdetak. Mataku tak mampu berkedip dan rasanya waktu berhenti berdetik.

Aku melihat Minho dan Krystal sedang berpelukan di sudut ruangan. Terdengar Krystal menangis terisak di pelukan Minho. Terperangah aku menatap adegan itu. Sayatan tak terlihat mengoyak jantungku dan rasa sakitnya tak terperikan. Minho menepuk punggung Krystal dan mengencangkan pelukannya. Tangan kirinya berada di pinggang Krystal dan kulihat Krystal mengalungkan kedua tangannya di leher Minho. Kudengar Minho terus berkata, ”Tidak apa-apa. Gwaenchana yo, Krystal. Gwaenchana.” ia menenangkan Krystal dengan suara yang sangat kucintai. Suara yang terdengar damai dan merdu. Ia memeluk Krystal dengan lengan yang kurindukan. Lengan yang selalu menyambutku, yang selalu terulur kapanpun. Dan lengan yang selalu memberikan kehangatan hingga ke ulu hatiku. Dan dengan jari jemarinya yang lentik ia membelai kepala Krystal. Jari jemari yang sering menggenggam tanganku, jari jemari yang membelai pipiku. Rasanya tulang-tulangku luluh lantak dan darahku tersedot habis. Aku lemas dan merasa kecil. Hatiku hancur menjadi serpihan terkecil yang bahkan tak mampu diperbaiki lagi.

Jadi ini penyebab dia berubah? Inikah alasannya? Perubahan sikapnya yang mendadak, telepon dan sms yang jarang, dan alasan ia tidak bisa bertemu hari ini. Ini? Kurasakan aku tersedak nafasku sendiri, nyeri yang tak tertahankan terus berdenyut-denyut dari dada ini. Beginikah akhir dari 2 tahun kebersamaan kami? Sangat Ingin rasanya aku lari dan lenyap dari tempat ini. Tapi tenagaku rasanya menguap entah kemana. Kantong kain yang kubawa terlepas dan terjatuh dengan bunyi DUK. Tampak Minho dan Krystal terkejut oleh bunyi itu, dan betapa terkejutnya lagi mereka begitu melihatku berdiri di depan pintu. Aku tak tahu lagi bagaimana rupa wajahku saat itu, yang jelas raut wajah Minho berubah menjadi ngeri dan Krystal pucat pasi.

Ia membisikkan namaku.”Eun..Soo..” ucapnya pelan.

Mendengar namaku disebut olehnya. Tiba-tiba kesadaranku pulih dan entah bagaimana kakiku bergerak dan berlari. Aku berlari dan berlari. Tak kupedulikan lagi hood ku yang tak kupakai. Aku mendengar langkah-langkah kaki yang mengejarku di belakang. Aku tak menggubris lagi siapapun itu yang mengejarku, sampai kudengar ia berteriak dengan teriakan frustasi yang tak pernah kudengar.

”EUN SOO!!!! STOP!!! EUN SOO!!!!!!!!!”

Aku segera mendorong pintu ganda yang ada di depanku dan lari sekencang-kencangnya ke arah trotoar. Kuhentikan taksi dan segera naik.

”Jalan, Pak! Kemana aja dan tolong jangan komentar apa-apa.” kataku pelan. Pak Supir mengangguk pelan dan tancap gas. Aku yakin ia mengenali siapa aku, dan aku hanya berharap headline besok enggak berubah jadi ’Kim Eun Soo menangis di taksi’ semoga bapak taksi ini masih berbaik hati.  Terdengar olehku jeritannya di belakang. Tak mampu aku menengok ke belakang. Menengok wajah yang sangat kucintai itu. Dadaku sesak, dan sesuatu memaksa ingin keluar dari sudut-sudut mataku.

Air mata yang sejak tadi tertahan karena usahaku dalam berlari. Kini rasanya merangsak keluar dengan ganas.  Taksi mulai melaju pelan karena macet di depan. Akan tetapi air mata yang membasahi pipiku melaju cepat tanpa memerdulikan kecepatan per tetesnya. Benar sekali, hari ini menjadi hari yang paling spesial dalam hidupku…

————————— to be continued———————–

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF