[FF PARTY] Summer Memories

SUMMER MEMORIES

Author: Lynda (Park Hea Min) aka lynmvpshyni

Main cast: Lee Jin Ki, Sunmi (Ocs)

Support cast: Lee Taemin, Lee Taesun

Other cast: Lee Junghee, Mir

Genre: Romance, AU, Fantasy

Length: Oneshoot

Rating: PG 13

Ket: Partisipasi

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

***********************************************************************

-Lee Jinki POV-

“Amma… aku berangkat dulu yaa..” Ucapku

“Ne.. hati-hati Jinki…” Sahut Amma sambil tersenyum tulus padaku

“Oppa… Oppa.. benar-benar ingin berlibur ketempat Lee Ahjusi??” Tanya Junghee sambil menyuapkan sereal kemulutnya..

“Ne..” Jawabku sambil tersenyum dan mengacak rambutnya…

“Sudah yaa..Oppa harus pergi dulu Junghee..” Ucapku lalu mengambil ransel yang kuletakan diatas kursi diruang makan dan bergegas keluar dari rumah, takut ketinggalan kereta…

Annyeonghaseyo.. Namaku Lee Jinki, tapi teman-temanku sering memanggilku Onew.. Dimusim panas ini, aku ingin sekali mengabiskan liburanku di desa.. Di tempat Lee Ahjusi, lagipula Lee Ahjusi memiliki dua orang anak laki-laki, Taesun dan Taemin jadi aku tidak akan kesepian..

“Hemm… segarnya.. udaranya sejuk” Ucapku begitu sampai didesa tempat tinggal Lee Ahjusi

Aku segera melangkahkan kakiku ditanah kecoklatan itu.. benar-benar tempat yang indah.. pegunungan yang biru disekeliling.. rumput yang hijau, pepohonan yang tumbuh rindang disepanjang jalan benar-benar memberikan kesan sejuk..

“Ya…. Onew-ah… Lama tak melihatmu….Bogoshipoyo” Ucap seorang namja yang kuketahui bernama Taesun itu sambil mengayuh sepedanya dengan kencang.. Taesun nampak sangat girang senyum menghiasi wajahnya…

“Taesun… nado Bogoshipoyo…” Balasku sambil memamerkan senyumku

“Ayo naik..Ayo naik.. Taemin, Amma dan Appa sudah menunggu dirumah.. Ppali Onew-ah” Ucap Taesun lagi sambil menyuruhku naik dibangku penumpang sepedanya…

Aku menuruti perintah Taesun.. Kuhempaskan pantatku dibangku penumpang sepedanya.. Taesun lalu mengayuh sepedanya dengan cepat menuju kerumahnya.. Sesekali kudengar ia bersenandung kecil.. Saat kami berpapasan dengan orang yang lewat, Taesun selalu saja menegurnya, aku yang duduk dibelakang cuma bisa memamerkan senyumku.. Inilah yang aku suka dari suasana desa.. Penduduknya selalu ramah..

“Taesun… Apakau tidak lelah?? Ayo kita gantian..” Ucapku pada Taesun

“Sudahlah.. tidak apa-apa.. Aku sudah biasa kok.. Kau cukup duduk manis dibelakang Onew-ah” Ucap Taesun padaku

Taesun terus mengayuh sepedanya menaiki perbukitan itu… Aku menghamburkan pandanganku kesekeliling.. aah.. pemandangannya bagus sekali.. kuambil kamera pocket dari balik saku jaketku.. Aku potret semua objek dan pemandangan yang menarik perhatianku..

“Kalau sudah pulang, akan kuperlihatkan pada Junghee” Pikirku

Junghee adalah yeodongsaengku satu-satunya. Aku dan Junghee berbeda usia 10 tahun.. Dia yeoja yang sangat hiperaktif, cantik dan juga pintar..

“Ya..Onew-ah..foto aku juga..” Ucap Taesun tiba-tiba

“Aah.. Ne..Ne”

Ada-ada saja, masa minta difoto juga.. dia kan sedang mengayuh sepeda.. Taesun..Taesun.. yang terlihat dari fotomu nanti cuma punggungmu yang ditutupi kaos coklat saja.. hahaha… dasar orang aneh…

“Waa… padang bunga matahari” Seruku girang

Cepat-cepat kualihkan kameraku dari punggung Taesun ke sisi kanan jalan yang merupakan tempat bunga matahari yang sangat banyak itu tumbuh… Jarang-jarang aku melihat yang seperti ini dikota.. Yang ada cuma gambarnya saja.. berbedakan kalau melihat yang aslinya…

Bunga-bunga matahari itu tumbuh dengan tinggi. Kutaksir tingginya sekitar 1,5 m… Hampir menyaingi tinggiku.. ckck.. Saat aku sedang asyik memotret keindahan yang disajikan bunga-bunga matahari itu, tiba-tiba Taesun menghentikan sepedanya dan sukses membuat kepalaku menghantam punggungnya..

“Taesun.. Ada apa?? Kenapa berhenti mendadak” Protesku

“Ahahaha… Mianne.. tadi ada anak kucing tiba-tiba muncul” Ucapnya lalu kembali mengayuh sepedanya lagi…

Haah.. ada-ada saja… Kupalingkan lagi mukaku kearah padang bunga matahari itu…

“HEY” Seruku kaget

“Wae Onew-ah??” Tanya Taesun heran dan menghentikan sepedanya sejenak

“Ani.. Apakau tadi melihat seorang yeoja.. disana” Jawabku sambil menunjuk kearah padang bunga matahari itu..

Kemana yeoja itu?? Kenapa menghilang tiba-tiba.. Bukankah tadi dia berdiri disana… dibalik bunga matahari itu.. Tapi kenapa sekarang..

“Tidak ada apa-apa… Kau salah liat kali.. Sudahlah..” Ucap Taesun sambil mengayuh sepedanya lagi

***********************************************

“Waa.. Onew hyung!!” Teriak Taemin sambil berlari kearahku dengan cepat dan memelukku tiba-tiba

“Hyung sendiri saja?? Junghee tidak ikut hyung??” Tanya Taemin lagi

“Ani.. Junghee tidak ikut” Jawabku sambil melepaskan gelayutan Taemin yang hampir membuatku sesak napas gara-gara dia terlalu erat memelukku

“Ahahahaha… Ayo Jinki.. masuklah..” Ucap Lee Ahjusi sambil tersenyum ramah

“Ayo hyung.. KAJJA!!” Ucap Taemin lagi sambil menarik tanganku kedalam rumahnya…

“Jinki sudah sampai rupanya” Sapa Lee Ahjuma yang kulihat tengah menyiapkan hidangan dimeja makan..

“aa.. Ne” Ucapku

“Ayo hyung.. aku antar kekamarmu” Ucap Taemin antusias dan tetap menyeretku mengikuti langkahnya..

Taemin membawaku menaiki tangga tengah rumahnya yang menghubungkan dengan lantai dua.. Dia sedikit berceloteh padaku mengenai sekolahnya, mungkin.. karena aku sudah terlalu lelah untuk menanggapi..

“Nah hyung.. ini kamarmu.. Istirahatlah dulu sebentar hyung..” Ucap Taemin lalu meninggalkan aku dikamar sendirian..

Kuhempaskan tubuhku dikasur.. Haah.. perjalanan yang sungguh menguras tenaga.. Rasanya seluruh tulangku remuk-remuk.. Ugghh.. Kurogoh saku jaketku lagi dan mengeluarkan kamera pocketku tadi.. Aku ingin melihat-lihat hasil jepretanku lagi..

“Waah.. benar-benar pemandangan yang bagus”

Tiba-tiba aku teringat yeoja misterius tadi.. Apa mungkin Taesun benar.. aku cuma salah lihat yaa.. Aah.. Tapi tidak mungkin, matakukan masih normal.. Aku benar-benar yakin melihat seorang yeoja tengah berdiri dipadang bunga matahari itu.. Dan dan dia tadi tersenyum kearahku.. Hah.. benar-benar aneh… Sebelum sempat aku berpikiran lebih jauh lagi, kudengar suara ketukan pintu di kamarku..

“Hyung.. ayo makan malam.. Hyung pasti laparkan..” Teriak Taemin

“Ne..Ne..Aku kebawah sekarang” Ucapku

******************************************************

“Ya.. Onew-ah.. mau ikut??” Tanya Taesun tiba-tiba saat aku berjalan keberanda rumah mereka untuk duduk santai

“Kemana??” Jawabku..

“Sudahlah… hyung ikut saja.. ya hyung yaa..” Rengek Taemin

“erm.. Ne..” Ucapku sambil tersenyum

Aku mengikuti kedua langkah kakak beradik ini.. Kemana mereka membawaku?? Aduh.. jauh sekali.. Aku sudah sangat lelah.. bayangkan.. kami mendaki tiga gunung dan melewati dua lembah lalu menyebrangi empat anak sungai… Sungguh, rasanya kakiku hampir putus…

“Hhhhh..Hhhhh… Tung-guu… Taesun.. Taemin.. “ Ucapku ngos-ngosan

Mereka berbalik dan menghampiriku…

“Hyung.. wae?? Kelelahan lagi??” Tanya Taemin

“Kita istirahat saja sebentar disini.. aku tidak tega melihat muka Onew yang seperti ibu-ibu mau melahirkan” Ucap Taesun

Hhhhh.. Hhhhhhh.. Aku segera mendudukkan pantatku direrumputan… Hhhhaaahh… Kupandangi wajah kedua orang itu, kenapa mereka sama sekali tidak berkeringat.. Bandingkan dengan diriku sekarang yang sudah bermandikan peluh… Mereka kuat sekali.. aaaahhh.. aku jadi malu…

“Ayo.. kita lanjutkan..” Ucapku seraya bangkit dan berjalan mendahului mereka berdua… kemudian aku mendadak menghentikan langkahku..

“Nggg.. ngomong-ngomong.. arahnya kemana ya??” Tanyaku polos

Ahahahahahahahahahahahaha….

Tawa Taesun dan Taemin meledak.. kenapa mereka tertawa?? Ada yang lucu?? Aku cuma bisa mengerutkan dahiku…

“Ayo ikuti aku” Ucap Taesun sambil berusaha menahan tawanya

“Aaah… dasar aneh…” Pikirku

******************************************************************

“AA…AA..ANDWAE!!” Teriakku sambil mencengkram erat tiang yang berada disekitar kandang itu..

“Sudahlah hyung.. tidak apa-apa.. Dia tidak akan menggigitmu hyung.. Percaya deh” Bujuk Taemin sambil menarik-narik ujung bajuku

“Andwae!! Aku tidak mau mendekati mahkluk itu” Bentakku

“Sudah Taemin.. hentikan.. aku baru ingat kalau Onew phobia domba..” Ucap Taesun sambil menepuk pundak Taemin

“Aaah… oh iya.. aku lupa hyung… ahahaha… mian ne..” Ucap Taemin sambil senyam senyum geje

MWEEEEKKK….

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakku sambil mempererat pelukanku pada tiang itu…

“Ahahahaha… hyung santai saja.. dia tidak akan mencium hyung lagi.. benarkan Taesun hyung??” Ucap Taemin

“Ne…” Ucap Taesun sambil menganggukan kepalanya

“Tetap saja aku benci!! Makhluk itu yang merebut First kissku!!” Ucapku lagi

“Yaah.. hyung… calm down.. aku tau lo hyung, orang yang first kissnya lebih parah dari hyung, mana dia bangga lagi…” Ucap Taemin

“Siapa??” Ucapku penuh tanda tanya

“Hyung taukan.. Mir.. tetangga kami… Masa first kissnya sama babi.. mana dia bangga lagi, dan udah menjadi rahasia umum tuh” Ucap Taemin sambil mengacung-acungkan ketulunjuknya

“Oooh.. kalo si Mir sih tidak usah dibicarakan keanehannya lagi.. bahkan kentutnya sendiri saja mau dia jadikan parfum.. benar-benar deh tuh orang” Timpal Taesun

MWEEEEKKKKKKKKKK

“Aaah.. hyung dombanya minta makan” Teriak Taemin pada Taesun

“Onew-ah… kami mau memberi makan mereka dulu.. kau disini saja dulu…” Ucap Taesun padaku

Taemin dan Taesun segera berlari kearah kerumunan para domba itu… huuaa.. aku cuma bisa menyaksikan dari kejauhan Taemin dan Taesun yang memberi makan domba-domba itu.. ARGGHHH padahal kan aku ingin membantu juga…

************************************************************

“Taemin!! Aku pinjem sepeda” Teriakku

Aku segera mengambil sebuah sepeda hitam dari garasi rumah Lee Ahjusi.. Hmmm.. kalo pagi-pagi begini memang enaknya naik sepeda.. Kukayuh sepeda milik Taemin dengan penuh semangat…

Aku berhenti menginjak pedal sepedaku tepat didepan padang bunga matahari, kuletakan sepeda Taemin dipagar pembatas dan segera kupanjat pagar pembatas yang tingginya hanya sepinggangku itu..

TAP..

Akhirnya.. aku berhasil masuk kedalam areal padang ini… Kukeluarkan kamera pocketku lagi dari balik saku jaketku… Kuambil gambar bunga matahari ini dengan berbagai angle kamera.. Huaa.. Keren.. Terakhir kujepret awan yang terlihat seperti gumpalan kapas itu sambil tersenyum puas…

Hahahahaha…..

Apa itu.. suara tawa seorang yeoja.. Kenapa ada yeoja disini??

Hahahahahaha……

Hei.. aku memang tidak salah dengar.. benar-benar suara tawa seorang yeoja… arahnya dari… depanku… aku segera berjalan melangkah kedepan. Kuhentikan langkahku saat menemukan sesosok yeoja sedang asyik bermain bersama bunga matahari… Cantiknya.. lebih cantik dari yeoja manapun yang pernah kutemui.. Dia kan yeoja kemarin yang aku lihat. Tanpa sadar kuarahkan kamera pocketku kearahnya..

JEPREEET

Astaga.. Onew Pabo.. kenapa aku lupa mematikan lampu flashnya.. habislah aku… Yeoja itu seperti yang kuduga dia menyadari kehadiranku.. Dengan cepat dia berbalik kearahku dan menatapku takut.. Sepertinya yeoja itu sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari.. sebelum dia benar-benar berlari meninggalkanku aku angkat bicara..

“Hey..Hey.. Jangan lari.. aku tidak akan menyakitimu” Ucapku padanya

Dan berhasil, sepertinya dia mengurungkan niatnya untuk berlari dan kemudian yeoja itu berpaling lagi kearahku dan menatapku lekat-lekat..

“Errm.. Namaku Lee Jinki.. Tapi kau bisa memanggilku Onew..” Ucapku sambil tersenyum memamerkan gigi-gigi kelinciku

Awalnya dia menatapku heran kemudian akhirnya senyum nampak menghiasi wajahnya yang cantik… Aigo… aku hampir mati melihat senyumnya itu… Yeoja itu berjalan kearahku dan menarik pergelangan tangan kananku

“Eh..Eh.. mau kemana??” Ucapku bingung

“Namaku Sunmi.. Kita bermain.. Kau maukan??” Ucapnya lagi sambil tersenyum padaku

OH GOD!! Aku benar-benar berterimakasih dilahirkan kedunia sehingga aku bisa melihat senyum semanis ini… Ahhh.. Sunmi kau mengalihkan duniaku… *author: kayak judul lagunya si Afgan =.=”*

**********************************************************************

Sunmi, dia memetik tiga tangkai bunga matahari yang entah mataku yang sudah rabun atau apa tapi sungguh tiga bunga itu terlihat bersinar-sinar saat sebelum dipetik tadi… Sunmi memeluk erat bunga matahari itu.. Ia berjalan lagi sambil menarik tanganku

“Engg.. Sunmi-ssi.. kau mau kemana??” Tanyaku lagi

Dia tidak menjawab cuma menunjuk kearah pegunungan.. Jauh sekali.. kalau berjalan kaki akan sangat melelahkan…

“Bagaimana kalau kita naik sepedaku saja” Tawarku padanya sambil menunjuk sepeda Taemin tadi yang kuletakan disamping pagar pembatas..

Sunmi tersenyum kemudian menganguk… Aku segera menarik tangannya berjalan kearah sepeda milik Taemin itu..

“Ayo.. Naik..” Ucapku sambil menyuruhnya duduk dibangku penumpang sepeda…

Kurasakan beban sepedaku bertambah, berarti Sunmi sudah naik…

“Kau siap??” Tanyaku

“Ne” Jawabnya

*********************************************************************

Tok Tok

Kuketuk pintu rumah yang bisa dibilang tidak terawat dan letaknya sangat terpencil ini.. Untuk apa Sunmi ketempat seperti ini.. aku sangat penasaran…

KREEK

Pintu depan rumah itu akhirnya terbuka, munculah sosok nenek tua dengan uban-uban menghiasi kepalanya dan kulitnya yang keriput.. Aku terlonjak kaget dan mundur beberapa langkah.. bukannya aku takut dengan wanita tua.. tapi aku agak ngeri melihat kulitnya.. penuh dengan bintik-bintik yang tidak lazim dan sangat mengerikan…

“Ada apa??” Ucap nenek itu, suaranya lemah dan bisa kulihat bola matanya berwarna abu-abu gelap..

“Ini.. untuk anda.. pakailah untuk menyembuhkan penyakit anda” Ucap Sunmi sembari menyerahkan setangkai bunga matahari

Awalnya nenek itu agak ragu menerimanya.. sekilas kulihat nenek itu mengamati Sunmi seketika wajahnya berubah bahagia..

“Kau…” Ucap nenek itu pelan tapi masih sanggup kudengar

Kulihat Sunmi menganggukan kepalanya…

“Gomawo.. Anda benar-benar penyelamat bagiku..” Ucap nenek itu, kemudian tangannya meraih bunga matahari yang diberikan Sunmi dan mengambilnya

Hey… tunggu itu bukan bunga matahari… tapi sebotol benda cair yang tampak seperti minyak, menurutku.. darimana dan sejak kapan benda itu ada disana…

“Oleskan saja kebadan anda…” Ucap Sunmi pada nenek tua itu

Sunmi lalu berjalan menjauh dari rumah nenek itu.. Aku juga tentunya… Kuambil sepeda yang kusanderkan disebuah pohon…

“Ayo naik.. Kali ini kemana tujuan kita??” Tanyaku pada Sunmi

“Kedesa dibarat” Jawabnya

******************************************************

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………. HAMU… HIKSS..HIKSSS.. JANGAN TINGGALKAN AKU….” Ucap seorang bocah laki-laki kepada hamsternya yang sudah tergeletak tidak berdaya ditanah..

Aku memandangi bocah itu.. Sunmi berjalan mendekat kearah bocah itu.. Kuikuti langkah Sunmi..

“Annyeong.. adik kecil.. hamstermu kenapa??” Tanya Sunmi ramah..

“Hiks.. Hiks.. Nuuna.. Hamsterku meninggal… Hiks..Hiks” Jawab Bocah itu sesengugkan

“Jangan menangis.. ini.. berikan kepada Hamstermu..” Ucap Sunmi tersenyum ramah sambil menyodorkan setangkai bunga matahari yang kedua kepada bocah itu, persis yang dia lakukan dengan nenek tua itu tadi..

“Ini.. kuaci…” Ucap bocah itu agak heran

Eeh.. tunggu dulu.. sejak kapan bunga matahari itu berubah menjadi kuaci?? Ini benar-benar membingungkan..

“Berikan saja kepada hamstermu..” Ucap Sunmi

Dengan ragu-ragu bocah itu memasukan kuaci itu kemulut Hamsternya yang sudah mati itu… Dua menit tidak terjadi reaksi apa-apa.. Tapi kemudian, tiba-tiba saja Hamster itu melompat dan berlari  kearah bocah tadi…

“Hamu… kau tidak jadi meninggal.. Gomawo Nuuna..” Ucap bocah itu girang

Sunmi hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan bocah laki-laki itu… Sunmi.. benar-benar yeoja yang misterius… Yeoja yang kehadirannya memberikan kebahagiaan untuk orang lain…

-Lee Jinki POV End-

*****************************************************

Jinki dan Sunmi tengah duduk dipagar pembatas yang ada di ladang bunga matahari.. Menikmati indahnya bintang-bintang yang bertaburan menghiasi langit malam yang cerah.. Angin berhembus pelan sesekali meniup dan menerbangkan ujung rambut Sunmi yang panjang itu.. Yeoja itu tengah mendekap bunga matahari terakhirnya…

“Erm.. Sunmi-ssi.. bunga terakhir itu… kemana kau akan memberikannya??” Tanya Jinki agak ragu

“Aku akan memberikannya untuk orang yang special bagiku..” Jawab Sunmi

“Special??”

“Ne.. Jinki.. apa kau pernah mendengar legenda bunga matahari ini??” Tanya Sunmi

“Ne..seorang gadis yang memendam cinta pada dewa Apollo sehingga berubah menjadi bunga yang selalu menghadap ke arah terbitnya matahari.. Begitukan”

“Ne.. Biar bagaimanapun keadaannya Bunga ini tidak akan pernah bisa tumbuh tanpa adanya matahari.. Dia akan selalu setia pada mataharinya..Sama sepertiku.. aku bisa ada berkat adanya matahari.. dan sekarang akhirnya aku bisa menemukan matahariku..” Ucap Sunmi sambil tersenyum

“Kau tidak pulang Jinki?? Paman dan Bibi mu pasti mencarimu??” Ucap Sunmi lagi

“Eng.. Iya… annyeong Sunmi-ssi… Aku pulang dulu.. Eng… kau mau pulang juga?? Kita bareng??” Tawar Jinki

Yeoja itu menggeleng pelan sambil tersenyum simpul

“Aku masih ingin disini sebentar lagi.. Kau pulang saja duluan… Kalau sudah waktunya aku akan pulang ketempatku..” Ucap Sunmi sambil menerawang kelangit malam.

****************************************************

-Lee Jinki POV-

“Hyung darimana saja?? Malam begini baru pulang??” Tanya Taemin khawatir

“Untung saja Amma dan Appa kami sedang pergi.. kalau tidak kau bisa dihukum Onew-ah..” Sambung Taesun

“Engg… aku habis dari ladang bunga matahari…” Jawabku sekenanya sambil menghempaskan tubuhku ke sofa..

“Ladang bunga matahari?? Hyung ngapain kesana??” Tanya Taemin lagi

“Engg.. Engg.. Taesun.. ternyata yang kulihat kemaren tidak salah.. aku benar-benar melihat yeoja itu.. dan tadi aku bertemu dengannya..” Ucapku

“Hah.. yeoja?? Yeoja diladang bunga matahari??” Ucap Taesun heran

“Ne..Ne..” Jawabku mantap

“Hyung.. sekarang bulan apa?? Tahun apa??” Tanya Taemin kepada Taesun

“Bulan Juni, 2010” Jawab Taesun sambil memperhatikan kalender yang berada didekatnya

“Sekarang tepat seratus tahun kan..” Ucap Taemin

“Aah.. benar.. aku baru ingat..” Sahut Taesun

“Apaan sih?? Kalian jangan seperti itu padaku” Umpatku kesal

“Hyung.. siapa nama yeoja yang kau temui diladang itu??” Tanya Taemin penuh selidik kearahku

“Ngg.. namanya Sunmi” Jawabku

“Ternyata benar..” Ucap Taemin lagi

“Ada apa sih?? Ada apa dengan Sunmi??” Ucapku penuh seribu tanda tanya

“Ngg… bagaimana menjelaskannya ya Onew-ah.. begini di desa ini punya kepercayaan.. Bahwa bunga matahari diladang memiliki roh penunggu.. Seorang wanita cantik yang setiap 100 tahun sekali menampakan wujudnya dan berjalan mencari tiga orang untuk diberikan tiga bunga matahari pilihan..” Ucap Taesun

“Dan kau sangat beruntung hyung.. menurut cerita-cerita sebelumnya.. Roh itu tidak pernah menampakan wujudnya pada orang selain tiga yang terpilih itu.. Tapi hyung.. beda.. hyung nggak perlu bunga matahari untuk melihat yeoja itu” Ucap Taemin

“Jadi.. jangan katakan kalau Sunmi itu adalah roh bunga matahari itu..” Ucapku kaget

“Sayangnya itu semua benar Onew-ah” Sahut Taesun

“Dan dia menampakan wujudnya hanya selama tiga hari dalam seratus tahun.. Sejak kapan hyung melihatnya??” Tanya Taemin

“Tiga hari yang lalu, saat aku baru sampai kedesa kalian”

“Berarti malam ini dia akan pulang…”

“Tunggu.. Pulang… Malam ini??” Tanyaku memastikan

“Tepat jam 12 malam atau sekitar 30 menit lagi..” Jawab Taesun sambil melirik jam dinding

Aku harus cepat.. Segera kulangkahkan kakiku menuju ladang bunga matahari itu.. Kuhiraukan saja teriakan Taesun dan Taemin.. Aku sudah tidak perduli.. Kupaksakan kakiku melangkah ketempat itu, meskipun kaki-kakiku berteriak ingin beristirahat.. Akhirnya.. ladangnya terlihat juga… segera kupanjat pagar pembatas itu dan kucari Sunmi diantara deretan bunga matahari yang semakin tinggi tumbuhnya itu..

“Sunmi.. Kemana kau?? SUNMI!!” Teriakku sekuat tenaga

“Jinki… kau kemari??” Ucap suara Sunmi yang entah dari mana asalnya..

“Sunmi.. kau tidak boleh meninggalkanku..”

“Tapi aku harus Jinki.. dunia kita berbeda.. aku bukan mahkluk nyata sepertimu.. Aku adalah wujud roh dari ribuan bunga matahari ini..”

“Sunmi kumohon.. tetaplah disini.. tetaplah disisiku..”

“Mian ne Jinki..”

“Sunmi.. Sunmi… dengarkan aku.. Sunmi… aku.. aku… aku.. Sarange Sunmi… aku mohon jangan tinggalkan aku.. Jebal..” Ucapku tertahan

“Na do… Jinki berjanjilah padaku.. Kau akan selalu menjadi matahari untuk semua orang.. Bahagiakanlah semua orang yang menyayangimu..” Bisik suara Sunmi ditelingaku

Beberapa detik setelah itu, akhirnya aku melihat sosok Sunmi berjalan ditengah bunga matahari dan tersenyum kearahku dengan tulus.. Dan sedetik kemudian.. Tubuhnya hilang.. Sunmi menghilang.. kembali kedunianya..

********************************************************

December, 14th 2010

Saengil Chukkae hamnida… Saengil chukkae hamnida..

Saranghaneun uri Jinki.. Saengil Chukkae hamnida…

Ucap Amma, Appa dan Junghee berbarengan… mereka menyodorkan cake untuk kutiup.. dan wush.. aku meniupnya… Mereka bertiga bertepuk tangan.. Rasanya bahagia sekali, merayakan hari special bersama-sama dengan keluarga…

“Hadiah dari Appa dan Amma…” Ucap Junghee sambil memberikan bungkus kado pertama kepadaku

“Kunci apa ini??” Tanyaku begitu selesai membuka kado pertama

“Lihatlah keluar” Ucap Appa

Segera aku berlari kepekarangan rumahku dan betapa terkejutnya kudapati sebuah mobil sport sudah bertengger didepan rumah

“Waa.. gomawo Appa… gomawo Amma..” Ucapku sambil memeluk mereka berdua

“Ini dariku Oppa..” Ucap Junghee lagi sembari memberikan padaku bungkus kado kedua

“Papan Skateboard.. Gomawo Junghee” Ucapku sembari mencubit pipinya

“Ngeeh.. jangan cubit-cubit.. ini yang terakhir.. dari Taemin Oppa dan Taesun Oppa..” Ucap Junghee lagi

“APA-APAAN INI!! Boneka Domba… hiii…”

Onew-ah… semoga bisa menghilangkan phobiamu.. kekeke…

Taesun

Hyung.. diterima yaa.. Aku dan Taesun hyung sudah bersusah payah

membuatnya…. 100% asli bulu domba lo hyung… kekeke

Taemin

“Dasar kakak beradik aneh.. eeh.. adalagi.. dari siapa ini” Ucapku sembari membuka sesuatu yang aku dapatkan dari dalam kado Taemin dan Taesun…

Kudengar dari Taemin kau berulang tahun.. Jadinya aku memberikanmu

hadiah special.. yang tidak akan kau temukan dimanapun.. Aku kirim sebotol

Parfume wangi kentutku… ahahaha.. dipakai yaa..

Mir

Hii… aku bergidik memandang botol parfume hadiah dari Mir.. Sampai kapanpun aku tidak akan mau memakainya.. Memang siapa yang mau memakai parfume wangi kentut??

“Amma.. Appa.. Junghee aku kekamar dulu” Ucapku sembari berjalan menuju kamarku dilantai atas…

KRIEET

Kubuka pintu kamarku… Tunggu.. sepertinya ada yang ganjil.. bukanya jendelanya tadi sudah kututup, kenapa sekarang terbuka?? Sebelum sempat aku berpikiran lebih jauh.. mataku sudah menatap sesuatu diatas meja belajarku… Sesuatu yang sangat aku kenal betul.. Bunga Matahari…

Tetaplah menjadi matahari untuk semua orang

yang menyayangimu..

Sunmi

“Gomawo Sunmi.. Aku akan merawat bunga ini dengan baik…

Dan aku akan berusaha menjadi matahari untuk semua orang yang kusayangi”

–FIN–

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

55 thoughts on “[FF PARTY] Summer Memories”

  1. hahahaa bukannya first kiss nya onew sama aku ya? kok jadi sama domba (onew: mending gue sama domba daripada sama elu!) hahaa ff nya seru=)

  2. Heeemmm ehehehe.. ini nih, aku mau nanya yang ngelewatin 3 gunung 3 lembah dan bla bla bla itu.. itu serius? hehehe.. bukan, maksudnya bagian itu bikin FF yang udah nyaris real ini jadi sedikit gak logis hehe~
    But.. uwooohhh this FF is pretty sweet btw 🙂
    Sanmi.. sang gadis matahari, wowowo.. kalau aja di perbanyak pake kiasan pasti lebih kena lagi feel nya dan lebih sweet ^^

    Lyna HWAITING !
    -Judge 2-

    1. ahahahaha~~
      enggak serius, itu hanya bagian dari kelebaian Onew~~ biar lebih mendramatisir (??)
      Waah~ Gomawo ya~~
      kekeke~~ Masalahnya aku nggak bisa bikin kata-kata yg kiasan atau romantis sih, maklum otak aku rada error (??)

      Makasih ya udah baca komen sama ngasih masukan~~ hehe~~

    1. Gomawo~ Gomawo~ Gomawo~~
      ahahahaha~~ gg tau juga aku~~ ahahaha~~

      Iya, ini FF buat FF Party~~
      Ngg ??

      Makasih ya udah mau baca dan komen 😀

  3. Aku suka ff nya. So sweet Sunmi ngasih bunga matahari~ kayak penggantinya aja di hati onew he.
    Anyway, good luck author!

  4. wakakak ..
    Sunminya aku banget ya ..
    cantik.. senyumannya bikin klepek-klepek ..
    /PLAAKK !
    *author: bukan tempat narsis ..

    btw sweet loh FFnya ..

  5. Weeeyyyy.. quite attractive, menarik menarik ^^
    Pinginnya sih no comment tapi kagak bisa =.=”

    Ehm.. apa ya??
    Oh yaaa awalnya agak-agak boring gimana gitu, maaf maaf.. tapi serius
    bagian awal itu yang paling penting loh, rahasia cerita kita di sukain orang2 yah bagian awal dan bagian akhir cerita harus menarik dan bikin penasaran
    Itu aja deeehhh~

    HWAITING !
    -Judge 1-

    1. waaa~~ gomawo~ gomawo~

      kekeke~ aku juga merasakan hal yg sama (??)
      Oh, gitu ya~~ Iya sih.. habis aku bingung tujuh keliling judge~~ kalau setiap bikin FF awalannya~~
      Akan aku catat dalam kamus aku, 😀

      Makasih ya udah mau baca komen sama kasih masukan keaku ^^

  6. daebakk-daebaakk.
    Ceritanya baguss.
    saya sukak. 🙂

    haha, aku pgen ketawa pas onew takut domba ntuuh. 😀
    n’ pas Mir ngasih hadiah kentut.

    author sipb. ^^b

    1. waaa~~ Gomawo~ Gomawo~ Gomawo~~

      Oh iya.. lucu ya waktu bagian itu, aku kira jayus lo?? 😀

      Makasih ya udah mau baca dan komen ^^

    1. waa~ gomawo ya~~
      ahahaha~~ kayaknya seperti itu deh chingu~ wekekeke~~

      Makasih ya udah mau baca dan komen ^^

  7. aku suka suka suka…
    tapi, aku maunya sunmi bisa jadi manusia gitu trus hidup bahagia ma onew. hehehe 😛
    good job buat authornya 🙂

  8. omooo~

    sedihnya onew oppa hrus brpisah secepat itu T^T
    padahal so sweet ><
    hwehehe

    eits sekarang tanggal 14 Desember 2010!!!!!!!
    yeah saengil chukkae onew chicken tofu dubu oppa~ ^^

  9. wah…bagus..bagus..

    *prok…prook…prok..
    *tuuuuttt….*suara terompet
    *duarrr…duuuar… *suara terompet

    Onew : “Heboh…loe…”
    Nuril : “Mau…Mau gw..”

    Bagus..

  10. bagus fffnya 🙂
    udah nyangka dari awal kalo cewe itu bkan manusia,
    jinki bruntung banget tuh ketemu sama cewe cantik hahaa 😀

  11. Kirain SunMi itu hantu.
    Onew lucu dan manly banget d FF.
    Lee bersaudara juga lucu, dan yang terlucu itu Mir.
    Parfum kok dari kentut.
    Lucu, keren FFnya author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s