THAT’S WHY I HATE SHINEE – PART 1

THAT’S WHY I HATE SHINee (Part 1)

Annyeong readers ^^ ini FF keduaku setelah I Can’t Dead. Sebelumnya aku bener bener minta maaf karna FF tersebut belum ada lanjutannya, jeongmal mianhae

~ ~ ~ ~ ~

Author : Agneskey

Main casts : Kim Kirra, Kim Junsu, Kim Jonghyun, Lee Jinki, Lee Taemin

Support casts : Dongho, Jiyeon

©2010 SF3SI, Freelance Author.

~Kirra P.O.V~

Sore ini sepulang sekolah, aku jalan kerumah bareng sahabatku, Jiyeon. Perjalanan kerumah terasa sangat menyenangkan karna aku baru saja membeli majalah edisi khusus SHINee. Ituloh boyband yang membernya ada 5, yang ganteng ituloh, yang jago ngedance, pasti pada taukan??

“mulai dah sarapnya” sahut Jiyeon tiba tiba karna dia sedari tadi memperhatikanku yang senyum senyum sendiri

“yaaa kau kan tau seberapa cintanya aku sama mereka” tak peduli Jiyeon ngoceh dari A sampe Z yang penting sudah kudapatkan majalah ini walaupun aku harus berebutan dan tereak tereak. ~Ring Ding Dong Ring Ding Dong~ tanda telpon masuk ke hpku. Nomer tak dikenal

“yoboseo?” jawabku

“yoboseo. Apa benar ini Kim Kirra?” laki laki!

“n..ne mianhae nuguseyo?”

“kami dari Seoul International Hospital, orang tuamu mengalami kecelakaan mobil sekara~” aku melotot. Kurasa mataku sebentar lagi akan keluar

“wae Kirra?” Tanya Jiyeon penasaran. Tak kuubris pertanyaan Jiyeon. Secepat kilat aku berlari menuju S.I.H. mengapa aku tidak naik bus? Karna itu pasti akan memakan waktu lama. Dengan berlari aku bisa sampe sana hanya dengan waktu 15 menit. Jiyeon ternyata ikut berlari juga. Sulit bagi Jiyeon untuk mengejarku yang seorang atlet lari disekolah. Mianhae Jiyeon.

Kuterobos kerumunan orang didepanku. Tak peduli mereka berteriak, memakiku atau apalah sejenisnya. Dipikiranku hanya ada satu, orangtuaku. Ya Tuhan tolong selamatkan mereka, aku menyayangi mereka, aku masih butuh mereka. Tuhan tolong~ Tak sadar air mataku tumpah, segera kuhapus dan kupercepat langkahku.

“mianhae, benarkah disini baru ada korban kecelakaan mobil? Sepasang suami istri. Sekarang dimana mereka?” tanyaku panik

“tunggu sebentar ya” perawat itu menotak atik computer didepannnya “lantai 3 ICU, mian~” belom selesai perawat itu bicara, sudah kutinggalkan mereka. Kunaiki anak tangga dengan yakin. Tak peduli pada tali sepatuku yang lepas yang sewaktu waktu bisa membuatku tergelincir jatuh.

Begitu aku sampai di lantai 3, didepanku terpampang sebuah pintu dengan tulisan ICU dan… oh Gosh! Kali ini otakku benar benar tidak berfungsi. Kulirik cover majalah yang kupegang. Itu mereka!!! Itu SHINee!!!! Tapi kenapa mereka disini??

“apa Kim Kirra belom datang?” Tanya seseoarng yang baru saja keluar dari ICU. Mendadak otakku kembali berfungsi

“aku!” teriakku. Segera kuhampiri dokter itu. Aku melewati mereka! Mereka melihatku! Aku hanya berjarak beberapa meter dengan mereka! “bagaimana keadaan orangtuaku? Mereka baik baik saja kan?” laki laki itu membuang nafas panjang

“mian, kedua orangtuamu… telah pergi” ucapnya. Ini mimpikan? Ini mimpi!!! Ayolah Kirra, cepat bangun dari mimpi buruk ini. Kucubit pipiku. Sakit~ air mataku. Air mataku tak dapat kutahan

“Kirraaaa!” panggil seseorang yang kuyakin adalah Jiyeon. Kudengar langkah kakinya yang semakin mendekat. Ia memelukku “wae? Orang tuamu bagaimana? Mereka baik baik sajakan?”

“mereka jahaaaaat!! Mereka pergi sebelum aku lulus SMA!! Mereka pergi sebelum melihat oppaku jadi dokter!!! Mereka… mereka..” tak dapat kuteruskan kata kataku

“ssshh, uljima” Jiyeon mengelus kepalaku “ayo kita liat orang tuamu” Jiyeon merangkulku masuk ke ICU. Bau obat terasa sekali. Ruang ini sepi. Tak ada orang selain kami. Disudut ruangan, terbaring kedua jasad yang sudah tertutup kain putih. Aku menghampiri mereka.

“umma appa, kalian jahat!!!! Kalian jahaaat!!! Kenapa harus pergi sekarang?? Kalian sudah berjanji untuk melihat aku lulus SMA, oppa menikah dan punya anak!! Kalian ingat?? Kalian pernah bilang kalau kita akan menjadi keluarga besar dengan kedua anak kembar dari oppa atau aku! Kenapa kalian tidak menunggu?? Umma appa~ kumohon, kembalilah, aku membutuhkan kalian” tangan keduanya yang kupegang terasa dingin. Ini bukan tangan mereka yang selalu hangat. Jiyeon mengangkatku berdiri lalu memelukku

“ssshhh, uljima. Ikhlaskan mereka, Kirra. Mereka sudah bahagia disurga sana. Kau kuat Kirra! Kau bukan Kirra kalau menangis”

“Kirra” panggil seseorang. Aku mengangkat wajahku yang sepertinya sudah seperti kapal pecah (?) “mianhaeyo, ini salahku” dia… namja yang selalu kubanggakan didepan semua teman temanku, yang selalu kusebut namanya tiap hari, dia telah mengambil kedua orang tuaku!!

“KAU JAHAT!!! KAU JAHAT, KIM JONGHYUN!! AKU BENCI PADAMU! KAU TIDAK TAU SEBERAPA PENTINGNYA MEREKA UNTUKKU!! DENGAN MUDAH KAU MENABRAK MEREKA DAN MINTA MAAF PADAKU!!!!” teriakku penuh emosi. Kupandang wajah yang selama ini kukagumi. Saat ini, dihatiku, aku sudah tak peduli siapa kelima namja yang berdiri didepanku ini. Taemin oppa terlihat tersentak

“a.. aku minta maaf. Aku benar benar tidak sengaja~”

“TIDAK SENGAJA KATAMU??” emosiku bergejolak hebat “KAU SUDAH MENGAMBIL SESUATU YANG TERPENTING DALAM HIDUPKU!!” kubanting majalah yang kupegang dan segera keluar ruangan. Kunyatakan sekarang kalau, AKU BENCI SHINee

 

~Saat pemakaman~

 

Daun yang berguguran jatuh diatas kepalaku. Pemakaman sudah selesai 2 jam yang lalu. Tapi aku masih ingin disini. Jiyeon setia menemaniku. Dia tak mau pulang sebelum aku pulang.

“Kirra~” panggil seseorang. Aku menoleh “aku manager SHINee. Kami minta maaf dan turut berduka cita atas apa yang terjadi. Ini ada sedikit uang” katanya sembari memberiku amplop coklat. Kulirik amplop itu dengan sinis.

“mian, aku gak bodoh. Aku tak perlu uang kalian” kutepis amplop itu dan semua uang yang ada didalamnya bertebaran keluar. Segera kutingggalkan mereka. Aku jalan pulang berdua dengan Jiyeon

“kurasa kau butuh segelas hot cappucinno. Bagaimana kalau kita ke coffe shopnya Dongho?” tawar Jiyeon

“kau memang selalu tau apa yang kubutuhkan” selama kurang lebih 30 menit akhirnya kami sampai kesebuah coffe shop. Kilinting! Bel yang kugantung dipintu berbunyi. Larilah seorang namja imut yang masih menggunakan celemek dan memelukku erat~ “Dong…ho, le..pas..kan aku..”

“mian mian hehe mian aku gak bisa datang ke acara pemakaman orang tuamu. Kau harus tegar ya ^^ kau itu kan Kirra. Bagaimana kalau kutraktir segelas hot cappucinno?” tawarnya

“untukku mana?” sahut Jiyeon tiba tiba

“tak ada! Hot chocolate caramelnya habis”

“gotjimal! Ummaaaaaaaa” teriak Jiyeon memanggil ummanya Dongho

“Donghoooo!!!” teriakan ummanya melengking keras dan membuat Dongho harus membuang nafas panjang

“dasar pengadu. Baiklah tunggu 5 menit” Jiyeon memanggil ummanya Dongho dengan sebutan umma juga. Kenapa? Aku tidak tau.

5 menit kemudian Dongho datang dengan 3 cangkir ditangannya (satunya lagi kuyakin untuk dirinya sendiri). Kuhirup aroma cappucinno-ku. Ini membuatku sedikit lebih tenang.

“Kirra, Kirra, lihat! Itu SHINee!! Di TV!! Kenapa mereka luka luka, Rra?” Dongho histeris. Dia bukan Shawol tapi dia suka menirukan gayaku ketika melihat SHINee di TV “kok kau gak teriak? Kok kau gak seperti anjing gila lagi?” BLETAK! Dengan sukses kepala Dongho ku jitak

 

“yak, inilah SHINee”

 

“annyeonghaseyo” sapa kelima namja itu

 

“beruntung sekali kami bisa mengundang kalian datang kesini setelah apa yang telah menimpa kalian. Bisakah kalian ceritakan kepada kami dan Shawol tentang apa yang terjadi?” Tanya sang MC

 

“kurasa, ini bagianku” akhirnya dia angkat bicara “sore itu aku dan member SHINee yang lain memutuskan untuk pergi keluar karna kebetulan kami ada cuti sehari. Saat dalam perjalanan pulang, aku meminta supaya aku yang nyetir. Ditengah perjalanan aku angkat telfon dan tidak memperhatikan jalan. Alhasil, semuanya terjadi. Aku minta maaf kepada Kim Kirra. Aku benar benar minta maaf, Kirra. Kami telah kehilangan 1 Shawol. Tolong kembalilah menjadi bagian dari Shawol. Jeongmal Mianhae, Kirra”

 

“Kirra, jangan bilang kalo~”

 

“yayaya memang mereka yang menabrak orangtuaku. Hm sudahlah gausah bahas mereka. Oya sepertinya aku harus pulang sekarang. Ayo Jiyeon. Gomawoyo Dongho atas cappucinno enakmu ^^ titip salam untuk umma mu ya” aku dan Jiyeon meninggalkan coffe shop Dongho. Rasa sedihku sudah berkurang. Aku harus jadi anak tegar!!!

 

~Rumahku~

 

“oppaaaaaaaaaa” teriakku begitu aku masuk kerumah. Kupeluk seorang namja tinggi yang ada didepanku

“missing you so much, honey” ucapnya sembari membalas pelukanku “ternyata kau sudah besar” kutatap matanya yang merah karna banyak menangis.

“miss you too, oppa! Wajah oppa kacau! Hahaha”

“wajahmu juga haha ayo kita makan, aku sudah masak spagetthi napoleon kesukaanmu” nafsu makanku meningkat. Spagethhi buatan Junsu oppa memang enak >< jangankan spagetthi, semua yang dimasaknya jadi enak haha. Selesai makan aku dan oppa langsung ngobrol didepan tv. Biasanya selalu ada umma disampinku dan appa disamping Junsu oppa. Seperti yang ada di foto keluarga kami. Air mataku berlomba lomba ingin keluar

“jangan menangis Kirra!!” teriakku dalam hati. Aku mengambil nafas dalam “oppa bagaimana sekolahmu di LA sana??”

“kuputuskan untuk berhenti kuliah saja dan tinggal disini bersamamu” ucapnya tanpa menolehkan kepalanya

“MWO???? DENGAN MUDAH KAU BILANG INGIN BERHENTI?” teriakku tepat dikupingnya “SEBENTAR LAGI KAU AKAN JADI DOKTER. SEDIKIIITT LAGI!! Lagipula kenapa oppa berhenti? Padahal aku akan merasa bangga punya oppa seorang dokter”

“tak ada biaya Kirra. Walaupun aku kuliah dari beasiswa tapi kan aku juga butuh uang untuk kehidupanku disana” oppa menatapku lekat lekat

“kalau begitu aku akan kerja part time dan uangnya akan kukirim ke oppa!!”

“MWO? Ani, aniyooooo, Kim Kirra!! Mau kubunuh kau? Kau fokuslah belajar, biar masalah uang itu aku yang mikirin lagipula ini kuliahku. Jadilah anak pintar seperti aku” katanya bangga. Aku benci. Aku benci setiapkali Junsu oppa berkata kalau dirinya pintar. Memang dia pintar. Sangat pintar. Dan setiap kali dia berbicara seperti itu, kesannya aku ini adalah anak yang bodoh -__-

“syalalalala aku mau kerja part time!!” kututup kupingku supaya tak mendengar apa yang dikatakan Junsu oppa

“ya! Anak kecil! SUDAHKU BILANG TIDAK, YA TIDAK!!!” aku berlari menghindari kejaran oppaku. Ya seperti inilah kerjaanku tiap malam kalau ada oppa. Setelah puas berlarian, kutinggalkan oppaku dan aku segera menuju kamarku yang ada dilantai 2. kamarku penuh dengan poster, foto, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan SHINee. Kucopot semua poster yang ada di dinding kamarku. Kusingkirkan foto foto mereka dari meja belajarku. Semuanya kumasukan kedalam kardus besar dan kutaruh disudut ruangan. Biarkan semuanya membusuk!

Sepinya. Umma appa, aku akan buktikan ke kalian kalau aku sudah besar. Kulangkahkan kakiku menuju meja computerku. Search. Lowongan pekerjaan di Seoul…

“mianhae oppa, kalau kau tak mengizinkan aku kerja untuk membantu uang kuliahmu. Kali ini aku bekerja untuk diriku sendiri” tekadku dalam hati

~ ~ ~ ~ ~

Aku berangkat sekolah bersama Dongho dan Jiyeon. Pagi yang hangat menyambut kami. Ketika aku baru saja melangkahkan kaki masuk ke gerbang sekolah, semua mata tertuju pada kami. Ada yang salah? Tidak! Beberapa anak terlihat berbisik

“itu kan yang namanya Kim Kirra yang orang tuanya tertabrak Jonghyun SHINee? Itumah alasan dia aja pura pura benci SHINee supaya SHINee minta maaf terus padanya” sahut seseorang ketika aku berjalan dilorong kelas. BUUUGH!!!! Hening.

“kau… jangan sekali kali berbicara seperti itu lagi. Karna kalau kau melakukannya LAGI, saat itu juga bukan tembok yang akan kutonjok. Tapi, wajahmu dan aku bisa dengan mudah membuatnya menjadi seperti tembok ini” kulepaskan tanganku dari tembok dan kembali berjalan menuju kelasku. Sesampainya dikelas,

“haaaaaaaaaaa” teriakku “sakit sekaliiiiiiiiiii” aku loncat loncat kayak orang kesetanan. Tapi sakitnya emang gak kerasa tapi sekarang baru kerasa! Kulihat tanganku, merah! Lalu Dongho mengompres tanganku dengan air dingin

“dasar babon! Apapun yang didepanmu pasti kau tonjok. Jangan mentang mentang kau ikut taekwondo kau bisa menghancurkan semua tembok yang ada disini”

“hehe” setelah beberapa saat Dongho mengobati luka ku, bel masuk berbunyi. Pelajaran pun dimulai

~Pulang sekolah~

“kalian, mau pulang duluan apa ikut aku?” tanyaku pada kedua sahabatku

“memang kau mau kemana??”

“aku akan kerja part time. Tapi belom hari ini. Aku cuma ingin kesana”

“aku ikut” sahut keduanya berbarengan. Untungnya toko itu tak terlalu jauh dari sekolahku. Jadi begitu aku pulang sekolah aku bisa langsung kerja.

Toko ini memang tak terlalu besar. Hanya sebuah resto kecil. Sepertinya ini resto baru.

“annyeonghaseyo” sapaku

“annyeong” sapa ahjuma yang baru saja keluar dari dapur “mianhae, kita belom buka hari ini, baru besok bukanya”

“ani, ani, aku bukan pelanggan. Aku disini untuk melamar pekerjaan. Apa masih ada lowongannya?” tanyaku hati hati

“oalaaaah hehe tentu saja. Ayo sini masuk” Dongho dan Jiyeon mengikutiku masuk “kau anak SMA ya?”

“ne” jawabku singkat

“disini tugasmu membantuku melayani pelanggan. Kau tulis pesanan mereka dan kau taruh dimeja itu” katanya sembari menunjuk meja kecil “nanti biar aku yang masak. Kau bisa mulai bekerja besok. Sepulangmu dari sekolah saja kau kesini. Kau bekerja 5 hari seminggu, kau bebas memilih hari apa saja. Kau bekerja samapi jam 8 malam. Oke? Oya, ini uang mukanya, nanti selebihnya akan kuberikan ketika kau sudah mulai bekerja” ia memberiku amplop coklat

“huaaaa, gomawo ahjuma, aku akan bekerja keras disini!!” aku dan kedua sahabatku keluar restoran tersebut “akhirnyaaaa aku dapat pekerjaan”

“chukaeeeeeeeeee” kata Dongho sembari tersenyum

“gamshahae” tepat dibelakang kami, sunset terjadi. Bayangan tubuh kami terlukis di aspal. Indah “im homeeeeeeeeee” kulangkahkan kakiku masuk. Ternyata ada paman dan bibiku. Pantas ada mobil “annyeonghaseyo” sapaku sambil membungkuk

“waaah Kirra kau sudah besar” aku memeluk bibi dan paman “kami datang kesini mau menawarkanmu untuk bersekolah di Daegu supaya oppamu tidak khawatir. Bagaimana?” kulirik Junsu oppa

“gamsahahamnida atas tawaran kalian tapi aku lebih memilih tinggal disini. Aku sudah besar. Aku sudah bisa menjaga diriku dan lagipula aku sudah dapat pekerjaan”

“haha yasudahlah gwaencahana. Baiklah sekarang paman dan bibi pulang dulu, kasian Young Hee dirumah sendirian. Jaga dirimu baik baik ya, Junsu jangan jahat pada adikmu ya”

“ne… gomawo sudah datang kesini. Hati hati dijalan” mobil paman dan bibi menghilang dibalik tikungan. GDUBRAK! GRASAK GRUSUK!

“oppaaaaaaaa”

“SUDAHKU BILANG! KAU JANGAN KERJA PART TIME!! KAU HARUS FOKUS PADA SEKOLAHMU!!” teriakan Junsu oppa melengking

“SUDAH TERLANJUR! Aku sudah diterima disana!” HUP~ Junsu oppa berhasil menangkapku dan menarikku kedalam pelukannya. Hening… “oppa, waeyo?”

“kau jangan membuatku khawatir. Kau satu satunya penyemangat hidupku sekarang. Jangan membuatku khawatir” Junsu oppa membenamkan kepalanya kepundakku. Hangat.

“oppa aku bukan lagi Kirra yang menangis setiap kali digangguin sama kau, aku sudah besar. Aku sudah tumbuh menjadi gadis cantiknya oppa”

“kalau begitu, cepatlah dapat pacar” SING. Suasana berubah seketika. Kulepas pelukan oppa

“TAK SEMUDAH ITU DAPAT PACAR, BABOOOOOO!” teriakku.

“hahaha, yasudah, ayo kita makan. Kau ingin makan apa?”

“aku tidak lapar” aku menaiki anak tangga

“YA!! KALAU GITU SANA MANDI. BADAN BAU DIPELIHARA!!” tereak Junsu oppa untuk kesekian kalinya

“GAUSAH PAKE TEREAK NAPA!!!! EMANG GUA BUDEG??” kubaringkan tubuhku diatas kasur. Oya amplop coklatnya. Aku menghampiri Junsu oppa dengan amplop coklat yang tadi kuterima “oppa ini uang muka dari pekerjaanku” Junsu oppa melihatku

“untukmu saja. Aku masih pegang uang kok” yasudah. Aku kembali ke kamar dan membaringkan tubuhku dikasur. Besok aku akan mulai bekerja. Aku akan berusaha. FIGHTING!!

~ ~ ~ ~ ~

Ruang makan sekolah ramai seperti biasa. Aku, Dongho dan Jiyeon duduk di meja dekat jendela. Ini tempat favorit kami

“boleh aku duduk disini?” Tanya seseorang

“GYAAAAAAAAA”

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “THAT’S WHY I HATE SHINEE – PART 1”

  1. wahwahwah ..
    SHINee kejem ..
    eh ngga deng, Kirra aja yang berlebihan ..
    kan ngga sengaja ..
    tapi SHINee kebangetan pake acara nabrak orangtuanya Kira segala ..
    huh !!
    ayoayo! lanjutanya kutunggu ya 😀

  2. itu yang nyamperin siapa?
    Jangan bilang salah satu member shinee
    Daebaakkk
    Seru banget ceritanya
    Tapi masa shinee nabrak orang
    Ga diapa apain?

  3. Ahhhhhh!!!Ayo segera di buat part 2 nya!
    Aku suka suka….
    ini ff buat aku pengen banget punya kakak cowok..
    ayo lanjut dong
    Pasti itu jonghyun hahaha *sotoy

  4. Ide critanya laen dr ff yg biasa kubaca.
    Kerren..
    Siapa tuh yg tiba2 nongol di kantin skul kira? Shinee kah? #readersotoy

  5. waaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh…
    aku suka ide ceritanya !!
    kreatif !!

    gak sabar nunggu lanjutannya
    ayoooooo
    aku mau bacaaaaa
    *maksa

    eh itu maincastnya siapa ?
    jjong ?
    oh tuhaaaaaaan
    katakan itu..
    KEY !!

  6. semuanya gomawo udah mau baca ^^ seneng deh rasanya. hm oya di FFku yg ini ga aku masukin nama Kim Kibum aka Key soalnya aku bingung dia mau ditempatin dimana (masa ditong sampah) *gak nyambung (padahal key suamiku) hahahapadeh sekali lagi gomawo jeongmal ya semuanya ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s