[FF PARTY] My Best Birthday Gift – Part 1

Title: My best birthday gift  – part 1

Author: cherrylicious a.k.a Indi

Main Cast :Kim Min Di (author), Choi Min Ho SHINee

Suport Cast : Kim Jong Hyun SHINee

Genre: friendship, romance

Length: two shot

Rating: General

Ket: Sekedar berpartisipasi

My Best Birthday Gift

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Author POV.

“Annyeong Ahjuma. Apa Min Ho sudah pulang?”

“Belum. Sudah, kau masuk saja sana.”

“Hehe…gomawo Ahjuma.”

Gadis itu langsung berlari ke dapur, ia mulai mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas dan dari kantung belanjaan yang ia bawa.

“Aku pulang…”

“Oh, kau sudah pulang Min Ho. Oh iya, apa kau sudah punya rencana untuk besok dengan Min Di?”

“Anni. Waeyo Omma?”

“Oh, Omma pikir kalian sudah membikin rencana. Ia ada di dapur sekarang.”

“Mwo? sedanga apa ia?”

“Katanya mau membuat kue untukmu.”

“Hah? kacau kalau begitu. Ia kan tidak bisa memasak.” Lalu pria itu berjalan ke dapur.

Saat sampai ia melihat Min Di sedang mengaduk-aduk adonan berwarna putih. Ia pun menghampirinya. “Ya, sedang apa kau?”

Min Di langsung menatapnya. “Oh, kau sudah pulang?”

“Ne, kau sedang apa di dapurku?”

“Um..membuat kue untukmu. Kan besok ulang tahunmu.”

“Kau lupa kalau kau tidak bisa masak? Kau lupa saat terakhir kali kau masak kau membuat aku sekeluarga sakit perut karena nasi goreng asinmu itu!”

Gadis itu terkekeh. “Hehehe…mian, kali ini aku sudah mempelajari resepnya kok. Ini aku bawa.” Ucapnya sambil menyodorkan secarik kertas.

“Aku sudah tidak percaya dengan omonganmu. Sini.” Ucapnya sambil menarik mangkuk berisi adonan itu.

“Ya Min Ho, itu kan mau aku jadikan kado untukmu.”

“Sudah biar aku saja yang membuatnya.”

Akhirnya mereka membuat kue itu berdua. Karena bosan dan iseng Min Di mencolekkan tepung ke wajah namja di sebelahnya.

“Ya!” pekik Min Ho.

Min Di hanya tertawa bahagia. “Aigo~~wajahmu lucu sekali…hahaha…”

Lalu Min Ho pun melakukan hal yang sama pada gadis itu. “Ah~~~Min Ho…wajahku kan jadi kotor…”

“Kau juga membuat wajahku kotor!”

Setelah memasukkan adonan itu ke oven mereka berdua menunggu sambil duduk di meja makan. Min Ho membawa 2 gelas dan satu botol air mineral dingin.

“Ya, apa kau yakin kue itu akan berhasil?” tanya Min Di.

“Tentu saja, aku yang membuatnya. Kalau yang lakukan sendiri baru aku tidak yakin.”

“Hah, kau ini.”

DING.

Oven itu pun berbunyi tanda adonan kue sudah matang. Mereka berdua mengambil dan menatapnya.

“Um…apa kau yakin kue ini bisa di makan?” tanya Min Ho melihat kue berwarna coklat itu.

“Kan kau sendiri yang membuatnya!”

“Aku jadi tidak yakin.”

“Sini aku bawa pulang. Nanti aku hias agar menjadi cantik. Besok aku bawa ke sini lagi. Ya sudah aku pulang dulu ya.”

“Mau aku antar tidak?”

“Rumahku di sebelah. Bukan di Jepang, jadi kau tidak perlu mengantarku.”

“Ya sudah, tapi kalau kue itu jatuh akibat kau yang tidak hati-hati jangan salahkan aku ya.”

Min Ho POV.

Jam 12 malam.

Saengil chukae Min Ho-ah~~~^^

Wah sekarang kau sudah 20 tahun ya…berarti kau sudah dewasa sekarang..kekeke~~

Semoga kau panjang umur, sehat selalu, makin tampan, makin tinggi, makin manis dan jangan penah melupakanku ya….

SAENGIL CHUKAE MIN HO~~

Kim Min Di

Aku tersenyum membaca pesan yang masuk itu. Lagi-lagi ia jadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun padaku. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Gomawo Min Di.

Min Di POV.

Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini. Selesai mandi aku langsung turun dan menghias kue yang kemarin aku dan Min Ho buat.

“Pasti kue itu untuk Min Ho.” Ucap Omma-ku.

Aku tersenyum. “Ne, ini kan hari ulang tahunnya. Aku sudah membuat kue ini untuk kado.”

Selesai menghias kue itu aku naik ke kamarku lagi dan berganti pakaian. Aku memakai kaus berleher sabrina yang menampakkan sebagian bahuku warna putih dan rok berwarna krem. Rambutku kugerai dan menarik poniku ke belakang dan kujepit dengan jepitan berbentuk kupu-kupu.

Aku langsung membawa kue itu ke rumah sebelahku. Saat di pagar aku bertemu dengan hyung-nya Min Ho. “Wah…kau yang pertama lagi. Pasti itu untuknya?”

Aku tersenyum ceria. “Ne oppa. Apa ia sudah bangun?”

“Belum, sudah sana kau bangunkan.”

“Baiklah.”

Aku langsung berjalan ke kamar Min Ho dan membangunkannya. Sampai di kamarnya aku langsung berteriak. “SAENGIL CHUKAE CHOI MIN HO….”

Ia hanya menggeliat di ranjangnya dan bergumam. “Umm….kau berisik sekali sih….”

Lalu aku berjalan ke ranjangnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Ya bangun, ini kan hari ulang tahunmu.”

“Min Di~~~Aku masih mengantuk…semalam aku tidur jam 1…”

“Ah…Min Ho, ayo bangun…aku sudah menghias kuenya…aku bangun pagi-pagi demimu…”

Akhirnya namja itu pun bangun dan duduk di ranjangnya. Ia mengucek matanya. Wajahnya terlihat lemas dan rambutnya sangat berantakan. Tapi ia tetap terlihat tampan di mataku.

“Saengil chukae.” Ucapku lalu mencium pipinya.

“Ne, gomawoyo.”

Lalu aku menyalakan lilin di kue tart itu dan menyuruh Min Ho meniupnya. “Ayo cepat tiup. Oh iya, jangan lupa membuat permintaan.”

Ia menggaruk kepalanya dan meniup lilin itu.

“Ye…chukae Min Ho….”

“Ne, ne, kau sudah ratusan kali bilang seperti itu.”

Lalu aku mencolekkan mentega di pipi mulusnya. Mata Min Ho langsung melebar. “YA! Kau mau mulai ya!”

Aku terkekeh. “Ya jangan lakukan itu padaku! Aku masih harus kuliah pulang dari sini!” ancamku.

Akhirnya ia pun mencegah niatnya itu. “Curang kau.”

Lalu kami berua memakan kue itu tetap di kamar Min Ho.

“Ternyata lumayan juga. Tidak terlalu buruk rasanya.” Ucap Min Ho sambil menguyah kue itu.

“Ne, enak juga kok.”

Ia makan sangat berantakan. Di bibirnya terdapat sisa mentega, aku mengelapnya lembut dan tersenyum padanya. “Kau sudah 20 tahun, tidak boleh seperti ini terus.”

“Ne, ne Omma…”

“Ya…”

Min Ho malah tersenyum manis.

“Um…aku harus kuliah, kalau begitu aku pergi dulu ya. Annyeong.”

“Ne, gomawoyo Min Di-ah.”

Malamnya.

“Min Di, cepat ganti bajumu, lalu kita kerumah keluarga Choi.”

“Ne Omma.” Ucapku.

Lalu aku berganti pakaian dengan blouse berwarna kuning dan rok coklat. Saat aku turun Omma-ku malah menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aigo, kenapa kau pakai baju seperti itu sih?”

“Memang kenapa Omma? Kan hanya mau ke rumah Min Ho.”

“Ah sudah cepat ganti lagi.” Kali ini Omma yang memilihkan aku baju. Ia memilihkanku gaun tanpa lengan berwarna broken white dan bolero hitam.

“Omma, apa ini tidak terlalu berlebihan? Memang ulang tahunnya Min Ho di rayakan di mana? Di restoran?”

“Anni. Di rumahnya.”

“Lalu kenapa aku harus memakai baju seformal ini?”

“Ah sudah kau jagan banyak tanya. Nanti juga kau tahu.”

Min Ho POV.

“Kenapa sih Omma menyuruhku memakai baju yang rapih? Ulang tahunku kan hanya di rayakan di rumah, yang datang juga cuma keluarga Kim saja.”

Akhirnya Min Di dan kedua orang tuanya datang kerumahku. Aku, hyung-ku dan orang tuaku sudah duduk di ruang tengah. Mataku langsung membulat melihat Min Di.

Aigo…kenapa ia memakai gaun? Dia pikir ini acara pesta mewah apa? tapi kalau di lihat-lihat ia cantik  juga memakai gaun itu.

Min Di duduk di sebelah orang tuanya dan malam ini ia lebih diam dari biasanya. Setelah orang tua kami berbincang-bincang akhirnya di mulai juga acara malam ini. Acara yang Appa rahasiakan dariku.

“Baiklah aku akan memulainya.” Ucap Appa. “Min Ho, kau sekarang kan sudah berusia 20 tahun, itu tandanya kalau kan sudah dewasa. Nah, sebenarnya malam ini adalah malam yang spesial. Karena Appa dan Appa-nya Min Di sudah merencanakan hal ini dari dulu, kalau kami akan menjodohkan kalian.”

Mataku langsung membesar mendengar ucapan Appa barusan. Saat melihat Min Di, gadis itu pun terlihat sama kagetnya.

“A, apa maksudnya?”

“Ne, kami sudah membicarakan hal ini dan sepakat akan menjodohkan kalian berdua.”

“Appa, aku masih 20 tahun. Lagipula aku dan Min Di hanya berteman saja, tidak lebih.”

“Justru karena itu, karena kalian sudah berteman sejak kecil makanya Appa percaya kalau Min Di bisa menjadi calon istri yang baik untukmu nantinya.”

Aku langsung berdiri dari kursiku. “Aku tidak setuju! Aku bukan anak kecil, aku berhak menentukan jodohku.”

“Ya Choi Min Ho.”

“Pokoknya aku tidak mau! Memangnya Min Di juga mau apa? ia juga pasti tidak mau. Ya kan Min Di?”

Gadis itu hanya diam saja.

Karena emosi aku langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

“Ya Min Ho kembali! Ya Choi Min Ho!”

Author POV.

“Um, maaf apa boleh aku menyusul Min Ho?” ucap Min Di.

“Ya sudah sana. Siapa tahu kau bisa menenangkannya.” Ucap Omma Min Ho.

“Gamsahamnida Ahjuma.” Lalu gadis itu langsung keluar rumah besar itu, ia pun akhirnya mendapati namja yang di carinya sedang duduk di taman samping rumahnya sambil menggerutu.

Min Di duduk di sebelah Min Ho.

“Bodoh. Ide macam apa ini? Benar-benar gila.”

“Min Ho….”

“Pantas aku di suruh memakai baju yang rapih. Kau juga memkai gaun seperti itu. Ternyata mereka mau menjodohkan kita. Hah, ini konyol sekali.”

“Kenapa kau bersikap seperti itu?”

Min Ho menatap gadis di sebelahnya. “Karena aku tidak mau di jodohkan denganmu. Aku hanya menganggapmu sahabatku saja. Dan kurasa itu lebih dari pacar. Ya, kita sudah bersahabat selama 20 tahun, dan kita menikmati hubungan ini kan?”

Pabo kau, aku sebenarnya menyukaimu tahu, kenapa sih kau tidak pernah sadar dengan perasaanku? Kenapa kau begitu bodoh sih?

“Ya, apa kau sudah tahu kalau kita akan di jodohkan?”

Min Di menggelengkan kepalanya.

“Hah, ya sudahlah lupakan. Ayo ikut aku.” Ucap Min Ho sambil menggenggam tangan Min Di.

“Kemana?”

+++

Ternyata Min Ho membawa Min Di ke suatu bar.

“Min Ho, kau mau apa di sini?”

“Aku kan sekarang sudah dewasa, jadi aku berhak melakukan apapun yang kumau.”

“Kau gila ya? Ayo kita pulang. Aku tidak suka suasana di sini.” Ucap gadis itu sambil melingkari tangan Min Ho.

“Andwe! Aku tidak mau. Ya, hari ini ulang tahunku, dan kau harus menuruti perkataanku.”

Sampai dalam Min Ho memesan sebotol alkohol. Min Di makin panik dan syok melihat apa yang di lakukan namja itu.

“Choi Min Ho kau sudah gila ya! Kenapa kau memesan alkohol!”

“Ya, aku sudah 20 tahun, jadi aku sudah boleh meminumnya. Kau mau?” lalu namja itu meneguk gelas berisi alkohol itu. Ia mengeryitkan matanya.

“Min Ho kumohon hentikan.”

“Andwe. Ya, apa kau mau mencobanya?”

“Andwe! Ya, kalau Appa-mu tahu apa yang kau lakukan kau bisa mati!”

“Biar saja, aku tidak peduli.”

Bodoh! Kalau kau mati lalu nasibku bagaimana nanti?

Akhirnya Min Ho menghabiskan satu botol alkohol itu, dan ia pun mabuk berat. Kata-katanya sudah tidak bisa di mengerti. Ia terus menggumam tidak jelas. Min Di sampai mau menangis melihat kelakuan sabahatnya itu, ia takut sekaligus bingung harus melakukan apa pada namja itu.

“Matilah aku, ia benar-benar mabuk. Aku harus bagaimana?” lalu ia menepuk-nepuk pipi Min Ho yang sudah hilang kesadarannya. “Min Ho, Min Ho, ayolah bangun, kenapa kau malah mabuk seperti ini sih?”

“Ah, kau ini cerewet sekali sih!” ucapnya sambil menyentuh bibir Min Di dengan telunjuknya. “sstt..kepalaku pusing, jadi lebih baik kau diam saja.”

“Pabo kau, bagaimana tidak pusing! Kau meminum sebotol alkohol itu sampai mabuk! Hah…sekarang aku harus bagaimana?”

Lalu seorang pelayan datang sambil membawa bon yang harus di bayar. “Maaf Nona, apa kau bisa membayarnya sekarang? Karena kami sudah mau tutup.”

Min Di mengecek uang yang ia bawa. Ia hanya membawa 50 ribu won saja. Sedangkan uang yang harus di bayar adalah 300 ribu won.

Aigo..bagaimana ini? Uangku tidak cukup…

Lalu ia melihat namja di sebelahnya. Ia pun akhirnya dengan terpaksa merogoh kantung celana Min Ho untuk mengambil uang.

“Ya…apa yang kau lakukan gadis nakal…” igau Min Ho.

“Aku mau menganmbil dompetmu! Uangku tidak cukup untuk membayar semuanya.”

Akhirnya dengan susah payah Min Di berhasil juga mengambil dompet Min Ho. Di dalamnya juga hanya ada uang sebesar 100 ribu won. Mati aku! Gumamnya. Lalu ia melihat ada sebuah credit card.

“Um..apa aku bisa bayar pakai ini?”

Pelayan itu mengangguk.

+++

Bar itu sudah mulai berkurang pengunjungnya, bahkan beberapa pelayannya sudah membereskan tempat itu.

“Um..Nona, tempat ini sudah mau tutup.” Ucap seorang namja.

“Aku tahu, tapi ia mabuk dan aku tidak tahu harus membawanya kemana.”

“Ia namjachingu-mu ya? Kenapa kau tidak pulang saja? Atau ke hotel.”

“M, MWO? ia bukan namjachingu-ku, ia hanya temanku. Kalau aku membawanya pulang bisa-bisa aku di marahi oleh Appa-nya.”

“Um…bagaimana kalau kau ikut ke tempatku saja?”

“M, mwo?”

“Kau tenang saja. Aku pria baik-baik kok. Kebetulan di tempatku ada kamar kosong, bagaimana kalau malam ini kalian tidur di sana saja?”

Karena tidak ada pilihan lagi akhirnya Min Di menurutinya. “Um..tapi kau bantu aku membopongnya ya?”

+++

“Malam ini kalian tidur di sini saja ya? Maaf kalau kamarnya kecil dan berantakan.”

“Ne, gamsahamnida.”

Pria itu keluar kamar dan Min Di mendekati Min Ho.

Wajahnya memerah karena mabuk. Ia sudah benar-benar kehilangan kesadarannya.

“Huh…Choi Min Ho, kenapa kau begitu bodoh sih? Kalau kau tidak mau di jodohkan denganku kan tidak perlu seperti ini. Aku bisa menerimanya kok, walaupun aku sedikit sedih dan kecewa. Um…sebenarnya tidak sedikit sih, tapi lumayan banyak.”

Min Di keluar kamar itu dan berniat mencari air karena haus. Lalu ia bertemu dengan namja yang menolongnya tadi.

“Kau mau kemana? Kenapa kau belum tidur? Ini kan sudah jam 2 malam?”

“Aku haus.”

“Oh, maaf. Akan aku ambilkan.”

Lalu mereka berdua duduk di lantai di depan meja kayu itu.

“Jadi, namja tadi siapamu?”

“Hah? oh, dia, dia sahabatku, kami sudah bersahabat sejak kecil. Dan..hari ini hari ulang tahunnya.”

“Oh, jadi kalian merayakannya ya?”

“Sebenarnya bukan begitu. Ia mabuk karena….ia tidak setuju orang tuanya menjodohkannya denganku.”

“Oh…mian…”

“Gwenchana.”

“Um…apa aku boleh tanya? Sebenarnya…kau menyukainya kan?”

Min Di langsung tersontak. “A, apa maksudmu?”

Namja itu tersenyum. “Kau tidak usah berbohong. Itu terlihat kok dari caramu menghawatirkannya.”

“Um…kenapa kau mau menolongku?” tanya Min Di.

“Karena, kau mirip dengan adikku.”

“Mwo?”

“Ne, aku punya seorang adik, dan aku sangat menyanyanginya. Ia gadis yang baik dan manis, tapi ia jatuh cinta pada seorang pria brengsek yang kerjaannya hanya mabuk-mabukkan dan menghabiskan uang orang tuanya. Akhirnya adikku terpengaruh oleh namja brengsek itu. Dan ia….meninggal karena over dosis narkoba.”

Min Di menutup mulutnya. “Mi, mianhe…aku…”

Ia tersenyum. “Gwenchana.”

“Maaf kalau aku membuatmu sedih dan mengungkit hal itu. Pasti kau sangat sedih. Sekali lagi maafkan aku ya…”

“Tidak apa-apa kok. Aku sudah biasa. Kau sangat mirip dengannya, tapi kurasa namja tadi pria yang baik.”

Huh…aku sendiri tidak tahu apa Min Ho itu sebenarnya pria baik atau bukan? Kalau iya kenapa ia menyusahkanku malam ini?

“Um..maaf, aku belum tahu namamu.”

“Panggil aku Jong Hyun saja.”

“Oh~Min Di imnida. Dan namja itu bernama Min Ho.”

Jong Hyun tertawa. “Wah, bahkan nama tengah kalian sama. Jangan-jangan kalian berjodoh.”

“Hah? ah, itu, itu hanya kebetulan saja.” Ucap Min Di sambil menggaruk pipinya.

“Ya sudah, sudah hampir pagi. Lebih baik kau tidur saja.”

“Mwo? Aku, aku harus tidur di kamar itu? De, dengan Min Ho?”

Jong Hyun menganggukkan kepalanya. “Kalau kau tidak mau kau bisa tidur di kamar bekas adikku dulu. Bagaimana?”

“Hah? ti, tidak perlu, aku sudah terlalu merepotkanmu.”

Lalu Min Di bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar itu. Ia duduk di sebelah Min Ho dan menatap wajahnya.

“Huh…kenapa ia sangat tampan dan manis sih? Kenapa aku bisa menyukai sahabatku sendiri? Bahkan ia tidak menyukaiku sama sekali. Huh…malang sekali nasibmu Min Di.”

Saat ingin berbalik Min Ho menarik lengan Min Di hingga gadis itu berbalik.

“Min Di~~~jangan pergi~~~”

“Pabo, aku tidak akan meninggalkanmu.”

Lalu Min Ho bangun dari tidurnya dan tersenyum saat menatap Min Di. “Ya, apa kau tahu apa alasan aku menolak perjodohan ini?”

“Karena kau tidak menyukaiku.”

Namja itu tersenyum. “Hehe…karena aku sudah menyukai gadis lain.” Lalu ia memegang pipi Min Di dan ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Min Di. “Saranghaeyo Eun Kyung~~~”

Air mata Min Di tiba-tiba mengalir.

PLAK

Ia menampar pipi Min Ho. “Pabo kau! Aku Min Di bodoh! Bukan Eun Kyung! Kau sudah gila ya Choi Min Ho! Aku benci padamu!” ucap Min Di pada Min Ho yang masih mabuk itu.

to be continue….

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


Advertisements

58 thoughts on “[FF PARTY] My Best Birthday Gift – Part 1”

  1. OMOOooooo, 1st??????
    keren2, LANJUTKAN,,,,,,,,
    lebih cepat lebih baik kekkekek,,,,,
    gw yakin nih, si author nangis pas bikin nih ff ,,,,,

      1. sotoy banget deh nih author satu,,,,,
        roza mana ya???? kalo yg bininya si onew, iy, itu saya,,,
        penasaraaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, *lebay*

  2. kenapa gag chaewon aja???
    lebih cantik
    hahahahahhaa

    ditunggu lanjutannya, bagus lead.
    kirain kau bakalan jingkrak2 pas dijodohin ma minho
    itu juga
    aku jadi kepikiran yadong pas minhonya mabuk

    tapi dasar mindi napsuan!!!
    temen kok nyium2 segala *ngasah golok

    kyaa ada jonghyunnya
    joha joha…
    siyuuu next chap
    TBC

    1. sapa tu ya chaewon??
      ga kenal saya *d buang ke jurang XD

      gomawo chaewonnie~~~ *hug mpe sesek XD

      eh akunya mah jingkrak2, minhonya asem tapi T.T
      sial

      emang dasar kau queen yadong!!!
      wkwkwk

      ya oloh chae…kan cuma d pipi?? wajar kalee… u.u

      bae kan aku ada jjong nya?? 🙂

  3. onni.. part 2 nyaaaa…
    kau harus tanggung jawab karena sudah membuatku penasaran.. palli…
    onniiiii.. pleaseee.. kalau kau tidak memberinya aku akan mengganggu tidurmu.. hhuuaaaaa 😥

  4. eonnii .. Bagus kok ..
    Endingnya tetep 2min (mindiminho)kan ??
    hah ?? Minho ga sadar pas nyium itu ??
    Mindi kasiaannn ..
    Penasaraan next chapt ..
    Jonghyun org ketiga kah ??
    Aku tungguin next chap 🙂

  5. huwaaaa!
    unni!aq kira minho sm mindi dr awal’y udh pcaran,trnyata belum hihi :p

    hweeee!unni keren dh cerita’y!
    aish,ksian tu mindi’y
    udh dipoppo tp malah nyebut nama eunkyung ckck
    broken deh tu -_-

    ayo unni!dtggu part slnjut’y ya 🙂 hehe

  6. daebaaak!!!
    yaampun minho..
    Jangan gitu ….
    Kasian min di nyaa
    dia udah baik mau nolongin
    Lanjutt!!
    Jangan jangan nanti min di ama jong lagi??

  7. Minho ku mabok?? omeigot !!
    hueeeee……!!!!!
    Eun Kyung tu syapaaa ??? andweeee…!!!!
    Yaaa, Minho~ya!
    panggil namaku !
    *dipukul flames sampe mampus*
    indii!! LANJUUUUTTTTT!! >,<
    *mianhae caps lock* hehe

  8. Indi eonni~ Indi eonni~ Indi eonni~~
    Lynda datang~~ wekekekekeke~~
    Ya oloh eonn~~ aku kira tadi si Mino udah jadian ama si Mindi~ tak taunya cuma sahabatan doang~~
    Iiiih~~ Minonya nyebelin~
    Kasihan banget sih Mindi aka Indi eonni~ malang nian nasibmu eonn, bertepuk sebelah tangan~ wekeke~~ *dibejek indi eonn*
    terus terus, ada Ojong~ wiiw~~ Ojong, kasihan yaa adiknya si Ojong, meninggal… ckck~
    siapa itu Eun Kyung, eonn??
    Pokoknya Daebak lah buat Indi eonn~~
    Aku suka FF ini~~ 😀
    Part 2nya, aku tunggu loh eonn~~
    ahahahahaha~~
    sekian sampah dari saya eonn~~
    dadah *lambai-lambai tangan bareng onew*

    1. lynda~ lynda~ lynda~
      wkwkwkwk

      heheh belom say, kita masih sahabatan aja 😀
      iya kasian kan aku lyn?? *mewek d pojokan kamar XP

      iya poor ojong *nepok2 pundak ojong

      eun kyung tuh nama onn ngarang aja, gatau sapa…
      hahahahha

      gomawo ya saengku sayang udah meninggalkan jejak…wkkwkw
      *hug pake abang onew buat lynda 😀

  9. Mindi emg ga bisa masak kan, haha. Author’a jujur bget aku suka X)

    Aku suka cerita’a, uhm btw eunkyung siapa ya? Knapa ga pake Taerin aja *plaak

    keren, two thumbs up, ahni four thumbs up *angkat jempol’a brg taemin,haha

    lanjutan ngepas bgt sm saengil’a minho kan, cant wait ^^

    1. dah ni anak baru nongol -,-a

      iyalah, kan gw udah bilang gw tuh mahluk paling jujur se-sPARKle XD

      gomawo taerin-ku sayang~~~ *hug tae mpe sesek XD *d tendang

      aku gatau sapa eunkyung~~~ ><
      taerin nyampah! *plak!

      ne, gomawo ya skali lagi bebi~~
      wwkwkkw

  10. FFnya keren,, lanjut author,, oia…perasaan dlu aku smpet searching FF about minho di google….ini onni yg buat FF i love my job bkan?? hehehe *mian klo salah*

  11. Min di ? Kembaran jan di doong hahaha . Mindi kasian ya , bertepuk sebelah tangan :’) hiks .. Aku ikut berduka cita *emang ada yang mati ?
    Uda deh , thor ffmu bikin penasaran :p lanjut daah

  12. Aigoyaaa kim mindi…mianhae cingu tlat coment…….
    Itu ap mqsd.a ad 2min sgala???
    Kekekekeke
    W heran lho liad minho koq dia gx suka ya am mindi??………
    Ckckckckckck………dtggu ya next.a>_<

    Fighting Kim Mindi…
    Ff qmu jhongmal daebak

  13. nanggung banget namanya eun kyung…eun chae napa onn????=,= aku ultah hari ini sekali2…FFmu pake namaku dong…ahhaahahahahahha..onn tau ga..aku baca mundur loh…part 2 ke part 1/

    wkkwkwkkwk…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s