[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 1

Title: I’ll Be Back (part 1)

Author: Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast : Park Raena, Lee Jinki, Choi Minho, Sherry Horvejkul

Suport Cast : Kim Kibum (Key), Victoria Song (Raena’s eomma), Nichkhun Horvejkul (Sherry’s appa), Lee Hyukjae (Jinki’s appa), Han Sora (Jinki’s eomma), Lee Taemin, Kim Jonghyun

Other Cast : Jo Kwon, Park Sanghyun

Genre : Romance, Family

Type/Length : Sequel

Rating : PG-15

Credit song: 2PM – I’ll Be Back, CNBLUE – LOVE, SHINee –  Ring Ding Dong, Miss A – Breathe, KARA – Jumping

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Raena POV

Aku benar-benar tidak bisa tidur, aku terus menangis, kulihat jam dinding yang ada di kamarku, sudah jam 7 pagi ternyata.

~

Love Love Love Everybody Clap Clap Clap I want you back to me kkumeseorado ne soneul japdeon geu ttaero doragago sipeunde

~

Hpku berbunyi lagi, ntah sudah keberapa kalinya, aku masih tidak mau mengangkatnya, pasti dari Jinki oppa. Sikapku seperti ini karena aku marah pada Jinki oppa, ia baru memberitahuku tentang kepergiannya ke Inggris kemarin, dan hari ini ia akan pergi. Sungguh kejam, apa aku tidak berarti apa-apa buat Jinki oppa? OK, emang kami belum resmi berpacaran, tetapi kami sudah saling menyatakan perasaan kami. Sejak kecil aku kenal dengan Jinki oppa dan keluarganya, dan sejak SMP aku mulai menaruh perasaanku pada Jinki oppa dan aku sangat senang saat aku kelas 10, tepatnya setahun yang lalu Jinki oppa bilang padaku bahwa ia memiliki perasaan yang sama denganku. Sungguh tidak adil, Jinki oppa jahat! Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

Eomma: “Raena, udah bangun, sayang? Ada Jinki nih…” Aku sebenarnya ingin bertemu Jinki oppa untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi, tetapi aku takut aku tak bisa melepasnya pergi. Eomma kembali mengetuk pintu kamarku, aku menyerah, aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk bertemu Jinki oppa. Kulihat Jinki oppa sangat tampan, ia mengenakan t-shirt biru muda pemberianku dibalik jaket hitamnya. Hatiku sangat sakit jika harus melihat wajahnya di saat kita harus berpisah. Air mataku mulai menetes, aku menundukkan kepalaku saat Jinki oppa menghampiriku.

Jinki: “Raena, mianhae. Oppa tau, Raena gak mau angkat telpon pasti marah sama oppa kan? Oppa beneran minta maaf Raena, oppa juga taunya mendadak.” Aku tidak menjawab, Jinki oppa memegang tanganku, tangan satunya mengangkat daguku hingga mataku menatapnya. Jinki oppa menghapus air mataku, kemudian memelukku sangat erat, hingga aku sulit bernapas dan aku pun semakin menangis di pelukannya.

Jinki: “Raena, oppa janji ntar bakalan terus hubungin Raena dari sana, OK? Dan percaya sama oppa, I’ll be back for you…” Jinki oppa melepaskan pelukannya, jangan….jangan sekarang…

Jinki: “Eomma, appa, sama Taemin udah nunggu di mobil, kita ke depan yuu!” Jinki oppa memegang tanganku lagi, membawaku ke depan rumah, di sana sudah ada Om Hyukjae, Tante Sora dan Taemin. Tante Sora menghampiriku.

Tante Sora: “Raena, sayang…minta doanya ya mudah-mudahan perjalanannya lancar. Ntar kalo liburan maen aja kesana, atau ntar kita kesini jenguk Raena sama eomma.” Tante Sora memelukku, aku masih menangis, bibirku tak mampu mengucapkan apa-apa. Selanjutnya Taemin menghampiriku.

Taemin: “Noona, tenang aja, ntar aku jagain Jinki hyung biar gak ngelirik cewe lain, kalo Jinki hyung selingkuh ntar aku pukulin sampe babak belur,hahaha” Mendengar pernyataan Taemin aku tersenyum, aku menngacak-acak rambutnya. Om Hyukjae pun menghampiriku, ia memelukku singkat. Eomma pun memeluk mereka satu per satu. Kulihat kembali Jinki oppa, ia menghampiriku lagi. Jinki oppa memegang tanganku, ternyata di tangannya ada sesuatu, ternyata sebuah kalung dengan liontin berbentuk matahari.

Aku: “Ini apa, oppa?” Jinki oppa mengambil kembali kalung itu kemudian langsung memakaikannya di leherku.

Jinki: “Buat Raena, biar inget terus sama oppa, ntar pas oppa pulang Raena masih harus pake kalung itu, pokonya jangan pernah berani-berani lepas kalungnya, arasseo? Hehe…” Jinki oppa memelukku lagi.

Om Hyukjae: “Jinki, ayo cepet, ntar kita ketinggalan pesawat!” Om Hyukjae sedikit membentak, ahhh andwae, aku belum mau melepas pelukan Jinki oppa.

Jinki: “Bentar appa, sebentar lagi…” Jinki oppa masih terus memelukku, semakin erat. Ia kemudian melepas pelukannya dan mengecup keningku. Setelah itu Jinki oppa berlari dan masuk mobil, semua anggota keluarga Lee melambaikan tangannya padaku dan eomma dari dalam mobil, terdengar teriakan Jinki oppa.

Jinki: “RAENA, I’LL BE BACK!”

Perpisahan yang sungguh menyakitkan, kutatap kalung pemberian Jinki oppa. Eomma kemudian merangkulku dan mengajakku masuk rumah. Saat sarapan tiba-tiba eomma mengungkit masalah pernikahannya dengan Om Nichkhun Horvejkul. Appaku sudah lama meninggal karena kecelakaan pesawat yang dikemudinya, iya appaku seorang pilot. Eommaku sudah lama sendirian menjagaku, mungkin sekitar 8 tahun. Dan setelah penantian panjang ini, akhirnya eomma menemukan pria idamannya. Om Nichkhun adalah pemilik perusahaan elektronik terkenal di Korea, sebenarnya ia bukan orang Korea, Om Nichkhun asli orang Thailand…ya calon keluarga baruku ini benar-benar pasangan internasional, eommaku orang China asli, hanya aku yang ada sedikit darah Korea dari appaku. Aku sangat menyukai Om Nichkhun, ia sangat baik, sangat sayang pada eomma dan padaku tentunya, tetapi ada satu hal yang aku tak suka dari pernikahan eomma dengan Om Nichkhun, anaknya Om Nichkhun yang akan menjadi adik tiriku, Sherry Horvejkul. Aku baru saja berkenalan dengan Sherry seminggu yang lalu, ia baru pindah dari Thailand. Sherry sangat cantik dan merupakan anak yang sangat ceria, ia selalu menjadi pusat perhatian karena kecantikannya dan kepintarannya. Sebenarnya Sherry lebih muda satu tahun dariku, tetapi karena kejeniusannya ia berhasil lompat kelas, dan sekarang menjadi satu tingkat denganku. Yang membuat aku tak suka dari Sherry adalah sifat manjanya dan ia membuat perhatian semua orang padaku beralih padanya.

Eomma: “Sayang, gak kerasa bentar lagi pernikahan eomma, eomma jadi nervous. Oya ntar kalo eomma udah menikah, kita jadi tinggal di rumah Khun appa, gapapa kan?”

Aku: “Ne, eomma…”

Eomma: “Oya Sherry juga bakal sekolah di sekolah kamu loh, kamu seneng kan?” Kenapa harus satu sekolah sama aku sih? Seneng apanya? Yang ada juga musibah, kataku dalam hati.

*

Hari sekolah pertamaku bersama Sherry, ya eomma dan Khun appa telah menikah dan sekarang kami tinggal di rumah Khun appa yang sangat besar itu. Pagi ini aku dan Sherry diantar supirnya Sherry, Pa Joon. Aku telah berada dalam mobil bersama Pa Joon, namun Sherry tak kunjung datang, kemana sih ni anak? Akhirnya dia datang dengan senyum sok manisnya, kuperhatikan dia sedikit berdandan, ia mengenakan hairband berpita, anting berbentuk hati warna pink, dan ia pake lipgloss yang cukup menyilaukan, roknya juga pendek sekali, di atas lutut.

Sherry: “Sorry, eonni… Kita gak telat kan?” Aku tidak menjawabnya, aku terlalu kesal. Kami sampai di sekolah, aku dan Sherry sialnya satu kelas. Saat keluar dari mobil sudah banyak yang memperhatikan kami, hmmm tidak, mereka memerhatikan Sherry, aku sangat tidak suka menjadi pusat perhatian. Kami sampai di kelas, Key, Minho, dan Tara sahabatku langsung menghampiriku, Minho langsung mengacak-acak rambutku.

Minho: “Udah sarapan, Raena? Kenapa tampangnya cemberut gitu sih? Kan jadi gak cantik,hehe…” Minho menggodaku. Key tidak langsung menyapaku, ia fokus pada Sherry.

Key: “Hmmmm, murid baru ya? Wahhh yeppeoda…Kenalin, saya Kibum, panggil aja Key.” Key mengulurkan tangannya, namun Sherry membiarkannya, melihat Key dari atas ke bawah- sok banget sih ni anak-setelah itu baru dia membalas uluran tangan Key.

Sherry: “Sherry imnida, aku dongsaengnya Raena eonni, salam kenal.” Minho menyenggolku bertanya tentang kebenaran hal itu dengan gesture tubuhnya,ia tau kalau aku sangat tidak suka dengan Sherry, aku cerita semuanya pada Minho, cowo kedua yang dekat denganku selain Jinki oppa.

Tara: “Oh ini dongsaeng baru lo, Raen. Annyeong, gw Tara.” Kulihat Tara tersenyum kecut, aku tau Tara juga tidak suka dengan style Sherry. Key hari ini sedikit mengabaikanku, ia sibuk dengan Sherry, emang benar Sherry mengalihkan perhatian semua orang, bahkan Pa Jokwon yang biasanya meng-anakemas-kan aku jadi lebih suka Sherry.

Pa Jokwon: “Sherry yang cwantique, kamu tau kan salah satu makanan fermentasi yang sangat khas Korea?” Pa Jokwon dengan gemulai menghampiri bangku Sherry.

Sherry: “Hmm, peuyeum kan Pa?”

Pa Jokwon: “Waduh benar sekali, Sherry…kamu memang pintar, cantik lagi,HAHAHAHAHA” Ketawa aneh Pa Jokwon mulai keluar. Begitu lah kalau jadi anak emas Pa Jokwon, jawaban salah pun dianggap benar. Pulang sekolah aku mampir sebentar ke ruang paduan suara untuk mengambil partitur setelah itu aku mencari-cari mobil Pa Joon, ternyata mobil itu baru saja melaju, sial aku ditinggal, mau Sherry apa sih? Kerjaannya bikin aku kesal melulu. Tiba-tiba motor merah berhenti di depanku, pengemudinya membuka kaca helmnya, ya Minho.

Minho: “Raen, pulang bareng aku aja yu!” Minho memberikan satu helmnya untukku, tanpa pikir panjang aku langsung mengambilnya, lumayan irit ongkos,hehe. Kami berhenti di kedai es krim, Minho pernah berjanji padaku untuk menraktir es krim karena aku telah mengajarinya pelajaran Kimia sebelum ulangan waktu itu.

Raena: “Asiiik, Minho emang the best dah, sering-sering aja traktirnya,haha…” Minho hanya tersenyum.

Minho: “Kamu mau pistachio kan?” Minho tau aja es krim favorit aku dan kebetulan kesukaan kami sama. Selama makan es krim kami hanya terdiam, Minho ini orangnya emang pendiam, harus selalu aku yang memulai pembicaraan.

Aku: “Minho, kata kamu Sherry gimana? Cantik kan? Key aja langsung suka tuh”

Minho: “Hmmm, iya cantik, tapi kata aku sih cantikan kamu,hehe.” Minho ngomong apa sih, aku kan jadi malu, wajahku memanas.

Minho: “Kamu lebih cantik dari dia kalo diliat dari balik helm aku,hahahaha…” Sial, aku memukul lengan Minho. Minho memang pendiam, tapi sekalinya bicara suka langsung bikin ketawa, atau malah bikin sakit hati.

Minho: “Gimana Onew hyung? Masih suka ngehubungin kamu?”

Aku: “Kemaren sih masih skype-an, aku jadi pengen ke Inggris nih Minho, beliin tiketnya dong…hehe” aku menyandarkan kepalaku di pundak Minho, beginilah gayaku kalau memelas  pada Minho.

Minho: “Kalo aku menang kuis “Who Wants To Be A Millionaire” baru deh dibeliin,lagian Onew hyung juga kan perginya baru aja sebulan yang lalu, kamunya aja yang manja.”

Aku: “Ya…tapi sebulan itu udah termasuk lama, Minho… Aku sengsara banget nih, kangen banget sama Jinki oppa, eotteohke?” Minho tidak menghiraukanku, ia pergi membayar es krim, lalu menyerahkan helm padaku.

Minho: “Ayo pulang!” Minho tampak kesal, kenapa ya dia?

*

Sesampainya di rumah kulihat Sherry sedang tiduran di sofa sambil membaca majalah.

Sherry: “Eonni, maaf tadi ditinggal, abis eonni lama…aku ada janji mau ke salon soalnya, sorry.” Aku tidak menghiraukannya dan langsung pergi ke kamarku, mandi, ganti baju dan bersiap di depan leptopku untuk menghubungi Jinki oppa. Akhirnya datang juga telpon dari Jinki oppa, aku jadi deg-degan, aku sangat senang ketika melihat wajahnya di layar leptop.

Aku: “Annyeong, oppa!” Aku melambaikan tanganku ke layar leptop, Jinki oppa membalasnya.

Jinki: “Gimana di sekolah ada yang rame?”

Aku: “Gak ada, ngebosenin, gak ada oppa soalnya, Raena kangen….”

Jinki: “Oppa lebih kangen lagi, bosen nih disini juga, gak ada yang bisa dijailin lagi kayak kamu kecuali si Taemin,ehehe.”

Aku:”Ahh oppa nyebelin, oya tadi yang rame Cuma aku ditraktir es krim sama Minho, hehe.” Saat aku menyebut nama Minho, Jinki oppa tampak kesal, pasti dia cemburu,hehe.

Jinki: “Minho? Ohh… Gimana udah betah di rumah baru?” Jinki oppa tiba-tiba jadi ganti topik pembicaraan.

Aku: “Betah sih, tapi yaaa dongsaeng aku itu bikin gak betah… Aku mau ke Inggris aja ketemu oppa,hehe…”

Jinki: “Kesini aja, dengan senang hati oppa nyambut Raena, hehe… Eh Raena, oppa banyak tugas nih, numpuk banget, besok aja ada dua laporan yang harus dikumpulin, Raena baik-baik ya… Oppa sayang Raena, annyeong!”

Aku: “Yahh oppa, aku masih kangen… tapi gapapa deh kasian oppa, Raena juga sayang oppa…Oppa, fighting!”

*

Setahun telah berlalu, aku dan Jinki oppa hanya bisa berhubungan lewat dunia maya, ingin rasanya bertemu dengannya di dunia nyata. Aku sudah resmi lulus SMA, tinggal menunggu kelulusan tes masuk universitas, aku memutuskan untuk  masuk Seoul University Jurusan Mikrobiologi. Besok Sherry akan pergi ke Inggris, ia akan melanjutkan kuliah bisnis di Oxford, senangnya ke Inggris, ada Jinki oppa… Senangnya akhirnya Sherry pergi juga, tetapi sebenarnya aku dan Sherry sudah mulai dekat dan Sherry sering sekali curhat padaku tentang cowo-cowo di sekolah yang mendekatinya. Minho memutuskan kuliah di Seoul University juga, jurusan arsitektur. Key sudah lulus audisi  SM entertainment dan sekarang ia sudah mulai mempersiapkan debutnya. Tara sekarang berpacaran dengan Jonghyun sunbae, teman sekelas Jinki oppa, Tara memilih jurusan jurnalistik di Ulsan. Malam ini adalah prom night, Minho mengajakku pergi bersamanya malam ini. Eomma membelikanku dress berwarna emerald green kesukaanku dan mendandaniku, Sherry pergi bersama Key. Sherry sangat cantik dengan gaun baby pink nya. Khun appa meminjamkan kami limousine untuk digunakan ke prom night, Khun appa memang baik sekali. Kudengar suara motor, pasti Minho, ternyata mobil Key menyusul di belakang motor Minho. Aku dan Sherry langsung berpamitan pada eomma dan appa dan langsung menghampiri Minho dan Key. Minho meraih tanganku, sebenarnya aku merasa kagok kalau harus pergi dengan Minho, bisa-bisa banyak orang yang salah paham dan mengira kami pasangan, kalau Jinki oppa tau pasti dia cemburu.

Prom night berlangsung meriah, tiba-tiba Minho menarik tanganku lembut.

Minho: “Ikut aku, yu Raen…” Minho membawaku masuk lift ia menekan tombol ’60’, pasti ia akan membawaku ke rooftop, ngapain ya?

Aku: “Minho, kita mau ngapain sih?” Minho tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum padaku. Ia terus menuntunku menuju pagar-pagar yang membatasi gedung, dapat terlihat pemandangan malam kota Seoul yang sangat indah. Genggaman tangan Minho semakin erat, tangannya dingin berkeringat, ia terus  menatapku.

Aku: “Minho, gwaenchanha?”

Minho: “Eh…hmmm….eh…ne, gwaenchanha…” singgggkrikkrik… hening.

Minho: “Raena, hmmmm… saranghae… jeongmal saranghaeyo…” Aku kaget, shock, tak tau harus ngapain, aku hanya bisa terdiam, tiba-tiba Minho menarik tubuhku ke dalam pelukannya.

Minho: “Mianhae Raena, tapi aku beneran cinta sama kamu. Maaf kalo kamu kaget, “Minho mengelus rambutku. Aku tak tau harus jawab apa, Minho sudah sangat baik padaku selama ini, ia selalu menjadi tempatku bersandar selama Jinki oppa tak ada. Tetapi aku masih punya Jinki oppa, eotteohke?

Aku: “Minho-ya… mianhae… Aku gak bisa, aku…hmmm… sayang sama kamu, tapi Cuma sebagai sahabat baik, mianhae…” Aku melepas pelukan Minho.

Minho: “Pasti Onew hyung, aku gak pernah bisa ngalahin dia di hati kamu, it’s OK, gwaenchanha… I’ll be waiting for you.” Minho menatapku dengan mata besarnya yang indah itu. Aku sangat sedih jika membuat Minho terluka, tapi mau bagaimana lagi?

*

Akhirnya aku pun kuliah di SU, aku dan Minho masih baik-baik saja setelah kejadian prom night itu seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Aku dan Jinki oppa masih terus berhubungan lewat skype, dan tentunya aku tidak pernah bercerita soal Minho pada Jinki oppa. Malam ini aku dan Jinki oppa ada janji video call lewat skype.

Jinki: “Annyeong, Raena gimana kuliahnya?”

Aku: “Menyenangkan oppa, oppa gimana? Udah mulai tugas akhir?”

Jinki: “Ya belum lah, oppa masih tingkat 3… Raena pasti kangen ya sama oppa?”

Aku: “Gak usah ditanya oppa, kangen banget… Taemin gimana? Katanya dia pacaran sama orang Inggris?”

Jinki: “Iya si Taemin lagi jatuh cinta, dapet orang bule pula,haha…”

Aku: “Oppa, gak pacaran sama orang bule juga?”

Jinki: “Eh, kok Raena nanyanya gitu? Ngapain aku pacaran sama orang bule, kan masih ada Raena yang nungguin oppa.”

Aku: “Kalo aku gak nungguin oppa, oppa berarti mau pacaran sama orang bule?”

Jinki: “Ihhh Raena kok gitu, emang Raena gak nungguin aku?”

Aku: “Bercanda oppa, Raena bakalan terus nungguin oppa sampai kapan pun…”

Jinki: “OK deh, oppa percaya… Raena, off dulu ya… Daritadi eomma manggilin terus nih, ntar telpon lagi. Oppa sayang Raena, dadah!”

Aku: “Dadah oppa, Raena sayaaaaaaang banget sama oppa… hehe”

Pertemuan yang sangat singkat dan merupakan yang terakhir kalinya selama 2 tahun ini, Jinki oppa kemana ya? Facebook dan Twitter nya pun tak pernah update, Skype selalu off. Apa oppa mulai melupakan aku? Tak terasa air mataku jatuh, aku kangen Jinki oppa… Sherry pun jadi jarang online, apa di Inggris lagi ada larangan menggunakan internet? Haha kesimpulan yang konyol . Aku memegang kalung berliontin matahari pemberian Jinki oppa, menatapnya, air mataku pun jatuh semakin deras.

…to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

19 thoughts on “[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 1”

  1. aku juga sayang oppa hahahahaha , kasian si raena . udah raena sama minho aja . jinki uda pacaran sama bule disana , kamu tau gak bule nya siapa ? AKU hahaha .
    aku tunggu ye lanjutannya . penasaran nih XD

  2. nah loh,, jangan-jangan onew ktemu sherry di Inggris (apa hubungannya?!)
    minho sama aku aja ya, kalo raena ga mau,, hehehe

    ga kebayang nickhun jadi bapak-bapak disini,,

    lanjutannya ya!!

  3. yaaaah,
    jgn smpe Sherry ktemu ma Onew d! Nanti kpalaQ meledak saking keselnya kalau mreka jadian!!!
    Hiks….pengin tau lanjutannya tapi harus sabar….

  4. yaaahhh.. raena uljimma~ ak jdi ikutan sedih.. HUWEEEEE~ hiks hiks… *banjir*
    huwaaa.. cptan part 2 nya dong!! ak penasaran sangat amat… ^^

  5. Hihihi… ceritanya okeii…
    kasian ya raenanya.. minhonya juga, onewnya juga.. hikss..
    tapi pasangan paling oke kayanya nichkun n victoria deh, hehe… #khuntoriabiased

    as usual, cerita dillo emang oke n selalu bikin penasaran, hehe..
    banyak juga ya yang udah di publish..
    traktirannya dong author, hehehe…

    Jokwon gokil deh! ngakak bacanya! haha..
    mudah2an onew, raena, n minho bahagia, haha..
    ayo dipublish lanjutannya.. >.<

  6. annyeong!
    aku author nya nih, maap kalo FF nya aneh, bikinnya dikebut sih waktu itu,hehe
    makasih ya buat yang udah baca dan mau komen…
    yang sabar yaa nunggu lanjutannya, fighting! 😀

  7. waah ~ seru ffnya..

    penasaran nanti si raena ama siapa jadinya…bingung antara minho dan onew…pengennya sih ama minho!
    *kan minho ulang tahun hari ini, hehe
    gatau kenapa aku bayangin kalo Sherry mukanya kaya suzy miss A loh hehe

    ayo diil lanjjutkan~

  8. hay hay…. aku br smangat baca neh,
    meninggalkn jejak mskipun trlambat drpd engga sm skali….
    hup *loncat part 2*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s