[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 1

You are My Eyes

(part 1)

 

Author              : Shalina Noviarti a.k. a Shalina’okkey

Main Cast        : Lee Jinki, Kim Jang Gi (Imajinatif Character)

Suport Cast      : Lee Ha Rin (IC), Kim Kibum, Kim Yoon Ra (IC)

Genre               : Romance, Friendship, Family

Type/Length     : Sequel

Rating               : General

Credit Song      : Jojo – Shinee

Ket                 : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

~

 

Jinki POV

“Lee Jinki ! kerja bagus .” aku langsung sumringah saat Beon senseongnim memberikan selembar kertas test Fisikaku ..

“Hmm .. Sepertinya tidak ada nilai yang lebih baik dari ini .” Kukeraskan sedikit suaraku dengan sengaja agar terdengar oleh yeoja di sampingku sambil menunjukkan hasil testku. Sedikit melirik dan tersenyum sombong.

Namun dia hanya membalas dengan senyuman licik ke arahku sambil dengan sengaja menjatuhkan hasil testnya agar terlihat olehku . Aku terkejut dan memasang muka memelas . Dia tertawa . Bagaimana bisa? Tidak mungkin.. ARGH !

Tidak mungkin dia mendapatkan nilai lebih dari A . A+ . Aku tidak benar-benar yakin ada nilai itu .

“Sepertinya ..” serunya singkat mengejekku . Ku akui dia memang jenius , jarang sekali ada mahasiswa di kelas yang bisa mendapat nilai lebih baik darinya . Tidak heran .

“Kau ini . Sombong sekali !” dengusku kesal .

“Ayo !  ..” Ajaknya sambil menarik tanganku.

“Ke mana?”

“Tentu saja makan , kau janji akan mentraktirku !”

“Kapan aku berjanji ?”

“Ayolah !”

“Tidak.” Ujarku pelan sambil menggeleng tidak percaya dan sedikit kecewa juga sangat menyesal . Dia terus menarik tanganku dan lebih memaksa .

 

“Sering-seringlah begini Jinki-ah, aku kan tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang, itung-itung hemat. Punya  otak pintar itu menyenangkan.” Tawanya mengejek. Sambil melahap pangsit yang disumpitnya .

“Itu sih maumu .. Lihat suatu saat aku yang akan menang .” ada yang aneh .

“Masih mau bertaruh denganku ternyata . Silahkan saja .” jawabnya sombong .

Menyebalkan sekali dia, aku bahkan tidak pernah menang dalam taruhan dengannya . Bisa bangkrut aku. Memang mustahil bisa mengalahkannya, di kampus ini siapa yang tidak mengenal sosok Kim Jang Gi ? Dia sangat popular karena kejeniusannya . Selalu mendapat nilai terbaik di kelas bahkan sekolah, mempunyai sejuta ide cemerlang dalam risetnya, namun sangat ramah dan tidak sombong kecuali denganku .

“Lihat saja besok aku akan menang” sambil tersenyum terpaksa . Sambil memukul pelan kepalanya . Seseorang mendesis .

“Tentu saja .” ujarnya dengan tampang marah, pengen ketawa, dan cuek *gimana tuh?* . Bagaimana bisa dia menjawab seperti itu? Dia mengejek lagi t.t

~

“Perlu kuantar ?”  Tanyaku begitu melewatinya yang terlihat seperti menunggu di depan gerbang sekolah .

“Tidak usah, aku dijemput Key aku akan ke rumah appa dengannya.” aku menengok ke belakang , ke dalam gerbang . Dan kembali memandang Jang Gi .

“Akan kutemani menunggu” kutawari dia lagi . Namun ..

“Tidak usah , mungkin sebentar lagi dia akan datang.”

“Noona !”  teriak seorang namja dari dalam sebuah mobil .

“Benar . Baiklah Jinki aku pulang sekarang, terimakasih traktirannya tadi, besok lagi ya !” sambil melebarkan senyumnya . Ku balas dengan jitakan . “AUW !”

“Hey ada Jinki hyung, salam untuk Lee Ha Rin ya !” teriak Key , masih teriak dari dalam mobil. Ku jawab dengan acungan jempol. Lalu, kulihat dia tersenyum senang.

Kim Kibum, dia memang menyukai dongsaengku. Lee Ha Rin. Sejak dia mengantar Kim Jang Gi menjengukku di rumah yang sedang sakit .

Jadi gini ceritanya (flashback)

Saat bel pintu gerbang berbunyi, dongsaengku Ha Rin yang sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya memanggil Kijang ahjusi untuk membukakan gerbang namun, karena Kijang ahjusi tidak juga muncul akhirnya dia sendirilah yang membukakan pagar . Saat itu dia langsung mengenali sosok Jang Gi “unni .. ayo ma ..” katanya terhenti, Ha Rin melihat seorang namja di belakang Jang Gi yang sedang memandangnya tanpa berkedip . Mereka terus berpandangan beberapa lama, sampai Jang Gi menyadarkan sambil tertawa. Key dan Ha Rin pun tersipu malu. Di kamarku Jang Gi bercerita soal kejadian tadi kepadaku sambil tertawa. Aku ikut tertawa mendengar ceritanya . Ha Rin lah mengantar Jang Gi ke kamarku, kemudian dia ngobrol di teras rumah dengan Key , sejak saat itu mereka mulai akrab, dan mungkin tumbuh benih-benih bunga (?)

End, ngerti ?

“Daah !” Jang Gi melambaikan tangannya dari dalam mobil . “Ya ! Jinki oppa! Tunggu!”  ‘menyebalkan’ segeraku melajukan motor .

Jang Gi POV

‘Sepertinya itu Kim Yoon Ra’

Kulihat bayangan di kaca spion, terlihat seorang yeoja mendekati Jinki dan motornya .

Jinki malah pergi begitu saja . Kasian dari dulu selalu begitu .

Aku kasihan melihatnya, tapi kenapa aku malah tersenyum .

Jinki POV

Menyebalkan sekali gadis itu. Terus mengejarku, ke mana aku pergi pasti dia diam-diam mengikutiku. Aku tahu itu .

Flashback

“Sering-seringlah begini Jinki-ah, maka aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang”

“Itu sih maumu .. Lihat suatu saat aku yang akan menang .” ada yang aneh, dari berjalan ke luar ruangan tadi seperti ada yang mengikutiku dan Jang Gi. Dapat kurasakan. Sebaiknya kuabaikan saja .

Masih mau bertaruh denganku ternyata . Silahkan saja .” jawabnya sombong .

“Lihat saja besok aku akan menang” sambil tersenyum terpaksa . Sambil memukul pelan kepalanya . Seseorang mendesis . Aku dapat mendengar desisan itu dengan jelas . Bukan dari mulut Jang Gi, tapi suara itu berasal dari bangku di belakangku, kuintip sedikit . Benar saja , kulihat seorang yeoja sedang memperhatikanku dengan wajah iri. Saat dia menyadari aku sedang melihatnya, dia langsung memalingkan muka . Yoon Ra .

“Tentu saja .”

Kemudian ..

Aku melihat Jang Gi berdiri di depan gerbang kucoba tuk hampiri *bahasanya ngga nahan*

“Perlu kuantar ?”

“Tidak usah, aku dijemput Key …” aku menengok ke belakang , ke dalam gerbang . Seperti ada yang memperhatikan kami . Dan saat itu aku melihat seseorang bersembunyi di balik pos satpam. Aku ada ide . Kualihkan pandanganku dan kembali memandang Jang Gi .

“Akan kutemani menunggu” kutawari Jang Gi lagi . Ku dengar dari arah pohon tadi ada suara hentakan kaki. ‘kayaknya tepat sasaran’

End Flasback

Benar saja, setelah Jang Gi pergi dia memanggilku dengan nada sedikit kesal . Malas menghadapinya aku langsung saja melajukan motorku .

~

“Hoam ~.~” aku menguap, baru jam 8 malam . Besok akan ada quiz di kelas, dan kali ini aku harus menang dari Jang Gi .Hwaiting! . Menyemangati diriku .

DRRT DRT RRT ..

From : Lee Jang Gi (SR)

Besok siap-siap bawa uang lebih ya !

Rep

Apa maksudmu ? Seharusnya kau yang membawa uang lebih, biar tak perlu minta traktir lagi.

Rep

Yee .. biasanya juga kau yang nantangin buat taruhan.

Rep

Tidak .

Satu menit tiga menit … 10 menit .. 20 menit . ARGH !

 

Baiklah, besok kita taruhan seperti biasa . Jangan marah lagi .

Rep .

Hah ? Siapa yang marah, mian menunggu balasanku lama tadi mencari buku catatan .. ish .

~

Jang Gi POV

 

“Andwe appa . Kenapa harus bulan depan ? Dua bulan ?” Dua bulan lagi adalah hari yang kutunggu .. ..

“Aku tidak mau !”

“Biar saja, tidak perlu appa” kudengar appa mendesah dan sedikit kecewa . Dia sangat mengharapkan aku mengikuti saran baiknya, namun … tidak bisa. Tidak akan menjamin apapun . Lebih baik begini . Pilih salah satu atau tidak sama sekali .

“Ne ..  Mianhae appa” jawabku lesu . Tapi kurasakan appa berusaha tegar . KLIK !
kututup  HPku namun kubuka lagi karena sadar ada pesan masuk . Sudah agak lama .

Jinki .. Dia pikir aku marah padanya ? Ada-ada saja .. pikirku sambil tersenyum .

To : Lee Jinki

Hah ? Siapa yang marah, mian menunggu balasanku lama tadi mencari buku catatan .. ish.

Kujawab sedikit berbohong, ya .. memang sedikit, karena tadi aku sedang mencari buku catatan sebelum sebuah panggilan menghentikan aktifitasku . Ku tunggu balasannya sambil sesekali menengok ke Hpku .

‘Tidak dibalas’ desahku .

Mungkin dia sudah tidur . Sebaiknya aku juga tidur, besok pagi akan ada quiz . Pusing . Kupaksa tetap tidur mungkin besok pagi akan baikan .

Jinki POV

Aku terjaga. Ku lihat jam di dinding menunjukkan pukul 1 malam .Kenapa tiba-tiba perasaan ku jadi tidak enak.

Hah, mungkin hanya perasaan saja karena aku mimpi buruk . Sebaiknya aku minum lalu kembali tidur . Kuambil gelas di meja kecil samping tempat tidurku meneguknya, dan kembali tidur .

~

Ke mana dia ? Biasanya dia datang lebih awal daripadaku . Mungkin pagi ini dia datang terlambat karena semalam tidur terlalu larut malam , pikirku mencoba berpikir positif .

Beberapa lama kemudian kelas di mulai . Jong senseongnim memberikan kertas quiz . Ku kerjakan dengan mudah soal-soal itu, karena memang semalam aku sudah mempersiapkannya . Tapi tiba-tiba pikiranku menerawang, menyadari ketidakhadiran sahabatku Jang Gi, tidak biasanya dia tidak datang . Dia selalu memperiotaskan kuliah di urutan paling utama . Dia tidak mungkin tidak datang hanya karena terlambat, pilek, apalagi malas . Pasti ada sesuatu . Nanti aku akan datang ke apartmennya .

Dia memang tinggal di apartmen, tidak bersama orangtuanya, semenjak orang tuanya bercerai. Kemudian, ayahnya menikah lagi dan ibunya pergi entah ke mana. Sesekali dia datang ke rumah ayahnya untuk menjenguk keadaannya, hanya Key lah yang bertahan di rumah ayahnya, Key juga sempat ingin ikut dengan noonanya, tapi Jang Gi melarang,  dia ingin Key menjaga appanya . Aku selalu kagum melihat air muka ketegaran di wajahnya saat dia sedih sekalipun tidak sepertiku.

Ayah Jang Gi seorang pengusaha yang mempunyai perusahaan besar yang mengolah berlian pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga namun banyak menghasilkan . Namun, Jang Gi memutuskan untuk tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sebagai seorang perancang busana meskipun dia belum di kontrak penuh tapi itu cukup baginya . Dia ingin hidup mandiri .

~

“Jang Gi-ah” panggilku dari luar pintu apartmennya sambil terus menekan tombol bel. Tidak juga ada jawaban . Karena aku lelah menunggu, aku terduduk di pintu menyenderkan punggungku di pintu. Tapi, tiba-tiba saja pintunya terbuka, dan reflex aku langsung jatuh terjungkal ke belakang .

“Aduh ! Jang Gi !” teriakku marah sambil mengelus kepalaku kesakitan. Tidak. Itu bukan Jang Gi, pintunya tidak terkunci . Ke mana Jang Gi? Ku coba masuk ke dalam, tapi tidak ada orang. Tempat tidurnya masih berantakan . Apartmennya ini, meskipun tempat tidurnya belum dirapikan tapi ruangan yang cukup baik, rapi, da menyenangkan. Sebaiknya aku segera pulang, sebelum orang melihat dan berprasangka buruk padaku .

Kulangkahkan kaki keluar, kemudian menutup rapat pintu apartmennya. Mungkin Jang Gi ada urusan mendadak . Sampai tidak sempat membereskan tempat tidurnya dan lupa menutup pintunya .

~

“Baik-baik saja . Untunglah tidak ada infeksi, cukup rendam dengan air hangat dan antiseptic setiap hari maka akan cepat sembuh.” Kata dokter dihadapanku

“Baiklah terima kasih dokter” ucapku padanya .

Kulihat Ha Rin hanya tersenyum dan tersenyum . “Sudah ku bilang ini akan baik-baik saja, kenapa harus di bawa ke rumah sakit . Kau tahu aku sangat takut dengan tempat ini.”

“Umma yang menyuruhku mengantarmu .”

“Jahat” “Kau ini sudah kuantar masih bilang jahat !” jawabku sedikit kesal .

“Kukira kau mengantarku karena kau memang khawatir denganku” ucapnya cemberut.

Kuusap rambutnya, “Tentu saja aku khawatir denganmu.” Dia tersenyum lagi. Senangnya melihat senyum dongsaengku ini . Meski sering menjahilinya tapi aku sangat menyayanginya, dan tidak akan terima apabila dia dijahili orang lain selain olehku . *devilsmile

Baru saja aku menemani Ha Rin memeriksakan jarinya . Ada apa ? Tadi, sewaktu dia sedang memindahkan tanaman mawar merah putih, hasil persilangan mawar merah dan mawar putih miliknya ke pot lain , duri mawar menusuk jarinya hingga berdarah .

Sebenarnya dia merasa baik-baik saja, namun umma sedikit panik karena darahnya tidak berhenti dan umma menyuruhku membawa Ha Rin ke dokter. Dia tidak bisa mengantar karena ada yang harus di kerjakan di butiknya .

Saat berjalan menuju pintu depan rumah sakit, aku melihat segerombolan suster dengan keluarga seorang pasien perempuan yang terkulai lemas di atas kasur dorong . Dia terlihat sangat pucat . Sangat kesakitan .

Ku perhatikan dengan seksama .

‘sepertinya aku mengenalnya’

 

TBC

N.A :Mian ya kalau jelek, aku cuma mau nyoba aja sebelumnya aku belum pernah bikin loh. Kali aja di senangi . tapi kalo ngga juga ngga apa, itung-itung FF perkenalan ya 😀

Makasih.. makasih .. I need your support. Kritik, saran dan komentar yang membangun sangat kubutuhkan.

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

21 thoughts on “[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 1”

  1. omoooo shalinlin ku udah keluar ff nya. selamat ya cantik! hehe
    aku agak terganggu dengan persilangan bunga mawar itu, bawabawa biologi yeee haha
    bagus kok dek…

    1. masalah mawar itu aku terinspirasi saat ngelihat buku gambarku dulu banget yang ada lukisan mawar ayahku waktu ngajarin ngelukis, ada mawar putihnya. Pas aku tanya emang ada mawar putih, katanya ada ya sudah ..
      hehe.
      gomawo eonie udah mau baca dan komen ..

  2. AHJUMMAAAAAAAA !! AKU PENASARAN JUUUM , AKU UDAH TAU SIH ENDING NYA GIMANA . HAHAHAHAHA TAPI TETEP AKU KOMEN KOK . AKU BAIK NGGA JUM ? BAIK KAAAAN . AKU GITU LOH ! JINKIII TRAKTIR AKU JUGA DONG LAGI KERE NIH HAHAHAHA XD

    SEMOGA BERHASIL DEH JUM 😀

    1. ish dinda ini .
      kesannya aku kayak maksa kalian komen tauk !
      tunggu aja apakah ceritanya sama..
      karena udah aku rombak 180 derajat dari yang aku ceritain ..
      abisnya kamu maksa aku untuk cerita!
      apalah dayaku, tapi untung aku dapet ide lagi, dan itu membuatku untuk mengundur pengiriman tau ..

      tapi gumawo ya udah mau komen ..

  3. MWO!!! SI JAN GI KENAPA SHAL?? KOK KMU GAG NYERITAIN KE AKU BAGIAN YG INI??
    APALAH~ KETUSUK DURI AJA DI BAWA KE RUMAH SAKIT!! >.<

    PART 2 NYA YO AHJUMMA~ ^^

    1. aku kan cuma ngasih tau sumarrynya aja. itupun ngga 100% sama. boong dikit ngga apalah. daripada aku terancam oleh keganasan kalian.
      ya, tungguin aja ya annisa ..
      makasih udah mau komen .

      eh kok aku heran caps kalian pada jebol ya ?

  4. Tuh Ɣªήğ dibagian akhir jgan2 si jan gi!!
    Ada2 aja masa langsung ϑ’bawah ke rumah sakit,
    ☆ł♌Ňjů† 㪪ǟ

    1. silahkan main tebak-tebakan ..
      iya tuh ngga tau authornya aneh ..
      tunggu ya,, ehm gomawo sudah mau baca dan komen .

  5. bagus thor hehehe
    lanjut ya lanjut jgn lama2 keburu lupa judulnya ngehehe maklum pikunan thor xD
    oke jgn lma’ yak lanjutany ! Hhi

  6. bagus author!!!
    oia, jangan2 cewek yang diatas kasur dorong itu Jang gi???
    trus yang ngeliat cewek diatas kasur dorong itu Yoon ra???
    ah~~~ kabur ke part 2 aja deh~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s