[FF PARTY] I’ll Never Let You Go

I’ll Never Let You Go

Author : Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast: Choi Minho, Park Raena, Kim Kibum

Support Cast: Choi Jonghoon, Lee Jaejin, Choi Minhwan, Lee Junho

Length: One Shot

Genre: Romance

Rating : PG-15

Credit song: SHINee – Lucifer, SHINee – Ring Ding Dong, SHINee – Love Like Oxygen

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Minho POV

“Noona, saranghae…”

Kata itu tiba-tiba terucap dari bibirku, aku seperti mati rasa saking gugupnya ketika mengatakan kata itu. Ya, Hari ini aku berada di Namsan Tower bersama Raena noona, aku mengatakan kata-kata itu untuknya sambil memegang tangannya dan memandang kota Seoul yang indah dihiasi lampu-lampu malam ini. Raena noona,entah sejak kapan aku mengaguminya, mungkin sejak awal pertemuan kami yang tak sengaja saat aku SMA. Waktu SMA aku sungguh sangatlah hobi berkelahi, sebenarnya bukan disengaja, orang-orang sering mengajakku ribut terlebih dahulu atau mungkin aku yang selalu mengajak ribut mereka ya?haha. Ya mungkin itu sudah sifat asliku, kata-kata yang keluar dari bibirku selalu to the point dan terkadang -mungkin sering- menyakiti perasaan orang lain.

FLASHBACK

Aku: “Beneran deh, sunbae mending gak usah maen basket, maen bekel aja di rumah. Maen basket itu masukkin bola ke ring, bukan ngelempar bola ke atas terus didiemin doang…” Aku sangat bosan dengan latihan basket yang monoton ini, mungkin aku terlalu sombong, tapi senior-seniorku ini sungguh tidak bisa bermain, katanya tim basket sekolah ini tim basket terbaik di Seoul tingkat SMA, yang kayak begini yang mereka bilang terbaik? Ahhh, aku melemparkan bola basket yang kupegang ke lantai lalu pergi dari lapangan basket. Beberapa sunbae mungkin memanggilku, namun aku pura-pura tidak mendengar.

Malam harinya aku baru selesai latihan sepak bola, aku pulang lebih telat karena aku kebagian membereskan ruang penyimpanan bola, kegiatan yang sangat aku benci. Seselesainya aku menghampiri motorku di parkiran, tetapi ada beberapa orang menghampiriku di dekat gerbang belakang sekolah, ternyata Jonghoon sunbae, anak tim basket yang tadi aku sindir. Jonghoon sunbae menghampiriku bersama 3 temannya.

Jonghoon: “Minho-ya, sebegitu hebatnya ya lo sampe berani-berani ngomong kayak gitu sama gw? Lo gak tau betapa sakitnya pukulan gw dan temen-temen gw? HUHHH?” Jonghoon sunbae memperlihatkan kepalan tangannya dan berteriak tepat di telingaku.

Aku: “Emang sunbae gak bisa maen, ya gw bilang jujur aja, gak boleh? Lagian gw gak takut pukulan sunbae, emang sesakit apa sih? Gw penasaran…” Aku menatap mata Jonghoon sunbae dan teman-temannya satu per satu.

Jaejin: “YAAA! Lo nantangin kita?” Jaejin sunbae ikut berteriak, mereka hanya mencemari pendengaranku saja, suara mereka hanya aku anggap sebagai angin lalu. Tiba-tiba Jonghoon sunbae melemparkan pukulannya ke arah wajahku, kemudian teman-temannya menyusul, Minhwan sunbae menahan diriku sehingga aku sulit melawan pukulan ini. Ingin rasanya aku membalas mereka dengan pukulanku yang merupakan hasil belajar taekwondo sejak aku kecil, tetapi Minhwan sunbae menahan badanku kuat, sehingga aku sulit bergerak. Kepalaku pusing, pandanganku sudah mulai berbayang, kurasakan darah menetes dari hidungku dan bibirku, tiba-tiba terdengar suara cewe.

Cewe: “YAAAA! Kalian ngapain sih? Oh jadi ini ya kegiatan anak cowo Seoul High School? Berantem? Katanya siswa sekolah unggulan, kok kayak gini sih? Mau gw laporin ke Pa Jokwon?” Cewe itu mendekati kami.

Jonghoon: “Raena, please ini bukan urusan lo, ini urusan cowo. Lo mending pulang aja atau tunggu gw di luar, biar gw bisa anter lo pulang.” Oh cewe itu namanya Raena, ngapain malem-malem dia masih di sekolah ya? Duhh, pandanganku makin berbayang, sepertinya bintang-bintang mengelilingi kepalaku.

Raena: “Mending kalian pulang, beraninya nyerang anak kelas 10 doang… Sana pulang!” Cewe itu mengusir Jonghoon sunbae dan teman-temannya, anehnya Jonghoon sunbae n gengs menurut dan pergi meninggalkan kami berdua.

Aku: “Tengs…” Kataku terbata-bata.

Raena: “Lo gapapa kan?” Aku menanggukkan kepalaku. Wajahnya mendekati wajahku, tiba-tiba jantungku berdegup kencang, apa ini? Kemudian cewe itu melihat nametagku.

Raena: “Choi Minho? Jangan hobi berantem ya, perasaan kemaren bukannya lo baru berantem sama Sanghyun? Ckck cowo jaman sekarang… Emang berantem asik ya?” Dia tersenyum padaku.

-FLASHBACK END-

Ahhh, aku masih mengingat senyumnya pada saat itu, senyum yang sama yang aku lihat saat ini.

Raena: “Hmmm…Minho-ya… beneran suka sama aku?” Wajahku mungkin tampak merah saat ini, aku hanya bisa tersenyum dan langsung menatap mata besarnya yang indah, seindah kota Seoul malam ini.

Raena: “Dasar bocah…hehe” Raena noona mencubit pipiku, sebenarnya aku tidak begitu suka orang lain menyentuhku sembarangan, tetapi berbeda kalo buat Raena noona, kata-kata kasarku pun tidak muncul jika aku bersamanya.

Aku: “Noona, sakiiiit…Noona boleh cubit aku lagi deh, tapi harus jadi pacar aku dulu,hehe” Kata-kata bodoh lagi yang keluar dari mulutku. Raena noona kembali tersenyum sambil menatapku lalu ia menyandarkan kepalanya di bahuku.

Raena: “Minho-ya, emang selama ini kita apa? Hehehe…” Sebenarnya aku dan Raena noona emang langsung dekat setelah kejadian waktu SMA itu dan sampai sekarang berarti aku telah mengenal Raena noona selama 4 tahun. Sekarang aku sedang bersekolah di akademi kepolisian, mengikuti jejak ayahku, sedangkan Raena noona sekarang sudah bekerja sebagai fashion stylist dan sekarang ia telah memiliki butik besar yang banyak diminati artis-artis terkenal. Aku hanya bisa tersenyum lagi pada Raena noona dan mengecup keningnya.

Aku: “Berarti kita pacaran kan noona? Yessss!!!” Kulihat Raena noona kembali tersenyum. Setelah itu aku langsung mengantar Raena noona pulang. Di mobil Raena noona terus-terusan menyetel lagu-lagu Key, sekarang sedang lagunya yang berjudul ‘Love Like Oxygen’. Oya Key adalah sahabatku sejak SMA, orang yang paling mengerti diriku yang hobi memancing amarah orang ini, hanya Key lah yang paling sabar menghadapiku,hehe. Key sekarang telah menjadi penyanyi terkenal di industri musik Korea, bahkan sampai internasional. Sejak SMA emang Key bercita-cita menjadi artis, sejak SMA dia telah mengikuti training di suatu management artis. Kebetulan Raena noona menjadi stylist Key, jadi kami beritga sering makan siang bersama. Key adalah orang yang pertama mengetahui perasaanku pada Raena noona.

Raena: “Minho-ya, besok aku ikut Key ke Singapore, dia ada performance gitu…”
Aku: “Aku juga harus balik ke asrama kan… Noona jangan kangen sama aku ya! Hehe…” Aku menggoda Raena noona.

Raena: “Yang ada juga kamu yang kangen sama aku,hihi…” Ahh Raena noona tau aja kelemahanku, untuk yang ini aku gak bisa menanggapi, soalnya emang iya,haha.

Aku: “Kalo itu pasti, noona…. Pasti kangen banget deh,hehe…Ntar aku anter ke airport deh.”

Raena: “Gak usah, minho. Kamu balik aja ke asrama, OK?” Karena senyum Raena noona aku hanya bisa menanggukan kepalaku.

*

Sesampainya di rumah aku menelpon Key.

Aku: “Ya, Kibum-ah pokonya kamu harus jaga noona gw, eh sekarang mah cewe gw deng,haha…” Key tampak kaget.

Key: “Jadi juga akhirnya,hahaha… Selamat ya, ntar jangan lupa PJ! Hehe”

Aku: “Yang ada juga yang duitnya lebih banyak yang nraktir,hehe…”

Key: “Enak aje, ntar kalo gw minta noona juga pasti dia mau nraktir,haha… Doain gw ya minho, nervous banget gw, baru pertama kali nampil di negara orang,hehe…”

Aku: “Pasti lah gw doain, sebenernya gw heran kenapa ya cewe-cewe suka banget sampe tahap freak sama lo, padahal lo kan… ” Aku mengajak Key bercanda.

Key: “Gw kenapa, alien?”

Aku: “Lo gak seganteng gw,hahahaha…” Key ikut tertawa, betapa kangennya suasana hangat ini seperti waktu di SMA dulu.

Aku: “Eh Key, gw harus siap-siap buat besok balik ke dorm nih, bye…”

Key: “Jadi polisi yang baik ya…haha” Aku menutup telponnya dan membereskan barang-barangku untuk kembali ke dorm, kegiatan membosankan dimulai.

6 bulan kemudian…

Akhirnya aku lulus dari akpol dan sekarang aku telah menjadi seorang intel, polisi bagian penyelidikan, bagian yang paling menyenangkan menjadi polisi adalah aku diperbolehkan memegang pistol, yeahh… Sudah lama aku tidak mendengar kabar Raena noona, kami kadang-kadang hanya YM-an itu pun Cuma bentar, karena peraturan dorm sangat ketat, ponsel pun ditahan oleh pimpinan akpol untuk YM-an pun aku harus ke warnet di saat jam istirahat, dan perlu kalian tau, warnet sangat jauh dari dorm, dorm akpol sungguh sangat terisolasi dari tempat lain. Ingin rasanya saat pelantikan kemaren noona ada di sana, tetapi ya bagaimana lagi, noona sedang sibuk mendampingi Key yang sedang melakukan Asia Tour, sekarang Key akan konser di Indonesia. Di sela-sela kesibukanku meneliti arsip-arsip laporan kriminal….

Geobu hal su eobtneun neoeui maryeokeun LUCIFER Geobu hal su eobtneun neoeui mabeobeun LUCIFER…-

Ponselku berbunyi, aku mengangkatnya…

Aku: “Ya, dengan Choi Minho disini.” Aku tidak sempat melihat siapa penelpon ini, kemudian aku melihat nama yang tercantum pada layar ponselku ‘NOONA NEOMU YEPPEO”

Raena: “Serius amat sih, ciee pak polisi nih sekarang. Pasti kangen kan sama aku? Hehe” Wah Raena noona…

Aku: “NOONA, aku kangen banget, sekarang lagi dimana?” Aku sangat senang sampai aku sedikit berteriak ke Raena noona.

Raena: “Maaf ya kemaren gak dateng ke pelantikan kamu, hmmm…aku lagi di Jakarta sekarang, baru aja nyampe di hotel. Oya Key ada disebelahku, mau ngomong?” Belum sempat aku berkata-kata lagi telponnya sudah diberikan ke Key, padahal aku masih kangen sama Raena noona.

Key: “Pak polisi, gimana jalanan di Seoul? Lancar? Hehe”

Aku: “Eh, gw bukan polantas tau, sekarang gw lagi sibuk neliti kasus kriminal,haha”

Key: “Belagu lo, gw lagi di Jakarta nih, cewe-cewe di Indonesia cantik-cantik loh… ADUH…” Tiba-tiba Key berteriak kesakitan, kenapa ya dia? Tapi ia langsung melanjutkan perkataannya.

Key: “Terus makanannya juga enak banget, waw…”

Aku: “Jangan bikin iri dong, ntar gw 5 menit lagi kesana dah, kan gw superman,haha…Eh, gw mau ngomong lagi sama noona dong…”

Raena: “Kenapa Minho-ya? Oya, kamu mau oleh-oleh apa?”

Aku: “Gak usah ah, noona pulang terus meluk aku juga udah oleh-oleh,hehe…”

Raena: “Dasar bocah, eh aku masih banyak urusan, ntar telpon lagi deh, bye…” Belum sempat aku berbicara lagi telpon sudah terputus.

Aku: “Noona, saranghae…” Sayang sekali noona tidak mendengarnya.

***

Key POV

Hari ini aku ada di Indonesia bersama Raena noona dan crew lain tentunya, tapi yang paling membuatku senang adalah kehadiran Raena noona. Aku tau Minho sangat mencintai Raena noona, tetapi gara-gara Raena noona selalu berada di sampingku, aku juga jadi mencintainya. Dan yang aku tak tau, Raena noona mencintaiku juga. Aku merasa sedikit bersalah pada Minho, tapi yaa bagaimana lagi, aku dan Raena noona saling mencintai. Enam bulan lalu saat Minho bilang telah pacaran dengan Raena noona, aku kaget, sehari sebelumnya Raena noona bilang kalo dia mencintaiku, tetapi aku tak bilang pada Minho, karena aku tidak mau mencari bermasalah di saat aku sedang sibuk-sibuknya tour. Saat itu aku langsung bertanya pada Raena noona, dia bilang kalo dia hanya sayang sama Minho sebagai adiknya dan katanya saat Minho bilang bahwa dirinya mencintai Raena noona, Raena noona bilang ya supaya Minho tenang selama di dorm, Raena noona jahat juga ternyata, haha. Eh tapi apa aku jahat juga?

Raena noona sedang bersamaku di kamar hotelku, menonton TV, aku merangkulnya.

Aku: “Hmm jagiya, kamu gak kangen sama Minho? Hehe, pasti dia kangen banget sama noona…” Aku mengecup pipinya.

Raena: “Hmmm kalo aku kangen gimana? Hehe…” Raena noona tersenyum menggodaku.

Aku: “Ya kita telpon aja, gimana? Aku juga kangen ngobrol sama dia, kan sebulan yang lalu dia baru dilantik jadi polisi.” Raena noona mengambil ponselnya, memencet tombol 2, speed dial untuk Minho, untukku ada di nomer 1 tentunya,hehe. Kulihat Raena noona tersenyum-senyum sendiri, ada apa ya?

Raena: “Serius amat sih, ciee pak polisi nih sekarang. Pasti kangen kan sama aku? Hehe” Pasti minho bilang iya, aku sedikit cemburu.

Raena: “Maaf ya kemaren gak dateng ke pelantikan kamu, hmmm…aku lagi di Jakarta sekarang, baru aja nyampe di hotel. Oya Key ada disebelahku, mau ngomong?” Raena noona langsung memberikan ponselnya padaku, kemudian ia langsung memeluk punggungku.

Key: “Pak polisi, gimana jalanan di Seoul? Lancar? Hehe” Aku sedikit meledek Minho.

Aku: “Eh, gw bukan polantas tau, sekarang gw lagi sibuk neliti kasus kriminal,haha”

Key: “Belagu lo, gw lagi di Jakarta nih, cewe-cewe di Indonesia cantik-cantik loh… ADUH…” Tiba-tiba Raena noona mencubit perutku, pasti dia cemburu gara-gara aku bilang cewe Indonesia cantik-cantik,hahaha. Aku langsung melanjutkan perkataanku tadi.

Key: “Terus makanannya juga enak banget, waw…”

Aku: “Jangan bikin iri dong, ntar gw 5 menit lagi kesana dah, kan gw superman,haha…Eh, gw mau ngomong lagi sama noona dong…” Ngapain sih minho mau ngomong sama noona lagi? Aku langsung memberikan ponsel pada noona.

Raena: “Kenapa Minho-ya? Oya, kamu mau oleh-oleh apa?” Noona terlihat tersenyum lagi, minho ngomong apa sih sampe noona senyum-senyum kayak gitu?

Raena: “Dasar bocah, eh aku masih banyak urusan, ntar telpon lagi deh, bye…” Raena noona langsung menutup telponnya, urusan? Ya urusan bersamaku, Raena noona kembali memelukku lalu ia mencium bibirku. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, manager-ku yang memanggilku untuk segera bersiap-siap rehearsal untuk konser nanti malam.

***

Minho POV

Hari ini Raena noona dan Key kembali ke Korea, aku ingin menjemput mereka, tetapi aku masih sibuk dengan kasus penculikan anak laki-laki yang sering terjadi di Seoul. Aku sangat kangen Raena noona, akhirnya aku mengirim SMS padanya.

To: Noona Neomu Yeppeo

Noona, kita lunch bareng yuu! Di Café Suci, jam 12 ya…jangan ngaret…love you…

-Ring ding dong ring ding dong diggy ding ding ding-

Noona langsung membalas SMSku.

From: Noona Neomu Yeppeo

OK, aku ajak Key ya… sampai ketemu jam 12!

Jam 12, aku menunggu kedatangan Raena noona, katanya ia juga mengajak Key, ngapain sih ngajak Key segala? padahal kan aku maunya berdua doang… Akhirnya aku melihat sosok Raena noona, tetapi ia menggandeng lengan Key. Seketika ia langsung melepaskan gandengannya setelah melihatku. Aku langsung berdiri dan menghampiri mereka, aku langsung memeluk Raena noona tentunya.

Aku: “Noona, minho kangen banget…” Aku tidak mendapat jawaban.

Key: “Gw gak dikangenin nih, jahat banget lo,haha”  Aku pun memeluk Key. Kami duduk dan membaca menu, kemudian waitress menghampiri kami.

Waitress: “Pesen apa?”

Aku: “Hmmm sop buntut, lo mau juga kan Key? Paporit kita jaman SMA,hehe…”

Raena: “Key, kamu kan gak boleh makan daging untuk sementara, inget loh kata dokter.” Raena noona memegang tangan Key membuat aku panas dan sangat cemburu, apa mereka emang sedekat ini?

Key: “Oh iya lupa, tuna salad aja deh… Noona mau Tom Yum sup kan? Pasti kalo gak ada samgyeopsal noona milih Tomyum,hehe…” Kulihat Raena noona tersenyum pada Key, senyum yang sangat berbeda dengan senyumnya untukku. Saat sedang makan aku melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatiku, Key dan Raena noona mereka tampak akrab sekali, lebih akrab dari yang aku kira. Sebenarnya ada apa sih di antara mereka? Tiba-tiba…

Geobu hal su eobtneun neoeui maryeokeun LUCIFER Geobu hal su eobtneun neoeui mabeobeun LUCIFER…-

Telpon, aku langsung mengangkatnya.

Aku: “Ya Pa Junho, saya segera kesana.” Ternyata Pa Junho yang menyuruhku segera pergi ke TKP, ada pembunuhan lagi.

Aku: “Aku duluan ya, ada tugas menanti, bye!” Aku meninggalkan Key dan Raena noona yang sedang asyik mengobrol berdua.

Aku sedang sibuk dengan kasus-kasus aneh yang terjadi di Seoul, saat ini aku sedang menangani kasus Geng Motor. Tiba-tiba berita di TV menarik perhatianku.

Key , penyanyi yang sedang sukses berkarir di dunia internasional ini sedang terlibat kasus besar. Foto-foto mesranya bersama wanita bernama Park Raena yang merupakan coordi nya saat liburan di Bali tersebar di internet.

Key:  Dia coordi-ku, kami dalam perjalanan bisnis dan diantara kami tidak apa-apa…NO COMMENT…”

Berita itu membuatku shock, apalagi foto-foto yang ditampilkan di TV itu membuatku sangat sakit. Foto-foto Raena noona bersama Key, apa itu nyata? Atau hanya rekayasa?

Keesokan harinya Pa Junho memberiku kasus baru, setelah aku baca arsipnya ternyata kasus mengenai foto-foto Key. Hatiku makin sakit ketika melihat arsip-arsip itu, foto-fotonya terlihat lebih jelas dibanding di TV. Kulihat foto itu secara saksama, sepertinya bukan editan. Aku langsung menelpon Key dan Raena noona untuk memberikan keterangan, aku menelponnya sebagai polisi, bukan sebagai sahabatnya.

Aku: “Dengan saudara Kim Kibum, Anda dimohon datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan tentang kasus Anda.” Kataku jelas dan singkat.

Key: “Yaa, minho-ya… serius amat sih, iya ntar gw kesana, Raena noona harus ikut juga gak?”

Aku: Harusnya iya, tapi gw gak tega liat Raena noona, pasti dia bakalan tegang, lo aja yang dateng, ntar gw tanya noona secara personal.”

*

Key sampai di kantor polisi dan langsung menemuiku.

Key: “Saya siap lapor,pa!” Key tersenyum padaku.

Aku: “Sebenernya kejadiannya gimana, Key?”

Key: “Kenapa harus lo yang interogasi gw sih? Gak ada polisi lain gitu?” Key tampak kesal.

Aku: “Kebetulan Pa Junho nugasin gw…”

Key: “Pokonya yang nyuri flashdisk gw harus ditangkep, gw gak rela data-data pribadi gw diliat banyak orang.”

Aku: “Pasti kita bakal nyari pelakunya, Key… Sekarang gw minta penjelasan LO LAGI NGAPAIN SAMA RAENA NOONA DI FOTO ITU?” Aku mulai kesal, aku membentak Key.

Key: “Eh, itu kan masalah pribadi kita, kenapa harus lo bawa di kantor polisi, HAHHH?” Key balas membentakku.

Aku: “Makasih atas keterangan Anda, Anda boleh meninggalkan tempat itu.” Kataku dengan kesal, Key langsung meninggalkanku dengan tampang cemberut.

*

Aku bertemu Raena noona dan makan malam bersamanya di Café Suci. Raena noona tampak pendiam, dia jarang berbicara, aku seperti bertemu orang lain.

Aku: “Noona, gwaenchanha?” Aku memegang tangannya, namun ia segera melepaskannya.

Raena: “I’m fine Minho-ya. Mianhae…” Tiba-tiba Raena noona menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis.

Aku: “Noona, mian untuk apa? Kenapa noona nangis? Minho salah ya sama noona?” Aku langsung memeluknya.

Raena: “Minho maafin aku, aku…hiks…aku…hiks…” Raena noona terus menangis tidak dapat melanjutkan kata-katanya.

Aku: “Noona, pelan-pelan aja ngomongnya…”

Raena: “Minho, aku sayang sama kamu…” Oh ternyata ngomong itu doang, kenapa nangis tapinya ya?

Aku: “Aku tau kok, noona,hehe… Yang sabar ya noona, mudah-mudahan masalah foto-foto sama Key beres, aku tau kok kalian Cuma foto-foto biasa doang, gak tampak mesra sama sekali padahal, wartawan aja yang lebay,hehe…” Aku berbohong, sudah sangat jelas di foto itu mereka mesra sekali, bahkan tampak seperti suami istri.

Raena: “Minho-ya, mianhae…” Raena noona terus menangis, aku menenangkannya.

Aku: “Yuu kita pulang aja, noona. Biar minho anter pulang, Minho masih harus balik ke kantor, ada arsip yang harus dibaca.”

Di mobil kami hanya terdiam, tidak ada yang bisa memulai pembicaraan. Sesampainya di rumah Raena noona pun kami tetap terdiam.

*

Aku masih berkutat dengan kasus foto Key, sebenarnya siapa sih yang iseng meng-upload foto-foto ini? Foto-foto yang membuat hatiku sangat sakit.

tulilit-

Reminder di ponselku bunyi, ternyata hari ini adalah ulang tahun Key, aku hampir saja lupa. Aku ingin mengirim SMS pada Key, tetapi aku mengurungkan niatku, aku ingin memberi surprise padanya, nanti malam aku akan ke apartemennya. Aku hanya ingin mengejutkannya dan memberikan CD band jadul yang ia inginkan sejak SMA, kebetulan ketika aku pergi ke Busan aku menemukan CD langka itu. Aku bersiap-siap menemui Key, mudah-mudahan dia tidak sibuk hari ini, perasaan sih dia lagi gak ada jadwal. Aku merasa bersalah membentaknya ketika di kantor polisi, jadi aku juga sekalian mau minta maaf padanya.

Aku berada di depan pintu apartemen Key, aku memencet belnya beberapa kali, tapi ia tidak membuka pintunya. Saat aku membuka kenop pintunya, ternyata tidak terkunci. Aku masuk dan aku sangat shock ketika melihat pemandangan yang ada di sana, Key dan Raena noona sedang berciuman, ANDWAE… Aku langsung menghampiri Key dan memukul wajahnya…

Raena: “YAAAA, MINHO-YA! Kamu apa-apaan sih? Kalian jangan berantem dong?” Raena noona mulai menangis, namun aku tak peduli aku sangat benci kepada mereka berdua.

Key: “Lo ngajak gw berantem? OK GW LADENIN” Key mulai memukul wajahku. Raena tetap merelai kami berdua.

Aku: “Berani-beraninya lo sama noona!” Hatiku sangat sakit, bagaimana mereka bisa begitu kepadaku?

Key: “Lo harus tau Raena noona gak pernah cinta sama lo… dia Cuma cinta sama gw…” Key tersenyum licik. Raena noona kemudian menarik tanganku, mengajakku keluar dari apartemen Key. Aku melepaskan tangan Raena noona.

Aku: “Noona, please aku mau sendiri…”

Raena: “Minho,mianhae…” Aku langsung meninggalkan noona, Raena noona tampak tidak menyesal sedikit pun karena membuatku sangat sakit hati. Ia segera kembali ke pelukan Key, bagaimana ini bisa terjadi? Aku memang sungguh bodoh, kenapa aku tidak menyadari itu lebih dulu? Saat lunch bareng mereka berdua, foto-foto yang tersebar di internet itu? Ahhh, SIAL. Aku sangat membenci mereka berdua, terlebih lagi aku sekarang sangat membenci Raena noona, kenapa dia gak bilang sih? Kenapa? Aku sungguh depresi, aku tidak dapat berpikir, arsip-arsip kasus yang ada didepanku tidak aku hiraukan, ingin rasanya aku mati saja. Hidupku telah berakhir karena tidak ada Raena noona disampingku, yang selalu mendukungku, dan hanya tersenyum untukku. Hidupku benar-benar berakhir, tiba-tiba air mata menetes dari mataku. Duh Minho, lo gak boleh cengeng… Tetapi air mata terus menetes, hatiku sungguh sangat sakit, badanku pun terasa sakit semua.

*

Perayaan ulang tahun Key, aku masih diundang, tetapi yaa aku jelas-jelas tidak mau menghadirinya. Tetapi aku punya suatu rencana dan akhirnya aku pun menghadiri acara itu. Perasaan benciku terhadap Key dan Raena noona sudah sangat besar, aku tidak akan pernah memaafkan mereka. Raena noona tidak pernah mencintaiku? Bagaimana mungkin? Dia gak boleh cinta sama orang lain…Raena noona hanya milikku…Raena noona harus bersamaku selamanya… Kulihat Raena noona dan Key sedang bergandengan tangan dikelilingi wartawan, kemudia Key mengecup bibir Raena noona, SIAL berani-beraninya kau Kim Kibum!!! Aku mengeluarkan pistol yang telah aku siapkan sebelum pergi kesini dari balik pilar gedung aku mengarahkan pistolku seseorang…

DUARRR…

Terdengar suara senapan dan seseorang telah tertembak dengan pistolku, wartawan dan orang-orang langsung mengerumuni orang yang tertembak itu kemudian terdengar suara…

“YAAA, NOONA!!!! ANDWAE!!!! Noona, jangan tinggalin Key! Noona!!!” Ternyata suara Key, aku telah menembak Raena noona, iya aku memang stress dan sudah gila, aku tersenyum kecut. Aku langsung meninggalkan tempat itu, masuk ke dalam mobilku dan bersiap menjalankan rencana berikutnya. Dalam mobil aku menangis lagi, membayangkan Raena Noona yang telah membuatku merasakan jatuh cinta dan sakit hati pertama kalinya dan juga membayangkan aku yang telah menembaknya mati tadi. Aku mengendarai mobilku tanpa arah, di bukit yang sangat sepi aku membuang pistol itu jauh-jauh, setelah itu aku melajukan mobilku ke arah jurang di depannya, aku dan mobilku terjatuh sangat dalam. Aku dapat merasakan badanku terguling-guling dalam mobil, dan aku mendengar suara ledakan. Pandanganku mulai buram, suara ledakan yang kudengar itu volumenya semakin kecil.

Raena noona, kita akan selalu bersama… Tunggu aku…

Aku tiba-tiba mendengar suara…

“Minho-ya~!!! Kamu disini juga? Aku takut sendirian…” Ternyata Raena noona,ia memelukku…

Aku: Noona, sudah kubilang kita pasti selalu bersama, hehe…Noona, saranghae…” Aku pen mengecup keningnya…

-THE END-

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

14 thoughts on “[FF PARTY] I’ll Never Let You Go”

  1. Wahh.. Kok bsa jadi gitu sih.. Minho jhyung! Knp g ikhlasin aja sih tu ce sakit! =.= hrusnya bilang ga kl emang ga cinta! =.=

    author, DAEBAK!

  2. huwaaaa~ minho oppa!! harusnya kmu tuh sama ak aja!!
    harusnya kmu biarin aja tuh “noona” mati!! habis dia jahat bgd sama kmu!!! >.<
    god job author!! b^^d
    aku suka ff nya~ 😀

  3. hii seremm..
    kasian raena.. kasian minho.. kasian key..
    bagusnya kalo minho jadi ngga suka sama raena n langsung suka sama aku, hahaha *pengennya…

    Two thumbs up dillo..
    ceritanya beda dari yang lain!! ga ketebak juga! haha..
    ayo.. ayo.. yang lain segera dipublish..
    bikin novel aja sekalian dil! hehehe..

  4. gyaaa….. awalnya brasa baca kisah cinta taruna akpol deh.
    *nangis dipojokan*
    tapi-tapi… demi apadeh, ada taruna seganteng choi minho. kalo beneran ada, udah aku suruh abangku ngenalin dia ke aku. bwahahahaaa…
    [komen ga nyambung]

    kata-katanya bnyak yg salah ketik, author. hehee

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s