[FF PARTY] Love Light – Part 1

Love Light (Part 1)

Author : Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast: Choi Minho, Park Raena

Support Cast: Victoria Song (Raena’s eomma), Choi Siwon (Minho’s appa), Im Yoona (Minho’s eomma), Park Jungsu (Raena’s appa), Kim Jonghyun, Kim Kibum, Jang Wooyoung, Mir, Park Sanghyun, Lee Jinki

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating : PG-13

Credit song: CNBLUE – Love Light, SHINee – Hello, f(x) – Nu ABO

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Raena POV

Huhhhh melelahkan sekali latihan hari ini, dan sialnya di studio ballet hanya tersisa diriku seorang. Teman-temanku yang lain tampaknya tidak begitu peduli dengan festival yang akan diadakan minggu depan, atau aku yang terlalu peduli? Aku langsung mengenakan kemeja longgar di atas baju balletku, mengganti sepatu balletku dengan sepatu keds, kemudian mematikan lampu studio. Ternyata di luar sudah gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku memutuskan pulang lewat gerbang belakang sekolah, karena bus yang aku kendarai lewat di depan gerbang belakang. Tiba-tiba kudengar suara “BUKKK…BUKKK”, suara apaan tuh? Aku jadi merinding, memang katanya gerbang belakang itu agak angker, hiii. Aku mempercepat langkahku, semakin aku berjalan, suara itu terdengar semakin keras, dan akhirnya aku menemukan sumber suara. Ternyata Jonghyun dan gengnya sedang memukuli seorang cowo yang aku yakin pasti kelas 10.

Aku: “YAAAAAAA, STOP!” Aku mencoba memisahkan mereka.

Jonghyun: “Raena, ngapain malem-malem masih disini? Udah, ini bukan urusan kamu, kamu mending tunggu sebentar, ntar aku anterin kamu pulang, OK cantik?” Jonghyun menggodaku sambil mengelus pipiku, aku menghindar.

Aku: “Mending kalian deh yang pulang, mau aku laporin Pa Jokwon? Atau Pa Heechul sekalian?” Aku mengancam mereka.

Jonghyun: “Jangan dong cantik, ntar kita di skors…” Jonghyun memelas padaku.

Aku: “Bodo amat, kalian mendingan pulang sekarang. Mir, lepasin anak itu. Wooyoung, lo juga pulang sana!” Akhirnya Mir melepaskan anak cowo itu, Wooyoung pun langsung mengambil tasnya bersiap pergi, tapi Jonghyun…

Jonghyun: “Raen, yuu pulang bareng, biarin deh anak itu disini sendirian…” Jonghyun menarik tanganku, aku melepaskannya.

Aku: “Kalian pulang duluan aja…” Setelah cowo-cowo itu pergi, aku langsung menghampiri cowo yang mereka pukuli tadi, banyak memar di wajahnya, dan hidung serta bibirnya mengeluarkan darah. Kulihat nametag yang tertera di seragamnya.

Aku: “Choi Minho? Gwaenchanha?” Cowo itu hanya mengangguk, ia mencoba berdiri namun langsung terjatuh, aku pun menolongnya.

Aku: “Aku ambilin es dulu deh ya, kamu tunggu sini, ntar aku anterin pulang.” Aku menarik tangannya, menyuruhnya duduk di kursi yang ada di taman gerbang belakang, namun ia melepas tanganku dengan kasar.

Minho: “Gak usah, gw mau pulang sendiri. Siapa sih lo sok-sokan baik nolongin gw?” Kasar n sok banget sih nih bocah.

Aku: “Ya udah, TERSERAH! Kasar banget sih, aku kan Cuma mau nolongin kamu, bukannya terimakasih malah bentak-bentak!” Aku balas membentaknya, ia terdiam dan akhirnya duduk di kursi taman. Aku menghampiri rumah penjaga sekolah untuk meminta es dan serbet untuk mengompres luka Minho. Aku mengompres luka Minho perlahan.

Minho: “ADUHHHH, SAKIT! PELAN-PELAN DONG, SAKIT TAU…” Minho berteriak padaku, ini anak hobi banget sih teriak-teriak…

Aku: “Heh Minho, jangan hobi berantem dong, kemaren bukannya kamu baru berantem ya sama temen sekelas kamu, si Kibum?”

Minho: “Bukan urusan lo…” Jawab Minho singkat, nyebelin banget sih ini anak.

Aku: “Jeongmal, ada ya anak kayak kamu, berantem dijadiin hobi. Kayaknya aku tau kenapa banyak anak yang gak suka sama kamu, abisnya kamu ngomongnya kasar banget sih, makanya suka banyak yang tersinggung. Kamu pasti nyinggung si Jonghyun ya, sampe dia mukulin kamu gitu?”

Minho: “Gw Cuma ngomong jujur kok, bilang kalo Jonghyun sunbae gak bisa maen basket.”

Aku: “Lain kali pikir dulu kalo mau ngomong, Ok Minho?”

Minho: “Ngapain sih lo ikut campur urusan gw?”

Aku: “Ahh cape ngomong sama kamu mah, yuu pulang, takutnya busnya udah gak ada nih jam segini.” Aku memegang lengan Minho, memapahnya berjalan.

Aku: “Oiya rumah kamu dimana?”

Minho: “Orchid Road”

Aku: “Wahh berarti kita tetanggaan dong, aku di Daisy Road…” tak ada tanggapan dari Minho, menyebalkan. Di bus kami hanya bisa terdiam.

Aku: “Oya aku Raena, by the way…” Minho tidak menanggapinya juga. Kami turun dari bus, aku masih memapah Minho.

Minho: “Rumah gw yang itu” Minho menunjukkan rumahnya, dan ternyata rumah Minho adalah Choi Bakery, Bakery punya Tante Yoona, wah kebetulan sekali. Choi bakery adalah langganan keluargaku, aku sangat mengenal Tante Yoona, dan yang kutahu anaknya Cuma Jonghoon oppa, yang sering bantuin Tante Yoona di bakery. Dan hmmmm, aku suka sama Jonghoon oppa, makanya sering banget ke bakery,hehe.

Aku mengetuk pintu rumah Tante Yoona, beberapa saat kemudian pintunya terbuka dan Jonghoon oppa yang membukanya. Aku langsung nervous….

Jonghoon: “Eh, Minho, kenapa lo? Eh ada Raena juga…”

Aku: “Annyeong, Jonghoon oppa. Tadi Minho abis berantem di sekolah.”
Jonghoon: “Oh ternyata kalian satu sekolah ya?” Minho yang masih dalam genggamanku langsung melepasnya dan pergi ntah kemana, meninggalkan aku dan Jonghoon oppa.

Aku: “Hmm iya, Minho dongsaengnya oppa?”

Jonghoon: “Iya, Raena gak tau? Padahal kan sering kesini, ohhh emang si Minho jarang ke bakery sih,kalo di bakery juga dia di dapur melulu soalnya. Masuk dulu yuu!”

Aku: “Gak ahh oppa, udah malem, Raena langsung pulang aja, dadah!” Pertemuan yang sangat singkat dengan Jonghoon oppa tapi aku seneng banget,hehe.

*

Esoknya eomma menyuruhku membeli beberapa kue di Choi Bakery, wahh senangnya bisa bertemu Jonghoon oppa lagi. Setibanya di Choi Bakery, Tante Yoona langsung menyambutku hangat.

Tante Yoona: “Raena, mau beli apa sayang Oiya katanya kamu satu sekolah ya sama Minho, aduh tante baru tau, hehe…”

Aku: “Hmmm iya tante, eomma mau kue yang biasa aja tante, terus tambah Opera Cake….” Tante Yoona langsung membungkuskan beberapa kue untukku. Tiba-tiba Tante Yoona menyodorkan blueberry cheesecake padaku.

Tante Yoona: :Ini coba deh, Raen…enak banget, kamu suka cheesecake kan? Ayo coba, gratis kok buat kamu mah…” Tante Yoona tersenyum padaku. Aku langsung memakan blueberry cheesecake yang tampak lezat itu, dan memang benar rasanya mantap jaya deh, enak banget…

Aku: “Hmmmm enak banget, tante… Lebih enak dari biasanya, tante nambahin sesuatu ya?”

Tante Yoona: “Gak kok, Cuma kokinya beda aja,hehe…Ini buatan Minho…” Wahhh Minho jagoan juga buat kuenya, aku aja kalah. Gak kebayang orang nyebelin, kasar, dan sok itu bisa bikin cheesecake yang enak dan manis ini.

Tante Yoona: “Minho, ayo kesini, ketemu sama orang pertama yang nyobain cheesecake buatan kamu…” Akhirnya Minho keluar, mengenakan celemek, dia tampak lucu,hehe… Aku tersenyum padanya.

Aku: “Annyeong, Minho… Udah baikan sekarang? Cheesecakenya enak banget loh, makasih ya, hehe…”

Minho: “Eh, ngapain lo disini? Eomma, kan Minho nyuruh eomma yang nyobain, bukan orang ini.” Nyebelin banget masa aku dibilang “orang ini”, aku punya nama…

Tante Yoona: “Gapapa Minho, kebetulan Raena penggemar cheesecake pasti dia tau yang enak atau yang gak enak.” Minho cemberut dan langsung meninggalkan aku dan Tante Yoona.

Tante Yoona: “Maaf ya Raena, Minho orangnya emang agak dingin, sama kaya appanya,hehe…” Bukan agak lagi, tante…tapi si Minho dinginnya udah kayak dinginnya kutub selatan, kataku dalam hati. Emang bener Minho mirip banget sama Om Siwon, agak galak terus pendiem. Tapi si Minho mah bukan agak galak lagi, galak banget,haha.

Aku: “Iya gapapa tante, Minho beda ya sama tante n Jonghoon oppa yang ramah n baik banget sama Raena,hehe. Oiya, Jonghoon oppa mana tante?” Aku langsung menanyakan tujuan sampinganku kesini,hehe.

Tante Yoona: “Jonghoon ke kampus, katanya ada kegiatan himpunan gitu.” Ahhh sayang banget gak ada Jonghoon oppa.

Aku: “Hmmmmm, yaudah deh tante, aku langsung pulang aja, ntar eomma n appa nungguin kuenya. Makasih buat cheesecake gratisnya ya tante!”

***

Minho POV

Sabtu ini aku akan mencoba membuat cheesecake, sebenarnya aku sering membantu eomma di bakery, tapi aku lebih suka di dapur, membuat adonan kue dan menghiasnya, rasanya puas kalo tau kue buatan kita disukai pelanggan. Tampaknya kehebatanku membuat kue ini menurun dari eomma, diriku 80% adalah copy-an appa, tapi kehebatanku membuat kue ini jelas-jelas turunan eomma. Akhirnya cheesecake pertama buatanku jadi, aku ingin langsung memberikannya pada eomma, tetapi tampaknya eomma sedang melayani pembeli. Beberapa saat kemudian eomma ke dapur, aku langsung menghampirinya.

Aku: “Eomma, cheesecakenya udah jadi, cobain yaa…” aku langsung menyodorkan blueberry cheesecake buatanku.

Eomma: “Hmmm pasti enak nih Minho, ntar dicoba deh…eomma ke depan lagi ya…”

Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan eomma yang akan sangat menyukai cheesecake buatanku itu, sudah pasti enak soalnya, aku kepedean,hehe. Tiba-tiba eomma memanggilku.

Eomma:  “Minho, ayo kesini, ketemu sama orang pertama yang nyobain cheesecake buatan kamu…” orang pertama, siapa? Kenapa bukan eomma yang nyobain sih? Aku langsung menghampiri eomma, aku terkejut melihat seorang cewe yang bersama eomma, cewe yang kemarin malam menolongku dari Jonghyun sunbae, ngapain dia disini sih? Ia tersenyum padaku, senyumnya manis sekali, tiba-tiba jantungku berdegup kencang.

Raena: “Annyeong, Minho… Udah baikan sekarang? Cheesecakenya enak banget loh, makasih ya, hehe…” Ia masih tersenyum padaku.

Aku: “Eh, ngapain lo disini? Eomma, kan Minho nyuruh eomma yang nyobain, bukan orang ini.” aku sedikit kesal pada eomma.

Eomma:  “Gapapa Minho, kebetulan Raena penggemar cheesecake pasti dia tau yang enak atau yang gak enak.” aku sedikit ngambek sama eomma, aku pun pergi meninggalkan mereka dengan tampang cemberut. Sebenarnya aku suka kalo Raena suka cheesecake buatanku, tapi kenapa sikapku harus seperti itu ya? Dasar Minho, kapan sih sikap dinginmu ini bisa mencair?

*

Tak terasa sebentar lagi sudah mau kenaikan kelas dan sekarang aku jadi bersahabat dengan Kibum yang sebelumnya merupakan partner berkelahiku. Aku hari ini menghadiri rapat ekskul, aku mewakili ekskul basket tentunya. Saat ini Sanghyun dari klub sepak bola sedang berbicara, aku sangat bosan dengan konsep yang dia ajukan, benar-benar tidak bermutu.

Aku: “Hoaammmm, gak ada ide yang lebih bagus ya? Kalo kayak gitu doang juga anak SD bisa…” Kata-kata kurang ajarku mulai keluar, kulihat Sanghyun mulai berdiri, menghampiriku, kemudian menarik kerah kemejaku.

Sanghyun: “Lo bisa diem gak, Minho? Lo bisanya cari masalah aja ya?” Sanghyun memukul wajahku, aku membalasnya, kami pun berkelahi hebat, Jinki hyung sebagai ketua osis berusaha melerai kami, tapi Jinki hyung malah terkena pukulanku. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat kukenal.

“YAAAAAAA, STOP FIGHTING!!!!” ya suara Raena.

Raena: “Kalian gak ada kerjaan lain apa? Huhhh jeongmal, Minho-ya…kapan sih kamu berhenti berantem?” Raena menarikku dari kerumunan, genggamannya sangat kuat, kulihat ia masih mengenakan pakaian balletnya. Ia melepas genggamannya, kami berada di taman gerbang belakang sekolah sekarang. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, tissue, obat merah, dan plester, kemudian ia mengobatiku seperti biasa.

Aku: “SAKIT,HEH NGAPAIN SIH BAWA GW KESINI?” Aku meringis kesakitan, aku sedikit membentaknya, ia tampak kaget.

Raena: “Minho, aku punya nama, Raena, bukan ‘HEH’… harusnya juga kamu manggil aku noona, aku setahun lebih tua dari kamu. Dan please, jangan teriak-teriak terus, lama-lama aku bisa tuli.” Ia masih terus mengobatiku, aku hanya bisa terdiam. Aku diam-diam memperhatikannya saat ia mengobatiku, Raena noona sungguh sangat cantik. Tiba-tiba ia menyadari bahwa aku terus memperhatikannya, ia menatapku, jantungku berdegup sangat kencang, matanya begitu indah, bercahaya.

Raena: “Wae, Minho-ya? Is there something wrong?” Ia mengalihkan lamunanku, aku tersenyum padanya, senyum termanisku.

Aku: “Hmmmm, an…anniyo…noona” Raena noona kembali tersenyum.

Raena: “Nah, gitu dong… jangan teriak-teriak lagi ya? Hehe…” Raena noona mengacak-acak rambutku, sebenarnya aku tak suka orang lain mengusap rambutku kecuali eomma, tapi aku hanya bisa diam ketika Raena noona mengacak-acak rambutku.

Raena: “Hmmm Minho, mau bantuin aku gak?”

Aku: “Hmmm ne, bantu apa noona?”

Raena: “Lusa kan ulang taun Jonghoon oppa, Minho mau anterin aku ke kampusnya Jonghoon oppa kan? Aku punya hadiah buat dia…” Jonghoon hyung, kayaknya Raena noona sangat menyukai Jonghoon hyung, kenapa aku jadi jealous? Aku gak suka kalo Raena noona suka Jonghoon hyung, tetapi aku hanya bisa mengangguk, mengiyakan permintaannya.

Aku: “Noona tau dari mana kalo lusa ulang taun Jonghoon hyung?”

Raena: “Dari eomma kamu, hehe…jadi malu…”

*

Hari ulang tahun Jonghoon hyung tiba, dan ya hari ini aku akan menemani Raena noona ke kampus Jonghoon hyung. Sebenarnya aku sedikit cemburu pada Jonghoon hyung, tapi ya apa boleh buat, Raena noona sangat menyukai Jonghoon hyung. Untungnya appa sudah membolehkanku membawa motor ke sekolah, motor 250cc warna merah warisan dari Jonghoon hyung, sekarang Jonghoon hyung udah bawa mobil. Menyedihkan sekali nasib jadi dongsaeng, pasti dapet warisan melulu. Aku menunggu Raena noona di parkiran motor, akhirnya kulihat Raena noona berjalan ke arahku, ia sudah tidak mengenakan seragam sekolah. Sebagai gantinya ia mengenakan blouse warna biru muda dan celana jeans warna hitam, sepatu sekolahnya pun diganti dengan sepatu cantik warna biru tua. Aku tersenyum padanya lalu memberikan helm padanya. Aku sangat suka kebut-kebutan waktu mengendarai motor, aku hampir lupa kalo hari ini aku membawa penumpang. Raena noona memeluk pinggangku erat, senangnya,hehe.

Raena: “Minho-ya, jangan ngebut-ngebut dong….” Aku hanya tersenyum , tidak menjawabnya.

Akhirnya kami sampai di kampus Jonghoon hyung, aku dulu pernah kesini diajak Jonghoon hyung waktu ada kompetisi basket, jadi aku sudah tau gedung tempat Jonghoon Hyung,

Departemen Bisnis dan Manajemen. Kulihat Raena noona tampak sangat gugup, ia terus-terusan bertanya padaku apa rambutnya rapi, bajunya bagus, dan sebagainya. Padahal tanpa harus bertanya pun aku akan bilang kalau Raena noona memang selalu cantik. Sampailah kami di depan

Departemen Bisnis dan Manajemen, namun tiba-tiba Raena noona menggenggam erat tanganku, badannya tampak lemas, pandangannya kosong menatap apa yang ada di gedung itu. Akhirnya aku menemukan apa yang membuat Raena menjadi seperti itu, Jonghoon hyung BERANINYA KAU!

…to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

Advertisements

13 thoughts on “[FF PARTY] Love Light – Part 1”

  1. pertama kali baca,
    kayaknya awal Minho ketemu Raena sama ya sama FF I’ll Never let you go,,
    pas diliat lagi ternyata emang authornya sama hehehe

    itu Raena lagi liat Jonghoon lagi apa ya?!

    lanjutannya di tunggu ya!!

    1. iya author I’ll Never Let You Go sama author ini sama, dan itu adalah si gue,hehe….salam kenal…
      lanjutannya coming soon chingu, sesuai jadwal,hehe…. tengkyu udah sempetin baca n komen…

  2. MWO? HEH? jonghoon nya lgi ngapain?? hah? ak penasaran~!!!!
    raena mendinganb kmu sama jonghoon oppa aja gag apa2 kok~ kan nanti minho nya sama aku~ kekeke.. 😀
    good job author!! b^^d

  3. iya, minhonya galak..
    tapi ngga apa-apa, yang penting tetep keren, hahaha…

    Udah Raena sama minho ajaa… gitu2 juga baik..
    walaupun emang ngeselin sih, hehe..

    ayo dipublish lanjutannya..
    seru… seru… seru… hihihi..

    N.B. pengen chessecake!! haha…

  4. waaa ada bias gw di FTisland….

    gw dukung Raena-jonghoon deh.. … biar minho ama gw aja trus bikinin cheesecake buat gw tiap hari LOL

    lanjut diiil..jangan lama2 ya hehehe

  5. author mau speak up nih,hehe… ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk reader yg udh baca n komen dan juga admin tentunya yg udh mau publish FF aku, love you all! hehehe
    Buat yang penasaran, harap bersabar yaaa, hehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s