[FF PARTY] My Best Birthday Gift – Part 2 (END)

Title: My best birthday gift  – part 2

Author: cherrylicious a.k.a Indi

Main Cast: Kim Min Di (author), Choi Min Ho SHINee

Suport Cast: Kim Jong Hyun SHINee

Genre: friendship, romance

Length: two shot

Rating: General

Ket: Sekedar berpartisipasi

My best birthday gift

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Keesokan paginya.

Min Ho bangun dan memegangi kepalanya yang terasa sangat berat. Ia melihat Min Di tertidur sambil duduk di pojok ruangan itu. Lalu ia mendekatinya dan menyentuh pipi gadis itu untuk menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya.

Min Di langsung terbangun saat merasa sesuatu yang menyentuh wajahnya. “Min, Min Ho, kau sudah sadar?”

“Ini dimana? Apa yang terjadi?”

“Semalam kau mabuk untungnya ada seseorang yang mau menolong kita.”

“Argh..Kepalaku sakit.” Erang Min Ho.

“Hah, siapa suruh kau menghabiskan alkohol itu?”

Pintu kamar itu di ketuk, lalu Jong Hyun masuk ke dalamnya. “Oh, kalian sudah bangun.”

“Siapa dia?” tanya Min Ho ke Min Di.

“Jong Hyun imnida. Aku yang membawa kalian ke sini. Um, apa kalian mau sarapan?”

“Aku mau pulang.” Ucap Min Ho menatap Min Di. Gadis itu hanya diam saja.

“Baiklah, kalau begitu kau cuci mukamu dulu saja, baru kau pulang.” Usul Jong Hyun dan keluar kamar itu.

“Pria itu siapa? Apa yang ia lakukan padamu? Kau baik-baik saja kan? Ia tidak melakukan apapun padamu kan?”

“Ya, kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Dia..dia..menolong kita tidak ada maksud lain kan? Kau sungguh tidak apa-apa kan? Atau dia….”

“Ya Choi Min Ho berhenti berpikir yang tidak-tidak!”

“Aish! Aku mengkhawatirkanmu bodoh! Aku takut kau di apa-apakan oleh pria tadi. Apalagi bajumu seperti itu.” Ucapnya sambil menatap ujung rok Min Di yang berada di paha putihnya.

Kau yang melakukan `apa-apa` padaku semalam!

“Sudah sana kau cuci mukamu dulu. Wajahmu sangat jelek tahu. Otakmu juga kotor! Sana kau bersihkan dulu!”

Lalu Min Ho berlalu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Saat keluar kamar mandi Min Ho membuka beberapa kancing kemejanya. Mata Min Di langsung membesar. “YA, YA, YA! APA YANG KAU LAKUKAN!!!”

“Waeyo? Aku hanya membuka kancing bajuku, apa salah?”

“Heh! Di depanmu ada seorang yeoja bodoh! Kau tidak malu kalau harus membuka baju di sini!”

“Siapa yang mau membuka baju? Ruangan ini sangat panas, makanya aku membuka kancing kemejaku. Apa kau mau melihat aku bertelanjang dada, hah?”

“ANDWE! Jangan gila kau!”

Min Ho terkekeh. Lalu ia memperhatikan Min Di dengan seksama. “Ya, kenapa wajahmu merah? Kau sakit? Atau mabuk?”

“Kau yang mabuk bodoh! Aku sama sekali tidak menyentuh minuman itu!”

“Um…Jong Hyun-ssi jeongmal gomawo ne sudah mau menampung kami berdua. Kami pulang dulu ya.” ucap Min Di sambil membungkukkan tubuhnya.

“Oh, kalian benar mau pulang? Tidak mau makan dulu?”

“Anni. Anak ini sudah ngebet mau pulang.” Ucap Min Di sambil melirik Min Ho yang menjulang di sebelahnya.

“Oh ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya.”

Di bis.

Min Ho dan Min Di duduk bersebelahan di bangku paling belakang. Lalu Min Ho meletakkan kepalanya di pundak Min Di.

“Y, ya kenapa kau malah tidur?”

“Kepalaku pusing. Biarkan aku istirahat sebentar.”

Min Di langsung celingak-celinguk. “Ya, ya apa yang orang pikirkan tentang kita berdua? Apalagi baju kita seperti orang yang kesiangan mau pesta. Ya, Choi Min Ho, kau dengar aku tidak sih?”

“Kau sendiri yang seperti itu. Aku sih tidak. Siapa suruh memakai gaun?”

“Hah..kau sendiri memakai pakaian serba putih begitu. Kau pikir kau ini malaikat apa yang turun dari langit?”

“Kau bisa diam tidak sih? Aku tidak bisa tidur kalau begini.”

Akhirnya Min Di menutup mulutnya. Hah…pabo kau, sebenarnya aku ingin marah padamu, tapi entah kenapa tidak bisa. Apa karena aku menyukaimu?

Akhirnya mereka sampai di depan rumah mereka masing-masing. Saat Min Di akan masuk ke rumahnya Min Ho langsung memegang lenganya.

“Mworago?”

“Ya, kalau kau di marahi oleh orang tuamu bilang aku ya. Aku takut nanti kau di marahi oleh mereka karena tidak pulang semalaman.”

“Ya, seharusnya kau yang takut. Kalau Appa-mu tahu apa yang kau lakukan semalam bisa kacau. Masalah aku…kau tenang saja. Mereka pasti tidak akan marah, mereka percaya kalau aku pergi denganmu.”

“Kau yakin? Kau kan baru sekali tidak pulang. Aplagi kau anak gadis mereka satu-satunya.”

Min Di menghela nafas. “Kan aku sudah bilang, kalau perginya denganmu pasti mereka tidak akan marah. Beda kalau aku pergi sendiri atau dengan temanku yang lain. Masalahnya mereka percaya padamu 100%.”

“Syukurlah kalau begitu. Ya, telepon aku ya kalau kau kenapa-kenapa?”

“Ne Appa~~”

Akhirnya Min Di masuk ke rumahnya dan di bukakan pintu oleh Omma-nya. “Min Di! Kau dari mana semalaman tidak pulang? Apa kau tahu kami sangat mencemaskanmu?”

“Aku pergi dengan Min Ho. Omma tenang saja.”

“Oh, jadi kau pergi dengannya. Untunglah, Omma pikir kau kemana.”

Huh…aku bilang juga apa, pasti Omma tidak akan marah saat aku bilang pergi dengan Min Ho.

Min Ho POV.

Huh…selama 20 tahun ini aku baru sekali bertindak seliar ini. Bahkan aku membawa anak gadis orang sampai tidak pulang kerumahnya. Untungnya gadis itu Min Di, sahabat terbaikku. Gadis yang akan di jodohkan orang tuaku.

Hah! aku jadi kesal kalau mengingat hal itu!

Saat aku mengetuk pintu Omma langsung membukakannya dan memberondongku dengan pertanyaan.

“Ya, kau dari mana saja semalaman? Kenapa kau tidak pulang? Min Di juga tidak pulang semalaman. Apa kau dengannya?”

“Ne Omma aku bersama Min Di semalam. Kau tenang saja, gadis itu baik-baik kok.”

KRING…

Telepon di ruang tengah itu berbunyi. Omma langsung mengangkatnya. Sejurus kemudian ia menghampiriku. “Min Ho, ada telepon untukmu.”

“Dari siapa?”

“Min Di.”

Mataku langsung membulat. Jangan-jangan firasatku benar kalau ia di marahi oleh orang tuanya. Aku langsung berlari dan mengambil gagang telepon itu lalu langsung menempelkannya di telingaku. “Yoboseo, Min Di-ah kau baik-baik saja kan? Kau di marahi ya? aku ke rumahmu sekarang ya?” ucapku panik.

“Anniyo! Aku lupa sesuatu.”

“M, mworago?”

“Choi Min Ho cepat ganti bajumu dan mandi, jangan lupa gosok gigimu sampai bersih. Kau semalam habis minum alkohol. Demi Tuhan tubuh dan mulutmu masih bau alkohol saat di bis tadi!”

“Aigo…dasar kau pabo yeoja! Aku pikir kau yang kenapa-kenapa, ternyata hanya itu.”

“Ya! aku mengkhawatirkanmu bodoh! Kalau orangtuamu atau hyung-mu mencium aroma aneh itu dari tubuhmu akan gawat!”

“Ne, ne, ne. Sudah sana kau juga mandi dan ganti bajumu yang seperti putri raja itu.”

KLIK.

Min Di memutuskan sambungan telepon itu. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

Min Di POV.

Setelah selesai mandi dan membersihkan tubuhku aku duduk di ranjangku sambil memeluk boneka beruang hadiah ulang tahun ke-15 ku dari Min Ho itu. Aku memeluknya dengan erat sambil menahan tangsiku. Tapi aku sudah tidak sanggup lagi, akhirnya cairan hangat itu pun turun mengaliri pipiku.

“Min Ho pabo, kenapa kau lakukan itu padaku sih? Apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku semalam? Pabo, pabo, pabo!!! Kenapa aku bisa menyukai pabo namja sepertimu sih?! Hiks…hiks…”

Kenapa? Kenapa aku tidak bisa marah padanya? Kenapa ia tetap bersikap manis dan memperhatikanku? Ia takut kalau aku di apa-apakan oleh Jong Hyun, ia juga takut kalau aku di marahi orang tuaku, tapi kenapa kau tidak bisa menerimaku sebagai calon istrimu? Kau jahat. Kenapa sih kau memberikan harapan palsu padaku?

Stilll i have romantic in my heart, dolagago shipeun gul

Ponselku berdering.

“Yoboseo.”

“Yoboseo, ya, kenapa kau tidak masuk hari ini?” tanya Hyo Jae, temanku.

“Aku tidak enak badan.”

“Jinja? Bisa begitu? Ki Bum bilang Min Ho juga tidak masuk, kenapa bisa kebetulan?”

“Mungkin ia juga sakit.”

“Aigo…kalian benar-benar soulmate. Masa sakit bisa berbarengan.”

“Mungkin hanya kebetulan saja.”

“Hah, ya sudahlah. Cepat sembuh ya. Annyeong.”

Huh…bagaimana ia mau masuk? Pasti kepalanya masih berat. Pasti sekarang ia sedang tidur.

Min Ho POV.

Selesai mandi aku duduk di ranjangku sambil mengelap rambutku yang masih basah dengan handuk. Lalu hyung-ku duduk di sampingku.

“Sebenarnya kau dari mana semalam? Omma bilang kau pergi dengan Min Di juga ya?”

“Kau tidak kerja?” tanyaku, bukannya menjawab pertanyaannya.

“Ya, aku bertanya padamu, kenapa kau malah bertanya balik?”

“Ne, aku pergi dengannya semalam.”

“Kenapa kalian sampai tidak pulang? Kemana kalian?”

“Kau tenang saja hyung, aku tidak melakukan apapun pada Min Di kok. Ia masih 100% perawan.”

“Ya, bukan itu maksudku.” Hyung-ku menghela nafasnya. “sebenarnya kau menyukainya tidak sih? Kau tidak setuju di jodohkan olehnya, tapi semalam kau pergi dengannya dan tidak pulang, sebenarnya apa sih maumu?”

“Semalam aku mabuk. Karena Min Di takut membawaku pulang akhirnya ia membawaku ke tempat temannya.”

Memangnya namja tadi bisa di bilang temannya Min Di apa? Ah aku tidak pedulilah, yang penting hyung-ku bisa mengerti.

“MWO! Apa kau bilang? Kau mabuk? Lalu Min Di juga?”

“Dia tidak minum setetes pun. Jadi kau tenang saja.” Aku menatapnya. “aku memang tidak mencintainya, hubungan kami hanya sebatas sahabat. Mungkin saudara? Ia sudah kuanggap noona-ku. Mana mungkin aku bisa menikah dengannya.”

“Kalau dia menganggapmu lebih?”

Mataku mengeryit. “Apa maksud hyung?”

“Kalau Min Di menyukaimu bagaimana? Apa kau tidak kasihan padanya?”

“Kau bicara apa sih hyung?”

“Ya, aku mengenal kalian selama 20 tahun. Aku tahu betul kalau Min Di sebenarnya menyukaimu lebih dari sahabat. Sekarang aku tanya padamu, siapa orang pertama yang selalu mengucapkan selamat ulang tahun padamu?”

“Min Di.”

“Waktu kau lulus SMA siapa yang sangat senang sampai-sampai membelakan tidak masuk kuliah demi datang ke acara kelulusanmu. Padahal ia ada ujian hari itu.”

“Min Di.”

“Dan siapa yang sangat panik saat kau jatuh dari pohon saat kelas 6 SD? Min Di juga kan? Apa kau ingat kalau ia menangis seharian karena kau pingsan saat jatuh dari pohon? Apa itu bukan cinta namanya? Apa kau tidak sadar dengan sikapnya selama ini padamu?”

Aku hanya tertegun mendengar perkataan hyung-ku. Semua yang ia bilang benar. Min Di adalah gadis yang paling dekat denganku, ia orang yang paling mengkhawatirkan dan memperhatikanku selain kedua orang tua dan hyung-ku.

Tapi…apa benar kalau ia menyukaiku? Aku masih sulit percaya soal itu.

Author POV.

Siang itu Min Ho mengajak Min Di ke taman tempat biasa mereka main ayunan berdua.

“Um…ada apa? tumben kau membawaku ke sini? Kan bisa bicara di rumah saja?”

“Um…hanya mau berdua denganmu saja.”

Min Di menatap namja di sebelahnya. Apa maksudnya bicara seperti itu? Otaknya terganggu ya?

“Ya, aku kan baru berulang tahun. Kau belum memberiku kado.”

“Hah? kue itu, itu kan kado untukmu.”

“Hah, mana bisa itu di sebut kado? Aku juga yang membuatnya!”

“Lalu kau mau apa memangnya!”

“Um…apa ya? Ya, memang kau punya uang banyak?”

“Tentu saja! TIDAK! Mana mungkin aku punya uang banyak? Uang dari mana?”

Min Ho terkekeh. “Kupikir ada. Habis kau tanya seperti itu tadi.”

“Aku sedang seret. Jadi belum bisa memberikanmu kado.”

“Hah, payah. Masa di ulang tahun ke 20-ku kau tidak memberikan apa-apa? aku saja tahun lalu memberikanmu jam tangan.”

“Ne, ne, ne mian. Nanti kalau aku sudah punya uang aku akan belikan.”

“Min Di, kita ke tempat rahasia kita bagaimana?”

“Mwo?”

“Aku ingin bermain kembang api. Kau mau kan?”

“Kau yakin?”

Min Ho menganggukkan kepalanya.

Malamnya.

“Kau yakin kita mau pergi? Memang kau masih ingat jalannya?”

“Ne, aku sudah pinjam mobil hyung-ku. Jadi kita tidak perlu naik bis.”

“Ya, kita sudah hampir 5 tahun tidak ke sana. Kau masih hapal jalannya? Apalagi ini sudah malam.”

“Sudah kau tenang saja. Aku ingat kok. Aku kan pintar.”

“Hah, terserah kau lah, tapi kau harus memulangkan aku malam ini. Karena besok aku ada tes di kampus.”

“Sip!”

Akhirnya setelah kurang lebih 1 jam mereka sampai juga di tempat rahasia mereka. Ke bukit yang cukup luas. Saat melihat ke bawah pemandangan malam kota Seoul dengan kerlap-kerlip lampu yang indah akan memanjakan matamu. Ini alasan kenapa mereka berdua suka ke sini.

“Hah..akhirnya sampai juga.” Ucap Min Ho sambil merentangkan kedua tangannya. “Ayo kita mulai.”

Lalu mereka berdua memulai menyalakan kembang api yang sudah mereka persiapkan. Mereka berdua terlihat bagai bocah kecil tiap kali kembang api itu meledak di langit mereka langsung bersorak kegirangan.

“Huh, aku lelah.” Ucap Min Di.

“Na do.” Lalu Min Ho melirik pada gadis di sebelahnya yang sedang merenggangkan otot lehenya. “Kalau pegal senderkan kepalamu saja di pundakku.”

Min Di langsung menatapnya, dengan ragu ia melakukan hal itu.

“Um…Min Ho, apa…apa benar kalau kau sedang menyukai seorang gadis?”

“Ka, kau kata siapa?”

“Ah sudah jawab saja. Benar kan? Makanya kau tidak mau di jodohkan denganku.”

“Memang kau mau? Tidak kan? Mana lucu kalau kita menikah. Aku sudah bosan melihat wahjahmu. Dari TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah kita selalu satu sekolah. Apa kau tidak bosan?”

“Pabo kau Choi Min Ho! Aku bertanya serius!”

Min Ho menghela nafasnya. Lalu ia menganggukkan kepalanya.

Min Di langsung duduk tegak. “Ternyata benar. Kau tenang saja, aku tidak apa-apa kok.” lalu ia menatap langit. “Lihat! Ada bintang jatuh! Cepat buat permintaan!” gadis itu memejamkan matanya dam mulai membuat permintaan.

Saat melihat Min Di melakukan itu Min Ho pun mengikutinya.

“Selesai!” ucap Min Di.

“Ya, kau tadi meminta apa?”

“Mana boleh aku bilang! Nanti pemintaanku tidak di kabulkan!”

“Memangnya begitu?”

“Ne! Wah, ternyata kau memang tidak pintar ya.”

Min Ho langsung mencibir. “Cih, kurang ajar kau! Kalau aku tidak pintar mana bisa aku mendapat peringkat 1 saat SMA.”

Min Di tertawa. Harapanku sederhana kok, aku hanya ingin selalu bersama kau Choi Min Ho. Aku hanya ingin selalu ada di sampingmu, selamanya…

+++

“Um…Min Di, sebenarnya apa kau mau di jodohkan denganku? Apa kau setuju?”

“Hah? um..itu..itu..aku sih terserah kau saja. Aku sih ikut saja.”

“Jadi….kalau aku mau, kau juga mau?”

Min Di hanya diam saja.

“Kalau kau tidak menyukaiku kau tetap mau?”

“Sudahlah jangan bertanya yang aneh-aneh. Aku tahu kau tidak menyukaiku. Kau menyukai Eun Kyung kan?”

“Da, dari mana kau tahu?”

“Huh, sebenarnya aku tidak mau bilang padamu, tapi terpaksa aku harus bilang. Aku lelah terus berbohong darimu.”

Min Ho menatap Min Di tajam. Ia penasaran dari mana gadis itu tahu semuanya.

“Waktu kau mabuk kau mengigau. Kau pikir aku Eun Kyung, dan kau….kau mencuri ciuman pertamaku…” ia menghela nafas. “tapi yang ada di matamu bukan aku, tapi Eun Kyung-mu itu.”

“Min, Min Di aku…”

“Sudahlah. Kau sedang mabuk waktu itu, aku tidak bisa menyalahkanmu.”

“Mianhe…jeongmal mianhe Kim Min Di….”

Min Di menatap Min Ho. Air matanya sebenarnya akan tumpah, tapi ia tahan dengan sekuat tenaga. Gadis itu tersenyum. “Gwenchana. Aku tidak marah kok padamu.”

Min Ho POV.

Pabo, ia memang seorang pabo yeoja. Sudah jelas-jelas ia menyukaiku tapi tetap bisa berbohong. Kau hebat sekali Kim Min Di. Kenapa kau tidak jadi pemain film saja?

Aku sudah tahu semuanya pabo. Saat aku ke rumahmu, aku langsung masuk kekamarmu karena kupikir kau ada di sana. Ternyata tidak. Yang ada hanya buku diary-mu. Aku tidak tahan untuk tidak membacanya. Dan di dalammya tertera semua isi hatimu saat aku mabuk waktu itu.

Aku tahu kau pasti sangat membenciku, tapi dengan bodohnya kau tidak bisa marah padaku. Kau bilang karena kau menyukaiku. Kenapa kau tidak pernah bilang dari dulu sih?

Mian Min Di aku tidak tahu perasaanmu. Aku malah menyakitimu berkali-kali. Aku memang tidak peka menjadi seorang pria.

“Um..Min Di, kalau begitu apa kau mau menjadi calon istriku?”

Ia mengangkat wajahnya.

“Aku sudah memikirkannya. Aku mau melanjutkan perjodohan ini. Aku mau kau menjadi calon istriku, kurasa omongan Appa-ku benar waktu itu, kalau kau gadis yang bisa di percaya bisa menjadi istri yang baik untukku. Kau gadis yang paling dekat denganku selama ini dan kau selalu ada di sampingku saat aku terpuruk dan sedih. Kurasa, aku memang membutuhkan sosok wanita sepertimu.”

Min Di malah tertawa. “Jangan bercanda Choi Min Ho. Ini sama sekali tidak lucu!”

“Aku serius Min Di. Kau tahu kan aku bukan pembohong?”

Gadis itu hanya bengong dan mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali. Aku menarik tangannya dan menggenggamnya. “kau mau kan jagiya menjadi calon istriku?”

“A, aku…aku…huh, sebenarnya aku sangat kesal padamu, tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur menyukaimu sejak lama. Jadi pastinya aku mau.”

Aku tertawa dan menariknya ke pelukanku.

+++

“Ya, sebenarnya aku sudah tahu kalau kau menyukaiku.”

“Jinja?”

“Ne, hyung-ku yang bilang. Maaf ya kalau aku tidak peka terhadap perasaanmu. Kupikir kau hanya menganggapku adikmu saja.”

“Gwenchana. Hah, ternyata omongan Jong Hyun benar.”

“Mwo? memang ia bicara apa?”

“Kalau kau pria yang baik.”

Aku tersenyum mendengarnya. Dan merangkulnya.

Gomawo Min Di kau mau menerimaku, walaupun aku sudah menyakitimu waktu itu. Kali ini aku janji akan membuatmu bahagia dan selalu tersenyum.

You are my best birthday gift forever.

Kau hadiah terbaik yang Tuhan berikan untukku.

Saranghae jagiya…

FIN

N.A : hua~~~~

akhirnya FF saya kelar juga.. u.u

um..ini FF pertama yg saya kirim ke sf3i ini, selama ini mah saya cuma jadi reader aja di sini…

kekekke

semoga para reader pada suka ma FF buatan saya ini yah~

& Saengil chukae 4 minho~~~ & onew too 😀

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

Advertisements

43 thoughts on “[FF PARTY] My Best Birthday Gift – Part 2 (END)”

  1. waaaa!!
    HAPPY ENDING ! XD
    SAYA SUKA HAPPY ENDING !
    hehehehe

    mindi! kau beruntung amat dpet namja kyak minho T__T
    bilang2 ya kalo cerai . aku siap tangkep minho !

    Indi! DAEBAK !! b^^d

  2. Nice FF~

    cinta terpendam kan inti’a tp happy end,,senangnya~

    jadi mindi itu nuna kan, knapa ga manggil nuna, ga sopan ya Ho, hehe

    aku suka~ apalagi pas scene bintang jatuh itu, kesan’a gmn gitu, gatau deh mo koment apa yg jls ak suka X)

  3. 1st again????
    Owh my key,,,,,,

    LIKE THISS…..
    wah, keren thor *udh tau kalo si author yg1 ini FFnya bagus2*
    gw suka gaya lo *apaan sih,,,,,

    enak ya, punya sahabat dr kecil kayak si minho. cakep, baik, perhatian. tp kalo bg gw berharap itu si onew wkwkkw,,,,,
    abis ini blognya lanjut ye,,,,,,

  4. eonnii .. Nice ff yn kau persembahkan buat si flaming 😀
    god job .. So .. Ceritanya eun kyung di buang nih ?? Hehe ..
    Jonghyun cuma cameo doang ternyata .. Kirain bakal jd org ketiga gitu ckck ..
    Bagus o.od apalagii happy ending , like it 🙂

  5. buku diary membawa kebahagiaan itu nma.a,,,,,,
    Kekkekekekeke……

    Kereeeen bgt mindi epep.a,,,,
    iriiiiiiiii dg cingu d snie…. 😦

    Daebakkkkkkkkkkkkkkk….:………
    Speechless dh am ff.a cingu..

  6. OMOOOOOO!!
    ending’y daebak!!
    so sweet bener unni^^
    aq mau dh punya sahabt dr kecil kaya minpa kkkkk :p

    eh eh,mindi tu nuna toh!
    knpa minhopa’y mggil’y ga pke nuna tu?
    hahaha 😀
    ga sopan dah ckck

    yeeeeee!!
    minho ga nyadar tu klo dy trnyata suka mindi jg ckck
    tp gppa,ending’y kn mrka b1 hehe 🙂

    bagus unni!
    daebak^^

  7. MinDi… mianhe baru bisa komen sekarang…>>> kemaren aku dah baca, tapi berhubung nggak bisa komen… >>> aku bukan sider loh…***nggak ada yang tanya***
    sejujurnya aku memang menunggu part2 ini loh. soalnya yang dari part1 dah terpesona. meskipun aku bisa menebak ceritanya mau kemana…. tapi tetap membuatku setia menunggu. dan emang I LOVE IT….. DAEBAK.

    1. hohoh ne gwenchana ji hoon *sok kenal lo!
      yg penting pan skarang dah comment 🙂

      huaa~~~gomawo ya chingu~~~ ><
      saya jadi terharu…hiks… *elap ingus pake baju minho (?)

      heheheh pasaran ya ff nya?
      mian ya kalau mengecewakan *bow

      heheh jeongmal gomawoyo ya skali lagi~~~

  8. Ahhh.. Lagi2 ff’a ketebak jalan critanya.. Dari part 1 pun dah ketebak!.. =.=

    overal sih baguss.. Huuhhh.. Ttep aja g bkin penasaran cz dah ketebak bgt,, *mian ya komen pedes.. Aku tau aku cuma reader, tp sebagai reader, sumpah aku bete bgt kalo alur’a ketebak*

    1. ehmm, komennya pedes and bikin sakit. 😦
      kalau kamu merasa bete, enggak usah dibaca juga enggak masalah kok. and kamu bukan orang yang suka komen pedes di ff lain?
      mianhae, aku enggak maksud mau bikin keributan. tapi dari dulu enggak ada yang komen nya kayak gini. saling menghargai.

  9. waaa~~waaa~~ waaa~~
    Indi Eonni!!
    Mian Mian Mian aku baru bisa baca FF eonni…

    Sebelumnya aku mau ketawa dulu eonn~~
    ahahahahahahahahahahahahaahahahaa~~
    Udah~

    Eonn, kok aku dari awal sampai akhir bacanya ketawa mulu ya?? Beuh, otakku kayaknya udah konslet nih 😀

    Kyaaaaa~ Akhirnya harapan Eonni terkabul tuh~ wakakakak, Chukkae ya eonn~~ fufufu~~
    kalau entar kawin ama Mino jangan lupa undangannya (??) 😀
    Ngeeh~ Apa ya lagi, aku mau komen apa?? Ahhh Lupa~~ gara-gara tadi, pas baca mau komen eh ternyata belum login 😀 *babo*
    ya sudahlah eonn, segini dulu sampah dari aku…
    dadah eonni 😀

    Ahh Ketinggalan~
    FFnya eonni pasti selalu DAEBAK!!
    aku suka~ aku suka~
    buat lagi eonn~~ 😀

    1. ne gwencaha saeng ^^

      mo ktawa napa lyn?? -,-a
      kemasukan kayaknya ni bocah…ckckkc

      hohohooh ne gomawo saeng 🙂

      iya pasti d undang kok…wkwkwkw

      jeongmal gomawoyo ya saeng-ku sayang~~~ *hug

  10. seperti biasa..
    2min pasti heppy ending *kapan2 aku siksa ah #setannya keluar
    daebak lead daebakkkkk
    udah lah tdak usah komen apa2 aku
    mian baru bisa komen
    baru ol T_T
    saengil chukae minhoya~~~ *poopppooo

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s