[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 2

Title: I’ll Be Back (part 2)

Author: Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast : Park Raena, Lee Jinki, Choi Minho, Sherry Horvejkul

Suport Cast : Kim Kibum (Key), Victoria Song (Raena’s eomma), Nichkhun Horvejkul (Sherry’s appa), Lee Hyukjae (Jinki’s appa), Han Sora (Jinki’s eomma), Lee Taemin, Kim Jonghyun

Other Cast : Jo Kwon, Park Sanghyun

Genre : Romance, Family

Type/Length : Sequel

Rating : PG-15

Credit song: 2PM – I’ll Be Back, CNBLUE – LOVE, SHINee –  Ring Ding Dong, Miss A – Breathe, KARA – Jumping

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Jinki POV

Kuliah hari ini sungguh melelahkan,huffftt… Saat sampai rumah ada yang mengejutkanku, seorang cewe sedang mengobrol dengan eomma dan appa, Sherry, ngapain dia disini?

Sherry: “Oppa!” Sherry menghampiriku kemudian memelukku. Sherry adalah anak sahabat appa, Om Nichkhun. Appa sangat menyukai Sherry bahkan selalu menjodoh-jodohkan aku dengan Sherry padahal jelas-jelas aku punya Raena,  bukannya appa gak suka sama Raena, appa hanya ingin Sherry yang menjadi pendampingku kelak, ahhh appa mikirnya udah kejauhan.

Aku: “Sherry, ngapain disini?”

Sherry: “Aku bakalan tinggal disini oppa, sampe lulus. Aku kan kuliah di Business and Management Department Oxford juga oppa, kita bakal sering ketemu deh,hehe…”

Appa: “Iya Jinki, Om Nichkhun nitipin Sherry, kamu jaga dia baik-baik ya!” Aku sayang sama Sherry, dia sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri seperti Taemin.

*

Tak terasa sudah 2 tahun aku di Inggris, aku masih terus menghubungi Raena lewat dunia maya ingin rasanya cepet-cepet lulus dan pulang ke Seoul. Oya, beberapa kali Sherry menyatakan perasaannya padaku namun aku tidak pernah menjawabnya, yaa aku kan punya Raena. Suatu malam appa mengajakku bicara di ruang kerjanya, tampaknya pembicaraan yang sangat serius.

Appa: “Jinki, appa perlu bicara sesuatu sama kamu mengenai Sherry. Appa mau setelah lulus kamu segera menikahi Sherry, appa sudah pernah membicarakan ini dengan Om Nichkhun sebelumnya.”

Aku: “MWO? MENIKAHI SHERRY? Appa udah gila? Aku punya Raena,appa dan aku sangat mencintai Raena…”

Appa: “keputusan appa sudah bulat Jinki, appa mohon jangan membantah lagi.”

Aku: “Jinki udah ikutin semua kemauan appa, ini kehidupan Jinki appa, Jinki yang jalanin.”

Appa: “Pokonya kamu harus menikahi Sherry, tidak ada protes-protes lagi.” Ahhhh appa kenapa gitu sih?  Ia kira aku bonekanya apa? SIAL! Aku langsung keluar dari ruang kerja appa dan membanting pintu.

*

Hari ini aku menemani appa mengurusi bisnis, di mobil kami hanya bisa terdiam namun akhirnya appa memulai pembicaraan.

Appa: “Jinki, besok kita mulai ngomongin pernikahan kamu sama Sherry ya!”

Aku: “Appa, kenapa masih di bahas sih? Kan udah Jinki bilang Jinki belom bilang iya.”

Appa: “JINKI, KAMU BISA GAK SIH NURUTIN PERMINTAAN APPA YANG INI?” Appa mulai membentakku, aku kesal.

Aku: “APPA, JINKI SELALU NGIKUTIN KEMAUAN APPA, JINKI IKUT KE INGGRIS JUGA KEMAUAN APPA, SEMUA KEMAUAN APPA UDAH JINKI PENUHIN, PLEASE KALO MASALAH YANG INI JINKI GAK MAU APPA IKUT CAMPUR! AKU BERHARAP AKU BUKAN ANAK APPA!” Aku membentak appa, ya aku memang keterlaluan tetapi aku sudah sangat kesal, tak kusadari mobil yang kukemudi keluar jalur dan truk besar ada di hadapanku…ANDWAE!!!

Mobilku terbalik, untungnya aku masih berada di kursiku,pandanganku mulai kabur kurasakan darah menetes dari kepalaku. Aku mencari-cari appa.

Aku: “APPA!” Appa sudah tidak ada di kursi sebelahku, kulihat ia terlempar ke jalan, tetapi masih di sebelah mobil.

Appa: “Ji…jin…ki… ggwaen…chanh…a?”

Aku: “I’m Ok, ap…pa… Mi…mian…hae”

Appa: “Bu…bukan ssa…lah kk..a…mu Jinki…” Aku mencoba meraih tangan appa, tetapi…. BUKKKK aku melihat sebuah bus menabrak appa, bukan …tepatnya melindasnya…badan appa sekarang remuk tak berbentuk, aku hanya bisa terdiam dengan membuka mulutku, shock, air mataku pun jatuh…

Aku: “APPAAAAAA! ANDWAEEEEEEEE!!!!”

***

Raena POV

Aku kebagian nungguin autoklaf lagi hari ini,ahhh menyebalkan. Hari ini sungguh melelahkan, kuliah full dari jam 7 hingga jam 5 sore dan masih harus mengurus proyek di laboratorium,hufftt. Aku sudah sedikit melupakan kesedihanku tentang Jinki oppa karena kesibukanku ini, tetapi tetap sebenarnya aku masih memikirkannya. Saat keluar dari lab betapa kagetnya aku tiba-tiba ada sosok jangkung di hadapanku, dan ternyata Minho.

Minho: “Annyeong Raena! Keliatannya cape banget,hehe” Ia mengacak-acak rambutku.

Aku: “Ahh Minho bikin kaget, kenapa disini?”

Minho: “Jemput kamu, yuu pulang!” Minho langsung menarik lenganku, membawaku menuju mobilnya. Saat di mobil kami tak banyak berbicara, ya secara Minho sulit memulai pembicaraan dan aku yang biasanya memulai memang sedang malas berbicara. Aku heran ketika Minho mengemudi mobilnya menjauhi jalanan menuju ke rumahku.

Aku: “Minho-ya, kita mau kemana?” Minho tidak menjawabku ia malah tersenyum. Minho memberhentikan mobilnya di sebuah rumah yang berada di sebuah bukit, rumah siapa ini? Minho membukakan pintu untukku setelah aku turun dari mobil Minho menutup mataku dengan kedua tangannya.

Aku: “Minho-ya kamu apa-apaan sih?”

Minho: “Jangan ngintip ya, Raen…hati-hati jalannya, agak licin.” Aku berjalan mengikuti arahan Minho akhirnya Minho menyuruhku berhenti.

Minho: “Hmmm buka mata kamu, Raen!” Betapa kagetnya aku melihat semua temanku, Key, Tara, Jjong sunbae,eomma dan Khun appa ada disitu.

Semua: “Saengil Chukhahamnida, Raena!” Kulihat eomma membawa blueberry cheesecake dengan lilin angka 20 di atasnya. Kami semua bernyanyi lagu selamat ulang tahun untukku. Saking sibuknya aku sampai lupa ulang tahunku sendiri.

Eomma: “Make a wish, sayang.” Sebelum tiup lilin aku meminta permohonan supaya keluargaku dan teman-temanku selalu bahagia, aku juga meminta Jinki oppa segera kembali.

Eomma: “Saengil chukhae, sayang.” Setelah menyimpan kue di atas meja eomma langsung memelukku, semuanya pun bergiliran memelukku dan memberi selamat.

Eomma: “Raena, kamu harus bilang terima kasih dong sama Minho yang udah rencanain semuanya, villa ini juga punya keluarganya Minho.” Aku langsung menghampiri Minho.

Aku: “Jinjja? Gomawo Minho…” Aku langsung mengecup pipinya, semua orang yang ada di tempat kejadian meledekku dan Minho. Minho mengajakku ke taman kami mengobrol banyak di sana. Tiba-tiba Minho memegang tanganku, tangannya berkeringat dingin, aku merasa déjà vu, kejadian seperti ini pernah terjadi kira-kira 2 tahun yang lalu.

Minho: “Saranghae, Raena…” Benar-benar déjà vu , dan aku masih belum bisa jawab apa-apa.

Aku: “Maaf Minho, aku…” Belum selesai aku berbicara, Minho memotongnya.

Minho: “Onew hyung? Kamu masih nunggu dia?” Aku hanya bisa mengangguk.

Minho: “Dia udah ninggalin kamu Raena, dia gak akan balik lagi…Udah 2 taun dia gak hubungin kamu, kamu masih ngarepin dia?” Aku kembali mengangguk, kulihat Minho tampak kesal, mianhae Minho.

*

Hari ini katanya Sherry akan pulang, kuliahnya memang belum selesai tapi katanya ia mau langsung menikah. Katanya hari ini juga Sherry akan mengenalkan kami dengan calon suaminya. Eomma langsung menyuruhku bangun pagi untuk membantunya memasak, menyiapkan makanan untuk menyambut Sherry dan calon suaminya, Khun appa pun membantu membereskan rumah.

Eomma: “Tuh Raen, masa kamu keduluan Sherry sih? Makanya cepet cari pacar, gak usah nungguin Jinki, dia udah ninggalin kamu, cowo macam apa itu? Mending sama Minho aja,hehe…”

Aku: “Eomma, aku belum kepikiran yang kayak begitu, ngapain lagi eomma bawa-bawa Minho segala?”

Eomma: “Minho kan baik, Raena, eomma lebih setuju kalo kamu sama dia. Hmmm gimana kalo siang ini kita undang Minho juga buat gabung makan siang bareng? Jadinya kan kamu ada pasangannya juga ntar,hehe…”

Aku: “EOMMA! Gak usah ajak-ajak Minho ahh, ngapain? Dia kan bukan siapa-siapa Raena juga…” Aku mulai kesal, kenapa eomma membanding-bandingkan Minho dengan Jinki oppa. Ahh Jinki oppa, aku mulai mengingatnya lagi.

TING TONG

Sepertinya Sherry sudah datang aku langsung menghampiri pintu dan membukanya, eomma dan Khun appa mengikutiku dari belakang. Ternyata memang Sherry, ia langsung memelukku.

Sherry: “EONNI!!! Aku kangen banget deh!” Sherry kemudian memeluk eomma dan Khun appa.

Eomma: “Calon kamu itu mana sayang?”

Sherry: “Lagi ambil cake di mobil, ehh itu dia.” Kulihat seorang cowo berambut coklat menghampiri kami sambil membawa kue, ia tersenyum pada kami, namun setelah melihatku dan eomma senyumnya hilang, ia tampak shock, aku lebih shock lagi.

Khun appa: “Jinki, apa kabar?” Khun appa menghampiri cowo itu dan memeluknya, yang ternyata Jinki oppa, badanku tiba-tiba lemas, air mata mulai menggenangi mataku, jangan sekarang please. Jinki oppa calon suami Sherry? Jinki oppa kemudian menghampiri eomma yang tampak shock, sesekali eomma melihat ke arahku, memastikan keadaanku. Jinki oppa membungkuk pada eomma.

Jinki: “Annyeonghaseyo, tante Victoria! Apa kabar?”

Khun appa: “Aku udah bilang kan eomma, calon suaminya Sherry itu dulu tinggal di sebelah rumah kamu.” Eomma udah tau ternyata.

Eomma: “Eh, aku kira tetangga sebelah satunya yang anaknya dokter di Singapore itu.” Sekarang Jinki oppa menghampiriku, aku melihat ke arah kalung yang ada di leherku, mudah-mudahan ia tidak bisa melihatnya aku masih memakainya. Tetapi selangkah lagi Jinki oppa di hadapanku kakiku sudah benar-benar tidak mampu bertahan, air mataku sudah tumpah, aku langsung berlari ke kamar, ya aku menangis sekencang-kencangnya. Harusnya aku senang karena permohonanku sebelum tiup lilin saat ulang tahunku terkabul, tapi kenapa harus seperti ini? Apa permohonanku kurang lengkap ya? Apa seharusnya aku memohon Jinki oppa cepat pulang tanpa status calon suami orang dan kembali hanya untukku? Yaaa, harusnya permohonanku seperti itu, Raena babo… Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. “Raena!!!” Suara eomma.

Eomma: “Raena, gwaenchanha? Ada Minho nih, ayo keluar.” Minho? Ahhh ternyata eomma benar-benar mengundangnya, aku semakin setres. Aku akhirnya keluar kamar, mudah-mudahan mataku tidak sembab dan tidak terlihat habis menangis, kulihat Minho sedang mengobrol dengan Jinki oppa. Minho langsung menghampiriku saat aku menuju ruang keluarga, kemudian ia memegang keningku.

Minho: “Gwaenchanha? Kata tante Victoria kamu sakit, sakit apa?” Minho tampak khawatir.

Aku: “I’m fine Minho,” Minho menggandeng lenganku dan mengajakku duduk di sofa mengobrol bersama yang lain. Sungguh suasana saat itu sangat canggung, aku pura-pura tidak pernah memiliki rasa apa-apa terhadap Jinki oppa, seolah-olah tidak mengenalnya, yang paling bikin aku merasa ingin kabur dari tempat ini adalah sikap Sherry terhadap Jinki oppa, mesra sekali. Eomma dan Khun appa juga malah menambah masalah dengan terus menjodoh-jodohkanku dengan Minho.

*

Hari Sabtu ini aku sebenarnya hanya ingin mengunjungi bakteri-bakteriku (Baca: pengamatan) dan mengautoklaf beberapa cawan petri. Aku tiap hari jadi harus ke kampus, walaupun melelahkan, aku sungguh menikmatinya.

~

No oh no oh no oh, Oh I can’t breathe No oh no oh no oh, No oh, No oh

~

Ada SMS, aku membukanya.

From: Jinki oppa

Raena, bisa ketemu sekarang kan? Kata tante vic kamu lagi di kampus,aku udah di kampus kamu sekarang, kutunggu di taman deket lapbas. See you soon!

Jinki oppa? Nomernya masih sama? Ahh aku sungguh malas bertemu dengannya, bertemu dengannya hanya akan membuat hatiku sakit dan ingin menangis. Tetapi ntah kenapa kakiku ini melangkah ke arah taman. Kulihat di taman tidak ada siapa-siapa, apa SMS tadi hanya SMS dari orang iseng yang menggunakan nomer Jinki oppa? Aku melihat sekeliling, aku shock melihat Jinki di lapbas sedang berkelahi dengan Minho. Minho sedang memukuli Jinki oppa, Jinki oppa tampak tak membalas, aku menghampiri mereka.

Aku: “YAAAA, Stop! Kalian ngapain?” Jinki oppa sudah babak belur, dari bibirnya keluar darah.

Jinki: “Ini salah oppa, Raena, mianhae…”

Minho: “Hyung emang pantes diginiin, harusnya hyung gak usah balik lagi kalo malah bikin Raena tambah sedih.”

Aku: “CUKUP MINHO!” Aku sedikit membentak Minho, kemudian aku menarik lengan Jinki oppa, membawanya ke selasar gedung jurusanku, mengambil es dari lab dan mengobati Jinki oppa.

Jinki: “AWWWWW, sakit…Pelan-pelan, Raen…” Aku masih terus terdiam.

Jinki: “Raena, oppa bisa jelasin semuanya.”

Aku: “Jelasin apa?”

Jinki: “Soal semua kejadian ini, kedatanganku tiba-tiba sebagai calon suami Sherry, pasti kamu mau tau kan?”

Aku: “Aku gak mau tau oppa, Raena bahagia kalo oppa akan menikah dengan Sherry.” aku berbohong.

Jinki: “Raena, kamu masih inget kan janji oppa? I’LL BE BACK for you, Raena…” Aku tidak menanggapinya.

Jinki: “Kamu masih pake kalungnya kan?” Aku teringat kalung yang masih aku pakai itu, untungnya aku memakai turtleneck yang menutup leherku.

Aku: “Kalung apa?” Aku berbohong lagi, mianhae oppa.

Jinki: “Oh ya udah deh, kayaknya Raena sibuk ya, sekali lagi mianhae Raena, annyeong!” Jinki oppa pergi meninggalkanku, sepertinya hari ini hari terakhir aku melihat sikapnya yang seperti itu padaku, mungkin besok-besok ia sudah tidak lagi menganggapku ada.

*

Aku sudah mulai kuliah praktek, sialnya aku ditempatkan di Lee Brewery yang sudah jelas milik keluarga Jinki oppa dan tentunya Jinki oppa adalah CEO nya. Saat staff Jinki oppa mengenalkanku kepada Jinki oppa kulihat ia tertawa kecil, apanya yang lucu?

Jinki: “Hmmmm makasih Ji Eun kamu bisa kembali ke ruangan kamu, saya mau bicara dulu sama dia.” Staff yang bernama Ji Eun itu meninggalkan aku dengan Jinki oppa berdua di ruangan ini. Sebenarnya yang kuliah praktek disini tidak hanya aku, ada Sanghyun temanku, tetapi hari ini ia tidak bisa datang karena sakit.

Jinki: “Hmmm Park Raena, kuliah praktek disini? Selamat bergabung ya!” Ia mengulurkan tangannya  aku  dengan ragu-ragu membalas uluran tangannya. Ia menatapku tajam sambil tersenyum padaku, senyum yang selama 4 tahun ini aku rindukan, yaa tapi orang yang aku rindukan ini telah menjadi milik orang lain sekarang.

Aku: “Hmmm, makasih Pa…” Ia tampak heran, terlihat ia menaikkan alis tebalnya itu.

Jinki: “HAHAHAHA, Pa? Jeongmal, Raena, kagok bener sih kamu, panggil aku oppa aja kayak biasa, seneng banget kamu gabung disini, hehe…” Jinki oppa terus menatapku dan terus tersenyum-senyum sendiri, aku akhirnya ikut tersenyum, aku memang selalu ingin ketawa bila melihat Jinki oppa tersenyum soalnya saat ia tersenyum matanya pun ikut tersenyum,hahaha.

Jinki: “Yu, oppa anterin ke laboratoriumnya, kamu pasti bakalan betah nih, labnya lengkap soalnya dan lab itu akan jadi milik kamu berdua sama Sanghyun.”

Aku: “Jinjja?” Senangnyaaa, laboratorium di kampus sungguh sangat penuh sesak, peralatannya pun tidak begitu lengkap, dan labnya digunakan oleh berjuta-juta orang -lebay,haha- Saat Jinki oppa membukakan pintu untukku tiba-tiba

~

Love Love Love Everybody Clap Clap Clap I want you back to me kkumeseorado ne soneul japdeon geu ttaero doragago sipeunde

~

Bunyi ringtone hpku, aku meraba-raba sakuku, mencari di tasku, tak ada, dimana hpku?

Aku: “Oppa, hpku ketinggalan di meja oppa kayanya.”

Jinki: “Biar oppa yang ambil, bentar ya…” Ohh tidak, aku baru ingat kalau wallpaper hpku masih fotoku bersama Jinki oppa saat liburan di pantai 6 tahun yang lalu, jangan sampai dia melihatnya…Aku langsung menghampiri Jinki oppa yang sedang menyentuhkan tangannya di hpku.

Aku: “Oppa, biar aku yang ambil!” Aku panik dan akhirnya terpeleset, Jinki oppa menahanku, tetapi ia malah terjatuh ke kursi dan aku menimpa di atasnya hingga wajah kami berdua hanya berjarak sekitar 5cm. Matanya terus menatapku, tangan satunya menahan pinggangku dan tangannya yang lain memegang sesuatu yang menarik leherku semakin mendekatinya, menarik leherku? KALUNG??? Eotteohke?

…to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


Advertisements

10 thoughts on “[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 2”

  1. Aku gak bisa ngebayangin itu bapak nya jinki kelindes hahaha .
    Wah si raena soksok lupa sama kalung yang dikasih jinki . Itu minho kasian ya bertepuk sebelah tangan , minho sama aku aja sini hahaha

  2. tragis banget ya appanya jinki oppa. *mual aku
    kok Jinki oppa kawin am sherry sih, kawin sama Sheli (Shalina) *kalo orang cedal ngomong ‘r’ jadi ‘l’ . ekekek
    yah, kasian ya si Raena. ah~ JINKI OPPA JAHATT!!!!

  3. kyaa seruu thor ! Wkekek
    ish si sherry geli amat si manja bgt ama onew kkkk
    onew cucokny ama raena pkokny gabole ama sherry geli ! Hahaha
    minho kasian aduh cb aja nembak gw langsung tak trima nyehehe
    lanjut ya lanjut asap !*maksa XD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s