[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 2

You are My Eyes

(part 2)

Author              : Shalina Noviarti a.k. a Shalina’okkey

Main Cast        : Lee Jinki, Kim Jang Gi (Imajinatif Character)

Suport Cast      : Lee Ha Rin (IC), Kim Kibum, Kim Yoon Ra (IC), Choi Minho

Genre               : Romance, Friendship, Family

Type/Length     : Sequel

Rating               : General

Ket                 : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Jinki POV

“Apa kau mau ikut denganku?” tawarku pada Ha Rin. Dia menjawab dengan gelengan . Aku tahu dia sangat takut melihat orang berwajah dingin beku dan pucat, dia juga takut dengan darah bahkan bau rumah sakit. Makanya dia sempat menolak saat ku ajak ke rumah sakit .

“Tunggu sebentar di dalam mobil, jangan ke mana-mana. Aku akan segera kembali .” Pintaku pada Ha Rin . Dia mengangguk dia memahamiku serta tahu apa yang akan aku lakukan .

“Minho ! Ya ! Choi Minho!” teriakku pada seorang yang ikut menemani perempuan yang terkulai lemas tadi . Minho menoleh dengan lemas “Hyung”

“Ada apa dengannya?” tanyaku padanya dengan nada penasaran. Dia menunduk .

“Ini semua salahku” ucapnya lirih. “Tenanglah, ceritakan padaku apa yang terjadi” pintaku .

Jinki POV

Kucerna setiap kata-kata Minho dan mencoba memahaminya . Chun Mi . Yeojachingu Minho, trauma terhadap kelinci . Sumpah aku baru dengar hal seperti ini .

Masa lalu Chun Mi dan ayahnya lah yang menyebabkan kondisi kritis seperti ini . Ayah Chun Mi meninggal ketika sedang bermain dengan Chun Mi di halaman depan rumah bersama seekor kelinci yang dibelikan ayahnya sebagai hadiah ulangtahun untuknya . Namun tiba-tiba kelinci itu berlari keluar halaman melewati pagar rumah . Berlari ke tengah jalan , ayah Chun Mi berusaha mengejar kelinci itu untuk putrinya . Namun naas, sebuah mobil melintas dan … kau tahu .

Ayahnya meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit . Tentu kau dapat menyimpulkannya.

“Dia akan baik-baik saja.”  Ucapku menyemangatinya . Minho sangat takut kehilangan Chun Mi . Tiba-tiba saja perasaanku juga jadi sangat takut .

“Terimakasih hyung” desahnya sambil berusaha keras tersenyum . Terlihat sangat berat ..

“Sampaikan salamku untuknya jika dia sudah sadar” Ucapku mengakhiri peristiwa ini , kepada Minho tetanggaku yang cukup baik kukenal karena dia sangat dekat dengan adikku . Aku bahkan sangat mengenalnya .

Kembali dia tersenyum . tentu saja senyum terberat .

Aku kembali menuju mobil, namun saat aku melewati ruang UGD langkahku terhenti, aku sedikit melirik melalui kaca kecil di pintunya. Meski tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas aku merasa kenal dengannya, lalu kulirik di sudut ruang tunggu UGD seorang namja menunduk lemas . Saat aku hendak menghampirinya tiba-tiba ..

Hey my jojo yes jojo ..

“oppa kenapa lama sekali ? aku takut, baru saja seorang jenazah di bawa masuk dan aku melihatnya. Aku ta ..kut..” isaknya

“mian Ha Rin, jangan menangis aku akan segera kembali .” tidak ada jawaban . aku segera berlari meninggalkan tempat aku berdiri dan mengurungkan niatku menghampiri namja tadi .

Saat kubuka pintu mobil, Ha Rin terisak sambil mengigit jarinya . Kurangkul dia dalam pelukkanku

“aku sudah di sini, jangan menangis lagi anak manis.” Usahaku untuk menenangkannya .

~

Aku benar-benar tidak fokus mengikuti pelajaran di kelas kali ini, sudah dua hari Jang Gi tidak masuk . Tapi kenapa dia tidak memberi kabar padaku ? Bahkan Key juga tidak mengangkat telponnya .

Apa yang harus kulakukan sekarang ? Tidak ada .

Aku hanya membolak-balik buku setebal 10 cm yang ada di depanku, namun tidak membacanya. Aku sedang tidak berminat ke kantin kampus . Tidak ada nafsu makan . Kelas sepi sekali . Jang Gi di mana kau? Bogoshipo .

DRRT .. RRT .

1 message from Lee Jang Gi (SR)

Akhirnya ..  senyumku mengembang .

From : Lee Jang Gi (SR)

Bisakah kau mampir ke apartmenku sepulang kuliah ?

Rep

Ne. aku akan datang .

Aku sangat senang sekaligus lega dia baik-baik saja . apa benar dia baik-baik saja ? Nanti dia harus menceritakan semuanya . Tapi akukan harus menjemput Ha Rin di tempat kursus pianonya .

Hey my Jojo Love yes Jojo

Oh tidak Ha Rin , dia pasti memintaku menjemputnya .

“yeobseyo.” Jawabku lemas . “oppa, sepertinya oppa tidak perlu menjemputku.”

“Mwo ?” tanyaku sedikit girang . “aku pulang bersama Key, aku bertemu dengannya. Oke ? Bye oppa”

Author POV

“Jang Gi-ya” teriak Jinki dari luar apartmen Jang Gi .

Tidak berapa lama kemudian pintu apartmen terbuka. Jinki langsung memeluk Jang Gi erat .

Sesaat terjadi keheningan antara mereka. Namun Jang Gi mulai mengakhiri .

“Jinki-ya! Apa yang kau lakukan ? Lepaskan, aku tidak bisa bernafas .” seru Jang Gi agak tersendat .

Sontak Jinki kaget dan perlahan melepaskan pelukannya . “Mian, Jang Gi . aku sangat mengkhawatirkanmu .”

“Masuk, jangan macam-macam” suruh sekaligus ancam Jang Gi kepada Jinki .

Jinki POV

Saat pintu apartmennya terbuka dan melihat wajahnya hatiku luluh sekaligus luruh lebih tepatnya lega, dia dalam keadaan baik . Tiba-tiba saja tanganku tidak tahan lagi untuk mendekapnya .

Aku sangat merindukanmu Jang Gi, biarkan sebentar saja aku melepas rasa rinduku ini . Rindu selama dua hari menunggumu tanpa sepucuk kabarpun . Tanpa sadar air mataku terjatuh .

“Jinki-ya! Apa yang kau lakukan ? Lepaskan, aku tidak bias bernafas .” seru Jang Gi

Aku tersadar dan segera mengusap air mataku .

Jang Gi POV

Kenapa tiba-tiba dia memelukku . Tapi mengapa hatiku sangat ingin dia untuk terus memelukku. Aku merasakan punggungku sedikit membasah . apa dia menangis ? ish cengeng sekali .

Aku pun memaksanya melepaskan pelukkanku . Dan menyuruhnya masuk meski sedikit mengancam agar dia bisa mengendalikan dirinya .

Author POV

Mereka duduk di sebuah sofa berwarna cream dengan motif bunga coklat, tenggelam dalam pikiran masing-masing . Tiba-tiba Jang Gi berdiri, berjalan menuju dapur dan kembali membawa nampan berisi dua cangkir teh dan satu topples biscuit .

“Minumlah.” Seru Jang Gi sambil menaruh nampan di atas meja yang berada di depan sofa,  memecah keheningan di antara mereka .

“Ceritakan padaku!” pinta Jinki .

“Minum, aku akan ceritakan padamu.” Jawab Jang Gi mengerti maksud Jinki, sambil berjalan menuju sebuah lemari, mengambil tas kertas kecil berwarna coklat dan kembali duduk di samping Jinki .

“Mian Jinki, aku pergi tanpa pamit denganmu. Aku tidak bermaksud apa-apa . Pagi itu aku sangat panik saat tau halmeoniku yang di Jepang jatuh sakit. Saat aku akan mengabarimu, Hpku lowbat dan aku sangat buru-buru. Aku meninggalkan Hpku di laci.” Ucap Jang Gi meyakinkan Jinki .

Jinki tersenyum “Tidak apa, aku hanya sangat khawatir denganmu. Kupikir kau dalam bahaya . Berjanjilah untuk tidak mengulangi ini lagi.” Pinta Jinki sambil mengulurkan jari kelingkingnya menunggu konfirmasi dari Jang Gi .

“baiklah.” Ucap Jang Gi memberikan kelingkingnya .

Jang Gi POV

“Mian Jinki, aku pergi tanpa pamit denganmu. Aku tidak bermaksud apa-apa . Pagi itu aku sangat panik saat tau halmeoniku yang di Jepang jatuh sakit. Saat aku akan mengabarimu, Hpku lowbat dan aku sangat buru-buru. Aku meninggalkan Hpku di laci.” Aku memutar otak untuk mencari sejuta alasan .

Mian Jinki aku berbohong .

Dia tersenyum, dia percaya padaku. Gomawo Jinki-ah  “Tidak apa, aku hanya sangat khawatir denganmu. Kupikir kau dalam bahaya . Berjanjilah untuk tidak mengulangi ini lagi.” Pinta Jinki sambil mengulurkan jari kelingkingnya . Dia menkhawatirkanku . aku senang .

Tapi bagaimana jika aku melakukan itu lagi Jinki ? aku tidak mungkin menceritakannya padamu .

“baiklah.” Mian lagi Jinki . Mian kalau suatu saat aku melanggar janjiku . aku berusaha menahan air mataku yang memaksa terjun . sial . tahan Jang Gi .

Aku mengambil tas kertas tadi dan memberinya pada Jinki . “Ini untukmu.” Ucapku .

“apa ini?” dia menatapku heran .

“aku tidak sengaja melihatnya sewaktu mencarikan halmeoni buah.Kupikir ini bagus untukmu”

Dia membuka isinya . Sebuah liontin, bukan berbentuk hati namun berbentuk buku berwarna perak. “Berjanjilah padaku kau tidak akan membukanya sebelum aku mengijinkanmu membukanya. yagso?”

“yagso” Dia tersenyum, senyumnya benar-benar ingin mebuatku menangis. Aku segera mengalihkan pandanganku dari wajahnya, agar dia tidak melihat mataku yang mulai berbinar . Kepalaku . lagi-lagi .

“Sekarang, maukah kau mengantarku mencari makan siang. Aku lapar.” Ucapku mengalihkan pembicaraan.

Jinki POV

“pegangan yang kuat!” suruhku sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggangku .

“kau mau makan apa?” tanyaku . “seperti biasa.” Jawabnya singkat .

Kulajukan motorku ke tempat kami biasa makan .

Kami sampai, namun saat motorku belum benar-benar berhenti Jang Gi langsung melompat turun dari motorku . alhasil . BRUK .

“AUW! aduh sakit .” aku berusaha menahan tawaku sambil memarkir motorku dan segera membantunya berdiri . Dia ini tidak sabaran sekali seperti anak kecil saja .

“Kau ini tidak bisa sabaran sekali, aku tahu kau lapar. Tapi jangan celakakan dirimu .”

“Kupikir tadi kau sudah berhenti, mana aku tahu kalau kau masih akan memarkirnya .” ucapnya cemberut .  aigoo . dia imut sekali saat sperti ini . kucubit pipinya . Lalu aku segera berlari ke dalam.

Kami mencari tempat duduk, di mana ya ? tiba-tiba saja badan Jang Gi oleng dia memegang keningnya . Untung saja segera kutangkap .

“Kau baik-baik saja?” Tanyaku cemas .

“Ne aku baik-baik saja.” Jawabnya lemas . “dangsin-eun hwagsil hanga?”  tanyaku lagi memastikan .

“jega hwagsinhaneunde.” Jawabnya tersenyum sambil memegang tangan kananku untuk menopang tubuhnya . Ku balas senyum . senyum khawatir .

“Sebegitu laparkah kau ? sampai hampir pingsan .” tanyaku melucon. Dia tersenyum . “kalau begitu cepat kita makan . Kau mau pangsit ayam atau sapi?” tanyaku . “ayam.”

Jang Gi POV

Sial . Kenapa kepalaku tidak bisa berkompromi denganku . Jangan di sini , ada Jinki . aku tidak kuat menahan sakit kepalaku ini, tiba-tiba tubuhku oleng dan untung saja segera di tangkap oleh Jinki . sadarlah Jang Gi.

“Kau baik-baik saja?” Tanyanya . seperti cemas .

“Ne aku baik-baik saja.” Jawabku berusaha  menahan rasa sakit. “dangsin-eun hwagsil hanga?”  tanyanya lagi . ayolah Jinki percaya padaku aku baik-baik saja .

“jega hwagsinhaneunde.” Jawabku berusaha sekuat tenaga untuk tersenyum untuk meyakinkannya. Dia  tersenyum, dia  percaya  padaku

“Sebegitu laparkah kau ? sampai hampir pingsan .” Tanyanya, untunglah dia mengiraku hanya kelaparan. aku tersenyum mengiyakan . “kalau begitu cepat kita makan . Kau mau pangsit ayam atau sapi?” tanyanya . “ayam.”

Aku melihat keluar jendela sambil menunggu pesanan datang . Tiba-tiba mataku terbelalak ketika melihat seorang yeoja melangkah masuk ke dalam tempatku dan Jinki makan, untunglah Jinki tidak melihatnya . Yoon Ra.

Dia membuka pintu dan mendapatiku sedang bersama Jinki . Dia membalikkan badan dan berlari keluar. Aku ingin mengejarnya namun tidak mungkin, di sini ada Jinki dia pasti melarangku juga ditambah tiba-tiba sakit kepalaku lagi datang. argh .

Selesai makan, aku diajak Jinki berjalan-jalan ke taman di pusat kota yang lumayan bagus . Kami berkeliling mengitari taman tersebut . Sampai pada akhirnya kami lelah dan mencari tempat duduk.

Kami duduk di bawah pohon yang lumayan besar dan rindang di depan kami juga terdapat sebuah kolam ikan yang memperindah tempat ini. Aku merentangkan kakiku .

Kami berdua terdiam . aku memikirkan keadaan Yoon Ra yang tadi melihatku bersama Jinki .

“Jang Gi ..”

 

TBC

Sori ya bagian ini agak ngebosenin . banget . abisnya bingung . hehe

Mian ya .. mian ..

I need your support. Kritik,saran dan komentar yang membangun sangat aku harapkan ..

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

18 thoughts on “[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 2”

    1. iya, aku juga ngerasa gitu hehe, tadinya sih agak panjang cuma aku potong sedikit.
      makasih yola eh yeon ra pacarnya lee jun jin ..

  1. Hi! Salam kenal, aq reader baru di sini…^^
    Hmm, menurutq Flashback seperti di atas atau di part sebelumnya lebih baik diceritakan sama orangnya langsung dalam bentuk dialog….
    Tapi aq suka sama bahasanya yg rapi…! alur ceritanya juga bagus! ^^
    Mian…kalau aq cerewet…hehe!

    1. ne, anyeong.
      ehm. oke akan kucoba, makasih ya sudah memberi saran 😀
      ngga kok, kalo cerewet tapi menyenangkn kan oke. hehe *abisnya aku lebih cerewet .
      gumawo sudah mau sempetin komen .

  2. Jumeeeh , kok beda ?
    Pendek amat jum ? Panjangin doong :p jang gi kok boong sih , dosa tau *sok nasehatin .
    Itu pasti yang diruang UGD si jang gi , yakaan ? *sok tau .
    Uda lah jum itu aja komen aku , DAEBAK JUMEH !!

  3. tinggalkan jejak lagi,,

    ko pendek banget, shal??
    but, jadi makin penasaran nih..

    yahh aku lanjut ngacir ke part dulu.. hehehe…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s