[FF PARTY] Love Light – Part 2

Love Light (Part 2)

Author : Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast: Choi Minho, Park Raena

Support Cast: Victoria Song (Raena’s eomma), Choi Siwon (Minho’s appa), Im Yoona (Minho’s eomma), Park Jungsu (Raena’s appa), Kim Jonghyun, Kim Kibum, Eunhyuk, Lee Hongki, Song Seunghyun, Choi Minhwan, Park Sanghyun, Lee Jinki, Goo Tara

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating : PG-13

Credit song: CNBLUE – Love Light, SHINee – Hello, f(x) – Nu ABO

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Raena POV

Aku sekarang jadi lebih sering ke Choi Bakery, selain karena untuk membeli kue-kue buatan Tante Yoona dan Minho yang super enak, tentunya aku punya alasan lain, yaa bertemu dengan Jonghoon oppa yang sangat baik. Sampai saat ini Minho masih bersikap sama kepadaku padahal aku sering sekali menolongnya, alasan utamaku menolongnya ya sebenarnya adalah karena dia dongsaeng Jonghoon oppa, hehe.  Aku dan Jonghoon oppa semakin dekat terkadang aku membantunya di bakery dan terkadang ia juga mengajakku melihatnya latihan bersama bandnya. Hari ini aku berada di studio band, menemani Jonghoon oppa latihan, Jonghoon oppa merupakan lead guitarist, permainan gitarnya sungguh menakjubkan.

Jonghoon: “Stop…stop… Minhwan, fokus dong, tempo lo gak beraturan gitu. Lo juga Seunghyun, rap lo kacau, gak masuk sama vokalnya Hongki. Mulai lagi dari awal, OK?” Jonghoon oppa tiba-tiba menghentikan permainan gitarnya, padahal aku sedang menikmati lagu yang mereka mainkan.

Hongki: “Ayoooo teman-teman, semangat…semangat!!!” Hongki yang selalu ceria itu mencairkan suasana yang sudah mulai tegang. Lagu kembali dimainkan, band Jonghoon oppa ini cukup terkenal dan sering manggung di acara-acara pentas seni, lagu-lagunya pun sangat bagus, aku sungguh menikmatinya. Latihan band pun selesai, mereka membereskan alat-alat kemudian Jonghoon oppa menghampiriku.

Jonghoon: “Mianhae, Raena…jadi nunggu aku lama, kita kemaleman deh nontonnya.” Ya, rencananya Jonghoon oppa mengajakku menonton film “Resident Evil” terbaru, ia sangat tergila-gila dengan film yang diadaptasi dari game itu, maklum Jonghoon oppa maniak game, berbeda dengan Minho yang sangat maniak olah raga dan berkelahi -hehe-.

Aku: “Gwaenchanha, oppa. Gak begitu malem juga kok, lagian aku udah bilang eomma n appa kalo mau pergi sama oppa.” Aku tersenyum padanya dan ia pun tersenyum padaku, membuatku melting.

*

Sebentar lagi ujian akhir semester dan aku masih sangat sibuk dengan ballet dan kompetisi yang akan dilaksanakan tepat setelah ujian akhir semester. Karena jadwal latihan akan terpotong oleh jadwal belajar untuk ujian, aku harus mulai giat latihan dari sekarang, tim ballet sekolah pun semuanya begitu, tetapi tampaknya aku lah yang selalu menjadi ballerina yang paling rajin. Hari ini pulang sekolah aku langsung ke studio dan latihan. Saat sedang serius latihan tiba-tiba terdengar keributan dan kemudian Tara berteriak-teriak sambil berlari ke arahku.

Tara: “RAENA!!!!! Lo harus liat, ada ribut di ruang osis…Biasa tuh anak kelas 10 si Minho, kali ini sama Sanghyun dan si Jinki juga jadi kena pukul gitu tadi. Lo harus liat, beneran deh Raen, seru banget, ayooo!!!” Tara menarik lenganku, kulihat semua anak klub ballet mulai pergi dari studio dan berhenti berlatih untuk melihat keributan itu, aku jadi penasaran, aku mengambil tasku kemudian mengikuti Tara. Ternyata memang benar, Minho dan Sanghyun sedang berkelahi hebat, kulihat Minho sudah memar dimana-mana, dari hidungnya keluar darah,bibirnya pun berdarah, begitu pula dengan Sanghyun, Jinki yang juga ikut terluka masih terus mencoba melerai mereka, tetapi hasilnya nihil, ia malah terkena pukulan mereka lagi. Aku tidak mau ada yang tambah terluka lagi.

Aku: “YAAAAAAA, STOP FIGHTING!!!!” Aku mulai memasuki kerumunan itu.

Aku: “Kalian gak ada kerjaan lain apa? Huhhh jeongmal, Minho-ya…kapan sih kamu berhenti berantem?” Aku menarik tangan Minho dan membawanya keluar dari kerumunan menuju taman belakang sekolah kemudian kami duduk di kursi-kursinya. Aku mulai mengeluarkan  tissue, obat merah, dan plester dari kotak obatku yang eomma siapkan untukku, lalu aku mulai mengobati Minho.

Minho:  “SAKIT,HEH NGAPAIN SIH BAWA GW KESINI?” Minho membentakku, duhh kenapa sih si Minho hobi banget teriak-teriak? Aku mulai kesal.

Aku: “Minho, aku punya nama, Raena, bukan ‘HEH’… harusnya juga kamu manggil aku noona, aku setahun lebih tua dari kamu. Dan please, jangan teriak-teriak terus, lama-lama aku bisa tuli.” Aku balas membentaknya sambil masih terus mengobati Minho, ia pun terdiam setelah aku berteriak padanya. Aku merasa ia terus memperhatikanku, pandangannya terus tertuju padaku, aku mulai agak risih, aku balas menatap mata besarnya yang seperti alien itu, kulihat ia sedikit salah tingkah, jadi geer,hehe.

Aku:  “Wae, Minho-ya? Is there something wrong?” Aku tersenyum padanya, ia pun membalas senyumanku.

Minho:  “Hmmmm, an…anniyo…noona” hahaha akhirnya dia memanggilku noona.

Aku:  “Nah, gitu dong… jangan teriak-teriak lagi ya? Hehe…” Aku mengacak-acak rambutnya, Minho tersenyum. Minho sudah mulai bersikap hangat padaku, kesempatan buat minta bantuan dia nih,haha. Aku jadi ingat kalau lusa itu ulang tahun Jonghoon oppa, dua minggu terakhir ini aku selalu begadang merajut syal untuk hadiah ulang tahun Jonghoon oppa, tetapi aku tak tau bagaimana harus memberikan hadiah itu.

Aku: “Hmmm Minho, mau bantuin aku gak?”

Minho: “Hmmm ne, bantu apa noona?”

Aku: “Lusa kan ulang taun Jonghoon oppa, Minho mau anterin aku ke kampusnya Jonghoon oppa kan? Aku punya hadiah buat dia…” Minho tiba-tiba terdiam, senyumnya sedikit hilang.

Minho: “Noona tau dari mana kalo lusa ulang taun Jonghoon hyung?”

Aku: “Dari eomma kamu, hehe…jadi malu…” Akhirnya dapet bantuan juga dari Minho, beruntungnya diriku, ternyata Minho gak nyebelin-nyebelin amat,haha.

*

Hari ulang tahun Jonghoon oppa, rencananya aku akan menyatakan perasaanku padanya saat memberi hadiah nanti, jadi deg-degan nih. Pulang sekolah aku langsung mengganti seragamku dengan blouse warna biru muda,celana jeans warna hitam dan flat shoes warna biru. Aku dan Minho janjian di parkiran motor, kulihat Minho di sebelah motor merahnya,aku langsung menghampirinya dan ia pun memberikan helm untukku. Sesampainya di kampus Jonghoon oppa  Minho langsung membawaku ke gedung kuliah Jonghoon oppa, tampaknya ia pernah kesini. Langkah demi selangkah aku bertambah gugup, ahhhh EOTTEOHKE???

Aku: “Minho, rambutku rapi kan? Bajuku gimana?”

Minho: “OK kok noona, hehe…” Minho tersenyum padaku, aku terus-menerus mengulang pertanyaan-pertanyaan konyol itu dan jawaban Minho pun selalu sama. Aku melihat sekeliling kampus yang besar ini, namun aku sangat shock ketika melihat suatu gedung. Aku bukan shock melihat gedungnya, aku shock melihat orang yang ada di gedung itu, Jonghoon oppa. Kulihat ia sedang memeluk mesra seorang cewe kemudian ia mencium bibirnya. Tiba-tiba seluruh badanku lemas, air mataku mulai jatuh dan bibirku pun tak mampu berucap, aku memegang lengan Minho erat, bertumpu padanya supaya aku tidak terjatuh. Setelah itu Minho menarik lenganku dan membawaku ke lapangan basket, kami duduk di kursi penonton. Untungnya saat itu tidak ada yang sedang bermain basket, kalo ada bisa-bisa aku jadi pusat perhatian karena aku sedang menangis.

Minho: “Noona, mau pinjem bahu Minho?” Tanpa pikir panjang aku langsung menangis di bahu Minho tetapi Minho malah menarikku dan memelukku, aku menangis makin keras.

Aku: “Jonghoon oppa jahat, jahat… kenapa dia gitu sama aku? Hiks…”

Minho: “Udah noona, jangan nangis lagi…liat aja ntar di rumah Jonghoon hyung gak akan selamat, haha…” Minho mencoba mencairkan suasana, aneh sekali si es ini malah mencairkan orang lain,hehe, aku ikut tersenyum. Aku jadi teringat kado yang akan kuberikan pada Jonghoon oppa, kukeluarkan kado yang telah kubungkus dengan sangat rapi itu dari dalam tas dan menyerahkannya pada Minho.

Aku: “Nih, buat Minho aja…” Minho terlihat bingung.

Minho: “Eh, noona, itu kan buat hyung, kenapa dikasih ke Minho?”

Aku: “Udah ambil aja, percuma juga aku ngasih ke Jonghoon oppa. Buka aja bungkusannya.” Minho membuka bungkusan kado itu.

Minho: “Wahh noona, bagus banget, buatan sendiri?” Aku hanya mengangguk.

Aku: “Mianhae Minho, aku gak bikin warna biru…”

Minho: “Gapapa, kan emang ini asalnya buat Jonghoon hyung si pencinta warna merah,hehe. Tapi makasih ya noona, langsung Minho pake deh bentar lagi kan musim dingin.” Minho langsung meletakkan syal itu di lehernya lalu ia tersenyum, kenapa aku jadi deg-degan gini?

*

~

Hello, hello, nareum daero yongil naesseoyo Hello, hello, jamshi yaegi hallaeyo

~

Hapeku berbunyi, siapa sih yang nelpon jam 11 malem begini? Aku melihat layar hapeku, Choi Bakery?

“Halo?” kata orang dari telpon, dari suaranya yang lembut itu pasti Tante Yoona.

Aku: “Iya, Tante Yoona? Kenapa?”

Tante Yoona: “Raena, kamu tau gak Minho atau Jonghoon kemana?”

Aku: “Eh, gak tau tante, emang mereka belom pulang? Gak coba ditelpon?”

Tante Yoona: “Tadi sih Minho udah pulang, tapi pas Jonghoon dateng mereka berdua langsung pergi, terus kayaknya tadi Minho lagi kesel banget, tas mereka masih ada di ruang keluarga terus hapenya ada di dalem tas. Tante khawatir banget, Raena…Om Siwon udah marah-marah terus dari tadi.”

Aku: “Hmmm, aku bantu cari deh tante, bentar lagi Raena kesana.” Aku langsung mengambil jaket dan keluar kamar, saat mau membuka pintu rumah tiba-tiba appa keluar dari kamarnya.

Appa: “Raena, kamu mau kemana jam segini? Mau maling makanan ya? Hahaha…”

Aku: “Ihh appa, gak kok aku mau bantu Tante Yoona cari Minho sama Jonghoon oppa.”

Appa: “Lah, emang mereka kemana? Segede gitu kok bisa ilang?”

Aku:”Mene ketehe  appa, udah ahh, aku pergi dulu!”

Appa: “Eh, tapi kamu cewe, masa malem-malem sendirian? Appa temenin yu!”

Aku: “Gak usah appa, lagian Raena juga gak pergi ke gunung Cuma pergi beberapa blok dari sini.” Appa akhirnya mengizinkanku pergi, saat aku berjalan menuju Orchid Road, aku tiba-tiba mendengar suara aneh, kayaknya dari lapangan basket, masa sih ada yang maen jam segini? Hiii tiba-tiba pikiranku jadi mistis. Terdengar suara orang berteriak “HYUNG, TAU GAK KEMAREN RAENA NOONA NANGIS?”, kok namaku disebut-sebut? Tiba-tiba BUGGGG, terdengar suara pukulan, aku langsung menjuju sumber suara, aku mengenal suara itu, suara Minho.

Ternyata benar, Minho dan Jonghoon oppa sedang pukul-pukulan. Minho yang lebih jago berkelahi tampak menguasai pertarungan, Jonghoon oppa hanya bisa pasrah.

Aku: “YAAAAAAA,KALIAN NGAPAIN???” Aku langsung memisahkan mereka, saat aku memisahkan mereka Minho masih mau memukul Jonghoon oppa yang sudah sangat babak belur, aku menahan tangannya, tak terasa air mataku mulai menetes.

Aku: “Minho-ya, stop…hiks… kapan sih kamu bisa berhenti berantem? Udah berapa kali aku bilang, hiks… Dan sekarang kamu berantem sama hyung kamu sendiri.”

Jonghoon: “Raena, Mianhae, ini salah oppa, Minho Cuma belain kamu kok.”

Aku: “Apa? Belain apa Minho?” Aku menatap Minho tajam.

Jonghoon: “Raena, maaf yang kemaren aku gak tau kalo kamu ke kampus aku, hmmmm…yang kemaren hmmm pacar aku.”

Aku: “MINHO! KAMU BILANG SEMUANYA?” Aku sangat kesal pada Minho kenapa dia harus bilang semua sama Jonghoon oppa, kemudian kenapa dia juga harus berantem sama Jonghoon oppa gara-gara aku? Kulihat Minho menangguk.

Aku: “Aku gak butuh dibelain, Minho” Aku menamparnya, air mataku jatuh semakin deras dan aku langsung pergi meninggalkan dua cowo yang aku sayangi itu.

***

Minho POV

Raena noona pergi meninggalkan kami berdua, ia menangis setelah menamparku. Apa dia jadi membenciku? Atau sangat membenciku? Eotteohke? Aku tak bermaksud membuatnya membenciku, aku hanya ingin membelanya dan aku sangat kesal pada Jonghoon hyung yang membuat Raena noona menangis. Akhirnya aku dan Jonghoon hyung memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah kulihat eomma dan appa sedang menunggu kami, eomma tampak khawatir sedangkan appa tampak marah. Setelah melihat kedatangan kami, eomma langsung berdiri dari kursi dan menghampiri kami lalu memeluk kami bersamaan.

Eomma: “Minho, Jonghoon, kalian kemana aja? Aduhhh, kok muka kalian jadi babak belur gini? Kalian berantem?” Tiba-tiba appa menghampiri kami.

Appa: “Minho, Jonghoon duduk sini, buka baju kalian!” Appa menunjuk lantai dimana kami harus duduk, kutau pasti appa sudah siap memukul punggung kami. Aku tanpa ragu langsung membuka T-Shirt ku dan langsung duduk di lantai, Jonghoon hyung tampak ragu-ragu namun kemudian ia mengikutiku.

Eomma: “Appa, jangan appa, mereka kan udah luka-luka kayak begitu, hiks…” Eomma menangis, maafkan aku eomma.

Appa: “SIAPA SURUH MEREKA BERKELAHI? INI HUKUMANNYA KALO KALIAN BERKELAHI!” Appa membentak eomma, eomma terus menangis dan memohon pada appa, namun appa tetap memukul kami dengan tongkat dari bambu. BUKKK, pukulan pertama, aku belum merasakan apapun. BUKK, pukulan kedua, aku masih bisa tersenyum miris.

Appa: “CEPAT SALING MINTA MAAF SEKARANG!!!”

Jonghoon: “AHHHH, Minho, mianhae, maafin gw…” Jonghoon hyung sedikit membungkuk kepadaku, aku tidak menghiraukannya. Kulihat appa mulai menghentikan pukulannya.

Appa: “Jonghoon, CEPAT PAKAI KEMBALI BAJUMU!!!”

Jonghoon: “Makasih, appa.”Setelah itu appa melanjutkan pukulannya padaku. BUKKK…BUKKK…BUKKK…BUKKK… Ahhh mengapa rasanya semakin sakit, sepertinya tulang rusukku akan patah semua.

Appa: “MINHO, AYO MINTA MAAF PADA HYUNGMU!” Aku tetap diam, appa pun melanjutkan pukulannya. ARGGGHHHHHH SAKIIIITTT!!! Tetapi aku menahannya terus, kulihat eomma dan Jonghoon hyung mencoba menghentikan appa, namun gagal.

Eomma: “Appa, sudah cukup…hiks…STOP APPA!!! Minho kesakitan…”

Appa: “Dia belum meminta maaf dan sepertinya dia tidak kesakitan, lihat saja wajahnya yang angkuh itu.”

Eomma: “Yeobo, Stop, please. Minho sampai kapanpun gak akan pernah minta maaf, sifat dia keras sama seperti kamu, jebal…” Eomma memeluk appa, appa menghentikan pukulannya.

Appa: “MINHO, PAKAI BAJUMU! LANGSUNG MASUK KAMAR!” Aku langsung memakain T-Shirtku lagi, mencoba berdiri namun….sakiiiit sekali, aku sulit berdiri…Jonghoon hyung mencoba membantuku berdiri dan memapahku ke kamarku.

Aku: “Gw bisa sendiri, hyung…” Aku mencoba melepaskan tangan Jonghoon hyung. Namun beberapa langkah aku mencoba jalan sendiri, badanku ini tak sanggup menahannya, Jonghoon hyung kembali memapahku.

*

Hari ini tahun ajaran baru dimulai, aku tetap pergi ke sekolah dengan motorku, walaupun punggungku ini terasa sangat sakit, rasanya seperti mau mati. Pulang sekolah ku melihat Raena noona, ia tampak sedih dan ia tampak selalu menyendiri, sesekali ia melihatku ketika kami berpapasan, tetapi aku tak berani menyapanya karena kutau ia masih marah padaku. Aku berjalan dengan sangat pelan, karena jika dibawa berjalan terlalu cepat punggungku ikut terasa sakit dan tiba-tiba ada yang memukul punggungku

Aku: “AWWWWW!!!”  Ternyata Key.

Key: “Hey, What’s wrong with you? Cuma dipukul pelan juga, lebay banget sih lo,haha”

Aku: “SAKIT, BEGO!” Jawabku singkat, Key merangkulku.

Aku: “Lepasin tangan lo dari punggung gw, sakit… udah gw bilangin kan tadi.” Aku mencoba melepas lengan Key dari punggungku.

Key: “Lo aneh banget, emang lo kenapa? Jatoh dari kasur pasti ya? Hahahaha”

Aku: “Terserah lo deh, gw mau ke lapbas, mau ikut?”

Key: “Gak usah, gw mau ke kantin aja, laper…” Key mengelus-elus perutnya.

Aku: “Dasar gembul, ya udah dadah!”

Aku langsung ke lapbas kulihat yang lain sudah mulai latihan, sang kapten basket, Eunhyuk hyung menghampiriku.

Eunhyuk: “Heh Minho, cepet ganti baju sana, lama bener sih, udah ditungguin dari tadi…”

Aku pergi ke ruang ganti, menanggalkan seragamku satu per satu, namun saat sedang memakai celana basketku, kulihat pintu ruang ganti sedikit terbuka, kulihat seorang siswi ada disitu, tetapi aku tak dapat melihatnya dengan jelas.

Aku: “YAAAA, SIAPA DISITU? Ini ruang ganti cowo…” Bukannya pergi, cewe itu malah masuk dan menghampiriku yang masih topless, aku hanya bisa terdiam karena shock dengan sikap cewe itu, dia mau ngapain?

…to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


Advertisements

20 thoughts on “[FF PARTY] Love Light – Part 2”

  1. Waaaa~
    siwon galak bener
    ckckck*angkat jempol bwt siwon* (?)
    key dikatain gembul lg hahaha/PLAKK
    Authory mantepp,jago bkn org penasarannn~
    cwe itu siapa?siapa?siapa?/
    PENASARAN~
    (maafkan komen yg ga mutu ini)

  2. huwaaa~ siapa tuh yg berani ngintip nampyeonku heh? *abaikan
    omona!! kasian bgd minho oppa di pukulin ama appanya sendiri…
    lanjut author!! aku penasaran nih.. siapa yg ngintip nampyeonku~

    1. siapa yg gak mupeng kalo liat minho topless? si gue juga mupeng,tp kalo onew yg topless lbh mupeng lagi,hahahahaha
      nantikan lanjutannya yaaa…-yg skrg udh dipublish- hehehe…
      tengKYU

  3. mian buat semua komentator… komennya baru bisa aku bales nih, biasa….aku sibuk gitu #soksibuk ,hahaha…
    msh dlm masa UAS nih, minta doanya yaa…
    makasih buat semua komennya, makasih juga buat reader lain yg blom komen tapi udh sempetin baca…
    XOXO

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s