[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 3

Title: I’ll Be Back (part 3)

Author: Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast : Park Raena, Lee Jinki, Choi Minho, Sherry Horvejkul

Suport Cast : Kim Kibum (Key), Victoria Song (Raena’s eomma), Nichkhun Horvejkul (Sherry’s appa), Lee Hyukjae (Jinki’s appa), Han Sora (Jinki’s eomma), Lee Taemin, Kim Jonghyun

Other Cast : Jo Kwon, Park Sanghyun

Genre : Romance, Family

Type/Length : Sequel

Rating : PG-15

Credit song: 2PM – I’ll Be Back, CNBLUE – LOVE, SHINee –  Ring Ding Dong, Miss A – Breathe, KARA – Jumping

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Jinki POV

Kuambil hape Raena dan kulihat layarnya, fotoku bersamanya saat liburan di pantai 6 tahun yang lalu, ahhh ternyata dia masih mencintaiku, aku sangat yakin itu. Saat aku akan memberikannya pada Raena tiba-tiba

Raena: “Oppa, biar aku yang ambil!” Dia berlari ke arahku namun ia terpeleset aku terduduk di atas kursi dan Raena berada tepat di atasku, kulihat dari balik kerah kemejanya ada kalung yang melingkari lehernya, dan liontinnya keluar tepat di depan mataku, aku menariknya. Wajah Raena dan wajahku kini semakin dekat, wajahnya tampak tegang, namun tetap menawan.

Aku: “Oppa tau kamu masih pake kalungnya.” Kataku sambil terus tersenyum padanya, senyum kemenangan,haha. Aku semakin menarik kalungnya dan aku semakin ingin mencium bibirnya yang merah itu, tercium wangi cherry dari bibirnya, pasti wangi lipgloss favoritnya yang selalu ia pakai sejak SMA. Chu~ ,aku pun menciumnya, ia tampak terkejut, matanya terbelalak, ingin rasanya aku tertawa,  ia tidak merespon, tetapi tidak menolak ciumanku juga. Tiba-tiba ia sedikit mendorongku, mengontrol keseimbangan tubuhnya untuk berdiri, setelah itu PLAKKKK, ya dia menamparku dengan sangat keras, pipiku sampai mati rasa. Ia menjauhkan tubuhnya dari tubuhku, kalungnya yang masih kupegang akhirnya terputus dan sekarang berada di tanganku.

Raena: “Oppa, apa-apaan sih? Kalau Sherry tau pasti sedih, oppa jahat!” Ia pergi dari ruanganku, aku hanya bisa terdiam melihatnya pergi, aku sampai lupa kalau seharusnya aku mengantarnya tour kantor dan laboratorium. Kutatapi kalung itu, mianhae Raena…

Kucari Raena di kantor namun ia tidak tampak di mana-mana, kutelpon hapenya tidak diangkat, kukirim beribu-ribu SMS pun tidak dibalasnya. Ahhhhh jeongmal, dia kemana sih?

~

Ring ding dong ring ding dong diggy ding ding ding ding

~

Apa itu SMS dari Raena ya? Aku segera mengambil hapeku, ahhh ternyata Sherry.

From: Sherry

Oppa, cepet jemput aku di mall…belanjaanku banyak nih!

Love u…

Aduh harus jemput Sherry lagi, padahal aku pengennya nyari Raena aja. Di jalanan sudah hujan deras, Raena gimana ya tadi pulangnya? Apa dia kehujanan? Aku sangat khawatir. Aku masuk ke dalam mobilku, bersiap menjemput Sherry. Saat keluar dari gerbang kantor ada sesuatu yang membuatku sangat kaget, Raena sedang berpelukan dengan seorang cowo di tengah hujan, tepat di sebelah mobilku ketika mobilku melewati mereka. Siapa cowo itu? Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas, apa karena cowo itu juga Raena marah ketika aku menciumnya? Apa cowo itu pacarnya? Tapi kenapa Raena masih memasang fotoku dengannya sebagai wallpaper hapenya dan memakai kalung pemberianku?

***

Raena POV

Jinki oppa sungguh keterlaluan, mengapa dia menciumku? Aku sebenarnya sangat senang, tetapi ya dia adalah calon suami Sherry dan aku masih sangat marah padanya. Hatiku sungguh sakit karena itu dan juga karena aku telah menampar Jinki oppa. Apa setelah itu Jinki oppa langsung akan sangat membenciku? Sebenarnya itu lah yang aku inginkan supaya dia bahagia menikahi Sherry, tapi Jinki oppa… Aku masih sangat mencintainya. Aku berlari keluar ruangan Jinki oppa, tak terasa air mataku telah menetes dengan derasnya. Aku berlari menuju pintu keluar gedung ini, aku sampai lupa kalau hari ini adalah hari pertamaku kerja di Lee Brewery dan ya kalungku sudah ada di tangan Jinki oppa sekarang. Ketika sampai di lobi kulihat di luar hujan deras, tetapi akhirnya aku berlari menembus hujan, meluapkan semua kekesalanku, kemarahanku, dan kesakitan hatiku. Tiba-tiba BRUKKKKK… Ahhh kenapa harus nabrak orang di saat-saat seperti ini sih dan sialnya orang itu malah menghalangi jalanku dan kemudian memelukku, siapa sih main peluk-peluk sembarangan? Apa Jinki oppa? Tangisku semakin menjadi dalam pelukan orang itu.

“Raena, gwaenchanha? Kamu kenapa?” Dari suara bassnya….Minho?

Minho: “Kamu nangis aja sepuasnya, dadaku siap buat jadi sandaran kamu menangis…” Suaranya tersengar sayup-sayup tertutup suara hujan. Aku memanfaatkan kesempatan yang Minho berikan untuk menangis sekeras-kerasnya, lagian suara tangisanku pasti tertutup suara hujan. Aku menangis di pelukan Minho cukup lama, dada bidang Minho memang sangat nyaman sebagai sandaran untukku saat menangis. Minho mengelus-elus punggungku, menenangkanku, tiba-tiba badanku menggigil, kedinginan.

Aku: “HUAAAACHIM”

Minho: “Kamu kedinginan Raen? Masuk mobil aja yu? Maaf biarin kamu hujan-hujanan terlalu lama.” Minho menarik lenganku lembut, membawaku ke mobilnya. Aku benar-benar kedinginan.  Kulihat Minho yang duduk di sebelahku tersenyum ke arahku kemudian ia mengambil sesuatu dari jok belakang, jaketnya. Setelah itu ia memberikan jaketnya itu padaku.

Minho: “Ini Raen, aku gak liat apa-apa kok,hihihi…” Minho cengengesan, kenapa sih? duhhh ternyata bajuku basah semua, gimana nih? Minho gak liat apa-apa kan ya?

Aku: “Minho, mianhae jadi bikin kamu hujan-hujanan terus basahin baju kamu sama air mataku tadi…”

Minho: “Gapapa kok, lagian udah terlanjur basah semua juga,haha…” Setelah itu suasana dalam mobil jadi sunyi hanya terdengar lagu 2AM – I Love You dari radio.

Minho: “Hmmmm Raen, sebenernya kamu kenapa tadi? Udah ketemu Onew hyung?” Ahhh kenapa pula Minho membahasnya? Aku memilih diam.

Minho: “Eh kalo kamu gak mau jawab gapapa kok…”

Aku: “Kamu kenapa bisa ada di sana tadi?” Aku mengalihkan pembicaraan.

Minho: “Hmmm emang niat mau jemput kamu, udah gitu liat kamu lari-lari sambil hujan-hujanan, ya udah aku kejar. Kamu bocah banget sih main hujan-hujanan segala,hehe…” Minho mengacak-acak rambutku yang masih agak basah.

Akhirnya sampai di rumahku, di sana sudah ada mobil Jinki oppa.

Aku: “Minho, masuk dulu yu, baju kamu kan basah, ntar masuk angin lagi. Ntar kan kamu bisa pinjem baju Khun appa, trus aku buatin coklat panas deh, yuu!” Minho langsung membukakan pintu untukku. Saat masuk rumah kulihat Sherry dan Jinki oppa sedang duduk di sofa sambil melihat majalah WEDDING.

Sherry: “Eonni, Minho? Kalian kehujanan? Ya ampun… Perlu Sherry ambilin anduk?” Kulihat Jinki oppa langsung kaget ketika Sherry menyebut namaku dan Minho.

Aku: “Gak usah Sherry, aku aja yang ambil anduk, mendingan kamu pinjemin baju Khun appa buat Minho, takutnya dia masuk angin.” Aku segera mandi lalu membuatkan coklat panas untuk Minho, kulihat Minho sudah mengenakan baju Khun appa, baju Khun appa tampak pas di badannya. Minho terlihat sangat canggung saat ditinggal hanya berdua dengan Jinki oppa, padahal dulu waktu SMA mereka akrab sekali, mungkin sikap mereka berubah setelah mereka berkelahi waktu itu. Aku langsung duduk di sebelah Minho sambil meminum coklat panasku.

Sherry: “Eonni, kata eonni dressnya bagusan model apa? Terus mending pake hanbok atau gaun ya?”

Aku: “Eh, terserah kamu, kalo aku sih prefer hanbok yang dimodifikasi sama gaun modern gitu, pasti Sherry bakalan cantik banget, iya kan Jinki oppa?” bodohnya aku, Jinki oppa jawab apa ya? Ternyata ia tidak menjawab apa-apa, hanya tersenyum kecut.

Sherry: “Oh iya, pokonya minggu depan eonni harus anterin aku milih wedding dress udah gitu kita rayain new years eve bareng, gimana eonni? Oiya Minho juga harus ikutan pokonya, jadi kan kita sekalian double date, wahhhhhh pasti seru banget tuh.” Tampaknya hanya Sherry sendiri yang bahagia akan hal itu, aku hanya mengiyakan dengan terpaksa. Kurasa Minho dan Jinki oppa pun akan berpikiran ide tersebut adalah ide yang sangat buruk.

Jinki POV

Oh ternyata Minho yang tadi berpelukan dengan Raena di tengah hujan dan membuat Raena melupakanku, FINE! Raena begitu perhatian pada Minho, sampai membuatkan coklat panas untuknya dan dia juga duduk disebelahnya. Hatiku sungguh sangat panas terbakar api cemburu, Sherry malah hanya menambah masalah dengan obrolannya mengenai wedding dress dan ajakannya untuk double date saat new years eve nanti.

Hari ini Raena sudah mulai bekerja di laboratorium Lee Brewery, jadi aku sering bertemu dengannya walaupun hanya di lift.  Dan saat ini aku satu lift dengannya lagi, setiap satu lift dengannya kami hanya bisa terdiam karena ada pengguna lift lain juga, namun saat ini kami hanya berdua. Aku ingin menyapanya dan mengembalikan kalung matahari itu padanya.

Aku: “Hmmm,hmmmm…Raena…hmmm…apa kabar?”

Raena: “Baik, pa.” Jawabannya hanya sesingkat itu, dan ia memanggilku bapa, suasana di antara kami mulai canggung lagi.

Aku: “Hmmm…Raena, kalung kamu…” Belum selesai berbicara, pintu lift terbuka dan seseorang masuk serta mengganggu semua rencanaku, Raena pun mengalihkan perhatiannya pada orang itu, sahabatnya, Sanghyun. Aku sangat kesal, akhirnya aku pun tak jadi mengembalikan kalung itu.

Sepulangnya dari kantor aku langsung menuju butik tempat Sherry memesan wedding dress dan tux untuk pernikahan kami nanti, yaaa pernikahanku dan Sherry semakin dekat dan itu sungguh membuatku kesal. Di butik itu sudah ada juga Raena dan Minho, Minho lagi? Ahh sepertinya mereka memang saling mencintai. Kulihat Raena dan Minho sedang tertawa bersama, tak tau menertawakan hal apa. Sherry menghampiriku.

Sherry: “Oppa, ayo coba tux nya…Dress aku juga udah jadi, yuu kita coba!” Sherry menyerahkan sepasang tuxedo padaku, desainnya bagus sekali, Sherry pandai memilih juga ternyata. Aku langsung masuk ruang ganti meninggalkan Raena dan Minho yang sedang tertawa bahagia, hal yang membuat hatiku sangat sakit. Setelah keluar dari ruang ganti kulihat Raena sedang bersama Sherry yang telah mengganti pakaiannya dengan dress yang dimodifikasi dengan hanbok, Sherry sangat cantik, tetapi yang lebih menarik perhatianku bukan dia, Raena. Raena juga ternyata telah mengganti pakaiannnya dengan dress panjang berwarna lilac yang senada dengan dress Sherry, ia sungguh sangat sangat cantik, seandainya Raena adalah pengantinku, ahhh Jinki Raena sudah menyukai orang lain… Ternyata Minho pun telah mengganti pakaiannya dengan setelan jas dengan bow tie yang warnanya senada dengan dress Raena.

Sherry: “Oppa, gimana? Bagus gak?” Aku hanya menunjukkan isyarat dengan jariku yang menandakan “OK”, tetapi pandanganku tak bisa lepas dari Raena.

Sherry: “Eonni sama Minho cocok banget deh, ahhhh kayak kalian yang mau nikah, aku jadi iri… Difoto ya? Pasti bagus deh, ahhhh kalian cocok banget!” Sherry mengarahkan Raena dan Minho supaya mereka berdekatan kemudian mengeluarkan hapenya dan memfoto Raena dan Minho. Memang mereka sangat cocok, aku hanya bisa tersenyum miris.

Sherry: “Minho, yang mesra dong!!!” Ahhh Sherry membuatku tambah panas saja, aku lebih baik tak melihat mereka, tetapi mau bagaimana lagi mereka tepat di depanku. Dan Minho tak ragu-ragu mencium pipi Raena, Raena tampak tersenyum, ahhhh SIAL…Aku mau pergi dari sini!!!

Raena: “Sekarang giliran bride n groom benerannya dong, ayo sini aku fotoin!”

Suasana panas di butik itu akhirnya berakhir juga dan sekarang aku dan Sherry pergi menuju Central Park tempat pesta kembang api diadakan dalam rangka menyambut tahun baru dan tentunya Minho dan Raena pun ikut, mobil Minho tepat ada di belakang mobilku.

Sherry: “Oppa kok diem terus sih dari tadi? Kenapa? Sakit?”

Aku: “Gak kok, I’m fine…” Aku berbohong padahal hatiku sangat sakit dan moodku sangat sangat buruk sekali hari ini, Jinki condition dimulai…

Central Park sangat ramai, dipenuhi pasangan-pasangan yang akan merayakan new years eve juga tentunya. Sherry terus menggandeng lenganku, kulihat Raena dan Minho masih asyik mengobrol sendiri seakan dunia milik mereka berdua.

Minho: “Hyung, Sherry, kita mau beli cotton candy dulu, kalian mau nitip gak?”

Sherry: “Aku mau Minho, warna ungu kalo ada,hehehe…Oppa mau?”

Aku: “Aku kan gak begitu suka manis ,Sherry…” Aku tidak begitu suka makanan manis, favoritku hingga saat ini hanyalah chicken, chicken, dan chicken. Tak tau kenapa, mungkin karena aku sudah manis? –HAHAHAHA Onew narsis-

Seketika Minho langsung menarik lengan Raena dan mereka berdua pergi menuju keramaian. Sudah hampir setengah jam dan Minho serta Raena belum kembali juga, aku mulai khawatir, khawatir pada Raena saja tentunya.

Aku: “Sherry, kita susul mereka aja yu, kok lama bener ya?”

Sherry: “Ne, oppa. Jangan bilang Minho beneran nyari cotton candy warna ungu lagi? Ahaha…” Aku tidak menghiraukannya aku langsung pergi mencari tukang aromanis itu dan Sherry pun mengikutiku.

Sesampainya di tukang aromanis aku tak dapat melihat keberadaan Minho dan Raena, mereka kemana sih? Tiba-tiba Sherry menarik lenganku.

Sherry: “Oppa, liat kesana deh, Minho so sweet banget sih.” Aku melihat ke arah yang ditunjuk Sherry, ternyata Minho sedang berciuman dengan seorang gadis di tengah kerumunan orang itu sambil membawa balon berbentuk hati dengan tulisan “MINRAE” di tangan kanannya yang berpegangan dengan tangan Raena. Raena tampak membalas ciuman Minho, sangat berbeda dengan reaksinya saat berciuman denganku. Apa aku sudah benar-benar hilang dari hatimu Park Raena? Hari ini aku sungguh SIAL, moodku sudah sangat buruk, hatiku sudah beku, mati rasa, aku rasa aku bisa gila. ARRRRGHHHHH Choi Minho, tak akan kubiarkan kau hidup!

But you better know that I’m not giving you away, Park Raena…

to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


14 thoughts on “[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 3”

  1. itu c sherry ko ga melek2 gtu…udh tw onew ama raena sma2 demen,ko nempel aja gtu ama onew…thor q minta raena ama minho aja deh!!!ahhahahahah…….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s