[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 3

You are My Eyes

(part 3)

 

Author              : Shalina Noviarti a.k. a Shalina’okkey

Main Cast        : Lee Jinki, Kim Jang Gi (Imajinatif Character), Kim Yoon Ra (IC)

Suport Cast      : Lee Ha Rin (IC), Kim Kibum,

Genre               : Romance, Friendship, Family

Type/Length     : Sequel

Rating               : General

Ket                 : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

Jinki POV

Aku menyukainya menyayanginya lebih dari seorang sahabat . aku mencintainya . Tapi kenapa aku tidak pernah berani mengatakannya ?  aku harus bisa. Ayolah Jinki , kau harus berani . You are boy .

“Jang Gi ..” kuberanikan diri memanggilnya . “Ne .” jawabnya singkat .

“Tidakkah kau menganggapku lebih dari seorang teman?” tanyaku basa-basi .

“Tentu saja” aku tersenyum . “Kau sahabatku.”

“anni, maksudku bukan itu . Lebih dari sahabat mungkin?” ucapku memperjelas . apa yang kau ucapkan Jinki ? dasar pabo .

“maksudmu ?” tanyanya curiga .

“Jang Gi aku menyukaimu, menyayangimu melebihi seorang sahabat …” “tapi ..” dia memotong pembicaraanku . ku balas “kau mengerti maksudku Jang Gi ..”

“andwe. Aku tidak mengerti.” Apakah dia sungguh-sungguh tidak mengerti ?

“a.. aku me.. hmm . aku mencintaimu. Aku mencintaimu sebagai seorang wanita bukan sahabat Jang Gi.” Aku lega sekali telah mengatakannya. Namun bagaimana responnya ? hanya diam . apa dia tidak merasakan hal yang sama denganku. Aku menatap matanya menunggu tanggapan .

Jang Gi POV

“a.. aku me.. hmm . aku mencintaimu. Aku mencintaimu sebagai seorang wanita bukan sahabat Jang Gi.” Apa yang kau katakan Jinki? Apa kau sungguh-sungguh? Kau tahu Jinki aku senang sekali mendengarnya.

Jangan menatapku Jinki, aku tidak sanggup melihatnya . Sungguh.  Aku terharu .. Namun …

Kepalaku pusing mataku buram, sepertinya air mataku akan segera jatuh, apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin memperlihatkan air mata ini.

“Jeongmal mianhae Jinki. Ta.. tapi aku tidak bisa.” Kucoba menjawab, terdengar suaraku bergetar. Aku segera pergi menjauhinya. Tepatnya berlari . aku menggigit bibirku dengan kuat .

Mian Jinki .. aku tidak bisa. Aku tidak ingin membuatmu sakit Jinki. Mengertilah Jinki . aku tidak bisa .. tetapi ketahuilah bahwa aku juga me.. andwe .. tidak boleh Jang Gi .

“Jang Gi-ya ! tunggu! Jang Gi-ya! Saranghae Jang Gi .”

Jangan katakan itu Jinki. Aku mohon. Jangan kejar aku, biarkan aku menangis sendiri . Jebal . aku harus berlari lebih cepat .

Sudah berapa jauh aku berlari ? aku lelah, kepalaku pusing sekali . sakit sekali.

Aku menemukan pohon besar yang rindang namun jauh dari tempat aku dan Jinki tadi duduk . Kusandarkan punggungku di pohon itu.

“Jang Gi-ya!” dia masih mencariku . aku masih terus terisak bahkan semakin kuat, kututup mulutku dengan menggigit punggung tanganku . Agar Jinki tidak mendengarnya . Sepertinya dia sudah pergi . Kurasa aku sudah berhenti terisak, meski air mata masih terus mengalir dengan tenang di pipiku seolah tidak akan berhenti . Tapi mengapa masih terdengar suara isakan. Andwe. Itu bukan suaraku .

Yoon Ra POV

Hatiku benar-benar sakit saat melihat Jinki dan Jang Gi sedang makan berdua tadi, tapi kenapa harus ditambah sayatan yang benar-benar menambah luka dan merobek hatiku !! Hatiku terus berteriak . sakit.

Jinki benar-benar menyatakan perasaannya pada Jang Gi .. perempuan itu . pasti sekarang dia sedang bergembira karena mereka sudah resmi berpacaran . Aku benci denganmu Jang Gi .

“Jang Gi!!” aku mengenal suara itu. Jinki. Sebegitu sakitnya kah hatiku. Sampai aku mendengarnya menyebut nama perempuan itu seperti nyata .

“KENAPA BUKAN AKU??”   pertanyaan itu keluar kuat dari mulutku . Kenapa bukan aku yang kau panggil Jinki ? Kini pertanyaan itu terus berteriak tapi kutahan. Aku menutup telingaku .

“Oppa, kenapa kau tidak pernah sekali saja mengerti perasaanku ? Kenapa oppa?. .Lee Jinki !” aku mengucapnya bergetar, tidak sanggup kupendam lagi .

“Jang Gi !! kenapa kau merebutnya juga!! Aku benci itu Jang Gi” dia merebut umma dariku dia lebih menyayangimu. Kenapa dia juga kau ambil ?. Harapanku habis. Tidak dengan air mataku yang justru bertambah dan terus mengalir deras . Seperti berebutan ingin keluar dari mataku. Aku benci itu.

Jang Gi POV

 

Aku mendengar namaku dan Jinki di sebut .

Mian Yoon Ra . Aku tidak pernah berniat membuat hatimu terluka . Maafkan aku. Aku memegang dadaku yang terasa sakit ini. Perlahan aku jatuh terduduk . Tangan kananku meremas rambutku kuat. Kepalaku sangat sakit . aku tidak tahan lagi. Kucoba menahan tangisku. Kupejamkan mataku untuk menahan sakitku .

Berapa lama dalam keheningan, aku tidak mendengar suara teriakan bahkan isakan lagi. Apa dia sudah pergi ? Ya dia sudah pergi, tadi aku mendengar suara sepatunya melangkah menjauh .

Saat itu, tiba-tiba tangisan yang kutahan sejak tadi meledak begitu saja . aku menarik kuat rambutku ke belakang . Saat itu hujan turun rintik-rintik, kemudian semakin deras. Air hujan sudah membasahi tubuhku.

Aku teringat, aku juga pernah menangis di bawah rintik hujan seperti ini. Waktu aku tahu umma dan appa akan bercerai . Saat itu seseorang memayungiku.

Kau tepat memilih menangis di saat hujan, pertama karena air hujan akan bercampur dengan air matamu, jadi tidak akan ada yang tahu jika kau menangis. Kedua, lukamu akan mengalir bersama air hujan. Jadi menangislah .

Tangisku semakin menjadi . aku rindu dia. Rasanya aku ingin menyusulnya .

Hari semakin larut . Bahkan aku tidak bergeming dari tempat ini . Kurasakan tubuhku  menggigil hebat, penglihatanku semakin kabur .

Jinki POV

Ke mana dia dari tadi ku telpon tidak diangkat. Apa dia marah padaku ? Mianhae Jang Gi .

Sekarang aku ada di depan apartmennya, sepertinya dia tidak di rumah . apartmennya terlihat gelap .

Ke mana dia?

~

Hampir dua bulan berlalu sejak peristiwa sore itu . Dia tidak menepati janjinya .

Tidak kuliah, tidak memberi kabar, bahkan setiap aku mengunjungi apartmennya selalu berakhir nihil . Di mana sebenarnya kau Jang Gi. Aku sangat merindukanmu .

Tidak ada teman bertaruh, tidak ada yang menemaniku makan di kantin, apa kau juga tidak akan ada di hari ulangtahunku?

Tolong Jang Gi beritahu kabarmu meski hanya sekali . Jebal .

~

Hari ini aku ulangtahun, dari tiba di sekolah semua temanku membanjiriku dengan ucapan selamat. Tapi entah kenapa aku tidak bahagia pada hari ini . Seharusnya aku senang karena Tuhan masih mengijinkanku hidup sampai di umurku ini . Tapi tidak dapat kupungkiri aku kecewa . Itu karena sampai pada hari ini aku belum juga mendapatkan kabar darinya . Paling tidak aku hanya ingin tahu bagaimana keadaannya ?

DRRT..RRT ..

From : Kim Kibum

Hyung bisakah kita bertemu siang ini ? Kutunggu di tempat kau da noona biasa makan.

Benar-benar pesan yang singkat namun sangat berharga bagiku. Setelah hampir dua bulan aku menunggu nya .

Rep

Baik aku akan datang .

Key POV

Aku harus menceritakan ini pada Jinki hyung. Meski noona melarangku untuk memberitahukan hal ini padanya . Tapi ini mungki bias menjadi kekuatan untuk noona . Setidaknya kebahagiaan seumur hidupnya.

Aku menunggu Jinki hyung di tempat biasa noona makan siang bersama Jinki hyung. Kalian mungkin bingung darimana aku mengetahuinya, tapi aku sungguh tahu semuanya .

Jinki hyung terlihat shock mendengar ceritaku. Dia langsung menanyakan bagaimana keadaan noona sekarang. Dia memintaku untuk mempertemukannya dengan noona .

Jang Gi POV

Semoga dia mengerti. Yoon Ra.

Ini tanggal 14 Desember, Happy Birthday Jinki .

Semenjak peristiwa aku ditemukan di bawah pohon tidak sadarkan diri, hari-hariku mulai hancur. Meski tumor di otakku ini sudah hinggap sejak lama. Dan sempat membuatku frustasi.

Di dekap di dalam ruangan yang menyebalkan dan tidak berwarna ini. Setiap hari hanya menghadapi jarum suntik, rontgen, mendengar kondisiku yang semakin memburuk, bahkan operasi yang membawaku pergi selama sebulan ke Singapura, sebenarnya appa sudaah mempersiapkan operasiku sejak lama, kau taukan saat dia menelponku memintaku untuk segera operasi namun aku menolak karena semuanya membuatku lelah dan aku memilih untuk menghentikan semua ini. Aku minta pada appa untuk membawaku kembali ke Korea jauh dari jadwal, seharusnya bulan depan aku mungkin akan pulang (entah pulang ke mana? Ke Korea atau ke tempat di mana semua roh berakhir). Aku tidak mau menjalankan semuanya lagi, karena meski canggih sekalipun keadaanku akan tetap seperti ini.

Aku ingin sekali memberi ucapan selamat ulangtahun untukmu, tapi tidak dengan kondisiku seperti ini tak berdaya. Aku takut aku kecewa karena tidak bisa melihat wajahmu yang saat ini sangat kurindukan. Aku juga takut jika kau tidak menerima kondisiku seperti ini, meski aku yakin kau tidak akan menyangkalku. Tapi aku malu.

Tidak ada yang menginginkan kondisi seperti ini. Tidak dapat menikmati sinar matahari pagi, melihat taman yang indah. Aku hanya bisa membayangkannya saja. Meski aku cukup puas hanya dengan membayangkannya. Tapi siapa yang tidak sedih kalau BUTA. Aku sangat putus asa saat mendengar kabar itu.

Flashback

Ku coba membuka mataku perlahan namun aku melihat tidak jelas, mungkin aku masih mengantuk. Ini bukan di apartmenku. Seperti di rumah sakit Yah . aku ingat, aku sedang di Singapura. Aku meraba dinding dan berjinjing mencari kamar mandi, saat ku temukan aku langsung mencuci mukaku, lumayan seger. Tapi tak ada perubahan, mataku tetap terasa berat. Seperti tadi .

Kembali ku berjinjing mencari pintu keluar. Aku menyusuri lorong rumah sakit sambil memegangi kepalaku dan memegang dinding. Sebuah pintu terbuka, seperti appa .

“Tumor di kepalanya mulai merusak saraf matanya. Sepertinya anda terlambat membawanya kemari. Dia bisa mengalami kebutaan” Ucap dokter itu menggunakan bahasa inggris yang dapat dengan mudah kumengerti. Aku terduduk lemas di lantai mendengarnya .

“Tapi masih bisa diselamatkan bukan dok?” appa bertanya melanjutkan percakapannya, suaranya bergetar .

“Sangat kecil kemungkinannya.”

Seorang ahjumma memanggilku “Jang Gi.. kau baik-baik saja?” Tanya umma tiriku .

End Flashback

Dari hari kehari penglihatanku semakin memburuk . Sampai pada kondisiku seperti ini . Lupakan Jang Gi nikmati saja saat-saat seperti ini.

“Jang Gi-ya” seseorang memanggilku . aku segera mengusap air mataku.

Author POV

Jinki menarik napas dalam-dalam sambil memegang engsel pintu sebelum dia benar-benar membuka ruangan itu .  Dia meyakini dirinya bahwa dia siap. Lalu dia membukanya perlahan . Sesaat dia terdiam melihat seorang yeoja duduk di tepi tempat tidur. Menatap lurus ke depan ke arahnya dia sedang menangis. Dia tidak melihat kehadirannya.

“Jang Gi-ya” setengah mati dia berusaha mengeluarkan nama itu dari mulutnya. Jang Gi mengusap air matanya .

Mereka terdiam , Jinki mendekat dan duduk di samping Jang Gi .

“Mau ikut denganku ?” Tanya Jinki memecah keheningan. Jang Gi hanya diam. “Tidakkah kau merindukanku Jang Gi? Aku sangat merindukanmu.” Memancing Jang Gi yang tetap diam. Tidak. Dia menangis. Jinki memeluknya. Key tersenyum melihat itu dari balik pintu.

Jinki POV

Sore ini aku mengajaknya berkeliling taman sambil terus menggandengnya. Sampai pada akhirnya kami duduk di tempat dulu, waktu aku menyatakan cintaku. Yang entah bagaimana nasibnya.

Tapi sekarang dia terlihat lebih ceria. Tidak seperti yeoja yang tadi menangis.

“Jang Gi, coba kau tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan.” Jang Gi mengikutinya.

“Kau bisa merasakannya? Di sini sangat sejuk.” Ucap Jinki. Tiba-tiba mukanya kembali murung.

“Aku ingin bisa melihat lagi Jinki, kalau saja aku boleh meminta satu permintaan.” Katanya sambil menangis . Aku bingung .

“Tenang Jang Gi, kau bisa melihatnya. Lihatlah Jang Gi air kolam itu mengalir sangat tenang banyak ikan saling berkejaran di dalamnya. Kau bisa melihatnya Jang Gi.” Hiburku.

“Tidak aku tidak bisa melihatnya! Bentaknya dengan kecewa. “Bahkan aku tidak tahu bagaimana sekarang wajahmu, sedang tertawa atau sedih .” Tanya seperti curiga.

Aku mengambil tangannya dan menaruh tangannya di wajahku. “Kau bisa meraba wajahku Jang Gi. Apakah aku tertawa?” tanyaku pelan. Aku menangis . Dia mengusap air mataku dan melepaskan tangannya dari wajahku.

Tiba-tiba saja Jang Gi merentangkan kedua tangannya dan menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Dia tersenyum. Aku mengikutinya dan merebahkan tubuhku di sampingnya.

“Kau tahu Jang Gi, awan sore ini indah sekali banyak burung berterbangan. Kau bias merasakannya?”

Jang Gi mengangguk masih tersenyum . Dia sangat menikmatinya. Syukurlah dia melupakan kekurangannya .

Lalu dia bangkit duduk. “Jinki.” Panggilnya. “Ne?” jawabku ikut duduk.

“Maukah kau memenuhi permintaanku? Aku berjanji ini terakhir kalinya aku meminta padamu.”

Tidak Jang Gi aku ingin kau selalu meminta padaku, aku berjanji akan memenuhinya untukmu.

“Ne . Mwo ?” Tanyaku penasaran .

TBC

Note : Kayaknya ceritaku biasa aja ya. Standar. Tapi ngga apa, I need your support . 😀 Kritik, saran dan komentar yang membangun sangat kuharapkan .

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

20 thoughts on “[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 3”

  1. sahlinaaa.. ceritanya makin sedih ajee..
    kasian ya onewnyaa .. yang tabah ya onew *meluk onew*
    nyeseek bacanya, walau gak sampe nangis sih ..
    bagus banget dech ..
    semoga part 4nya cepet di publish *amiiin

  2. Ahjumma!!! bgus loh ff nya~ tpi knpa yg part ini ak gag diceritain ahjumma?
    oh iya~ mian ahjumma… ak gag bca part2 nya.. jadi ya ngeloncat~ kekeke ^^
    Lanjut jum!! Hwaiting! b^^d

  3. Oke, karna kamu author pertama yg membuatku menangis, kuberitahukan sebabnya. Karena mataku ini bukan mata milikku,, ini adalah milik orang yang skrg pergi meninggalkanku.

    Jd aku tau bgt gmna rasanya ga bisa ngeliat.. Gitu loh dongsaengie.. 😥

    1. hah? oppa.. jeongmal mianhae.
      aku ngga tahu. 😥
      aku ngga pernah nyangka kalo ternyata kisah seperti itu bener-bener ada.

      yaya oppa mianhae…

  4. shalinaa…
    aduhh part 3nya ko malah bikin aku nangiss??
    .
    aku jadi ngebayangin gimana semua nie terjadi… terharu aq,,

    huhuhu… keren..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s