LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]

LISTEN TO YOU [1.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi.

Hye Jin POV

Hari ini aku bangun dengan perasaan kacau karena apa, aku bisa melihat halaman rumah penuh dengan salju. TIDAK!!! Aku benci salju. Hah kenapa masih harus pergi sekolah sih! Aigoo! Rasanya aku ingin bolos saja hari ini. Sebenarnya aku punya hubungan benci dan suka dengan salju terkadang aku benci terkadang aku suka dan saat ini aku sedang benci dengan salju. Yah walaupun aku suka sekali dengan snowboarding tapi kau tahu aku selalu memakai pakaian yang sangat tebal agar aku tidak bisa merasakan salju yang meleleh mengenai tubuhku. Aku benci salju!

Aku berjalan menuju kamar mandi dan mematut di depan cermin. Aku harus bersabar seharian ini melihat benda putih itu bertebaran dimana-mana, mengenai tubuhku masuk ke dalam sepatuku dan membuat semuanya menjadi basah. Arrggh. Aku mengerang kesal.

”Ya!kenapa sih lama sekali di kamar mandi…mana mengerang seperti itu lagi? ”seru Hyo Jin dari luar kamar mandi.

Aku pun membuka pintu kamar mandi dengan wajah cemberut.

”Kau ini aneh sekali…ini hari pertamamu menjadi yeojachingunya Taemin tapi kau malah cemberut gitu…hah…sepertinya Taemin salah pilih gadis…”serunya lagi sambil mencubit pipiku.

”Ya!sakit tau!kenapa harus bawa-bawa Taemin segala…”seruku padanya.

Sepertinya tidak ada habisnya Hyo Jin meledekku. Aku pun berjalan menuju kamar dan mengganti pakaianku dengan seragamku lalu mengeluarkan semua perlengkapan perangku melawan salju. Aku siap menghadapi hari ini!

”Tidak dijemput Taemin?”tanya Hyo Jin tiba-tiba begitu kami sarapan.

Aku langsung tersedak begitu mendengarnya, aku pun segera mengambil gelasku dan meminum isinya. Ibu menatapku dengan pandangan bingung. Yah anehnya hari ini ibu berangkat lebih siang dari biasanya.

”Ne…ahjumma…Taemin kan sekarang namjachingunya Hye Jin…”seru Hyo Jin langsung bercerita tanpa kusuruh. Dasar dia ini selalu saja seperti itu. Aku juga sudah berniat akan memberitahu ibu tapi bukan sekarang. Dia malah seenaknya saja bilang seperti itu.

”Benarkah itu Hye Jin?”tanya Umma padaku.

Aku pun hanya bisa tersenyum menandakan bahwa ya itu benar. Hyo Jin hanya terkekeh pelan melihatnya. Awas kau Hyo Jin. Aku pun menatapnya tajam dan dia hanya menjulurkan lidahnya.

”Ne…kau sudah dewasa…tentu saja kau punya pacar…ibu pikir Taemin adalah pria yang baik…asal kau jangan jadi lupa belajar…”pesan ibuku.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya.

”Tenang saja ahjumma…Taemin itu pintar pasti dia akan mengajari Hye Jin…”jelas Hyo Jin lagi.

Aigoo, terus saja ceritakan semua hal tenatangnya pada ibuku.

”Hyo Jin-ah…bagaimana dengan Jin Ki?”tanya ibuku langsung dan itu membuat Hyo Jin tersedak.

”Itu…”serunya. Sudah bisa kutebak dia tidak bisa menjawabnya.

Aku tidak bisa tidak menahan tawaku maka aku pun langsung tertawa terbahak-bahak. Mati kau kali ini Hyo Jin. Aku pun segera meneguk susuku dan mengambil tas lalu mencium ibuku dan berlalu menuju pintu depan.

Aku berjalan sangat hati-hati begitu masuk ke depan gerbang sekolah, pertama karena jalanan menjadi licin karena penuh dengan salju dan yang kedua aku berusaha menghindari saLju agar tidak mengenaiku.

Aku sangat hati-hati berjalan kulihat Hyo Jin sudah ada di depan pintu masuk sedangkan aku masih saja berjalan perlahan di lapangan parkir dia sepertinya ingin balas dendam karena meninggalakannya di rumah dengan rentetan pertanyaan dari ibuku mengenai hubungannya dengan Jin Ki. Aku menatapnya yang menjulurkan lidahnya padaku, sepertinya dia senang sekali aku tersiksa dengan keadaan ini. Aku berjalan sangat pelan namun ternyata sepelan apapun pasti akan terpeleset juga. Aigoo, Basah deh jadinya. Untunglah sebuah tangan menahanku sebelum aku benar-benar terjatuh di atas salju yang dingin dan basah itu.

”Hati-hati…”serunya. Aku melihat Taemin tersenyum dan membantuku berdiri.

”Ne…gumawo…”seruku sambil berusaha menyeimbangkan tubuhku kembali.

Aduh suasananya jadi kaku seperti ini. Jujur aku belum terbiasa dengan statusku sekarang yang adalah yeojachingu dari Taemin. Aku bingung harus seperti apa dan kulihat Taemin sepertinya juga bingung. Lama kami terdiam sampai dia tiba-tiba menggandeng tanganku berjalan. Aku pun hanya bisa menurut mengikutinya berjalan dan bisa kurasakan semua mata langsung tertuju padaku. Aishh, sial sekali. Pasti mereka akan sangat membenciku jika melihat ini. Bagaimana tidak seorang Lee Taemin yang merupakan bintang sekolah bisa berpacarang dengan seorang Choi Hye Jin anak pindahan dari Amerika yang biasa saja. Selama ini mereka juga sudah agak tidak suka denganku terutama para anggota Siwon Fans Club dikarenakan kedekatanku dengan Siwon Oppa, namun sejak mereka merasa aku mulai jauh dari Siwon Oppa mereka sepertinya sudah melupakan hal itu dan juga dengan cowok-cowok populer lainnya. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa dekat dengan orang-orang seperti itu. Aku hanya berjala sambil menundukan wajahku menghindari setiap tatapan orang padaku. Akhirnya aku sampai di depan kelasku.

”Harusnya tadi aku menjemputmu saja…”seru Taemin padaku.

”Andwe…kau tidak lihat tadi…mereka tidak suka melihatku…”seruku.

”Biarkan saja…biar semua orang tahu kalau kau adalah yeojachinguku…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

Aishh, pasti mukaku sudah merah sekarang. Ini pertama kalinya dia bilang aku pacarnya sejak kemarin. Dia tersenyum manis sekali padaku.

”Aku duluan…aku tunggu saat makan siang…”serunya sambil berlalu meninggalkanku yang masih berdiri mematung di depan kelasku. Aku sungguh tidak percaya ini kenyataan.

Saat aku hendak masuk ke kelas Rae Na langsung menarik tanganku menuju mejanya.

”Benar kau sudah jadian dengan Taemin?”tanyanya langsung.

”Ne…”jawabku singkat.

Tiba-tiba dia langsung memelukku dan berjingkrak-jingkrak kegirangan . kenapa dengan dia?

”Chukkae…”serunya masih terus memelukku.

Aishh, anak ini membuatku tidak bisa bernafas. Aku pun berusaha melepaskan pelukannya. Begitu dia mau melepaskan pelukannya kulihat dia tersenyum senang sekali melihatku. Sebegitu senangnyakah dia mengetahuiku jadian dengan Taemin. Tak lama kemudian Key datang dan langsung melempar tasnya ke meja dengan wajah sangat menyeramkan. Kenapa denga dia? Tiba-tiba masuk dengan wajah penuh amarah seperti itu. Mataku dan matanya saling beradu dan bisa kurasakan dia menatapku dengan tatapan sangat membenciku. Memangnya kenapa dia? Apa salahku? Apa aku berbuat kesalahan lagi? Perasaan kemarin tatapan matanya sudah tidak setajam dulu lagi, kupikir dia sudah mulai melupakan masalah diantara kami dan sepertinya sebentar lagi kami akan baikan lagi tapi entah kenapa sekarang dia kembali lagi bahkan lebih parah lagi. Sudahlah aku tidak habis pikir dengan orang itu. Dia pun segera keluar dari kelas.

Key POV

Aku benar-benar benci dengannya. Hah aku malas sekali masuk kelas karena dia ada disana saat ini. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi. Aku benci dia. Kenapa dia harus jadian dengan Taemin. Arggh. Tidak bisakah dia melihatku. Melihat perasaanku padanya. Aku menyendiri di atas atap sekolah menenangkan pikiranku karena aku sangat kaget mendengar berita bahwa Hye Jin sudah jadian dengan Taemin. Bagaimana bisa ini terjadi? Aku hanya bisa menatap langit yang mendung dan tumpukan salju dimana-mana. Tak terasa air mataku turun. Aku pun berusaha untuk menghapusnya. Kenapa aku harus menangisinya. Babo kau Key! Sudah kubilang lupakan dia segera karena dia tidak pernah menyukaimu kenapa kau masih saja memyimpan perasaan itu. Inilah akibantnya. Seruku kepada diriku sendiri. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Sungguh aku sangat sedih mendengar berita itu. Seharusnya dari awal aku sadar Hye Jin tidak pernah menyukaiku tapi kenapa malah sangat mencintainya dan tidak bisa melupakannya seperti ini.

”Key-ya…”seru sebuah suara sambil menepuk bahuku.

Saat aku menoleh aku mendapati Jonghyun sudah duduk disampingku sama-sama memandang langit.

”Disini dingin…kenapa tidak kembali ke kelas?”tanyanya padaku.

Aku hanya terdiam tetap memandang langit.

”Aku tahu kau pasti sedih karena hal itu…tapi Key…sudahlah…masih banyak gadis di dunia ini bukan hanya Hye Jin seorang…kenapa kau jadi lemah seperti ini…”serunya lagi.

Aku hanya bisa menunduk mencerna perkataannya. Ya memang di dunia ini banyak gadis lain bukan hanya Hye Jin tapi hanya Hye Jin gadis yang aku cintai dan tidak ada yang bisa menggantikannya di hatiku. Dia adalah gadis pertama yang benar-benar mampu masuk ke dalam hatiku. Oleh sebab itu tidak mudah untukku melupakannya.

”Aku tahu kau sangat mencintainya…tapi berusahalah untuk melupakannya…cinta itu tidak harus memiliki…”serunya lagi sambil menepuk bahuku lembut.

Jonghyun-ah, kau tidak tahu bagiku cinta itu harus memiliki, kalau aku tidak bisa memilikinya maka sebaiknya aku berhenti mencintainya tapi aku tidak bisa. Aigoo, otakku sudah tidak waras lagi sepertinya. Key sadarlah kembali menjadi dirimu sendiri. Masa kau menangis hanya gara-gara seorang gadis. Ya aku harus melupakannya. Sudahlah semua sudah terjadi dan aku tidak akan pernah memilikinya. Ya aku akan melupakannya dan menjadi Key yang dulu. Tekadku dalam hati.

Aku pun berdiri dan beranjak pergi.

”Gumawo Jonghyun-ah…kau memberiku sedikit pencerahan…”seruku dan berlalu pergi dari tempat itu.

Aku sempat melihat wajah Jonghyun yang sedikit bingung melihat perubahan sikapku yang tiba-tiba seperti itu. Ah sudahlah.

Hye Jin POV

Saat ini semua mata tertuju pada mejaku. Yah bagaimana tidak kali ini aku makan siang hanya berdua dengan Taemin. Yang sepertinya biasa saja dengan keadaan ini hanya anak-anak klub basket yang duduk di pojok ruangan sambil sesekali terkekeh ke arah kami dan yang paling sering melakukan itu adalah Changmin sunbae, beberapa kali dia terkekeh melihat ke arahku kemudian diikuti oleh yang lain seperti Sungmin dan Kyu. Awas saja mereka. Siwon Oppa juga tidak luput untuk melihatku tapi seperti biasa dia hanya menatapku sekilas dengan tatapan dingin yang seperti biasa dia lakukan semenjak sebulan lalu. Kadang aku ingin sekali tahu kapan semua ini akan berakhir, kapan Siwon Oppa akan kembali memangilku dongsaeng. Aku rindu dengan senyumannya yang hangat itu, aku rindu dengan kata-katanya yang begitu menyejukkan hatiku, aku rindu tingkahnya yang selalu berusaha mencari perhatianku. Aku rindu padanya, padanya yang dulu.

”Gwencahana?”tanyanya yang melihatku terus menatap Siwon Oppa yang berjalan menuju meja Kibum sunbae.

”Ne…gwenchana…”seruku padanya sambil tersenyum.

”Sabarlah…”serunya lagi.

Aku hanya mengangguk dan kembali memakan makananku. Yah aku harus sabar. Aku tahu Siwon Oppa sayang padaku dan dia hanya butuh waktu. Aku yakin itu.

Setelah makan siang, aku ingin sekali menemui Donghae Oppa, sepertinya sudah lama aku tidak mengobrol dengannya, dia sangat sibuk sekali mempersiapkan ujian akhir ini.

”Aku duluan ya…aku mau ke ruang teater sebentar…”seruku pada Taemin begitu kami selesai makan.

”Mau bertemu Oppa mu?”tanyanya.

”Ne…tidak apa-apa kan?”tanyaku padanya. Aku takut dia marah kalau aku mau bertemu dengan Oppakuu bukannya biasanya seorang pacar akan cemburu bila melihat pacarnya menemui pria lain.

”Ne…diakan Oppamu dari dulu…”serunya sambil terkekeh pelan dan kemduian tersenyum.

”Gumawo…”seruku sambil tersenyum dan berjalan menuju ruang teater.

Sampai di depan ruang teater aku melongok ke dalam mencari sosok orang yang sangat aku sayangi itu.

”Oppa..”seruku sambil melongokkan kepala ke dalam tapi aku tidak melihat siapa-siapa.

Maka aku putuskan untuk masuk ke dalam, aku kembali memanggilnya namun tidak ada jawaban. Kemana Donghae Oppa? Biasanya setiap jam makan siang dia ada disini. apa dia sudah kembali ke kelas. Saat aku hendak berbalik kembali ke kelasku, sebuah tangan menutup mataku. Aku sudah hapal cara seperti ini pasti Donghae Oppa.

”Oppa!!!lepas!!”seruku.

Donghae Oppa hanya tertawa dan melepsakan tangannya dari mataku.

”Ada apa mencariku?”tanyanya padaku.

”Memangnya aku tidak boleh bertemu Oppaku..”seruku padanya.

”Ya!kau juga dulu bertanya begitu padaku…”serunya sambil mengerucutkan bibirnya. Ternyata dia mau membalasku.

”Aishh…Oppa aku kan hanya bercanda waktu itu…”seruku sambil tersenyum sangat manis.

Donghae Oppa hanya mengacak-acak rambutku lembut.

”Oppa aku mau cerita padamu…”seruku.

Yah memang tujuanku kesini adalah memberitahunya bahwa aku sudah jadian dengan Taemin karena aku yakin dia akan sangat marah jika dia tahu aku sudah jadian dengan Taemin tapi tidak memberitahunya. Oleh sebab itu lebih baik aku ceritakan saja sekarang.

”Aku sudah tahu…sebenarnya aku sedikit marah padamu karena kau telat memberitahuku..karena aku tahunya dari orang lain bukan dari dongsaengku…”serunya lagi sambil menjitak kepalaku.

”Aishh…Oppa sakit tau…mianhe…”seruku dengan wajah memohon. Dia hanya terdiam dan berbalik memunggungiku. Jangan-jangan dia marah lagi.

”Oppa…jangan marah….mianhe…”seruku sambil mengenggam tangannya.

Kulihat Donghae Oppa hanya terdiam. Apa dia benar-benar marah padaku. Aigoo, jangan sampai dia marah padaku. Oppa sungguh aku tidak bermaksud tidak memberitahumu. Seruku dalam hati. Namun tiba-tiba Oppa sudah memelukku.

”Hye Jin-ah…kapan aku pernah marah padamu…aku senang mendengarnya meski bukan dari dirimu langsung…”serunya sambil memelukku.

Aku pun segera melepaskan pelukannya dan memanyunkan bibirku. Aku merasa di tipu lagi olehnya. Kenapa sih dia bisa pintar berakting seperti itu. Aku tahu ini sebabnya dia menjadi andalan di klub drama. Dia berakting sangat bagus. Kenapa dia tidak ambil jurusan film saja nanti di kuliah malah mengambil matematika.

”Marah nih ceritanya…ya sudah…ayo makan…aku buat bibimbap kesuakaan dongsaengku yang cantik ini…”serunya sambil menyentuh pipiku dengan telunjuknya dan langsung menarikku menuju meja tempat dia makan tadi.

Aku melihat ada beberapa potong bibimbap disana. Aku sudah makan siang tapi jujur aku tidak bisa melewatkan bibimbap buatan Donghae Oppa yang sangat enak ini, tapi aku juga gengsi, aku kan sedang marah sekarang. Aku masih mengembungkan pipiku menandakan aku masih marah. Kulihat Donghae Oppa hanya terkekeh perlahan dan mengambil sumpit lalu menyumpit potongan bibimbap itu dan langsung memasukannya ke dalam mulutku.

”Oppa!!!”seruku dengan mulut penuh bibimbap.

Sementara Donghae Oppa hanya tertawa terbahak-bahak melihatku. Aishh, aku punya Oppa yang sangat menyebalkan. Namun tidak bisa kupungkiri aku sayang dia. Aku pun langsung mengambil sumpit di tangannya dan menyumpit potongan bibimbap yang lain dan langsung memasukannya ke mulut Oppa. Setelah itu gantian aku yang tertawa terbahak-bahak melihatnya. Ah, kapan lagi aku bisa seperti ini dengan Donghae Oppa, sebentar lagi dia akan meninggalakan sekolah ini.

Hari ini aku harus pergi bekerja lagi. Tetap harus bertahan meski salju ada dimana-mana. Aku memasukan bukuku ke dalam tas secara terburu-buru takut salju turun terlebih dahulu sebelum aku sampai di tempat aku bekerja.

”Buru-buru sekali…”seru Rae Na di sampingku.

”Langit sudah sangat mendung sebentar lagi pasti turun salju…”seruku masih sambil terus memasukan bukuku ke dalam tas.

”Hye Jin-ah…kau merasa aneh tidak dengan Key hari ini?”tanya Rae Na padaku.

Aku menatapnya dengan pandangan bingung. Yah aku juga merasa Key sedikit aneh hari ini, pagi-pagi dia datang dengan marah-marah sekarang dia sudah kembali seperti biasanya. Ada apa dengannya?mungkin dia mimpi buruk tadi malam.

”Habisnya tadi pagi dia datang dengan marah-marah membuatku takut saja tapi sekarang dia sudah kembali ceria lagi…”jelas Rae Na.

Aku hanya menegakkan bahuku tanda aku tidak mengerti. Aku menyampirkan tasku di bahuku dan berjalan keluar bersama Rae Na, namun saat aku hendak keluar aku menabrak seseorang dan itu Yu Ri.

”Mianhe…”seruku padanya.

”Jalan lihat-lihat dong!”serunya dengan wajah sangat kesal.

Huft, aku harus extra sabar menghadapi orang seperti dia. Kenapa sih Key bisa suka dengan cewek keras kepala dan emosian seperti dia ini. Pasangan yang aneh. Aku kembali minta maaf padanya. Namun tiba-tiba Key langsung menarik tangan Yu Ri pergi dari tempat itu. Key menatapku sekilas dengan tatapannya yang biasa lalu pergi. Dua orang aneh, kenapa mereka bisa jadi pasangan seperti itu. Gerutuku dalam hati.

”Sudah kajja…”seru Rae Na mengajakku segera pulang.

Seperti biasa Taemin sudah ada di depan gerbang sekolah menunguku.

”Tuh udah ditunggu…”seru Rae Na sambil tersenyum.

”Ne annyeong…”seruku pada Rae Na dan berjalan menghampiri Taemin yang sudah menungguku.

”Kajja…sebelum salju turun…”serunya sambil memberikan helm padaku dan tersenyum mengejek.

Aishh, kenapa sih dengan benci salju? Kenapa semua orang menganggapku aneh padahal kan biasa saja. Apa mereka tidak merasa kalau salju itu tidak selamanya menyenangkan. Tak lama kemudian kami sudah sampai.

”Nanti aku jemput ya…”katanya begitu aku turun dari motornya dan memberikan helm itu padanya.

Aku menganguk singkat dan berjalan masuk ke dalam.

”Hye Jin-ah…sudah pulang sana…sudah jam 8 malam…kau ini selalu saja lupa waktunya pulang…”seru Ahjumma padaku yang masih sibuk membereskan meja. Karena tadi banyak sekali pelanggan yang datang.

”Ne…ahjumma…”seruku sambil meletakkan celemekku dan bergegas mengambil tas ku di dapur.

”Dia setia sekali menunggumu ya…”seru ahjumma ketika aku hendak berpamitan padanya.

Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Pasti Taemin sudah lama menunggu di depan, dia kan sudah tahu aku pulang jam 8, perasaan tadi aku sudah sms padanya, kenapa dia datang lebih cepat.

Aku keluar dan mendapatinya sedang duduk di tempat biasa, aku berjalan menghampirinya dan ternyata dia ketiduran lagi. Memangnya bisa tidur di tempat seperti ini,aneh sekali dia. Aku hendak membangunkannya namun lagi-lagi aku terpaku pada wajah polosnya ketika tidur itu. Entah kenapa setiap melihatnya tertidur seperti ini, aku selalu tersenyum tanpa sadar. Aku duduk disampingnya dan terus memandanginya yang sedang tertidur. Tiba-tiba aku sadar dia tidak memakai syalnya. Kenapa harus terburu-buru menjemputku sampai melupakan syalnya, sudah tahu hari ini dingin sekali bahkan tadi sempat turun salju. Dia masih bisa keluar tanpa syal, mana tertidur seperti ini. Seruku dalam hati. Kemudian aku pun melepaskan syalku dan mengenakannya di leher Taemin. Sampai kapan dia mau tidur, aku jadi tidak tega membangunkannya. Aku masih terus menatap wajahnya dan menjulurkan tanganku menyentuh pipinya, dingin sekali. Sudah berapa lama dia tertidur disini. aku pun mengelus pipinya beberapa kali. Tiba-tiba dia membuka matanya dan tersenyum jahil padaku.

”Ya!kau sudah bangun daritadi!”seruku sambil memalingkan mukaku karena malu mengingat apa yang sudah aku lakukan tadi.

”Kau memandangiku terus…jadi aku tidak tega menganggumu…”serunya masih dengan senyuman jahilnya.

”Ya!”seruku.

Aku pun memukul bahunya pelan. Dia hanya terkekeh pelan.

”Sakit tau!”serunya sambil mengelus lengannya.

”Apa!jangan bilang kau mau bilang aku mirip seperti pria seperti oppaku!”seruku padanya.

Dia kini malah tertawa dan mencubit pipiku.

”Sakit Taemin!”seruku sambil mengelus-elus pipiku yang di cubit oleh pipinya.

”Wajahmu lucu saat memandangiku…aku senang…kapan-kapan aku ingin melihatnya lagi…”serunya.

”Tidak akan…”seruku.

”Ayo pulang jagi…”serunya padaku.

Omo dia memanggilku jagi, ini pertama kalinya dia memanggilku jagi. Aku pun tersenyum padanya dan berjalan mengikutinya. Ini yang selalu membuatku semakin menyukainya. Dia sangat perhatian padaku.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

28 thoughts on “LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]”

  1. aih so sweet banget sih taem ama hye jin haha

    lanjut ya thooor B-)

    ohya salam kenal, mya imnida 😀
    aku reader sejati ff mu ini lho thor hehe

  2. Huaaaa,,,dri jam 5 td nggu…
    Akhirnyaaaa…
    Ah,,suka dh couple.a taemin ma hyejin…^^
    Oenni,,lnjutan.a jgn lama2 ya…
    Dbyk.n adgan taemin ma hyejin…:))

  3. KYAAAAHHHHH~
    deg2an bacanya…
    huaaaa bayiku udah gede. udah punya pacar..
    tae-ya, jangan macem2!
    cukup pegang tangan aja! /plak!

    author, maaf saya bingung.
    kok ada kalimat ‘beberapa potong bibimbap’?
    bibimbap bukannya nasi campur yg diaduk pake bumbu merah minyak wijen ya?
    mgkn maksudnya kimbap klo yg digulung pake nori.
    gitu aja..
    makasih^^/

    oiya, HyeMin ga boleh putus..
    /usir key
    huss.. huss..

  4. aahhh .. suka hyejin ama taem jadiaannn … saling perhatian pula ..
    kekekke …
    key buat aku aja daahhh …
    gg akan d sakitin koookk ..
    wkwkwkwk *NGAREEPP POOOLLL!!

  5. hwwaaa. so sweet.
    onnie. pkoknya tambah romantis .
    akkakak. Key jebakaran jenggot ngedenger hyejin dah pacaran ma taemin. wkwkwk
    Lucuu. ???

    pkoknya diteruskan dna sya tunggu,
    semangat!!

  6. Aiggooo..
    ini ff selalu bikin dugeun2 ya kalo lagi adegan HyeMin hahaha
    Siwoonn terima adek mu napa kalo engga aku cerein loh (?) *Siwon: kawiin aja belom* /Plak

    authooorrr… lanjutannya jangan kelamaan yaaaa..
    saya sangat menantikan ini ff..
    oh iya kelanjutan Hyo jin sama jinki gimana?? trus abang Key masa ama yuri..
    ga SUDIII hahaha….

  7. yah TBC .. padahal lagi seruuu ..
    THOOOOOOOOOR LANJUUUUUUTT ..
    sukaa banget sama love’s way.. bagus banget ceritanya .. serius dehh ..
    aku tunggu loh thor lanjutannya .. inget jangan lama lama #ngancem

  8. senengnya jadi Hye Jin-_- jadi pacarnya Taemin,ditaksir sama Key,deket sama Siwon,jadi dongsaengnya Donghae oppa pulaaa~ aaaaaa iri deh iri *Hye Jin: rasain lu!* Taemin so sweet banget ya? uuuuuuuu si Jonghyun oppa juga dewasa banget…. ditunggu part selanjutnya. oh iya,salam kenal juga^^

  9. Hmmm aku selalu di buat ngefly sama ff onnieee~ ngebayangin Taemin yang segitu lembutnya sama pacarnyaaa unyuu! pengen gitu jadinya. Onnie suka Minho gaa? ekspos minho dong onn wkwk *reader yang maunya banyak* ah tapi gak juga gapapa kok onn. ini buaguuuss!

  10. finally,, hye jin jadian jg ama taemin,,
    ikutan mrinding pas hyejin dipanggil jagi…*hikss..aku jg mau
    i love the way you telling the story,,*mian bhs inggrisnya amburadul..kekeke..

  11. hehe. . .bca adeganny taemin ma hye jin ktwa2 ndri. . .mrka soo sweet bgt. . .!
    q jg mw liat taemin lg tdur!mw. . .mw. . .mw. . .-,-

  12. Uljima,, uljima Key sayang.. Jangan sedihh,, masih ada aq koq,,,hehe

    Legaa akhirnya Taemin dan Hyejin jadian,, biarpun Key jd sakit hatii,,,

    gx sabarr,, lanjut!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s