[FF PARTY] Love Light – Part 3

Love Light (Part 3)

Author : Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast: Choi Minho, Park Raena

Support Cast: Krystal Jung, Victoria Song (Raena’s eomma), Choi Siwon (Minho’s appa), Im Yoona (Minho’s eomma), Park Jungsu (Raena’s appa), Kim Jonghyun, Kim Kibum, Eunhyuk, Yoon Doojoon, Hwang Chansung, Lee Joon, Lee Ji Eun, Min Hyorin

Length: Sequel

Genre: Romance

Rating : PG-13

Credit song: CNBLUE – Love Light, SHINee – Hello, f(x) – Nu ABO

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Minho POV

Cewe itu semakin mendekat, aku melangkah mundur, siapa dia? Dia mau ngapain? Saat dia mendekat aku mulai bisa mengenali wajahnya, Raena noona? Ngapain dia di sini? Ruang ganti cowo?

Aku: “Noona, mau nga…ngapain? Ini kan ruang ganti cowo…”

Raena: “Minho, punggung kamu kenapa?”

Aku: “Eh, gapapa kok.” Aku langsung memakai kaos basketku, tetapi Raena noona malah menarik-narik bajuku.

Raena: “Kenapa Minho? Tadi aku liat kamu kesakitan, terus tadi aku liat punggung kamu luka-luka, kenapa?” Ia tampak khawatir, aku menunjukkan luka-luka itu padanya.

Raena: “Ya ampun, Minho, kok bisa? Pasti sakit banget ya? Kita ke dokter ya, bisa parah loh, kalo infeksi gimana? Kalo ada yang sobek gimana?”

Aku: “Gapapa kok noona…” Tetapi Raena noona langsung menarik lenganku.

Raena: “Ayo kita ke dokter sekolah!”

Aku: “Eh, tapi bentar lagi latihan dimulai, Eunhyuk hyung ntar ngomel.” Raena noona tidak menghiraukanku. Raena noona langsung menghampiri Eunhyuk hyung.

Raena: “Eunhyuk, si Minho gak bisa ikut latihan, dia sakit.”

Di klinik sekolah dokter menyuruhku telungkup di atas tempat tidur, dokter pun mulai mengobatiku, katanya ada yang sobek jadi harus dijahit. Raena noona terus memegang lenganku, dia meneteskan air matanya ketika mendengarku berteriak kesakitan, maaf Raena noona karena telah membuatmu khawatir. Sepulangnya dari klinik sekolah aku mengajak Raena noona ke bakery dan membantu eomma, ia tampak senang sekali.

Aku: “Noona, udah gak ngambek sama Minho lagi kan? Hehe” Kami sekarang sedang ada di dapur, aku akan membuat chocolate truffle hari ini.

Raena: “Hmmm, gimana ya? Tapi Minho emang nyebelin, aku kan jadi malu sama oppa.” Raena noona yang sedang mengaduk krim mencolek krim itu di pipiku.

Aku: “Hei noona,  jangan main-main ah, ntar krimnya jadi kotor kena tangan noona,hahaha…” Tiba-tiba Jonghoon hyung datang dan menghampiri kami.

Jonghoon: “Ehem, romantis banget sih pacaran di dapur,hahaha…”

Aku: “Siapa yang pacaran? Udah hyung balik lagi aja ke depan ntar kalo gak ada hyung yang terkenal ganteng itu pembeli jadi males kesini,hehe” Raena noona ikut tertawa. Hari-hariku jadi sangat menyenangkan karena ada Raena noona disampingku.

***

Raena POV

Wahhh akhirnya kuliah juga, aku melanjutkan sekolahku di Seoul School of Arts, dan tentunya aku mengambil bidang ballet. Aku tak berniat melanjutkan sekolah di bidang akademis, aku sudah membulatkan tekadku menjadi ballerina profesional. Aku masih sering ke Seoul High School untuk melatih adik kelasku di klub ballet dan tentunya untuk mengunjungi Minho juga. Tak tau sejak kapan hatiku selalu cenat cenut bila ada di dekat Minho, apa aku mulai mencintainya? Minho sudah jarang berkelahi ia tak mau membuatku menangis lagi.

Saat ini aku sedang ada di studio klub ballet SHS melatih adik-adik kelasku. Aku sangat kangen latihan disini padahal belum setahun aku meninggalkan sekolah ini. Selesai melatih rencananya aku mau mengunjungi Minho, aku kangen sekali padanya, sudah sebulan kami tidak bertemu, dia mulai sibuk mempersiapkan ujian kelulusannya dan aku sangat sibuk latihan. Kulihat Minho berlari ke arahku, ia semangat sekali.

Minho: “NOONA!!!!” Ia melambaikan tangannya ke arahku, saat aku mau membalasnya tiba-tiba ada sesuatu yang tidak mengenakan hatiku, aku tidak jadi membalas lambaian tangannya. Ada seorang cewe yang memeluk Minho dari belakangnya.

Cewe: “Oppa, mau kemana sih, Krystal kan belum selesai bicara.” Minho melepaskan pelukan cewe itu dan langsung menghampiriku dan memelukku.

Minho: “Noona, Minho kangen, pasti Noona kangen kan sama Minho? Hehe…” Aku tidak menjawabnya, hanya tersenyum  padahal aku memang kangen padanya. Tiba-tiba cewe tadi menarik lengan Minho.

Cewe: “Oppa, siapa dia?”

Minho: “KRYSTAL, LO BISA BERHENTI GANGGUIN GW GAK SIH?” Cewe yang bernama Krystal itu malah tersenyum.

Krystal: “Gak bisa oppa, soalnya kan oppa milik aku. Siapa cewe ini oppa?” Ia menunjuk ke arahku.

Minho: “Lo gak perlu tau.”

Krystal: “Kok oppa gitu sih, kan aku pacar oppa.” Pacar? Minho udah punya pacar?

Minho: “Sejak kapan gw jadi pacar lo,hah?”

Krystal: “Sejak oppa cium aku, itu tandanya oppa mau jadi pacar aku.” Minho pernah nyium cewe ini, kenapa tiba-tiba hatiku sakit?

Minho: “Lo emang cewe setres, udah gw bilang waktu itu gak sengaja, jangan anggap itu ciuman dari gw.”

Krystal: “Pasti oppa bohong kan? Oppa pura-pura nih, pasti oppa sengaja, aku tau kok. Pokonya sekarang oppa udah jadi pacar aku, TITIK.” Aku hanya bisa terdiam, tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, aku merasa diabaikan, apa sebaiknya aku pergi? Aku memutuskan meninggalkan mereka tetapi Minho menarik lenganku.

Minho: “Noona, mau kemana?”

Aku: “Pulang, kayaknya masalah kalian belum selesai, lebih baik diselesaiin dulu.”

Minho: “Udah cuekin aja dia mah noona, emang dia cewe gila, ayo Minho anter noona pulang.” Minho menggandeng lenganku, kami meninggalkan Krystal sendirian, kulihat tampangnya kesal.

Akhirnya sampai di Choi Bakery kulihat Tante Yoona sedang melayani pelanggan, saat melihatku dan Minho ia langsung tersenyum dan menghampiri kami.

Tante Yoona: “Raena sayang, apa kabar? Udah lama banget gak kesini?”

Aku: “Maaf tante, aku lagi sibuk,hehe..”

Tante Yoona: “Iya deh yang udah kuliah, eomma kamu sih masih sering kesini bareng appa kamu.”

Aku: “Hehe, iya tante.”

Tante Yoona: “Gara-gara kamu jarang kesini Minho jadi sering bete nih,hehe.” Kulihat Tante Yoona menyenggol Minho.

Minho: “Apaan sih eomma?” Minho menggaruk-garuk kepalanya yang jelas sekali tidak gatal.

Minho: “Noona ke dapur yu!” Minho mengajakku ke dapur, wahh asik nih bisa makan kue buatan Minho gratis lagi,haha.

Minho: “Noona gak nanyain Jonghoon hyung? Hehe…”

Aku: “Ehh, hmmm… emang harus ya?”

Minho: “Yaa dulu kan biasanya nanyain Jonghoon hyung melulu.” Ya itu dulu Minho, sebelum ada kamu, kataku dalam hati. Aku hanya tersenyum padanya dan mulai mengalihkan pembicaraan.

Aku: “Hayooo cewe tadi beneran pacar kamu kan?”

Minho: “Eh, gak noona, beneran deh…”

Aku: “Kalo beneran pacar Minho gapapa kok, cieeee Minho udah pacar-pacaran nih,hehehe…”

Minho: “Dia bukan pacar aku noona, dianya aja yang kegeeran, jelas-jelas waktu itu kita ciuman gara-gara aku gak sengaja nabrak dia terus kita sama-sama jatoh. Ahhhh emang dia cewe gila, sejak dia masuk SHS ngejar-ngejar aku terus, aku pusing noona.” Aku mengacak-acak rambutnya.

Aku: “Hati-hati loh Minho, jangan terlalu benci sama orang, ntar lama-lama bisa suka,haha…” Aku menggodanya padahal aku sedih kalo Minho beneran akan suka pada Krystal. Tiba-tiba Minho memegang tanganku yang sedang mengaduk adonan dan menatapku dengan mata besar indahnya.

Minho: “Noona, jangan dibahas lagi ya, mending bahas yang lain…” Tatapannya benar-benar membuat jantungku berdebar terus, cenat-cenut lah pokonya.

*

Di kantin kampus aku sedang makan siang bersama Ji Eun dan Hyorin, temanku di kampus. Tiba-tiba ada seorang cowo duduk di sebelahku, Doojoon sunbae dari jurusan Cinematography.

Doojoon: “Hai cewe-cewe cantik, kita boleh gabung kan?” Ternyata ia mengajak gengnya, Chansung, Joon sunbae, dan Jonghyun yang sialnya satu kampus denganku lagi. Sebenarnya aku sangat tidak suka dengan geng “I know you so we~ll” yang suka sok kenal itu. Tiba-tiba Doojoon sunbae memegang tanganku.

Doojoon: “Raena, gimana kalo besok malem kita nonton? Aku traktir deh?” Aku langsung melepaskan tangan Doojoon sunbae.

Aku: “Maaf aku gak bisa, banyak kerjaan.”

Doojoon: “Sekali aja, Raen…ayo…kamu udah nolak aku sejuta kali nih, masa kamu tega?” Ia meraih tanganku lagi kemudian menciumnya, eeeyuwhhh…

Aku: “Maaf sunbae, tapi aku beneran gak bisa..”

Jonghyun: “Udahlah hyung Raena maunya Cuma sama aku, iya kan babe?” Apa lagi nih si Jonghyun ikut-ikutan.

Chansung: “Hmmmm kalo aku ajak Hyorin gimana?”

Hyorin: “Hmmmm, pleasure, hehe…” Kok bisa-bisanya Hyorin mau jalan sama member geng “I Know you so we~ll”.

Joon: “Ji Eun mau kan jalan sama aku?”

Ji Eun: “Aku mau asal aku yang tentuin tempatnya. Ayo Raen, ikutan!” Ahhhh, Hyorin dan Ji Eun sudah gila, aku tak mau pergi bareng mereka yang sudah sangat terkenal sering buat masalah dan merupakan bad boy paling berbahaya di Seoul. Doojoon sunbae adalah anak pemilik Seoul School of Arts jadi dia bossy gitu orangnya dan semua orang harus memenuhi semua keinginannya. Semua orang memang takluk pada Doojoon sunbae dan selalu memenuhi keinginannya, tetapi aku tidak. Mungkin karena itu lah dia tidak bosan-bosan mengajakku pergi sampai aku bilang iya. Hyorin dan Ji Eun terus memaksaku, tetapi aku pun terus bilang tidak.

*

Hari Sabtu,selesai kegiatan di kampus aku berniat mengunjungi Choi Bakery dan melalui malam mingguku bersama Minho sambil membuat kue. Aku telah mengirim pesan pada Minho dan ia bilang ia akan menjemputku di kampus.  Aku keluar dari studio ballet bersama Ji Eun dan Hyorin, tak terasa sudah pukul 8 malam dan kampus ini sudah sangat sepi tersisa kami bertiga. Kami berjalan menuju gerbang depan, katanya Minho akan menjemputku di gerbang depan kampus.

Hyorin: “Duhhh maaf banget, Raen ternyata aku dijemput di gerbang belakang.”

Ji Eun: “Ehh, aku juga dijemput di gerbang belakang, maaf ya Raen kamu jadi pulang lewat gerbang depan sendiri.” Mereka berdua meninggalkan aku, sebenarnya aku sudah biasa sendirian malam-malam setelah selesai latihan sejak sekolah dulu, tetapi SHS tidak sebesar gedung SSA, aku jadi merinding. Minho udah dateng belom ya? Gerbang depan sudah terlihat, tetapi tampaknya Minho belum datang. Sebelum sampai di gerbang depan tiba-tiba ada yang menarik tanganku dan membekap mulutku, TOLONG!

***

Minho POV

Ujian Tengah Semester ini membuatku gila, ingin rasanya melampiaskan kekesalanku di lapangan basket. Aku memang selalu jadi juara kelas, ya tapi itu membuatku tertekan, harus belajar lebih giat dari yang lain. Saat keluar kelas tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang.

Aku: “Key? Jangan main-main ahh lo, gak lucu tau…” Aku meraba-raba tangan yang menutup mataku, tangannya mungil dan sangat lembut, bukan tangan Key ternyata, orang itu melepas tangannya dan muncul di hadapanku, ternyata Krystal.

Krystal: “OPPA!!!” Ahhh ngapain lagi sih dia?

Aku: “Udah gw bilang jangan pernah ganggu gw lagi, dan gw bukan pacar lo, inget itu!”

Krystal: “Semakin oppa bilang kayak gitu semakin Krystal gangguin oppa, hehe… Oppa pokonya malem ini harus  temenin aku ke acara ulang tahun Sulli, yaaa….yaa… Oppa jemput aku jam 5, OK? Jangan bilang tidak!” Krystal langsung pergi meninggalkanku, ahhh dasar cewe gila, aku kan udah janji jemput Raena noona jam 8. Sebelum ke lapangan basket tiba-tiba ada yang merangkulku.

Aku: “YAAAAA KRYSTAL, ARASSEO ARASSEO, ntar gw jemput jam 5.”

Key: “Woooy man, galak bener, cieee mau ngapain sama Krystal?”

Ah ternyata si Key.

Aku: “Ehhh itu, dia maksa gw pergi sama dia ke pestanya Sulli.”

Key: “Wah, jadinya lo nerima Krystal nih ceritanya, PJ dong ya? Hahaha”

Aku: “Eh bukan gitu, gw juga terpaksa…”

Key: “Raena noona mau dikemanain tuh? Buat gw aja gimana? Hehe”

Aku: “Wowowowow, no way, gw gak nerima Krystal dan jangan pernah deketin Raena noona, “

Key: “Hehehe just joking, man…galak bener, kan gw mah udah punya Nicole yang sedang menunggu di CA”

*

Jam 5, aku siap menjemput Krystal, aku sangat malas pergi sebenarnya jadinya pergi ke pesta Cuma pake kemeja casual, celana jeans, sepatu keds, dan sweater, ahh bodo amat yang penting pulangnya aku bisa ketemu Raena noona.

Aku tiba di depan rumah Krystal, rumahnya cukup besar dan mewah lumayan sulit menemukan alamat yang ia SMS tadi. Aku meraba-raba sakuku, ahhh SIAL, hapeku ketinggalan… Gimana hubungin Raena noona nih?

Setelah 15 menit menunggu Krystal akhirnya dia keluar juga, ia mengenakan dress berwarna ungu dibalik coat nya, dandanannya menor pula, kayak mau ke nikahan aja, aku merasa sangat seperti gembel jika dibandingkan dengannya.

Krystal: “Oppa, maaf nunggu lama, tadi make-up nya lagi dipake eonni jadinya lama, maaf ya oppa…Kajja…” Krystal memeluk pinggangku erat padahal aku melajukan motorku sangat lambat, sengaja supaya dia tidak usah memeluk pinggangku, tapi ternyata, ahhh cewe gila ini maunya apa sih?

Sesampainya di pesta Sulli, Krystal langsung menggandeng lenganku.

Krystal: “Ahh harusnya aku milihin baju buat oppa, sense of fashion nya oppa buruk banget.” Ahh dia ngomong apa sih, aku tidak begitu menikmati pestanya, saat melihat jam tanganku, ternyata udah jam 8, gimana nih? Raena noona pasti udah nunggu, dan bodohnya hapeku ketinggalan, dasar Minho babo.

Aku: “Krystal, gw balik duluan ya…” Krystal tidak menghiraukanku, ia malah menarik lenganku dan membawaku ke kerumunan teman-temannya. Krystal mengenalkan pada teman-temannya bahwa aku ini pacarnya, seenaknya aja nih cewe gila, ahhhhh aku mulai stres, udah jam 9, gimana nih?

Aku: “Krystal….” Belum selesai aku berbicara Krystal malah memotong pembicaraanku.

Krystal: “Oppa, dance yu…Jarang-jarang nih…”

Aku: “Krystal, gw harus pulang, udah ada janji…”

Krystal: “Kok oppa gitu, ntar aku gimana pulangnya? Oppa mau aku teriak bia orang-orang nyangka oppa ngapa-ngapain aku?” Ahhh cewe gila ini makin berulah aja, aku terpaksa diam, aku sungguh khawatir, Raena noona pasti marah, dia gapapa kan tapinya?

Akhirnya pestanya selesai juga, saat aku melihat jam tanganku, udah jam 10, EOTTEOHKE??? Ahhh SIAL!

Aku: “Krystal, maaf lo pulang naik taksi aja, annyeong!” Aku langsung berlari meninggalkan Krystal yang sedang mengobrol dengan Sulli, mengambil helm dan langsung ngebut menuju kampus Raena Noona.

Kampus Raena noona sudah sangat sepi, apa dia udah pulang? Ahh gimana nih? Aku memarkirkan motorku lalu mulai mencari Raena noona, coba aja aku bawa hape, bisa langsung ketemu Raena noona nih. Aku masuk lewat gerbang depan, lobi sangat kosong, tiba-tiba ada satpam menghampiriku.

Satpam: “Ada yang bisa dibantu, mas?”

Aku: “Mau cari siswa sini namanya Raena, bapa tau?”

Satpam: “Aduh, mas udah gak ada orang disini mah, udah sepi paling juga ada penunggunya…”

Aku: “Ahh bapa bisa aja…” Tiba-tiba terdengar suara cewe berteriak “AHHHH ANDWAE!!!”

Aku: “Pa, suara apa tuh? Makanya jangan sompral pa!”

Satpam: “Suara kayak gitu mah udah sering saya denger,mas” Suara itu berlanjut dengan suara tangisan cewe, serem juga pikirku.

Aku: “Pa, siapa tau itu orang beneran pa, bukan setan…gimana kalo kita liat, siapa tau dia butuh bantuan.”

Satpam: “Kalo ada temen sih saya berani ngecek, mas…ayoo!” Kami berdua mulai menyusuri koridor, sebelah kiri ada gedung seni lukis, sebelah kanan ada gedung seni patung, suara terdengar sangat jelas dari sebelah kanan.

Aku: “Dari sini pa suaranya, ayo cari!” Kami bedua menelusuri gedung seni patung membuka semua pintu yang ada, nihil, tidak ada apapun. Tinggal pintu terakhir, pintu ruangan paling ujung, studio. Aku mencoba membuka pintunya, tetapi ternyata pintunya di kunci. Suara wanita menangis itu sangat jelas terdengar dari dalam, itu suara orang atau bukan ya?

…to be continued…

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


Advertisements

14 thoughts on “[FF PARTY] Love Light – Part 3”

  1. hiii~!!! sapa sih itu yg teriak malem2!!! >.< jgn sampe setan dah… yg teriak2 itu… ngeri bah! *batak mode: on*
    huwaa~ author! aku suka ffnya!! keren keren keren~
    lanjut lanjut lanjut~ b^^d

  2. Aduh2.. Ff’a bkin gw bingung.. Min *manggil admin*, cpetan kluarin part 2’a! *ngasah golok*

    eh, tpi tpi.. Itu kok ada beberapa kata2 dr BB ga jelas asal indonesi sih..?? *smash indo, heart you* jadi rada2 aneh gmna gt bcanya.. =.=

    tp ttep, tanpa itu ni ff : DAEBAK!!

    1. hello…
      ini udah part 3 chingu, mungkin kamu kelewat yaaa…blom baca part 1 n 2 nya makanya roaming,hehe

      waktu bikin FF ini di kampus lagi heboh2nya sm*sh si band I know you so well~,maaf kalo jadi bikin geje,hahahaha

      tengkyu atas komennya n tengkyu udh baca ^^

  3. Bingung itu bukan bingung gara2 blom paca part 1 ma 2’a.. Tpi gra2 critanya emang bkin reader ngulang n ngulang lagi bacanya

    masalah part itu aku salah ketik.. Kekeke

  4. itu raena lagi diapain tuh???
    gak tau kenapa pas ngebaca tulisan CENAT CENUT aku ngakak soalnya ngingatin aku ma bb indonesia yg SM*SH itu…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s