[FF PARTY] Behind My Glasses

BEHIND MY GLASSES

Author            : Lia ^ Keylieon ^

Main Cast       : Lee Jinki, Choi Minna

Support Cast  : SHINee

Genre              : Romance

Rating             : PG 15/NC 17 ?

Type                : Oneshoot

Ket                  : Mendaftar sebagai Author Tetap ^^

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

“ Kerjakan PR Matematikaku ”

“ Bersihkan sepatuku ”

“ Hey, kau kan baik.. belikan aku sup jamur, dong ”

“ Choi Minna..laksanakan dalam waktu 15 menit ! ”

Hhhh..

Tolol..

————————-

“ Kenapa kau mau ? ”

“ Ah, Jinki sunbae. Kau benar-benar mengagetkanku. ”

“ Apa kau tak lelah disuruh-suruh seperti ini ? ”

“ Hah..mereka hanya minta tolong padaku, sunbae..”

“ Minta tolong ? Minta tolong padamu untuk melaksanakan apa yang mereka mau hanya dalam waktu 15 menit dan itu terus berulang setiap hari dan dan dan,..apabila kau tak melaksanakannya, maka kau akan diludahi sebanyak 15 kali. Oh Choi Minna, sejak kapan definisi permintaan tolong jadi berubah seperti itu ? ” Jinki menghalangi jalan Minna.

“ Jinki sunbae..5 menit lagi waktunya akan habis. Kumohon menyingkirlah..” Minna memelas.

“ Aku akan menyingkir jika kau membiarkan aku membawakan apa yang kau bawa ” Jinki mengedipkan sebelah matanya.

Minna hanya tersenyum dan menggeleng. “ Maaf, sunbae ”

————————-

“ 15 menit lewat 13 detik. Bagus, Choi Minna..”

“ Oke, aku yang mulai ”

CUIH !!

Yeoja yang berambut pendek meludahi rambut Minna. Minna terdiam, menundukkan kepalanya.

“ Giliranku, ”

CUIH !!

Kini yeoja yang bertubuh kecil ikut meludahi leher Minna, dan Minna tetap terdiam.

CUIH !!

Tanpa berkata apa-apa, si yeoja yang berambut ikal langsung meludahi pipi Minna.

Mereka terus meludahi seluruh tubuh Minna hingga akhirnya, “ Oke, ini yang terakhir, baby~ ”

CUIH !!

Ketiga yeoja itu serempak meludahi muka mungil Minna.

“ 15 ” ujar si yeoja yang bertubuh kecil.

“ Haah..mulutku kering ” seru si yeoja yang berambut pendek.

“ 15 ludahan memang pantas untuknya. Haah..aku benar-benar tak nafsu lagi memakan sup jamur ini. ” timpal si yeoja yang berambut ikal sembari menatap soto ayamnya yang sudah mendingin. Sejurus kemudian, ia menyeringai.

PLAASHH

Soto ayam yang asalnya ada di mangkuk, kini telah beralih ke seluruh tubuh Minna. Ketiga yeoja itu mengacungkan jari tengahnya masing-masing dan berlalu meninggalkan objek siksaannya.

DRAP DRAP DRAP

“ Minna !! Choi Minna !! ” Jinki berlari menghampiri Minna yang masih berdiri kaku.

“ APA LIAT-LIAT ?! PERGI, SANA !! ” Jinki mengusir semua murid yang mengerumuni Minna. Matanya menyolot keras.

“ Kenapa kau diam saja, Minna..kenapa ? ” Jinki memeluk Minna dan mengusap rambutnya secara perlahan.

Choi Minna..

Kaca mata tebal..

Rambut dikepang..

Kutu buku..

Pemalu..

Lemah..

Mudah ditindas..

Tak pandai berbicara..

Haah..kenapa aku bisa menyukainya ? Entahlah..aku ingin melindunginya. Ingin selalu ada disampingnya. Ingin selalu menjaganya. Ingin..

Aah..ya tuhan..aku mencintainya,,benar-benar mencintainya.. Jinki mengakui di dalam hati.

————————-

“ Jinki ”

“ Ah, Taemin. Tumben kau kemari ” Jinki berkata tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari Minna yang sedang merapihkan buku-bukunya.

“ Menunggu siapa ? ” Taemin mengikuti arah pandangan Jinki. “ Oh, Choi Minna ? ”

Jinki tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “ Kau sendiri ? Hyorin-mu kemana ? ”

“ Kelasnya belum selesai. ” Taemin ikut memandang Minna dan menghela napas. “ Choi Minna.. kemarin aku melihatnya bersama seorang pria yang lebih cocok untuk menjadi ayahnya. ”

Jinki menyipitkan matanya. “ Apa maksudmu ? Bisa saja itu memang ayahnya ? ”

“ Awalnya aku mengira begitu. Tapi..” Taemin menajamkan tatapannya. “ Kedekatannya bisa dibilang terlalu mesra untuk sekedar hubungan antara seorang anak dan ayahnya. ”

Jinki bergeming. 3 detik kemudian Taemin menepuk pundaknya. “ Tenanglah. Bisa saja itu bukan Choi Minna. Karena penampilannya bisa dibilang..berbeda. ” Taemin tersenyum dan menatap jam tangannya. “ Aku duluan, ya. Si Hyorin pasti akan berubah jadi macan betina jika aku terlambat 0,1 detik saja. ”

“ Ya..bisa saja itu memang bukan Choi Minna ” ulang Jinki murung. “ Hei, Minna ! ” panggil Jinki setelah yakin bahwa Minna telah keluar dari kelasnya.

“ Ne ? ” Minna menyisipkan rambutnya ke belakang telinga.

“ Umm.. malam ini.. kau mau menemaniku ke toko buku ? ”

“ Maaf, aku tak bisa. Aku harus membantu orang tuaku. Umm.. jaga toko ”

Jinki kecewa. Jelas sekali terlihat dari raut mukanya. “ Yasudah, lah. Mau aku antar pulang ? ”

Minna menggeleng. “ Tak usah, sunbae..”

————————-

Lee Jinki POV

“ Chagy~ aku kedinginan..”

“ Genggam tanganku, maka kau akan merasa hangat..”

Cih~ semua orang menampakkan kemesraannya di hadapanku -____-

Minna.. seharusnya sekarang ia sedang bersamaku. Menggenggam tanganku. Memelukku. Menemaniku ke toko buku. Haaah..

Aku berbelok ke toko buku langgananku.

“ Ahahahaa..jangaaaann~ ”

Ng ? Suara itu..

Langkahku terhenti. Aku berbalik. Minna ? Choi Minna ? Ia sedang bersama seorang pria. Seorang pria yang lebih pantas untuk menjadi ayahnya. Tangannya melingkar di pinggang si pria, begitu juga sebaliknya. Namun ada yang berbeda pada dirinya. Ia sangat.. cantik. Meskipun menurutku dandanannya membuat ia terlihat lebih tua dari umurnya. Tapi ia tetap..cantik. Sangat cantik. Kacamatanya hilang dari kedua matanya. Rambutnya dibiarkan terurai begitu saja. Pipinya merona. Bibirnya.. ya tuhaan.. apa benar ia Choi Minna ?

“ Choi Minna.. kemarin aku melihatnya bersama seorang pria yang lebih cocok untuk menjadi ayahnya. ” Kata-kata Taemin memenuhi kepalaku. “ Kedekatannya bisa dibilang terlalu mesra untuk sekedar hubungan antara seorang anak dan ayahnya. ” ya, itu memang benar. Mereka berbicara dalam jarak yang sangat dekat. Aku yakin pria itu dapat mencium aroma kelapa dari setiap napas yang dihembuskan oleh Minna. Jadi.. pria itu..

“ Permisi ”

“ Ah, silahkan..” tanpa sadar aku telah menghalangi jalan masuk menuju toko buku. Aku berbalik kembali. Tapi.. Choi Minna.. menghilang.

————————-

Author POV

“ Minna ”

“ Ah, sunbae. Annyeong..” Minna tersenyum. Seperti biasa.

“ Kemarin malam.. kau ada dimana ? ” Tanya Jinki hati-hati.

“ Ng ? Semalam ? Umm.. tentu saja berada di toko. Kemarin aku telah mengatakan bahwa aku membantu orang tuaku untuk menjaga toko, kan ? Kau tak percaya ? ”

“ Percaya, kok. Tak mungkin seorang Choi Minna bisa berbohong. Iya, kan ? ” pernyataan dari Jinki lebih terdengar seperti sindiran di telinga Minna.

“ Ah, sunbae. Aku duluan, yaa.. tadi Han seonsaengnim memanggilku ”

“ Bagaimana kalau makan malam denganku ? Kali ini aku tak mau mendengar kalimat tolakan ”

Minna tersenyum lemah. “ Maaf, sunbae. Sekali lagi.. maaf“

————————-

“ Jinki ! ”

“ Hmm ? Apa, Taem ? ”

“ Choi Minna.. telah membohongimu. Orang tuanya telah meninggal 6 tahun yang lalu. Rumahnya kebakaran. Minna dan kakaknya selamat karena waktu itu mereka sedang tak berada di rumahnya. Sekarang ia hanya tinggal dengan kakaknya. ” Taemin menghela napas. “ Dan kurasa kau tak ingin mengetahui tempat dimana ia tinggal sekaligus bekerja ”

Rahang Jinki mengeras. “ Beritahu aku, Lee Taemin ”

————————-

“ Tubuhmu bagus sekali, baby.. sering-seringlah kau berpakaian seperti ini ”

“ Hahaha.. kita bermain selama 2 jam, maka belikan aku mobil. ”

“ Oh, babe.. aku tak suka membicarakan itu sekarang.. buat aku puas, maka akan aku berikan ”

Jinki mengepalkan tangannya. Buku jarinya memutih. Telinganya memanas. Mendengar percakapan yang sebenarnya tak ingin ia dengar. Namun disinilah ia. Di depan pintu apartemen Minna.

“ Hhh..hhh.. buka bajumu, babe..”

“ Hhh.. itu melanggar. Tarif akan semakin mahal..”

“ Aku tak peduli..hhh..”

BRAKK !!

Pintu terbuka. Menampilkan sepasang pria dan wanita yang sedang dalam kondisi tak enak dipandang. Pakaian wanita itu sangat terbuka. Rambutnya berantakkan. Mata Jinki – orang yang telah mendobrak pintu – membelalak setelah ia melihat tangan si pria menyentuh salah satu bagian tubuh si wanita. Menyentuh bagian yang sangat sensitive.

“ Dia siapa, Minna ? ” Tanya pria itu dingin, kemudian melepaskan sentuhannya.

“ Umm.. tamuku. ” jawab Minna ragu.

“ Tamu yang tak sabaran. ” pria itu beranjak dari tempat duduknya. “ Maaf, Minna. Aku telah kehilangan nafsuku. ”

“ Yaa ! Kim Jonghyun ! Kau telah mendapatkan leher dan bibirku. Kau juga telah menyentuhku. Dan kurasa aku telah menetapkan tarif untuk itu. ”

“ Cih~ benar-benar murahan. ” Jonghyun mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompetnya, kemudian menyisipkan uang itu ke dada Minna.

“ Silahkan nikmati dia, tamu yang tak sabaran ” ujar Jonghyun kepada Jinki, kemudian melangkahkan kaki dari apartemen Minna.

Jinki bergeming. Badannya kaku. Ia terus menatap Minna dengan tajam.

“ Hhhh.. Lee Jinki, kau telah membuat pelangganku kabur ” hati Jinki mencelos setelah mendengar Minna berbicara. Tak ada embel-embel ‘ sunbae ’ lagi, tak ada kelembutan Cho Minna lagi di dalamnya, tak ada senyuman lagi di bibirnya. Ia bukan Choi Minna.. bukan.

Minna menghampiri Jinki dengan anggun. “ Kau mau bermain denganku ? Kalau iya, sebaiknya kita lakukan dengan cepat. Aku tak punya banyak waktu ” Minna menyentuh dagu Jinki, kemudian tangannya bergerak, melucuti pakaiannya sendiri. Mata Jinki membelalak ketika melihat pemandangan baru yang berada di hadapannya. Dengan cepat ia membuka jaket yang ia kenakan. “ Tutupi tubuhmu ” Jinki memakaikan jaketnya ke tubuh Minna.

“ Kumohon, Minna.. tinggalkan pekerjaan ini ”

————————-

Choi Minna POV

“ Huweeeeee…. Eommaa.. appaaa…”

“ Minna.. ssshh.. uljima.. ada oppa disini..”

“ Aku takut, oppa.. kita tak punya keluarga lagi.. nanti kita bagaimana ? Kita tinggal dimana ? ”

Minho berpikir keras, kemudian tersenyum. “ Keajaiban pasti akan datang, Minna..”

“ Hey, adik manis. ” 3 orang pria berumur sekitar 40-an datang menghampiri Minho dan Minna. “ Hey, bocah. Kau ingin dapat uang banyak ? ”

“ Aku bukan bocah. Aku sudah berumur 17 tahun ” sanggah Minho.

Pria ke 1 membuang puntung rokok yang sedari tadi dihisapnya. “ Dengar, bocah. Biarkan adikmu bermain bersama kami, maka kami akan memberikan apa yang kau mau ” ujar pria itu.

“ Aku tak mau !! ” Minna menggelengkan kepalanya. “ Oppa.. aku tak mau..”

Minho menatap ke3 pria itu, 5 detik kemudian ia menatap Minna. “ Pergilah bersama mereka. ”

Minna menangis. “ Aku tak mau, oppa.. tak mau..”

“ Bawa dia ” ujar Minho dingin.

“ Oppaaaaa…”

“ Hei, habiskan makananmu ! Aku tak mau tubuhmu jadi kurus dan tak menarik lagi. Bisa-bisa pelanggan kita kabur ” Minho membuyarkan lamunanku. Lamunan yang membawaku ke masa 6 tahun yang lalu. Masa berubahnya Minho oppa menjadi orang yang paling aku benci sedunia. Bagaimana bisa aku tak membencinya ? Seorang kakak yang menjual adiknya sendiri. Menjual adiknya yang masih berumur 12 tahun. Sangat keterlaluan. Dan pekerjaanku saat ini ? Hhh..tentu saja itu adalah berkat paksaannya.

Lee Jinki.. kemarin malam aku telah menceritakan semuanya padanya. Aku sangat lega. Seolah-olah telah melepaskan ribuan beban di pundakku.

“ Mana penghasilanmu semalam ? ” Minho oppa menengadahkan tangannya.

Aku menyerahkan separuh penghasilanku.

“ Dikit sekali. Mana yang lainnya ? ” Minho oppa menggebrak meja.

“ Ini untuk biaya sekolahku. ”

“ Aaaahh..kemarikan !! ” Minho oppa menggeledah tubuhku dan mengambil semua uangnya.

Gigiku bergemeretak. “ Kau memang sudah gila ! ”

“ Kau berani padaku ? ” Minho oppa menatapku tajam. “ Oya, nanti temani aku. ”

“ Kemana ? ” aku melunak.

“ Ikut saja. Aku akan membuatmu senang ” Minho oppa tersenyum. Dan itu adalah senyum pertama yang ia berikan setelah kejadian di 6 tahun yang lalu.

————————-

“ Masuk ke dalam mobil ” ujar Minho oppa. Ia tersenyum lagi.

“ Kita mau kemana? Itu mobil siapa? ”

“ Mobil temanku. Ayo, masuk dulu ”

Aku mengikuti perintahnya, dan duduk di kursi belakang.

“ Hei, kau duduk di depan ” seru Minho oppa. Aku menurutinya lagi. Kulihat ada seorang pria yang seumuran dengan Minho oppa di dalam mobil. Ia sangat.. tampan.

“ Kenalkan, Minna. Ia temanku, Kim Kibum ” ujar Minho oppa. Ia masih berada di luar mobil.

Pria yang bernama kibum itu tersenyum padaku. Lalu ia menurunkan kaca mobil setelah Minho oppa mengetuk-ngetuk kacanya. Kulihat Minho oppa menengadahkan tangannya. Dan Kibum memberikan sebuah kertas padanya.

“ 720 juta won. Lebih dari cukup. Kau memang yang terbaik, Kibum ” Minho oppa tesenyum puas.

“ Pulang ternoda, apa tak apa ? ” Kibum bertanya pada Minho.

” Silahkan lakukan sesuka hatimu. ” Minho oppa tertawa pelan. “ Ingat, ia tak suka kasur yang keras ”

Kibum tersenyum lagi. Kali ini ia memamerkan giginya. “ Baiklah, senang berbisnis denganmu, Minho ”

Minho oppa tersenyum dan melambaikan tangannya. “ Bilang padaku apabila kau merasa tak puas ”

Mobil melaju. Meninggalkan Minho oppa disana.

Pembicaraan tadi.. sangat menjurus pada.. ya tuhan ! Jangan-jangan..

“ Kibum ssi, tolong turunkan aku ! ”

“ Wow, terburu-buru sekali.. permainan sebenarnya belum dimulai, baby..”

————————-

Author POV

“ Bagaimana ? Kau sudah mengunjungi apartmentnya ? ” Tanya Taemin penasaran.

Jinki mengangguk. “ Kurasa aku makin menyukainya. ”

“ Setelah kau.. mengetahui apa pekerjaannya ? ” Taemin membelalakan matanya tak percaya.

“ Kau tak mengetahui bagaimana kehidupan aslinya, Taem ” ujar Jinki tenang.

“ Kurasa ia memang wanita baik-baik. Kalau tidak, bagaimana mungkin kau menyukainya. Iya, kan ? Haha ” goda Taemin.

“ Hari ini aku akan menyatakan perasaanku ” Jinki menghela napas. “ Do’akan aku, Taem ”

Taemin tersenyum. “ Pasti ”

“ Jinki..”

“ Minna ? ” Jinki meninggalkan Taemin dan menghampiri Minna. “ Kenapa kau menangis ? ”

“ Aku.. aku hamil..”

————————-

“ Malam ini kau cantik sekali..”

Minna menggigit bibir bawahnya. “ Jinki, berhentilah menggodaku ”

Jinki tergelak. “ Baju tipismu membuatku berselera ”

“ Apakah aku perlu menerapkan tarif ? ” Minna mengerling nakal.

“ Menurutmu ? ” Jinki merangkak naik menutupi tubuh Minna.

“ Eomma.. Appa..”

“ Jino.. ada apa, honey ? ” Jinki kembali ke posisinya semula. Muka Minna nampak memerah.

“ Aku harus memakai piyama yang ini..” Jino menunjukkan piyama berwarna biru dengan motif beruang. “ Atau yang ini ? ” lalu ia menunjukkan piyama yang berwarna merah dengan motif gajah.

“ Hmm..” Minna menempelkan telunjuknya ke bibir. “ Yang merah ”

“ Ah, lebih baik yang biru ” Jino menjawab sendiri. Jinki dan Minna tertawa keras.

“ Aku mau kembali ke kamar. Dah, Eomma.. dah, appa..” Jino melambaikan tangannya. “ Appa, ingat janjimu ”

“ Memancing di hari Minggu ? Tentu appa ingat. Dah, sayaang. Jangan lupa pakai selimutmu ” Jinki mengingatkan. Jino mengangguk kecil dan berlari ke kamarnya.

“ Haah.. makin kesini Jino makin terlihat seperti ayahnya. ” Minna menghela napas. “ Kim Kibum..” lanjut Minna murung.

“ A-ku-tak-pe-du-li ” Jinki menepuk hidung Minna. “ Aku sangat menyayanginya ”

Minna tersenyum lega. Kemudian mengangkat sebelah alisnya “ Mau lanjutkan yang tadi ? ”

“ Wow, istriku mulai nakal ” Jinki mengerjapkan matanya dengan sengaja.

“ Kau lupa pada profesiku yang dulu ? ” Minna mengangkat sebelah alisnya lagi.

“ Kalau begitu.. aku beli segala yang ada pada dirimu ” Jinki mengedipkan sebelah matanya. “ Detik ini juga ”

“ Akan kuberi diskon ”

Jinki tergelak. “ Aku akan membayarnya dengan mencuci piring besok pagi ”

Minna tersenyum nakal. “ Kalau begitu, aku yang mulai..”

“ Eomma.. appa..”

“ Kapan kita bisa memulainya ? ” keluh Jinki. Suaranya terdengar seperti bisikkan.

Minna menepuk paha Jinki. “ Jinra.. ada apa, sayaang ? ”

“ Aku takut tidur di kamarku. Aku ingin tidur bersama eomma dan appa ”

Jinki tersenyum. “ Apakah kau sudah mencuci kakimu ? ”

Jinra menggeleng lalu berlari ke kamar mandi.

“ Dan akhirnya kita tak dapat melakukannya malam ini ” Jinki mengeluh lagi.

“ Kau sangat tak sabaran, yeobo~ ” Minna mencubit pipi Jinki. “ Jinra.. makin mirip denganmu ”

Jinki tergelak. “ Tentu saja. Ia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik ”

“ Sudah selesai, nak ? Ayo naik ” seru Minna setelah melihat anak bungsunya muncul dari kamar mandi.

“ Gak ada acara ngompol di kasur lagi, yaa..”

_THE END_

P.S : Weheheheii… maaaf >.< maaf udah ngebuat Minho jadi jahat kayak gitu. Ahahaha.

Bokaaaaaa… gimana ? Endingnya gak jadi mati. Aku kasian. Wakakakak

Oya, judulnya adalah pemberian dari Uja a.k.a Eci a.k.a Peppermintlight, looh. ehehehe

Yaudah, atuh. Dadaah~

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

94 thoughts on “[FF PARTY] Behind My Glasses”

  1. Huwaaaa aku mayuuuu X3
    Papa onyuuu uwaaa aku gak bisa bayangin papah jadi genit gitu wakaka~

    Good job author 😀

  2. umm~ waaaaa…… XD
    diluar dugaan banget.. Jjong sadis TT____TT *Blingers jangan sedih ya*
    Minho juga… TT___TT tega-teganya..
    Onew.. adorable like always and always be hehehe~ :*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s