[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 4 (END)

Title: I’ll Be Back (part 4)

Author: Dilla Oktyra a.k.a dillofabregas

Main Cast : Park Raena, Lee Jinki, Choi Minho, Sherry Horvejkul

Suport Cast : Kim Kibum (Key), Victoria Song (Raena’s eomma), Nichkhun Horvejkul (Sherry’s appa), Lee Hyukjae (Jinki’s appa), Han Sora (Jinki’s eomma), Lee Taemin, Kim Jonghyun

Other Cast : Jo Kwon, Park Sanghyun

Genre : Romance, Family

Type/Length : Sequel

Rating : PG-15

Credit song: 2PM – I’ll Be Back, CNBLUE – LOVE, SHINee –  Ring Ding Dong, Miss A – Breathe, KARA – Jumping

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Raena POV

Minho mengajakku membeli cotton candy, aku mengiyakannya dari pada berlama-lama bersama Jinki oppa dan Sherry yang hanya membuatku tambah sakit hati. Minho dari tadi masih terus memegang tanganku, aku agak sedikit risih, jadi setelah kami berdua jauh dari Sherry dan Jinki oppa, aku langsung melepas tangan Minho.

Minho: “Eh Raen, tunggu bentar disini ya… Aku aja yang beli cotton candy nya, rame bener soalnya disitu ntar kamu pengap lagi…” Minho pergi meninggalkanku di tengah kerumunan orang ini, duhhh kenapa banyak orang sih? Kerumunan orang itu sudah seperti kumpulan semut,hiii… Kenapa mereka gak taun baruan di rumah aja? Hahaha… Kira-kira 20 menit Minho pergi, lama bener sih, ngantri gitu ya? Tiba-tiba ada yang menarik tanganku, siapa sih? Aku tak bisa melihat jelas, karena gelap dan sungguh disini banyak sekali orang. Tarikan itu lumayan keras hingga membuatku berbalik menghadap orang yang menarik tanganku itu dan tiba-tiba sesuatu yang hangat menempel di bibirku, bibir orang lain… dan orang itu malah melumat bibirku seenaknya, KYAAAA siapa yang berani cium aku sembarangan??? Orang gila ini benar-benar akan kuhajar habis-habisan nanti. Aku sangat shock hingga tidak dapat memberi respon apapun, kakiku tiba-tiba kaku sulit bergerak, tangannya masih memegang tanganku erat, aku ingin melepasnya tetapi orang itu semakin menggenggamnya erat, aku benar-benar tak dapat berkutik, aku pun hanya bisa diam tapi kelamaan aku membalas ciuman orang itu, kenapa begitu nyaman dan menenangkan ya? Hahaha…Aku aneh sekali…

DUARRR DUARRRR

Sepertinya kembang api sudah mulai diluncurkan dan akhirnya ada cahaya yang menyinari tempat ini, oya aku masih berciuman sama orang gila itu sampai saat ini dan ketika cahaya kembang api menyinari kami, akhirnya aku bisa melihat wajah orang gila itu…MINHO???? Eotteohke? Aku mendorong tubuhnya pelan.

Minho: “Raena, mianhae…aku…hmmmm…. Ini buat kamu…” Minho menyerahkan balon besar merah berbentuk hati dengan tulisan “MINRAE”, tulisan itu terbuat dari kumpulan kelopak bunga mawar putih. MINRAE? Apaan tuh? Aku benar-benar masih shock, aku tadi berciuman dengan Minho dan dengan bodohnya aku membalas ciumannya dengan santainya, ahhh Raena babo. Aku dengan ragu-ragu mengambil balon itu, tiba-tiba orang-orang di sekelilingku malah menyoraki kami, bahkan sampai bertepuk tangan segala. Mereka kira kami doger monyet yang baru beres nampil apa? AHHH aku kan tidak suka jadi pusat perhatian dan Minho berhasil membuatku jadi pusat perhatian. Bentar, di kerumunan orang itu aku melihat Jinki oppa dan Sherry, Sherry tampak tersenyum ceria sedangkan Jinki oppa tampak sangat marah. Ahh dia pasti sangat marah pada Minho, padaku juga… Raena kamu benar-benar babo, padahal kan kamu maunya Jinki oppa benar-benar melupakanmu, tapi kenapa kamu malah sedih Jinki oppa marah? Aiiishhhhh jinjja….

Minho: “Kamu tau maksud MINRAE kan?”

Aku: “Eh, itu…aku gak tau Minho-ya…Ayo pergi dari sini aku gak suka orang ngeliatin aku seakan aku orang aneh kayak gitu.” Kulihat sedari tadi Minho tersenyum-senyum sendiri, ahhh Minho pasti sudah benar-benar mengira aku suka dengan ciuman tadi, ya secara aku benar-benar membalasnya, ahhh eotteohke? Aku sebenarnya mau pergi menghindari Sherry dan Jinki oppa, tapi Minho malah mengajakku menemui mereka, suasana ini yang aku takutkan, Jinki oppa… ahhh eotteohke? Eotteohke?

Sherry: “Minho-ya…. DAEBAK!!! Kamu keren banget, two thumbs up!!! Pasti eonni melting banget nih,coba Jinki oppa bisa kayak gitu,hehe…” Sherry memukul bahu Minho, Minho hanya cengengesan. Kami berempat pergi menelusuri stand-stand unik yang ada di sana, ada stand ramalan lah, sulap, macem-macem pokonya.

Sherry: “Aku mau masuk rumah setan, ayo masuk!” Ahhh aku sangat tidak suka segala sesuatu yang berbau setan, lebih baik aku tidak ikut daripada bikin heboh ntar.

Aku: “Kamu aja Sher, aku gak mau…”

Sherry: “Ahh eonni mah gitu, ya udah deh, yuu oppa!” Sherry menarik lengan Jinki oppa, tetapi Jinki oppa malah melepasnya. Oya Jinki oppa juga kan gak suka semua tentang mistis kayak aku, Jinki oppa terlihat tegang sekali. Setauku Jinki oppa memiliki trauma, waktu kecil dia bisa melihat hal-hal mistis gitu deh, bisa liat orang mati dan dia sering ketakutan. Kemampuan ajaibnya itu baru hilang setelah dia SMP.

Jinki: “No,no,no…Kamu aja sendiri, pokonya aku gak mau. Bukannya aku takut ya…”

Sherry: “Yahhh oppa, kok tega biarin aku sendirian?”

Minho: “Saya temenin aja Sher,yuu!” Minho pergi bersama Sherry, berarti aku hanya berdua dengan Jinki oppa, eotteohke? Aku dan Jinki oppa menunggu di kedai kopi yang ada di sebrang rumah setan, cukup lama tak ada pembicaraan sama sekali.

Jinki: “Hmmm, Raena, kamu bener-bener suka sama Minho?”

Aku: “Eh itu,hmmm… menurut oppa?” Jinki oppa tidak menjawab apa-apa, ia terlihat berpikir, wajahnya tampak sedih.

Jinki: “Sebenernya Raen, ada sesuatu yang harus oppa bilang sama kamu.” Jinki oppa menundukkan kepalanya, dia kenapa?

Aku: “Ne oppa, bilang aja…”

Jinki: “Hmmm ap…pa…hiks…” Jinki oppa menangis? Setauku Jinki oppa belum pernah menangis, dia yang selalu menenangkanku yang cengeng ini.

Aku: “Om Hyukjae kenapa oppa? Dia masih di Inggris kan sama Tante Sora dan Taemin? Kapan mereka pulang ke Korea? Kalo nikahan oppa mereka pasti dateng kan?” Aku tiba-tiba nyerocos tak jelas.

Jinki: “Appa udah gak ada Raena, kecelakaan hiks… dan oppa…op…pa yang buat dia mati.” Aku sangat shock, Jinki oppa semakin menangis, ia menundukkan kepalanya lagi dan menangis. Hatiku ikut sakit, ingin rasanya memeluk Jinki oppa dan aku pun langsung berdiri dan menghampiri Jinki oppa lalu memeluknya.

Aku: “Gwaenchanha oppa, itu bukan salah oppa, itu kecelakaan…”

Jinki: “Tapi Raena, appa…appa…mati di depan mataku sendiri Raena, badannya tidak berbentuk, darah dimana-mana, ahhhh…”

Aku: “Jangan diingat lagi oppa…hiks…” Aku akhirnya jadi ikut menangis, beban yang dirangkul Jinki oppa sungguh besar, dia masih merasa bersalah hingga saat ini.

Jinki: “Kejadiannya sekitar dua tahun lalu, tapi semuanya masih kerasa sampai sekarang Raena, kalo aja oppa gak berantem sama appa gara-gara masalah Sherry, kalo aja oppa gak bilang kalo oppa gak mau jadi anaknya appa, kalo aja oppa, hiks…” Aku mengelus-elus punggung Jinki oppa, dua tahun lalu? Tepat saat Jinki oppa memutuskan kontaknya denganku. Apa semua itu karena ini?

Jinki: “Perlu Raena tau, oppa masih cinta sama Raena, oppa Cuma mau menuhin kemauan appa dengan menikahi Sherry.”

Aku: “Gwaenchanha oppa, ulljima…hiks” Aku menyuruh Jinki oppa jangan menangis padahal aku sendiri masih menangis,haha. Tanpa kusadari ternyata Minho dan Sherry sudah memerhatikan aku dan Jinki oppa dari tadi, eotteohke? Aku langsung melepas pelukan Jinki oppa.

Sherry: “Oppa jahat, jadi oppa menikahiku karena terpaksa?”

Jinki: “Bukan gitu Sherry, aku…”

Sherry: “Sebenernya aku udah tau eonni adalah satu-satunya orang yang dicintai oppa, kamar oppa penuh foto oppa bersama eonni. Oppa gak perlu tau aku tau dari mana.” Sherry langsung pergi meninggalkan kami, aku ingin mengejarnya namun Jinki oppa menahanku. Kulihat Minho juga sedih, ahh gimana nih? Padahal baru saja aku melihat senyum dari wajah Minho yang selama ini selalu aku buat sakit hati dan ya sekarang aku menyakitinya lagi.

Aku: “Minho-ya…aku…”

Minho: “Gwaenchanha, kalian beresin dulu aja masalah kalian, aku pulang duluan, annyeong!” Minho pun meninggalkan kami, mianhae Minho.

Aku: “Oppa, kita harus kejar Sherry, Raena khawatir…”

Jinki: “Ne, kajja!” Kami langsung berlari ke mobil Jinki oppa kemudian mencari Sherry, kami mencari di sekitar Central Park namun kami tak kunjung menemukan Sherry, aku mencoba menelponnya namun tidak diangkat. Minho pun akhirnya ikut mencari Sherry. Mudah-mudahan Sherry gak kenapa2…

~

there’s nothing better only you

anata no mune ni jumpin’ jumpin’ jumpin’ now

tonde tokasu no jumpin’ jumpin’ jumpin’ now

sono ai ga subete na no only you

~

Hpku berbunyi siapa ya? Ternyata Minho.

Aku: “yeoboseyo? Minho-ya?”

Minho: “Aku udah nemuin Sherry…”

Aku: “Jinjja? Dimana? Minho-ya?” Minho terdiam tak menjawabku.

Minho: “Raena, Sherry….hmmm…dibawa ke Central Hospital sekarang sama ambulance, dia ketabrak mobil tadi, tabrak lari.” Aku langsung menjatuhkan Hpku, SHOCK, SHERRY?

Jinki: “Raena? Kenapa?” Jinki oppa memegang tanganku…

Aku: “Oppa kita langsung ke central hospital sekarang! Sherry jadi korban tabrak lari, ppalli!!!” Aku sungguh panik, eotteohke, mudah-mudahan Sherry baik-baik aja. Aku langsung mengirim SMS pada eomma tentang Sherry.

***

Jinki POV

Mengapa di saat Raena sudah memaafkanku malah ada masalah baru? Sherry jadi korban tabrak lari, aku sangat khawatir dengan kondisinya, aku mulai menyalahkan diriku sendiri lagi. Apa aku ini akan selalu jadi penyebab orang kecelakaan? Sherry sudah seharian tidak sadarkan diri, kata dokter sebenarnya dia tidak terluka parah, tetapi ya satu hal yang parah, Sherry divonis tidak dapat menggunakan kedua kakinya lagi untuk sementara karena tulang kakinya yang retak sangat parah. Raena tampak khawatir aku terus memegang tangannya yang berkeringat dingin itu,Tante Vic tampak menangis di pelukan Om Khun, pasti kalo tau Sherry kecelakaan gara-gara aku Om Khun akan langsung menghajarku habis-habisan. Minho juga masih ada disini, dia tampak terdiam. Semua orang disini tidak tidur sedikit pun, Raena pun tampak sangat lelah.

Aku: “Raena, kamu pulang aja ya sama Minho, Raena kayaknya cape banget, biar oppa yang nungguin Sherry disini.” Raena menggelengkan kepalanya.

Raena: “Gwaenchanha oppa, Raena masih mau disini kok, biar appa sama eomma aja yang pulang mereka juga keliatan cape banget, Minho juga tuh.” Raena menghampiri appa dan eommanya, aku menghampiri Minho.

Aku: “Minho, lo pulang deh, lo keliatan cape gitu, gw jagain Raena kok, tenang aja…dia katanya masih mau disini. Thanks for everything bro!” Minho hanya tersenyum kemudian pergi menuju pintu keluar.

Aku dan Raena menunggu Sherry di ruang ICU tempatnya tidak sadarkan diri. Raena sedari tadi terus memegangi tangan Sherry.

Raena: “Oppa, Sherry tadi bicara…” Raena langsung medekatkan telinganya ke mulut Sherry.

Raena: “ne Sherry, mau bicara sama oppa?” Raena melirik ke arahku.

Raena: “Aku tinggal kalian berdua deh, aku mau panggil dokter sama suster dulu.” Aku menghampiri Sherry, dia tersenyum padaku.

Sherry: “Op-paa…Mianhae, Sherry gak harusnya ganggu oppa sama Raena eonni…” Ia memegang tanganku.

Aku: “Gwaenchanha Sherry, kamu gak perlu minta maaf.”

Sherry: “Mulai sekarang oppa gak usah merasa terbebani sama Sherry, kita putus. Dan mulai sekarang aku mau oppa balikan lagi sama eonni…” Sherry tersenyum padaku, betapa baiknya Sherry, aku jadi terharu.

Aku: “Tapi Sherry, aku…”

Sherry: “Gwaenchanha oppa, ntar aku yang bilang sama appa juga sama Om Hyukjae, hehe…Oya dan kalung berliontin matahari itu harus oppa balikin ke Raena eonni,hehehe” Sherry tau dari mana ya soal kalung itu? Whatever lah,Huwaaa akhirnya…. I’ll be back Raena…

Raena sudah kembali dari memanggil dokter, aku begitu senang melihat wajahnya.

Sherry menyuruhku dan Raena pulang untuk istirahat, dia sudah mulai dirawat di ruang perawatan sekarang. Dia sangat khawatir pada kami yang selalu menjaganya, katanya kami seperti zombie,haha.

***

Sherry POV

Aku terbangun dari tidurku yang tidak menenangkan ini. Kemarin setelah aku menyuruh Jinki oppa pulang bersama Raena eonni aku langsung menangis hebat, suster saja langsung khawatir takut aku kesakitan, padahal hatiku yang sangat sakit. Yaaa berat sekali melepas Jinki oppa yang sangat aku cintai. Sebenarnya pernikahan kami tinggal 2 minggu lagi, namun yaaa aku tidak mau membuat Jinki oppa sedih karena terpaksa menikah denganku dan aku tau Raena eonni mencintai Jinki oppa. Kejadian saat di Central Park sungguh membuka mataku, aku harus mulai menerima semua ini sekarang. Aku ingin bangun dari posisi tidurku, aku ingin duduk bersandar, tapi saat aku menggerakkan kakiku, awwww sakit sekali, aku langsung memencet tombol emergency dan suster pun membantuku duduk.

Aku: “Suster, aku mau jalan-jalan, bosen di kamar melulu.” Sudah 2 hari ini Raena eonni maupun Jinki oppa tidak menjengukku, mereka katanya sedang sibuk di kantor. Lee brewery sedang mencoba melebarkan sayapnya di Jepang, jadinya ya pasti mereka sibuk. Raena eonni juga pasti lagi sibuk penelitian di Lab Lee brewery. Oiya, Jinki oppa udah balikan lagi belum ya sama eonni?

Suster mendudukkanku di kursi roda kemudian mendorongnya mengelilingi rumah sakit. Kami sampai di bagian anak-anak, suasananya ceria sekali, penuh dekorasi dan terdengar suara anak-anak sedang bermain. Ada orang yang sedang bermain dengan anak-anak itu dan dia berlari mundur ke arahku, AWWWWWWW!!! Kaki orang itu terlindas kursi rodaku.

“Aduh, liat-liat dong suster!” Orang itu membentak suster, aku kesal harusnya suster itu yang marah padanya karena jelas-jelas dia yang salah.

Aku: “HEH, salah lo sendiri, siapa suruh jalan mundur?” Aku balik membentaknya

Suster: “Mianhae, Kibum-ssi… memang saya yang salah…”

Aku: “Suster, harusnya dia yang minta maaf, kalo aku jatoh gimana coba?”

“SHERRY?” Hah, dia mengenalku? Aku menengadahkan kepalaku, menatap orang nyebelin itu.

Aku: “KEY???” Ternyata Key, temanku, eonni, dan Minho waktu SMA, dan pasangan prom nite ku,hehe.

Key: “Suster, biar aku yang bawa Sherry jalan-jalan!” Key mengambil alih kursi rodaku, kemudian ia berhenti sebentar di kerumunan anak-anak.

Key: “Temen-temen maennya dilanjutin ntar ya, oppa mau anterin eonni ini jalan-jalan, annyeong!” Key melambaikan tangannya kepada anak-anak yang semuanya cewe itu.

Aku: “Fans kamu? Hehehe”

Key: “Hahaha iya, kamu kapan balik ke Seoul?”

Aku: “Udah lumayan lama sih, kamu bukannya udah jadi artis ya? Kenapa disini?”

Key: “Kok kamu tau? Aku disini jadi donatur utama dan aku suka banget main sama anak-anak disini, sekalian refreshing dari kegiatan yang super padat,hehe.”

Aku: “internet dong, berita kamu sering banget nongol di allkpop,hehe”

Key: “Raena gimana? Apa kabar dia?”

Aku: “Eonni baik-baik aja, baru 2 hari yang lalu dia kesini, ntar kalo dia kesini aku kasih tau kamu.”

Key membawaku ke taman, dia duduk di kursi batu.

Key: “Hmmm Sherry, kalo boleh tau, kamu kenapa bisa dirawat di RS?”

Aku: “Korban tabrak lari, ngeselin deh, untung udah diselesaiin kasusnya. Terus kata dokter aku belum boleh jalan sementara. Bosen banget nih di RS, aku pengen pulang.”

Key: “Biar gak bosen mendingan tiap hari ikut aku main bareng anak-anak itu, mau kan?”

Aku: “Wahhhh beneran Key? Asiiiikkkk!!!”

*

Sudah  2 minggu aku dirawat di RS dan setiap hari aku bermain bersama anak-anak dan Key tentunya, suasana di RS jadi tidak membosankan lagi. Ternyata Raena eonni dan Jinki oppa masih banyak urusan di Jepang jadi belum sempat menjengukku lagi, hanya eomma dan appa yang tiap hari menjengukku. Saat ini aku sedang bermain di taman bersama fan-fans ciliknya Key dan Key tentunya. Satu anak bernama Jiyeon sangat menyukai Key, dia berharap bisa menikahi Key kelak. Jiyeon ini memiliki kelainan jantung sejak kecil. Minji juga sangat menyukai Key dia ingin bisa jadi penyanyi seperti Key, sedihnya dia punya leukimia dan divonis umurnya tak lama lagi. Ye Eun merupakan maknae dari kumpulan fans cilik Key, dia tidak bisa berbicara sejak lahir, tapi katanya kalau sudah besar dia ingin menjadi Miss Korea, lucu-lucu sekali anak-anak ini.

Jiyeon: “Oppa, baju pengantin yang cocok buat pernikahan kita yang mana?” Jiyeon menunjukkan beberapa gaun Barbie nya pada Key.

Key: “Semuanya bagus kok cantik,hehe…coba tanya eonni deh, seleranya kan bagus.” Key tersenyum ke arahku dan aku membalas senyumannya.

Jiyeon: “Eonni gak boleh senyum kayak gitu sama calon suami aku!” HAHAHAHA lucu sekali si Jiyeon ini.

Aku: “Tenang aja Jiyeon, eonni gak akan ngambil Key oppa dari Jiyeon kok,hehehe.” Tiba-tiba sekumpulan bocah cowo menghampiri kami, sang ketua geng bocah bernama Wooyoung sangat menyukaiku, tetapi sedihnya Wooyoung punya kelainan jantung seperti Jiyeon. Sedihnya anak kecil lucu seperti mereka harus menderita seperti ini.

Wooyoung: “Noona, udah punya pacar blum?”

Aku: “Hahaha,menurut wooyoungie?”

Wooyoung: “Hmmm pokonya noona gak boleh punya pacar selain aku…huh…Key hyung jauh-jauh dari noona!” Wooyoung mendorong Key yang sedang memegang kursi rodaku.

Key: “Hmmm wooyoungie, gimana kalo bentar lagi Sherry noona punya pacar? Jangan nangis ya? Haha”

Wooyoung: “Emang siapa yang mau saingan sama aku? Harus menang main balap mobil sama aku dulu…”

Key: “Jadi Key hyung harus ngalahin Wooyoung main balap mobil dulu nih buat jadi pacarnya Sherry noona, kalo hyung menang berarti hyung boleh jadi pacarnya Sherry noona kan? Hehe” Key mengacak-acak rambut Wooyoung. Eh, kenapa Key ngomong gitu ya? Ahhh aku jadi malu…

*

Sore ini suster yang membawaku jalan-jalan, katanya Key ada performance di acara Dream Concert. Kami sampai di taman, sepi sekali, mungkin karena hujan kali ya, anak-anak pun sepertinya main di kamar masing-masing. Aku terus memandangi bunga-bunga yang ada di taman yang terbasahi air hujan dari kejauhan, tiba-tiba ada Jiyeon menghampiriku sambil membawa bunga daisy warna violet. Dia menyerahkan bunga itu tanpa mengatakan apa-apa setelah itu dia langsung pergi. Setelah itu Wooyoung, Minji, Ye Eun, dan anak-anak lainnya bergantian memberikan daisy violet itu padaku. Maksudnya apa sih?

Aku: “Suster, mereka kenapa sih?”

“Hmmm suka gak?” Kenapa suara suster jadi ngebass? Aku menengadahkan kepalaku melihat orang yang berbicara tadi.

Aku: “Key? Ini apa?” Ternyata Key, suster udah gak ada di posisinya tadi, tiba-tiba ganti Key, kapan dia datengnya?

Key: “Oya ini…” Key memberikan bouquet kumpulan bunga berwarna violet, cantik sekali.

Aku: “Wahhhh bagus bangeetttttt, gomawo Key. Tumben ngasih bunga segala,dalam rangka apa nih? Sukses manggungnya tadi?”

Key: “Hmmm kebetulan kemaren aku menang main balap mobil lawan Wooyoung di PS3,sooo…hmmm…sekarang kamu kekasihku.” Key tiba-tiba mencium pipiku, oya aku ingat beberapa hari yang lalu Wooyoung dan Key membicarakan hal ini.

Aku: “Emang aku bilang iya?” Aku tersenyum licik pada Key.

Key: “Ehhh, emang gak?” Key terlihat panik. Aku kemudian balas mencium pipinya.

Aku: “Saranghae Kim Kibum…”

***

Raena POV

Akhir-akhir ini sungguh melelahkan bulak-balik Seoul-Tokyo buat mengurusi Lee Brewery, aku sudah dijadikan pekerja tetap di Lee Brewery. Hari ini aku sudah ada di Seoul ingin rasanya menjenguk Sherry, aku kangen padanya, kangen eomma n appa juga, hmmm kangen Minho juga. Minho apa kabar ya? Sejak kejadian di new years eve itu kami jarang saling menghubungi lagi, paling Cuma nyapa kalo ketemu di kampus. Pasti dia sangat sedih, aku terlalu sering menyakiti perasaannya. Tapi sayangnya aku masih ada kerjaan di lab, jadinya belum bisa kemana-kemana. Tiba-tiba TOK TOK TOK… Ada yang mengetuk pintu lab, aku membukanya pasti bukan Sanghyun, kalo Sanghyun mah pasti langsung masuk.

Jinki: “Raena, bisa bicara sebentar?” Ternyata Jinki oppa, hubunganku dengan Jinki oppa belum ada perkembangan sejak kejadian malam taun baru itu, masih agak canggung gitu deh…

Aku: “Ne oppa, mau bicara apa?”

Jinki: “Gak disini tapinya, kita dinner yu! Kamu pasti belom makan seharian, Raena kan suka lupa makan kalo udah ngelab, kajja!” Aku langsung melepas jas labku kemudian mengambil tas dan mengikuti Jinki oppa.

Jinki oppa mengajakku ke sebuah café deket bukit gitu, tempatnya bagus banget, romantis… Tiba-tiba Jinki oppa menyodorkan sebuah kotak padaku.

Aku: “Ini apa oppa?”

Jinki: “Hmmm buka aja Raen…” Aku langsung membukanya, ternyata kalung berliontin matahari yang dulu pernah ia berikan padaku.

Jinki: “Oppa mau kamu pake ini lagi, Raena. Untuk selamanya, jangan pernah dilepas lagi… Saranghae Park Raena…” Jinki oppa memegang tanganku kemudian menciumnya, aku jadi sangat gugup, wajahku memerah, ahh eotteohke? Apa aku harus terima lagi kalung itu?

***

Minho POV

Sudah lama sekali aku tida bertemu Raena, sejak kejadian malam tahun baru itu hubungan kami benar-benar canggung. Aku sebenarnya sudah sangat senang ia membalas ciumanku waktu itu, jadi ya sebaiknya aku merelakannya dengan Onew hyung, pasti mereka akan bahagia. Tiba-tiba BUKKK, bola mengenai kepalaku.

Junho: “HEH Minho-ya? Fokus dong,ngelamun mlulu!”

Aku: “Sorry sorry,hyung!”

Sebenarnya saat ini aku sedang tanding basket, kampusku melawan ITB (Institute Technology of Busan). Akhirnya pertandingan usai, sialnya kampusku kalah tipis, SIAL aku sangat benci kekalahan. Selesai pertandingan aku langsung mandi dan mengganti pakaianku dengan kemeja casual dan celana jeans. Saat keluar ruang ganti lapangan basket sudah sangat sepi sekali, teman-temanku yang lain pun sudah tak ada, kemana sih mereka? Aku jadi merasa horor gini di lapbas sendirian malem-malem, tiba-tiba terdengar suara dribble bola dan bola itu tepat ada di depan kakiku sekarang.

Aku: “SIAPA ITU?” Aku mengambil bola basket itu, ada tulisan MINRAE di bola itu, aneh…MINRAE kan tulisan yang aku buat di balon berbentuk hati yang aku berikan pada Raena waktu di Central Park. MINRAE berarti MINho-RAEna , sesuatu yang sangat aku harapkan, tapi apa boleh buat, mungkin dia sudah bahagia dengan Onew hyung, dan mungkin tulisan MINRAE pada bola basket ini hanya imajinasiku saja,haha aku sudah mulai setres tampaknya. Tiba-tiba ada yang mencolek lenganku dari belakang, siapa sih iseng banget? Awas aja kalo ternyata si Mir atau Jinwoon. Aku membalikkan badanku dan ternyata yang ada disitu adalah Raena, aku sangat kaget. Dia tampak sangat cantik, dia emang selalu cantik sih di mataku,haha. Dia baru beres keLABing kayaknya, wajahnya tampak lelah. Tiba-tiba dia menarik kerah kemejaku hingga wajah kami berdua berdekatan, sangat dekat kemudian ia mencium bibirku sangat lembut, tentunya tanpa pikir panjang aku langsung membalasnya, aku menaruh tanganku  di tengkuknya, ia melingkari tangannya di leherku, kulihat dia sedikit berjinjit jadi tanganku yang satunya menahan pinggangnya. Kami mengakhiri ciuman itu, ahhh jeongmal ini seperti mimpi, kalo beneran mimpi, please jangan bangunin aku dulu!

Aku: “MINRAE?”

Raena: “MINho-RAEna kan? Kamu suka ngarang deh main nyambung-nyambungin nama orang,hehe.” Aku mengajaknya duduk di bangku penonton.

Aku: “Tadi maksudnya apa?”

Raena: “Menurut kamu? Jangan pura-pura babo deh Minho,hehe…Aku kangen banget sama kamu, kamu gak kangen sama aku?” Raena menyandarkan kepalanya di bahuku, hal yang selalu ia lakukan jika sedang bermanja-manja padaku.

Aku: “Eh, yaa kangen dong, aku kira kamu yang gak kangen.”

Raena: “Mianhae Minho-ya… mulai sekarang aku mau kita gantian, aku mau bikin kamu senyum terus, kan dari dulu selalu Minho yang bikin aku senyum.”

Aku: “Raena, saranghae… kamu gak boleh nolak aku lagi sekarang,haha…”

Raena: “Iya aku ngaku kalah deh, aku gak bisa berhenti mikirin Minho, ketawa aja yang puas!” Raena memanyunkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. Tanpa pikir panjang aku menciumnya lagi.

***

JINKI POV

SIAL, aku benar-benar tidak menyangka aku benar-benar sudah tidak ada dalam hati Raena, yaa mungkin aku menyakitinya terlalu dalam. Minho memang sangat pantas untuknya, setidaknya Minho tak pernah membuat Raena menangis. Aku sekarang harus mulai melupakan Raena, yaa harus! Tetapi kan tiap hari aku bertemu dengannya di kantor? Ahhhh jinjja…

Listen baby girl

Fine, I will turn away for you, I will coolly let you go like a man

And I won’t bother you, silently from behind you

I will stand silent as the grave, looking at you from afar without you knowing

From very far away, so that you will completely forget my existence UH–

(2PM – I’ll Be Back)

Aku memegang kalung berliontin matahari yang Raena tolak waktu itu, aku ingin melemparnya jauh-jauh. Sekarang aku sedang berada di brewery, menyendiri di antara kendi-kendi berisi beras yang sedang difermentasi. Aku melemparkan kalung itu asal. ADUHHHH! Suara siapa itu?

Aku langsung berdiri dan melihat ada seorang gadis yang sepertinya terkena lemparan kalung yang aku lempar tadi.

“AHH, really, what’s wrong with you?” Cewe ini sepertinya bukan orang Korea. Aku membungkukan badanku padanya.

Aku:” Juisonghaeyo saya kira gak ada orang…” Cewe itu tampak bingung sepertinya dia tidak mengerti apa yang aku katakan.

Cewe: “Wait…” Dia membuka kamus Korea-Inggrisnya

Cewe: “Ahhh, I can’t believe it, today is my first day working here and I got hit by crazy man like you.”

Aku: “I’m so sorry, your first day?”

Cewe: “Yaaa, is this yours?” Dia menyerahkan kalung berliontin matahari itu padaku.

Cewe: “Eh,I gotta go, the boss may be waiting for me, annyeong!” Aneh sekali tadi cewe itu marah-marah sekarang udah senyum ceria gitu, benar-benar mirip Raena, ahhh Raena lagi…

*

Ji Eun: “Pa Jinki, hari ini microbiologist baru dari Indonesia akan mulai bekerja disini membantu Raena dan Sanghyun, apa saya suruh dia masuk sekarang?”

Aku: “Ya suruh masuk aja sekarang…” Seorang gadis memasuki ruanganku, sudah kuduga pasti cewe yang tadi bertemu denganku di brewery. Cewe itu tampak kaget melihatku, namun setelah itu ia langsung membungkukan badannya.

Cewe: “Annyeonghaseyo, Kirena Matahari imnida…” Bentar, namanya KiRENA? Aduh mirip sekali dengan Raena. Aku menghampirinya dan bersalaman dengannya.

Aku: “Lee Jinki imnida”

Kirena: “Mianhae, I didn’t mean to insult you” Ia tersenyum padaku, manis sekali…

Aku: “Ahh it’s OK, welcome to our company, Kirena. Hope you’ll enjoy your stay in Seoul!” Ia tersenyum lagi, matanya sangat mirip Raena, tidak hanya matanya semuanya mirip, ahhhh tampaknya aku menemukan pemilik kalung berliontin matahari yang baru,hehe.

THE END

©FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

 

Advertisements

8 thoughts on “[FF PARTY] I’ll Be Back – Part 4 (END)”

  1. Waah , si minho akhirnya mendapatkan raena haha . Serry sama key ya ? Waaw acik nya hahaha . Onew sama kirena ya ? Prikitiw ~ aku sama siapa ya ? Aku sama jjong aja dah . Akhirnya kelar juga ff ini , aku kira raena bakal jadi sama jinki ternyata sama abi minho hahaha . Uda deh DAEBAK !

  2. Dilla, km bikin adegan onew duduk di deket kendi2 di brewery dpt ide dr mna?? Cz aku liat kemiripan sama di cinderella’s step sister *k-drama*

    ff ini aku suka.. Eh bukan sukaaaa bgt! 🙂 kerja bagus dilla..

  3. yah~~~ aku kira jinki dengan raena, rupanya dengan minho >.< sedikit kecewa sih… tapi, gak papa deh kan udah ada penggatinya kirena. hahahahaha 🙂

  4. aku kira Raena balikkan lagi sama Jinki…tapi ternyata ama Minho toh..DX

    kalau saya jadi Raena saya pasti nerima Jinki saya kan cewek yang setia~ #PLAKDUTPREET!! *Author: Terus nanya?*

    Daebak!!^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s