[FF PARTY] UNDER THE UMBRELLA

Title : Under The Umbrella

Author : Oki a.k.a MinKii

Main Cast : Lee JinKi and YOU(anggap aja diri kamu sendiri)

Genre : Life and Romance

Type : OneShot

Rating : Teenager

Ket : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}


Aku sangat suka hujan,tapi aku benci membawa payung. Bagiku,payung adalah sebuah benda yang sangat merepotkan. Saat hujan turun,kau harus membuka payungmu agar terlindungi dari hujan,tapi saat hujan sudah berhenti kau harus menutupnya dan memasukannya kembali ke dalam tas.

Jika ingat tentang payung dan hujan,aku jadi ingat tentang kisah cintaku yang bermula dari hujan dan payung. Tentang kisah cinta seseorang yang jatuh cinta dengan penyelamatnya dari hujan. Ikutilah kisahku.

^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^

Saat ini hujan sedang turun sangat deras,aku yang tidak membawa payung terpaksa berteduh di sebuah halte menunggu hujan berhenti. Banyak orang yang bernasib sama sepertiku,tapi kebanyakan dari mereka hanya singgah untuk membuka payungnya lalu mereka kembali berjalan pergi.

Udara kali ini sangat dingin,membuat diriku sukses menggigil kedinginan. Aku akui,aku sangat bodoh karena tidak membawa payung dan jaket. Tapi,jangan salahkan aku jika tidak membawa jaket maupun payung. Cuaca saat ini sering berubah-ubah padahal tadi siang sangat panas dan cerah.

Aku masih berteduh di halte,sebenarnya percuma juga berteduh di halte karena aku masih kebasahan. Aku merasakan ada sesuatu yang melindungiku dari tetesan air hujan. Saat aku mendongak ke atas, aku bisa melihat sebuah payung berwarna merah dan sebuah tangan yang memegang payung itu. Aku menatap seseorang yang memegang payung itu. Aaah,,dia sangat tampan amat sangat tampan.

“Kenapa kau masih disini? Apakah kau tidak membawa payung?” tanyanya to the point.

“Aku tidak membawa payung dan aku benci membawa payung” jawabku jujur. Dia.. ah,entahlah orang itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku.

“Ayo,aku antar kau pulang menggunakan payung ini” katanya. Aku pun hanya mengangguk dan mengikutinya pergi. Waahh jika bagi orang yang sedang jatuh cinta,ini amat sangat romantis. Berjalan di tengah hujan dan satu payung berdua dengan orang yang kita cintai,pasti sangat romantis.  Tapi sayangnya,aku malah sepayung dengan seseorang yang.. Aaaaahh,,aku tidak tau namanya..

“Siapa namamu?” tanyanya lagi.

“Namaku Han ____” jawabku lagi.

“Namaku Lee JinKi. Salam kenal ___” katanya lagi. Dan aku hanya mengangguk saja.

”Dimana rumahmu? Apakah kau mau kebasahan terus?” tanyanya membuyarkan lamunanku. Rasanya,aku tidak ingin cepat-cepat sampai rumah. Aku masih ingin bersamanya.

”Ah,rumahku ada di sebelah sana” kataku sambil menunjuk rumahku.  Kamipun kembali berjalan dalam keheningan,hingga tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku.

”Nah,sudah sampai. Lainkali jangan lupa untuk membawa payung” katanya sebelum pergi.

”Ah.. ne gamsahamnida JinKi-ssi” kataku. Lalu dia pergi dari hadapanku. Apakah aku bisa bertemu dengannya lagi? Sepertinya aku tidak akan menuruti kata-katanya,aku akan sengaja tidak membawa payung agar aku bisa bertemu dengannya.

************************************************************************

Hari ini kembali hujan sangat deras dan seperti biasa aku meneduh di halte menunggu hujan reda. Brrrr…. kenapa setiap hujan turun,udaranya harus dingin sih? Ahh,aku jadi menyesal tidak membawa jaket maupun payung. Setidaknya,aku membawa jaket yang bisa melindungi dari udara dingin.

Hujannya tidak berhenti juga. Aduuuhh,,bagaimana ini? Masa aku harus menginap di halte menunggu hujan reda? Aku yang berdiri merasa ada seseorang yang juga berdiri disampingku. Tak lama kemudian,aku merasa ada sebuah jaket yang melindungi tubuhku. Saat aku melihat siapa yang berdiri di sampingku,aku sangat terkejut.

”Aku tau kau kedinginan” katanya. Sepertinya dia mengerti jika aku merasa kebingungan dengan maksud dia menyampirkan jaketnya pada tubuhku.

”Ah,gamsahamnida JinKi-ssi” jawabku tulus. Dia hanya tersenyum hingga matanya hanya membentuk sebuah garis. Uuugghhh,,dia sangat lucu.

”Ayo,aku antar kau pulang. Apakah kau mau menunggu hingga hujan reda?” katanya lagi. Aku melihat dia sudah menyiapkan sebuah payung yang sama seperti hari kemarin.

”Baiklah..” kataku. Lalu kami pun berjalan kaki menuju rumahku.

Keheningan menyelimuti kami,aku tidak tau harus memulai pembicaraan apa. Tapi sebenarnya,ada satu pertanyaan yang mengganjal hatiku. Aku ingin menanyakannya pada JinKi,tapi aku takut dia akan tertawa mendengar pertanyaanku.

”Mmmm…JinKi-ssi.. Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

”Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Aaaahh,sudahlah.. Aku tidak jadi bertanya” jawabku akhirnya. Kamipun berjalan bersama dalam keheningan hingga tak terasa,kamu sudah sampai rumah.

“Nah,sudah sampai. Lainkali cobalah untuk membawa payung” katanya sambil mengacak rambutku pelan. Lalu dia berbalik dan akhirnya pergi.

***************************************************************

Akhir-akhir ini hujan sering turun. Dan kalian tau? Apakah aku membawa payung atau tidak? Jawabannya tidak. Aku tidak menuruti perkataan JinKi dan malah selalu sengaja untuk tidak membawa payung. Sama seperti hari kemarin,JinKi selalu mengantar aku pulang ke rumah dengan selamat sentosa tanpa kekurangan apapun.

Kadang aku heran.. Apakah ini pekerjaannya JinKi? Maksudku sebagai Ojek Payung.*emang ada apa disana?* Karena,aku selalu melihat JinKi hanya waktu hujan turun. Saat hari cerah,aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya melihatnya saja juga baru akhir-akhir ini.

**

Hari ini masih saja hujan.. Terpaksa aku berteduh di halte dekat rumahku. Rasanya ingin menerobos hujan dengan payungku. Payung? Aku tidak mau merepotkan JinKi lagi jadi makannya aku membawa payung.

Sudah satu jam aku menunggu JinKi tapi dia tidak datang juga. Loh,kenapa aku jadi mengharapkan JinKi akan datang? Aaaaahh,,mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Mmm.. Mungkin sebagai ojek payung? Tapi mana ada ojek payung yang setampan JinKi? Mmmm..

Aku melihat di seberang jalan ada seorang namja dan seorang yoja yang baru keluar dari cafe. Sang namja langsung membukakan payung untuk si yoja. Uggghhh,,so sweet,,aku jadi iri. Ehhh,,tapi setelah aku perhatikan lagi,sepertinya aku kenal dengan si namja. Omo,itukan JinKi.. Ternyata JinKi sedang bersama yeojachingunya. Hhh,,kenapa aku merasa tidak rela??

Ada apa dengan diriku ini? Kenapa dadaku terasa sakit saat melihat mereka berdua berjalan bersama? Kenapa mataku terasa perih? Tuhan,ada apa dengan diriku? Tanpa pikir panjang,aku langsung berlari menerobos hujan meninggalkan halte menuju rumahku.

*******************************************************************

Sudah satu minggu cuaca menjadi cerah dan sudah satu minggu pula,aku tidak pernah bertemu dengan JinKi. Entah kenapa,aku merasa sangat bersyukur tidak pernah bertemu dengannya lagi. Setiap mengingat kejadian waktu itu,hatiku merasa sakit. Aku baru sadar,,kalau aku mencintai JinKi. Aku tau ini sangat cepat,bukankah cinta tidak pernah mengenal waktu?

**

Waaahh,ada apa dengan cuaca hari ini? Kenapa tadi pagi sangat panas dan sore ini malah hujan deras? Sepertinya,karena efek global warming yang semakin hari semakin merajalela. Hwaa,,aku terpaksa berteduh lagi di halte menunggu hujan reda.  Aku jadi menyesal tidak membawa payung tadi.

Aku masih berteduh di halte menunggu hujan reda. Addduuhh,kakiku terasa pegal karena terlalu lama berdiri. Aku ingin duduk tapi sama sekali tidak ada tempat duduk yang kosong.  Rasanya ingin menelepon umma atau appaku untuk menjemputku,tapi kan umma dan appa sedang bekerja. Aaaaah,andai JinKi ada disini.

“Butuh tumpangan nona” suara ini. Suara yang sangat aku rindukan. Aku tidak berani mendongak menatap wajahnya. Ottohke?

Aku menubruk badannya lalu berlari di tengah hujan deras,tidak peduli dengan pikiran atau pandangan orang-orang tentang diriku. Aku terus saja berlari dan berlari menuju rumahku.

“YA HAN___ jangan lari” teriak JinKi. Aku masih bisa mendengar JinKi memanggil namaku tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya dan terus berlari menuju rumahku.

Saat tiba di rumah,kenapa pagar rumahnya dikunci jadinya aku tidak bisa masuk kaan? Ottohkae? Aku harus kemana? Suara JinKi yang berteriak memanggil namaku masih bisa aku dengar dan suaranya makin mendekat. Tanpa pikir panjang lagi,aku langsung berlari tak tentu arah. Saat sedang berlari tanganku ditarik oleh sesorang dan aku tau itu tangan siapa. Itu tangan JinKi,lalu dia membalikan badanku menghadap kearahnya.

“Kenapa kau lari,huh?” tanyanya. Nafasnya tidak teratur dan terengah-engah. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan hanya memandang wajahnya yang sedang ngos-ngosan.

“Kenapa kau malah mengejarku?” tanyaku balik. Wajahnya menyiratkan kebingungan.

“Karena aku ingin bersamamu” jawabnya.

“Jawaban tidak masuk akal” kataku lalu pergi meninggalkannya. Aku hanya berjalan pelan karena jujur aku lelah berlari.

“AKU MENCINTAIMU HAN____” teriaknya. Aku langsung membalikan badanku. “APA YANG KAU KATAKAN?”  kataku balas berteriak.

“AKU MENCINTAIMU” katanya lagi,lalu berjalan mendekat kearahku.

“Aku mencintaimu ___” katanya lalu membuka payungnya. Entah maksudnya apa dia membuka payungnya. Sebenarnya percuma karena kami sudah kebasahan.

“Apa aku tidak salah dengar?” kataku memastikannya.

“Tidak,kau tidak salah dengar. Aku benar-benar mencintaimu,aku tau ini sangat cepat tapi sungguh aku mencintaimu” katanya lagi. Aku menatap matanya mencari sebuah kejujuran dari pancaran matanya.

“Aku juga mencintaimu” jawabku lirih.

Kami masih saling berpandangan dan aku merasakan wajahnya semakin mendekat dan aku hanya bisa mengikuti instingku untuk menutup mata. Aku merasakan kecupan hangat di bibirku,aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menikmatinya. Lalu diapun melepas ciumannya.

####################################################

EPILOG :

Aku dan JinKi sedang berada di halte,tempat pertama kali bertemu. Kami duduk berdampingan sambil menikmati hujan. Kebetulan saat ini sedang hujan dan halte juga sedang sepi.  Hmm… Bertemu? Ahh,ada yang lupa aku tanyakan.

”Jagii… Ada yang ingin aku tanyakan padamu,boleh?” tanyaku membuka pembicaraan.

”Hmm.. Boleh.. Asal ada bayarannya” katanya sambil mengeluarkan evil smilenya.

”Yaaa,,kalau seperti itu. Aku tidak jadi bertanya,ah” kataku.

”Jangan ngambek doong. Baiklah,kau mau bertanya apa?”

Nan Ottohkae?? Apa yang harus aku tanyakan?? Hhh… kenapa aku jadi bingung sendiri ingin bertanya padanya??

”Mmmm… Apakah sebelum waktu itu,kau mengantarkan aku pulang ke rumah pertama kali. Kita pernah bertemu?” akhirnya aku berhasil mengeluarkan pertanyaanku ini.

Wajahnya saat mendengarkan pertanyaanku tadi,berubah menjadi kebingungan. Aku saja yang bertanya juga merasa bingung.

”Kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya. Tapi aku sering sekali melihatmu” katanya lagi. Mwo? Sering melihatku? Aku saja tidak pernah melihatnya.

”Hmm.. Sering? Aku saja melihatmu saat hujan” jawabku lagi.

”Kau tau Amor Cafe?” tanyanya lagi.

Akupun mengangguk ”Cafe yang itu kan?” kataku sambil menunjuk cafe yang terletak di seberang halte ini.

”Yaaap.. Aku bekerja disana lebih tepatnya aku pemilik cafe itu. Aku selalu melihatmu melewati cafe baik saat cerah maupun hujan. Saat hujan aku selalu memperhatikanmu dari jendela cafe. Kau berdiri di halte dengan wajah yang sangat menggemaskan. Aku selalu bertanya-tanya apa yang dilakukan olehmu? Karena aku tidak pernah melihatmu membuka payung maupun membawa payung. Aku ingin sekali menanyakannya padamu,tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Hingga akhirnya saat itu tiba” jelasnya panjang lebar.

”Lalu kenapa kau selalu muncul saat hujan? Kenapa bukan saat waktu cerah?”

”Karena aku tau,saat cerah kau tidak membutuhkan payung untuk melindungimu dari tetesan air hujan.  Dan sejak hari itu,aku berjanji akan melindungimu dari tetesan air hujan.”

Uuugghhh,,so sweeet. Melindungiku dari tetesan air hujan? Tapi saat itu karena dia,aku jadi kebasahan kan? Apa yang dimaksud melindungi?

”Lalu,yeoja itu siapa? Saat itu,aku melihatmu keluar dari cafe dengan seorang yoja dan kalian sepertinya sangat senang.” kataku. Hh,,,kalo mengingat kejadian waktu itu,ingin rasanya aku melempar JinKi ke sungai Han.

”Hahahaha.. Apakah kau cemburu?” kata JinKi menggodaku. Aku hanya bisa menunduk dan aku yakin pipiku sudah sangat merah.

”Yoja itu hanyalah pelanggan setia cafeku. Saat itu aku mau menjemputmu tapi yoja itu malah minta menumpang hingga tempat parkirnya. Jadi sebagai pemilik cafe yang baik,aku memberinya tumpangan” jelasnya lagi.

”Kau tidak perlu cemburu. Aku akan selalu melindungi dari tetesan air hujan agar kau tidak kebasahan.”

”Apakah hanya melindungiku dari tetesan air hujan?” kataku merajuk sambil memanyunkan bibirku.

”Hmmmm.. Aku akan selalu melindungimu saat cerah maupun saat hujan. Kalau ada badai,aku akan selalu melindungimu”

^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^          ^

Ini adalah kisahku tentang diriku yang amat sangat membenci membawa payung dan kisah cintaku tentang diriku yang jatuh cinta dengan penyelamatku yang melindungiku dari tetesan air hujan.

FIN

PS: Ini apaan? maaf banget kalo aneh dan jelek. Hmm.. apakah aku perlu membuat sequel dari ini atau aku harus membuat under the umbrella jinki side? kalo perlu nanti aku bikinin tapi mungkin gak masuk dalam ff party. wehehehe.. hmm maaf banget yya kalo ini jelek.

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

 

66 thoughts on “[FF PARTY] UNDER THE UMBRELLA”

  1. huwaaaa~ so sweet…!!! aku setuju tuh ama yeojanya… aku jga gag ska bwa payung! abis repot bner klo bwa payung~
    ngmg2 ffnya kereeen loh thor!! ceritanya seru~ beda.
    good job atuhor! b^^d

  2. baguss juga eonn..
    saya bakal ga pernah bawa payung kalo ada ojek payung seganteng Jinki hahaha
    *padahal emang ga pernah bawa payung -___-*
    ahh.. ini sangat2 romantiiiiss hahaha..
    sebenarnya pa adegan kejar2an itu kenpa Jinki buka payung??
    mau nutupin adegan selanjutnya ya?? huwahahaha

    1. haha.. aku juga gak akan bawa payung kalo ada ojek payung kaya minho??

      makasih-makasih..

      iya kaan di sensor biar gak ketauan sama orang laiin.

      makasih sucii sudah mau baca dan comment

  3. Wah brarti onyu cs_an ma rihana donk…ojek payung…hehe…
    Ffnya romantis…
    Kata2 trakhis sblum fin, dibaca berulang2…coz gag ngerti,…tp akhirnya ngerti…#babo reader

  4. Iya onnn!! Dibikin jinki sidenya ajaa *reader banyak maunya*. Aku bingung mau komentar apa, soalnya komentar aku pasti udah bisa ketebak. Intinya bagus lah 😀

  5. BAGUS BANGET DEMI APAPUN, AKU SUKAAAAA!!!!
    aaaaaahh ujan2an, dibawah payung, kisseu :* *plakk XDD

    Keren chinguuuu~ bikin lagi…lagi…lagi…. :DDD *keranjingan* hahahahahah~ oke? hihi 🙂

  6. AHAAAAA OKI ONNIEEE XO
    sweet banget ceritanyaa >oO<
    tapi kalo aku lebih prefer ke onew side ajah XD
    ya ya onn? bikin lagi yaaaa?? *narik2 baju oki onnie* eheheh XDD

      1. eh? iya aja deh daripada bonyok ekekek~ XD
        ayolaaah bikin onn tuh di atas kan banyak yang request xo xo
        yaya onn *puppy eyes* XDD

  7. Huhu
    keren keren keren onn
    ‘melindungi dr titisan hujan’
    cuit cuit jinkiii…
    Aku jg mauuu,tp sm minho*plakk langsung dbkr flames*

  8. Huhu
    keren keren keren onn
    ‘melindungi dr tetesan hujan’
    cuit cuit jinkiii…
    Aku jg mauuu,tp sm minho*plakk langsung dbkr flames*

  9. aku jadi ngerasa jadi yeoja nya… soalnya nama korea aku Han Ji ah. kekekeke 🙂
    so sweet banget ceritanya >.<
    ayo buat sekuelnya…

  10. aihh… so swiiiitt…
    onyu ujan2 ciuman , awas masuk angin. bwahaha~ aku siap ngerokin bang onyu deh #komengaknyambung

    nice story, author ^^

  11. ah onnie ini so sweet bangettt , aku suka . Nah abis ketemu jinki si cewe kaga benci lg sma hujan kan ?
    Ah iyaa ciumannya ituu !! Romantis tauu diguyur air hujan . God joob onnie o,od

  12. waaah bagus chingu. kebetulan banget aku bacanya pas lagi hujan, kekeke.
    aku juga mau dilindungin dari tetesan hujan, tapi ama Taemin. kekekeke.

    nice ff 🙂

  13. : i don’t know, tapi aku ngerasa pernah baca FF ini, mulai dari paragraf 1-8 hampir sama, tapi cast-nya Key, bukan Jinki, lupa baca dimana, soalnya aku banyak baca FF, aduh mian, kalau aku tau, aku pasti kasih tau deh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s