[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 4 (END)

You are My Eyes

(part 4)

 

Author              : Shalina Noviarti a.k. a Shalina’okkey

Main Cast        : Lee Jinki, Kim Jang Gi (Imajinatif Character), Kim Yoon Ra (IC)

Suport Cast      : Lee Ha Rin (IC), Kim Kibum,

Genre               : Romance, Friendship, Family

Type/Length     : Sequel

Rating               : General

Credit Song      : Thank you for loving me ~ Bonjovi

I Wanna Know What Love is ~ Mariah Carey

Ket                 : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

Thank you for loving me ..

For being my eyes .. when I couldn’t see
For parting my lips.. when I couldn’t breathe

Thank you for loving me

~~~~

“Oppa!” seorang yeoja memanggilnya. Jinki menengok ke belakang, dia tersenyum dan memperlambat jalannya agar sang yeoja dapat mengejarnya. Dan setelah sang yeoja sudah di sampingnya dia kembali memandang ke depan masih dengan senyum manisnya .

“Bagaimana oppa ? apa oppa dapet beasiswanya?” Tanya yeoja yang dekat dengannya setahun yang lalu. Penasaran.

“Mana mungkin aku tidak mendapatkannya. Aku kan pintar.” Sombong Jinki

“Dasar sombong!” kesalnya sambil memukul lengan Jinki. “sakit.” Seru Jinki manja.

“Ngomong-ngomong kau hebat oppa!” jawabnya sambil menopang dagunya menghadapkan muka kagumnya pada Jinki. Sekarang mereka sudah berada dalam suatu tempat makan, kurang terkenal namun pangsitnya sangat enak. Sepertinya kalian sudah tahu.

“Tentu saja.” Jawab Jinki sambil mencubit pipi yeoja itu.

“Kalau gitu oppa harus traktir aku ya.” Pintanya.

“Memang kapan kau bayar sendiri kalau sedang makan denganku?” Tanya Jinki heran dan mengejek. Yeoja itu cemberut. Jinki tertawa.

“Jagi, apa kau mau ikut denganku besok?” Tanya Jinki sedikit ragu.

“Ke mana?” Tanya yeoja itu.

“Ke makam Jang Gi.” Jawabnya berat.

“Tentu saja oppa.” Jawab yeoja itu riang. Besok tepat setahun setelah kepergian Jang Gi. Sahabat sekaligus cinta Jinki yang tetap hidup di hatinya.

Flashback in Jinki POV

“Jinki.” Panggilnya. “Ne?” jawabku .

“Maukah kau memenuhi permintaanku? Aku berjanji ini terakhir kalinya aku meminta padamu.”

Tidak Jang Gi aku ingin kau selalu meminta padaku, aku berjanji akan memenuhinya untukmu.

“Ne . Mwo ?” Tanyaku penasaran .

“Bisakah kau mencintai dia seperti kau mencintaiku?” Tanyanya. Aku tidak mengerti.

“Siapa?” Tanyaku penasaran dan curiga.

“Kim Yoon Ra.” Jawabnya singkat. Aku membelalak kaget. Dia tidak tahu.

“Yagso?” tanyanya meminta konfirmasi dariku.

“Apa maksudmu?” Tanyaku sedikit memaksa dan marah.

“Aku mohon Jinki, dia sangat mencintaimu, dia sangat terluka sekarang obati lukanya itu semua karena aku. Aku mohon Jinki.” Pintanya menunduk.

“Tidak bisa Jang Gi. Mian”

“Ternyata kau tidak mencintaiku Jinki.” Jawabnya menitikkan air mata. “Seharusnya aku tahu itu sejak awal.”

“Aku mencintaimu Jang Gi karena itu aku tidak bisa mencintai orang lain.” Jawabku sedikit dengan nada tinggi.

“Dia bukan orang lain Jinki. Dia adik tiriku.” Aku tidak percaya. Benarkah? “Aku sungguh Jinki.” Lanjutnya seolah mengetahui hatiku.

“Jinki, dia adalah aku.” Desahnya lirih. “Aku berjanji Jinki, kau akan merasakanku saat kau bersamanya” lanjutnya lagi. “Percayalah padaku bahwa dia orang yang tepat untuk kau cintai.” Apa maksudnya?

“Dua jiwa akan bersatu di tubuhnya.”

“Apa yang kau bicarakan ?” Tanyaku marah .

“Kau boleh membuka liontin ini jika kau mau mengabulkan permintaanku Jinki.” Ucapnya sambil meraba kalung liontin pemberiannya waktu itu yang sekarang bertengger di dadaku. “ Aku mohon Jinki, agar aku tenang. Yagso?”

“Yagso.” Kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku akan melakukannya demimu Jang Gi. Dia tersenyum lega sekali, seakan suatu beban yang amat sangat berat diambil darinya. Dia memelukku.

“Gomawo Jinki-ya” katanya pelan di telingaku.

Aku mengantarnya kembali ke rumah. Dia mengucapkan terimakasih lagi.

Aku pulang. Di kamarku aku termenung, mencoba memahami apa yang tadi dia katakan. Semuanya. Apa aku harus mengabulkannya ?

Tiba-tiba saja hatiku terasa sakit, sangat rapuh. Aku merasa sesuatu hilang dari hatiku.  Aku mengetahui apa yang akan terjadi pada Jang Gi, maka aku terpaksa menerima permintaannya. Demimu.

Hapeku berbunyi. Kuangkat. “Dia sudah pergi” Kim Kibum mengucapkannya bergetar. Dia menangis. “Gomawo hyung, dia bilang padaku bahwa dia sangat senang. Gomawo telah membuat hari ini sangat menyenangkan baginya.”

Aku terdiam menatap Liontin pemberian Jang Gi. Tidak menangis. Hanya saja hatiku yang menangis, hatiku terus memberontak dan meronta kesakitan. Aku mengurung diri di kamar. Inikah hadiah yang kuterima Jang Gi.

End Flashback in Jinki POV

Flashback in Yoon Ra POV

I wanna know what love is

I want you can show me

I wanna feel what love is

I know you can show me

Alunan dari radio mengalun pelan .

Siang itu aku termenung di kamar tanpa ada rasa ingin melangkah keluar. Aku sangat kecewa dengan apa yang Jinki lakukan, aku tahu dia tidak mecintaiku bahkan mengenalku pun mungkin tidak. Tapi hatiku benar-benar sakit saat aku mendengarnya. Jinki menyatakan cintanya . Kejadian itu sudah berlalu sebulan yang lalu. Tapi hatiku masih shock . Aku terluka. Ini memang salahku, aku mencintainya tanpa izin darinya. Aku juga tidak tahu kenapa aku mencintainya. Hanya saja aku melihat sosok Taemin di diri Jinki oppa. Taemin ? Lupakan.

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Hiraukan, batinku. Tapi suara itu terus mengusikku. Seseorang membuka pintuku.

“Yoon Ra.” Panggilnya. Dia meraba pintu kemudian dinding . Mencari-cariku .

“Ne.” jawabku mengalihkan pandangan darinya. Aku kasihan padanya, tapi kondisi hatiku sedang tidak ingin beriba padanya aku bahkan tidak tahu ceritanya dia bisa BUTA, mungkin dia kecelakaan. Mengenaskan nasibmu.Tawaku, tidak aku tidak tertawa.  “Mau apa kau kemari ?” Tanyaku ketus.

“Aku ingin bicara.”  Dia bicara sambil menuntun tongkatnya dan mencari tempat tidurku kemudian duduk. Aku mengalihkan pandanganku lagi darinya.

“Tidak perlu, mungkin kau hanya ingin pamer, bahwa kau dan Jinki oppa sedang berbahagia dan memintaku untuk menjauhinya. Tidak perlu aku tidak akan membiarkannya.” Seruku mungkin sok tahu.

“Tidak bukan itu.” Jawabnya pelan. Aku diam menatap keluar jendela melipat kedua kakiku didepan dada dan menopang daguku di atas lutut.

“Kau pantas memilikinya Yoon Ra.” Apa yang dia katakan ? Aku tidak mengerti.

“Aku berjanji padamu, kau dapat memilikinya Yoon Ra.” Dia menangis pelan. “Orang sesempurna dia tidak pantas ku miliki. Kau melihat kondisiku.” Jawabnya lirih.

“Memang” jawabku sekali lagi dengan ketus, aku tidak ingin mengatakannya namun sudah terlanjur.

“Maka kau berjanjilah padaku, kau akan mencintainya sepenuh hati.” Hei apa yang dia katakan ? Aku sangat mencintainya.

“Mianhae Yoon Ra, aku tidak mengerti soal cinta. Aku hanya membutuhkan sayang.” Heh.. desahku. Pantas.

Dia bercerita padaku mengenai selukbeluk Jinki bahkan awal pertemuan mereka. Mau apa? Pamer?

Dia terus melanjutkan ceritanya, hingga dia menceritakan semua yang dia dengar waktu aku menangis di taman.

Dia tahu bahwa aku benci padanya karena ibu lebih mementingkannya dan Key. Dia tahu bahwa aku selalu mengejar-ngejar Jinki dan menangis semalaman karena tidak dianggap oleh Key. Dia tahu aku mengupingnya saat dia sedang makan dengan Jinki. Dia tahu aku mengampiri Jinki siang itu. Semua dia ketahui karena dia tidak sengaja membaca buku harianku yang terjatuh di taman, saat aku menangis dengan frontalnya. Dia mendengarku menangis. Bagaimana mungkin.

Dia juga menjelaskan bahwa dia tidak berpacaran dengan Jinki. Aku tertegun, menangis. Kubekap mulutku dengan bantal akan tidak terdengar olehnya. Kemudian ..

“Aku merelakannya untukmu Yoon Ra. Karena aku tahu kau akan menjaga kepercayaanku. Kau harus berjanji, kau tidak akan membenciku Yoon Ra. Aku mohon.” Ada apa dengannya?

“Aku hanya ingin memberitahumu itu. Baiklah aku pergi.” Dia mengusap air mata. Kemudian berdiri dan berjalan dituntun tongkatnya.

Aku menangis dengan derasnya. Hatiku berkecamuk. Selama beberapa jam aku bergumul dengan diriku sendiri dari siang tadi sepertinya sekarang sudah malam.

Tiba-tiba kudengar teriakan kuat seeorang. Aku kaget, keluar dari kamarku. Aku tidak percaya semuanya.”

End Flashback in Yoon Ra POV

Author POV

Jang Gi meninggal di hari ulang tahun Jinki, benar-benar menbuat hati Jinki sakit. Jang Gi meninggal setelah menceritakan kegiatannya hari ini dan mengatakan pada Key adiknya bahwa dia senang pada hari ini, dia sudah puas. Dan dia juga meminta Key menyimpan buku hariannya. Dia menghembuskan nafas terakhirnya di depan Key dengan senyum bahagianya tidak sebahagia orang-orang yang ditinggalkannya. Key berteriak memanggil nama noonanya. Namun kemudian dia tersenyum dalam tangisnya. Dia lega karena kakaknya tidak lagi merasakan kesakitan dia juga pergi dengan hati yang senang.

Paginya, Jang Gi di makamkan. Tuan Kim didampingi anaenya, Ny.Kim ibu tiri Kim Jang Gi dan Kim Kibum sekaligus ibu kandung Kim Yoon Ra, menabur bunga di atas makam Jang Gi. Ada Lee Ha Rin yang berdiri bersama Kim Kibum. Ada juga teman satu kampusnya, atasannya Tuan Jung pemilik butik ternama di Korea Selatan. Bahkan Kim Yoon Ra juga hadir meski dia hanya melihat dari jauh. Tapi di mana? Lee Jinki. Dia seharusnya hadir.

Dia masih terus bergumul dengan pikirannya dan tidak berani menghadiri makam Jang Gi.

Begitulah keadaan di hari pemakaman Jang Gi satu tahun yang lalu.

Jinki POV

Hari ini aku datang ke makam Jang Gi, bersama Yeojachinguku. Yoon Ra. Kini aku mengenalnya, dia bukanlah yeoja yang menyebalkan namun sangat menyenangkan. Dialah yang memulihkan keadaanku. Begitu aku melihatnya lagi setelah kematian Jang Gi, aku merasakan aura yang berbeda darinya, aku tak lagi bisa menghindarinya aku juga tak bisa lagi menahan senyumku saat melihatnya tersenyum. Jang Gi menepati janjinya, dia ada dalam diri Yoon Ra.

“Saengil chukkae oppa.” Jang Gi memelukku kemudian memberiku sebuah bingkisan bunga. Di dalamnya terdapat sebuah liontin berbentuk hati di dalamnya terdapat tulisan “I Love my oppa” aku baru mengerti, liontin berbentuk buku yang diberikan Jang Gi menandakan sebuah persahabatn, sedangkan liontin yang diberikan Yoon Ran merupakan tanda cinta, meski aku tahu Jang Gi mencintaiku juga tapi hanya sahabat.

“Gomawo jagi.” Aku mencium keningnya.

Kini kami dalam perjalanan menuju makam Jang Gi. Begitu sampai di sana, aku menarik nafas dalam. Yoon Ra mengelus lengan lembut.

Aku turun dari mobil membukakannya pintu, lalu menggandeng tangan kanannya.

Aku meletakan sebatang mawar putih dari Ha Rin. Dia menitipkannya padaku. Lalu disusul Yoon Ra yang meletakkan serangkaian bunga di atas makam Jang Gi. Kami berlutut dan membacakan doa. Aku memegang tangan kiri Yoon Ra dan mengelusnya pelan. Dia tersenyum.

Aku merogoh sakuku, mencari liontin pemberian Jang Gi. Aku sudah menepati janjiku Jang Gi, maka aku boleh membuka liontin ini bukan? Sejenak aku menengok ke arah Yoon Ra, dia mengangguk dan tersenyum. Aku membukanya.

I Love You My Best Friend. Ada fotoku dan Jang Gi saat bermain di taman.

Kau benar Jang Gi. Kita ditakdirkan hanya untuk menjadi sepasang sahabat, bukan kekasih yang selalu kuharapkan. Aku sangat berterimakasih Jang Gi. Yoon Ra adalah hadiah terindah setelah persahabatan kita.

Terimakasih telah menjadi mata di hidupku Jang Gi. Aku bisa melihat sekarang, maaf dulu aku tidak melihat maksudmu yang sangat berarti saat ini. Kau merubah hari-hariku menjadi labih berwarna dan berarti dengan ‘persahabatan’ kita. Terimakasih sudah menjadi sahabat yang baik. Selamanya kau akan menjadi sahabat tercintaku.

Author POV

Awan membentuk wajah Jang Gi di langit biru yang cerah. Jang Gi tersenyum melihat Jinki dan Yoon Ra.

~

Apa kau tahu ?

Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak akan bisa kau miliki ?

Aku tahu .sakit . sakit sekali.

Hanya satu yang bisa kau berikan padanya.

Tentu saja sebagai tanda cintamu.

Bukan hanya menikahinya, menciumnya.

Hidup bahagia selamanya bersamanya. Di dunia.

Aku bisa menunjukkannya .

Aku ingin melihatnya tersenyum. Aku bahagia.

Meski aku harus menyakiti hatinya terlebih dulu.

Aku janji aku akan datangkan obat untuk mengobatinya .

Menjadi bagian dari hidupnya

Memberinya petunjuk

Aku ingin dia bahagia.

Selamanya bukan hanya sesaat.

Finish .

 

Yey .. selesai . Kayaknya kurang nyambung gitu ya ? Tapi I need you support. Krtik, saran dan komentar yang membangun sangat kubutuhkan .

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

25 thoughts on “[FF PARTY] You Are My Eyes – Part 4 (END)”

  1. ah. . .ah. .
    .hu. . .hu. . .hu. . . .
    Aku kira cwe y jinki jan gi pas tau bukan n jan gi y meninggal, sedih. . . .
    Aku baca y berenti2 sambil nangis soal y, air mata aku ngak bisa berenti, bener2 nyesek banget baca y. . . .
    Bagus ff y bagus udag bisa bikin aku mewek setengah mati kyk gini. . . . . . .

  2. T_T
    zzzzzzzzzzzzz
    akhirnya END juga 🙂

    huwwee SAD ending 😦

    kecewa akhhh jinki gak ama jang gi
    ku pikir bakal happy ending 😦 hikkzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

    tapi nice FF 🙂

  3. MAAP AKU BARU NGOMEEEEEEENNNN
    AKU UDAH BACA SEMUANYA, KOK..
    AKU KOMEN DISINI LANGSUNG, YAAAAAA

    gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    DAEBAK !!!!!!!!!!!!!!!!!
    aku suka suka suka suka suka sukaaaaaaaa !!
    meskipun sad ending T.T

    huweeeeeeeeeee
    kenapa kau membuat aku menangis??
    ayoo
    kasih aku tisu
    wakakakakak

    aku sukaaaaaaaaa
    aku pengen ngelike, cuman gak bisa T.T

    1. ngga apa eonie.
      gumawo sudah mau komen.

      maaf bikin nangis.
      nanti tisuenya aku aku paketin ya, paket kilat kok. hehehe

      begini sudah kuanggap ngelike kok eon.
      sekali lagi
      Gamsahamnida

  4. shalinaaa….
    tanggung jawabb… aku beneran nangis sekarang,, hwaaa T.T
    kasi aku tisu,,, *plakkk

    keren banget, biarpun sad ending,,
    .
    daebak ^^

  5. Muvv ne qu ru bca..
    Wlaupun part na cma dkit..
    Pii ff nee dh bwt air mta qu luber..TT.TT
    Daebak lahh..eoniie krenn((:
    D’tnggu ff na gy iyy..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s