[FF PARTY] Your Name

“your name”

Author(*): n.n

Main Cast(*) : Onew (shinee)

Suport Cast(*) : Park Nami

Other Cast : Choi minho (shinee)

Genre(*) : Romance

Type/Length(*) : oneshot

Rating (*): PG 13

Summary :  I have been done “it”. When I feel that I`am the luckiest in this world, that the ancident comes…

Credit Song : your name “Shinee” onew`s lyric

Ket(*) : as follower to give a small gift for him”dubu”.

Hope u all like this, ^__^

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

First POV….

 

“kau mau pergi kemana? “tanya ummaku cemas begitu melihatku merapikan semua barang-barangku.

Aku tidak menjawab. Dan masih sibuk dengan tas ranselku. Kali ini aku akan pergi ke suatu tempat di mana aku dan kenanganku berawal dan akan berakhir di sana. Aku sudah bertekad untuk menemuinya kali ini. Menemui seseorang yang sangat aku cintai dan selamanya aku rindukan.

“nami”kali ini ummaku menghambur memelukku dan menangis sesenggukan.

“jangan seperti ini. Kau sakitt nami..”ummaku menjerit dan mengguncang tubuhku. Berusaha menyadarkanku. Aku tidak merespon apapun yang di lakukan ummaku dan tetap berfokus pada ransel yang akan aku bawa pergi.

“nae nami..jangan tinggalkan umma”terdengar suara ummaku memohon padaku.

Dan seperti biasa aku hanya menatap kosong ke arahnya. Aku akui aku sakit. Dan sepertinya aku harus segera mengakhiri kisah ini. Aku sudah tidak kuat lagi mengekang keinginanku untuk bertemu dengannya. Dan kali ini aku yakin aku akan bertemu dengannya. Aku bangkit dari kasurku dan langsung menggendong tas ranselku dan berusaha melepaskan pelukan ummaku secara perlahan.

Aku menatap mata ummaku dalam. Berharap kali ini ummaku mengerti dengan keputusan yang telah aku buat. Berusaha menyampaikan permohonan maaf melewati tatapan mataku. Dan ketika ummaku mengangguk setuju, aku yakin kali ini aku tidak mungkin salah memilih jalanku. Hanya ini satu-satunya jalan untuk menemuinya.

###

Flash back…

Nee gin saeng.meori nan hwanghol.hae
Nal seuchyeogal ddae ajjil.han geol nan
Geureol ddaemada nan nee yeppeun eereumeul
Bulleobogo shipeo eereok.hae

Aku terpikat dengan rambutmu yang panjang dan lurus

Aku merasa pusing ketika kamu melewatiku

Kapanpun itu terjadi

Aku ingin segera memanggil namamu,

Seperti ini,

“pussy…”sapa seorang namja dan berhasil membuatku menghentikan aktifitasku.

Aku melirik tajam ke arah namja yang kini tengah duduk manis di sampingku.

“kau memang menggemaskan..”kali ini dia mencubit pipiku gemas.

“aishh,,jangan mencubit pipiku dubu!!”aku langsung menghidarkan tangannya di pipiku.

“kau belum mengerjakannya?”tanyanya menggodaku dan mengambil buku tugasku.

“dubu..andwae!!”aku berteriak keras dan berusaha mengambil bukuku kembali. Dengan sigap dia menjauhkan buku itu dari jangkauanku. Aku berusaha menjangkau tangannya yang kali ini terasa jauh dariku.

“ku mohon”aku berusaha menekan emosiku agar tidak sampai meledak. Dasar namja ini. Awas saja kau!!

“aniiyoo. Kau ingin buku ini nami? Ambillah kalau kau bisa”ucapnya enteng sambil mengayun-ayunkan bukuku, dan kemudian berlari keluar kelas.

“dubu!!! Awas kau!!”aku berteriak marah dan berlari mengejarnya.

###

Aku terus saja mencarinya tanpa putus asa, tapi aku tidak menemukannya. Aku sudah mencarinya ke setiap sudut sekolah. Nihil. Aku tidak menemukannya. Aku berjalan malas menuju kelasku. Putus asa karena tidak bisa menemukannya. Aku mendengar suara Leeteuk seosangnim telah menggema di lorong kelasku. Ternyata teuk seosangnim telah masuk dan mengajar di kelasku. Aku berusaha mengumpulkan keberanianku untuk mencoba mengetuk pintu kelasku.

“tok tok tok”aku menunggu dengan sabar sampai pintu itu terbuka.

“masuk”

Aku membuka pintu kelasku dengan takut dan selanjutnya terkejut dengan apa yang aku lihat. Aku melihat lee jin ki tengah duduk manis di bangku paling depan. Aish..aku telah mencarinya ke setiap sudut sekolah ternyata dia bersembunyi di sini.

“apa kau tahu jam berapa sekarang, park nami?”Tanya teukie sabar. Aku mengangguk mengerti. Mengerti bahwa aku salah dan mengerti bahwa tidak seharusnya aku masuk ke dalam kelas.

“ne, kau bisa mengikuti pelajaranku kali ini. Tapi nanti kau harus bertemu denganku dulu setelah jam pelajaran berakhir”ucap teuk bijaksana. Lagi-lagi aku mengangguk mengerti. Mengerti bahwa teukie pasti akan menghukumku setelah pelajaran berakhir.

“kamsa hamnida”aku membungkukan badanku tanda hormat. Dan beralih menatap dingin ke arah jin ki. Awas kau!!

“kau bisa duduk sekarang”ucapan teukie berhasil menyadarkanku bahwa aku masih berdiri termenung di depan kelas. Aku beranjak pergi menuju kursiku. Dan duduk menahan kekesalan di sampingnya.

“dubu!!”aku mengucapkan namanya dalam dan penuh kesal.

“wae pussy..?”dia melirikku dengan tatapan eyes smilenya.

Aku mendelik kesal ke arahnya dan langsung menginjak keras kakinya.

“awww..”dia langsung meringis kesakitan dan berusaha mengusap kakinya yang telah ku injak.

“lee jin ki, apakah kau akan menjawab pertanyaanku?”Tanya teukie sinis.

“anii..seosangnim”dia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat dan melirikku kesal.

Aku berusaha menutup mulutku yang bersiap untuk menertawakannya.

“lee jin ki, ayo ke depan”kali ini teukie membentaknya.

“ne, seosangnim”jin ki berusaha bangkit dari kursinya dan berjalan tertatih-tatih ke depan kelas. Dia melirik kesal padaku. Aku tersenyum senang melihatnya. Aku melambaikan tanganku untuk mengantarkan kepergiannya. Dengan sebelumnya menjulurkan lidahku terlebih dahulu.

###

“kau bersihkan wc putri di lantai dua. Dan jangan harap bisa pergi, sebelum kau menyelesaikan semuanya”ucap teukie halus padaku.

“ne, seosangnim”aku menangguk mengerti dan berjalan malas ke lantai dua.

###

Gakkeum neega seulpeul ddaen
Nan neo.ae mameul molla
Geureol.ddae nan kiseuhaji
Neo.ae jakeun son.ae ipmachoom
Geureok.hae poollindamyeon nan meot beonirado

Suatu waktu ketika kamu sedih

Aku tidak tahu perasaanmu

Ketika itu, aku menciummu. Aku mencium tanganmu

Jika itu membuat perasaanmu lebih baik

Aku akan melakukan itu untuk beberapa lama

 

Aku menyimpan tasku terlebih dahulu, dan bersiap untuk menggosok lantai kamar mandi. Aku menyiram lantainya terlebih dahulu sebelum memulai aksiku. Awas dubu!! Jangan sampai aku bertemu denganmu sekarang.

“anyeong pusyy”aku berbalik marah dan mendapati jin ki tengah berdiri tegak di belakangku. Ternyata tuhan tidak mendengarkan doaku kali ini.

“jangan menggangguku dubu!!”aku berteriak keras tepat di hadapannya. ”dan jangan panggil aku dengan sebutan pussy, aku peringatkan kau! aku bukanlah kucing peliharaanmu”aku membentaknya dengan mengacung-acungkan gagang lap yang tengah aku pegang.

“ckkk”dia mendecak kagum melihatku dan kali ini dia menarik gagang lap yang tengah aku genggam.

“apa yang akan kau lakukan?”aku bertanya takut. Apakah jin ki akan memukulku karena telah tersingung dengan ucapanku? Aishh..Aku melihatnya berjalan semakin dekat ke arahku. Aku menunggunya dengan dada yang terus berdebar. Jin ki menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan. Dan..

“cup.. “dia mengecup keningku singkat.

“aku hanya ingin membantumu. Dan aku akan tetap memanggilmu pussy, selamanya kau adalah hewan yang aku sayangi”terangnya pelan tepat di hadapanku.

Aku masih ternganga tidak percaya. Apa yang barusan jin ki lakukan padaku? Apa yang barusan jin ki katakan padaku? Aku menatapnya dengan sorot tak percaya. Ku lihat dia kini mulai menggosok lantai kamar mandi dengan semangat.

“apakah kau hanya akan berdiri memandangiku seperti itu?”Tanya jin ki mengejekku.

Aku tersenyum malu. Sudah berapa lama aku hanya bisa tertegun melihatnya? Aku mulai berjalan mendekatinya dan mengambil ember untuk ikut membantunya menyiram bagian lantai yang telah ia sikat.

“akhirnya”aku melenguh panjang setelah selesai membersihkan wc. Dan terduduk lemas di atas kursi satu-satunya yang berada di wc itu.

“capek?”tanya jin ki cemas dan mulai mendekatiku. Dia berdiri tepat di hadapanku dan merapikan bagian depan rambutku yang terlihat acak-acakkan.

Aku menahan napasku sendiri ketika dia melakukannya. Dan kali ini, aku merasakan dadaku berdebar hangat, darahku mengalir deras dan jantungku berdetak cepat. Aku menggeleng pelan dan menantikan apa yang akan di lakukannya kali ini. Dia masih sibuk merapikan rambutku tanpa melihat ke arah mataku sedikitpun. Kemudian dia mengambil sesuatu dari balik saku celananya. Kali ini, apa yang akan di lakukannya? Aku menundukan wajahku. Dan berusaha menerka apa yang ada di balik sakunya itu. Apa? Aku melihat sapu tangan berwarna putih dengan corak biru mulai mulai mengusap bagian pelipisku yang telah basah oleh keringat.

“apa sangat capek?”kali ini suaranya benar-benar terdengar pelan dan hampir berbisik di telingaku. Kali ini keringatku keluar lebih banyak lagi, bukan karena capek tapi karena darahku bertambah cepat mengalir.

“sudah jin ki,,”aku menghentikan tangannya yang terus bergerak menyentuhku dan berhasil menaik turunkan tekanan darahku dan mempercepat aliran darahku.

“ne, baiklah ayo kita pulang”ucapnya akhirnya dan kemudian memasukan kembali sapu tangannya ke dalam sakunya. Dan dengan santainya dia menarik tanganku agar berjalan bersamanya.

“wae?”Tanyanya heran ketika aku sama sekali tidak bergeming.

“ppali”kali ini jin ki menggenggam tanganku lebih erat dan menariknya pergi.

###

Sejak saat itu, aku selalu memikirkannya. Merasa malu jika bertemu dengannya dan merasa bahagia jika mengetahui dirinya memperhatikanku. Dan ketika aku memikirkan kemungkinan bahwa hanya aku yang mencintainya, aku selalu berusaha menghindar darinya. Berusaha untuk tidak bertegur sapa dengannya. Berusaha untuk menyembunyikan perasaanku padanya.

###

Seperti biasa, aku pergi ke perpustakaan sekolah untuk mengisi waktu istirahatku. Aku melihat jin ki tengah berdiri tegak di depan pintu perpustakaan. Aku hendak berbalik pergi ketika dia memanggilku.

“nae puss..chamkaman”serunya keras dan kemudian belari-lari kecil mendekatiku. “aku ingin bicara denganmu”lanjutnya dan kemudian menarik tanganku menuju taman belakang. Aku masih sibuk menenangkan diriku sendiri, ketika dia duduk di sampingku dan mulai berbicara. Dia menggenggam tanganku erat.

“apakah aku punya salah padamu?”Tanya jin ki sedih dan menatapku dalam. Aku menundukan kepalaku. Tidak berani membalas tatapannya.

“anii”aku menggeleng yakin.

“lalu kenapa aku merasa akhir-akhir ini kau menjauhiku?”Tanya jin ki lagi.

“aniii”lagi-lagi aku hanya berkata tidak dan menggelengkan kepalaku.

“jangan seperti ini. Aku kehilanganmu”umpat jin ki kesal.

Aku balik menatapnya. Berusaha menyelami perasaannya lewat tatapan matanya.

Apakah jin ki menyukaiku? Katakanlah sekarang bahwa kau kehilanganku karena kau mencintaiku!

“ottoke?”kali ini aku berusaha memaksanya untuk menjawab pertanyaanku.

“karena..”dia terlihat ragu-ragu. Ayo katakanlah, bahwa kau juga mempunyai perasaan padaku.

“karena.. kau chinguku”jawabnya akhirnya. Bless… Aku merasakan sesuatu dalam diriku terasa sakit. Sakit sekali sampai aku hanya bisa terdiam membisu. Lama kami terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun. Suasana menjadi sangat canggung.

“sepertinya bel masuk sudah berbunyi. Aku pergi masuk dulu..”ucapku memecah kesunyian di antara kami berdua.  Dan berajak pergi darinya.

“chamkaman..”teriak jin ki kembali dan membuat aku menghentikan langkahku.  Ayo jin ki katakan sekarang.

“anii..”akhirnya dia menggeleng pasrah.

Aku membalikan badanku dengan kecewa. Lee jin ki tidak mencintaimu nami!! aku mengingatkan  kenyataan pahit itu pada diriku sendiri. Dan berjalan dengan penuh kekecewaan ke dalam kelas.

###

Dari sejak itu aku merasa jin ki berubah dan seperti berusaha menghindar dariku. Ternyata hal itu membuatku bertambah sakit. Aku benar-benar merasa kehilangan dia. Seorang namja yang selalu ada di sampingku. Kenapa aku egois? Ingin memilikinya dan memaksa dirinya untuk mencintaiku seorang? Kasihan dia. Ku kira dia tidak tega jika harus membohongiku bahwa dia mencintaiku. Ne, baiklah. Aku yang pertama kali menghindarinya, maka kali ini aku harus bertanggung jawab dengan mendekatinya kembali. Mungkin aku bisa mulai dengan berteman baik dengannnya. Menjadi seorang teman tidaklah seburuk yang aku pikir.

“Aku akan menemuinya dan meminta maaf padanya” tekadku dalam hati.

###

Aku berangkat ke sekolah lebih awal. Berniat akan menunggunya datang dan berbicara baik-baik padanya. Aku berdiri menunggunya di depan kelas. Satu persatu dari teman-temanku mulai berdatangan dan masuk ke dalam kelas. Mereka hanya melirik ke arahku dengan tatapan tidak percaya ketika menemukanku telah berdiri tegak di depan pintu kelas lebih awal.

“jangan menatapku seperti itu, choi min ho. Aku bukan hantu”aku membentak min ho yang kebetulan berdiri mematung di depanku.

“tidak bisa di percaya”dia menggeleng-gelengkan kepalanya takjub.

“awas kau!!”bentakku kasar dan langsung mendorong tubuhnya masuk ke dalam kelas.

Aku menunggunya dengan sabar berdiri di depan pintu. Tapi setelah setengah jam berlalu, jin ki masih belum muncul juga. Dan ketika si won seosangnim masuk kedalam kelasku dan memaksaku agar masuk jin ki benar-benar tidak muncul.

###

Aku duduk di atas kursiku dengan gelisah. Berharap pintu kelasku itu akan terbuka dan menemukan jin kilah yang membukanya. Penjelasan dari si won seosangnim hanya berlalu lalang di telingaku. Dan setelah si won mengakhiri penjelasannya, jin ki masih belum muncul juga. Aku berjalan keluar kelas menuju ruang guru bertekad akan menemui jin ki hari ini juga.

###

“tok tok tok”aku mengetuk pintu ruang guru dan menemukan teuk seosangnim tengah duduk di depan mejanya.

“wae?”Tanya teuk ramah.

“teuk seosangnim, aku ingin meminta alamat lee jin ki”aku berkata dengan nada suara memohon.

Dia mengangguk sebentar dan kemudian beranjak bangun dari tempat duduknya.

“ini”dia menyerahkan secarik kertas padaku.

“gomawo”aku membungkukan badanku tanda berterima kasih.

Aku langsung pergi dari sekolah menuju alamat yang tertulis di kertas itu. Aku membacanya dengan cermat. Mungkin aku hanya perlu waktu setengah jam jika memakai bis untuk sampai di alamat ini. Aku melipat kembali kertas itu dan memasukannya kedalam saku seragamku.

Aku membaca kembali alamat yang tertera di kertas itu. Benar, ini  adalah alamatnya. Kini aku tengah berdiri tegak di depan rumah mewah yang sangat besar. Apakah benar ini rumah jin ki? Aku mencoba menekan bel yang tersembunyi di sisi pagar. Lama aku menunggu pagar ini terbuka. Aku melongokan kepalaku melewati pagar yang cukup tinggi itu. Tapi aku tidak memukan siapapun di depan rumah mewah itu. Aishh,,aku putus asa. Sia-sia saja aku menunggu gerbang itu terbuka.

“tiid-tiiddid..”bunyi klakson yang menjerit dan memekakan telinga itu berhasil membuatku melonjak kaget. Pintu depan mobil itupun kemudian terbuka. Aku menemukan sesosok perempuan yang sangat mirip dengan jin ki tengah tersenyum ramah ke arahku. Aku balas tersenyum ke arahnya.

“teman jin ki?”tanyanya sangat ramah.

“ne”aku mengangguk senang. Ternyata aku tidak salah rumah.

“sini, ayo ikut aku”ajaknya ramah padaku untuk masuk ke dalam mobilnya.

Aku kembali tersenyum dam kemudian masuk ke dalam mobilnya. Dia menjalankan kembali mobilnya memasuki pekarangan rumah jin ki yang sangat luas.

###

“meskipun sudah sebesar itu, jin ki masih tetap manja”terang perempuan itu senang. “aduh lupa, bukankah kita belum berkenalan?”lanjut perempuan itu dan kemudian mengulurkan tangannya.

“araseo, park nami imnida. Pasti anda lee ahjuma?”aku menyebutkan namaku dan balik menjabat tangannya yang lembut.

“ne, kau benar gadis muda.”dia tertawa lepas. Aku senang bisa melihatnya tertawa selepas itu.

“kamar jin ki ada di lantai atas. Kau temuilah dia sekarang. Sikapnya menjadi aneh sejak tiga hari yang lalu”ungkap lee ahjuma sedih.

“nde?”aku berusaha menajamkan pendengaranku. “apakah dia sakit jjuma?”kali ini aku bertanya penuh khawatir.

“kau lihatkah dia”jawab lee ahjuma singkat dan mendorong pelan tubuhku.

###

Nareul boolleojweo my name
Oneuli baro your day
Panggil aku, panggil namaku

Sebenarnya hari ini adalah hari spesial untukmu

 

“dubu..!!”ucapku pelan memanggilnya. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka. Dan aku menemukan namja yang tengah aku rindukan itu menatapku.

“nae pussyy”serunya senang dan berlari menghambur memelukku. Kami berpelukan untuk beberapa saat. Aku meraskan dadaku kembali berdebar hangat. Aku sangat menikmati pelukan namja ini. Aku merasakan kerinduan yang amat sangat dalam. Dan kali ini, aku tidak bisa mempungkiri perasaanku sendiri bahwa aku mencintainya. Amat sangat mencintainya.

“kenapa kau tidak memberi tahuku terlebih dahulu, kau akan datang kesini?”tanyanya yang sibuk mengambil soft drink untukku.

“surprise”ucapku singkat dengan nada riang.

“kenapa kau terlihat sangat riang sekali, dapat hadiah baru?”Tanya jin ki penasaran dan kemudian duduk di sebelahku.

“secret”lagi lagi aku menjawabnya dengan singkat dan dengan nada riang.

“aishh”dia memainkan hidungku gemas.

“apakah kau merindukanku?”tanyaku padanya manja.

“amat sangat merindukanmu”jawabnya cepat. ”aku pinjam perutmu sebentar”serunya nakal dan langsung berbaring di pangkuanku.

“perutmu hangat”ucapnya pelan dan dengan satu tangannya ia memeluk pinggangku.

Aku menikmati semua perlakuannya. Aku memainkan rambutnya pelan.

“jin ki, ayo kita pergi ke suatu tempat”seruku semangat.

“kemana?”tanyanya penasaran.

“ke suatu tempat yang sangat indah. Tapi sebelumnya kau antarkan aku pulang terlebih dahulu. Bagaimana?”tanyaku meminta persetujuannya.

“disini saja. Aku tidak sedang ingin pergi kemana-mana”ucapnya malas.

“ne. araseo. Aku akan mulai menghitung. Jika kau tidak mau, aku akan pergi dengan namja lain”ancamku.

“hana..”aku menggerakan tanganku agar ikut menghitung

“dul…”aku menatapnya dalam.

“seee..” Dia langsung bangkit dari pangkuanku. Dan..

“cuup..” Dia mencium bibirku singkat.

###

“kenapa kau diam saja pussyy? “dia terus saja berceloteh panjang sepanjang perjalanan kami. “dimana rumahmu?”lanjutnya dengan nada riang.

“sedikit lagi belok kanan”terangku pelan.

Aku masih tidak mempercayai dengan apa yang di lakukan jin ki padaku tadi. Sampai saat ini dadaku masih berdebar cepat dan bibirkupun masih terasa hangat. Padahal tadi dia menciumku dengan sangat singkat.

“dimana rumahmu?”Tanya jin ki lagi.

“berhenti di sini”ucapku pelan dan berjalan keluar mobil.

“kau tidak mengajakku untuk bertemu dengan ummamu?”Tanya jin ki manja.

“ne, ayo masuk”ajakku terpaksa dan berjalan terlebih dahulu menuju rumahku.

“pussy,,chamkaman!!”

###

“pasti kau lee jinki”seru ummaku ketika melihat kami memasuki halaman rumah. Aku menatap tajam ke arah ummaku. Apa maksud umma?

“wuah, tebakan anda benar jjuma. Pasti anda park ahjumakan?”Tanya jin ki so ramah.

“benar”kali ini aku melihat ummaku tertawa begitu lepas dan menjabat tangan jin ki ramah.

“aku ganti baju dulu”ucapku dan berjalan menuju kamarku.

###

Aku telah mempersiapkan dengan matang rencanaku kali ini. Hari ini adalah tanggal 13 desember dan besok jinki akan berulang tahun. Aku telah menyiapkan sebuah kejutan untukknya. Kejutan yang telah aku persiapkan dari seminggu yang lalu. Dan pada hari yang bahagia itu, aku juga ingin mengungkapkan isi hatiku dengan jujur. Biarlah, kalau memang jin ki tidak mau berterus terang atas perasaannya sendiri, biar aku saja yang mengakui perasaanku padanya. Dan kali ini aku bersiap dengan segala resikonya. Aku telah memikirkan ini matang-matang. Dan aku yakin bahwa kali ini, hidupku pasti akan berubah.

###

“umma, kami pergi dulu”pamitku pada ummaku. Aku menarik tangan ummaku sebentar. Ada yang ingin aku sampaikan padanya.

“wae?”Tanya ummaku heran.

“mungkin malam ini aku tidak akan pulang umma. Harap tidak cemaskan aku”aku berkata jujur pada ummaku.

“apa yang akan kau lakukan nami? Jangan berbuat yang macam-macam”ucap ummaku khawatir.

“umma percaya pada nami kan?”aku menatap mata ummaku meminta ijinnya.

“jangan nodai kepecayaan ummamu, nak”kali ini terdengar kekhawatiran dalam perkataannya.

“ne, aku berjanji umma”aku memeluk ummaku erat.

“hati-hati ya, nak”pesan ummaku ketika aku melepas pelukan ummaku. “ne,gomawo umma”seruku. “kami pamit park ahjuma”ucap jin ki ramah.

“hati-hati”ucap ummaku sekali lagi. Dia melambaikan tangannya ke arah kami. Ku lihat matanya bersorot kekhawatiran.

`mian umma, telah membuatmu khawatir`ucapku menyesal dalam hati

###

Neoreul wihae modeungeol haejul
Namani hal su itneun jakeun sunmooleul
Kkok negae jugo shipeo jigeum dalryeoga gobaek.halgeoya

Aku akan melakukan apapun untukmu  Aku ingin memberikanmu suatu hadiah

Hanya itu yang bisa aku berikan untukmu

Aku akan datang padamu sekarang dan  mengakui semuanya

 

“kau akan mengajakku kemana?”Tanya jin ki penasaran.

“rahasia”jawabku kembali riang.

“lalu aku harus membawamu kemana?”tanyanya kesal karena aku terus menyembunyikan suatu rahasia darinya.

“sini..”aku menyuruhnya mendekat ke arahku.

“aku sedang menyetir, kau saja yang ke sini”ucapnya dan menoleh sedikit ke arahku.

Aku mendekat ke arahnya. Dan berbisik tepat di telinganya menyebutkan tempat tujuanku.“kenapa kau mengajakku kesana?”tanyanya penasaran.

“kau setir yang benarlah mobilmu”ucapku tidak peduli. “aishh..”dia merengut kesal.

Aku tertawa senang. Entah mengapa semakin sering dia merengut kesal, semakin semangat aku menggodanya.

###

Jinki memarkirkan mobilnya di depan hotel berbintang lima ini.

“ayo cepat, sebelum senjanya benar-benar tiba”aku menarik tangan jin ki cepat.

“masih dua jam lagi”ucapnya kesal. “ppalli”aku merengek di dekatnya.

“aku pesan kamar dulu, nae pussyy”ucapnya dan mencubit gemas hidungku.

Aku memainkan bajuku kesal. Aku melihat jam di tanganku. Masih banyak waktu untuk pergi kesana. Tapi aku takut pemandangan yang sangat indah itu akan terlewatkan.

“kaza,,”seru jin ki dan menarik tanganku pergi.

“dubu!!”aku berteriak keras.”kenapa kau hanya pesan satu kamar?” aku mendelik kesal ke arahnya. “kau jangan berisik pussy, ayo cepat masuk”dia mendorong tubuhku masuk.

“aishh”aku melirik kesal ke arahnya.

Karena tidak ingin merusak moodku hari ini, dengan terpaksa aku menuruti kemauannya dan berjalan masuk ke dalam kamar. Dan tempat yang pertama kali aku datangi adalah kamar mandi.  Aku keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian lengkapku. Dan melihat jin ki tengah duduk malas di depan layar telivisi yang sangat besar.

“dubu!!”aku berteriak keras dan segera menarik tangannya.

“ppali dubu!!”aku memperingatkannya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi.

“ingat kalau kau terlambat, aku akan meninggalkanmu dan marah padamu”ancamku.

“ne,”dia menjawabnya dengan singkat dan langsung masuk kedalam kamar mandi.

###

“ayo kita pergi dubu!”aku telah siap untuk menjalankan rencanaku hari ini. Aku menggandeng tangannya erat dan berjalan santai menuju tempat yang telah aku rencanakan.

“ppali dubu!”aku menggandeng tangannya lebih erat dan memaksanya agar berjalan lebih cepat.

###

Saebbalgan ipsool dalkomhan neoae geu ipsool
Seolleyeo jeom.jeom ddeolryeowa
Neoreul bol ddaemada neoreul gatgo shipeo
Gatchi chana hanjan hajago malhaebolkka yeah

Bibir merah itu, bibir merah yang  manis yang kamu punya

Hatiku berdebar, aku semakin bergetar

Setiap aku melihatmu, aku ingin memilikimu

Bisakah kita pergi minum dan berbincang bersama?

Kami sampai di restoran yang berada dekat dengan hotel. Aku sangat menyukai restoran ini, karena langsung menghadap ke laut. Aku langsung duduk di meja yang telah aku booking. Meja yang langsung menatap senja yang beberapa saat lagi akan tiba. Bola panas itu sebentar lagi akan bergulir dan kembali kepangkuan laut.

“berdiri dubu!!”aku menarik tangannya agar berdiri.”bersiaplah untuk melihat suatu keajaiban, berdoalah kali ini, dan apa yang kau inginkan akan terkabul”lanjutku.

Aku melihat ke arah jin ki sebentar. Dia sedang menatap ke arah laut dengan pandangan takjub.

“sebentar lagi”ucapku dan berusaha mengumpulkan keberanianku. Aku menahan napasku sendiri. Jantungku berdetak cepat dengan apa yang akan aku lakukan kali ini.

Senja yang paling bagus telah terlewatkan. Blitz puluhan kamera telah menyala. Bibir ratusan manusia telah melekat. Tanpa menunggu lagi, aku merenggut bahu jin ki. Meraihnya. Dan memagut bibirnya. Kini aku merasakan darahku terasa deras berpacu.

Saat itu matahari sudah lama terbenam. Sudah terlelap aman dalam dekapan laut. Kerumunan orang sudah berrangsur menghilang. Suasana sudah mulai sepi. Tapi aku masih melekat dalam pelukan jin ki. Bibir kami masih bertaut mesra. Dan burung-burung malam mengepakan sayap. Terbang melayang di atas kepala kami.

###

“ayo ikut cepat, dubu! kejutannya yang paling besar tengah menantimu”ucapku bersemangat dan menarik tangannya agar mengikutiku.

“kemana? Kesuatu tempat?”tanyanya dan mengerling nakal.

“kau cerewet sekali malam ini, ayo ikut aku!”kali ini aku benar-benar menarik tangannya tanpa ingin mendengar penolaknnya.

###

“Lihat benteng itu,,aku ingin mengajakmu untuk naik ke atas sana”ucapku penuh riang.

“pussy, jangan bercanda? Memanjat benteng setinggi ini? Apa kau sudah gila pussy? ”dia menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin.

“aku tidak main-main dubu! Aku sudah merencanakan ini sejak seminggu yang lalu. Sekarang kau bantulah aku naik ke atas sana”jawabku riang.

“ayo naik”jin ki  meraih pinggangku dengan tiba-tiba.

“jin ki geli..”

“pegang ujung temboknya” ucapnya.

Aku langsung meraih ujung temboknya dan langsung melompat ke tembok.

“bagus pussyku, kau sedang membuat sejarah”pujinya senang

“dubu..!! kau mau kemana?”tanyaku takut ketika aku melihat dia mulai berjalan menjauh.

Jin ki hanya tertawa, dan balik mendekatiku. Kemudian dengan satu lompatan ia melompat ke tembok, dan duduk dengan santai di atas tembok.

Sebenarnya, aku tidak pernah menyangka akan setakut ini. Ketika jin ki mengulurkan tangannya dan mengajakku berdiri, dengan segera aku meraihnya. Bulan yang tampak malu-malu menampakan wujudnya, hanya mengintip sedikit ke arah kami berdua. Di bawah sinar sang dewi malam itu, kami  mulai menyusuri jalan setapak di atas tembok.

“wuaaah,,sangat indah”seru jin ki keras. “pemandangannya benar-benar sangat indah. Lampu kota yang menyala terang di bawahku, persis seperti taburan bintang di langit”ucapnya takjub.

Aku hanya mengangguk dan kembali berjalan mengikutinya.

“jadi sekarang kau tahu alasannya mengapa aku mengajakmu ke sini?”aku bertanya dengan nada bangga.

“ne”jawabnya singkat.

Aku melihat ke arah jam di tanganku. Sekitar setengah jam lagi, malam ini akan berakhir. Itu artinya sebntar lagi aku akan mengungkapkan perasannku padanya. Pada hari yang special dalam hidupnya.

“jin ki, duduklah sebentar. Aku capek”ucapku manja dan menarik tanganku.

Kemudian dengan hati-hati kami berdua duduk di atas benteng di bawah sinar malam.

“apa kejutanmu selanjutnya?”Tanya jin ki penasaran dan masih tetap menggenggam tanganku.

“kau akan tahu sebentar lagi”jawabku so misterius.

Aku menunggu dengan dada berdebar-debar. Dan terus melihat ke arah jarum jam di tanganku yang sekarang terasa lama berputar. Sebentar lagi nami, 10 menit lagi.

###

Hamkkae hago shipeun game jongil hago shipeunde
Neon nae mameul moreuneun geoni
Oneulun kkok dan hana neega haengbokhagae
Kkamjjak nollan mankeum nae sarangeul soksakil geoya

Aku ingin bermain denganmu seharian ini

Apakah kamu tidak mengetahui perasaanku?

Pasti pada suatu hari nanti, aku akan mengungkapkan cintaku padamu

Itu pasti akan membuatmu senang dan sangat terkejut

 

“berdirilah nae dubu!”ucapku dengan nada bergetar dan menarik tangannya untuk berdiri. Aku melihat jam di tanganku sebentar. Waktunya sudah tiba dan sekarang aku harus melakukannya.

“lee jin ki”ucapku lirih.

Aku menatap matanya yang sedang menatapku. Berusaha menyampaikan perasaanku lewat mataku. Meskipun malam sudah sangat gelap, tapi aku masih bisa melihat ketulusan dalam tatapannya. Aku memalingkan wajahku ke arah lain. Dan bersiap untuk mengatakannya.

“NAE DUBUU!! SARANGHAEYOO YOUNG WONHII”aku berteriak pada kegelapan malam.  Berteriak pada gedung-gedung kota yang tengah di selimuti malam. Berteriak pada sang dewi malam yang sejak tadi menyaksikan perbuatanku dan menjadi satu-satunya saksi bisu tentang apa yang aku lakukan untuk jin ki

“saranghaeyo dubu..”teriakku keras dan memalingkan wajahku ke arahnya.

Dia menatap mataku sebentar. Dan dengan secepat kilat dia menarikku ke dalam pelukannya dan langsung mencium bibirku.

“nae pusii”ucapnya berbisik di sela-sela ciumannya. Aku merasakan tangannya melingkar ketat di pinggangku. Tubuh kami saling melekat. Berusaha melengkapi satu sama lain.

Aku teringat pada satu jawaban yang ingin aku dengar, dan belum terlontar dari mulutnya. Aku melepaskan bibirku dan menatap sayu ke matanya. Aku menunggunya mengucapkan kata itu. Seperti mengerti dengan keinginanku dia tersenyum dan berbisik di telingaku.

“nado saranghaeyo nae pussy”jawabnya singkat dan kembali mencium bibirku.

Aku kembali melepaskan bibirku dengan terengah-engah.

“saengil chukae hamnida, saengil chukae hamnida. Sarangahaneun uri dubu. Saengil chukae hamnida”aku menyanyikan lagu itu dengan sangat riang.

Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. Aku yakin sekarang dia sedang di haru birukan perasaannya.

“dubu, saengil chukae hamnida”aku mengulang kalimatku dan mulai menciumi matanya yang sebelah kanan yang telah bercucuran air mata.

“dubu, saengil chukae hamnida”ucapku sekali lagi dan mencium matanya yang sebelah kiri yang juga telah bercucuran air mata. Entah mengapa aku juga merasa tersentuh dan ikut menangis bahagia bersamanya

“bagaimana, kau suka kejutanku?”aku bertanya padanya manja.

Dia tidak menjawab dan langsung menarikku ke dalam pelukannya.

“ini adalah kado yang paling indah dalam hidupku. Saranghaeyo nae pussyy,aku berjanji kita tidak akan pernah berpisah dan akan terus bersama selamanya”ucapnya berbisik di telingaku.

“nado” kami terus saja berpelukan. Sampai aku merasakan. Badanku bergoyang hebat.

“aisshh..”umpat jinki pelan.

“jin ki..”aku berteriak kaget ketika jin ki melepas pelukanku secara tiba-tiba. Dan aku melihatnya sedikit tergelincir di atas tembok.

“gwenchana, disini temboknya licin”ucapnya menenangkanku dan kembali memelukku.

“aishh..”umpat jinki sekali lagi. Aku langsung memeluk tubuhnya erat. Tidak akan pernah melepaskannya sekalipun. Dan yang terjadi selanjutnya adalah kami berdua terhuyung dan terjatuh dari tembok yang menjulang tinggi itu.

Flash back end..

###

“jin ki…”aku berteriak seperti orang gila dan selanjutnya menangis kesakitan ketika aku mengingat kejadian itu lagi. Aku masih tidak mengerti mengapa tuhan berlaku tidak adil padaku? Mengapa dia membawa jinkiku pergi dari sisiku? Dan membuatku harus menanggung perasaan bersalah seumur hidupku? `Ini semua adalah kesalahanku`Aku berkali-kali mengutuk diriku sendiri. Andai saja saat itu aku tidak mengajaknya naik ke atas tembok ini di malam yang sudah sangat larut. Mungkin kejadian ini tidak perlu terjadi.

Aku memandang sedih benteng yang menjulang tinggi di depanku saat ini. Sakit rasanya jika mengingat bahwa seketika dulu aku pernah menghabiskan waktuku di sini dengannya.

“Aigooo…aku RINDU PADANYA”aku berteriak keras dan berusaha menahan air mataku yang mendesak ingin keluar. Tubuhku terasa lemas. Aku jatuh terduduk, tidak bisa menopang tubuhku sendiri. Aku merasakan kesakitan yang amat sangat dalam itu menjulur di sekujur tubuhku. Ikut mengalir dalam aliran darahku. Aku hanya bisa menangis dalam diam.

“mengapa kau meninggalkan aku, dubu?”aku mengusap air mataku dan berusaha untuk bangkit dan bersiap untuk memanjat benteng itu. Aku berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenagaku yang sudah terkuras habis karena terus menerus menangis. Seandainya saja, kau ada di sini jin ki. Bersamaku. Menemaniku. Dan ketika mengingat itu kembali, hatiku kembali terasa sakit.

Aku telah sampai di atas tembok ini. Dan duduk termenung menunggu malam yang sebentar lagi akan tiba.

“nae dubu!!, apakah kau melihatku?”aku berusaha berbicara dengannya. Aku yakin kali ini dia sedang melihat ke arahku.

“hari ini adalah hari ulang tahunmu, kau ingatkan?”aku mulai beceloteh manja

“aku sangat rindu padamu, dubu. Menemukan bahwa kau tidak ada di sampingku, membuatku sangat sakit. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Dalam satu tahun terakhir ini, aku hanya bisa menggumamkan namamu, karena aku begitu sangat merindukanmu..”aku merancau tidak peduli.

“dubu”

“dubu”

“dubu, seperti itulah aku selalu menggumamkan namamu”

“dubu, dubu, dubu, saengil chukae hamnida”aku bernyanyi riang dengan air mata yang terus mengalir.

“katakan apa keinginanmu malam ini, apakah ingin bertemu denganku dan menemanimu mengabiskan malam yang terasa sangat membosankan ini?”

“aku tahu, dubu. Kau pasti akan menjawab ingin duduk di sampingku dan tidur di pangkuankukan? Aku sudah bisa menebaknya..hahaha pertanyaan yang mudah kan?”aku tertawa lepas. Begitu senang membayangkan bahwa kini dia ada di sisiku.

Tapi,,dimana dia? Kemana dubuku? Aku melirik gelisah ke arah sampingku dan berusaha mencarinya.

“dubu….!!!” aku berteriak seperti kesetanan ketika tidak menemukannya di sampingku dan kemudian menangis histeris.

“ku mohon, JAWAB AKU!!”aku memandang ke arah dewi malam yang memandang sedih ke arahku.

“kenapa kau tidak ada di sampingku? Apa kau tahu? aku sangat merindukanmu. Mengapa kau tidak mengajakku pergi bersamamu? Bukankah kau telah berjanji akan hidup bersamaku selamanya? Mengapa kau mengingkari janjimu lee jin ki”aku kembali berteriak histeris dan terus menangis sesenggukan.

“jangan hanya menatapku seperti itu, Bantu aku bertemu dengannya”bentakku kasar pada dewi malam yang sedang menutupi sedikit wajahnya dengan kabut tebal.

“lihatlah dubu! aku kembali datang padamu Aku ingin bertemu denganmu”aku terus merancau tidak jelas.

“aissh…aku akan mulai berhitung, jika kau tidak datang padaku saat ini juga, maka aku yang akan datang padamu, dan kali ini aku yakin kita akan bertemu lagi..”aku mulai bangkit dari tembok dengan kaki bergetar. Kegelapan sudah menyelimuti malam ini.

“hana..”aku menggerakan tanganku agar ikut menghitung, seperti dulu

“dul…”aku berusaha mencarinya di sekelilingku.

“ne, baiklah. Jika kau menginginkan aku yang datang menemuimu, tunggu aku dubu!”

“saengil chukae hamnida nae dubu!”aku bernyanyi sekali lagi dan bersiap untuk bertemu dengannya.

“saranghaeyo young wonhi, LEE JIN KI”aku menutup mataku dan mulai berjalan mundur.

“saranghae…saranghae..saranghae”

“dubu..dubu..dubu…”

Dan kali ini, aku yakin akan bertemu dengannya

 

END

 

 

 

 

 

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

 

 

 

 

 

 

 

23 thoughts on “[FF PARTY] Your Name”

  1. dubbu .dubbu . dubbu . . . .huwwaa pling nyssek wkttu nami trus mnggil aa onew . . . . . hikss . . .kssalahan knappah nami mngungkpkn cinttana d attas tebing . .ittu bkn conttoh iang baikk . .Taemm klu mw nmbak jngan d atas tebbing iiah . .nttar akku iang jattoh . .*plak plak #abaikan para hadirin . .
    kerren ni FF . . .akku blum pnnah baca FF iang kyak gnni . . .pernyattaan cintta iang mmbuatt sseorang iang ktta cinttai ittu perggi utk slammanyah . .*halah alay kummat . . .
    pkokkna d^,^b buatt author . . . .

  2. FF yang sangat sedi… akhir yang tragis…
    tapi chingu… bagian awal narasinya membuatku rada bingung.. kenapa si nami harus mencari jingki??? sudah tahu jam pelajaran dimulai, kan jingki teman sekelasnya. ngapain mencari jingki kemana-mana. trus yang membuatku bingung lagi saat …
    “Dan ketika aku memikirkan kemungkinan bahwa hanya aku yang mencintainya, aku selalu berusaha menghindar darinya”>>> ngapain nami malah menghindar… toh jingki tidak memiliki cewek lain yang disukainya. kenapa tidak terus mengejarnya. trus.. ”aku pinjam perutmu sebentar”serunya nakal dan langsung berbaring di pangkuanku.>>> bukannya meminjam paha?
    mian Chingu.. tapi itulah yang ada di kepalaku.
    ohya satu lagi chingu kalimat dalam dialog itu bukannya pake huruf besar untuk memulainya…
    terlepas dari itu semuanya Aku suka ceritanya.

    1. haloo…gag usah bingung kali chingu…kasian
      1. kenapa si nami harus mencari jinki??? #karena nami emang gag tahu jinki pergi kemana*kalau nami tahu jinki ada di kelas, mana mungkin nami ribet2 nyari jinki keliling sekolah, bener gak???* bukankah saya telah menulis dengan jelas, bahwa jinki berlari keluar kelas dengan membawa buku c.nami..bukan berlari kedalam kelas…
      2. ngapain nami malah menghindar… toh jinki tidak memiliki cewek lain yang disukainya. kenapa tidak terus mengejarnya…#karena nami tidak tahu, apakah jinki menyukainya atau tidak?? kalau sejak saat itu nami sudah tahu bahwa jinki menyukainya, dan mengetahui bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, maka cerita saya akan taman sejak saat itu juga.
      3. bukannya meminjam paha?#nah loh,…??? kalau emang jinki pengennya minjem perut nami dan tiduran di pangkuan nami, masa harus minta paha??? toh, jinki ingin memeluk pinggang nami dan merasakan perut nami yang hangat, bukan paha nami…
      4.bukannya pake huruf besar untuk memulainya…??? ya, itu adalah kesalahan fatal saya.
      gomawo chingu

  3. Ini FF paling bagus dan paling bikin terharu dari FF manapun yang aku baca XD aaaaa buat lagi dong author yg lebih romance dan sedih 🙂
    Two tumbs up for authoooooor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s