[FF PARTY] Her = You

Her = You

Author                      : Shalina Noviarti a.k.a Shalina’okkey

Main cast     : Choi Minho dan Park Yeon Nim (Imagination Character)

Support cast           : Park Yeon Rin (Imagination Character)

Genre                        : Romance,Life

Type               : Oneshot

Rating                       : General

Credit Song             : Inkarnasi ~ D’Skala

Ket                  : Mendaftar sebagai Author tetap.

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

Melihatmu kuingat dirinya, melihatmu kumerindukannya

~~~

Perasaan sakit yang telah lama kupendam mencoba untuk tidak mengingatnya, kini kembali. Memaksa hatiku untuk terus diam, kebingungan dan ketakutan dalam sebuah lingkaran api yang tidak pernah bisa padam –mungkin. Benar hatiku panas. Sangat panas hingga membuat hatiku melepuh dan terasa perih. Sangat perih. Kenapa kini dia hadir disaat aku mulai melupakanmu ?

Apa aku benar-benar harus melupakanmu untuknya? Atau aku harus meninggalkannya untuk terus mengingatmu? Tapi dia kini telah mengurungku dalam kobaran api yang semakin membesar, aku tidak bisa keluar. Aku terjebak.

Hatiku terus saja berceloteh, tidak mengerti keadaan tuannya yang kini sudah lelah. Lelah mengingatnya juga lelah menjadi gila karenanya. Tidak bisakah diam sebentar, biarkan darahku mengalir di tubuhku dan udara berganti di paru-paruku untuk bernafas. normal.

“Oppa? Gwenchanayo?” tanyanya melambaikan tangan di depan wajahku. “Apa oppa tidak mendengar ceritaku?” tidak. aku tidak mendengarnya. Aku terlalu menghiraukan cerita hatiku.

Wajahnya yang ceria ketika sedang bercerita tadi yang selalu kuperhatikan, kini berubah menjadi wajah imut dengan sudut bibir turun ke bawah. Sangat menyakitkan melihat senyumnya, dibalik senyumnya seseorang juga sedang tersenyum dan sekarang wajah kecewanyapun juga membuatku peluh. “Mianhae Yeon Rin-ah, aku sedang tidak enak badan.” Bualku.

“Kalau begitu ayo kita pulang oppa! Kau juga terlihat sangat pucat.” Ajaknya sedikit khawatir, sambil menarik tanganku ke belakang. “Andwe.. aku tidak mau pulang, aku masih ingin bersamamu malam ini.” Elakku, menarik tangannya dan mengembalikannya di posisi semula.

“Oppa ini aneh, katanya tidak enak badan tapi tidak mau pulang. Disini kan dingin oppa, nanti kau malah tambah tidak enak badan.” Serunya heran dan tentu saja khawatir. Sangat.

Dia mengusap lengannya dan melemparkan pandangannya ke tengah kota. Pemandangan kota Seoul di malam hari dari atas gedung kantor memang menyenangkan sekaligus mengagumkan. Dulu aku dan … andwe . Sekarang. Aku dan Yeon Rin sering kemari setelah bekerja dan sebelum pulang ke rumah.

“Tersenyumlah.” Kata itu keluar dengan bebasnya dari mulutku. Babo. Dia hanya diam menatapku. Tatapan yang benar-benar sama. Tatapan yang selalu membuatku beku.

“Ah oppa, aku malu.. ” tiba-tiba saja dia menolak, padahal dia hampir saja tersenyum. Mukanya memerah. Aigoo ! Dia benar-benar bisa membuatku gila kalau seperti ini.

“Ayolah tersenyum! Aku akan kembali sehat jika kau tersenyum.” Paksaku sambil merayu. Akhirnya dia tersenyum, senyum yang selalu kurindukan. Setiap hari aku bertemu dengannya, setiap hari pula aku melihatnya tersenyum. Tapi selalu saja aku merindukannya.

Babo kau Minho! Dari tadi yang kau lakukan hanyalah menyamakannya dengan …. Ehm… menyakiti perasaanmu saja, memaksa hatimu untuk terus menyakitinya. Andwe. Tapi itu sangat kurindukan. Buang pikiranmu jauh-jauh Minho! Jangan lakukan pekerjaan babo seperti itu! Kau tahu itu ? B.A.B.O

“Ayo kita pulang! Sekarang sudah malam.” Ajakku menarik tangannya dan berjalan menuju tangga. “Oppa aneh sekali, tadi tidak mau pulang tapi kenapa sekarang mengajak pulang.” Wajahnya cemberut. Sepertinya dia senang bersamaku sampai tidak mau pulang. (loh?) Aku menghentikan langkahku, memperlihatkan wajahku. “Karena aku sudah melihat senyummu, jadi ayo pulang.” Ku usap rambut panjangnya. Dan berlari menuruni tangga. “Ayo cepat! Atau kau akan kutinggal!” Ancamku. Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu pulang sendiri Yeon Rin.

“Oppa mengerjaiku!” Dia mengejarku turun. Kembali kau mengingatkanku Yeon Rin. Andwe. Aku yang mengingatnya!

***

Kau tidak seharusnya pergi Yeon Nim, I can’t life without you Jagi! Seharusnya aku tidak membiarkan ini semua terjadi. Membiarkanmu mengendarai mobilmu sendiri. Padahal aku tahu bahwa hari sudah malam, sangat berbahaya untuk gadis sepertimu berkendara sendiri. Apakah aku seorang Namjachingu yang bodoh jagi? Katakan padaku jika iya. Aku tahu aku tidak akn mendapat jawaban.

Akh! ‘Oppa aku akan kembali’ kata itu terus terngiang di otakku. Kata itukah kata terakhirmu Jagi? Membuatku terus paranoid setiap ada di dekatnya. Membuatku takut menyakitimu di sana. Membuatku mencintainya. Membuatku bingung harus mengingatmu atau mengingatnya Membuatku terus mencari jawabannya. Seharusnya kau jelaskan dulu padaku jagi! Andwe ! Ini salahku, aku yang membuat ini semua terjadi.

***

Aku tidak bisa begini terus. Empat tahun sudah aku terjebak. Aku harus keluar. Maafkan aku Jagi. Andwe. Yeon Nim. Aku harus melupakanmu. Andwe. Tidak melupakanmu sepenuhnya, aku hanya ingin keluar dari jebakan ini. Aku tidak boleh menengok ke belakang lagi, karena setiap ku melihat ke belakang aku selalu melihatmu terkulai lemas, menarikmu untuk membawa pergi. Tapi tidak mungkin, karena aku juga lemah. Tidak mungkin menggendongmu, memapahmu, apalagi menggeretmu. Itu terlalu sadis.

***

Hari ini tepat empat tahun kepergiannya. Waktu yang selalu saja membuat hidupku suram. Tidak sejak saat ini. Aku harus melakukannya.

Choi Minho

Love

Park Yeon Nim Rin

Kucoret nama ‘Nim’ kugantinya menjadi ‘Rin’ ,nama yang kuukir empat tahun lalu sebelum kau pergi, bersama tumbuhnya lumut yang mulai menutupi ukiran di batang pohon besar ini mengharuskanku membersihkannya terlebih dahulu. Aku pun harus membersihkan hatiku Yeon Nim. Aku menengok ke arah yeoja yang sedang duduk di bangku panjang yang berada tak jauh dari pohon besar ini, dan tersenyum. Faktanya adalah, dialah yang menggantiakanmu kini Yeon Nim. I can life without you. (can’t jadi can ya!)

Sekali lagi tidak untuk sepenuhnya ketahuilah bahwa aku tetap mencintaimu dulu sekarng sampai kapanpun. Percayalah, aku hanya ingin membuat hidupku lebih bahagia. Dengannya sebagai pendamping hidupku. Karena Her = You .

Finish

Pertama gomawo ya buat D’Skala, meski aku sering ngejekin band kalian karena tampang kalian yang emang ngga ada cocok-cocoknya buat jadi anak band. Gomawo karena mampir ke rumah, nyalain lagu kalian berjudul inkarnasi itu, aku jadi dapet ide deh buat bikin FF. Sekarang kalian masih band local, tapi aku doain supaya nanti bakal jadi band Internasional yah minimal Nasional lah. Hahaha . Gomawo.. gomawo …

 

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

29 thoughts on “[FF PARTY] Her = You”

  1. hwaaa.. romantis banget,,
    kata-katanya juga dalem.. hebat permainan kata-katamu
    salut aku..

    good job,,

  2. Kata-katanya dalem bgt . .
    Ga boong .
    Serius . . . Suka bgt ama kata-katanya . . .
    Huaaa author? Ini romantis bgt .
    Aku sukaaaa
    authorr? Boleh kenalan?

  3. hhfffttt~~~ DALEEEMM SEDALEM DALEMNYE ONEW NGUPIL *plakkk!! di uber2 MVP* akakakakak~!!!

    SAYA SUKAAA! SUKAAA!!! kata2nya itu lhooo… hhh… meresap kedalam jiwa dan membuat hati ini tertusuk2! Sungguh! kaga boong dah, suerr meleber leberr… *apasih, alay* hahahaha~ XDDD

    tapi kereeennn sungguh! sedih sesaat! 😦
    kereeeennn! nice FF! Keep writing ya, okkey? ekekek~ *sokenal* ^ ^d

  4. Yang nyanyi d’skala ya ? Ntar aku mau buat band lah . Nama band nya d’mataangin hahaha . Jumeeh , ceritanya bagus cuman agak ngebingungin seharusnya dikasih flashback atau memoriam hahaha . Tapi aku menghargai hasil jerih payahmu #apasihdin?
    kata kata nya nyentuh banget juum . DAEBAK !

    1. iya, terserah kamu aja. ntar aku bakal jadi pendengar setiamu kok. kekeeke
      aaahh dinda, jangan diinget lagi yang itu.
      gumawo adinda benar-benar teman yang baik *lari ke wc muntah satu ember*

    1. ehm, bagian itu sengaja ngga di kasih tau. supaya ada kesan ketidak sengajaannya. tapi main kalo sulit dimengerti.
      gumawo sangat, sudah mau baca dan komentar. 😀

  5. Wah keren bgt nih kata2nya si author. Udah ngebayangin cool-nya Minho! Aw aw! *lebay
    Ada sedikit saran nih buat author:
    1. Kalo bisa ada flashbacknya
    2. Terus diceritain karakter si Yeon Nim sama Yeon Rin dan apa yg bikin keduanya keliatan mirip selain namanya.
    Udah cukup. Selebihnya oks banget hehe

    1. iya minho memang cool. *maafkan aku key, kamu jauh lebih cool kok*
      oke saran saya terima, akan kucoba di FF lainnya.
      gumawo sudah baca ditambah nyempetin komen 😀

  6. akhir.a minho bsa jga ngelupain tu yeoja…….
    Crita.a mengahrukan…..
    Kata2.a jga keren..mnusuk nusuk…….
    Cakep dech poko’.a ff cingu…..

    1. wah.. menusuk-nusuk, nanti deh deh aku kasih pisau. heehee
      gumawo sangat dan sangat ya sudah mau baca dan komen. ^ ^
      salam kenal ya, aku shalina .. 😀

    1. hmm, iya di sini aku sengaja ngga kasih penjelasan soal itu, karena maksud aku biar ada kesan ngga sengajanya. tapi mian kalo maksud aku tidak dapat dicerna 😀
      gumawo eonie sudah bersedia membaca dan komen 😀
      salam kenal^^

  7. shalinaa.. ffnya kereen #telat komen
    tapi beneran deh,, daebak sama kata2 yg dipilih,, terkesan hati2 daan,, menyentuh!!

    1. jincca ? *berkaca-kaca
      PRAANG *kacanya pecah! (abaikan)

      iya eonie, waktu nulis aku lagi sedih (tapi beda cerita) trus dapet ide. jadi aku hati-hati aja biar bisa nyampein perasaanku. *ciailah shalina kecil-kecil*

      haa.. gumawo eonie sudah besedia membacanya,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s