[FF PARTY] Nothing Said

Title(*): Nothing Said

Author(*): Lena

Main Cast(*) : Han Jae Suk, SHINee Choi Min Ho

Suport Cast(*) : SHINee Onew, Taemin, Jonghyun, Key, Song Hye Ra

Genre(*) : Drama, Romance

Type/Length(*) : Oneshoot

Credit Song : Without Saying – 9th Street

Ket(*) : Sekedar berpartisipasi

 

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

“Aktor kita, Choi Min Ho, akan bermain lagi dalam film baru garapan sutradara Bae Sun Ah. Di film ini dia akan berperan sebagai…,”

Suara televisi menghentikan langkah terburu-buru Han Jae Suk dan membuat yeoja berumur 18 tahun itu tersenyum sambil melihat kearah televisi. Senyumnya makin melebar begitu televisi itu menayangkan cuplikan konferensi pers dan meng-close up sang aktor, Choi Min Ho. Tapi bunyi klakson bus langsung memecah lamunan Han Jae Suk dari depan televisi.

“Oh, tunggu aku!!” serunya setelah mematikan televisi dan menyeret tas sekolahnya dengan paksa.

Dengan secepat mungkin dia mengunci rumahnya dan lari menuruni tangga yang lumayan curam. Setelah turun dia langsung berlari kearah halte bus dan beruntungnya, dia masih bisa menaiki bus itu. Dia meletakkan pantatnya di kursi bus dan menghela napas lega. Dia melirik kearah notes-nya yang sengaja dia tata selucu mungkin dengan foto Choi Min Ho yang dia dapat dari majalah.

Jaesuk bukanlah warga asli Seoul, Korea Selatan. Orangtuanya yang berada di Indonesia sangat sibuk sehingga dia memutuskan untuk hidup mandiri di Seoul. Awalnya dia ingin hidup di Negara Eropa seperti Inggris atau Prancis, tetapi pasti biaya hidup tidak akan sedikit. Sudah hampir 3 tahun dia hidup disini, sendirian.

Walaupun orangtuanya serba berkecukupan, tapi dia tidak pernah mengandalkan harta orangtuanya. Untuk menghidupi dirinya sendiri, sepulang sekolah dia bekerja part-time di toko kue dan malamnya menjadi cleaning service di tempat ice skating. Walau begitu, dia merasa inilah hidupnya dan tidak pernah mengeluh.

Jaesuk sangat mengagumi Choi Min Ho, aktor sekaligus penyanyi yang sangat terkenal. Menurut Jaesuk, Minho adalah cowok idamannya. Dia bertalenta dan mempunyai wajah yang tampan. Dia tidak pernah kelewatan berita tentang Minho sedikit pun.

Jaesuk sudah selesai sekolah dan dia langsung menuju tempat kerjanya dengan menggunakan Jihancheol atau kereta bawah tanah. Setelah jalan kurang lebih 3 menit dari sekolahnya dan naik Jihancheol selama 5 menit, dia sudah sampai di Chocoholic’s Cupcakes and Cookies, tempat kerja part-time-nya sebagai waitress.

“Jaesuk-ah, annyeong!!” sapa Taemin, rekan kerjanya.

“Annyeong! Tumben kau datang lebih dulu daripada aku,” kata Jaesuk yang sedang bersiap-siap untuk ganti baju.

“Oh, apakah aku harus selalu menjadi yang terbelakang?!” ratap Taemin sambil sok-sok memasang tampang sedih.

Jaesuk hanya tersenyum menanggapinya dan masuk kedalam ruang ganti. Setelah selesai, dia langsung menghampiri Taemin yang sedang menunggu meja pesanan. Lee Tae Min merupakan teman dekat Jaesuk di tempat kerja. Mereka dekat karena mempunyai cerita hidup yang sama, hanya saja Taemin masih tinggal dengan orangtuanya. Dia bekerja karena membantu orangtuanya.

“Sepertinya kau akan semangat kerja hari ini,” celetuk Taemin tiba-tiba ditengah obrolan mereka sambil memandang kearah pintu toko yang terbuka.

Saat Jaesuk ikut melihat kearah pintu, waktu seperti berhenti dan senyumnya mengembang. Dari arah pintu yang terbuka, masuklah Choi Min Ho. Tidak ada satu orang pun yang tidak melihat kearahnya. Melihatnya mendekat, Jaesuk langsung buru-buru merapikan seragamnya, rambutnya dan segalanya agar terlihat rapi. Taemin hanya tertawa lalu meninggalkan Jaesuk.

“Se… selamat datang. Mau pesan apa?” sapa Jaesuk sambil memasang senyum terbaiknya.

“Hmmm… Capuccino reguler dua,” balas Minho lalu tersenyum.

Jaesuk berbalik badan dan menghela napas. Mimpi apa dia akan bertemu dengan idolanya?! Dia langsung menyiapkan pesanan Minho. Setelah selesai, dia langsung memberikannya pada Minho. Sekali lagi Jaesuk menghela napas karena Minho sekali lagi tersenyum padanya.

“Bukannya aku mau merusak harimu, tapi coba kau lihat itu,” Taemin yang baru keluar dari dapur langsung mengedikkan dagu kearah meja Minho.

Jaesuk langsung mengkerut begitu melihat ada seorang wanita yang duduk disampingnya dan bergelendot manja pada Minho. Ya, Jaesuk lupa bahwa Minho sudah punya pacar. Dia adalah Song Hye Ra, member girlband yang juga terkenal. Jaesuk mendengus, melempar lap lalu masuk kearah dapur diikuti cekikikan Taemin.

 

***

 

“Dasar lelaki bodoh!! Kau pikir aku benar-benar mencintaimu?! Seleraku tak serendah itu!!” pekik seorang cewek.

Jaesuk baru aja selesai kerja di tempat ice skating begitu mendengar suara itu. Saat dia melihat kearah jalan, ada seorang yeoja dan 2 orang namja yang lagi berdiri di samping mobil. Jaesuk langsung menyembunyikan diri dibalik tembok dan berusaha mendengarkan. Terdengar juga suara erangan, tapi Jaesuk tidak tau itu suara siapa.

“Kau… Dasar jahat!!” erang sebuah suara yang merupakan suara cowok.

“Oh ya?! Dan kau bodoh!! Sudahlah, aku masih banyak hal penting lain yang harus ku urus daripada hanya mengurusi aktor bodoh sepertimu!” ujar yeoja itu kasar.

Terdengar suara orang memukul, dan erangan sekali lagi. Saat Jaesuk mengintip, dia langsung terkejut. Ternyata yeoja itu adalah Song Hye Ra dan mungkin 2 orang namja itu adalah bodyguard-nya. Jaesuk menunggu sampai Hyera pergi, lalu keluar dari tempat persembunyiannya. Dia makin terkejut ketika tau bahwa Minho telah tergeletak lemas di trotoar.

“Omo!! Gwaenchanayo?! Yaa, jawablah!!” Jaesuk mendekati Minho yang ternyata pingsan. Jaesuk kebingungan, bagaimana caranya dia membawa Minho kerumahnya?! Oh, Taemin!! Dia malam ini ada shift sebagai supir taksi. “Taemin-ah, cepat kau ke tempat kerjaku!! Sudahlah, cepat kesini!!” katanya melalui telepon.

Tidak lama kemudian, Taemin datang dengan taksinya. Dia langsung turun dan ikut terkejut melihat tubuh Minho. “Omo, Jaesuk-yah!! Ada apa ini?!” pekik Taemin.

“Nanti aku ceritakan! Sekarang cepat bantu aku membawanya ke rumahku!” Lalu Taemin membantu mengangkat tubuh Minho ke dalam taksinya.

Taemin membantu Jaesuk mengangkat Minho dan meletakannya di jok belakang. Selama perjalanan ke rumah Jaesuk, Jaesuk bercerita pada Taemin tentang apa yang terjadi pada Minho. Sekitar 5 menit kemudian, mereka sampai di rumah Jaesuk. Karena badan Taemin lumayan besar, jadi dia yang menggotong Minho ke rumah Jaesuk.

“Apa kau yakin tidak perlu lapor polisi?” tanya Taemin setelah meletakkan Minho di tempat tidur Jaesuk.

“Ne. Lagipula Song Hye Ra bisa bilang itu tidak benar karena aku tidak punya bukti kuat untuk itu,” jawab Jaesuk lirih sambil memandang kearah Minho dengan tatapan sedih.

“Terserah kau saja. Semoga itu yang terbaik,” kata Taemin sambil merangkul Jaesuk. “Aku pergi dulu, aku harus kerja,”

“Oh, aku harus membayar taksimu,” Jaesuk mencari dompetnya didalam tas, tapi dihalangi oleh Taemin.

“Tidak usah. Kau urus saja aktor satu ini, anggap saja ini ucapan terimakasihku karena kau sering membantuku,” ujar Taemin sambil tersenyum..

“Aigoo Taemin-ah, kau terlalu baik. Neomu kamsahamnida,”

“Cheonmaneyo. Baiklah, aku harus kembali kerja. Annyeong,”

“Annyeong,”

Sepeninggal Taemin, Jaesuk mulai membersihkan luka di tubuh Minho. Dengan telaten dia merawat Minho yang belum sadar. Luka Minho tidak seberapa, tetapi dia sampai di tendang dan ditonjok. Badannya lebam-lebam biru. Jaesuk sendiri tidak tau harus senang atau sedih karena bisa sedekat ini dengan Minho, tapi dalam keadaan naas seperti ini.

 

***

 

“Aigoo… Aish, dimana aku?! Kenapa badanku… Astaga!!” Jaesuk yang tidur di lantai terbangun mendengar suara itu. Ternyata Minho sudah sadar. “Hah?! Siapa kau?!” Minho langsung kaget begitu melihat Jaesuk yang baru terbangun.

“Chonun Jaesuk imnida. Aku menemukanmu tergeletak di trotoar dibelakang tempat kerjaku semalam,” kata Jaesuk, lalu menceritakan kejadian semalam.

“Ya, cewek sialan itu! Ternyata dia hanya mengincar harta dan kepopuleranku,” umpat Minho dengan tatapan benci.

“Berapa nomor telepon rumahmu? Biar ada ajudanmu yang menjemput,” Jaesuk meraih handphone-nya dan bersiap menekan nomor.

“Andwae,” Minho langsung menahan Jaesuk meraih handphone-nya. “Jangan telpon siapapun,” lanjutnya. Jaesuk menatap Minho dengan muka bingung.

 

Sementara di SM Entertainment…

“MUO?! MINHO HILANG?! ANDWAE!!!” teriak Key, manajer Minho, lalu berusaha mengontrol amarahnya. “Memangnya semalam dia kemana?!”

“Setauku dia pergi bersama Song Hye Ra,” jawab Jonghyun, asisten Minho.

“Kalau begitu cepat telpon dia!!” kata Key dan Jonghyun segera menuruti atasannya. Dia mengeluarkan handphone dari sakunya.

“Annyeonghaseo, Hyera-ssi, ini aku, Jonghyun, asisten Minho. Apa kau tau dimana Minho berada? Apa? Bukannya semalam dia pergi bersamamu? Benarkah?! Baiklah, kamsahamnida, annyeonghaseo,” kata Jonghyun lalu menutup telponnya.

“Lalu?” tanya Onew, pengawal Minho.

“Song Hye Ra bilang memang semalam dia bersama Minho, lalu dia berpisah karena Song Hye Ra ada schedule dan Minho pulang sendiri. Mungkin Minho kabur?” jawab Jonghyun.

“Aigoo, rasanya kepalaku akan meledak,” Key mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

 

***

 

“Omo!! Apa yang kau lakukan?!” teriak Jaesuk begitu mendapati rumahnya berantakan dan Minho sedang makan ramyeon dilantai.

“Oh, kau sudah pulang?? Aku lapar dan tidak ada makanan, jadi aku membongkar isi lemarimu dan hanya mendapat satu bungkus ramyeon,” jawab Minho santai sementara Jaesuk membereskan barang yang berceceran. “Kau ini bagaimana, sih?! Masa tidak ada makanan lain??”

“Kau mau makan enak?! Kenapa tidak pergi ke restoran saja??” ejek Jaesuk sambil terus beres-beres.

“Aku tidak punya uang, uangku sudah diambil oleh nenek lampir itu,” kata Minho. Yang dimaksud Minho adalah Song Hye Ra. “Kau akan masak, kan??”

“Tidak sempat. Aku harus kerja,” jawab Jaesuk singkat.

“Kerja? Lagi?” tanya Minho tidak percaya.

“Iya. Memangnya menurutmu aku bisa membeli sebungkus ramyeon itu darimana?” kata Jaesuk sambil menunjuk ramyeon yang sedang dimakan Minho.

“Oh ya, kau sudah makan?” tanya Minho.

“Tadinya mau makan, berhubung ramyeon satu-satunya sudah dimakan olehmu, jadi aku tidak makan,” ujar Jaesuk. Minho mendadak berhenti makan. “Sudah ya, aku harus kerja. Jangan menyusahkanku, annyeong!!”

Jaesuk geleng-geleng kepala sendiri melihat kelakuan aktor satu itu. Tidak menyangka dia akan menyusahkan begini. Akhirnya Jaesuk harus bisa menahan lapar sampai dia melihat ada kedai makanan. Sementara Minho tanpa perasaan berdosa dirumah masih bisa menghabiskan ramyeon.

 

***

 

Sudah hampir sekitar 3 bulan Minho tinggal di rumah Jaesuk, dan selama 3 bulan itu lah media gencar memberitakan hilangnya Choi Min Ho. Jaesuk sudah memaksa Minho untuk kembali ke rumahnya, akan tetapi Minho menolak karena merasa lelah dengan kehidupannya sebagai orang terkenal. Dia menikmati hidup sebagai orang susah seperti ini. Karena itu Jaesuk sudah tidak bisa bicara banyak lagi dan membiarkan Minho.

Walaupun Minho agak merepotkan Jaesuk karena tingkahnya yang masih seenaknya dan menyebalkan, entah kenapa Jaesuk selalu sabar menghadapinya. Minho tidak mungkin keluar karena seluruh orang mencarinya. Bahkan Key menghadiahkan kencan sehari bersama Minho bagi siapa yang menemukannya. Tapi sampai sekarang, belum ada yang melihat Minho.

“Kau mau kemana?” tanya Minho saat melihat Jaesuk sedang bersiap-siap.

“Belanja,” jawab Jaesuk singkat.

“Aku boleh ikut? Aku bosan disini. Rumahmu terlalu kecil, jadi aku tidak bisa melakukan banyak hal,” katanya sambil memainkan ujung bantal.

“Bagaimana dengan-,”

“Ayolah, jangan khawatir!! Aku pinjam hoodie-mu!” potong Minho lalu mengambil hoodie Jaesuk yang tergantung dan langsung keluar.

Jaesuk hanya tersenyum karena melihat Minho yang begitu semangat menuruni tangga rumahnya. Dia juga berbinar-binar begitu akhirnya bisa keluar. Untung hari itu Jaesuk sedang libur dan daerah rumahnya tidak begitu ramai, jadi dia bisa sedikit lega. Selama di jalan menuju minimarket, Minho tidak berhenti bersiul disamping Jaesuk.

“Kau kelihatan seperti anak kecil yang sedang diajak jalan-jalan ibunya saja,” Jaesuk tersenyum kecil melihat kelakuan Minho.

“Kamsahamnida ummaaa~,” kata Minho sambil ber-aegyo seolah-olah Jaesuk itu ibunya.

Jaesuk hanya tertawa melihat muka imutnya. Dalam hati, Jaesuk masih mengagumi aktor itu. Dan sepertinya cintanya pada Minho bukan lagi cinta sebagai seorang penggemar terhadap bintang pujaannya. Jaesuk menghela napas begitu memikirkan hal itu.

“Cari terus sampai dapat! Dia tidak akan keluar Korea Selatan,” perintah Jonghyun melalui telepon saat dia di mobil, mencari Minho.

Dia mengacak-acak rambutnya sendiri. Gara-gara Minho, seharusnya hari ini dia bisa santai dirumah, tapi malah mencari bocah itu. Saat sedang terjebak lampu merah, Jonghyun melihat Minho dan Jaesuk yang baru selesai belanja sedang berjalan di trotoar. Minho terlihat karena hoodie-nya sempat terlepas dan wajahnya kelihatan. Jonghyun langsung mengikuti kemana arah mereka. Setelah mengikuti, Jonghyun mendapati Minho dan Jaesuk masuk kerumah Jaesuk.

“Kumpulkan staff manajemen. Aku punya informasi tentang keberadaan Minho,” ujar Jonghyun saat menelpon Key. Sementara Jaesuk dan Minho didalam sedang tertawa membuat masakan bersama. Tampaknya senyuman itu tidak akan lama lagi.

 

***

 

Minho baru saja bangun tidur saat mendapati bekal Jaesuk yang tertinggal di meja sementara Jaesuk sendiri sudah berangkat ke tempat ice skating. Minho menimbang-nimbang bekal itu. Akhirnya dia memutuskan untuk membawakan bekal itu untuk Jaesuk. Dengan sembunyi-sembunyi dia keluar dari rumah Jaesuk dan berusaha agar tidak terlihat. Tidak lama kemudian dia sampai di pintu belakang tempat kerja Jaesuk dan masuk karena tidak terkunci.

“Yaa, bagaimana bisa kau lupa bekalmu?” kata Minho saat melihat Jaesuk sedang mengepel lantai. Jaesuk langsung membanting pel karena terkejut melihat Minho ada disini.

“Minho-yah!! Apa yang kau lakukan disini?! Bagaimana kalau kau kelihatan orang?? Bagaimana kalau-,”

“Sssttt,” Minho meletakkan telunjuknya di bibir Jaesuk. “Kalau kau ribut begitu, justru aku akan ketauan. Aku kesini ingin mengantar bekalmu yang tertinggal,” Minho menyerahkan bekal kepada Jaesuk. “Dasar ceroboh,” ujar Minho sambil mengacak-acak rambut Jaesuk. Jaesuk langsung terdiam begitu Minho melakukan itu.

“Yaa!! Kau ini menyusahkanku saja!!” seru Jaesuk saat Minho mengambil sepasang sepatu ice skating dari rak sepatu yang baru saja Jaesuk bereskan.

“Sudah lama aku tidak main ice skating,” katanya lalu malah membuka sepatunya dan memakai sepatu ice skating. “Kau juga! Ayo main!” Dia lalu mengambil sepasang sepatu ice skating lain. Jaesuk hanya terdiam saat Minho memberinya sepatu. “Waeyo?”

“Hmm… aku… aku tidak bisa bermain ice skating,” gumam Jaesuk.

“Gwaenchana!! Aku akan mengajarkanmu!” seru Minho semangat. Entah kenapa Jaesuk menuruti Minho memakai sepatu itu.

Jaesuk bisa bernapas lega karena rekan kerjanya yang lain sudah pulang. Minho menuntunnya ke arena ice skating. Karena Jaesuk benar-benar belum pernah menyentuh arena ice skating dan tidak pandai bermain sepatu roda, baru saja masuk Jaesuk sudah terpeleset. Dengan sigap Minho menangkap Jaesuk yang jatuh melintang dengan tangan kirinya pada pinggang Jaesuk. Minho seperti tersihir saat melihat wajah Jaesuk yang sangat dekat sampai dia tidak mendengar Jaesuk bilang maaf.

Minho mengajarkan Jaesuk bermain ice skating tapi gagal. Akhirnya Minho hanya menggeret Jaesuk keliling arena. Walaupun begitu, sudah cukup membuat Minho mengagumi Jaesuk. Dia baru menyadari wajah lucu Jaesuk dan cerita hidupnya. Minho akhirnya menyadari bahwa dia menyukai Jaesuk, tapi dia masih menunggu waktu yang pas untuk mengatakannya. Dia masih menikmati hubungannya sekarang dengan Jaesuk.

 

***

“Bagaimana kabar si aktor?” tanya Taemin saat Jaesuk sedang bekerja di toko kue. Sekarang sudah 5 bulan Minho tinggal dirumah Jaesuk.

“Baik-baik saja. Dia sudah sering keluar rumah, bahkan dia kenalan dengan nenek tetangga sebelah, haha,” jawab Jaesuk. Mereka berdua tertawa.

“Bagus lah kalau begitu. Sepertinya kalian terlibat cinta lokasi,” ujar Taemin sambil tersenyum jahil. Muka Jaesuk memerah.

“Kau ini bicara apa? Mana mungkin dia menyukaiku?” bantah Jaesuk cepat.

“Tapi kau berharap itu terjadi, kan?? Mengaku saja lah! Mukamu sangat merah,” ejek Taemin.

“Diamlah!” pekik Jaesuk sambil memukul lengan Taemin pelan.

Saat mereka sedang bercanda, masuklah 3 orang tamu dengan pakaian formal dan tampang mafia. Jaesuk yang melihat mereka langsung teringat dengan konferensi pers Minho di televisi. Di samping Minho ada manajernya yang sekarang ada didepannya dan dua orang itu ada dibelakang Minho. Perasaan Jaesuk mulai tidak enak.

“Taemin-ah, kau jaga kasir sebentar. Aku… ingin ke toilet,” kata Jaesuk cepat. Taemin yang tidak menyadari apa-apa hanya mengangguk. Tapi Jaesuk bukannya lari ke toilet, malah mengumpat dan mengintip dari jendela dapur.

“Selamat datang! Kalian mau pesan apa?” sapa Taemin ramah saat 3 orang itu mendekati meja kasir.

“Kami hanya ingin bertanya,” kata Onew, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong jasnya. “Apa dia bekerja disini?” lanjutnya sambil menunjukkan foto Jaesuk yang diambil secara candid saat dia berangkat kerja.

“Ya, dia adalah rekan kerjaku. Ada apa, ya?” jawab Taemin bingung.

“Dimana dia?” tanya Onew mengacuhkan pertanyaan Taemin.

“Dia sedang di toilet,” jawab Taemin.

“Tidak, dia disana!” kata Jonghyun tiba-tiba yang melihat Jaesuk sedang berusaha kabur dan sedang berlari diluar toko.

Serempak 3 orang itu mengejar Jaesuk dan otomatis jadi tontonan para pengunjung. Perasaan Taemin langsung tidak enak, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena Jaesuk sudah lari jauh dan 3 orang itu juga semakin jauh. Sementara Jaesuk terus berlari menuju rumahnya, melindungi Minho. Dia langsung merasa kesal karena handphone-nya tertinggal di tempat kerja.

Ternyata selama ini mereka mengintai Jaesuk dan Minho. Mereka tidak langsung membawa Minho karena melihat dia bahagia bersama Jaesuk. Tapi mereka menyadari bahwa Minho harus kembali pada hidupnya dan menyelesaikan yang ada.

Begitu sudah mau sampai dirumahnya tiba-tiba…

DOR!!

Suara pistol menggema dan mengenai punggung Jaesuk. Jaesuk sempat terjatuh sebentar, tapi niatnya untuk melindungi Minho tidak surut. Dengan tenaga yang tersisa dia berlari dengan darah yang terus mengucur dari punggungnya. Dia terbayang wajah bahagia Minho saat mereka masak berdua, wajah bahagia Minho saat pertama kali keluar setelah sekian lama terkurung di rumah Jaesuk karena takut ketauan publik.

“Annyeong! Tumben kau pulang cepat?! Kau berlari, ya?” ucap Minho ceria saat melihat Jaesuk berada didepan pintu dengan napas tersengal. Walaupun dia menahan sakit yang amat sangat, Jaesuk tetap tersenyum. Jaesuk berjalan dengan lambat kearah Minho yang masih tersenyum, lalu terjatuh. “Jaesuk-ah! Kau kena…,” kata-kata Minho terhenti saat menyadari darah yang mengucur dari punggung Jaesuk. “Apa yang terjadi padamu?! Malhaebwa!!” Minho mengguncang-guncang Jaesuk yang semakin melemah.

“Cepat… lari, Minho-yah… Lari!!” kata Jaesuk tercekat.

“Untuk apa?! Aku nyaman berada disini bersamamu, kau ini kenapa?” Minho masih memeluk Jaesuk.

“Turuti saja kata-kataku!! Kau… lari sekarang!! Aku mohon,” teriak Jaesuk tapi teriakan itu membuatnya makin lemah.

“Andwae! Aku tidak akan kemana-mana!! Aku akan terus disini bersamamu! Aku… mencintaimu!!” pekik Minho pada akhirnya. Tapi tiba-tiba…

“Minho-yah!! Ternyata selama ini kau berada disini!!” Key tiba-tiba sudah berada didepan pintu bersama Jonghyun dan Onew. Minho terkejut.

“Kalian… kenapa bisa ada disini?” tanya Minho.

“Ayo Minho-yah, saatnya pulang dan kembali pada kehidupanmu,” perintah Jonghyun.

“Andwae!! Ini hidupku! Aku bahagia bersamanya! Dan aku… tidak akan sudi kembali karena kau telah menembaknya!” teriak Minho masih memeluk Jaesuk.

“Kau masih membela orang yang sudah mati?” tanya Onew sinis. Minho terkejut dengan kata-kata Onew dan melihat kearah Jaesuk yang sudah tidak sadarkan diri di pangkuannya sedangkan darah sudah membanjiri celana dan kaos Minho, serta tangan dan kakinya.

“ANDWAE!! JAESUK-AH, KAU HARUS TETAP HIDUP!! AKU MENCINTAIMU!!” teriakan Minho makin keras dan dia masih memeluk Jaesuk. “KALIAN JAHAT!! AKU TIDAK MAU BEKERJA DENGAN ORANG JAHAT SEPERTI KALIAN!!”

“Sudahlah, Minho. Hadapi kenyataan yang ada! Bagaimana bisa dia membalas cintamu kalau dia sudah tidak ada? Ayo pulang!” seru Jonghyun sambil menyeret Minho.

“Tidaaakkk!! Bagaimana dengan Jaesuk jika aku meninggalkannya?!” Minho masih mempertahankan Jaesuk dalam pelukannya.

“Dia biar aku yang urus, sekarang kau ikut Jonghyun dan Onew ke dalam van. Jangan sampai ada orang yang lihat,” kata Key. Karena badan Minho kalah besar dengan badan Jonghyun dan Onew, akhirnya Minho melepas badan Jaesuk dan dia dibawa oleh Jonghyun dan Onew sambil menangis.

“Halo, rumah sakit pusat? Aku menemukan mayat perempuan di daerah Myongdong dengan luka tembakan di punggungnya. Harap segera datang, tapi mungkin tidak akan ada siapa-siapa kecuali mayat itu sendiri,” kata Key pada telepon dan menatap Jaesuk yang tergeletak dibawah, lalu pergi.

Saat Key masuk, Minho terus menanyakan Jaesuk, tapi tidak dijawab oleh Key. Tidak lama kemudian, terdengar sirine ambulans. Minho hanya bisa menatap rumah Jaesuk yang terus menjauh. Setidaknya dia sudah mengatakan perasaannya pada Jaesuk.

FIN

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

50 thoughts on “[FF PARTY] Nothing Said”

  1. Waaa~
    keren keren keren
    tp gmn nasib minho?
    Kalo blh usul, jadiin sequel ajja…
    Kan ff nya bagus…
    Good job author…

  2. yaaah kok ngegantung gn ceritany?
    nasib jaesuk gmana?
    minho ny gmana?
    jaesuk mati apa enggak?
    padahal ceritanya udah bgus loh?
    coba kalo dibikin lanjutanny..
    pasti tambah bgus??
    hehehe

  3. kkkekekek.. hadeeuhh lena mnta digetok bikin fin nanggung wkwkw
    tpi mnding bgini.. jadi reader pensaran.. wkwkwk tar klo dilanjutin kyk waktu tu adanya happy end lagi wkwkw
    love sad end
    yah ksian si jae suk.. tpi gpp deh wkwkw #di kick

    1. hahah nih reader gaje banget, comment sendiri jawab sndiri wkwkw =.=”
      peace ^^v
      gomawo dikaaaaaaaaaaa~Ah *timpuk wookie ama key ke pelukan dika terus di chu~* wkwkwkw

    1. hahaha emang apa yg msti dpertanyain ? authornya kah? hahah kenalkan saya istri sahnya minho wkwk
      gomawo yah udah baca ff saya
      😀

  4. wah keren. tapi nanggung banget eonie.
    ngomong-ngomong ada beberapa adegn yang hampir mirip dengan cerita marry stayed out all night yang diperanin moon geun young sama jang geun seuk, mungkin kebetulan aja kali ya.

    tapi,,
    GOOD FF loh ..

    1. eonnie ? saya masih muda lho~ kkkkk~
      mwoya ? saya aja gak pernah nnton tuh film eh atau drama yah? ckckck *bukan penggemar berat sinetron lol~
      iia makasih udh baca ff saya 😀

  5. HUAAAAAAA….. ROMAN*cuih*TISSSS!!!! aaaaaaa~~~~ kereeeeennn XDDD

    daebak! nice! nyentuh! tapiiiiiiiiiii~

    kok ceritanya gantung diri sih? (!) hehehe~

    but it so GOOD FF!!! 🙂 like it!

    1. huakakakak ini ada cuih’nya buat authornya yak? wkwkwk *author trlalu sensitip -___- wkwkw #abaikan
      hahah gantung diri tinggal di kuburin chingu *sambit saya sambit saya* wkwkw
      khamsahae udah baca fanfict saya 😀

  6. Nyunyu, Ojong, kunci kok sadis amat.
    Boleh tanya? Kok tuh cewe malah ditembak? Emg ampe segitunya ya?
    Huwee tapi ff ini keren kok

    1. unyunyunyuuu banget kan mereka sadis wkwkwk *author mulai menggila
      boleh satu pertanyaan dapet gratis satu jawaban panjang/plakk
      ia, harus gitu supaya dramatis, kalau enggak ntar reader juga gak ngerasain feel ff ini wkwkwk *kamuflase
      arigataou udh baca ff ku 😀

  7. @all: aaaaa banyak yg bacaaa hehe gomawoooo~
    hehe buat endingnya mending dibayangin sendiri aja gimana ehehehe *digetok*
    makasihmakasih buat yg uda nyempetin baca ^^

  8. keren!!!!! i love this!!!! semangat terus lanjutin gak enak endingnya nggantung -_-
    ayo bikin jadi happy end /request dari reader hahahaha

    1. lideeeerrrrrrr !!!!!!!
      ehehehehe akhirnya dirimu muncul juga ehehehehe
      hem ini kan oneshot -___- gmn saya mau lanjutin ckck
      makasih uda nyempetin baca ^^

  9. kenapa endingnya menggantung bgini? si minho juga g gentle ah #ditimpuk flamers
    pengorbanan jaesuk smpek kaya gtu, eh minho ttep aja g berusaha kabur and bawa jaesuk,,
    *author: kebnyakn komen nih anak ==’
    tapi overall ceritanya keren kok,, 🙂

    1. hehe taemin emang baik , tadinya mau dibikin jahat juga tapi mukanya ga cocok jadi orang jahat LOL *dibejek
      makasih uda nyempetin baca ^^

  10. lohh .. kok gini sih jjong, key, sama onew?? jahat bangeeeet T^T kasiaaan minhonya .. aku suka FFnya ^^ kereeeeeeeen ^^bb dan dan dan dan .. aku butuh sekuelnyaaaa *author: kagak ada sekuel sekuel-an!*

    ^
    maap komen gaje ehehe

  11. bahasanya bagus, detail deskripsi.nya pas, jadi para reader ga susah buat menuntun imajinasinya.
    tapi maaf sebelumnya, di bagian ending kok kayaknya terlalu maksa ya? masa sampe segitunya melarikan diri bahkan sampe ditembak, mati pula. blum lagi yg cewe juga keukeuh bgt nyuruh minho pergi, padahal cuma dikejar manajer.
    agak gak masuk akal aja sih, hehee… maaf yaa, aku ngasi kritik. kritik kan membangun.
    masalah ending menggantung, bagus kok, biar reader penasaran 😀
    Hwaiting, author!!!

    1. hehe gapapa kok , aku malah seneng ffku ntar jd tambah bagus *amiiiinnnn
      itu dibuat ada tembak2annya biar tegang aja ehehehe *reader: halah ,halasan!!*
      hmm jaesuknya kan tau kalo minho gamau balik jadi artis lagi makanya jaesuk nyuruh minho lari , gituuu
      btw gomawo yaaa udah baca ffku ^^

  12. Onew gak sesinis itu~!! *dipukulin author*
    T.T
    endingnya nanggung, tapi bagus bagus bagus.
    aku tebak, Jaesuk meninggal, Minho kembali ke dunianya, tapi agak stress karena ditinggal cewek yang disayanginya, Onew berubah jadi baik dan berhenti dari pekerjaannya, terus jadi artis karena suaranya yang cemerlang, terus nikah sama aku terus terus teruuussss..

    aku digebukin Author karena ngarang cerita.
    Mian Author, aku emang ngeselin! 😀

    1. hahaha lho kok jadi ff-nya onew ??
      hehe mian yaa onewnya jadi sinis , dia kebagian perannya begitu sih *digampar
      gomawo udah baca ffkuuu ^^

  13. gantung memang..
    tapi daebak! johahae 🙂
    onyu jahat? rasa’y g pantes..hehe
    teu kabeungeutan kata org sundamah.
    good job!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s