[FF PARTY] We’re In 1957

WE’RE IN 1957!

Title : WE’RE IN 1957!

Author : Eci a.k.a PeppermintLight

Main cast : Choi Min Ho SHINee, Marion

Supporting casts : Key SHINee, the old Kim halmoni

Other casts : the young Kim halmoni, the students.

Genre : Futuristic, friendship, romance

Type : One shot

Rating : General

Picture credit : http://www.psychologytoday.com

Summary : Tentu saja kau bisa kembali. Dan kau harus kembali. Tidak ada yang bisa mengubah suratan kita, Marion.

Keterangan : Mendaftar sebagai author tetap

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

“Min Hoooooo!”

“Kenapa, Ummaaaaaa…?” Min Ho belom juga ngelepasin NDSnya pas Umma manggil dari luar kamarnya. Umma membuka pintu kamarnya dengan paksa. Beliau berkacak pinggang pas ngeliat Min Ho masih dalam keadaan setengah terbuka alias nggak pake baju dan cuman boxernya doang yang nyangkut di badannya – dan lagi asyik main game.

“Ya Tuhan, Choi Min Hoooo…!”

“Umma manggil aku nggak usah pake nama depan juga kali, Ummaaa…kayak bukan keluarga ajaaa…”

“Halaaahhh…! Kamu itu hari Minggu ya cari kegiatan dong! Matahari udah naik kamu masih aja melingker di kamar. Mana kucel lagi. Trus kamu nyimpen apaan sih di sini? Kamar kamu kok bau bangke?” omel Umma sambil sedikit menutup cuping hidungnya. Min Ho ketawa geli. Ummanya tersayang ini emang pecinta kebersihan dan aromaterapi. Beliau tipe ibu rumah tangga yang doyan masak dan ngerawat rumah.

“Nggak tahu nih, Umma. Mungkin pas aku lagi ngorok nggak sengaja ngegencet cicak atau tikus…”

Umma langsung ngasih ekspresi jijik banget ke arah anak semata wayangnya itu. Min Ho ketawa lagi.

“Udah, udah! Sekarang kamu mandi gih sana. Ya Tuhan, kamu itu jadi anak kok nggak ada rapi-rapinya sama sekali sih, Ho? Nanti kamu bantuin Appa beresin gudang ya,”

“Loh? Katanya hari ini Appa mau mancing sama temen-temennya, Umma?”

“Ah…enggak. Udah Umma ancam tidur di luar kalo dia masih berani main golf hari ini. Pokoknya khusus hari ini semua orang di rumah ini mesti beresin rumah,” ujar Umma sambil ngebenerin letak bingkai foto liburan mereka ke Hawaii yang terpajang di dinding deket kamar Min Ho. Di foto itu mereka bertiga lagi pake kemeja bunga-bunga sambil mamerin gelas berisi minuman. Umma diam-diam tersenyum. Beliau bahagia banget ngeliat wajah-wajah ceria keluarganya di sana.

“Oiya, Umma. Hari ini Key mau dateng. Biar aku beresin gudangnya nungguin dia aja ya,” ujar Min Ho. Umma mengangguk.

Setelah diancam bakal dikebiri duit jajannya, Min Ho mandi kilat dan langsung ngejogrok di depan tivi sambil makan pancake saus blueberry buatan Ummanya. Lagi asyik-asyiknya ngejilat-jilatin saus blueberry sambil mikir keras kenapa Doraemon nggak tinggi-tinggi – tiba-tiba terdengar suara bel rumahnya.

Dengan malas Min Ho bangkit dan membuka pintu. Serta-merta dia kaget. Dikiranya Key yang dateng. Nggak tahunya Kim halmoni, tetangga di sebelah rumahnya. Kim halmoni udah berusia 70 tahun, tapi fisiknya masih kayak yang usianya 40. Keriput-keriput di wajahnya nggak memudarkan semangatnya buat jogging pagi, ngerawat kebun bunganya, dan ngomel-ngomel sepanjang jalan kenangan kalo Min Ho dan Key, sohibnya, ketahuan manjatin pagar rumahnya buat ngambil kok bulutangkis yang nyasar ke sana pas mereka lagi main bulutangkis sore-sore. Beliau orang yang enerjik dan yah…cerewet. Bener-bener khas orang tua.

“Annyeong, halmoni…” Min Ho membungkukkan badannya memberi salam. Dia ngarepin supaya Kim halmoni dateng cuman mau ngomong sebentar. Soalnya Min Ho lagi pengen menikmati hari minggunya tanpa nasihat dari beliau. Ckckck.

“Coba buka ini di dalam,” Kim halmoni memberikan sebuah kotak pada Min Ho. Namja itu menerima kotak yang ternyata berat banget itu dan membawanya ke dalem sambil mikir gimana caranya wanita paruh baya itu ngebawa barang seberat ini dari rumahnya ke sini.

Kim halmoni masuk menyusul Min Ho.

“Nah, trus ini mau diapain, halmoni?” tanya Min Ho.

“Ya dibukalah!”

Min Ho ngebuka kotak yang tebal tebunya sampe satu inci itu. Dia ngibas-ngibasin tangannya ngusir debu yang melayang. Bakal kenal marah Umma nih kalo beliau ngeliat lantai yang barusan dipel sekarang berdebu lagi.

Min Ho mengeluarkan sebuah benda kayak mesin tik tanpa keyboard dan berwarna coklat yang catnya juga udah mengelupas di sana-sini.

“Itu aku temukan di gudang rumahku pas lagi beres-beres. Ternyata benda itu masih ada. Mendiang suamiku nggak jadi membuangnya. Semoga, masih berfungsi. Nah, aku mau kau melakukan sesuatu untukku,” ujar Kim halmoni berseri-seri. Min Ho mengernyitkan dahinya nggak ngerti.

“Ng…?”

“Jadi gini ya, Min Ho. Halmoni mau kamu menemani halmoni pergi ke tahun 1957 untuk melakukan sesuatu. Waktu itu halmoni tidak berhasil melakukannya. Dan kali ini mesti berhasil, kalo enggak, ntar pas meninggal halmoni jadi arwah penasaran trus sering mampir ke sini,”. Min Ho nyengir. Kim halmoni kalo lagi asyik emang suka ngelawak. Beliau ikutan ketawa.

“Ayolah, ajak Key juga. Kita bertiga pergi ke tahun 1957. Halmoni benar-benar ingin menuntaskan sesuatu di sana,”

Min Ho kembali mengernyitkan dahinya.

“Apa sih, halmoni? Maksudnya apa? Ke tahun 1957? Emang ini benda apaan?”

“Mesin waktu,”

$$$$$$$$$$

Min Ho baru inget. Konon katanya pas masih mudanya dulu, Kim halboji berprofesi sebagai ilmuwan sekaligus penemu. Kerjaannya dulu ya mengurung diri di laboratoriumnya dan ngutak-ngatik mesin. Itu kata tetangga-tetangga yang udah lama kenal sih. Min Ho sendiri belom pernah ketemu sama Kim halboji. Beliau meninggal karena serangan jantung pas keluarga Min Ho pindahan ke sini.

Dan ternyataaa,…istrinya ini menemukan mesin waktu buatan beliau pas masih berjaya dulu. Ckckck. Min Ho kirain time travel itu cuman ada di film Honey, I Shrunk The Kids aja. Ternyata Kim halboji bisa merangkai mesin waktu juga.

 

 

 

 

“Ini beneran mesin waktu, halmoni?” tanya Key yang udah ngejogrok di ruang tamu rumah Min Ho. Kim halmoni balas memandangnya dengan tatapan seolah Key baru aja nanyain “emang beneran satu tambah satu hasilnya dua?” padanya.

“Iyalah. Halmoni sama halboji dulu pernah nyobain jalan-jalan pake ini. Kami bahkan sempat nonton Gladiator,” papar Kim halmoni dengan ekspresi bangga.

“Gladiator mah aku juga nonton, halmoni,” ujar Key. Kim halmoni melotot.

“Bukan judul film. Gladiator asliii…jaman Romawi. Abis itu kami berdua jalan-jalan ke…”

“Oke, oke. Jadi maunya halmoni ke kita sekarang gimana? Aku masih nggak percaya kalo ini mesin waktu,” ujar Min Ho dengan tatapan syok. Gimana ngga syok kalo benda di depan hidungnya sekarang ini adalah mesin waktu?

“Hm…” Kim halmoni berhenti sejenak. Beliau tampak ragu untuk menceritakan maksudnya mengajak Min Ho dan Key menggunakan mesin waktu.

“Aku mau menguji kemampuan mesin ini. Kalo masih bagus, aku mau membawa nama suamiku untuk dipatenkan sebagai ilmuwan yang berhasil. Kudengar Einstein mau membuat mesin waktu dulu. Tapi nggak jadi karena dia keburu meninggal. Nah, kalo suamiku berhasil namanya akan dikenal di dunia sebagai pencipta mesin waktu. Aku ingin ia bahagia di sana…” tutur Kim halmoni. Key dan Min Ho saling pandang. Terbersit rasa simpatik di hati mereka.

“Selain itu…, ada yang halmoni lakukan di sana. Tapi nanti halmoni ceritakan, sekarang kalilan mau nggak nih?” tanya Kim halmoni. Min Ho dan Key mengangguk mantap dan tersenyum.

“Oke, sekarang ini gimana cara pakenya, halmoni?” tanya Min Ho. Ada berbagai jenis tombol di dengan warna berbeda yang terdapat di sana.

“Aku masih ingat. Kalau tidak salah suamiku menekan tombol yang ini…” beliau menekan tombol dengan layar angka manual berkali-kali hingga deretan angka tersebut menunjukkan angka 1957. Kemudian Kim halmoni menekan tombol lain dengan kolom angka yang berbeda, hingga kolom tersebut menunjukkan angka 1.

WHUUUUUUUUZZZZZ!!!!!

Tiba-tiba tubuh mereka seakan terbawa ke dimensi lain. Ternyata Kim halmoni langsung menekan tombol MOVE tanpa basa-basi lagi. Mereka melayang dengan kecepatan tinggi. Pandangan mereka kabur seketika. Organ tubuh mereka seakan bisa berpindah tempat sewaktu-waktu.

$$$$$$$$$$

Min Ho bangkit dan menepuk-nepuk bajunya yang berdebu. Kepalanya pusing banget. Min Ho terjatuh di tanah keras. Lengannya perih.

Ia melayangkan pandangan ke sekelilingnya. Orang-orang sudah berdiri mengerumuninya. Min Ho memperhatikan mereka satu persatu. Barulah ia sadar kalo yang tadi itu benar-benar mesin waktu. Sekarang ia berdiri di tengah-tengah kerumunan orang dengan gaya busana jadul banget. Jas lengan panjang yang entah apa itu namanya. Well, ini kayaknya di era 50-an. Tapi…mana Key dan… Kim halmoni? Kenapa dia sendirian di sini? Dan siapa orang-orang ini? Bajunya sama semua. Apa mungkin ini sekolah?

Are you alright?” tanya seorang dari mereka. Loh? Kok orang bule? Ini Korea bukan ya? Mampus kalo bukan. Mana dia sendirian lagi.

Min Ho benar-benar bersyukur ketika seorang berwajah oriental ikut menghampirinya yang sekarang udah kayak orang gila campur bego.

“Kamu siapa? Bajunya kok aneh? Kamu dari mana?” tanyanya. Min Ho berasa jadi alien. Untung aja dia lagi nggak pake celana pendek. Ternyata firasatnya buat pake celana panjang di rumah hari ini benar. Dia bakal nyasar ke tahun 1957. Terimakasih banyak Kim halmoni.

“Namaku, Choi Min Ho. Ng…ini Korea Selatan kan?” tanya Min Ho gugup. Matanya masih sibuk mencari Key dan Kim halmoni.

“Iya, ini Seoul. Maaf, tapi…bajumu aneh sekali. Kau perancang busanakah?” tanya remaja pria oriental itu. Sisiran rambutnya rapi sekali, beda banget sama rambut Min Ho yang dibiarin gondrong dan kriwel-kriwel dengan sentuhan cat rambut pirang di sela-selanya.

“Aku…iya, iya, ayahku perancang busana. Ini sekolah?” Min Ho mengalihkan topik. Jangan sampe pembicaraan mereka mengalih ke Kenapa-Kamu-Bisa-Di sini.

“Iya, ini sekolah campuran buatan Portugis dulu,” jelasnya. Dahi Min Ho berkerut. Setahunya negaranya dulu tidak terbuka dengan bangsa lain. Sudahlah, mungkin Korea sempat membina relasi dengan Portugis.

“Aku nyari sahabatku dan seorang wanita paruh baya yang usianya sekitar 70 tahun. Kalian ngeliat nggak?” tanya Min Ho sembari kembali melayangkan pandangannya ke sekitar. Para siswa itu saling pandang.

“Maksud kalian yang itu?” seseorang di antara mereka menunjuk seorang wanita dan…Key. Min Ho langsung nyamperin mereka dengan perasaan lega banget.

“Kamu kok jatuhnya nyasar, Ho?” tanya Key. Min Ho mengangkat bahu. Kim halmoni nampak tergesa.

“Kita mesti cepat. Waktunya lupa ku-setting, jadi dalam 30 menit secara otomatis kita akan kembali ke tahun 2010, ikut aku!”  Kim halmoni melangkah lebar-lebar menuju ke sekolah tersebut sementara Min Ho dan Key mengikuti.

Mereka masuk ke sekolah campuran itu dengan gugup karena ngerasa semua mata berbusana era 50-an dengan jas panjang dan celana pas memandangi mereka seolah-olah mereka alien dari Mars dan mau mendaftar sebagai guru di sana.

Sekolah itu seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya. Besar dengan koridor berlantai keramik dan deretan loker di kedua sisinya.

“Ini kita mau kemana sih, halmoni?” tanya Min Ho. Sejurus kemudian Kim halmoni berhenti di tempat. Min Ho dan Key ikut menghentikan langkah mereka. Segerombolan gadis melangkah menuju ke arah mereka dan tertawa. Salah satu di antaranya cantik sekali. Rambutnya ikal keemasan dan kulitnya putih susu.

“Itu aku,” ujar Kim halmoni. Min Ho dan Key membelalak kaget.

“Nggak mungkin!” sontak Key berseru.

“Di mana mata kalian? Bukan yang ikal, itu,…yang berambut pendek, berkacamata. Itu aku,” ujar Kim halmoni.

“Nah kalo yang itu baru masuk akal…ups, mianheyo, halmoniii…” Key langsung nutup mulutnya pas dapet pelototan gratis dari Kim halmoni.

“Trus kita mau ngapain? Ini udah ngabisin 15 menit lho, halmoni…”

“Jadi gini. Yang cantik itu, itu sahabatku. Selain cantik, dia pandai, dan disukai semua orang,” ujar Kim halmoni. Min Ho dan Key mendengarkan secara seksama.

“Trus? Kami disuruh ngedeketin dia?” tanya Key ngasal plus ngarep. Mau ini lagi di tahun sebelum masehi juga sih kalo disuruh ngedeketin cewek pirang cantik kayak gitu siapa nggak mau?

Kim halmoni menjitak kepala Key, ngebuat namja imut itu meringis sambil mengusap kepalanya.

“Dengarkan. Aku cuma ingin minta maaf padanya. Hmm…memalukan memang. Tapi aku dulu iri padanya. Karena yah…itu tadi. Dia cantik, mempesona, pandai, dan banyak namja yang suka padanya. Makanya waktu ujian, aku memasukkan contekan ke dalam kotak pensilnya. Dan saat dia membukanya songsenim melihat. Dia dihukum tidak boleh mengikuti ujian hari itu. Hm…ini bulan apa?” tanya Kim halmoni.

Min Ho berdecak sebal. Kim halmoni sudah membuang lima menit untuk menjelaskan perihal masalahnya. Namja itu menyeruak ke kerumunan siswa hendak menghadang langkah si gadis. Tapi sesuatu menjegal kakinya dan ia jatuh tersungkur mengundang seruan-seruan yang melihat. Selanjutnya yang Min Ho ingat adalah, gadis cantik itu mengulurkan tangannya.

“Sakit?” tanyanya.

Wajah Min Ho memerah. Selain malu banget karena udah jatuh, dia baru nyadar kalo dia lupa nanya nama tuh cewek pada Kim halmoni.

“Nama kamu siapa?” akhirnya Min Ho nekat-nekatin nanya namanya. Semua gadis di sana bergumam geli ngeliat muka Min Ho udah kayak kepiting rebus.

“Marion,” jawabnya sambil tersenyum. Min Ho melirik jam tangannya. Syukurlah jam itu tidak terpengaruh oleh perbedaan waktu. Dia memperkirakan jam berapa mereka tiba di tahun 1957 tadi. Berarti mereka masih punya waktu sekitar sepuluh menit lagi buat nyelesain masalah Kim halmoni. Masalahnya sekarang, semua kata-kata yang udah Min Ho susun buat dikeluarin tadi ilang semua begitu berhadapan langsung dengan si gadis bernama Marion itu. Min Ho bener-bener terperangkap dalam kecantikannya.

“Aku ingin bicara…maksudku, nenekku! Bisa minta waktumu sebentar?” akhirnya Min Ho bisa nyampein maksudnya. Tanpa nungguin jawaban lagi dia langsung narik tangan Marion buat menemui Kim halmoni.

“Ayo buruan ngomong, halmoni! Waktu kita tinggal tujuh menit lagi!” ujar Min Ho. Kim halmoni mendehem sebentar kemudian mulai bicara. Dan tahu apa yang beliau katakan?

“Kapan kalian ujian semester?”. Marion sempat bingung dengan pertanyaan Kim halmoni sebelum kemudian menjawabnya.

“Besok,”

“Baiklah. Semoga sukses untuk besok,”

“Kenapa?” Marion semakin mengerutkan dahinya. Min Ho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Mungkin sekarang mereka bertiga udah dicap sebagai manusia planet lantaran nyobain mesin waktu. Lagipula…kayaknya dia suka Marion.

“Dengar, aku Kim Sera dari tahun 2010. Mungkin terdengar aneh dan kau pasti tidak percaya. Tapi sungguh, aku ingin minta maaf atas perbuatanku waktu ujian. Besok, aku akan memasukkan kertas contekan di kotak pensilmu dan kau akan ketahuan sekaligus dihukum tidak boleh mengikuti ujian,”. Ekspresi Marion kayak abis ngeliat setan.

“Kau benar-benar Kim Sera…?”

“Tidak ada waktu untuk tidak percaya, Marion. Aku ke sini dengan mesin waktu. Aku hanya ingin memberitahumu. Dan aku benar-benar minta maaf. Aku melakukan itu karena aku iri. Tidak ada niat sedikitpun untuk mencelakakanmu. Karena kau sahabatku. Maafkan aku, Marion,” ujar Kim halmoni sembari menggenggam tangan gadis itu.

“Tapi…”

“Aku butuh maafmu sekarang. Suatu saat kau akan mengerti. Maafkan aku, sungguh aku betul-betul dikuasai rasa iriku padamu. Maukah kau…?”

“Tentu saja, Sera. Tentu saja. Aku memaafkanmu. Terima kasih sudah repot-repot datang dari masa depan untuk minta maaf padaku dan…mengingatkanku. Kita masih bersahabat kan?” Marion memberikan jawaban yang tidak diduga. Min Ho dan Key kaget pas Kim halmoni nangis. Marion memeluknya dan tersenyum manis sekali. Sekali lagi jantung Min Ho berdetak dua kali lebih cepat ngeliat senyumnya. Pantesan aja Marion disukai banyak orang. Dan pantesan aja Kim halmoni sempat iri pada sahabatnya sendiri. Dia cantik dan baik hati.

“Dua menit lagi, halmoni…” Key ngingetin.

“Aku harus pergi. Tetaplah bersahabat denganku. Asal kau tahu, aku benar-benar menyesal,” ujar Kim halmoni lagi sembari menyeka air matanya. Marion mengangguk tulus.

“Bisakah aku mengantar kalian?”

WHUUUUUUUUUUUUUZZZZ!!!

Tubuh mereka bertiga seperti tersedot ke dalam lubang gelap. Terombang-ambing sejenak dan mendarat pelan di taman rumah Min Ho.

“Aduh,… kasar sekali mesin itu. Untung saja aku mendarat di taman berumput. Kalau tidak sudah kumat penyakit encokku,” ujar Kim halmoni sembari bangkit dan memutar-mutar pinggangnya. Min Ho dan Key ikut bangkit dan membersihkan baju mereka yang penuh rumput.

“Aduh, halmoniii…tuh mesin nggak ada setting tempatnya apa? Masa mendarat suka-suka? Mana di tempat keras lagi,” keluh Key. Kakinya sedikit keseleo akibat dua kali pendaratan di tanah keras.

Min Ho terdiam. Ia belum sempat ngucapin selamat tinggal pada Marion. Dan Marion bahkan belum tahu namanya.

“Kau baik-baik saja, Marion?” tiba-tiba suara Kim halmoni barusan ngagetin Min Ho dan Key. Mereka bedua menoleh ke belakang. Tanpa sadar senyum Min Ho mengembang. Seorang gadis berseragam sekolah ala era 50-an sudah terduduk di taman rumahnya. Marion.

Min Ho membantunya berdiri.

“Sakit?” tanyanya. Marion tersenyum dan menggeleng. Selama beberapa detik tangan Min Ho masih menggenggam tangannya. Dan akhirnya genggaman itu ia lepaskan demi ngedenger deheman-dehehan ngeledek dari Key dan Kim halmoni. Wajah Min Ho kembali memerah.

“Kenapa kau di sini?” tanya Kim halmoni pada sahabatnya itu.

“Entahlah. Menurutmu aku bisa kembali?” Marion bertanya balik. Kim halmoni mengangguk.

“Tentu saja kau bisa kembali. Dan kau harus kembali. Tidak ada yang bisa mengubah suratan kita, Marion. Aku datang hanya untuk minta maaf, tapi tetap saja keesokan harinya aku yang di tahun 1957 memasukkan kertas contekan ke kotak pensilmu sebelum ujian kan? Dan kau tetap akan dihukum songsenim. Aku hanya ingin kau tahu kalau aku menyesal dan aku minta maaf. Hm…tunggu saja sepuluh menit lagi,” ujar Kim halmoni tersenyum. Marion mengangguk paham dan mereka kembali berpelukan.

“Aku sayang padamu, Sera,” ujar Marion tulus. Kim halmoni kembali tidak bisa menguasai air matanya. Sungguh beruntung ia mendapatkan sahabat seperti Marion.

“Tunggu dulu, Kim halmoni. Ng…ng…ke…kenapa kita bisa punya waktu setengah jam dan Marion cuma sepuluh menit? Emang tuh mesin waktu nggak bisa diformat buat nambahin waktu apa?” protes Min Ho. Ya Tuhan,… dia baru saja bertemu Marion lagi.

“Entahlah. Tapi bisa kami tinggalkan kalian berdua jika mau,” ujar Kim halmoni sembari mengerlingkan matanya jenaka. Beliau dan Key melangkah pergi dari situ ninggalin Min Ho dan Marion.

Min Ho bener-bener salah tingkah. Wajahnya panas dan lidahnya kaku.

“Aku belum tahu namamu,” Marion akhirnya memulai percakapan.

“Choi Min Ho. Aku tetangganya Kim halmoni,” jawab Min Ho, ngerasa lega karena perlahan suasana menjadi nyaman. Marion tertawa geli.

“Halmoni? Berarti aku juga…”

“Marion, aku…., tak bisakah kau tinggal di jaman ini saja?” Min Ho bertanya. Marion tersenyum manis dan menatap Min Ho dalam-dalam.

“Kalaupun mesin waktu itu rusak, Min Ho…, jika Tuhan menghendaki aku kembali, aku tidak akan bisa di sini. Aku hanya ikut permainan waktu, tapi tidak bisa melangkahi suratan Yang Maha,” ujar Marion lembut.

“Aku mengerti. Aku hanya…” hanya ingin kau di sini, kalimat barusan hanya Min Ho simpan di dalam hati.

“Baiklah, tiga menit lagi…” ujar Marion. Min Ho menarik nafas dalam-dalam. Kemudian mulai bicara.

“Dengar, Marion. Mungkin kita emang nggak bisa bareng. Kamu bener, kita cuma bermain dengan waktu. Tapi aku…hanya ingin bilang kalau…kalau…aku…akuuu…” Min Ho berusaha nguat-nguatin mentalnya buat bilang hal yang satu ini.

“Hm…?”

“Saranghamnida!” akhirnya Min Ho bisa juga ngungkapin perasaannya pada gadis itu. Marion menatapnya lembut dan tersenyum mengangguk.

“Terima kasih. Well, waktuku tinggal satu menit lagi…”

“Lalu apa jawabanmu? Tolong, Marion. Meskipun aku tidak bisa bersamamu setidaknya jawablah aku…”

CUP!

Tiba-tiba aja Marion mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Min Ho, ngebuat namja itu kaget setengah mati. Tapi Min Ho diam aja. Dia nggak memberontak sedikitpun.

“Ng…itu…jawabanku. Selamat tinggal, Min Ho…”

WHUUUUUUUUUUUUUZZZZ!!!

Marion menghilang dari hadapan Min Ho. Namja itu berdiri terpaku. Mungkin suatu saat dia bisa benar-benar melepas kepergian Marion.

$$$$$$$$$$

Key lama-lama sebel setengah mati sama Min Ho yang punya kerjaan baru. Apa kerjaannya? Bengong. Iya, sejak Marion kembali ke tahun 1957, Min Ho jadi suka bengong. Di kelas bengong, di kafe kampus bengong, di rumah bengong, main futsal bengong, main basket bengong, sampe mau tidur aja dia masih suka bengong.

Kayak hari ini, pulang kuliah mereka berdua mampir makan cake di kafe outdoor deket kampus, Min Ho cuman ngaduk-ngaduk krim di kuenya aja sambil sesekali nyeruput cappucinonya.

“Udah deh, Min Ho…nggak usah dipikirin amat. Cewek di luar masih banyak kok,” ujar Key. Sebenernya dia paham banget sama sohibnya satu ini. Min Ho itu kalo udah suka sama satu cewek, bakalan awet. Dia nggak gampang suka sama orang soalnya.

JEDUG! Tiba-tiba sebuah bola basket menghantam bahu Min Ho sampe tuh namja kehilangan keseimbangan dan jatuh dari bangkunya. Key kaget dan segera mengambil bola basket itu sembari berseru jengkel.

“Eh! Bola siapa nih?! Yang bener dong! Kena orang nih!”. Dan serta-merta Key dan Min Ho tersentak kaget. Seorang gadis berwajah blasteran menghampiri mereka.

“Maaf, maaf! Aduh nggak sengaja, sumpah! Aku tadi barusan iseng aja mainin bola basketku dan mau ngoper ke temen. Eh malah nyasar. Maaf ya, maaf!” gadis itu membantu Min Ho berdiri.

“Sakit?” tanyanya.

Min Ho menatapnya nggak percaya.

“Marion?” ucapnya tanpa sadar. Gadis itu mengerutkan dahinya.

“Kau tahu namaku? Wah…ahaha, aku terkenal sekali! Baiklah, baiklah, siapa namamu? Hm?” tawa gadis itu. Min Ho masih terpaku di tempatnya. Key nggak kalah kagetnya. Dia cuman bisa melongo ngeliat betapa miripnya gadis di depannya ini dengan Marion. Namanya sama lagi. Ya Tuhan…

“Choi…Choi Min Ho,” akhirnya suara Min Ho berhasil keluar. Gadis bernama Marion itu mengangguk-angguk.

Well, aku masih ada latihan nih. Kapan-kapan kita ngobrol lagi deh ya! Bye, Choi Min Ho!” Marion melambaikan tangannya dan kembali bergabung dengan teman-temannya.

“Ya Tuhan…, mirip banget, Ho! Cuma bedanya, Marion tahun 2010 pake seragam basket. Hahaha! Lho, mau kemana, Ho? Eh tungguin dong! Belum dibayar nih makanannya! Tunggu, Min Ho!”, Min Ho nggak lagi mendengar seruan-seruan Key. Yang ada di pikirannya sekarang adalah mengejar dan mengejar Marion.

THE END

-peppermintlight-

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

50 thoughts on “[FF PARTY] We’re In 1957”

  1. woow~ DAEBAK eonn~
    keren banget sumpah~
    Itu waktu si Mino mikir kenapa Doraemon nggak tinggi-tinggi, ya oloh~ sumpah aku ngakak banget.. 😀
    Itu waktu nama Kim Halmoni diungkapin, aku mikir gimana reaksi Lia ya?? hohoho~
    Eonn Eonn itu Marion yg tahun 2010 cucunya Marion 1957 ya eonn??
    kekekeke~
    Yasudah segini saja sampah dari saya eonn ^^

    1. youw lynda ma giiirrlll…*pake gaya eminem* kamu yang pertama huaaa…terima kasih ^^
      soal marion di tahun 2010 itu siapa, aku juga nggak bisa nyimpulin. pernah nonton jumanji? nah di situ si judy dan adiknya muncul lagi setelah sarah dan si robbie william itu (siapa lupa namanya) balik ke jaman mereka (atau apalah pokoknya balik ke situasi awal dan nikah). nah si marion di sini itu kira-kira kayak si kecil judy dan adiknya. muncul tapi nggak kenal kayak pas main jumanji bareng dulu ^^
      betewe…gomawo udah baca dan komen ^^

  2. UHUHUHU
    AKU SANGAT SANGAT SUKA FF INI!!!
    KEREN KEREN KEREN!!!
    CERITANYA UNIKK!
    AKU SUKAAA!!!
    BAHASANYA JUGA!AKU SUKA!! RINGAN+LUCU!!
    APALGI PERCAKAPAN KIM HALMONI,KEY AMA MINHO…HAHAHA LUCU*NGAKAK AKU*
    MARIONN~AKU PENASARAN SECANTIK APA SIH DIAAA
    SAMPAI MINHO TERGILA2…
    POKOKNYA FF NYA
    D-A-E-B-A-K
    *diusir krn nyampah*
    hehe

    1. annyeong jomiketaaa…eeehhh…jangan pergi,jangan pergi, kan nggak diusir. malah aku mah seneng buanget kamu komen di sini *kiss jomiketa*
      marion? secantik authornya. hahaha. *ngga lucu*. gomawo jomiketa udah baca dan komen ^^

  3. stuju bgt gw am omongan key…ceweq diluar sna msih bnyak kali Min….kekkekeke….
    jdi marion yg 2010 ky renkarnasi.a marion 1957 donk ya…….daebak…daebak ide na….
    Epepnya keren…gx ngebosenin..trus imajinasi na jga mantap…ky lgi ngebayangin nnton doraemon…walah…walah…….Minho,,Minho….

    1. iya vi…masih banyak cew selaen si marion. misalnya kita berdua, ya nggak? *author sarap*
      wuaaah…Alhamdulillah ga ngebosenin ^^ masalah si marion reinkarnasi atau bukan, sebenernya aku nggak nyampe ke sana sih maksudnya. ga berniat buat reinkarnasi. tapi pernah nonton jumanji? nah, marion di tahun 2010 itu sama kayak dua anak yang ikutan main castnya main jumanji. muncul lagi, tp ga kenal. ^^
      gomawo udah baca ^^

    1. haihaihaiii…liaaaa…ahaha. saya juga setuju sekali dengan peran halmoni. sekali-kali si ijjem mesti mencoba peran baru. xixixi *digampar ijjem*
      whouw! gomawo lia udah baca dan komen ^^

    1. wajah marion? waahhh…kayak gimana ya? hehe. aku ngebayanginnya ya kayak deskripsinya itu. hehe. cantik-polos kayak orang2 jaman dulu. anyway, gomawo udah baca dan komen ya elfnote ^^ salam kenal ^^

  4. haha.
    MINHO suka ama anak blasteran. yaitu aku. #plakk
    Ecii onn. ep-ep nya asikk. kereenn.

    .Enak ya klok sekarang ada mesin waktu kyk getih. wkwk

    buat Lagii eci onn. 🙂

    1. hehehe. tapi kalo ga salah pernah baca komik, katanya mesin waktu itu (kalopun mungkin), sulit banget dibuat, soalnya berarti kita perginya beda dimensi. hehehe. oiya, ntar ada satu lagi ff party aku. ditungguin ya. gomawo, nadia ^^

  5. kyaa~ kak, bneran suka bca ffmu XD
    krain bneran mau ngtopin msin wktu suaminy, rupany kim halmoni mau mnta maaf toh? *jelaskan pdaku!* *plak!*
    eh, tu marion 2010 cucuny marion 1957 kali yak? *sok tau*
    minhony pas sma yg da dkpalaku, gondrong kriwil2, wkwkwk
    ai lop yu dah kak, hahaha XD

    1. iyaaa…kan di sana udah aku tulis gini : “…selain itu, halmoni juga mau melakukan sesuatu. tapi nanti halmoni jelaskan,”, nah itu dia, amelee. hehe. kalo soal cucu atau bukan sih, marion tahun 2010 itu kayak judy dan adiknya di film jumanji (pernah nonton?), jadi pas berpetualang mereka ada, dan muncul lagi ke real world, cuman nggak kenal aja sama jack (jack bukan sih namanya lupa) dan sarah, ^^
      gomawo, amelee ^^

    1. waaahh…Alhamdulillah dibilang keren ^^. nenek-nenek? bhuwahahaha. iya bener, cuman beda jaman aja. gomawo,diyaaa ^^

  6. ah, tauk ah. angry sama eonni…
    abis FF nya DAEBWAKKK BWAKK BRUSHH CROTT PREETT BWAK BUKK BUANGEEEEETTT EONNN~~~
    hfffffttttt~~~!!!!!

    XDDD ini…ini…hffftt… DAEBAAAAAKKKKHH!!!! *muncrat2, rusuh* hehehe~

    pokoknya LAGI dan KETAGIHAN sama FF dari authorrr Ecii a.k.a PeperMintLight laaah~~~ no komen again! YOU’RE YEPPEO + DAEBAK laaah!!! XDDD lop yuu..muah! *eci : ohoekk!* hihihi ^ ^d

    1. ahahaseeekkk dimuncratin (loh???) maksudnya, asek ada yg komen lagiiiii….! huhuy! nia kamu kalo komen semangat sekali ya! tapi gini deh, aku agak-agak suka sama bagian yeoppo. ahahaha *ketawa labil*.
      eh kamu juga daebaklaahhh…berkarakter. aku suka suka suka. hehe. kok jadi inget partnya kamu di ff kita itu yak? haha. anyway, gomawo, niaaaaaa!

  7. AAAAA!!!! SELALU KERRRREN! DAEBBBAK~!

    suka suka sukaaa!

    bahasanya cihuy banget kak! suer dah! seru gimana gitu bacanya hehe hehe

    btw kak lia kasian amat jadi halmoni ._. /plakdzing

    1. ahahaseeekkk…dipuji lagiii…Alhamdulillah.
      lia? ooh…dia memerlukan eksplorasi peran untuk menambah pengalaman aktingnya. makanya aku kasih peran nenek2. hehe. *diceburin lia ke sumur*.
      gomawo, dubumagnaedays ^^

        1. wahaha. dayu toh. sebenernya tadinya aku udah ngeduga, tapi tar salah lagi. iya, makasih dayuuu ^^

  8. Wkwkwk .
    Eciii onn?
    Ga tau mesti ngomen apa .
    Hueee pokoknya aku suka sama cerita ini . .
    Hhuahahahahahaha .
    Aduh, sepertinya aku ngomen gajelas ya? Hahaha .
    Berasa nyampah *ploook
    pokoknya daebak lah

    1. iya sayaaanggg…ini aku, saudara kembarmu yang hilang lima tahun yang lalu! *apaseh,chi?*
      suka? waaahhh…Alhamdulillah! ^^
      gomawo ya, tia ^^. salam buat sohwa *dy jarang nongol kayaknya*

  9. eonnii .. Nemu cerita daebak ini darimana ??
    Woo kereeenn .. Tau ga kim sera HALMEONI , yaampun pantes bangetttt
    ituu .. Minho beneran kesengsem berat sma marion ia ?? Penasaran ckck .. Key tetep aja bawel ih . Td kan key sma kim halmeonii ninggalin marion-minho berdua .. Mereka ngapain tuh hayoo ??

    1. HEH
      APAAN YANG PANTESS??
      KAGAAAAAAAAAAAAAAAAKK
      MASA AKU PANTES JADI NENEK2??
      SEGINI CANTIK, JUGA

      ” Td kan key sma kim halmeonii ninggalin marion-minho berdua .. Mereka ngapain tuh hayoo ?? ”
      aku sama si key lagi BRC, laaaaah
      BRC = BERCINTA
      muakakakak

      maaf yaa aku yang balesin komennyaa
      soalnya si uja lagi sibuk gitu..
      yaa bisa dibilang sok sibuk
      hahahahaha
      *dilempar ke rawa*

      makasih yaa iott :*

  10. UMMAAAAA~ ini akuuuu ~ aku datang menengok FF muuu~ tolong perhatikan komen dari anakmu yang tercinta ini yaaaa~

    ——> umma !! besok aku belajar renang! doakan sukses yaaa #ganyambung# eh, bukan itu yg mau aku omongin.. mm . kenapa ya FF umma slalu daebak dan enak buat di baca gitu ?? give me some tips, ma .. FF umma slalu ga berbelit belit langsung to the point .. aku sukaaaa bangettt.. ajarin aku ya , ma (sumpah ni komen terpanjang dan ter-GP)

    1. biar aku sajalah yang memperhatikan komenmu
      soalnya aku dapet mandat buat ngebalesin komen2 dari kalian
      hahahahaha

      iya ih kamu mah gak nyambung
      tapi..
      gimana renangnya??
      sukses??

      makasih yaa yoo :*

    2. HOI HUI HAAAAAAAIII
      AKU NONGOL LAGI DI FF NYA SI UJA a.k.a ECI a.k.a PEPPERMINTLIGHT
      wehehehehehe
      maaf, yooy..
      si uja nya lagi sibuk gitu..
      biasa, laah
      tugas2nya lagi melototin beliau
      trus modemnya juga lagi mau nonton konser dangdutan, jadi aja gak bisa kompromi
      *ngelucu kamu, li?*
      jadi aja aku yang ngebalesin komen2nya,
      semoga anda anda semua gak keberatan ^^
      ntar kalo si ujanya udah gak sibuk lagi,,
      beliau pasti bakalan nongol, deh
      sabar aja, yaa :*

      OYA UJAAA
      komen dari aku : AIIIIISSSHHH
      GAPAPA DEH AKU JADI NENEK2..
      TAPI KOK WUJUD AKU DI TAHUN 1957 NYA GAK BANGET??
      RAMBUT PENDEK PAKE KACAMATA???
      HADEEEEEEEEEHH
      AKU PAN CANTIK, UJAA
      HUWEEEEEEEEEEEEEE
      TRUS TRUS TRUS
      KUKIRA SI KEY BAKALAN SUKA AMA AKU DI MASA LALU
      MUAHAHAHA

      tapi..
      tetep DAEBAK, laaaah
      aku suka bahasanya
      uja banget
      uja udah ngepas kayak gini
      aku sukaaa :*

  11. ehehee, lucu-lucu…
    ooohh… jadi minho suka ama yg wajah blasteran gitu? ehemm… *angkat tangan*
    >emang lu blasteran?
    *kagak* hahaha… komenku gajelas bgt deh.
    critanya unik author…
    ^^

    1. hahahaha
      aku juga blasteran, kok

      ceritanya unik??
      iyaalaah
      authornya juga unik
      langka gitu
      muahahaha
      *digetok eci onn*

      makasih yaa chique ^^

  12. aku datang lagi, aku datang lagi! buat yang udah diwakilin balesnya sama si keylieon : ditia, yoora, chique, sekali lagi aku mau bilang makasih banyaaaakkk…karena kalian udah ngeluangin waktu buat baca dan komen di ff saya ^^. maaf banget aku ga bales satu2, soalnya karena udah diwakilin dari lia, ntar kalo aku bales lagi kalian malah bosen. hehehe.
    dan buat yang belom diwakilin balesnya :
    @hb : iya? beneran seru? masa??? aseeekkk…makasih, hb ^^ salam kenal ^^
    @ranwiks : huaaaa…aku suka banget ada yang nungguin ff aku :’). makasih ya ranwiks ^^
    @ilchaninda : hehehe. soal marion itu sama kayak judy dan adiknya di film jumanji, muncul lagi tapi ga kenal. makasih ya ninda ^^

  13. banyak ngakaknya baca ff ini…. HAHAHAH

    karakter key ama minho kebayang banget deh… haha cocooookk….
    aku suka, lagi-lagi ide cerita yang tidak umum n always fresh…
    kak eci kayaknya bakal jadi salah satu author ff favoritku nih… ^-^)b

    1. wehehe. asikasikasiiiikkk…ada yang suka lagiiii…asikasikasikkk…ada yang ngefavoritin akuuu…*geje aja kamu,chi!*
      huaaa!!! gomawo lina udah baca dan komen yaaa ^^

  14. UWAAAAA ECI ONN AKU PADAMUUUUU~ *eci onn: apadeh luuu shin ckck
    ahaaa aku kehabisan kata2, ff onnie kereeen bangeeet nget nget XD
    humor nya ada, romance nya ada, friendship nya ada, kim halmoni nya juga ada *loh?
    AAAAH STANDING APPLAUSE BUAT ONNIEEEE *prokprokprok XD

    1. wahaha. aduh oshin kamukamukamuromantis deeeehhh…haha. terima kasih, terima kasih sudah mampir dan mengomentari ff saya ^^

  15. wah sumpah!! ff mu keren! bahasanya juga ringan XD aku tahu bikin ff itu susah banget tapi kamu udah berhasil ngebuat ff sebagus ini hehe, ada senengnya, ada lucunya, ada sedihnya juga. pokoknya keren keren keren! aku juga ngakak waktu ngebayangin minho mikir keras kenapa doraemon gak tinggi-tinggi wkwkwk wah andaikan saat ini beneran ada mesin waktu pasti akan sangat berguna sekali :B aku jg pngen ke masa lalu ato masa depan, tp sayangnya yg punya mesin waktu cuman doraemon doang..haha

  16. Waah jadi iri nih sama yg ngomment nya panjang2.aku ngga bisa berkata2 TT.TT ffnya bagus sangat.minho sama key apalagi kim halmony gokil banget dah.jadi pengen punya nenek kea gitu (?) authoornya hebaaat aku suka aku suka yeye haha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s