[FF PARTY] Lee Vs Choi

TITLE : LEE VS CHOI

MAIN CAST : ONEW & MINHO

SUPPORT CAST : Jinki’s umma, Song Hyo Ri

GENRE : family, romance

TYPE/LENGTH : sequel/ rencananya ada 2 part ^^

RATING : G (mungkin) *aku nggak ngerti soal rating2an hehe mianhae*

ket : sekedar berpartisipasi dan meramaikan ^o^

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

‘Selamat pagi umma ku yang cantik’ sapanya sambil memeluk ibunya yang sedang memasak dari belakang

‘yaa Jinki-ah mandi dulu sana, sikat gigi lalu sarapan. Mulutmu bau naga’ umma terkekeh namun masih asyik dengan masakannya

‘ah ummaa ini kan bau surgaa haaaaaah’ balas jinki yang kemudian dengan sengaja meng’hah’kan udara dari mulutnya

‘aigo kau ini! Sudah sana cepat mandi! Jangan ganggu umma lagi masak! Tuh lihat Minho sudah rapi’ Jinki menoleh ke arah Minho yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran.

‘hey! Cepat tunggu apa lagi? Kau kan sudah harus berangkat kerja jam setengah delapan jinki’ umma membalikkan badannya dan menaruh kedua tangannya di pinggang

‘yaya umma, aku mandi dulu yah. mmmuach’ jinki masih sempat mencium jidat ummanya. Kemudian ia bergegas ke kamar mandi.

‘yaaa jinki! Dasar anak itu, umur sudah dua puluh dua tapi kelakuan masih seperti anak kecil’ keluh umma namun sambil tersenyum yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Minho. Minho yang melihatnya kemudian balas tersenyum.

 

Di meja makan

‘Jinki, Minho, ada yang ingin umma bicarakan pada kalian berdua’ umma yang duduk di kursi tengah membuka suaranya. Sementara Jinki di sisi kiri dan Minho di sisi kanan meja makan. Mereka yang duduk berhadapan kemudian saling menatap.

‘ada apa umma? Katakan saja’

‘ya ahjumma katakanlah’

‘umma mau kalian berdua tidur satu kamar untuk sementara. Karena kamar Minho mau ibu sewakan.’ Ucap umma mantap. ‘ha? Apa-apaan umma ini? Aku? Sekamar dengan Minho?’ teriak Jinki dalam hati.

‘apa? Aku sekamar dengan si konyol Jinki?’ bisik minho dalam hati.

‘bagaimana? Kalian tidak keberatan kan? Haha umma sudah tahu itu. Lagipula kalian kan sudah dari kecil tinggal satu rumah. Apalagi sekarang bekerja di tempat yang sama’

‘tapi umma, memangnya kenapa kamar Minho mau disewakan? Apa umma sedang butuh uang? Apa uang yang setiap bulan aku dan Minho berikan masih kurang?’ tanya Jinki sambil menatap umma dengan tatapan yang lembut. Sementara itu Minho terus melanjutkan sarapannya dengan santai.

‘ah tidak, bukan begitu. Umma sama sekali tidak membutuhkan uang. Umma hanya kesepian di rumah. Kalian kan selalu sibuk kerja dari pagi sampai malam bahkan terkadang sampai pagi lagi. Umma butuh teman’ jelas umma kepada Jinki. Minho yang juga mendengar itu kemudian mulai angkat bicara

‘aku mengerti perasaan ahjumma. Aku sama sekali tidak keberatan. Aku sudah sangat berterima kasih karena ahjumma sudah mau mengasuhku dan mengizinkanku tinggal bersama kalian di rumah ini’ ucap minho datar sambil tersenyum.

‘baiklah kalau begitu. Aku juga tidak keberatan. Aku akan senang kalau umma juga senang’ Jinki mengusap tangan umma sambil tersenyum dan memperlihatkan mata sipitnya yang membentuk bulan sabit.

 

Choi Minho dan Lee Jinki mereka berdua dibesarkan oleh ibu yang sama dan di rumah yang sama. Choi Minho ditemukan oleh orang tua Lee Jinki di panti asuhan pada saat ia berumur 3 tahun, sementara Jinki pada saat itu berumur 5 tahun. Ayah Jinki meninggal pada saat Jinki berumur 10 tahun. Dari situ, umma bekerja keras untuk dapat membesarkan mereka berdua. Bahkan sampai sekarang mereka sudah bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri, tak lain dan tak bukan karena hasil kerja keras umma. Jinki dan Minho tumbuh bersama di tangan seorang umma yang tegas, namun penuh kasih sayang. Umma tidak pernah membeda-bedakan Jinki dan Minho.  Namun entah mengapa dari kecil, sejak saat Jinki dipertemukan dengan Minho dan mereka tinggal satu rumah. Jinki merasa jadi di-nomerduakan oleh ummanya. Dan terkadang ia suka menunjukkan perilaku-perilaku aneh dan konyol hanya untuk mencuri perhatian umma dari Minho. Sementara Minho sangat merasa beruntung dapat bertemu dengan ummanya Jinki. Meskipun Minho menganggapnya sudah seperti ibu kandung, tapi ia merasa segan untuk memanggilnya ‘umma’. Ia sangat beruntung karena diasuh dan diangakat sebagai anak oleh orang tua Jinki. Bahkan pada saat ayah Jinki meninggal, Minho adalah salah satu orang yang sangat terpukul. Ia jadi merasa sangat membebani umma pada saat itu. karena dengan adanya Minho, biaya hidup, biaya sekolah dan segala macamnya menjadi bertambah. Begitu pikir Minho di usianya yang masih sangat muda, sekitar 8 tahun. Pernah pada saat malam hari, kira-kira dua minggu setelah meninggalnya ‘appa’. Minho berusaha pergi dari  rumah, tapi usahanya itu berhasil dicegah karena umma memergokinya. Begitulah Minho sampai sekarang, ia sama sekali tidak ingin merepotkan bahkan membebani umma. Ia berusaha menjadi seorang pria yang mandiri.

 

Di Kantor

‘aah akhirnya sampai juga’ Jinki menarik napas panjang setelah menapakkan kakinya dan turun dari mobil Mercedes berwarna hitam yang kemudian disusul oleh Minho. Mobil ini adalah milik Jinki, setiap hari Minho dan Jinki selalu berangkat kerja bersama. Ditambah lagi, mereka bekerja di tempat yang sama. Di sebuah perusahaan advertising. Jinki memakai kacamata, jas hitam casual dan celana hitam. Sementara itu, Minho sepertinya terlihat lebih santai dengan jaket abu-abu dan lengannya yang digulung sampai sikut, celana hitam santai dan sepatu kets. Sesampainya mereka disana, suasana kantor di ruang utama terlihat agak ramai. Tuan Park pemilik perusahaan itu sedang mengumumkan sesuatu.

‘annyeong! Selamat pagi semua. Hari ini kita semua kedatangan manager baru yang menggantikan tuan Choi Siwon.’

 

 

Kemudian seorang wanita  muncul dari belakang tuan Park. Seketika semua mata yang ada di ruangan tersebut menatapnya. Tidak terkecuali Jinki dan Minho yang baru saja tiba di tempat. Wanita itu mempunyai tubuh yang mungil, rambutnya yang panjang diikat ke belakang. Ia memakai kemeja putih panjang, celana kain berwarna hitam, dan high heels 5cm. Mukanya lonjong, pipinya merah muda, hidungnya bisa dibilang mancung. Warna kulit kuning langsat. Kemudian ia membuka suara ‘annyeonghaseyo. Naneun Song Hyo Ri imnida, kalian bisa panggil aku Hyo Ri. Aku disini akan menggantikan Choi Siwon sebagai manajer. Mohon bantuannya’ wanita itupun tersenyum dengan manis seraya membungkukkan badannya.

aah Tuhan.. dia, dia dia sungguh cantik. Rasanya aku tidak pernah melihat wanita secantik itu. Ah apa aku berlebihan? Kurasa tidak, dia memang cantik.’ jerit Jinki dalam hati

eh? Kenapa aku jadi deg deg-an seperti ini?’ bisik Minho dalam hati

‘baiklah sekarang semuanya bisa memulai pekerjaan kalian masing-masing. Selamat bekerja!’ suara tuan Park menyadarkan semua orang dan kemudian kegiatan di kantor itu berjalan seperti biasa.

 

Jinki yang menjabat sebagai asisten manajer di perusahaan itu, kemudian memasuki ruangan Song Hyo Ri atasannya yang baru. Ia terlihat sangat gugup. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuhnya. Detak jantungnya sangat cepat sekarang, seolah saling memburu dengan nafasnya yang tak beraturan.

Jinki POV

‘oh Tuhaan apa yang terjadi padaku? Padahal aku hanya sedang ingin menemui atasanku yang baru, tapi kenapa begini?’

Setelah berhasil mengatur nafas dan mengelap keringat yang begitu membanjiri tubuh dan wajahku, aku pun membuka kenop pintu. Di sana, wanita bernama Song Hyo Ri itu tengah duduk di kursi kerjanya yang kemudian melihatku sedikit mengintip di balik pintu.

‘Lee Jinki? Silahkan duduk’ pintanya padaku sambil menunjuk kursi yang ada di depannya. ‘ne gamsahamnida’ balasku. Eh? Darimana ia tahu namaku? Padahal berkenalan saja belum.

‘jangan bingung begitu. aku tahu namamu dari tuan Park.’ Jelasnya seolah dapat membaca pikiranku,

‘oh’ aku hanya bisa meng’oh’ lalu aku mendudukkan badanku di kursi yang tadi dipersilahkannya.

‘kau sudah tahu namaku kan? Ya, Jinki-ssi. Aku harap mulai sekarang kita dapat bekerja sama dan menjalankan perusahaan ini dengan baik.’ ujarnya tanpa melihat ke arahku. Ia terlihat begitu sibuk membolak-balik isi file di mejanya.

‘oh ne, tentu.’ Jawabku agak sedikit kecewa. Ia seperti tidak memperdulikanku sama sekali. Padahal aku sangat berharap ia tersenyum seperti tadi pagi, dan memberikan senyum itu langsung padaku. ‘hm apa ada lagi yang ingin kau bicarakan noona?’

‘eh? Oh? Tidak, tidak ada. Sekarang kau boleh keluar. Gamsahamnida.’

 

Hyo Ri POV

hah? apa tadi dia bilang? Noona? Noona? Seenaknya saja memanggilku noona. Padahal disini, di daftar biodata pegawai. Lee Jinki kelahiran tahun 1989. Dan aku? Aku kan lebih muda dibandingkan dengannya. Aku Song Hyo Ri lahir tahun 1993. Apa mukaku kelihatan begitu tua huh?’ keluhku kesal dalam hati.

 

 

Pukul 20.00

Jinki POV

Pesan dari Minho…

Hyung aku sedang presentasi dan bertemu client di luar. Kau pulang saja duluan. Sepertinya aku akan pulang agak malam. Sampaikan salamku pada umma Aku disini bersama Hyo Ri-ssi.

 

DEG! Kalimat yang terakhir itu? Minho bersama Hyo Ri? Kenapa Minho tidak memberitahuku kalau ada jadwal bertemu client hari ini? Aku maklum Hyo Ri manajer baru, tapi Minho? Kenapa dia sama sekali tidak memberitahuku? Padahal itu salah satu tugasku untuk mengatur dan mendampingi pertemuan dengan para client.

 

Di Rumah

Suara mesin mobil Jinki terdengar dari dalam rumah, Umma begitu bersemangat membukakan pintu. ‘annyeong Umma. Aku pulang’ sapa Jinki malas lalu menutup pintu mobil kasar.

‘eh? Jinki-ah? Kemana Minho? Tidak biasanya kau pulang sendirian tanpa Minho’ Tanya umma agak khawatir. ‘hhh lagi-lagi Minho’ batin Jinki.

‘Minho sedang ada pertemuan dengan client di luar kantor.’ Jawab Jinki seadanya

‘yaa kau yakin? Oh baiklah kalau begitu, Jinki cepat kau mandi! Sebentar lagi orang yang akan menyewa kamar Minho akan tiba. Nanti kita akan makan malam bersama sekaligus sebagai acara penyambutan kedatangannya di rumah ini’ jelas umma panjang lebar. ‘ne’ timpal Jinki malas sambil berjalan masuk ke kamarnya.

 

Ring ding dong ring ding dong bel rumah berbunyi *loh?*

Umma berlari tergopoh-gopoh membukakan pintu. ‘tunggu sebentar’ kata umma setengah berteriak. Setelah pintunya terbuka, umma tersenyum lebar karena orang yang ditungu-tunggu akhirnya datang juga. ‘aah mari masuk, Minho ayo cepat bawakan barang-barangnya ke kamar ya!’ seru umma dengan semangat. Jinki yang baru saja datang dari dapur terlihat begitu kaget melihat apa yang ada dihadapannya. Wanita itu? Minho?

Lalu umma mendorong wanita itu untuk masuk ke dalam. Minho menaruh barang-barangnya ke kamar. Jinki pun bergegas menyusul Minho. Sesampainya di kamar, Minho yang baru saja selesai meletakkan barang-barang wanita itu kemudian menatap datar Jinki yang berdiri di hadapannya.

‘Minho ya! Tadi kenapa kau tidak bilang kalau ada pertemuan dengan client? Seharusnya kau bilang padaku. Dan oh ya, apa yang kau lakukan dengannya? kenapa kau bisa pulang kemari bersama Hyo Ri? ‘ Jinki mengintrogasi Minho dengan pertanyaan-pertanyaannya.

‘mianhae hyung hm tapi Hyo Ri sendiri yang menyuruhku agar ti tidak memberitahukannya padamu. eh? A a apa maksudmu?’ Tanya Minho sinis

‘kenapa kau bisa bersama dengan Hyo Ri kesini?’

‘ya! hyung bodoh! Dia, Song Hyo Ri adalah wanita yang akan menempati kamar ini. Dia akan tinggal disini bersama kita’ DEG KEDUBLAK NYIUNGSLEP *epek suaranya lebay amat ih* jantung Jinki berdetak tak karuan. Ia tidak tahu kenapa, ia merasa begitu senang tapi juga kesal. Senang karena pada kenyataannya sekarang ia akan satu rumah dengan Hyo Ri. Dan kesal karena Minho seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Di meja makan

‘aigooo jadi Song Hyo Ri ini manajer baru kalian berdua? Ah bagus, berarti kalau begitu mulai besok kalian bertiga bisa berangkat kerja bersama ya!’ seru Umma dengan senangnya.

Hyo Ri, Jinki dan Minho hanya tersenyum.

 

FLASHBACK

‘fiuh akhirnya selesai juga presentasi kita’ Hyo Ri meregangkan tubuhnya sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke atas.

‘ne syukurlah berjalan lancer. Oya Hyo Ri-ssi rumahmu dimana? Sebaiknya kuantarkan kau pulang’ balas Minho menanggapi.

‘aku tinggal di apartement, tapi aku baru saja akan pindah.’

‘oh? Baiklah kalau begitu kau kuantar ya. alamatnya dimana?’ tawar Minho sembari menyunggingkan senyum

‘di blab la bla *disensor ceritanya*’ ekeke

‘ah? Apa kau tidak salah menyebutkan alamat? Itu alamat rumahku? Hm eh? Tunggu sebentar apa kau orang yang akan menyewa kamarku di rumahku itu?’ Tanya Minho memastikan

‘jinja? Aigoo aku beruntung sekali bisa bertemu dengan pemilik rumahnya langsung’ jawab Hyo Ri senang.

‘kajja!’ ajak Minho tanpa basa-basi lagi

 

Keesokan harinya..

Pulang kerja..

‘Minho gomawoyo, kau sudah mau mengantarku berbelanja bulanan. Oya tadi kenapa dengan Jinki?’

‘cheomaneyo. Oh Jinki hyung tadi izin pulang duluan karena tidak enak badan.’ jawab Minho singkat

‘oh.. hm habis ini kau mau ke mana Minho?’

‘pulang ke rumah, tapi sepertinya aku ingin bermain basket sebentar’ jawab Minho sambil menerang jauh ke arah selatan dari tempat mereka berdiri. Hyo Ri pun mengikuti arah mata Minho. Di sana ternyata ada lapangan basket kecil. Bisa terlihat ada beberapa lampu di sana, sangat cukup untuk penerangan.

‘hm baiklah aku ikut denganmu.’ Seru Hyo Ri bersemangat

Minho langsung berjalan menuju lapangan itu tanpa menjawab. Bola basket yang kebetulan ada di lapangan itu, kemudian dipantul-pantulkan oleh Minho. Ia terus men’drable’ bolanya sampai pada saat Hyo Ri berhasil merebut bola itu darinya. ‘ya! hey! Jago juga ya kau rupanya?’ cibir Minho.

‘heh! Jangan meremehkanku ya! kecil-kecil begini dulu aku pernah menjadi calon kapten basket di SMA’ papar Hyo Ri dengan bangganya.

‘calon kapten basket? Ah aku tahu, pasti kau tidak terpilih karena kau terlalu pendek haha’ ejek Minho sambil tertawa lepas.

‘aish beraninya kau padakuu!’

‘sudah sini! Berikan bolanya padaku!’ beberapa detik kemudian bola sudah kembali dikuasai oleh Minho, Hyo Ri yang masih kesal tidak mau mengalah begitu saja. Ia terus mencoba merebut bola dari Minho. Sampai pada akhirnya ia mendapatkan bola itu dan cepat-cepat ingin menembakannya ke ring. Namun tanpa sengaja usaha Minho untuk mencegah ‘shoot’ dari Hyo Ri, kemudian membuat Hyo Ri kehilangan keseimbangan dan kemudan terjatuh.

‘Hyo? Hyo Ri? Bangun! Kau tidak bercanda kan? Hyo bangun’ Minho menggoncangkan tubuh Hyo Ri panik.

 

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

35 thoughts on “[FF PARTY] Lee Vs Choi”

  1. Huah… onew versus mino… XD
    Kra2 hyo ri bkal milih spa ya??? XD
    woogh… Mino boong ma jinki ya??
    Lanjut ya… Penasran end’y.. Asap… Kekeke…~

  2. annyeong aku reader baru, tapi udh lama jd shawol kok *loh?-_-* ceritanya baguusssn, aku penasaran sama lanjutannya. enak bgt jd si hyori disukain sama 2 cowok ganteng, apalagi itu sama minho *_* pengen deh tukeran/plaaaakk

  3. ceritanya keren eonnie. itu,yg pas dilapangan basket kaya yang di honey pot ya? ahahahaa. ditunggu lanjutannya c:

    1. eh? iyayaaah aku baru nyadar ahaha ah honey pot comedy itu cacad banget ceweknya huaha
      btw thanks udah mau baca dan komen yaa ^^

  4. Siapa yg Hyori pilih?? Onew?? Minho??

    Mian thor, mau kritik sedikit.
    Tanda kutib buat ucapan mulut sama kata hati bisa dibedain ga??
    Aku agak keganggu, ga biasa soalnya…
    Mungkin ada reader lain juga yg keganggu?

    Tolong diperbaiki ya thor.
    Mian ngerepotin…

    1. oah kritik diterima! ^^ maap yah kalo bikin bingung eheh
      jeongmal gomawo atas kritiknya, nanti aku coba perbaiki XD
      btw makasih udah baca+komen XD

    1. whoa really? XD
      harap sabar menunggu yah sepertinya masih banyak ff lain yang ngantri buat dipublish eheh
      makasih udah mau baca+komen XD

  5. huwaaa~ bgus thor!! ak mau dong jadi hyo ri nya~ kekeke..
    klo onew vs minho kira2 sapa yg mnang ya? tapi klo ak sih dkung minho.. kan minho suami ak.. kekeke~ 😀

    1. hwaaa boleh boleh tapi gopek dulu ahuahua *pakogahmodeon XDD
      hem siapa ya? oke ditunggu yaa lanjutannya ^^
      makasih udah mau baca +komen XD

  6. hai hyuuuung … aku udh komen niy !! seneng dong? seneng dong? pastinya tuuu … hehe 🙂
    ahai cinta segitiga niy?
    kaya akang kyuhyun, gua ama aa’ taemn aja siy?? hahahaha *ketawa bonamana*
    hah! ko saya mikirnya yang bakal dapetin siy Hyo Ri si evan ya hyung? *loh?*

    yasudah, lanjutin hyung jangan lama lama yak!
    LANJUTKAN!!!!!!!!!! 😀

    1. ahahaha akhirnyaaa dikau komen juga eheh XD
      HUWAAAT? kyuhyun-ema-taemin?? NO NO! BIG NOOO! ==’
      ih apaan deh elu bawa2 evan si? :p
      ah yasudlah makasih yaaa komennya heuheu XD

  7. WAHAHAAHAHAHAHHA LEE VS CHOI~
    Hayolooooo Minho itu Hyo Ri kenapa? Hahahaha
    Jinki atau Minho nih yang menang?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s