[FF PARTY] Home: Where My Heart Belong

Title(*): Home: Where My Heart Belong

Author(*): Wati

Main Cast(*) : SHINee Lee Jinki, Song Hye Ra

Suport Cast(*) : Lee Jae Suk, Lee Sun Hi, Akanishi Kana

Genre(*) : Drama, Romance

Type/Length(*) : Oneshoot

Credit Song : Home – Chris Daughtry

Ket(*) : Sekedar berpartisipasi

 

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

 

“Hye Ra!!  Tunggu!! Aku bisa menjelaskan semuanya! Aku tidak berselingkuh dengan Jae Suk!” Jinki berteriak di jalanan yang sedang ramai oleh orang yang berlalu-lalang. Sontak semua orang menoleh menatap Jinki yang sedang mengejar seorang yeoja. Setelah berlari  50 meter, Jinki berhasil mensejajari yeoja itu dan memeluknya dari belakang.  “ Dengarkan penjelasanku dulu Hye Ra, jebal!” Mohon Jinki kepada yeoja bernama Hye Ra itu.

Hye Ra menangis, tak lagi menahan air mata yang sedari tadi telah menggenang di pelupuk matanya. Hye Ra hanya menundukkan kepalanya, membiarkan air matanya jatuh. Jinki tetap memeluk Hye Ra di tengah-tengah orang yang berlalu-lalang, tak peduli akan tatapan aneh mereka semua. Setelah beberapa saat berlalu, Jinki mulai membuka mulut, memecahkan keheningan di antara mereka berdua.

“Yang kau lihat tadi itu salah, Hye Ra. Jae Suk hanya sedang bersedih karena baru saja putus dari namja chingunya. Aku sebagai sahabatnya dari kecil, wajib untuk menghiburnya disaat sedih.” Ucap Jinki kemudian menautkan dagunya di bahu Hye Ra.

“ Jadi, kau memeluknya dengan tujuan agar dia terhibur?! Agar dia tidak bersedih lagi?! Mungkin itu memang akan membuatnya lupa akan kesedihannya, tapi justru akan membuatnya kesedihan baru, Jinki! Kesedihan untukku!” Ucap Hye Ra penuh emosi dan melepaskan pelukan tangan Jinki.

“Tapi, itu hanya pelukan persahabatan. Bukan pelukan kekasih. Caraku memelukmu dan memeluknya berbeda!” Jinki memberikan alasan lain, kemudian Hye Ra membalikan badannya.

“ Mungkin kau memang merasa begitu, tapi tidak dengannya! Aku tahu dia merasakan hal yang lain kepadamu Jinki.” Ucap Hye Ra dan meneteskan air matanya. Jinki maju dua langkah ke depan untuk memeluk Hye Ra,  Namun sebelum tindakan itu terjadi, Hye Ra menghentikannya. “Berhenti! Kurasa ini sudah mencapai batasnya. Kita memang harus sampai disini. Kau memang seharusnya bersamanya dengan Jae Suk, biarlah aku yang pergi dari kalian berdua. Saranghae Jinki-yah.” Ucap Hye Ra kemudian berlari meninggalkan Jinki sendiri di tengah keramaian itu.

Jinki memang berada di tempat yang ramai, namun Ia merasa kesepian. Ya, kesepian karena baru saja di tinggalkan oleh cintanya, belahan jiwanya dua tahun belakangan ini, kekuatannya untuk menjalani hidup, yeoja bernama Song Hye Ra.

***

Hye Ra sampai di apartemennya pada pukul lima sore. Ia membuka pintunya dan menyalakan lampu utamanya. Hye Ra mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu Ia menitikan air mata. Semua sudut apartemennya hanya berisikan kenangan akan Jinki. Balkon dimana mereka melihat matahari terbit atau bintang-bintang yang bersinar, dapur tempat mereka memasak makanan favorit Jinki, ruang TV tempat mereka bersantai dan bercengkrama, semua hanya mengingatkan Hye Ra akan Jinki. Bahkan aroma tubuh Jinki tercium sangat kuat di ruangan ini. Aroma musk dan after shave Jinki telah menutupi aroma apel pewangi ruangan.

Hye Ra tidak dapat tinggal disini lagi. Jika Ia lebih lama tinggal disini, Jinki hanya akan membayang-bayanginya. Tanpa pikir panjang, Hye Ra segera masuk ke kamarnya dan menarik sebuah koper besar dan sebuah ransel gunung miliknya. Ia segera membereskan barang-barang miliknya. Setelah Hye Ra selesai mebereskan barang-barangnya, Ia segera pergi meniggalkan apartemennya.

“ Selamat tinggal Jinki. Aku akan merindukanmu.” Ucap Hye Ra kemudian, menutup pintu apartemennya dan berjalan lurus ke depan tanpa menoleh lagi ke belakang.

***

5 tahun kemudian…

Hye Ra P.O.V.

Aku sedang menjaga murid-muridku yang sedang bermain. Ya, sekarang aku seorang guru TK di Gwangmyeong. Aku pindah kesini lima tahun yang lalu dan tinggal bersama dengan teman SD ku yang dulu pernah tinggal di Seoul, Akanishi Kana. Dia bekerja sebagai guru bahasa jepang di sekolah sastra Gwangmyeong dan berkatnya lah aku bisa menjadi guru TK yang berada di sebelah tempat kerjanya.

*Riiiiiiiiiiing* bel pulang sekolah berbunyi. Kami semua bersiap untuk pulang. Di saat semuanya sudah berlari keluar kelas dan menghampiri orang tua masing-masing. Sun Hi masih berdiri di depan pintu kelas. Dia pun menoleh ke arahku dan menghampiriku.

“Seonsaengnim, bolehkah disini lebih lama lagi? Umma tidak bisa menjemput hari ini, jadi hari ini Appa yang akan menjemput nanti.” Tanya Sun Hi kepadaku. Dia memperlihatkan wajah memohonnya yang sangat lucu.

“Tentu saja boleh, Sun Hi. Ayo kita menunggu di taman.” Ucapku lalu menggandeng Sun Hi ke taman. Sesampainya di taman, kami duduk di ayunan. Aku berayun maju dan mundur. Menikmati hembusan anghin membelai wajah dan rambutku. 10 menit kemudian aku melihat seorang namja yang sangat ku kenal. Tidak mungkin dia berada disini!! aku menutup mataku dan menggeleng kepalaku, berharap dia akan menghilang saat aku membuka mataku. Namun yang terjadi justru mengejutkanku.

Sun Hi yang duduk di ayunan di sebelahku di sebelahku, langsung melompat turun dan pergi menyambut namja itu. Omo!! Tidak mungkin ini kenyataan. Tetapi teriakan dari Sun Hi kembali menyentakkan ku pada kenyataan. “Appa…!!!” teriak Sun Hi lalu memeluk ‘Appanya’.

***

Jinki P.O.V.

Begitu sampai di depan gerbang sekolahnya, aku segera turun dari mobilku dan mencari Sun Hi. Ah! Itu dia! sedang bermain ayunan dengan seongsaengnimnya. Seongsaengnimnya melihatku lalu membelalakkan matanya. Omo! Tidak mungkin itu dia! Dia terlihat memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Dia kembali membuka matanya dan melihat Sun Hi menghampiriku. Dia melihatku dengan tatapan tidak percaya. Ah… Dia adalah yeoja yang sangat kurindukan.

“Yak! Appa macam apa kau ini?! Membiarkan anakmu menunggu! Hah! Annyeong, jinki-ssii,” ucapnya lalu meninggalkanku dan Sun Hi. Aku pun memanggilnya.

“Hye Ra-ssii! Tunggu!” Namun aku sudah terlambat karena dia sudah menghilang di ujung jalan. “Aish! Dengarkan aku dulu!!” ucap Jinki frustasi.

***

Hye Ra pulang ke apartemennya yang ia tinggali bersama dengan Kana. Ia membanting tas tangannya ke lantai dan membuat Kana yang sedang membuat soal ujian terkejut. Hye Ra segera duduk di samping Kana dan menelungkupkan wajahnya di lipatan tangannya di atas meja.

“Yak! Kau kenapa?” tanya Kana mengalihkan perhatiannya ke Hye Ra. Hye Ra tidak menjawab, ia justru mulai sesenggukan. Suara tangisan mulai keluar dari mulut Hye Ra. “Hye Ra-chan, ayo ceritakan padaku apa yang terjadi.” Bujuk Kana lagi.

Hye Ra mulai mengangkat wajahnya dan mencoba menghentikan sesenggukannya susah untuk berhenti. “Kau ingat… hiks… Jinki?” tanya Hye Ra pada Kana.

“Ne, dia adalah kekasihmu yang berselingkuh dengan sahabat masa kecilnya kan?” ucap Kana memastikan.

“Dia… hiks… dia datang… menjemput… huhu… anaknya! Huwaaa… Dia telah menikah!!” ucap Hye Ra kemudian tak bisa menahan lagi tangisnya yang tertunda.

“Lalu mengapa kau menangis?! Kau kan sudah tidak bersamanya lagi. Apa kau masih mencintainya??” tanya Kana kepada Hye Ra yang sukses membuatnya berhenti menangis seketika.

“Anieyo, aku tidak mungkin masih mencintai namja jahat seperti dirinya!” seru Hye Ra kemudian bangun dari duduknya dan mengambil tas tangannya kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Kana dalam kebingungan.

***

Hye Ra P.O.V.

Esok harinya, aku bertemu dengan ummanya Sun Hi. Dan dia adalah Jae Suk. Ya, Jae Suk yang itu! Jae Suk sahabat masa kecilnya Jinki. Eh, chakkaman! Ummanya Sun Hi?! Berarti dia adalah istrinya Jinki?! Jadi, setelah putus denganku, Jinki langsung berpacaran… eh bukan, menikah dengan Jae Suk?!

Aku ingin berlari dari Jae Suk, namun ia sudah terlanjur memanggil namaku.

“Hye Ra-ssii, bisakah aku minta waktumu sebentar?” tanya Jae Suk padaku. Aku membalikkan badanku menghadapnya dan segera menjawab pertanyaannya.

“Jika yang akan kau bicarakan adalah hubunganmu dengan Jinki, maka aku tidak punya waktu,” Aku membungkukkan badan lalu berlari kecil pulang ke apartemenku, membiarkan airmataku jatuh bercucuran.

Ah! Hye Ra ppabo!! Mengapa kau masih menangisi dirinya?! Bukankah kau sudah move on?! Dasar ppabo! Hye Ra ppabo!!

***

Sudah 2 minggu sejak kedatangann Jae Suk kesini, dan sejak saat itu pula Jinki terus berusaha untuk menemuiku dengan alasan menjemput Sun Hi. Tetapi aku selalu berhasil menghindar dari Jinki. Hari ini adalah hari Sabtu, aku memutuskan untuk pergi ke taman kota untuk sekedar menyegarkan pikiran. Ketika aku sedang membeli es krim, aku melihat 3 sosok yang kukenal di seberang taman. Mereka tepat berseberangan denganku. Aku tertangkap basah sedang memperhatikan mereka. Aku segera berbalik dan pergi meninggalkan taman.

Aku bahkan menghiraukan ahjussi penjual es krim yang ingin memberikan es krim yang sudah ku bayar. Aku berlari ke sebuah pohon besar dan memunggunginya. Aku kemudian jatuh terduduk di balik pohon dan menumpahkan airmataku seketika, mencoba untuk menghilangkan rasa sakit yang tiba-tiba kurasa dan menyadari bahwa ternyata aku masih mencintai Jinki.

***

Jinki P.O.V.

Aku sedang berada di taman dengan Jae Suk dan Sun Hi. Karena hari ini adalah hari Sabtu, itu berarti adalah hari bersenang-senang dan berkumpul dengan keluarga. Aku, Jae Suk dan Sun Hi baru saja ingin pulang saat aku melihat seorang yeoja yang sangat kukenal. Namun yeoja itu segera berlari dari tempatnya melihat kami. Aku ingin mengejarnya namun ku urungkan niatku karena teringat akan Jae Suk dan Sun Hi.

“Sudahlah, kejar cintamu sebelum ia pergi lebih jauh lagi.” Ucap Jae Suk dan mengambil kunci mobilnya dari genggaman tanganku. Aku masih tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Jae Suk. “Sana cepat! Kejar dia, ppabo!” ucapnya kali ini sambil mendorong dadaku.

“Gomawo, Jae Suk-ah!” ucapku dan mengecup keningnya lalu berlari mengejar yeoja tadi. Namun, di tengah jalan aku melihat seorang ahjussi penjual es krim sedang berlari membawa satu cone es krim.

“Agaesshi, kau belum mengambil es krim milikmu!!” seru ahjussi penjual es krim.

“Kalau aku boleh tau, itu es krim milik siapa ahjussi?” tanyaku sambil berhenti berlari bersama dengan ahjussi itu.

“Ini es krim milik agaesshi bergaun kuning tadi, dia sudah membayar es krimnya, tapi lupa mengambil es krimnya,” jawab ahjussi itu.

“Ah, biar aku saja yang memberikannya! Dia adalah yeojachinguku, dia pasti sudah menungguku,” kataku padanya.

“Geurae?? Wah, kamsahamnida! Ku doakan kalian berjodoh sampai tua!” ujar ahjussi itu.

“Ne, kamsahamnida ahjussi!!” Aku membungkukkan badanku sedikit lalu kembali berlari dengan es krim di tangan kananku.

Aku berhenti berlari disaat mendengar suara tangisan di balik pohon besar. Aku mengikuti suara itu dan mendapati yeoja yang kucari sedang menangis. Aku ikut duduk di depannya, namun ia tak mendengar suara yang kutimbulkan sehingga ia masih tetap menunduk.

“Hye Ra ppabo!! Hiks… hiks… Mengapa kau begitu ppabo?!” ucapnya merutuki dirinya sendiri. Tingkahnya masih saja terlihat manis di mataku.

“Kau melupakan es krimmu,” kataku dan mengulurkan es krimnya. Dia terkejut dan mengangkat wajahnya. Mata, hidung dan pipinya memerah karena menangis.

“Apa yang kau lakukan disini?!” bentaknya sambil mengusap airmata yang mengalir di pipinya.

“Aku mau mengantarkan es krimmu dan ingin mendapatkan kembali cintaku,” balasku.

“Ku hargai niat baikmu, tapi maaf saja, aku hanya menginginkan es krimku,” ujarnya lalu mengambil es krim dari tanganku dan beranjak bangun untuk pergi dari sini. Namun aku segera bangun juga dan menghalangi niatnya untuk pergi dari hadapanku dengan merentangkan kedua tanganku.

“Yaa!! Kau ini apa-apaan sih?! Minggir!” omelnya padaku.

“Tidak akan sebelum kau mendengar penjelasanku!” ucapku sungguh-sungguh.

“Penjelasan apa lagi?! Bahwa 5 tahun yang lalu kau berselingkuh dengan Jae Suk, lalu menikah dengannya dan memiliki anak bernama Sun Hi yang kebetulan adalah muridku, begitu?!” katanya masih penuh emosi. Aku hanya tertawa mendengar ucapannya. “Kenapa kau tertawa?!”

“Ahahaha… Kau salah sangka jagi!” Baru saja dia akan protes, aku segera menaruh telunjukku di bibirnya. “Pertama, aku tidak selingkuh. Aku kan sudah bilang padamu! Kedua, aku tidak menikah dengan Jae Suk. Dan yang terakhir, Sun Hi bukan anak kandungku! Aku hanya ayah baptisnya!”

Aku bisa melihat ekspresi terkejut muncul di wajahnya. Es krimnya terjatuh. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan mulai menangis lagi. Aku memejamkan mataku dan menempelkan keningku ke keningnya, berusaha memperkecil jarak antara kami berdua. Aku tetap membiarkan kami dalam posisi seperti ini sampai ia berhenti menangis.

“Kau tau, aku sangat merindukanmu,” ujarku.”Walaupun aku mencoba untuk melupakanmu, tetapi aku tak bisa. 5 tahun perjuanganku untuk bangun dari keterpurukan yang kau berikan ini,”

“Mianhae, jeongmal mianhae… Aku telah… telah melakukan sebuah kesalahan besar kepada seseorang yang sangat kucintai sampai saat ini,” ujarnya yang membuatku terkejut dan dengan segera mengangkat wajahku. “Aku juga tidak bisa melupakanmu. Tadinya ku kira aku sudah melupakanmu, tapi saat kau muncul menjemput Sun Hi di sekolah, aku menyadari bahwa aku tak bisa melupakanmu.”

Aku langsung memeluknya. Aroma tubuhnya yang semanis coklat, rambut hitam sesikutnya, kulitnya yang halus dan tubuhnya yang tidak bisa dibilang mungil namun sangat pas berada di dekapanku. Seolah dia memang hanya tercipta untukku. Aku kembali mencium aroma tubuhnya sebelum melepaskan pelukanku dan menatap lurus ke wajahnya.

“Jadi, apakah ini artinya kita bersama lagi?” tanyaku penuh harap.

Hye Ra tersenyum. “Bukankah sudah jelas?? Untuk apa kau bertanya lagi?!” ucapnya kemudian aku membawanya ke halte bus karena Jae Suk telah membawa mobilku besertanya.

Aku menurunkannya saat kami sampai di halte bus. Dia pun bertanya, “Oppa, mengapa kau berada disini? Bukankah seharusnya kau berada di Seoul?”

“Aku memutuskan untuk pindah kesini 3 tahun yang lalu karena ingin melanjutkan usaha keluargaku. Dan ternyata, keputusan yang kuambil menuntunku pulang ke rumah,” jawabku yang membuatnya bingung.

“Maksudnya?”

“Ya, rumah bagiku adalah tempat dimana hatiku berada. Dan sejak aku memberikan hatiku padamu, maka aku telah memilihmu sebagai rumahku. Dan walaupun kita telah cukup lama berpisah, aku akan tetap kembali padamu karena kau adalah rumahku, tempat dimana aku selalu kembali , dimana hatiku berada,”

FIN

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

50 thoughts on “[FF PARTY] Home: Where My Heart Belong”

  1. WAH bgus bgd ching . kerend
    simple crita-a tpi d-mengerti .
    krain bkal sad end , bgusdah jdi-a happy end 😀 GOD JOB , ahaha

    1. aaaaaa gomawo udah baca 😀
      tadinya kupikir bakalan dibilang gak nyambung, ternyata enggak hehe
      cupcupmuahmuah hehe

    1. namanya juga drama, harus banyak salah pahamnya hehe
      sun hi anaknya jae suk sama suaminya dong. nah suaminya lagi dinas luar ceritanya
      anyway gomawo udah baca yaa
      cupcupmuahmuah

    1. aaaaaaa iya akhirnya gw muncul mang hehe
      gomawo udah baca dan bilang ff ini bagus
      gomawo juga supportnya cupcupmuahmuah

  2. annyeoonggg~~~ ceritanya sweet sekaliii XD aku sukaaaa sukaaa!! *dilempar sendal gara2 berisik* jinki nya setia yaaaaaa, DAEBAK deh! hehehehe

    1. gomawo udah suka banget sama ceritanya hehe
      iya, baba jinki emang setia /berasa pacarnya
      gomawo udah baca cupcupmuahmuah

      1. wehehehehehe sama2 :)) hahaha baba berasa panggilan apa gitu hahahaha
        aaahh aku dicium (>///<) cium balik deh, cupcupmuaaahh he he he -_-

        1. kan orang tuanya baba jualan daging. dan biasanya yang jualan daging kalo enggak baba pasti kokoh. nah, kokoh udah dipake buat panggilan yesung. jadi jinki dipanggil baba deh hehe /abaikan kegilaan saya
          aw, aku dicium balik!

    1. gomawo udah baca dan bilang ffnya so sweet hehe
      baba jinki emang penyabar, jadinya rela nungguin 5 taun hehe
      cupcupmuahmuah

    1. gomawo udah baca dan 10 jempolnya 😀 jempolku jadi 14 deh hehe
      ngomong ngomong jempol siapa aja itu?
      cupcupmuahmuah

  3. huuu.. *terharu
    kisahnya hampir mirip dengan kisah cintaku dan Key *Shawol bawa golok
    bedanya aku pindah ke Indonesia. (ngarang banget)

    aahh.. so sweet banget. kalo FFnya Jinki yang so sweet begini, slalu aja bikin aku melting.

    excelent !

    1. gomawo udah baca yaa 😀
      ah, baba emang selalu bisa bikin melting. itulah onew sangtae
      semoga happy end juga yaa sama key /dilemparin batu bata sama shawol
      cupcupmuahmuah

    1. gomawo udah baca, suka, dan bilang ffnya manis
      gomawo juga atas pujiannya /berasa dipuji hahahaha
      cupcupmuahmuah

  4. ya ampun kirain onewnya jadi tokoh jahat gara2 selingkuh. Tapi ternyata ngga.
    Aaaah so sweet bgtlah. Seneng bacanya apalagi yg sudut pandang onew. Ffnya keren nih thor!

    1. baba jinki selalu jadi lelaki bak kok ahahahahaha
      gomawo udah baca, udah seneng bacanya, dan bilang ffnya keren
      cupcupmuahmuah

    2. baba jinki selalu jadi lelaki baik kok ahahahahaha
      gomawo udah baca, udah seneng bacanya, dan bilang ffnya keren
      cupcupmuahmuah

  5. Waa~aku baru baca nih ffnya.good job chingu ceritanya asikasik.pasti bakalan lebih bagus kalau ceweknya aku (?) whaha becandaa jee

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s