[FF PARTY] Through Your Eyes

Title : Through Your Eyes

Author : Arisachan97

Main Cast : Lee Jinki, Kim Ri Sa

Support Cast : Lee Taemin, Choi Minho, Kim Jonghyun, Kim Kibum(Key)–> munculnya dikit…

Genre : Romance

Rating : PG-13

Length : Oneshot

a/n : disini Onew sama Taemin kembar ya.. jadi coba saja bayangkan wajah keduanya sama 😉

Ket : mendaftar jadi author tetap dan sekalian berpartisipasi

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

THROUGH YOUR EYES

Jinki POV

Pagi ini seperti biasa aku berjalan menuju ke sekolah. Dan, seperti biasa, gadis itu sudah menunggu di perempatan blok rumahku.

“Annyeong, Risha!!” seruku sambil memamerkan senyuman terbaikku, yang hampir membuat mataku menghilang karenanya.

“Annyeong,Taemin-a?” serunya. Dan runtuhlah senyumku itu.

“Aissh…… pagi-pagi saja sudah salah mengenaliku!! Kau itu bodoh sekali sih!!!” gerutuku.

“Enak saja! Bukan salahku dong kalau kalian terlalu mirip!!! Jangan sebut aku bodoh! Kau yang bodoh!” serunya tak mau kalah.

“Aku yang bodoh? Yang tidak bisa mengenaliku siapa? Hah?”

“Kau ini…………..”

Kata-katanya terpotong dengan sapaan seseorang yang sangat kukenal.

“Hyaa.. kalian ini akrab sekali… pagi-pagi sudah bersama…” kata Taemin.

Taemin adalah adik kembarku. Wajah kami dan suara kami mirip. Yang membedakan mataku lebih sipit darinya, itupun kalau ada orang yang benar-benar teliti dan dapat menyadarinya.

“Taemin, kau tampan sekali pagi ini…”kata Ri Sa. Cih, anak ini.. selalu saja memuja Taemin.

“Huh! Siapa yang sudi bersama orang yang tidak punya mata?” seruku mengejek.

“LEE JINKI!!!!!!” Risha mengacungkan tangannya mencoba memukul kepalaku. Dengan sigap aku segera menghindar.

“Hah! Mana hasil latihan jujitsu-mu? Kalau seperti ini, mana mungkin kau bisa memukulku…” kataku menggodanya. Dia cemberut. Komat-kamit mengutukku. Aku senang sekali melihat ekspresi wajah kesalnya. Kyopta~~

“Hei, sudah..sudah.. ayo cepat berangkat sekolah! Hyung, kau ini kekanak-kanakan sekali sih…” seru  Taemin berjalan mendahului kami.

“YAK! Taemin!!”

Taemin berlari meninggalkanku dan Ri Sa berdua. Sekolahnya dan universitasku searah. Sedangkan sekolah Taemin berlawanan arah dengan kami.

“Hah…kenapa aku tidak masuk sekolah yang sama dengan Taemin? Aku malah terjebak dengan orang menyebalkan sepertimu..” katanya setelah Taemin pergi. Aissh… bosan sekali aku mendengar ocehannya jika tentang Taemin, Taemin dan Taemin. Apa-apa selalu Taemin!

“Kau ini! Setiap hari selalu mengucapkan hal itu!! Apa kau tidak bosan apa??” seruku sebal dan cemburu. Ya, aku cemburu. Aku sangat menyukainya, tapi…dia menyukai Taemin.

“Hu-uh… seandainya ada Taemin dia pasti…bla..bla..bla…” aku segera memakai earphone-ku dan tidak memedulikannya yang mengoceh tentang Taemin sampai ke depan sekolahnya.

“Hei! Lee Jinki!! Kau tidak mendengarkanku lagi ya?”

“Memangnya apa yang harus kudengar? Setiap hari ocehanmu sama saja… selalu tentang Taemin!”

“Ah, dasar kau Lee Jinki! Sudah, aku duluan…” dia berjalan memasuki gerbang sekolahnya.

“Baik-baik di sekolah ya, honey…” aku berteriak menggodanya. Semua orang langsung terkikik geli.

“LEE JINKI!! KUBUNUH KAU!!!” dia berbalik mengejarku. Aku segera berlari menjauh.

Hahahahaha..dia tidak akan pernah bisa menangkapku…

****

Aah… bosan sekali… kata-kata dosenku itu tak ada yang masuk ke kepalaku. Ng…kira-kira apa ya yang sedang dilakukan Ri Sa sekarang?

“Lee Jinki! Kau tidak mendengarkanku ya???” bentak dosenku yang tentu saja membuatku terkejut.

“Saya mendengarkan Anda kok pak!” jawabku berusaha terlihat dan terdengar santai.

“Kalau begitu, bisa jelaskan ke teman-temanmu hal yang baru saja saya terangkan??” tantang dosenku itu.

Aissh.. sial! Bagaimana ini??? Tuhan tolong aku!

Aku maju ke depan kelas. Saat aku mulai membuka mulut, tiba-tiba saja…

BRAK!

Pintu ruang kelasku terbuka. Kulihat seorang anak SMA yang seragamnya sama seperti Ri Sa terlihat sedang berusaha mengatur nafas.

“YAK! KAU! Apa kau tidak punya sopan santun??” teriak dosenku.

“Maaf songsaenim… tapi ini benar-benar darurat!Jinki-sunbae! Ri Sa kecelakaan! Cepat ke rumah sakit!!” serunya.

“MWO?? Songsaenim! Aku izin hari ini!” secepat kilat, aku segera mengambil tasku dan berlari keluar. Murid SMA itu mengikutiku. Kami berlari menuju rumah sakit terdekat.

“Yak! Kenapa dia bisa kecelakaan?” tanyaku padanya.

“Aku juga tidak tau sunbae… aku hanya disuruh songsaenim untuk segera memberitahumu… kalau tidak salah ia sedang latihan jujitsunya!” jawabnya.

“Aissh..anak itu!! Oh,ya.. namamu siapa?”

“Choi Minho”

“Oh, terima kasih sudah memberitahuku Minho-ssi!”

“Sama-sama sunbae..”

Akhirnya, kami berdua sampai. Minho menghampiri seorang namja yang sedang berdiri tak jauh dari pintu UGD.

“Key! Bagaimana keadaannya?” tanya Minho.

“Molla.. dokternya belum keluar…” jawab namja bernama Key itu.

Aku sangat cemas dengan keadaannya. “Tuhan tolonglah dia!” batinku dalam hati.

****

30 menit kemudian, pintu ruang UGD terbuka. Seorang dokter berjas putih keluar dan menghampiri kami. Dari nametag-nya tertulis ‘Kim Jonghyun’.

“Kalian temannya?” tanya dokter Jonghyun.

“Ne!” jawab kami bertiga serempak.

“Keadaan Ri Sa, baik-baik saja… dia hanya mengalami luka kecil dimatanya, tapi kami terpaksa harus mengoperasinya agar tidak menjadi lebih buruk… untuk melakukan hal itu, kami butuh persetujuan orang tuanya… apa kalian sudah menghubungi orangtuanya?” jelas dokter Jonghyun.

“Orangtuanya sedang dinas ke luar kota… akan kutelpon sekarang..” kataku.

“Baiklah… sebaiknya cepat.. lebih cepat lebih baik.. aku akan mulai mempersiapkan operasinya..” kata dokter itu dan kembali ke ruang UGD.

Aku segera menghubungi appa-nya Ri Sa.

“Halo ahjussi?”

“Ne, Jinki-ya? Ada apa?”

“Ahjussi.. Ri Sa kecelakaan… saat ini sedang di ruang UGD..”

“MWO?? Kau tidak sedang bercanda kan?”

“Tidak ahjussi… dia harus dioperasi dan baru diperbolehkan operasi jika ada persetujuan dari orang tuanya… karena itu aku menghubungi ahjussi… apa ahjussi setuju?”

“Tentu saja aku setuju Jinki! Aku setuju apapun cara yang akan dilakukan dokter itu untuk menyembuhkan anakku! Jinki, aku percayakan ini padamu! Bisa?”

“Tentu saja ahjussi! Kalau begitu aku akan mengabarkan ini ke pihak rumah sakit dulu..”

“Kabari aku secepatnya!”

“Baik ahjussi”

Sambungan terputus. Minho dan Key menatapku. Kecemasan benar-benar terlihat dari wajah mereka.

Dokter Jonghyun datang.

“Bagaimana?” tanyanya.

“Orang tuanya setuju!” seruku,

“Kalau begitu aku akan segera memulai operasinya…” dokter Jonghyun kembali memasuki ruang UGD. Beberapa suster juga tampak keluar-masuk dengan terburu-buru.

Kami bertiga kembali menunggu. Perasaan cemas dan khawatir menjadi satu dihatiku.

****

Sudah satu jam dan belum ada kabar apa-apa… Aissh… Ri Sa apa kau baik-baik saja sekarang?

Pintu ruang UGD terbuka. Dokter Jonghyun keluar. Ia segera menghampiri kami.

“Operasinya berhasil! Dia sudah baikan… tapi agar tidak infeksi, aku membalut matanya dengan perban…” dokter Jonghyun menjelaskan.

“Syukurlah…. Apa dia harus menginap dirumah sakit?” tanyaku.

“Tidak..tidak… dia boleh pulang, tapi besok harus kesini lagi untuk melepaskan perbannya…”

“Oh, baiklah… terima kasih dokter!”

“Ne, sama-sama…”

Dokter Jonghyun meninnggalkan kami. Minho, Key dan aku mendesah lega.

“Terima kasih Tuhan..” bisikku pelan. Minho menepuk pundakku pelan.

“Sunbae, kami berdua pamit ya… kami masih harus melanjutkan pelajaran disekolah…” katanya.

Key mengangguk.

“Ah ya! Terima kasih sudah mengantar Ri Sa kesini dan memanggilku… terima kasih banyak!” aku membungkuk sopan.

“Tidak apa-apa sunbae.. itu sudah tugas kami sebagai temannya…” kata Key tersenyum.

“Hati-hati dijalan!” seruku sebelum mereka benar-benar pergi.

“Ne!” jawab mereka berdua dan melambaikan tangan.

Aku mengambil hp-ku dan menelpon appa-nya Ri Sa. Mengabari keadaan Ri Sa.

“Halo ahjussi?”

“Ne, Jinki-ya! Bagaimana keadaan anakku?”

“Dia baik-baik saja ahjussi… operasinya berhasil!”

“Syukurlah…. Tolong jaga dia Jinki… aku mempercayakannya padamu…”

“Ne ahjussi!”

*****

Ri Sa dibimbing dengan seorang suster berjalan menghampiriku. Aku segera memapah tubuhnya.

“Ri Sa-ah, gwenchanayo?” tanyaku.

“Gwenchana…Ng….Taemin-ah?” jawabnya ragu-ragu.

Sial… Taemin lagi, Taemin lagi! Apa dia tidak pernah menyadariku??

“Pabo! Aku Lee Jinki! Dasar gadis bodoh!” seruku sambil menjitak pelan kepalanya.

“Aissh…sakit tau!! Kau yang bodoh! Sudah tau mataku ditutup! Mana bisa aku membedakan kalian!” serunya tak mu kalah.

“Tanpa penutup matapun kau juga tidak bisa membedakan kami! Bodoh!”

“Kau yang bodoh Jinki!!! Aissh… seandainya saja Taemin yang ada disini!”

“Kalau begitu pulang saja dengan Taemin!! Untuk apa aku merelakan tidak ikut kuliah hanya untuk menjenguk gadis yang bahkan tidak mengenaliku!”

“Siapa yang menyuruhmu menjengukku? Aku kan tidak memintamu datang!”

“Huh.. kalau begitu, silahkan pulang sendiri atau dengan pangeran Taemin-mu itu! Aku pergi dari sini!”

Aku meninggalkannya sendirian. Kejam memang… tapi aku kesal!

“YAK! Lee Jinki PABO!!!!!” teriaknya. Aku hanya diam tidak menanggapinya.

******

KRING..KRING…KRING….

Telepon rumahku berbunyi.

“Taemin-a! Angkat teleponnya!!” teriakku dari kamar.

“Tidak bisa hyung!! Aku sedang mandi!! Hyung saja yang angkat!!” balas Taemin.

Aissh… siapa sih yang menelpon jam segini? Mengganggu saja…

“Halo?”

“Halo? Taemin-a? Ini aku Ri Sa…. Ng.. Taemin-a?”

Aissh…kenapa juga harus dia yang menelpon??

“Ada apa Ri Sa-ah?” aku menjawab dengan nada suara Taemin yang selalu ceria.

“Ng..kau tau.. saat ini umma dan appa-ku sedang pergi keluar kota… aku sendirian dirumah,,dan aku sangat takut sekarang…. ng, maukah kau menginap di ruahku malam ini?”

Apa?? Dia mengajak Taemin menginap?

“Ng… aku minta izin hyungku sebentar ya..”

“Ya”

Aku memanggil Taemin.

“Taemin-a!! Ri Sa memintamu menemaninya malam ini! Apa kau mau?” tanyaku didepan kamar mandi.

“Eh? Mau sih mau… tapi hari ini aku banyak tugas dan besok aku akan pergi darmawisata sama sekolahku…. Tidak akan  bisa…. Kalau mau hyung saja!” jawab Taemin dari dalam.

“Aku? Tidak mau!”

“Yasudah..bilang saja tidak bisa!”

“Baiklah..”

Tapi…. Kasian juga ya dia….Dia sendirian dirumah… dia perempuan lagi! Walaupun dia bisa beladiri dengan keadaannya sekarang yang tidak bisa melihat mana mungkin dia bisa membela diri…. Sebaiknya kutemani saja deh…

“Halo? Ri Sa-ah?”

“Ne? Bagaimana Taemin?”

“Boleh… aku akan menemanimu…”

“Benarkah? Gomawo Taemin-a!”

“Ne, tidak masalah…”

Dia menutup telponnya. Aku segera ganti baju dan pergi ke rumahnya.

*****

Aku memakai baju Taemin dan parfumnya. Aku tidak ingin ketauan kalau aku adalah Jinki. dia pasti akan semakin marah padaku jika tau…

Ting..Tong.. kutekan bel pintu rumahnya.

“Masuk saja! Tidak dikunci!” serunya dari dalam rumah.

Aku masuk ke dalam. Dia sedang duduk mendengarkan music dari IPod-nya diruang keluarga.

“Ri Sa, bagaimana keadaanmu?” tanyaku basa-basi.

“Baik… hanya saja aku sangat tidak terbiasa dengan kegelapan ini…” jawabnya sambil memakan camilan yang ada disampingnya.

“Apa kau tidak takut gemuk kalau makan camilan jam segini?” tanyaku.

“Tidak…. Kegiatanku disekolah banyak jadi menguras tenaga… tidak akan gemuk… ohya, bagaimana dengan sekolahmu, ng.. Taemin-a?” jawabnya.

“Biasa saja.. akhir-akhir ini sering banyak tugas,” kataku. Taemin memang punya banyak tugas disekolahnya, dia sering memintaku membantunya.

“Ooh… Ng, Taemin-a… kalau kau bosan nyalakan saja TV-nya!”

“Ng, baiklah.. kau mau nonton apa?”

“Aku kan tidak bisa melihat, hanya bisa dengar… memangnya ada acara apa?”

Aku mengambil jadwal siaran TV kabel. Hmm.. tidak ada yang seru.. hanya ada acara berita dan gossip.

“Hanya ada berita dan.. gossip..”

“Pasang DVD saja…. Aku baru beli DVD baru,”

“Baiklah..”

Aku memasang DVD.  Akhirnya kami berdua menonton film(sebenarnya hanya aku yang menonton, Ri Sa hanya mendengarkan) Harry Potter : Half Blood Prince, hingga tertidur di ruang keluarga-nya.

*****

~Keesokan paginya~

Aku mengantarkan Ri Sa kerumah sakit. Selama perjalanan, Ri Sa bercerita tentang sekolahnya. Tentang teman-temannya dan kegiatan sekolahnya. Hingga akhirnya kami sampai di rumah sakit.

“Dokter Jonghyun!” sapaku saat melihat dokter Jonghyun di depan pintu rumah sakit.

“Selamat pagi! Ah, Ri Sa.. kau mau melepaskan perban itu ya?” balasnya.

“Ne, aku benar-benar ingin melepasnya…” kata Ri Sa.

“Kalau begitu ayo!”

Aku melepaskan pegangangan tangan Ri Sa. Dokter Jonghyun segera memapahnya.

“Tunggu disini ya, ng..Taemin-a!” seru Ri Sa sebelum memasuki ruangan.

Aku hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Aku sudah bertekad untuk langsung pergi dari sini. aku takut ketahuan bahawa aku adalah Jinki. Bukan Taemin. Ri Sa pasti akan marah saat mengetahuinya.

*****

Ri Sa POV

“Bagaimana, apa kau sudah bisa melihat dengan jelas?” tanya seorang dokter. Yaitu, dokter Jonghyun.

“Ne, jelas sekali..” jawabku sambil tersenyum.

“Baguslah… kalau begitu lain kali kau harus berhati-hati ya!”

“Ne,”

Aku meninggalkan ruangan dokter Jonghyun. Aku mencari-cari Taemin yang seharusnya menungguku disini. Eh, bukan… bukan Taemin. Tapi Jinki. Aku tau, dari kemarin yang bersamaku adalah Jinki. Aku tau  persis, nada suaranya dan Taemin sangat berbeda.

Aku sebenarnya sangat menyukai Jinki, tapi… entah mengapa kalau didekatnya aku tidak bisa mengucapkan namanya… aku sangat ingin memujinya tapi, nama yang keluar jadinya Taemin. Bukan Jinki.

“Yak! Lee Jinki! Kau meninggalkanku sendirian lagi!!” batinku.

Kemarin, aku sangat senang Jinki datang menjengukku. Tapi, aku benar-benar bodoh. Memanggilnya Taemin… dia pasti sangat marah padaku..

Aku akhirnya menelpon hp-nya, tapi tidak diangkat. Aissh… dimana kau Lee Jinki??

****

Ah! Aku melihatnya duduk dibangku taman tempat kami sering bermain waktu kecil. segera saja kuhampiri dia.

*****

Jinki POV

Aku duduk termenung di bangku taman yang sering kukunjungi bersama Ri Sa dan Taemin sewaktu kami masih kecil. Aku ingat permainan yang paling sering aku dan mereka berdua mainkan. Rumah-rumahan. Dulu, aku jadi ayahnya, Ri Sa jadi ibunya dan Taemin jadi anaknya. Dulu ia masih sering sekali salah membedakan kami… walaupun sekarang juga masih…

Aku semakin terkenang masa-masa kecil kami. Hingga kurasakan tangan seseorang menutup mataku.

“Tebak siapa!” seru orang itu. Suara Ri Sa.

“Yak! Ri Sa… lepaskan…” seruku sambil melepaskan tangannya.

“Huh.. kau selalu benar menebaknya… tidak seru..” Ri Sa menggembungkan pipinya. Imut!

Aku hanya tersenyum. Aku melanjutkan mengenang masa kecilku.

“Jinki…” ucapnnya pelan.

Eh? Dia mengenaliku?

“Jinki-ah.. mianhe..” serunya pelan.

“Kenapa?” aku bingung. Pertama, untuk apa dia minta maaf, kedua, bagaimana dia bisa mengenaliku? Aku saat ini memakai baju Taemin… dan tampangku benar-benar mirip Taemin.

“Mianhe..aku selalu mengenalimu dengan Taemin, aku tau kau tidak suka kan? Buktinya, kemarin kau benar-benar marah padaku…. Aku minta maaf…” jawabnya sambil menunduk dan sedikit terisak.

Aku tertegun. Masih bingung. Air matanya mulai berjatuhan. Aku langsung mengangkat wajahnya dan menghapus air matanya. Dia sepertinya terkejut dengan perlakuanku.

“Aku tidak marah… tapi aku cemburu, kau selalu menceritakan Taemin jika bersamaku… aku cemburu Ri Sa… aku cemburu karena aku…aku.. mencintaimu Ri Sa… Saranghae…” kataku pelan. Aku mencium bibirnya lembut. Tapi, dia langsung mendorongku pelan. Aku merasa bersalah.

“Ah, mian.. Ri Sa, aku…aku..” aku berusaha minta maaf tapi kata-kataku terhenti saat Ri Sa tiba-tiba mencium bibirku.

“Naddo saranghae, Jinki-ah…” katanya pelan sambil tersenyum.

“Eh? Benarkah? Kok? Bukannya kau menyukai Taemin?” tanyaku heran. Aku senang tapi.. merasa bingung.

“Aku menyukaimu Jinki…dan sebenarnya aku bisa membedakan kalian tapi.. entah kenapa aku sangat malu untuk menyebutkan namamu… setiap kali aku menyebut namamu pasti, jantungku jadi berdegup lebih kencang…” dia menjelaskan. Aku hanya ber-’Oh’ ria.

“Bagaimana kau bisa membedakan kami?” tanyaku penasaran.

“Hahaha.. itu gampang… aku membedakan kalian… through your eyes..melalui matamu..”

******

~FIN~

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

22 thoughts on “[FF PARTY] Through Your Eyes”

  1. Romantis sekali JinKi~ pengen deng jadi Ri Sa nya kekekek^^v
    ceritanya bagus thor *manggil author dgn sebutan thor-_-*
    daebak!! tapi key minho taemin jonghyun munculnya cuma sekilas wkwkw gpplah yg penting bagus 😀

  2. bagus thor 😀
    tapi,tapi,tapi aku kok agak ngerasa diburu-buru ya ?
    dari pengenalan tokoh dan penyampaian cerita.
    tapi overall bagus kok thor.. 😀

  3. ceritanya bagus banget..
    ceritanya mirip sama komik yang pernah aku baca..cuma disini yg bersaudara cowok..
    komik yang aku baca cewek…
    mian kalo salah…hehehe…ff ny bagus..

  4. tetep gabisa anggep mreka kembar -,-
    aku bgung thor, mreka kembar tapi status pendidikannya kok beda ya? endingnya jga cpet banget mnurutku
    but overall it’s nice 😉

  5. aigo…
    onew ama taem kembar???
    *mimisan ngebayanginnya……

    nice ceritanya… but aku rasa endingnya agak kburu2

  6. Good ff…
    Taem ma dubu kembar? Mukanya sih gag kebayang, bingung. Klw rambutnya kembar, langsung kebayang…hehe..

    pdhal risha ma taem ajah, dubu buat aQ…hehe…*digetok author

  7. taemin n onew kembar? susah ngebayanginnya. haha.
    author, muka yg kembar yg dipake dsni muka onew atau taemin? biar lebih gmpang bayanginnya. haha

  8. haha jinki~a mkanya jadi orang jangan sipit sipit..
    trus, taemin nya dikemanain dong? buat aku aja yaa?? #kedip kedip ala taemin, di gampar onew

  9. uwiliiihhhhh,,,

    mangceb,

    *nendang Ri Sa* Onki,onki,onki!!!!!! *cium onki*

    **Onki = Onew Jinki
    panggilan sayang jangan niru! *emang siapa yang mau niru?* #gaje

  10. Bingung milih mukanya taemin apa onew pasti dua2nya kepake(?)
    Seru thorrr, ku kira risa nya jd buta trs onew nya ngasih matanya *plaksinetronabis*
    😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s