[FF PARTY] When The Day Is Coming

Title: when the day is coming (the next story from my enemy saranghae)

Author: chinchihuahuakey  a.k.a dhinta/erina/regi.

Main Cast : choi minho,lee jaehyun

Suport Cast :SHINee, Goo hye sun, Kim soo eun,and other.

Genre : romance,family,friendship,and etc.

Type/Length : oneshoot

Rating:PG 15/GENERAL

Summary : aku sudah memilih………

Credit Song : -when I look at you (Miley Cyrus)

Ket : mendaftar sebagai author tetap.

{PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY}

Aku memandangi pantulan bayanganku di cermin, sudah sejak lama aku memikirkannya…apa aku dilema? Kurasa itu kata yang tepat…aku bingung antara memilih ya atau tidak…tapi kini aku sudah memutuskan…demi dirinya.

*jaehyun’s pov*

Aku melangkah menuju mobil milik Minho yang terparkir didepan halaman rumah. Hari ini dia tidak praktik karena ada yang menggantikan. Aku dan minho sudah 5 tahun berpacaran sampai sekarang kami bekerja dan hampir melupakan diri sendiri. Dia melambaikan tangannya padaku ketika aku berjalan mendekat. ‘’mianhe…kau pasti menunggu lama!?’’ ujarku sambil merangkul lengannya.’’ne.. kau memang sangat lama….pantas hyung memanggilmu siput….berdandan saja lama sekali!’’gumamnya sambil tersenyum jahil.’’ya! kau ini….aku memang lama…tapi itukan karena aku hanya ingin tampil lebih baik!’’,jawabku kesal. Dia hanya tertawa sambil membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk. Selama perjalanan kami hanya bergelut dengan pikiran masing-masing, sudah lama kami tidak pergi berdua, ya minho memang sangat sibuk akhir-akhir ini. Aku bisa maklum karena dia adalah seorang dokter dan jabatannya dirumah sakit bisa dibilang cukup tinggi…dokter sekaligus ahli waris rumah sakit itu sendiri, memang appa minho adalah seorang pemilik rumah sakit terbesar di seoul  jadi wajar saja kalau minho disuruh mengikuti jejak appanya yang juga masih seorang dokter.

Aku sendiri…hmm aku bekerja di sebuah taman kanak-kanak di daerah cheongdam, lebih simplenya  aku adalah seorang guru, appa yang seorang bisnisman sebenarnya memintaku mengambil kuliah di bidang bisnis tapi aku menolak. Aku lebih suka mengajari orang-orang, apalagi anak kecil yang masih polos dan imut.

Aku membuka tas tanganku dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink, kotak itu adalah kotak musik yang dulu Minho berikan padaku sebelum aku pindah ke amerika. Musiknya masih terdengar….masih sama seperti dulu, padahal aku sangat yakin dalam kurun waktu beberapa tahun pasti kotak musik itu akan rusak. Tapi nyatanya tidak,suaranya masih bagus dan jernih,kotaknya juga tidak pernah rusak ballerina-nya masih bisa menari-nari saat aku membuka kotaknya…ini sedikit ajaib.

‘’kau masih menyimpannya?’’ Tanya minho memecah lamunanku,’’ne…aku tidak akan pernah membuangnya, inikan benda yang berarti untukku!’’jawabku masih terus memperhatikan kotak musik itu. ‘’kalau begitu usahaku berhasil…’’tambah minho,’’usaha?! Usaha apa?’’ tanyaku balik.’’kau ingatkan dulu waktu kecil kita seperti apa,kita tak pernah akur sama sekali..dan itu membuatku susah mendekatimu,maka dari itu saat kau ke amerika aku ingin memberikan kenang-kenangan  untukmu. Saat aku mau memberikan kotak itu kerumahmu  aku merasa gugup dan takut kalau kau tidak mau menerimanya. Jadi  aku tinggalkan saja dipintu dengan secarik kertas bertuliskan namamu. Syukurlah yang menemukannya pada saat itu adalah jinki-hyung jadi dia langsung menyampaikan padamu.’’ Katanya panjang lebar. Kalau kupikir betul juga kata-kata minho,kami dulukan seperti anjing dan kucing, saling memaki,berkelahi,ahh sudahlah kalau mengingat itu aku malu pada diriku sendiri.( >//<)

Mobil minho berhenti disebuah apartemen mewah di daerah cheongdam . hari ini ada acara makan malam keluarga di rumah jinki oppa. Ia dan hyesun unnie sudah menikah setahun yang lalu dan di karuniai seorang anak laki-laki. Masih ingat dalam benakku acara pernikahan waktu itu….pada saat itu yang menjadi pengiring pengantin wanitanya adalah aku dan pengiring pengantin prianya adalah minho. Beberapa tamu undangan salah mengartikan kalau aku dan minho adalah pasangan pengantinnya. Kadang aku berharap itu benar… kapan ya minho akan melamarku? (>//<).

‘’jaehyun-ah…..apa kabar?’’ Tanya hyesun unnie ketika aku dan minho sudah berada dalam apartement mereka. ‘’baik unnie…..oh ya bagaimana kyunji…aku ingin melihat keponakanku itu!’’jawabku sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan apartemen tersebut. ‘’ahh,kyunji sudah tidur…aku sengaja menidurkannya lebih cepat takut nanti saat makan malam dia rewel. Bukankah itu sangat mengganggu!’’tambah hyesun unnie…aku mendesah kecewa. Padahal aku ingin sekali melihat kyunji…aku sangat merindukannya.

Acara makan malampun dimulai, yang menghadiri acara itu hanya aku, Minho ,Soo eun dan Kibum,Taemin dan yeojachingu barunya Cho Eunra. Mereka bilang banyak yang tidak bisa datang karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. ‘’jaehyun-ah kapan kau akan menyusulku dan hyesun?’’ Tanya jinki oppa tiba-tiba, aku hampir saja tersedak makanan saat mendengarnya…apa? Menyusul? ‘’jinki….kau ini bicara apa sih!’’ sambar hyesun unnie mencoba mencairkan suasana yang terlihat agak canggung selama beberapa saat, ‘’gwenchanayo unnie. Kalau soal itu aku tidak tahu oppa….aku dan minho mm…kami……mm…..kurasa…’’ ‘’aku akan melamarnya dalam waktu dekat hyung!’’ sambar minho. MWO?!! Apa aku tidak salah dengar….minho melamarku??dalam waktu dekat? Katakan bahwa ini hanya mimpi tuhan…..kalau ini mimpi biarkan aku sadar secepatnya sebelum perasaan ini berubah kecewa karenanya!! ‘’ minho apa yang kau katakan…kau hanya bercandakan?!’’ gumamku pelan, ia menatapku dengan tatapan seolah ia berkata –aku serius- aku Cuma terdiam dan terus menatapnya tak percaya. ‘’aku akan melamarnya dalam waktu dekat hyung…aku hanya butuh persetujuan darimu dan keluarga saja saat ini!’’lanjutnya lagi. ‘’kapanpun aku akan selalu menyetujuinya tapi aku ingin kau menjaga dongsaengku ini dengan baik. Kuharap kau tidak mengecewakannya….’’

*minho’s pov *

Aku memang sudah lama ingin melamar jaehyun,bahkan appa dan umma yang sudah lama setuju terus mendesakku untuk melamar jaehyun sebagai istriku. Tapi baru sekarang aku mengatakannya, aku sangat gugup saat hatiku sudah memupuk rasa yakin itu….dan kini aku lega semua sudah terjawab olehku.

Saat aku mengantar jaehyun pulang kerumahnya ia hanya diam seribu bahasa…..apa dia tidak senang dengan perkataanku tadi? Apa ada orang lain dihatinya? Aku memberanikan diri menegurnya tapi dia sudah menyela terlebih dahulu. ‘’gomawo chagi, good night!’’ dan ia segera berlalu. Aku hanya bisa berharap semua yang terbesit di otakku hanyalah opini omong kosong yang menggelikan,kalau benar…..jadi arti hubunganku dan jaehyun apa? DRRT DRRT handphoneku berdering, didalam kotak suaranya ada nama kim jonghyun….ada apa ini?

 

*author’s pov*

Jaehyun melangkah memasuki rumah dengan gontai, hari ini dia sangat lelah dan kelihatan frustasi. Padahal ada rasa senang dihatinya karena harapannya agar dilamar oleh minho menjadi kenyataan , namun dalam hatinya ia agak ragu…..ia galau dan takut  kalau Minho hanya bercanda. Walau sudah 5 tahun mereka menjalin hubungan tapi jaehyun hapal betul siapa minho, namja yang satu ini kadang bisa tidak serius dengan kata-katanya sendiri *ngarang banget author*

Rumah begitu sepi saat itu, umma dan appa jaehyun sedang pergi kerumah kerabatnya di incheon dan baru pulang besok pagi, sementara Taemin sudah tidak tinggal bersama jaehyun lagi sejak masuk universitas. Dan alhasil dia hanya sendiri sekarang. Tak tahu harus melakukan apa, dia hanya merebahkan tubuhnya diranjang sambil sesekali melihat handphone miliknya….siapa yang ia tunggu? Entahlah dia sendiri tidak tahu…..

DRRT…DRRRT…. Handphone-nya tiba-tiba saja berdering dalam kontaknya ada nama minho, ‘ada apa minho menelpon?’ batin jaehyun, sejurus kemudian ia sudah mengangkat panggilan itu, ‘’yeobosaeyo?’’,’’chagi….cepatlah kerumah sakit ahjumma dan ahjussi……’’ suara minho menggantungkan kata-katanya , ini membuat jaehyun juga sedikit panik. Apa yang sebenarnya terjadi.

‘’waeyo…chagi ada apa dengan appa dan umma?’’tanya jaehyun agak histeris menanti kepastian dari kata-kata minho, ‘’umm….mereka kecelakaan!’’ serasa di sambar petir mendengar kata-kata terakhir minho, jaehyun tidak percaya. Padahal kata mereka, mereka akan pulang besok pagi. Namun,kenapa sekarang malah kecelakaan.

*jaehyun’s pov*

‘’umm….mereka kecelakaan!’’ rasanya saat itu juga ada petir yang menyambar kearahku…..kenapa bisa? Padahal mereka bilang akan pulang besok pagi…kenapa bisa? Tanpa piker panjang aku segera meraih tas tanganku dan menelpon jinki oppa juga Taemin. Tuhan tolong lindungi mereka….jangan ambil mereka…. Rasanya aku mau mati saja saat ini….aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mereka.

Sesampainya dirumah sakit,aku langsung berlari keruang ICU. Disana sudah ada jinki oppa dan Taemin. Mereka tampak shock dan sedih…begitu juga aku…aku benar-benar hampir gila. Mata jinki oppa melihat sekilas kearahku,dan ia langsung berdiri dan memeluk. ‘’oppa…aku..?!’’ ujarku sambil terisak. Air mata sudah mulai menggenangi pipiku sejak dalam perjalanan tadi dan sekarang tangisku pecah dalam pelukan jinki oppa. Ia pun sama, menangis..belum pernah aku melihat jinki oppa menangis seperti ini. Bagaimana tidak sedih, dalam ruangan itu orang tua kami sedang meregang nyawa mencoba bertahan hidup. Dan kami…tidak tahu harus berbuat apa kecuali berdo’a.

30 menit kemudian Minho keluar dengan tatapan sendu. Di saat itulah aku mulai khawatir dan takut, semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi. ‘’minho-ya bagaimana keadaan mereka?’’ Tanya jinki oppa dengan suara yang agak bergetar. ‘’mianhe hyung…aku sudah berusaha semaksimal mungkin…tapi tuhan berkehendak lain!’’ seketika itu juga tubuhku terasa limbung kesamping. ‘BRUUUK’ hanya itu suara yang kudengar sebelum akhirnya semua menjadi gelap.

Sinar matahari menembus tirai putih yang terpasang disebuah jendela,membuat mataku silau. aku segera mengerjapkan mataku dan mulai menelaah dimana sekarang aku berada. Disekelilingku semua serba putih. Kurasa ini bukan kamarku, aku mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padaku. Ya tuhan aku baru ingat bahwa appa dan umma kecelakaan. Tanpa pikir panjang aku segera meloncat turun dari pembaringan, baru aku ingin membuka pintu, seseorang telah menarik knop-nya dan pintu terbuka seketika, ‘’Chagi…kau sudah sadar?’’ Tanya namja yang tidak lain adalah minho. ‘’Minho-ya. Mana umma dan appa?’’ tanyaku.

Minho sudah menceritakan semuanya padaku, ya…lagi-lagi air mata mengalir dipipiku, umma dan appa memang sudah meninggal 3 hari yang lalu, dan selama itu juga  aku pingsan dan baru hari ini aku sadar. Benar-benar sangat menggelikan…kau pabbo jaehyun-ah… pabbo… ‘’chagi mianhe aku tidak bisa menyelamatkan mereka..’’ ucap minho lirih, ‘’anio minho-ya…ini bukan salahmu…aku bisa menerima semua ini. Ini takdir tuhan aku mengerti….kau sudah mencoba semampumu tapi mau bagaimana lagi…tuhan sudah mengambil mereka. Aku ..aku..’’

Aku bisa merasakan bibir Minho telah mengecup bibirku, aku tidak bisa melakukan apa-apa selain memejamkan mata dan membalas ciumannya. Mungkin kehangatan inilah yang saat ini dapat menenangkan hatiku yang benar-benar kacau..sangat kacau.

‘’ appa,umma mianhe….baru sekarang aku datang. Kalian tahu, saat mendengar berita kalian meninggal…rasanya aku…aku mau mati saja….apa kalian tidak merindukan aku. Kenapa bukan kembali kalian malah  pergi semakin jauh!? Aku seperti orang kacau tanpa kalian….’’ Aku hanya bisa memandangi kedua pusara appa dan umma sambil menangis. Sekarang bagaimana denganku…aku sendirian sekarang, andai aku bisa mengulangi waktu, aku akan mencegah mereka pergi dan tetap menggenggam tangan mereka, tapi sekarang semua sudah terjadi dan yang bisa aku lakukan hanya merelakan dan menguatkan hatiku.

Minho merangkul tanganku dan membawa aku pergi dari pemakaman itu. Sebenarnya aku ingin lebih lama disana, tapi Minho tahu, kalau aku tetap disana hatiku akan semakin sakit. Dalam perjalanan pulang, aku hanya dapat membisu, berat sekali rasanya untukku ditinggal appa dan umma. Mereka terlalu berarti untukku…kuharap mereka tenang disana. ‘’jaehyun-ah gwenchana?’’ tanya Minho membuyarkan lamunanku, ‘’gwenchana chagi..gomawo. selama ini kau perhatian sekali padaku..’’ jawabku mencoba terlihat tegar didepannya, aku tidak ingin membuatnya khawatir. Sudah cukup aku yang sakit jangan sampai orang lain juga ikut merasakannya.

*author’s pov*

Sebulan sesudah kematian appa dan umma-nya, Jaehyun tinggal sendirian dirumahnya. Padahal jinki dan Minho sudah memintanya untuk pindah dari sana, namun Jaehyun bersikeras ingin tetap tinggal disana, terlalu banyak kenangan yang tertinggal didalam rumah itu, walaupun sebenarnya Jaehyun tidak mau berlarut-larut dalam kesedihannya ia merasa ia harus tetap menjaga rumah itu, karena hanya rumah itu yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.

Selama itupun Minho selalu setia menemani Jaehyun, ia menghibur dan menjaganya tanpa Jaehyun sadari. Berharap jaehyun perlahan akan membuka hatinya kembali. Hari ini dirumah Jaehyun diadakan makan malam bersama keluarga besar Minho, mereka mempunyai rencana untuk melamar Jaehyun, karena rencana itu sudah lama tertunda oleh kejadian meninggalnya orang tua Jaehyun.

Yang menghadiri acara itu bukan Cuma keluarga besar Minho dan Jaehyun saja, tapi ada juga dari kalangan sahabat-sahabat Jaehyun. Seperti Soo eun, Kibum,Siwon,Kyuhyun,Donghae,Jonghyun dan kerabat jauh lainnya. Jaehyun tampak cantik dengan balutan dress putih sederhana selutut, dan rambut yang diikat kebelakang. Begitu juga dengan Minho yang memakai kemeja putih tanpa dasi dan jas hitam, dia tampak semakin tampan.

Acara itu langsung dimulai saat Jaehyun turun dari lantai dua dan duduk dimeja makan, ia tersenyum walau senyum yang dipaksakan. Minho yang melihat itu hanya tersenyum miris, dia merasa kehilangan Jaehyun yang ceria dan periang, hanya awan mendung yang dapat dilihat dari wajah Jaehyun saat ini. Ya hanya awan mendung tanpa matahari sama sekali. Seusai makan malam itu, mereka semua beralih keruang tamu, ‘’sebenarnya tujuan kami datang kesini adalah untuk melamar Jaehyun sebagai istri dari anakku Choi Minho. Seperti yang sudah kita ketahui, Jaehyun dan Minho telah lama berhubungan…dan waktu 5 tahun itu bisa dibilang sudah cukup lama, kalau tidak keberatan apa Jaehyun menerima lamaran itu?’’ tanya appa-nya Minho, Jaehyun membeku seketika, ia terlihat bingung harus menjawab apa, sedetik kemudian tangan jinki telah menggenggam tangan Jaehyun mencoba memberi keyakinan padanya. Ia menoleh menatap Minho yang duduk didepannya, dan akhirnya ia menjawab, ‘’ne….aku bersedia ahjussi…sangat bersedia!’’ ujarnya penuh keyakinan.

*jaehyun’s pov*

‘’ne….aku bersedia ahjussi…sangat bersedia!’’ jawabku mantap. Memang ini yang aku inginkan sejak lama, menikah dengan Minho…aku tahu saat ini hatiku masih kacau karena kepergian kedua orang tuaku yang begitu cepat. Tapi aku tidak bisa mengorbankan orang lain hanya karena  kesedihan yang terus berkepanjangan ini. Aku mencintai seorang choi minho lebih dari 5 tahun dan aku tidak mau membuatnya kecewa hanya karena kebodohanku.

-2 minggu kemudian…….

‘’unnie…apa aku salah menerima lamaran Minho?’’ tanyaku pada hyesun unnie ketika sedang membantunya mengurus kyunji. ‘’ya! Apa yang kau bicarakan Jaehyun-ah…kau sudah menerimanya dan itu tidak salah. Kau mencintainyakan?’’ tanya hyesun unnie dengan tatapan agak marah padaku, ‘’umm….ne aku sangat-sangat mencintainya..tapi aku merasa ragu unnie…aku takut pilihanku salah!’’ ujarku sambil menundukkan kepala. ‘’jaehyun-ah, kau tidak salah pada keputusanmu….itu adalah keputusan yang tepat…mengapa kau bisa berpikiran begitu?’’ tanya hyesun unnie lagi, ‘’ini karena appa dan umma….’’tambahku ragu, ‘’aku mengerti….tak ada orang tua yang membantumu memutuskannya. Tapi secara garis besar jawabannya ada pada keyakinanmu sendiri….’’ Unnie benar. Semua ada dalam hatiku dan tidak seharusnya aku begitu…aku harus yakin, Minho-lah yang terbaik untukku.

 

*Minho’s pov*

Besok adalah harinya….aku menjadi gugup dan galau aku takut keputusan ini adalah keputusan yang salah..kalau melihat keadaan Jaehyun yang seperti itu aku sendiri agak bingung. ‘’Jonghyun-ah, apa keputusanku salah ya menikah dengan Jaehyun?’’ tanyaku pada rekan kerjaku dirumah sakit,Jonghyun. ‘’ya! Kau tidak salah dengan keputusanmu…kau mencintainya bukan, jadi itu semua sudah sewajarnya. Aku tahu besok adalah harinya dan pasti kau gugup sekali, kau harus rileks…yakinlah dia cinta sejatimu!’’ ujar Jonghyun menenangkanku. Ia memang benar, aku sangat mencintainya dan ini hanya masalah menyesuaikan perasaan saja..aku hanya gugup karena besok adalah hari penikahanku….

*jaehyun’s pov*

Aku memandangi pantulan bayanganku di cermin, sudah sejak lama aku memikirkannya…apa aku dilema? Kurasa itu kata yang tepat…aku bingung antara memilih ya atau tidak…tapi kini aku sudah memutuskan…demi dirinya. Busana pengantin indah membalut tubuhku, aku merasa seperti seorang putri raja hari ini. Perasaan senang dan gugup menjadi satu, jantungku berpacu cepat menanti upacara pernikahan hari ini, semoga semua lancar. Do’aku dalam hati.

Semua yang hadir di hall itu melirik kearahku ketika aku memasuki hall pernikahan menuju altar dimana Minho sudah menungguku, ia begitu tampan dengan balutan tuxedo hitam yang kelihatan elegan dan pada saat itulah aku mulai menyadari betapa bodohnya aku….

Yeah when my world is falling apart.
When there’s no light to break up the dark,
That’s when I, I, I look at you.
When the waves are flooding the shore,
and I can’t find my way home anymore.
That’s when I, I, I look at you.

When I look at you,
I see forgiveness,
I see the truth.
You love me for who I am,
Like the stars hold the moon,
Right there where they belong.
and I know im not alone.

Di saat aku sendirian Minho selalu ada untukku dan aku seolah tidak sadar itu….dia mencintaiku dan menerimaku apa adanya, dia menjadi cahaya dalam hidupku…saat aku hampir tersesat dan kehilangan arah dia yang menuntunku kembali kejalan yang seharusnya. Tapi bodohnya aku tak pernah menyadari betapa berharganya dia untukku dan betapa baiknya seorang Minho pada yeoja pabbo  sepertiku…

Dia meraih tanganku agar dapat naik ke altar, dan disanalah kami mengucapkan janji setia sehidup semati. Pemimpin upacara itu men-sahkan aku dan Minho sebagai suami-istri, dan kini aku miliknya dan dia milikku. ‘’mempelai pria boleh mencium pengantin wanitanya sekarang!’’. Minho membuka penutup wajah yang selama upacara tadi menutupi wajahku dan sedetik kemudian sebuah ciuman mendarat di bibirku. Aku menutup mataku dan membalas ciumannya, perlahan-lahan ia mulai menghentikan ciumannya dan menatapku dengan bahagia, seulas senyum muncul dibibirnya, aku senang sekali hari ini. Kalau saja waktu dapat dihentikan aku ingin tetap seperti saat ini. ‘’mianhe chagi…selama ini aku membuatmu khawatir karena kesedihanku yang berlarut-larut….gomawo kau selalu setia bersamaku…saranghae!’’ bisikku, ‘’nado saranghae….apapun yang terjadi padamu aku akan selalu setia disampingmu seumur hidupku.’’ Jawabnya.

*author’s pov*

Disebuah rumah sakit, tampak seorang namja sedang mundar-mandir gelisah didepan sebuah ruangan. Peluh telah membasahi wajah tampannya, ia benar-benar gelisah menanti. ‘’ya! Choi minho bisakah kau duduk tenang..!’’ ujar seorang namja yang tengah duduk dikursi tunggu yang ada disepanjang koridor rumah sakit itu. ‘’hyung… mana bisa aku tenang sementara anae-ku(istriku) sedang berjuang didalam sana mencoba melahirkan anakku!! Siapa orang yang tidak gelisah….waktu hyesun noona melahirkan hyung juga begitu bukan?!’’ jawab Minho dengan nada khawatir, jinki hanya terdiam, dalam hati dia membenarkan semua  kata-kata Minho.

Sudah setahun semenjak pernikahan Minho dan Jaehyun, dan sekarang Minho tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu, jelas saja ia gelisah karena ia dilarang menemani istrinya melahirkan oleh Jang uisa, sanbu-ingwa uisa (dokter bersalin)yang  ada dirumah sakit itu.

Beberapa menit berlalu,akhirnya Minho mendengar jerit tangis bayi dari ruang bersalin. Matanya langsung membulat dan berkaca-kaca, setelah lama menanti akhirnya ia menjadi seorang appa. Tanpa aba-aba Minho menerobos masuk keruang bersalin dia menatap kagum kearah bayi yang sedang tertidur disamping jaehyun sehabis disusui tadi, ternyata bukan Cuma 1 bayi tapi 2 bayi kembar.

‘’chagi…lihat anak kita…mereka kembar 1 laki-laki dan 1 perempuan!’’ ucap Jaehyun lirih karena kondisi tubuhnya yang masih lemah sehabis proses bersalin yang menyita banyak tenaga untuknya. ‘’gomawo chagi…kau sudah berjuang demi anak-anak kita!’’ gumam minho sambil mencium kening Jaehyun lembut. Mereka tampak senang sekali, lengkap sudah kebahagiaan mereka dengan keberadaan anak mereka yang diberi nama Choi Jaemi bagi si anak laki-laki dan Choi Minhyun bagi si anak perempuan. Apalagi Taemin juga tampak akan menyusul mereka dengan Eunra, yeojachingunya….

HAPPILY EVER AFTER…….

FIN.

P.S: hai chingu maaf ya kalo ceritanya makin gaje….pliss komen dong ditunggu author loh bye…bye….

 

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

18 thoughts on “[FF PARTY] When The Day Is Coming”

  1. uwwoooo sweet sekali~~~ hari ini aku udh baca bbrp ff yg cast nya minho dan si minho nya tuh romantis XD pacar aju hd romantis gini ih hahahaha *dirajam flames* so sweer thor ceritanya, mereka sampe punya anak hohohoho. baguusss

  2. bagusssssssssssssssssssssssssssssssssss .. kerenzzzzzzzz *alay -,-*

    gak bisa ngebayangin deh Minho jadi dokter xD aku mau dong di rawat -,- xD
    Kasian ya jaehyun , belom nikah udah mati duluan , nanti kalo jaehyun udah nikah baru mati thor *kejam*

    Daebak! 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s