“Bandar Hidung” Connecting our Love.

“Bandar Hidung” Connecting our Love.

Author : Mia Widiamarta Putri a.k.a Miyadong_WooKeyVin.

Main Cast : Hyun I Seul dan Kim Kibum.

Other Cast : Shun HwonJung (imagined character) , Han Masu (NEWs member) , Jonghyun dan Taemin (SHINee member)

Length : oneshoot

Genre : Fantasy, Romance

Rating : General

A/N : sebelumnya mia pengen minta maaf buat tittle ff nyaa mia gak tau mau kasih apaan nih ff tittle nyaa jadi nya ngaco gitu deh tittle nyaa huaaah biar deh … Ini ff oneshoot pertama miaaa >.< jadi gak tau daah hasilnya kaya gimanaa.. aduh mia takut kalo sampesampe gak berhasil.. >o< ini ff oneshoot pertama.. mian kalo kepanjangan >.< ini tak terlepas dari sifat mia yang bawel kelas kakap jadinya yah kaya ginii panjang gindaaang tapi dibaca yaaa kalo dibaca dapat pahala karena menyenangkan hati seorang anak gadis yang masih berumur 16 tahun XD trus comment yaa.. kritik saran akan selalu mia terima.. maklum mia masih sangat pemulaa.. one word from me, in Minang language we called it “CAMEH” >__<

Ohiya kalo ada tanda “================” itu tandanya ganti PoV antara Author PoV atau I Seul PoV.

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

 

========================================

 

Aku mendengar mereka memuji namaku.

Aku bosan melihat mereka yang tidak pernah memperhatikan aku.

Aku bosan karena mereka tidak bisa menghilangkan kebosananku.

Aku bosan.

 

 

@TaenPa High School.

 

“I Seul-a annyeong~~” sapa segerombolan orang pada seorang gadis.

“Ne annyeong chingudeul~ Bagaimana kabar kalian pagi ini? Yaya! Hari ini ujian Chemistry jadi kalian harus semangat!!! Aja aja!!” jawabnya dengan riang. Hanya dia seorang yang selalu membuat keributan pagi di TaenPa Haigh School. Mungkin jika dia tidak sekolah selama sehari, sekolah akan terasa sepi.

“I Seul-ah chotto matte!!” teriak seorang namja.

“Eh Masu! Kau rupanya. Tumben kau telat datang, ada apa? Bukannya rumahmu dekat dari sini?” tanya I Seul.

“Aku telat bangun I Seul-a!! aaah nande??” kesal Masu.

“Haha tumben kau telat bangun Masu? Biasanya kan kau yang selalu mengerjakan piket pagi kalau piketnya belum ada yang datang. Wahwah sabar Masu, ini cobaan dari Tuhan karena kau terlalu rajin mengerjakan piket. Sesekali kan tidak apa kalau kau tidak mengerjakan piket? Seharusnya orang yang memang sudah memiliki jadwal piket yang harus mengerjakan bukannya kamu..” jelas I Seul.

“Iya juga sih.” Kata Masu.

“Nah! Gitu dong! Masalah kecil kaya gitu dibawa stress. Semuanya mesti rileks. Oke rileks. Hahha XD” jelas I Seul.

“tapi gak usah pake gesture kali! Pake acara niru orang yoga lagi.” Tawa Masu.

“itu karena aku orang yang ramah dan selalu ceria. Kau belum menyadarinya juga?” tawa mereka terdengar hingga mereka sampai di kelas mereka.

Mereka adalah Hyun I Seul dan Han Masu. Masu memang terdengar aneh untuk nama orang Korea, karena dia asli Jepang. Cowok ini pindah ke Korea karena dia merasa pendidikan di Korea lebih bagus dibanding Jepang. Dan teman baiknya, yaitu Hyun I Seul. Gadis asli Korea, tidak sama dengan Masu. Dia terkenal karena sangat ramah dan ceria setiap saat. Dia juga adalah seorang bintang sekolah karena dia selalu mendapat peringkat pertama di sekolah. Tapi tidak semua yang orang lain lihat seperti yang diperkirakan.

 

 

Waktu istirahat…..

 

“I Seul –ah, kau tidak memiliki cekungan dibawah hidung ya?” tanya Masu.

“He? Yang mana?”

“Yang ada di bawah itu loh. Kan ada tuh yang cekungan di bawah hidung itu, kau tidak punya ya?” tanyanya kembali.

“Eh aku tidak tahu. Memang tidak ada ya?”

“iya kau tidak punya. Aku punya. Masu juga punya. Memang kenapa Masu?” tanya Hwon Jung.

“Waktu aku masih tinggal di Jepang, ada mitos kalau tidak memiliki cekungan dibawah hidung atau Bandar hidung itu tandanya dia masih diikuti oleh ‘seseorang’.” Jelas Masu.

“Heh??” tanya HwonJung dan I Seul serentak.

“Iya. Maksudnya, ‘seseorang’ itu tidak bisa dilihat dengan mata kepala sendiri, tapi hanya orang yang diikutilah yang bisa melihat. Itu pun pasti ada sesuatu yang membuat dia melihatnya.” Jelas Masu.

“Aku masih belum mengerti,” kata I Seul.

“Karena kau memang lola!!,” kesal Masu.

“Maksud Masu, jika kau tidak memiliki cekungan di bawah hidung yang kaya bandar atau kali itu, tandanya ada seseorang yang selalu mengikutimu. Tapi kita tidak bisa melihatnya. Hanya kau yang bisa melihatnya. Itu pun harus ada sesuatu yang membuatmu harus melihatnya. Bukan begitu saudara Masu?” yakin HwonJung.

“Yah kira-kira seperti itu. Apa kau sekarang mengerti saudara I Seul?”

“Oh aku mengerti!” jawab I Seul dengan semangat.

“Baru ngerti sekali saja kau semangat seperti itu =_=” keluh HwonJung.

“O iya, ada lagi hal lain yang aku mau ceritakan denganmu I Seul-a. karena hal ini aku terlambat pergi sekolah tadi pagi. Aku bermimpi tentangmu!” cerita Masu.

“Apa?? Kau naksir padaku Masu?? Astaga Masu ternyata kau selama menyukaiku? Omo~ gomen nasai aku tidak menyadarinyaaa T______T” tangis I Seul kelu.

“Aih I Seul-aa! Kau ini tidak mendengarkan ceritaku sampi selesai tapi sudah menyimpulkan sepihak?? Kau ini sarap..” kesal Masu.
“Untunglah, kukira kau benar-benar menyukaiku, kalau saja kau sampai benar-benar menyukaiku, aku tidak tahu akan berbuat apa. Aku pasti akan menyalahkan diriku sendiri, aku tidak bisa menyadari perasaan temanku sendiri, aku tidak bisa menja…….”

“DENGARKAN CERITA MASU DULU I SEUL BAWEEL!!” teriak HwonJung.

“N ne Hwon Jung-a…” takut I Seul.

“Jadi didalam mimpiku itu, ada aku dan HwonJung. Nah saat kami lagi berbicara bersama, kau datang. Tapi kau tidak sendirian, kau bersama seseorang, dan anehnya, aku tidak bisa melihat orang itu. Muka orang itu hitam, seperti melihat bayangan hitam gelap. Orang itu selalu mengikuti kemana pun kau pergi. Kau pergi bersama kami, tapi dia terus mengikuti. Saat kita berpisah pun, dia akan selalu mengikutimu. Makanya aku menceritakan kepadamu terlebih dahulu masalah yang tentang cekungan di bawah hidung itu. Aku rasa ini ada sangkut pautnya.” Jelas Masu panjang lebar.

“Apa itu semua bisa aku percayai?!” tanya I Seul dan HwonJung serentak.

 

========================================

 

Apa mungkin aku harus mempercayai kata Masu tadi pagi disekolah?

Apa benar ada seseorang yang selalu mengikutiku?

Hah tidak mungkin! Aku pasti sudah gila kalau harus mempercayainyaa ….

 

Hah aku sampai lagi dirumah. Sekarang apa yang akan aku kerjakan?

Aku benar-benar bingung jika telah berada di rumah.

Eh, ada mereka di rumah? Tumben mereka dirumah. Ada apa?

“I Seul-a, eomma pulang sebentar ke rumah untuk memeriksa berkas-berkas kantor eomma, sebentar lagi eomma harus pergi lagi. Kau harus sendiri lagi seminggu ini.” Jelas eomma dingin.

“Oh begitu.” Jawabku alakadar.

“Oke kalau begitu eomma pergi dulu, kau jaga rumah dan berkas-berkas appa yang masih tertinggal di kamar ya.”

Apa hanya untuk itu fungsi aku ada di rumah ini? Apa untuk menjaga berkas mereka yang tertinggal disini? Menjaga agar kekayaan mereka tidak lari kemana-mana?

Apa mereka pernah peduli jika aku mendapat nilai tinggi di sekolah?

Apa yang harus aku lakukan untuk membuat mereka sedikit memperhatikanku?

Apa aku kurang menarik?

Apa aku harus merubah sifatku?

Kurasa aku hanya bersifat dingin di rumah saja.

Aku yang disekolah tadi sudah berbeda dengan aku yang sekarang sedang berada di rumah ini.

Jika ada yang melihatku seperti ini, mungkin mereka bertanya ‘Apa itu benar Hyun I Seu?’

Aahhh~ aku ingin mempermainkan waktuku..

 

In the morning ……

 

Pagi baru yang tidak berubah.

Apa permintaanku semalam tidak dikabulkan?

Apa aku tidak bisa sedikit mempermainkan waktu?

Agar aku bisa kembali ke masa lalu dan mengubak semua ini?

 

 

==================================================

 

Tampak seorang gadis keluar dari rumahnya dengan muka suram. Tidak ada senyum diwajahnya yang selalu diperlihatkan ke seluruh penjuru sekolah. Hyun I Seul, gadis itu tidak terlihat seceria biasanya.

Saat sampai di tepi jalan, I Seul memberhentikan sebuah taxi.

“Hah, bawa aku kemana saja.”

“Baik Agasshi.”

I Seul tidak mengetahui kemana ia akan dibawa oleh supir taxi tersebut, dia juga tidak mengetahui ternyata keinginannya semalam sedang terpenuhi.

Sepanjang perjalanan, I Seul hanya melihat keluar jendela, menikmati pemandangan jalanan. Tanpa ia sadari, supir taxi itu terus memperhatikan I Seul dari kaca mobil.

“Agasshi, kita sudah sampai.” Sahut supir itu.

“Sampai dimana? Aku kan belum memberitahumu tujuanku. Kita berada di mana sekarang?” tanya I Seul datar.

“Aku mengantarmu ke tempat yang memang ingin kau tuju.”

I Seul memperhatikan pemandangannya sekitar. Terlihat seorang gadis kecil yang asyik bermain kuda-kudaan dengan ayahnya di sebuah taman. Dan terlihat seorang ibu sedang sibuk mempersiapkan bekal piknik mereka. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia.

“Itu.. Itu bukannya… Itu bukannya aku, appa dan eomma????”

“iya itu kau dan orangtuamu.” Jawab supir itu dengan senyum.

“Astaga aku sekarang ada dimana??? Dan siapa kau?? Kenapa kau bisa membawaku kesini????” tanya I Seul histeris.

“Tenanglah. Aku bukanlah orang jahat. Aku hanya bertugas untuk mengabulkan permintaanmu. Bukankah ini permintaan yang kau ajukan semalam?” tanya supir itu sembari kembali tersenyum.

“Iya!! Tapi bagaimana bisa ini terjadi?? Dan siapa kau sebenarnya???” tanya I Seul kembali histeris.

“tapi tenanglah terlebih dahulu. Kau membuat kita dilihat orang banyak.. Apa kau tidak tahu ini adalah taman umum?” tanyanya.

“Oh untung mereka semua masih bisa melihatku. Kukira aku sudah mati. Jadi tolong jelaskan kepadaku sekarang!”

“Oke begini, kalau tidak salah kau semalam memohon untuk bisa mempermainkan waktu bukan? Nah aku datang untuk mengajakmu bermain dengan waktu. Seperti inilah contohnya, kita bisa kembali ke masa lalu, bisa kembali lagi ke masa depan, semuanya tinggal kau minta kepadaku. Dan namaku Kim Kibum, tolong panggil namaku dengan sopan. Kau bisa memanggilku Key saja, I Seul sshi,” jawabnya jelas.

“Jadi maksudmu kau adalah pengabul impianku semalam? Kau datang untuk mengabulkan impianku? Hah katakan padaku bahwa ini semua hanya mimpi!!”

“Tidak ini bukan mimpi I Seul-ah. Ini semua kenyataan. Semua yang kau inginkan akan aku kabulkan.”

 

=========================================

 

“Tidak ini bukan mimpi I Seul-ah. Ini semua kenyataan. Semua yang kau inginkan akan aku kabulkan.”

Deg, apa-apaan dia? Kenapa dia seola-olah orang yang diutus Tuhan untuk mengabulkan impianku?

“Kau siapa sebenarnya? Cheonsa?” tanyaku.

“Cheonsa? Maybe.” Jawabnya tersenyum. Sejenak kuperhatikan senyumannya, manis juga.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau ingin mempermainkan waktu?”

“Aku ingin kembali merasakan hangatnya keluargaku. Semenjak perusahaan Appa kembali bersinar, Appa dan Eomma tidak lagi mempedulikanku. Mereka hanya mempedulikan kepentingan mereka. Aku, aku jadi tidak memiliki tempat untuk bersandar. Hanya sekolah satu-satunya tempat untukku melarikan diri dari semua masalahku. Tapi jika sudah harus kembali ke rumah, aku akan kembali merasa sendirian di dunia ini. Aku sudah melakukan segala cara agar mereka kembali memperhatikanku. Bahkan aku sudah menjadi seperti yang biasa orang tua inginkan dari anak mereka. Tapi tetap saja, mereka tidak pernah mempedulikanku…” jelasku panjang. Tak terasa air mata jatuh ke pipiku.

“Aish mianhae.. Kenapa aku malah berbicara itu didepanmu? Aku belum pernah menangis sebelumnya di depan orang.. Aku pergi…..”

Tiba-tiba dia memelukku hangat.

“Kau tidak harus menjadi orang lain untuk kembali mendapatkan perhatian orang tuamu. Kau cukup menjadi dirimu sendiri dan berpikirlah bijaksana. Jika kau membutuhkanku, datanglah padaku setiap saat.”

 

 

@School

 

“I SEul-ah~~ Kenapa kau dari tadi diam saja sih? Kau kenapa?” tanya Masu.

“Iya tidak seperti biasanya I Seul kita yang bawel menjadi diam seperti ini…” tambah HwonJung.

“Aniyo. Aku hanya sedikit penasaran dengan yang kalian bilang bandar hidung itu..”

“Heh? Bandar hidung? Maksudmu yang cekungan dihidung itu?” tanya Masu.

“Iya. Apa benar itu pertanda bahwa aku selalu diikuti oleh seseorang? Seseorang yang tidak pernah disadari keberadaannya oleh orang lain?”

“Ne I Seul. Aku juga sudah membaca buku yang dipinjamkan Masu kemarin. Sepertinya memang benar, itu pertanda bahwa ada ‘seseorang’ yang selalu mengikuti. Yang memilikinya diibaratkan sebagai majikannya. Kenapa? Bukannya kau kemarin tidak percaya?” cerca HwonJung.

Jadi itu benar? Apa ‘seseorang’ yang dimaksud itu adalah Kim Kibum kemarin?

“Ya! Hyun I Seul! Kenapa kau terdiam? Kau aneh sekali hari ini I Seul-ah,” curiga Masu.

“Ah aniyo ^^ watashi daijoubu. aku tidak apa-apa kok! hahhaXD Ayo kita ke kantin! Kajja!!” ajakku. Aku tidak mau image ku yang susah payah aku buat ini menjadi terbengkalai hanya karena masalah ini.

“Nah itu baru I Seul yang aku kenal! Kajja!”

“Neee~ kau tidak akan melihat aku berubah, tenang saja.. ^^”

 

 

Waktu pulang…..

 

Drrrrrrrrrrrt dddrrrrrrtt .

“Ne……”

“…………………………………..”

“Arasseo”

Kenapa mereka masih tidak mempedulikanku??

Kenapa malah mengkhawatirkan kekayaan mereka yang merek tinggalkan kepadaku?

Aku tidak akan menyentuhnya sedikit pun!! Aku bukanlah wanita jahat yang suka menghamburkan uang seperti mereka!!

 

 

===================================================

 

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh!!! Aku muak!!!” teriak I Seul.

Dia menendang-nendang batu yang ditemuinya di sepanjang pantai. Sudah sejam dia berjalan-jalan di tepi pantai.

“Kenapa aku mendapatkan orang tua seperti mereka??!! Apa salahku sehingga mereka memperlakukanku seperti ini??!” gadis itu histeris.

Bruk.

Kakinya melemas, ia terduduk terisak di tepi pantai.

“ Kenapa semuanya menjadi seperti ini??! Kenapa mereka membenciku??! Apa salahku?!” ia memeluk kakinya erat, menyembunyikan tangisnya.

“Kau kenapa?” tanya seseorang.

“Kau??” I Seul menghapus air matanya cepat.

“Kenapa kau bisa ada disini? Leave me alone!!!!!” I Seul berdiri dan berjalan menjauhi Kibum.

“Sampai kapan kau mau menahan emosimu? Aku tahu bagaimana rasanya menahan emosi, bagaimana rasanya menahan tangis. Aku ada disini untuk mengabulkan permintaanmu bukan?” Kibum menarik tangan I Seul pelan untuk menatapnya.

“Apa yang kau inginkan saat ini?” tanya Kibum tersenyum.

Sejenak I Seul menatap Kibum sendu. Ia tidak ingin membuat orang lain mengetahui masalah yang ia alami, ia hanya ingin menjadikan masalah itu miliknya sendiri dan membuat orang lain selalu menyukainya. Tapi setelah menatap mata Kibum, kata-kata itu keluar dari mulutnya.

“Aku… Aku ingin melihat orang tuaku lagi.. tapi bukan orang yang sekarang meninggalkanku sendiri didunia ini! Tapi orang tua yang dulu pernah menyayangiku.. Aku ingin bertemu dengan mereka.. Sungguh.. Aku tidak tahan jika harus mengahadapi mereka seperti ini.. Aku tidak bisa melewati ini semua sendirian.. Temani aku..” pinta I Seul. Air mata kembali deras menjatuhi pipinya.

“Sssshh.. Sudah.. Aku akan selalu menemanimu.. Tenanglah I Seul-ah…” Key memeluk I Seul dan mengusap pela rambutnya.

“Aku akan mengabulkan permohonanmu…”

 

========================================================

 

Aku menatap kedua orang yang sedang duduk di pantai bersama anak mereka.

Mereka terlihat sangat bahagia dengan hidup mereka.

Tangan si Ayah merangkul pundak ibu, dan anak perempuan mereka sedang tiduran di pangkuan ayahnya.

Mereka terlihat sangaaat bahagia. Tidak tersirat sedikit pun wajah sedih dari mereka.

“Appa, apa kita bisa seperti ini terus?” tanya si anak.
“Maksudmu apa anakku sayang?” tanya si Ayah lembut sambil mengelus kepala anaknya tersebut.

“Apa kita bisa terus berjalan-jalan sepert ini? Apa kita bisa terus merasa bahagia seperti ini? Apa kita bisa terus melihat matahari terbenam seperti ini bersama-sama?” tanya si anak bawel.

“Tentu kita bisa terus melakukanya jagiya. Appa akan selalu berusaha membahagiakanmu dan juga Eommamu. Appa akan selalu berusaha membuatmu merasa betah berada di samping Appa dan Appa akan selalu berada di sampingmu dimanapun kau ada.” Jawab si Ayah.

“Apa itu benar Appa? Eomma apa kau juga? Apa kau akan selalu menjadi tempat curhatku? Apa kau akan selalu menjagaku?” tanya anak lagi.

“Tentu I Seul-ah.. Eomma akan selalu berada di sampingmu.. Eomma akan menjadi eomma terbaik yang pernah ada untukmu… Karena eomma sudah kau kontrak untuk menjadi pendampingmu seumur hidup eomma. Hehhe..” jawab si Eomma sambil memegang tangan anaknya.

“Gomawo Eomma Appa!! Hore aku akan menjadi anak yang paling beruntung di seluruh dunia!!” teriak si anak anak sambil berloncat riang.

Apa itu benar? apa itu benar semua yang mereka katakan padaku dulu?

Apa benar mereka berkata seperti itu dulu saat aku kecil?

Kenapa pada kenyataannya tidak seperti yang mereka katakana?

Apa yang barusan mereka katakan hanyalah sandiwara untuk membuat seorang anak bocah gembira?

Aku tidak akan membuang-buang air mataku lagi.

Untuk apa lagi aku menangisi mereka? Apa mereka pernah menangis untukku?

“Kau tidak akan menangis lagi kan I Seul-ah?” tanya Key menghampiriku.

“Tidak.”

“Bagus. Jangan kau buang lagi air matamu itu. Air matamu akan terbuang percuma jika kau tidak bisa menemukan cara untuk menghentikan air matamu itu sendiri.” Katanya. Dia merangkul pundakku hangat.

“Gomawo karena sudah mau mengabulkan permintaanmu. Aku ingin menghampiri mereka. Kau ikut?” tanyaku.

“Tidak usah. Aku akan menjagamu dari sini.”

“Baiklah.”

Aku pun berjalan mendekati mereka.

Hatiku mencelus. Mereka adalah orang tuaku sendiri? Bagaimana seharusnya aku menghadapi mereka?

Bagaimana jika mereka tahu kalau aku adalah anak mereka?

Astaga! Aku lupa! Aku kan anak mereka yang datang dari masa depan, bagaimana bisa mereka akan mengenaliku?

 

“Em annyeong ajumma ajusshi..” aku berusaha menyapa mereka sesopan mungkin.

“Mm ne annyeong. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Appa. Hah, dia Appaku… Benar dia adalah Appaku!

“Nak, kau tidak apa-apa?” tanya Eomma. Dia terlihat sangat cantik jika muda seperti ini.

“Eh aniyo. Aku hanya ingin bergabung dengan kalian. Apa boleh?”

“Tentu saja ^^ Silahkan. Perkenalkan ini istriku, dan ini anakku yang paling kusayang namanya Kim I Seul. I Seul-ah, sapa kakak ini.” Suruh Appa lembut.

“Ne, Appa. Eonni annyeong ^o^ I Seul imnidaa~ nama eonni siapa?”

“Em aku…. Aku Shun Hwon Jung.” Aish nama yang terlintas di kepalaku hanya nama HwonJung! Mianhae HwonJung-ah, aku pinjam namamu sebentar!!

“HwonJung eonni, apa kau kesini sendirian?” tanyanya.

“Tidak. Aku tidak sendiri adik kecil manis. Aku bersama seorang cheonsa. Cheonsa~..” kataku tersenyum.

“Jinjjayo eonni? Waaa aku ingin bertemu dengan cheonsa itu eonni!! Ehem ehem, apa maksud eonni cheonsa itu adalah namjachingu eonni? Cieee eonni kesini bersama pacar eonni yaa?” godanya. Aish I Seul-ah, kau kenapa seusil ini ke dirimu sendiri??

“Eh?? Aniyoo. Dia bukan namjachinguku. Dia hanya orang yang mengaku-ngaku malaikat. Jadi aku hanya menuruti perkataannya saja.”

“Hoo. Pasti cheonsa itu sangat tampan. Lihat saja, eonni sangat cantik! Pasti dia juga tampaaan… Huaaa pasangan serasi!! Hahha XD” gadis itu tertawa. Aku tidak mengira ternyata aku sangat bawel dulunya (=,=)a

Aku pun berbincang panjang dengan ‘I Seul kecil’ dan ‘orang tuanya’. Mereka sangat hangat, berbincang dengan mereka membuat hatiku tenang.

“Ajusshi, apa kau akan meninggalkan I Seul suatu saat untuk pekerjaan dan perusahaanmu?” tanyaku tiba-tiba.

Wajah ‘Appaku’ berubah heran, “Kenapa kau bertanya seperti itu HwonJung-ah? Apa kau ditinggalkan oleh orang tuamu?”

“Tidak aku hanya ingin bertanya. Banyak sekali saat ini anak yang ditinggal orangtuanya karena pekerjaan. Jika kau disuruh memilih antara anak dengan pekerjaan, kau akan memilih yang mana?”

“Tentu anak,” jawabnya. Itu jawaban yang tidak aku inginkan!

“Tapi tentu saja semua orang tua memiliki masalah masing-masing. Terkadang ada orang tua yang memang ingin menghabiskan waktu dengan pekerjaannya, ada orang tua yang memang terpaksa meninggalkan anaknya demi pekerjaan. Semua orang tua pasti tidak memiliki masalah yang sama. Tapi untuk oran tua yang meninggalkan anaknya, mungkin masalah mereka termasuk kompleks, sehingga mereka terpaksa meninggalkan anaknya. Tidak ada orang tua yang mau begitu saja menghilangkan kebahagiaan atas anaknya..” jelasnya panjang lebar.

“Tapi apa harus mereka meninggalkan anak mereka? Bagaimana jika anak itu sangat tertekan karena orang tua  yang seperti itu?” tanya I Seul lagi. Appa tersenyum.

“Jika anak itu merasa tertekan, itu bisa dibilang merupakan salah orang tua. Tapi anak itu mengapa tidak bisa mengerti posisi orang tua mereka? Pasti semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Jika anak tetap ingin orang tua mereka lebih memiliki anak dibanding pekerjaan, apa anak juga ingin melihat kemiskinan, atau sesuatu yang lebih buruk menimpa mereka?”

Aku kembali terdiam. Mengapa aku tidak berpikiran sampai kesana?

“Aku pun pasti akan memilih pekerjaan itu jika memang akan membuat keadaan membaik. Tinggal anakku yang harus mengerti posisiku saat ini.” Tambahnya.

Aku menciut. Sejenak aku memperhatikan senyuman Appa yang khas itu.

‘Kau benar Appa,’ tegasku dalam hati.

Lama aku memikirkan kata-kata Appa, pandanganku berhenti di mata Kibum yang sedang memperhatikanku dari jauh.

‘Ternyata dia benar-benar berada di sampingku sejauh ini.’

“Ajusshi ajumma, seperti orang itu sudah terlalu lama menungguku. Kita juga sudah mengobrol banyak. Kamsahamnida untuk waktunya ajusshi ajumma. Aku sangat senang bisa berbicara dengan kalian.”

“Ne. kau juga anak yang baik HwonJung-ah. Lain kali datang lagi kesini. Kami sering mampir kesini saat matahari terbenam. I Seul juga sepertinya senang memiliki eonni. Benar kan I Seul-ah?” tanya si Eomma.

“Ne eonni~ aku sangat senang bisa mengenalmu~ kapan-kapan kita mengobrol lagi yah eonni..” kata I Seul dengan senyum terkembang. Aku balas tersenyum.

“I Seul-ah, eonni pulang dulu ya. Kapan-kapan eonni akan kesini lagi. Kau jangan nakal ya. Jaga eomma dan appa mu baik-baik.” nasehatku.

“Oke eonni. Annyeong eonni~” salam I Seul.

“Ne annyeong I Seul-ah, ajusshi ajumma.” Aku melambaikan tangan kepada mereka.

Aku pun menghampiri Kibum yang yang sudah sejak tadi tersenyum kepadaku. Aku balas tersenyum kepadanya.

“Eonniya!!!” teriak I Seul kecil.

“Ne!! Waeyo??” tanyaku.

“Kapan-kapan bawa cheonsamu kesini ya eonni! Aku ingin kenal dengannya! Oke eonni?” tanyanya.

“Heh? Oke.”

Apa dia tidak bisa melihat namja yang sedang berdiri di hadapanku ini?

Apa mungkin dia ……….

 

==================================================

 

I Seul berjalan berdampingan dengan Kibum yang tersenyum terus memandang I Seul.

“Kau siapa?” tanya I Seul.

“Kenapa kau bertanya itu lagi? Kurasa aku sudah menjawabnya dari dulu. Aku Kim Kibum. Dan kau bisa memanggilku Key.”

“Maksudku. Kenapa I Seul kecil tadi tidak bisa melihat keberadaanmu??!!!” tanya I Seul sedikit teriak.

“Heh?? Aa. Apa maksudmu??” tanya Key.

“Tadi dia menyuruhku untuk membawamu untuk dikenalkan dengannya. Padahal kau tepat berada di sebelahku. Kenapa dia tidak menyadarinya??”

“Heh itu. Jadi kau mulai sadar rupanya…” keluh Key.

“Apa maksudmu??”

“Aku bukanlah manusia. Kan sudahku bilang kalau aku adalah cheonsa. Aku malaikat. Dan aku memang bertugas untuk melindungimu…” jawabnya datar.

“Heh?? Kenapa hanya aku yang bisa melihatmu??”

“Karena kau bisa dibilang adalah majikanku!”

Sejenak perkataan HwonJung dan Masu berputar-piutar di kepalanya.

“Hah ternyata mereka benar.. semuanya cocok. Jadi kau ‘someone’ yang dibicarakan Masu?”

“’Someone’? I don’t know what they’ve said. Tapi aku benar adalah cheonsamu, aku adalah malaikatmu. Hehhe ”  Key tertawa melihat muka I Seul yang memerah.

I Seul ikut tertawa. Ini pertama kalinya dia tertawa dalam keadaan menjadi dirinya yang suram.

 

@Taman

 

I Seul duduk di depan sebuah kolam taman tempat mereka biasa bertemu. I Seul juga sudah bisa menerima kenyataan apa yang dilakukan orangtuanya. Hubungannya dengan orangtuanya membaik dan orangtuanya bersyukur karena I Seul bisa mengerti akan keadaan mereka.

Sudah 2 minggu sejak Key dan I Seul bertemu. Dan sudah 3 hari Key tidak menampakkan dirinya lagi. I Seul mulai merasa khawatir kalau saja terjadi sesuatu yang buruk terhadap Key.

“Aigo~ Kibum kemana ya? Kenapa sudah 3 hari tidak muncul? Apa terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya?” tanya I Seul.

I Seul memetik setangkai bunga anggrek taman dan menatapnya.

“Kau sekarang dimana? Apa kau mulai bosan kepadaku?” kata I Seul lirih.

 

@Unknown

 

“Kibum-sshi, apa kau tidak akan kembali lagi kesana?” tanya seseorang.

“Bagaimana caranya aku kembali lagi kepadanya? Pekerjaanku sudah selesai. Apa lagi yang mesti aku lakukan?” tanya Key balik.

“Apa kau tidak kasihan kepadanya? Setiap hari dia selalu menunggumu dan selalu bertanya-tanya kau kemana. Apa kau tidak kasihan? Kau suka kan kepadanya?”

“Ya Jonghyun !! Kau, kau tahu apa aku suka padanya??!!” tanya Key kalap.

“Naaaah kaaaan.. Kau suka padanyaaaa.. Aigo~ anak muda~ lihatlah mukamu itu.. Pipimu merah! Hahha astaga Kibum kau memakai blash on?? Hahha XD” tawa Jonghyun.

“Kau!” Key mengambil buku yang ada didekatnya dan…

“YA!! Kau kenapa memukulku??!!”

“Itu resiko menggangguku!!”

“Kibum-sshi, apa kau benar akan membiarkannya sendirian? Kalau kau benar-benar suka padanya, ayo berusaha! Kau pasti bisa mendapatkan izin dari Lord untuk menjadi anggota makhluk bumi.” Nasehat Jonghyun.

“Apa kau yakin Lord akan mengabulkan permintaanku itu?”

“Aku rasa kalau kau bersungguh-sungguh memintanya Lord pasti akan mengabulkannya. Selama ini kan kau sudah menjadi cheonsa yang baik. Selalu melakukan pekerjaan dengan baik. Tentu kau akan mendapatkannya. Kau harus berjuang demi cintamu!”

“I ii iyaa. Aku mencintainya. I Seul-ah saranghamnida!!!!” teriak Key.

“Ya! Kau mau semua cheonsa memukulmu dengan sapu?? Kau itu ribut sekali!!” marah Jonghyun.

“Hehhe. Baiklah Jonghyun-sshi, aku akan berusaha!! Doakan aku!!”

“Oke I’ll pray for you. Hwaiting!”

“Ne hwaiting! Lord im coming!!”

 

=============================

 

Ini sudah seminggu aku tidak menemuinya!!

Aku benar-benar mengkhawatirkannya!!

Apa dia tidak peduli lagi kepadaku??

Apa sekarang giliran dia yang tidak peduli kepadaku?

Dulu orang tuaku, sekarang apa dia yang tidak peduli??
andwae! Aku tidak boleh berpikiran ‘tidak ada orang yang peduli kepadaku’ lagi, Kibum sudah mengajarkanku untuk mengerti keadaan. Tapi keadaan seperti apa yang harus aku mengerti sekarang?

“I Seul-ah~ Waeyo? Kenapa kau terlihat sangat cemas?”

“Apa aku pernah bercerita kepada kalian tentang cheonsaku?”

“Cheonsamu? Jadi kau sudah punya pacar I Seul-ah????” tanya Masu dan HwonJung bersamaan.

“Aniyo! Begini……” kuceritakan semua yang terjadi kepada mereka.

“Heh?? Jadi yang masalah Bandar hidung itu benar adanya??” tanya Masu.

“Aku juga tidak tahu apa ini ada kaitannya dengan yang kau katakana mitos Bandar hidung itu. Tapi kalau dihubungkan jadi nyambung kan?” tanyaku.

“Iya juga. Mungkin saja orang itu adalah ‘someone’ yang dikirim untukmu itu. Tapi aku agak tidak percaya dia bisa membawamu ke masa lalu. Apa itu benar I Seul-ah?” tanya HwonJung.

“Apa aku terlihat seperti berbohong HwonJung??” tanyaku jengkel.

“Eobsoyo..” jawabnya polos.

“Bisa jadi dia benar-benar membawa I Seul ke masa lalu. Di mitos, orang itu akan mengabulkan semua permintaan dari yang mereka panggil majikan. Jadi bisa sajakan?” tegas Masu.

“Iya. Masalahnya sekarang, dia sudah tidak lagi muncul dihadapanku selama 1 minggu. Itu membuatku khawatir padanya. Aku khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu yang buruk padanya….” Jawabku sendu.

“Cieeeeeeeeeeeeeea~ Jadi kau mulai suka padanya yaa?” goda HwonJung.

“Eh?? Aniyo!! Aku hanya mencemaskannya.. Dia kan sangat baik padaku.. Dia sedikit mengubah pandanganku akan sesuatu..”

“Aigo. Sepertinya ia orang yang luar biasa.” Tebak Masu.

“Tentu saja..” jawabku secara spontan.

“Waaaaaa kyaaaaaa~~ >.<” teriak HwonJung gemas.

“Apa aku semenawan itu?” tanya seseorang.

Aku menoleh ke asal suara. Kibum??????

“Kau…….”

“Jadi dia cheonsamu?” tanya Masu.

“Waaah dia tampan juga. Kau memang hebat I Seul-ah.. Kapan-kapan kita double date yaaa. XD”

“Bukannya tadi kau cerita dia tidak bisa terlihat I Seul-ah? Kenapa aku bisa melihatnya?”

“Iya ya. Kenapa aku bisa melihatnya? Wah aku salah orang. Maaf kukira kau cheonsanya I Seul.”

“Ohya? Cheonsa? Seperti apa cheonsa dia?” tanyanya.

“I Seul cerita, cheonsanya itu sangat baik. Tangannya sangat hangat saat memeluk. Dan matanya menenangkan…” cerita HwonJung.

“Iyaa.. Dan juga, cheonsa itu sangat tampan. Dan sepertinya I Seul menyukai cheonsa itu. Hahha benarkan I Seul?” tanya Masu.

“Hei I Seul-ah, kau kenapa diam saja? Ada apa denganmu?”

 

==============================

 

“Kau……. Kau kemana saja hah?” tanya I Seul.

I Seul berdiri dan menatap wajah Key. Air mata membasahi pipinya.

“Kau darimana saja?? Kenapa kau tidak mengabariku apapun?? Kenapa kau menghilang begitu saja?? Apa kau tidak tahu aku sangat mencemaskanmu??” I Seul memukul-mukul dada Key.

“Apa kau tidak tahu aku sangat mengkhawatirkanmu.. Hiks, kau jahat meninggalkanku sendiri Kibum!!” teriak I Seul.

“Omo~~~” desis HwonJung dan Masu.

“Jadi dia benar adalah cheonsa I Seul?” bisik HwonJung.

“Sepertinya begitu. Diam dulu. Sepertinya ini akan mengharukan. Aahhh~ seru sekali..” girang Masu.

“Tenang I Seul-ah.. Aku tidak kemana-mana. Aku menyelesaikan masalahku dulu sebentar..”

“Sebentar?? Seminggu itu sama dengan 7 hari dan 7 hari sama dengan 168 jam apa kau tahu itu Kibum-sshi??”

“Astaga I Seul-ah. Kau tahu aku pergi kemana?”

“Tentu aku ingin tahu bodoh! Kalau ternyata orang sinting yang dengan bodoh membuat aku menunggumu selama 168 jam akan aku bantai orang itu!!!”

“Haha apa kau benar akan mencincangnya? Aku menemui Lord untuk meminta permohonan agar aku bisa selalu bersamamu.. Agar dia mau mengabulkan permohonanku, aku harus melakukan kegiatan amal selama 7 hari di dunia malaikat. Aku harus bekerja social menjaga orang-orang tua di dunia malaikat.. Itu aku lakukan agar aku bisa terus berada di dunia manusia..”

“Sepertinya aku memang harus menemui Lordmu itu..”

“Untuk apa?”

“Untuk berterima kasih karena sudah mau mengabulkan permohonanku untuk selalu bersamaku..”

 

#1 months later

 

“Kibum ppali!! Kau mau aku ditinggal oleh mereka?? Kau tahu kan HwonJung dan Taemin itu pasangan yang selalui tepat waktu?? Kau mau mereka meninggalkan kita??” I Seul berteriak di luar rumah Key.

“Aish ini kan hanya jalan-jalan ke vila. Aku punya beberapa vila. Kenapa mesti vila Taemin yang kita kunjungi??” keluh Key.

“Aku ingin melihat mereka berpacaran. Aku ingin sedikit menggoda mereka. Dulu dia mengerjaiku sampai aku dibuat malu karena diteriaki satu sekolahan!”

“Hahha itu kan bagus jagiyaaaa~”

“heh?? Ja, jagiya?”

“Ne kenapa jagiya~? Kau tidak suka aku panggil jagiya? Atau aku panggil yeobo?” Key berjalan mendekati I Seul.

“Ya! Kau mau apa?”

“Jagiya~ Aku mau kau panggil aku jagiya jugaa. Dari dulu kau hanya memanggilku kibum. Memanggilku Key saja tidak pernah.”

“Eum. Ne K,Key…” panggil I Seul malu-malu.

“Aish jagiya~ mukamu sangat lucu..” puji Key.

Key tiba-tiba memeluk I Seul.

“Aku sungguh tidak percaya sekarang kau ada didekapanku. Ini bagaikan mimpi aku bisa selalu bersamamu. Terima kasih karena kau selalu ada untukku..” Key tersenyum menatap I Seul.

I Seul tersenyum dan merasa bahagia karena Key sungguh-sungguh menyayanginya. Dia juga tidak percaya pada akhirnya Keylah yang akan menjadi kekasihnya. I Seul memegang pipi Key lembut.

“Aku juga sangat beruntung bisa memilikimu. Terima kasih atas semua cinta yang kau berikan. Aku akan selalu menjaga hatiku untukmu,Key..”

“Kau barusan memanggilku apa?? Key?? Waaah jagiyaku!!” teriak Key heboh. Dia kembali memeluk I Seul.

“Aish kau sungguh merusak suasana Key!!!”

 

“Gak ngangka ternyata cekungan di bawah hidung itu yang membuat mereka bisa bertemu..”

“Ne? Kau bilang apa HwonJung-ah?” tanya Taemin.

“Mereka bertemu apa mungkin yah karena I Seul tidak memiliki cekungan di bawah hidung itu? Haah kalo gitu aku juga mauu..” desah HwonJung.

“Hei! Kau sudah bertemu denganku berarti aku tidak memerlukannya bukaan ????” stress Taemin.

“Aish kau ribut sekali Taem-ah. Calm down, no one in my heart beside u ^^”

“Waaaaa kalian so sweet >.< Key kaya gitu juga duooong~”

“Heh? Taem kamu hebat aku jadi kalah =,=”

“He’eh duong. Yang penting kan kita teman. Nyehe~ Yuk berangkat”

 

======================================================

 

Eottaeyo ??

Semua kritik saran cercaan makian dan sate Madura (?) akan mia terima lapang dada. Kamsahamnida~

Thank you for Eci eonni . she asked me to post my ff in here . it’s my 1st time . so sorry if it make so many mistakes T_T im just an ordinary girl . udah loh eonni . ^o^ once more kamsahamnida~

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on ““Bandar Hidung” Connecting our Love.”

  1. Uwaww…
    Aku mau baca dulu deh!!
    Wktu aku baca A/N-nya, aku nyangka kalo author nya LUCU/MANJA, benar?? *sotoy mode on* eheheh~
    enggak2, b’canda, nnti aku baca yaaa, onnie Mia?? Salam kenal dulu, sblum aku membaca FF-mu ini 🙂
    #bnyk bcot ah–“

  2. BWAHAHAHAHA~
    eta masih g pecaya yg jd autor ff ni miaaaak teman depan duduk eta,,wahaha miaak keenakan bikin ff ttg key,ISEUL ITU MIAAAK KAN??waaaaa eta g berenti ngakak sambil ngebayangin(?)

  3. eta bakal nyampah(?) di ff yg satu ini,berhubung ini pertama kalinya teman menggila eta(miaak ;red) ff nya keren*ditabok miak#plaak*

  4. apa etaaaak banyak kali etak ngekomen mah -.-
    mantap kan?
    pasti gak nyangka kalo mia yang bikin .
    tenang aja mia masih normal kok etak XD

  5. eta sungguh amat ndak pecaya loo,tp eta mw kritik:KOK TAEMINNYA DIKIT?KOG G AD MINHO AMA ONEW NYA?KOG KEY CINTA ISEUL??AHAHAHA._.V

  6. haaaaah kan ini mia yang bikin tu iya mia bikin banyak si key nyaa ..
    kalo masalah taem yang sdikit tu mia gak ada cara biar bikin dia banyak lagi do, gak tau mau disempilin dimana etak sayang =.=”
    key emang cinta kok ama i seul masa etak belum tau? udah tersebar di seantero smanten xDD

  7. hahaha
    yang namanya sun hwon jung datang

    ehem ehem
    bintang sekolah??!!
    selalu juara satu??!!

    aigoooo~~~~
    anak muda~~
    ckckckck *geleng geleng kepala*

    KOMEN SELESAI #plakk#

    1. makasih atas pujiannya shun hwon jung yang terhormat .
      mia sangaaaaaaaaat menghargai apalagi yang memuji mia pake kata –> bintang sekolah dan selalu juara satu ..
      aigooo mia sangat menghargai komen shun hwonjung tersayang~~
      makasih atas pujiannya ^^

      #plak

  8. ckck,pedenyaa~
    eh tp mana yg komen lg ni??sagan eta ha,kumpulkan lah pasukan miak yg lain,si nunu,si bulek,si ola,onnie miak kan bnyak!mna nyeh??
    masa cuma eta yg jd pnggmar setia miak(?)

  9. huaaaa sama ta…. nunu jga masi gag percaya kalo authornya si miaaaaa aka miyadong ryeong

    DAEBAK jumma!!!!!! O_O

    ayo kasih tepuk tangan paling meriah #plok plok plok

    iseul itu mia kan??? sejak kapan key suka ma iseul???? =_=
    hahahhahahhaha #evil laugh

    1. sejak key memutuskan untuk meminang mia hahaha XD
      #ngaco

      kalian meremehkan mia maaaa .. mia bisa juga nyeeeeh bikin fanfic =,=

      1. ckckckck pedenya lagiiiii kapan si key meming miaaa????
        mintak pinang ke rumah miaaa mungkin!!!

        hehehhehhehhe peace jumma sayang ^_^v

  10. heeeeeeh banyak gaya si nunuk ini =,=
    yang bikin mah saya teh …
    besok besok kalo mia bikin lagi mia banyak in ntar si onyu nya ..
    lagian kalo dibanyakin si taemin trus di tanmbah si onyu kan jadi tambah panjang nuuu ..
    ini udah panjan ni maaaaah ..

  11. wahwah,sepertinya ff miak ni sukses menuai pro dan kontra dgn komen yg lumayan(?)._.v

    *yaiyalah klo ud koment”an ama miak pasti bejibun dlm hitungan menit(?)*
    eh ad nunu,”haloo noenoe”
    *lambai-lambai kolor yesung(?) XD

  12. hallo authoorrrr aku suka ceritanya XD key nya pas di adegan terakhir keliatan manaj, pasti imut/plaaaak ceritanya baguuusss. eh mitos yg cekungan itu beneran ada thor? O.o

    1. hallo jugaaaa ^o^ mia manggilnya apa?
      kamhamnidaa udah baca ff pertamax mia .. aduh sungguh terharu T,T
      gak tau tuh asli ato gaknya tuh cerita .. yang mia tau ada temen sekolah mia yang cerita kaya gitu ..
      pas dengernya langsung pengen bikin jadi ff .. dan *jengjeng* terciptalah ff ini XD

  13. Sumpah ini FF, bikin aku jadi pengen mnghilangkan lekukan dibawah hidungku.
    Biar bisa punya malaikat kyk Minho
    *pdahal ritanya tntng Key
    Pkoknya Minho aja deh.
    *maksa

    Bagus..Bagus…
    ditunggu lagi ya karya”nya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s