PUZZLE – PART 3

PUZZLE – PART 3

Author: Shayleeshr

Main Cast: SHINee and Imaginary character

Support Cast: SM Ent members, Imaginary Character

Length : Sequel

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Freelance Author.

 

Chapter Three

Rumah Keluarga Kim

“Jadi besok kalian sudah mulai kuliah di kampus kalian yang baru?” Tanya Kayoung pada ketiga anaknya.

Ketiganya mengangguk, tapi tidak ada yang mengalihkan pandangannya dari kegiatan yang sedang mereka lakukan. Jinki sibuk dengan ponselnya, Kiyoung sibuk main tap tap dengan iPodnya dan Jiyoung sibuk mengutak-atik agenda’nya’.

Kayoung mengela napas, “Apa sudah beli perlengkapan buat besok? Buku-buku atau alat tulis misalnya?”

Mereka menggeleng bersama. “Aduh kalian ini bagaimana, kemarin waktu Eomma beli perlengkapan sekolah dengan Taemin kalian tidak mau ikut. Sekarang jadinya seperti ini kan, keteteran semuanya. Ayo sebaiknya kalian pergi sekarang.”

Akhirnya Jiyoung mengalihkan pandangannya dan menatap ibunya. “Sekarang?”

Kayoung mengangguk, “Coba lihat sudah setengah tujuh, kalau nanti-nanti lama-lama tokonya sudah tutup” ujarnya lagi.

“Right. Ji-ya, if you’re going to buy that, emm.. aku nitip aja ya. Just the ordinary things, pen, pencil, notebook. Ah, just like you.” Ujar Kiyoung.

“Ne. Aku juga” disusul Jinki.

Kenapa jadi aku? Dasar kakak dan kembaran tidak menguntungkan! Sungut Jiyoung dalam hati.

Key dan Jonghyun baru saja turun tangga dan mendapati keluarga kecil itu saling berpandangan. “Annyeong semuanya” sapa Key ramah.

“Annyeong” balas Kayoung, Jiyoung, dan Jinki. Kiyoung? Jangan ditanya, mana mau dia membalas sapaan Key. Orang dirumah aja mereka berdua udah kayak Tom and Jerry gitu. Kerjaannya berusaha ngejailin satu sama lain.

“Kkajja! Don’t blame me kalau besok kalian gak punya alat buat nulis.” Ujar Kayoung lagi.

“Mau kemana Ajumeoni?” Tanya Key.

“Ini, aku menyuruh mereka untuk beli perlengkapan buat kuliah besok. Tapi gak ada yang mau beli” Kayoung menggeleng-gelengkan kepalanya. “Mungkin pada gak niat kuliah kali anak-anak ini. Ckckck”

Key tertawa, pasti Kiyoung! “Bareng Jonghyun hyung saja. Dia mau ke supermarket beli sayuran”

“Ne, Ajumeoni.” Jonghyun mengiyakan.

“Tuh, Jiyoung. Cepet gih. Kan enak kalau kamu yang beli kamu bias milih sendiri yang kamu mau, bisa puas-puasin cuci mata sekalian. Biarin aja mereka kalau protes gak suka sama alat-alatnya ya biarin aja.”

Jiyoung mengangguk, mengambil tasnya dan mengikuti Jonghyun pergi ke garasi.

~*~

New Jersey, USA

69 Claremont Avenue

Saddle Brook, New Jersey.

Seseorang membaca kembali kertas lusuh yang masih disimpannya selama lima belas tahun. Ia sedang mencocokkan alamat yang tertulis disitu dengan rumah yang ada didepannya. Persis. Memang benar ini 69 Claremont Ave.

Ia kembali memerhatikan rumah sahabatnya itu, tidak ada yang berubah, hanya mungkin cat-nya saja yang dirubah, juga taman depan rumah yang ditanami beberapa pohon kecil, plus, papan yang didirikan ditaman itu juga “FOR LEASE” Disewakan?

“Excuse me, Mam. Are you interested to lease this house? I can help you if you want to rent this house” seorang pegawai real estate menyapanya.

“Sorry, do you know where are the people who used to live here?”

Pegawai real estate itu menggeleng, “Sorry Mam. The company just told me to find someone that want to rent this house. I don’t know anyone who used to lived here”

Seseorang itu mengangguk, “Fine. May I know what company?”

“Sunshine Real Estate Company, Mam”

“Thankyou very much”

Orang itu berbalik meninggalkan pegawai real estate tadi dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ. Rencananya gagal hari ini. Ia masih harus mencari tahu dimana sahabatnya itu tinggal sekarang.

Dimana ia tinggal sekarang kalau tidak disini? Aku harus mencari tahu dimana ia berada sekarang. Aku ingin menemukannya. Bantu aku Tuhan, dengan menemukannya, Aku akan menemukan belahan jiwaku..

~*~

New York, USA

Minho masih sibuk berkutat dengan laptopnya, ternyata ide iseng yang tiba-tiba muncul untuk mencari nama Lee Jiyoung di internet sidikit banyak membuahkan hasil. Walaupun pada awalnya ia sedikit pesimis karena lumayan banyak ternyata orang yang bernama Lee Jiyoung di dunia ini.

Setelah kurang lebih satu setengah jam ‘berselancar di internet’, ia menemukan beberapa data tentang beberapa Lee Jiyoung juga, walau yaa kemungkinannya kecil. Bisa saja Jiyoung yang dia cari tidak mempunyai info sama sekali di internet. Tapi namanya juga Minho, ia selalu saja berusaha pikirnya pasti ada info tentang Lee Jiyoung, walaupun itu hanya daftar nilai kelulusannya yang dipasang di website sekolah.

Lee Jiyoung pertama, seorang penyanyi sopran yang sudah pernah bernyanyi di Washington National Opera. Pikirnya, Minho tidak pernah bertemu dengannya, lagipula kalaupun pernah, bagaimana bisa Siwon mengambil buku agendanya. Lee Jiyoung yang ini pasti sibuk, jadi tidak mungkin berjalan sendirian di dalam Airport tanpa ada satupun asisten. Jelas bukan Lee Jiyoung yang ini.

Lee Jiyoung kedua, pengrajin keramik berumur lima puluh tujuh tahun dari kepulauan Jeju yang menerima penghargaan karena karya keramiknya itu. Kali ini Minho berfikir seorang Halmeoni Lee Jiyoung ini masih menulis di dalam buku agenda biru, dan sedang menyukai pria bernama Aaron itu adalah mustahil.

Lee Jiyoung ketiga, adalah seorang siswi universitas swasta semester tiga yang ditangkap polisi karena tiga kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan pada adiknya sendiri. Dan ia sedang berada di bawah pengawasan polisi selama dua bulan terakhir. Minho pergi ke New York dua hari yang lalu, maka tidak mungkin polisi membiarkan orang yang sedang diawasinya berkeliaran begitu saja dibandara, kecuali memang polisi itu menggiringnya pasti dengan penjagaan ketat.

Sepertinya tidak ada Jiyoung yang dia cari disana. Minho kembali berfikir, entah apa yang membuatnya begitu tertarik dengan Jiyoung. Tapi ia memang benar-benar ingin mencari Jiyoung itu. Bagaimanapun caranya. Akhirnya saat ini, ia menomor duakan alasan terkuat ia mau menemani Siwon kesini.

Berbicara tentang Siwon, Minho jadi teringat. Siwon yang memegang agendanya itu selama di airport sebelum Minho memeriksanya. Berarti Siwon juga yang dengan tidak sengaja mengambil atau diberi agenda yang salah.

Yaampun! Kenapa Aku tidak berfikir seperti itu sebelumnya! Aku kan bisa bertanya pada Siwon Hyung tentang Lee Jiyoung yang ia pernah tidak sengaja temui itu!

~*~

Seoul, South Korea

Jonghyun menyetir mobil dengan serius, agak sedikit takut untuk mengajak Jiyoung biacara, karena yaa, gadis itu sangat, diam. Tidak banyak bicara sepatah katapun pada Jonghyun semenjak mereka masuk ke mobil.

Jiyoung daritadi memerhatikan Jonghyun yang sedang menyetir, tidak ingin mengganggunya dengan mengajak berbicara, ia terlalu terlihat serius. Tapi dari cara Jonghyun menyetir, —tangan kanan di setir dan tangan kiri dipaha— Jiyoung teringat dengan cara menyetir ayahnya, persis seperti itu.

Jiyoung menelan ludah sekali untuk membersihkan tenggorokannya, “Ehem, Jonghyun-ssi. Apa.. Tempatnya masih jauh?” tanyanya.

Jonghyun menoleh, berfikir dulu apa benar gadis ini berbicara padanya atau itu hanya suara khayalannya, tapi Jiyoung juga sedang menoleh kearah Jonghyun. “Oh. Tidak-tidak. Sudah dekat, hanya dua blok dari jalan ini. Maaf, rumahku memang berada di pinggiran kota, jadi jalannya lumayan jauh.”

“It’s okay. Aku juga biasa berjalan jauh saat dulu belanja di NJ”

“NJ?”

“New Jersey” jawab Jiyoung.

“Oh! Kukira kalian tinggal di New York”

“Kami memang kebanyakan beraktifitas di sekitar New York, tapi tinggal di New Jersey” jelasnya lagi. Jonghyun hanya mengangguk-angguk, ia kembali serius untuk memarkirkan mobilnya di tempat parker yang cukup ramai.

“Kkajja. Kita turun.”

Jonghyun berjalan beriringan dengan Jiyoung menuju tangga super market. Saat mereka ingin mengambil salah satu keranjang dari tumpukan yang ada, secara tidak sengaja mereka mengambil keranjang yang sama dan bersentuh tangan. Ya, seperti yang bisa ditebak, keduanya menarik tangan masing-masing lalu menunduk malu. Jonghyun langsung menarik keranjang lain yang ada ditumpukan keranjang sebelahnuya, dan berjalan meninggalkan Jiyoung dibelakang.

Jiyoung berjalan kearah bagian stationary, dan Jonghyun.. Entah kemana. Ia mencari, ya kau tau, binder, pulpen, tempat pensil, dan sebagainya. Ia juga sempat memerhatikan jejeran tas-tas sekolah yang digantung. Tapi masa seorang Kiyoung mau memakai tas seperti itu? Kiyoung saja jarang sekali membeli pakaian di WallMart kalau bukan Kayoung yang beli.

“Permisi” Jiyoung tetap sibuk memerhatikan barang-barang, “Permisi” sapa orang itu lagi.

“Ya? Ada apa?”

“Anda menjatuhkan ini dari tas anda” Seorang laki-laki memberikan agenda biru milik Choi Minho yang dipegang Jiyoung beserta kertas-kertas dari agenda itu.

“Ah Ye, Jwesonghamnida. Gamshahamnida” Jiyoung membungkuk. Laki-laki itu juga membungkuk, tersenyum, lalu meninggalkan Jiyoung.

Masa iya aku menjatuhkannya sampai berantakan seperti ini tanpa kudengar? Lagipula kurasa dari tadi aku belum membuka tas ku. Jiyoung mengecek tasnya yang tersampir dipundak. Oh my, tas ini terbuka. Tapi tidak seperti ini sebelumnya.

Ia mulai memeriksa isi tasnya. Untunglah sepertinya tidak ada satupun yang hilang, kecuali yaah… Agenda yang ada ditangannnya itu. Ia lalu mengecek agenda itu, walaupun bukan miliknya, tapi kalau ada sesuatu yang menghilang dari agenda ini merupakan tanggung jawabnya karena ia yang menemukannya, kan?

Beberapa lembar kertas jatuh dari tangannya, Jiyoung terpaksa membungkuk untuk mengambilnya. Lalu memasukkan secara acak kedalam agenda, biarlah nanti dirumah ia bereskan lagi. Tapi ada satu kertas yang menarik perhatiannya, “Merusak hidup kami adalah bukan hal yang seharusnya kalian lakukan. Sebab itu, berhati-hatilah, hidup kalian tidak akan tenang”

Jiyoung membacanya perlahan. Kalian? Kalian siapa? Jiyoung mengangkat bahunya dan menaruh kertas itu sembarangan. Pikirnya mungkin itu hanya kerjaan iseng orang yang mengembalikan agenda tadi atau yaa.. orang itu salah mengambil kertas.

Ia lalu berjalan ke kasir dan membayar belanjaannya, kemudian menunggu Jonghyun keluar di bagian samping super market. Salahku kenapa tadi aku tidak mencari Jonghyun-ssi dulu, atau menanyakan nomor teleponnya. AH tapi kenapa aku harus bertanya? Kan seharusnya Jonghyun dulu yang bertanya padaku.

“Jiyoung-ssi, apa kau suka bunga dandelion? Ini untukmu” seikat bunga dandelion kuning kini berada di depan wajahnya.

tbc

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


 

8 thoughts on “PUZZLE – PART 3”

  1. Errr…sekali lagi kau membuatku penasaran Shaylee!!
    Itu g bsa ‘tbc’ ditaruh di kalimat yg lain??? #kesel g jelas *langsung dijitak Shaylee* hehehe..

    I always love this ff. But not the tubercolosis (read: tbc) things ahaha..

    Chapter 4 please..^^

  2. Keren, keren, keren tapiii ah ffnya kurang panjang T.T ryneee ayo lanjutannya buruan yaa udah penasaran akut ni ><

    Oya kt temen aku namanya elfira ff km ini keren, tulisannya rapi, deskripsinya jg keren bgt
    Hehe dia ga bs komen cz ol lewat hape, jd aku deh yg nyampein ^_^

    Lanjutannya ditunguuu 😉

  3. Nungguin part ke3 akhirnya dipost juga 🙂
    daebak 😀
    sama seperti beberapa comment diatas,emg agak pendek kayaknya ya,apa karena keasyikan baca jadi gak mau ada tulisan tbc mungkin..
    tapi Onewnya cuma dikit ya?? ¬_¬ hehe
    ditunggu part selanjutnya ya 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s