Bad Boy Meet Nice Girl – Part 5

Tittle : Bad Boy Meet Nice Girl part5

Cast : Choi Minho,Lee Taemin,Park Seo Yeon,Han Soo Seok

A.cast : SHINee memb,Choi Hye ah,Choi Dong Joon

Author : Yessica&Joanna

Genre : Romance,life,friendship

Type: sequel

Rating : Pg15

(A/N): Hwee udah mati ide,jadi sorry klo ceritanya agak melenceng ya.

terus karena sang author joanna lagi agak mesum,makanya ceritanya menjurus deh.

“dia itu yeochinguku!” bahkan sampai sekarang,Seo yeon masih merasa ini mimpi.

‘Dan siapapun tolong bangunkan aku!’

Minho bisa merasakan detak jantung yang terlalu cepat bekerja pada tubuhnya.

Seo yeon yang masih shock sesaat melihat sosok tubuh kecil yang menangis di antara siswa siswa tersebut.Soo seok,mantan pacar minho,masih menyukai dan masih disukai.

Seo yeon tersenyum kecut menyadari sebuah kenyataan,dia pada akhirnya bangun dengan sendirinya.

Dia mendorong pelan tubuh minho,membuat minho sedikit terhuyung.

“Apaan sih!?Menyebalkan!” dia menonjok perut minho dan berlari menahan semua air matanya yang sudah tertampung di kedua kelopak matanya membuat sedikit kabur penglihatan.Apa yang di lakukannya adalah suatu kesalahan.

Seharusnya dia tidak ke korea.

Seharusnya dia tidak meladeni semua perlakuan minho ke dirinya

Seharusnya dia tidak mengenal rasa suka.

Dan harusnya dia sadar!Dia dan minho berbeda jauh.

Dirinya yang selama ini mengandalkan beasiswa dan minho yang mempunyai sekolahan.

 

Seo Yeon berlari terus tanpa tahu kemana dia akan pergi

Sampai di atap sekolah dia berteriak dan menangis kencang.

Sampai seseorang menghentikannya

“menangisi minho huh?”

Seo yeon yang dari tadi menatap langit menolehkan kepalanya ke belakang

“jinki sunbae?” seo yeon dengan cepat menyeka air matanya yang terus turun

“panggil aku oppa saja,dan kemarilah” jinki duduk dan menepuk lantai sebelah dia duduk.Seo yeon dengan hati hati duduk di sebelah jinki dan masih saja mengeluarkan air mata.

 

Jinki menarik kepala seo yeon ke arah dadanya dan mendekap seo yeon.

“HWAAAAA”

Tangis seo yeon kemudian keluar lebih keras.Bukannya menenangkan tapi malah makin menyakitkan hati seo yeon.

“menangislah sepuasmu” jinki tersenyum sambil terus mengelus puncak kepala seo yeon.

Setelah berpuluh puluh menit seo yeon memnjam dada jinki akhirnya dia melepasnya juga.”mian oppa,aku membasahi bajumu” seo yeon menebar senyum lamanya.

“tidak apa,dari pada aku harus mendengarkan kim seonsangnim” jinki tertawa renyah.

“Oh iya!Gawat!Berarti kita sudah bolos satu jam pelajaran ya!?” seo yeon berdiri dan merapikan rambut panjangnya yang berantakan.

“haha biasa saja,memang kau tidak pernah bolos?”

Seo yeon menggeleng dengan polosnya.

“Oh..berarti benar ya kata minho,nice girl..”

Dengan menyebut panggilan itu membuat seo yeon ingin jatuh dan menangis lagi.

Seo yeon menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh lagi.

“mianhaeyo,kajja” jinki menarik tangan seo yeon membuat jantung seo yeon berdegup aneh.’apa yang terjadi?’

 

Hye ah school

 

Hye ah mendesah berkali kali.

Menatap pemandangan dari jendelanya

Menghiraukan setiap kata yang keluar dari seonsangnimnya.

Hye ah menyentuh bibirnya,entah kenapa masih terasa panas.

Taemin,namja yang mampu membuatnya tertawa dan menangis jika mengingatnya.

Apa yang harus di jawab ke taemin?Dia sudah cukup kecewa dengan taemin.

 

Flashback

 

“hye ah tunggu” hye ah menghentikan kakinya dan menatap taemin

Rasanya wajah itu yang membuat dia selalu tersenyum malu.

Namun sekarang wajah itu juga yang membuatnya kesakitan.

“apa?”

Taemin mendekat ke arah hye ah.

“mian,bagaimana kalau kita duduk sebentar?”

Tanpa menunggu jawaban hye ah,taemin segera menarik tangan hye ah ke arah bnagku taman.”apa yang kau mau?cepat!Aku tak ada wak..”

Hye ah menghentikan omelannya,taemin sudah terlalu mendekat pada wajahnya

Dengan satu sentuhan bibir taemin melumat bibir mungil merah hye ah

Membuat hye ah mati rasa,rasanya menggelikan tapi..rasanya mendebarkan

First kiss hye ah di rebut taemin saat mereka bertengkar.

Hye ah segera melepsakan tubuhnya dan mendorong tubuh taemin.

“itu yang pertama!harusnya itu menjadi yang special!” hye ah bangkit namun segera di tarik taemin agar duduk.

“hye ah..dengarkan aku..” rengek taemin dengan aegyo facenya dan kalau sudah seperti itu,hye ah akan luluh.

“apa lagi?”

“apa kau mau memaafkan aku?aku tahu aku masih kekanakkan dan mudah jatuh cinta,tapi kumohon,kau yeochingu pertamaku,dan aku mau menjadikan kau yang terakhir” kata taemin sangat pelan.

Perkataan taemin yang membuat hye ah tersipu malu,dan membuatnya ingin menangis

Taemin,kelas satu sma,satu tahun lebih tua dari pada hye ah,namun kelakuannya seperti anak kelas 1sd.Tapi,hari ini,taemin terlihat lebih manly dan um..mempesona.

Dengan rompi biru dan sweater putih.Membuat pertahanan hye ah runtuh

Apa yang harus di katakannya?memaafkannya?

“mian taemin,apa jawabannya bisa besok?”

Taemin tersenyum sendu,”ne boleh”

Flashback end

 

Dan besok itu adalah hari ini.

Apa yang akan dikatakannya?Yah memulai semua dari ulang,

Akan membuat hatinya lebih tenang.

Tanpa hye ah sadari,dia tersenyum kecil,menatap jalanan,melihat taemin yang melambai dari bawah.

“seonsangnim..aku tidak enak badan,apa aku bisa pulang?” hye ah berdiri,oh baru kali ini dia berbohong.Hanya tinggal dua jam pelajaran lagi,namun hatinya tidak bisa menahan lagi.”ne kau bisa meminta izin dengan guru piket” kata seonsangnim kecil.

Hye ah mengambil tasnya dan berjalan pelan menundukan kepalanya,meyakinkan semua yang ada di kelas itu bahwa dia sakit.

 

Setelah meminta izin guru piket dia berlari menuruni tangga dan keluar segera melewati lapangan menuju gerbang,taemin yang sudah melihat dari tadi tersenyum

Seperti mempunyai harapan baru.

Hye ah segera menyapa dengan nafas yang tersengal sengal

“hei,,,”

“hei,apa kau bilang pada gurumu kau sakit?”

Hye ah mengangguk dengan cepat

Taemin tertawa renyah “aku juga,kajja”

Hye ah menerima tarikan tangan taemin dengan lembut.

“apa kau memaafkan aku?” taemin bertanya dengan hati hati sambil terus menyetir

“ne,,apa kau berjanji akan terus melihatku,hanya aku seorang?”

Hye ah kaget atas pertanyaan nya tadi,terdengar egois.

Taemin menautkan kedua alisnya

“terdengar egois” katanya sambil tersenyum

“tapi,yaah,,kurasa seterusnya hanya kau bintangku”

Dan sekarang hye ah merasa dirinya sudah tenggelam dalam mimpi mimpi indah.

Taemin,namja yang mampu dan hanya dia yang mampu membuat hye ah merasa kan indahnya mimpi.

 

Seorang dokter melepas kacamatanya dengan raut muka yang dengan mudah di tebak kalau dia pasti agak kecewa.

“kenapa?” Tanya seorang ahjussi agak khawatir

“yah,biasa..darah tinggi mu kambuh”

Yang tadi bertanya hanya menunduk

“apa hidupku tidak akan lama?” Tanya sang ahjussi pelan

“aku dan kau sudah berteman lama,aku tahu kau orang yang kuat,kau pasti akan bertahan sampai kedua anakmu,minho dan hye ah bisa memegang semua perusahaanmu”

Kata sang dokter pelan sambil menepuk pundak dong joon pelan.

“yeah..tapi aku terus di kejar kejar masa lalu soal..”

“soal minho dan istrimu?” Tanya dokter itu dengan pasti mengetahui apa yang ada di pikiran dong joon

Dong joon menghela nafasnya dengan kencang.

Pandangannya menerawang ke masa di mana dia membuat keputusan akan membenci minho anaknya sendiri

 

Flashback

 

“amma,aku mau main ke sana” minho menunjuk ke arah lapangan yang akan di bangun menjadi sebuah gedung.

“ani..bahaya,oke?amma akan buatkan sup dulu untuk sarapan kita”

“ne amma”

Minho hanya menatap bosan dari teras rumahnya.

Usianya yang menginjak 12 tahun membuatnya penasaran akan segala hal yang di sekitarnya.Sejak ada konstruksi dia di larang bermain di lapangan itu.

Minho menatap ke belakang,sudah sepi.

Dia kemudian berlari menuju lapangan itu.

Minho berlari lari di tangah lapangan itu,merasakan hawa yang sejuk di pagi hari

“minho!Amma bilang apa?”

Minho merasakan seseorang menarik tangannya

Mereka berhenti tepat di depan batang besi yang sangat besar di tumpuk menjadi dua bagian.

“mian amma,habisnya aku bosan” minho hanya memamerkan sederet gigi putihnya

“aish,kan ada hye ah,dia bisa menemanimu bermain”

Tiba tiba angin kencang menerpa semua besi batangan itu.Menjatuhkan besi batangan yang sebesar orang dewasa.

“amma!!” minho yang melihat besi besi yang mulai berjatuhan ke arahnya hanya memegang erat baju ammanya.

Hye seok,sang amma ,hanya menatap pasrah ke atasnya,dengan pelan tapi pasti,dia mendorong pelan tubuh minho menjauh.Dan…hanya dia yang menjadi korbannya.

 

Flashback end

 

Seo yeon menatap kelas dengan pandangan kosong

Sampai ada yang mengibas ngibaskan tangannya ke arah wajahnya

“seo yeon ah..” seseorang itu masih berusaha membuyarkan lamunan seo yeon.

“apa?” seo yeon menjawab,namun masih saja dirinya menatap kosong ke arah depan.

“jangan melamun”

“ne”

“seo yeon ah..”

“ye?”

“saranghaeyo”

Seo yeon dengan cepat tersadar dan menatap tajam seseorang itu.

“aish!Key!Jangan membuatku kaget!” seo yeon mendorong pelan tubuh key.

“hehe,habisnya kalau tidak seperti itu,kau akan melamun sampai pulang”

“hahaha,masa?”

Mereka tertawa,sebetulnya key hanya kasihan dengan seo yeon yang seperti mayat hidup sejak tadi.

Minho,temannya,sekaligus playboy kelas kakap di sekolahnya.

Dengan kharsma tingginya membuat semua yeoja di sekolah ini bertekuk lutut padanya,kemudian menjatuhkan dengan mudah yeoja yeoja yang menyukainya.

“maafkan minho ya” key menyelak tawa mereka

“huh?untuk apa?” tanya seo yeon acuh.

“untuk air matamu”

“gwencha,aku sudah memutuskan untuk melupakannya”

Key melihat betapa sendunya wajah seo yeon

“walau berat” lanjut seo yeon

 

Soo seok keluar dengan pelan dari ruang laboratorium.

Dirinya masih sakit ketika melihat minho mencium seo yeon temannya.

Yah dia memang bukan siapa siapa lagi untuk minho,

Dia berjanji untuk melupakan minho,tapi entah kenapa dirinya masih saja memperhatikan minho.

 

BUK

“aw” soo seok mengangkat kepalanya melihat seseorang yang menubruknya

“seo yeon?”

Seo yeon yang tiba tiba mengingat kejadian dimana dirinya adalah orang yang paling bersalah segera membungkuk.

“mianhaeyo,aku tidak tahu soal kau dan minho…” katanya lirih

“kau tahu darimana?”

“k..key”

Seo yeon membantu soo seok yang jatuh terduduk.Soo seok hanya tersenyum.

Bukan senyum kesedihan,tapi senyum penuh arti

“gwenchana,kau boleh mmilikinya,aku,dengan sendirinya akan melupakannya dan akan menemukan yang lebih baik” soo seok kemudian meninggalkan seo yeon yang menarik kedua sudut bibirnya membuat sebuah senyuman.

Kali ini,mungkin jahat,tapi apa salahnya?

Menerima minho dengan segala keburukannya dan perhatiannya?
Yeah seo yeon berlari cepat mencari minho,mungkin ini akan menjadi akhir yang baik.

 

DRT DRT DRT

Minho membuka ponselnya dengan malas

‘Hye Ah Pabo’ tertera dengan jelas di layar ponselnya

“mau apa dia menelfonku?”

Minho,Key,Jinki dan Jonghyun sedang berada di ‘gudang’ seperti biasanya.

Tidak ada taemin yang membolos dan pergi dengan hye ah,tapi sekarang hye ah malah menelponnya.

“mungkin dia mau bertanya bagaimana berciuman yang baik hahaha” celetuk key.

“aish!Awas saja taemin kalau adikku kenapa-kenapa!” bentak minho lalu mengangkat telponnya.

“yobo,jangan pamer kalau kau kencan dengan taemin”

Yang lain hanya tertawa kecil,kalau menyangkut yeodongsaengnya minho akan menjadi orang yang Moody dan asal bicara.

Minho mengerutkan alisnya kemudian menutup ponselnya dengan cepat.

“ada apa?apa taemin berbuat aneh?” tanya jonghyun dengan nada menggoda

Tapi minho sama sekali tidak memperdulikannya dan meninggalkan ‘gudang’ mereka.

“ada apa sih?” tanya jinki khawatir.

Hye ah yeodongsaeng minho yang manis dan sudah kenal dekat dengan ke empat temannya.

Jadi wajar jika mereka khawatir kalau hye ah kenapa-kenapa.

 

“Minho usiamu bahkan baru saja menginjak 17 tahun” bentak minho dalam hatinya.

Dia mengendarai motor terlalu cepat.

Pikirannya yang masih buyar belum berhasil di satukan

“oppa!Kata salah satu pelayan appa pingsan,sekarang masa kritis” kata hye ah masih terngiang di otaknya.Appa nya memang sering jatuh pingsan,tetapi ini berbeda,appanya memasuki masa berbahaya,yang dengan resiko..dia akan menjadi kepala keluarga..

 

Seo yeon mendapati ketiga orang yang masih serius mengobrol bahkan tidak menyadari kedatangannya.

“minho mana?” tanyanya dengan cepat.

“entahlah,tadi hye ah menelfon,kemudian dia menghilang begitu saja” jawab key asal.

Seo yeon hanya ber’oh’ ria dan keluar dari ‘gudang’ mereka.

 

“oppa!bagaimana ini?” tanya hye ah sambil memeluk minho.

“molla” minho hanya membalas pelukan hye ah,dirirnya masih belum siap kehilangan appanya.

Meski appanya cukup tak adil dengan dirinya,tapi dia tahu itu juga karena kenakalannya.

“minho ya,kau di panggil appamu” kata sang dokter keluar dari kamar dong joon.

Minho melepaskan pelukannya dari hye ah,dia terlalu gugup.

‘apa akan seperti di drama?bahwa ini perkataan yang terakhir?ani!’ minho menelengkan kepalanya.

“minho” suara lirih menelusup ke telinganya.

“ne appa?”

“seo yeon anak yang baik ya?dia lebih membuat kita menjadi dekat”

‘kok malah ngomongin seo yeon sih?!’ tanya minho dalam hati

“menurutmu bagaimana?apa dia anak yang baik?aah..kurasa kalian saling menyukai”

Minho mengangkat sebelah alisnya

“maksud appa?” dirinya tahu apa maksud appanya itu,dan memang benar bahwa dirinya menyukai seo yeon.Dia masih mengingat bagaimana dirinya mencium seo yeon,dan seo yeon tidak melakukan pemberontakan apapun,apa itu artinya seo yeon menyukai dirinya?Tapi kenapa tadi seo yeon menangkal bahwa dia dan seo yeon sudah berpacaran?dasar nice girl.

 

“aku tahu,kalian kan pernah tidur bersama”

Minho merasa benar benar tertohok,bagaimana appanya bisa tahu?

“seorang pelayan memberitahu ku” kata dong joon pelan seolah bisa membaca pikiran anaknya.

“em,,itu kan karena aku ketiduran,lagi pula dia tidak tidur bersamaku kok,dia tidur di kamarku”

Minho kemudian dengan mata besar nya membuatnya menjadi lebih besar.

Kalimat tadi adalah kalimat terpanjang yang di ucapkannya setelah berapa tahun lamanya dia dan hubungan appanya mendingin.

“benar kan?seo yeon membuat kita lebih dekat?tadi adalah kalimat terpanjangmu minho”

Dong joon hanya tersenyum.

“mianhaeyo appa” minho mennunduk,air matanya bisa turun nantinya

“yah..mianhae..apa kau mau mengabulkan permintaanku?”

“apa?”

“nantinya,ketika kalian cukup umur…menikahlah”

“heh?aku saja tidak tahu perasaannya”

“tapi kau mau kan?” goda appanya

Minho hanya mengangguk pelan

“kalau begitu sekarang keluar dari kamarku dan belilah cincin,yang indah oke?”

Dong joon mendorong pelan tubuh minho

Minho hanya mengangguk dan keluar dari kamar appanya

“apa yang appa katakan padamu?”

“hanya soal..yah urusan laki laki” jawab minho malu sambil terus jalan.

“heh!mau kemana?” bentak hye ah

Minho yang merasa terburu buru segera berlari ke arah motor sportnya

“mau melamar” katanya sambil berteriak.Hye ah menangkat sebelah alisnya kemudian tersenyum.’akhirnya’

 

Seo Yeon beberapa kali mendesah.

Memang dia pintar dan cermat (udah deh si yessica fly =.=)

Tapi dia ceroboh..(sorry yess)

buktinya..dia sekarang malah turun di Incheon.

Jauh banget kan?Cuma karena dia ketiduran.Apa yang bisa di lakukannya?

Seo yeon menegak coca colanya dan menatap ponselnya.Tidak ada seorangpun yang mengangkat telponnya.Dengan entengnya waktu itu dia berkata ‘tenang,ponselku ada gpsnya kok’ dan sekarang dia tertawa pahit menyadari kebodohannya.

Tik tik

Seo yeon menatap langit,gelap.

Dirinya sudah basah oleh air air yang turun perlahan membasahi bumi.

kemudian dia berlari lari mengitari jalanan yang sudah sepi,dia tidak peduli akan penglihatan orang orang yang menganggap dirinya aneh.

Entah kenapa perasaan nya lebih ringan.

“seo yeon?” seseorang menghentikan langkahnya yang berirama.

“loh?key?”

“ngapain kamu main hujan?” Yang ditanya hanya tertawa kecil.

“aku tersesat”

“aish pantas aja si minho dari tadi telpon aku,ya udah ke rumah aku aja ya?nanti aku suruh minho jemput kamu” key menarik tangan seo yeon dan memayunginya.

 

“kamu gak takut sakit?nih ada baju aku,lagian kan ukuran kita sama”

key menyodorkan kemeja putih dan rok merah kotak kotak dengan aksen strip hitam

“lah?kok kamu ada rok juga sih?” tanya seo yeon khawatir,jangan jangan key cewek yang berdandan ala cowok,abisnya kulitnya putih mulus,terus sekarang rambutnya di bikin kayak yeoja,gak kayak kemarin mohawk.

“heh!jangan pasang tampang horor gitu ah!Itu punya kakak aku,sekarang dia udah nikah dan tinggal sama suaminya”

Seo yeon hanya membentuk huruf ‘o’.

Seo yeon memasuki kamar mandi dengan design ala eropa barat jaman dahulu.Wangi lavender menelusup ke hidungnya.

‘dasar orang kaya!’ gerutu seo yeon ngeliat kamar mandi key.

Kamar mandinya sebesar kamar tidur yang ada di rumah ahjussi dong joon sekarang.

Bathtub yang terbuat dari marmer putih dan gak jauh ada shower pink pucat.

Seo yeon tertawa kecil ketika melihat kloset putih dengan tempelan kedua mata dan di pinggirannya ada tempelan bibir merah seolah olah orang membuka mulutnya lebar.

‘lelucon orang kaya’.

 

“yobo!heh!Minho!Jaga dong yeochingumu baik baik masa dia bisa sampai ke incheon!apa…”

key berhenti mengomel saat dirinya melihat lekuk tubuh seo yeon dengan kemeja putih yang agak transparan membuat lekuk tubuh seo yeon tertampang jelas.

Juga rok noona nya yang terlalu kecil sampai 10cm di atas lutut.

Key menelan ludahnya berhenti beberapa saat.

“yobo?”

“ah..ne..ne..pokoknya kau harus menjemputnya sekarang juga!Apa kata umma ku nanti!?”

Key menutup ponselnya dan kembali memandangi seo yeon.

“wae?”

“eh..ani..apa..ma..minum?” tanya key tergagap.

“boleh”

“kau mau apa?”

“aku mau coklat panas saja”

“akan segera datang ma’am” key mengecup pelan punggung tangan seo yeon dan pergi

Seo yeon hanya tertawa sekilas saja.

 

‘Omona!Wangi banget!’ teriak key dalam hati.

“key,minho lama ya?” tanya seo yeon sambil menyeruput coklat panasnya.

“ne..”

“huh aku bosan”

“kita main saja”

“main apa?”

Key terdiam,dia kan sudah dewasa,apa yang mau di mainkannya?

Ting tong

“ah syukurlah” kata seo yeon kemudian bangkit

 

“seo yeon?” sama seperti key tadi minho juga lost connection

“ne?”

“ani,kajja” tarik minho

“minho ya..kau basah”

minho memeras poninya yang basah akibat hujan yang cukup deras,untung saja saat dia sampai kesini sudah reda.

“gwencahana”

“seo yeon!” panggil key menghentikan kaki mereka.

“hati hati” key mengecup pelan kening seo yeon.Minho menatap tajam key,kemudian mendorong seo yeon yang mukanya siap untuk menggoreng telur.

“kau duluan,aku ada urusan dengan key” katanya pelan.

“ne,annyeong key”

 

“jadi kau cemburu?” tanya key santai

“tentu saja!”

“akhirnya kau mengakuinya,ya sudah soo seok untukku saja”

“yayaya,terserah kau” minho membalikkan badannya secara serentak dan meninggalkan key yang masuk ke rumahnya.

 

“minho,jangan ngebut,aku takut”  seo yeon mengeratkan pelukannya

Minho hanya tersenyum mendengarnya.

“minho!Aku turun nih!”

“yaya nice girl”

 

“ahjussi….” seo yeon segera memeluk ahjussi yang tersenyum

“ah kau habis kencan dengan minho ya?”

“he?aku tersesat,lalu minho menjemputku” jawab seo yeon dengan tampang innocentnya

“ahjussi,,cepat sembuh ya ^^,ahjussi mau bubur?”
“ani,,aku sudah makan”

“oh,yasudah,nanti aku akan kesini lagi” seo yeon berlari kecil meninggalkan minho dengan dong joon

Kemudian saat di ambang pintu seo yeon terhenti.

“baik baiklah dengan minho” katanya masih tetap tersenyum

Dong joon hanya tersenyum

“appa,aku rasa aku belum siap melamarnya”

“aku takut di tolak eh?”

Minho hanya mengangguk pelan.

 

Seo yeon menatap ponselnya.Gambar minho dengan jelas tertampang di situ.

Dengan sebut sebutan yang aneh ‘bad boy cute’, ‘bad boy laugh’

dan semacamnya.

Walaupun sekarang minho tidak seburuk yang sekarang.

Tok Tok

“masuk”

Minho menelan ludahnya ketika melihat dengan jelas seo yeon berbaring dan terlihat belahan *ehem dadanya.

“wae?” seo yeon yang sepertinya sadar duduk di ranjangnya.

“ani” minho duduk di sebelahnya

“ajarkan aku fisika,sebentar lagi ulangan kan?”

“aish minho!Aku capai,besok pagi saja”

“jebal” minho menunjukkan muka ‘aegyo’ nya dan membuat pertahanan seo yeon runtuh.

 

Seo yeon masih serius dengan penjelasannya,sesekali minho mengangguk,tapi matanya masih saja memperhatikan seo yeon.Mata coklat tuanya,hidungnya yang mungil,dan bibir merahnya,bibir…

minho mendekatkan wajahnya ke arah wajah seo yeon.

“nah nger..” seo yeon yang berbalik arah menatap minho seketika diam.

Nafas minho terdengar jelas.

Dengan lembut dan pasti.Sekarang mereka sudah menempelkan bibir mereka masing masing.”miimhh..” seo yeon yang ingin mengatakan sesuatu dengan segera di hentikan oleh lumatan bibir minho.

Seo yeon dengan tenaga yang di kumpulkannya mendorong tubuh minho.

“Minho ya!Kau gila!” bentak seo yeon mengelap bibirnya.

DRT DRT

Seo yeon melihat layar ponselnya.

‘mama^^’

“halo?kenapa ma?”

Minho mengangkat sebelah alisnya,tidak mengerti apa yang di ucapkan seo yeon.

“Hah?iya aku sebentar lagi kenaikan kelas,yeah  lumayan….heh?em..oke”

Seo yeon menutup telponnya.

“waeyo?”

Seo yeon merasakan lidahnya kelu,kenapa di saat dia sangat sangat menyukai minho..

“heh!?Kutanya malah diam”

“Aish!Minho apa maumu sih?aku sedang bete tau!(pake bhs.indo ya)”

“hah?apa yang kaukatakan sih?aku tidak mengerti,jangan  pakai bahasamu jika berbicara dengan ku” gertak minho

Seo yeon membanting ponselnya ke ranjangnya dan beranjak pergi

“hei hei!Mau kemana kau?” minho mencengkram  tangan seo yeon

“mau makan”

“bagaimana soal fisika nya?kan besok ulangan…lagian kan kau guruku..”

Seo yeon menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya.

Membanting tangan minho ke udara.

“Masa Bodo dengan FISIKA!!Masa Bodo dengan ulangan besok!Masa Bodo dengan Kau!!”

Bentak seo yeon berlari ke luar dari kamarnya.

‘semoga minho membenciku’ bisik seo yeon dalam hati.

 

Tbc

 

Waaaaahhh sedih deh bentar lagi tamat…

Hueeee….makasih sama reader setia Bad boy ya ^^

Ya udah deh tinggal nunggu yessica bikin end nya…

Bye bye..love you all

Need your comment^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

26 thoughts on “Bad Boy Meet Nice Girl – Part 5”

  1. Bntar lgi end?? Jdi gg sbar bca end nya,, uhh mkin seru,, si minho uda ngaku prsaan nya,, minho cpt d’utrain dong ntar d’rbut org,,

  2. oalah~ yg dimaksud dgn mesum itu, itu toh~ tapi itu kagak mesum-mesum amat kok saeng-saeng ku~
    hihihi~ bentar lagi end ya?? penasaran endingnya~ hohoho~
    ASAP ya~ ^^

  3. Whaaa..
    Udh ad part 5 na..
    Heehehehhe
    Bgs” 😀
    Crt na emg seruu..
    Wkwkwwk..
    Dah mw ending??
    Buruan y, pngn cpt” tw ending na..
    Hhehehehe 😀 😀

  4. thor… maaf ya komennya cm d part ini… soalnya aku g tau ada ff ini, stlh part 5 dpublish br aku bc, jd ngebut bcnya dr part 1 smpai 5, hehehe, em… sprtnya pubnya jaraknya lama yah… ini jg mau ending… seru thor critanya… gomawo…

  5. @All : Gomawo udah comment 🙂
    Mian, gak bisa balas satu per satu ..
    Nanti kalau ada waktu, aku balas satu per satu deh ^__^
    Oya, semuanya pada bilang lambat update ya ??
    Hmm, ntu karena ada kesalahan teknis ..
    Jadi ceritanya, teman aku, joe lupa ngirim part 5 nya ..
    Padahal aku udah ngirim part 6 ..
    Makanya dari itu, part 5 nya terlambat di publish
    Mian semuanya .. *Bow*
    Keep Comment for The Ending Part 🙂

    –Gamshahamnida–

  6. Huaaaaaa masih TBC lagii 😦

    Padahal ini FF pertama yang aku baca dari awal
    Sampe abis –_–‘

    Pokoknya bikin ‘next part’-nya ga boleh lamaaaa !

Leave a Reply to pinky~hyena Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s