[FF PARTY] My Lovely Brother – Part 2 (END)

Title                 : My  Lovely Brother Part 2

Author             : Zeckyu a.k.a Park Min Rin

Main Cast        : Lee Jinki Shinee dan Park Min Rin (author)

Suport Cast     : Other member shinee

Genre              : friendship, romance

Length             : two shot

Rating             : General

Ket                  : Sekedar berpartisipasi

My Lovely Brother Part 2

Aku menendang-nendang kerikil yang ada di jalan setapak yang ada di pinggir sungai Han. Hari ini, aku pulang sendiri. Tentu saja,, rumahku berbeda arah dengan rumah Jinki.

Aku sendiri tak mengerti, mengapa dia kemarin-kemarin pulang denganku. Padahal aku tau persis begitu kami berpisah di gang rumahku, dia dijemput mobil mewah.

”Haaah…….. terserah dia sajalah……..” kataku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. Sepertinya penyakitku kumat,, berbicara sendiri! Haha

”Dia siapa?” tiba-tiba ada seseorang yang yang berbicara tepat di samping telingaku. Eeeh???

Aku menoleh. ”Jinki?? Kau mengikutiku?”tanyaku aneh. Dia hanya nyengir.

”Hehe… kau tidak keberatan kan? Aku senang suasana di sungai ini. Jadi aku mengajakmu duduk-duduk lagi di sini. Kalau sendirian saja pasti tidak menyenangkan. Kau mau kan duduk di sini denganku??”

Bluush……… mukaku memerah. Jinki… kenapa kau berkata seperti itu? aku takut… aku takut menyukaimu. Padahal aku membenci namja. Tapi kenapa dengan Jinki aku justru merasa nyaman?

”Minnie… kau sakit? Wajahmu merah sekali!” Jinki menatapku dengan khawatir.

”Ah~ aniyo Jinki ssi…” aku membuang mukaku.

”Jinki?? Kenapa kau memanggilku Jinki? Aku kan sudah bilang panggil aku Onew!” Jinki terlihat cemberut. Ia menghempaskan tubuhnya di rumput.

”Eh?? Benarkah? Kapan?” aku mengikutinya duduk di rumput. Emang dia pernah ya memintaku memanggilnya Onew? Aku tidak ingat…

”Kau ini… hari pertama aku masuk kelas aku berkata seperti itu!” jinki menggembungkan pipinya.

Haha…. lucu sekali.

”Ah iya… aku ingat… jwesonghamnida Jinki eh Onew ssi…” aku menatapnya dengan pandangan menyesal.

”Ne ne,,, gwaenchana… Onew saja. Tak perlu embel-embel ssi.”

“arasseo…”

^_^

“Bagaimana harimu?” umma seperti biasa menanyaiku.

”Yaaah menyenangkan..”

”Apakah itu karena Onew?” Umma tersenyum.

”Eeh?” aku tergeragap. ” Kenapa umma bertanya begitu? Tentu saja bukan karena dia!” aku mengelak.

Umma lagi-lagi tersenyum.

”Tidak… hanya saja,,, umma senang kau sudah memiliki teman sekarang. Umma lega ada yang menjagamu di sekolah sekarang. Umma tak bisa menjagamu langsung jika kau ada di sekolah….”  umma menatapku lembut.

Aku berlari memeluk umma. Aku beruntung sekali memiliki umma yang senantiasa memperhatikanku. Aku merasa menyesal dengan perlakuanku tempo hari padanya.

”Mianhamnida umma… jeongmal mianhae…” kurasa air mataku sudah membasahi punggung umma. Umma mengelus rambutku dan terus mengeratkan pelukannya.

“Gwaenchana Min Rin.. umma yang salah. Umma tidak memikirkan perasaan Min Rin setelah umma bercerai dengan appa.”

Aku menangis semakin keras. Sebab, hingga kini aku memang masih belum bisa merelakan jika umma akan menikah lagi. Aku takut hal itu kembali terjadi pada umma.

^_^

”Minnie…” aku terlonjak kaget.

Onew.. lagi-lagi dia mengganggu konsetrasi membacaku.

“Kau ini.. tidak bosan apa membaca terus?” Jinki menarik novel yang kupegang dan membolak-balik isinya.

“Membosankann……..” katanya sambil melemparkan novel itu ke arahku.

Huup….. aku menangkapnya. Uuuh… Lee Jinki sialan… ini kan buku perpustakaan.. jika rusak aku bisa dipaksa mengganti 3x lipat dari harga sebenarnya… iiisssh

”Bagaimana kalau nanti kita pulang bersama?” Jinki menatapku meminta pertimbangan. Hei,, tidak salah?

”Bukannya kita memang pulang bersama tiap hari? Kau mengikutiku….” sindirku. Onew hanya tertawa.

Pulang sekolah………

Onew terlihat menungguku sambil memainkan hapenya. Kelas sudah sepi. Aku mempercepat membereskan bukuku dan memasukkannya ke dalam tas.

”Ayo…” aku menhampiri Onew dan melangkah mendahuluinya ke luar kelas. Onew menjajariku.

”Bagaimana kalau kita membeli ice cream di sana? Sepertinya menyenangkan duduk di pinggir sungai Han sambil makan ice cream.” Usul Onew sambil menunjuk ke pejual ice cream keliling di seberang jalan.

“Ne,,,” aku mengangguk setuju.

“kkaja…” Onew segera berlari menghampiri penjual ice cream. Aku mengikutinya dari belakang.

Selesai membeli, kami berjalan bersama menuju sungai Han. Onew menenteng plastik berisi ice cream kami. Kami berbincang ringan.

Sampai di pinggir sungai Han, tiba-tiba hujan turun.

“Ahh hujan… ayo kita berteduh di bawah jembatan sana..!” kata Onew sambil berlari. Aku mengikutinya. Ahh… larinya cepat sekali. Aku tertinggal.

”Jangan tinggalkan akuu” teriakku. Onew berhenti dan menoleh ke arahku. Dia berbalik dan menggenggam tanganku erat.

”Ayo….” kami berlari bersama dalam hujan. Tangannya hangat… aku tersenyum. Rasanya hatiku ikut menghangat. Kami sudah sampai di bawah jembatan.

”Deras sekali… kalau sudah basah begini,, apa boleh buat?” Onew menggumam pelan. Aku hanya diam.

“Oh iya ice creamnya,,,” Onew segera membuka kantung plastik yang dibawanya. “Ahh…. sudah mencair!” kesalnya. Aku hanya tertawa pelan melihat ekspresinya. aku tak percaya bisa seakrab ini dengan Onew. Padahal aku membenci namja.

“Tapi masih bisa dimakan kok…” Onew menyodorkan satu ice cream kepadaku. Ketika aku menghadap Onew untuk menerima ice cream,, tiba-tiba dia memalingkan mukanya. Wajahnya memerah.

Eeeh??

“ada apa?” tanyaku bingung. Aku tidak jadi mengambil ice cream.

“Tidak,, andai saja ada handuk…” Katanya. Wajahnya semakin memerah. Ia bahkan tak memandangku sama sekali.

Haaah???

Aku menunduk melihat bajuku.

Kyaaaaa….. dalaman warna biruku tercetak dengan jelas. Gara-gara kehujanan, jadi kelihatan. Eottohke?? Aku malu sekali >////<

Aku menarik baju depanku supaya dalamanku tidak terekspos terlalu jelas. Kami jadi canggung. Hampir sepuluh menit kami berdiam diri dengan pikiran kami sendiri. Hujan masih deras. Padahal aku sudah malu sekali, ingin segera pergi dari sini.

”Park Min Rin…” kudengar Onew memanggilku. Suaranya bergetar. Entah kenapa,, tiba-tiba aku merasa takut.

”Anu….aku…” Onew melanjutkan bicaranya. Wajahnya semakin memerah. Oh tidak,,, aku benar-benar takut. Bagaimana kalau Onew berbuat yang tidak-tidak padaku??

Aku segera berlari sebelum Onew menyelesaikan bicaranya. Mianhae Onew,, aku benar-benar takut saat ini. Aku menembus hujan dengan linglung. Ah.. apa yang dipikirkan Onew sekarang tentangku??

^_^

“Jadi kau kehujanan? Umma pikir kau terjatuh di sumur…” canda umma padaku ketika kami makan siang. Aku hanya meringis…

”Nanti umma siapkan seragam lain untuk besok. Ini,,, umma membuat bubur kacang hijau. Makanlah selagi hangat!! Kau pasti kedinginan…” kata umma sambil menyerahkan semangkuk bubur kacang hijau padaku.

Aku mencobanya,,,

”Hmm… mashita!” pujiku. Umma hanya tersenyum.

”Emm,,,, Rin-ah..” Umma memanggilku pelan. Seperti ragu-ragu.

”Ne??” aku mengalihkan dari makananku dan memandang umma. Sepertinya, aku sudah mulai bisa menebak arah pembicaraan ini.

”Jadi,,, apa umma,,, boleh … err menikah lagi?” tanya umma hati-hati.

Aku hanya terdiam. Aku sadar sekali umma pasti akan membicarakan hal ini cepat atau lambat. Tapi aku sudah bertekad kemarin,,, aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan umma.

”n..Ne umma……. selamat ya…!” aku memaksakan senyumku pada umma dan langsung berlari ke kamarku dengan menangis. Umma pasti merasa bersalah sekali melihat responku yang seperti ini. Tapi sudahlah, aku juga tak dapat membohongi hatiku sendiri. Sedih rasanya mengingat akan ada orang lain yang memaksamu memnggilnya appa,, padahal kau memiliki appa kandung sendiri.

Aku duduk di meja belajarku. Mengambil pen dan kertas surat. Aku mulai menulis. Entahlah,, sejak Onew memberikan padaku kartu pos,, aku jadi gemar sekali menceritakan apa yang aku rasakan pada appa melalui kartu pos. Kapasitasnya sedikit memang, tapi itu sudah cukup mewakili perasaanku.

Aku,, merindukan appa. Di mana dia sekarang??

^_^

Di sekolah…….. pagi hari

Aku meletakkan buku-bukuku ke loker. Aku belum bertemu Onew pagi ini. Ahh~ apa yang harus kulakukan jika bertemu dengannya??

Seperti dugaanku, tak lama kemudian Onew datang. Mukaku kembali memerah mengingat kemarin.

”anyeong,,” dia menyapa teman-teman. Hh.. eottohke?? Sepertinya aku harus meminta maaf gara-gara aku pergi begitu saja kemarin.

Aku menghela nafas. ”err…Onew..” panggilku sambil menutup pintu loker.

Kulihat Onew menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku.

”ada yang ingin kubicarakan…nanti kita pulang bersama lagi ya..” kataku sambil menundukkan kepalaku. Aku masih malu.

”Ne…” onew langsung pergi meninggalkanku. Huuuft…. aku lega.

^_^

Aku memandang sungai Han. Aku tak punya keberanian untuk menatap wajah Onew langsung.

”masalah kemarin,, maaf ya!! Aku langsung pulang begitu saja.” Aku menoleh menghadap Onew. Kulihat Onew sedikit salah tingkah.

“ah,,eh,,,soal itu ya,,,” wajahnya memerah. Lho kenapa jadi dia yang malu?

”eh??” tanyaku tidak mengerti.

”a..aniyo,,” dia semakin gugup.

“anu,,” sepertinya dia ingin berbicara,, tapi kupotong segera

“Ummaku berkata kalau dia ingin menikah… tapi aku tidak bisa merasa ikut senang, aku,, tidak mengenal pria itu..” hhh,, aku tidak tau pembicaraan macam apa ini,, tapi aku ingin tau pendapat Onew tentang masalah ini. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa.

Tidak ada respon. Onew terdiam. Aku menatapnya heran,, dia seperti,,, terluka.

“Itu appaku…..” katanya tiba-tiba.

Mwo?? Mataku membelalak lebar tak percaya. Lelucon apa ini??

”Sebelum aku pindah ke sini, sebenarnya aku sudah mengetahui rencana pernikahan mereka. Aku juga mendengar soal Minnie…jadi aku ingin cepat akrab denganmu. Aku ingin membuat mereka lega karena mereka sudah mengkhawatirkan kita. Lalu aku..”

PLAKKK………

Aku menampar pipi Onew dengan keras. Aku tak menyangka Onew bisa berkata seperti itu.

”Lalu .. karena itu kamu baik padaku?? karena itu kau mendekatiku?? Dari awal.. itu rencanamu akrab denganku?? Kamu hanya diam melihatku. Pura-pura tak mengetahui semua yang terjadi….kkau ..” aku menghela nafas berat. Aku benar-benar merasa terguncang dengan semua ini.

“bbu…bukan begitu…” Onew mencoba menyangkal.

“PEMBOHONG!!” semburku keras. Diaa….. jahat sekali mempermainkanku seperti itu.

Onew terlihat terkejut mendengarku berkata sekeras itu.

”Aku tidak bohong…aku hanya ingin tau kamu itu seperti apa..jadi aku merahasiakannya untuk mengejutkanmu.”

”Kau kira aku senang dengan kejutan itu?? Tidak ada yang memikirkan perasaanku sedikitpun…” aku membentak Onew dengan marah. Mataku mulai memerah.

”Itu tidak benar!! Soalnya aku sendiri yang nggak bisa memberitahumu terus.. semakin lama aku semakin tidak bisa memberitahumuu!!” Onew juga terlihat menahan air matanya.

Aku akan menjadi kakak adik dengan Onew. Hatiku sakit mengetahuinya.

”Karena aku terus memikirkan Minnie!!” kata Onew dengan lirih.

Apa maksudnya??

”Pulanglah,,, jangan ikuti aku lagi!!” sentakku padanya. Air mataku sudah mengalir deras.

Onew menatapku dengan putus asa.

“Mianhae..” katanya dan berbalik arah meninggalkanku. Aku menatap punggung Onew yang menjauh. Hatiku sakit sekali.

Padahal aku merasa senang… walaupun kami baru kenal, walaupun aku tidak memperdulikannya,, dia tetap menungguku berbicara dengannya.. dia tetap tersenyum padaku.

Sedikit demi sedikit.. rasa itu mulai datang menghampiri. Kalau pada akhirnya akan berakhir sebelum dimulai,, aku tidak membutuhkan perasaan ini!!

^_^

“anyeong Rin-ah… hari ini tidak tercebur sumur kan??” umma menyapaku dengan riang seperti biasa. Aku merasa sakit hati dengan umma. Dia juga turut andil dengan kesalahan Onew hari ini.

”Tukang laundrynya bilang bahwa seragammu sudah bisa diambil be..”

BRAKKK

Aku membanting pintu dengan kasar. Aku benci umma… aku benci Onew.. mereka semua membohongiku. Pantas aja, umma tahu kalau ada anak baru di kelasku. Dia tahu namanya bahkan dia juga tau kalau kami berteman. Padahal aku tak pernah menceritakan hal itu padanya sebelumnya.

Aku membanting badanku ke kasur. Dadaku sesak…. Apa ini? Aku benar-benar tak percaya orang-orang terdekatku membohongiku seperti ini. Tega sekali……..

Appa… kau ke mana? Aku ingin bersamamu saja.. aku lelah appa.. kenapa kau pergi begitu saja?? Kenapa kau meninggalkanku? Aku di sini sendirian appa…

Air mataku terus mengalir. Semalaman aku tidak bisa tidur dan terus-terusan menangis. Ini terlalu berat untukku.

^_^

Aku melangkah ke kelas dengan gontai. Aku sudah memutuskan, mulai hari ini aku tidak akan peduli dengan siapapun. Baik umma maupun Onew. Terserah apa yang mereka lakukan. Aku tak peduli. Aku juga akan pindah tempat duduk, tak sudi rasanya duduk bersama dengan Onew setelah apa yang dilakukannya.

Aku meletakkan tasku di samping Chae Ra.. kulihat dia sedikit terkejut. Tapi kemudian membiarkanku. Dia tipe yeoja yang tak banyak omong dan cuek. Jadi,, kupikir kami tak akan saling mengganggu privasi, mengingat aku juga tak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarku.

Aku membuka novel yang baru kemarin kupinjam dari perpustakaan. Hh…tentu saja aku tak mungkin membaca novel ini. Tak akan fokus. Hanya sebagai kedok saja. Dalam posisi seperti membaca buku,, pikiranku mulai melantur. Kosong.

“Onew,, hari ini piketmu kan?” aku tersentak mendengar ada yang memanggil Onew. Dia sudah datang rupanya.

Kulihat dia terkejut melihatku tidak duduk di tempat biasanya. Wajahnya seperti kecewa.Hh,,, apa peduliku??

Sungai Han,, sepulang sekolah

‘Hmm…… 13 surat,, banyak juga yang kutulis’ gumamku sambil menatap kertas suratku yang berserakan di atas rumput. Aku menatap sungai Han…

‘apa aku hanyutkan saja ya? Lagi pula aku tak mungkin mengirimkannya, aku tak punya alamat appa…’

Aku menerawang menatap capung yang hinggap di tanganku.

Ingatanku kembali ke masa kecil.. saat itu sama seperti ini,, di sini,, di jam yang sama.

Minnie..Minnie… lihat,, capungnya berhenti lho!!” appa berkata sambil menunjuk capung yang hinggap di tangan kecilku.

”Jangan bergerak ya..” kata umma sambil tertawa melihatku begitu senang.

”Capung?? ” aku begitu antusias melihatnya.

Eeeh… yah…

”Capungnya terbang ya..” kata appa sambil memelukku, mengusap kepalaku yang merasa kecewa.

”Tak apa.. nanti kita cari lagi bersama-sama ya…” kata umma ikut memelukku.

Kenapa? Kenapa tidak tetap seperti ini saja?

Kenapa umma tidak seperti umma yang dulu?

Kenapa teman tidak bisa menjadi teman biasa?

Kenapa aku tidak ramah terhadap teman-temanku yang lainya??

Aku menatap daun yang jatuh di pundakku. Aku mengambilnya dan mencoba meniupnya.

”Tidak bisa.. daunnya sobek appa!!”

“Kalau sudah besar nanti pasti bunyi… daunnya tak akan sobek!” kata appa sambil menggendongku.

Hhh… tetap saja nggak bisa bunyi. Daunnya sobek,

Ayah Pembohong!!

Aku mengambil kertas-kertas surat tersebut, menyusunnya jadi satu. Ketika aku mencoba merobeknya..

”Mau dirobek?”

itu… suara Onew.

Aku tetap merobek kertas itu.

”Itu surat kan??” Onew menarik tanganku hingga surat-surat itu terlepas. Dia menggenggam tanganku erat. Aku berdiri dan mencoba memberontak. Apa yang dilakukannya??

Dia pikir dia siapa??

”Tidak… lepaskan!!” aku mulai berteriak.

Onew memegang kedua tanganku dengan erat.

“Minnie… tunggu.. kumohon….dengarkan aku dulu..” paksa Onew.

”Aku sudah dengar… sekarang kita bisa menjadi kakak adik yang akrab kan??” teriakku. Aku tidak lagi memberontak. Percuma saja, tenaga Onew jauh lebih besar dibanding aku.

”Minnie,,,,” Onew merengkuhku di pelukannya. Aku menangis sejadi-jadinya.

Padahal aku tahu… Onew tak bermaksud menyakitiku.

”eommaku meninggal karena sakit. Aku tidak mengerti.. tiba-tiba saja ia menghilang ketika aku masih kecil. Setiap kali aku menangis, appa selalu berkata.. Ayo Berusahalah…. dan aku selalu berpikir, kenapa appa baik-baik saja.” onew menghela nafas.

Aku melepaskan diri dari pelukannya dan duduk di atas rumput. Onew ikut duduk di sampingku.

”Tapi tiga tahun kemudian, aku melihat appa menangis sambil memanggil nama eomma. Pasti dia selalu merasa sedih… ”

”aku jadi merasa lega, karena sosok umma tak pernah hilang dari appa. Ketika suatu kali dia berkata ingin menikah lagi,,,” Onew menatapku sambil tersenyum.

”Aku berharap appa selalu bahagia!”

Aku menunduk mendengarnya.

”Berbeda sekali…. umma berpisah dengan appa karena dia membenci appa. Aku juga cuma bisa mengingat apa yang terjadi di pinggiran sungai ini saja. Sebentar lagi,, semuanya pasti akan menghilang,,, semuanya akan dilupakan,,” aku menatap Onew.

“Semuanya?? Tidak mungkin…” sahutnya

“Pasti akan teringat lagi. Sampai berapa kalipun.” katanya optimis dan tersenyum menatapku.

Apakah perasaan ini juga tak akan hilang?? Perasaanku kepadanya..

”Aku juga,, tak akan melupakan tepian sungai Han ini..” kata Onew sambil mengerling ke arahku.

Apa maksudnya??

“Setiap kali berjalan di belakangmu… aku selalu merasa bingung. Mana yang harus kudahulukan..menjadi kakak beradik atau…”

“…ng….aku selalu ingin mengatakannya…tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya…”

Aku menatap Onew yang terlihat malu. Apakah Onew juga memiliki perasaan yang sama denganku??

”aku suka minnie, bukan sebagai saudara..tetapi sebagai seorang perempuan, aku mencintai Minnie,,, saranghaeyo…”

Aku menatap Onew yang menunduk. Aku senang sekali ia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Tiba-tiba Onew menatapku dengan serius.

”err.. memang sih kita kan menjadi saudara…tapi mungkin saja suatu saat nanti..kita bisa…”

”ahh….”

Onew menutup mulutnya sendiri. Ia terlihat malu dan salah tingkah. Aku menatap Onew bingung.

“Mi…mian… aku jadi keceplosan begini.. perasaan Minnie juga tidak aku tanyakan terlebih dahulu.” Onew  menutup mukanya ke bawah.

“Apakah selalu?? Akan seperti ini??” tanyaku padanya.

“Eh??” dia menoleh ke arahku tak mengerti.

Aku menggenggam tangan Onew sambil tersenyum.

“Apakah kita akan selalu bersama seperti ini terus? Seperti saat kita berjalan di pinggiran sungai ini?” aku memamerkan senyuman terbaikku pada Onew.

”Aku janji!” kata Onew sambil tersenyum pula.

” Kita akan bersama-sama seperti ini terus,,, ” Onew ikut menggenggam tanganku dengan tangannya yang satunya.

”nado saranghaeyo Onew….”

FIN

p.s        :  anyeong…

ini ff pertamaku di sini… dan baru kali ini pake cast shinee…

jadi kalau ceritanya rada gak beres… jeongmal mianhae..

saran dan kritik sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup author..

ok… aku tunggu komennya ^^

gomawoo #bow

oh ya… ff ini terinspirasi dari komik Jepang.. judulnya Promise of The Way Back. Jadi kalau ada beberapa part yang mirip… memang begitu. Tapi q merombak hampir sebagian besar kok.. jadi nggak mirip-mirip banget.

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

17 thoughts on “[FF PARTY] My Lovely Brother – Part 2 (END)”

  1. wahh,,,
    ff ny bikin merinding…
    eh aku pernah baca teenlit ceritanya kya begini jg,,,tp klu dsitu endingnya mereka pisah,,,
    baguslah dsini mrka tetep brsama,,,,
    good FF sepupu ^^P

  2. hooo kereeen!!
    suka banget sama kata kata ini : aku suka minnie, bukan sebagai saudara..tetapi sebagai seorang perempuan,
    keren keren!!!!

  3. yaaa!! onnie knpa gak dlanjutin
    lau dlanjutin psti seru .. mslahny past nmbah kompleks
    kyk snetron cina itu *devil beside you
    tpi ap daya trnyta dah end.. 😥 sedih #

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s