[FF PARTY] Onew’s Poor Story on His Birthday – Part 2

Title                          : Onew’s Poor Story on His Birthday [Part 2]

Author                     : recass

Main cast               : Onew

Support Cast       : SHINee, supir taksi

Genre                       : Humor(?), Friendship, Fantasy

Type/Length         : Sequel – Part 2

Rating                      : Semua Umur J

Ket                            : mendaftar sebagai author tetap dan sekedar

berpartisipasi

 

[PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY]

 

“La.. Lalu?”, aku mulai ragu dengan penolakan bapak supir ini. “Gimana kalau, saya juga ikut main film, atau video klip, atau promosi buat taxi saya ini? Di SM Entertainment? Entertainment dimana mas bekerja, sekaligus Entertainment ternama ituuu??”, Katanya sambil memanyunkan bibirnya a la (menyebutkan nama).

 

“ Duh?? Waduh, nih bapak. Mana, udah siap-siap + merapikan diri begitu? Beeehhh! Parfumnya! Mana tahaaaan??”. Huweeek. “O, okelah Pak. Bapak, ikut saya ke SME, nanti bapak bicarakan dengan pihak manager”.

 

“Bener nih mas?”. “Iya”. Beneeeeerr??”. “Iyaaaaa”. “Beneeer benerr benerr??”. “Iya iyaaa iyaaaaaaaa”. “Beneeeeeeeeerrr??”. “Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”. “Benarkaaaaaaaaahh??” tanyanya lagi seraya mendekatkan posisi tubuhnya ke arahku. “Y -___-“.

 

“Kalau gitu, tanda tangan di sini dulu mas”, katanya sambil menyodorkan selembar kertas kearahku dengan tulisan diatasnya lengkap dengan kolom dimana aku harus tanda tangan. “Lalu, stempel disini..  Sidik jari disini.. Cap tangan disini.. Foto 3×4 ditempel disini.. Dan terakhir, tempelkan upil asli anda kesini!”

 

Ini kayak acara ijab kabulnya anggota intel aja? “Sip ajib asoy geboy mameeen!”. Supir taxi itu berubah menjadi orang step. Ilfil sumpah. “Terus?”, tanyaku. Tak ada jawaban. Dan, tiba-tiba..

 

“Wahahaaa! Wahahaaaa! Wuhuuuuhuu! Twengweng! Kokookokookookk! Gyahahahahaaa!!!”. Supir taksi itu dalam sedetik sudah menjadi orang gila dengan upil yang aku tempel tadi ia kibar-kibarkan. Ia berlari-lari menjauh dengan gerakan yang tidak beraturan.

 

“Heeee??”. Aku pun juga segera berlari melarikan diri seraya menuju arah SME. Melewati pom bensin, rumah makan, café, toko roti, taman, apartement, Shoe Biz*.. Hah? Shoe Biz? Tunggu.. Sejak kapan aku berada di San Fransisco?

 

Seketika itu, aku sudah melihat pemandangan sekitar berubah menjadi gedung-gedung tinggi. Aku melihat gedung-gedung pencakar langit itu yang membuatku mendongakkan kepalaku hingga takjub+heran.

 

Kenapa tiba-tiba aku berada di sini? Tak ada SME, tak ada tempat-tempat singgah bertuliskan hangeul. Percuma saja, dimana aku bisa mencari jalan keluar untuk kembali ke Seoul?

 

Tiba-tiba, sepatu Key ini seakan menarikku ke arah lain, mengitari jalanan di San Fransisco ini. Aku pun mengikuti saja, karena mungkin jika aku memaksa berhenti, sepatu ini pasti bawel seperti pemiliknya.

 

Sepatu Key ini sebenarnya mau mencari jalan pulang, atau malah semakin membuatku tersesat? Aku melihat di depan, jalanan ramai sekali. Sepatu ini pun segera membelok mengambil jalan lain dan terus menarikku.

 

Tiba-tiba, aku merasakan deburan ombak, angin laut, harum pasir pantai, lambaian daun pohon kelapa. Aku pun melihat sekitar. “Hei! Ini kan?? Pantai Malibu? Los Angeles! Kenapa tiba-tiba bisa berada di Los Angeles?”, seruku. UNBELIEVABLE!

 

Sepatu ini pun semakin cepat membuatku berlari menuju arah selanjutnya. Aku memejamkan mataku sejenak. Biarkan sepatu ini membawaku. Mungkin aku sudah berada di kota atau negara atau pulau atau mungkin benua lain.

 

Aku pun mencoba membuka mata. Kucari tempat-tempat yang setidaknya aku kenal, aku berada dimana. Factory 413* ! Hah! Ini nih masih di Los Angeles jugaaa!!

 

Semakin jauh perjalananku. Aku semakin.. Lelaaaah! Percaya? Sepatu ini sama sekali tidak membantuku! Sekarang, aku malah berada di sebuah padang rumput atau gurun atau apalah namanya, dengan bukit-bukit di sekitarnya. Aku benar-benar kehabisan kesabaran! Sepatu ini membuatku emosi!

 

“Kau… Benar-benar..! Mem..buat..kuu… Kesal!”, kataku memaki seraya berusaha melepas sepatu milik Key ini. Aku pun melempar sepatu ini jauh-jauh, biar hilang di dunia antah-berantah. Namun, pada saat aku melempar, aku mendengar samar-samar seseorang meringis kesakitan. “Aduh! Aduh! Aww!”.

 

“Hah? Ada orang disana? Siapa saja?? Haloooo!! (Halooo.. Halooo.. Hloo… Looo..)”. Suaraku menggema di padang yang seluas ini dan kemudian menghilang. Aku pun berniat untuk nyanyi Lucifer.

 

Aku hanya berjalan lesu menanti sebuah keajaiban. “Kenapa di hari ulang tahunku, aku malah mengalami keanehan yang akut seperti ini?”. Debu-debu dan angin yang tak sejuk ini malah semakin mengeringkan hatiku.

 

Aku pun tak sadar bahwa tiba-tiba di depanku sudah ada sebuah lubang hitam besar, layaknya kekuatan magis hitam terpampang di padang rumput yang luas dan kosong ini. BLACK HOLE. Seketika itu aku langsung menghentikan langkahku.

 

Aku sudah berusaha sekuat mungkin menjaga keseimbangan. Aku berjalan mundur, namun kekuatan black hole itu untuk menarikku lebih kuat. “Tahan emosi.. Yak.. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam black hole ini. Jangan masuk dulu. Sedikit lagi, bisa menjauh”. Aku berusaha menenangkan diri.

 

Namun naas. Entah itu hembusan angin atau kekuatan magnet dari black hole itu sendiri, aku merasa tubuhku seperti diguncang-guncang sehingga memecah konsentrasiku. “Woooo! Hentikan! Aku ga ingin masuuuuk!”.

 

Aku pun memberontak. Kedua tangan ku sibak-sibakkan berusaha menjauh dari tempatku berada dengan black hole itu. Gerakan tubuhku semakin hebat untuk memberontak. Dan lagi, aku mendengar raungan seseorang kesakitan. “Aduuuuuuuuuuuuuuhhhh!!!”.

 

“Haaah? Siapa sih itu?”. Sejurus kemudian aku langsung terdiam. Aku plonga-plongo mencari-cari. Ku garuk-garukkan kepalaku yang sebenarnya,, memang gatal. Ooooppss! Aku lupa!

 

AKU TERDIAM DI TEMPATKU YANG TIDAK JAUH DARI MULUT BLACK HOLE ITU.

 

 

*)toko yang menjual sepatu-sepatu sneakers, especially Supra Shoes.

 

to be continued….

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

©2010 FF Party, SF3SI

This post made based on DECEMBER SPECIAL EVENT:

FF PARTY


Advertisements

3 thoughts on “[FF PARTY] Onew’s Poor Story on His Birthday – Part 2”

  1. eh? belom ada yang komen nih?
    oke aku jadi orang yang pertama hahaha *ditimpug author XD
    wahahaa ada ada aja nih author nyah masa tiba2 ada di shoe biz?
    terus di pantai malibu? los angeles? eh terus black hole? hahah
    nah itu orang yang ngeluh kesakitan siapa?
    okedeh lanjut ke part3 aah XDD

  2. waaaaaahhh, ini FF absurd bangeeeettt!!!
    HAHAHA, AUTHOR IMAJINASI NYA TINGGIIIII!!!! berasa baca cerita2 konyol nya orang bule(?)
    waaaaaahhh, seru seru!!! aku sukaaa! XDDD
    lanjuuut yaaa bikin yg kyk gini lagi! XD *komen geje*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s