[FF PARTY] Onew’s Poor Story on His Birthday – Part 3

Title                          : Onew’s Poor Story on His Birthday [Part 3]

Author                     : recass

Main cast               : Onew

Support Cast       : SHINee, supir taksi

Genre                       : Humor(?), Friendship, Fantasy

Type/Length         : Sequel – Part 3

Rating                      : Semua Umur J

Ket                            : mendaftar sebagai author tetap dan sekedar

berpartisipasi

 

[PINNED AS DECEMBER SPECIAL – FF PARTY] Continue reading [FF PARTY] Onew’s Poor Story on His Birthday – Part 3

She’s My Sister – Part 1

“Nih, kado dariku..”, ujar seorang anak kecil perempuan bernama Yao Lin kepada seorang anak laki-laki yang duduk melipat kedua kakinya, si anak lelaki membuang mukanya, ia Nampak jengkel pada perlakuan si anak perempuan. “Jong Hyun-ah, ayo kita pulang!”, ujar seorang wanita muda memanggil si anak lelaki yang ternyata bernama Jong Hyun. Kutatap lekat anak lelaki bernama Jong Hyun itu, apa yang terjadi padanya hingga ia berdiam di tempat?

“Oppa..  Kamu dipanggil ahjumma tuh..”, ujar Yao Lin menepuk bahu Jong Hyun pelan. “Hah? Apaan?”, ujar Jong Hyun yang ternyata sedari tadi sibuk termenung memikirkan sesuatu. Jong Hyun menoleh kea rah rumah Yao Lin, ia mendapati ibunya sedang berpamitan dengan ibu Yao Lin. “Gomawo ya sudah menemaniku bermain hari ini, Jong Hyun oppa… J”, ujar Yao Lin tersenyum ramah dengan pose agak centil. “De..”, ujar Jong Hyun ramah menghampiri ibunya dan memeluk tubuhnya dengan tangan kecilnya, ibunya memandang wajahnya dan tersenyum dengan tulus. Tanpa mereka sadari, ibu Yao Lin menatap mereka dengan senang. “Jong Hyun-ah.. Kamu pasti sangat menyayangi ibumu ya?”, lontar ibu Yao Lin.

“De, ahjumma.. Ahjumma, lain kali Yao Lin main ke rumahku dong..”, ujar Jong Hyun pelan. “Tentu saja.. Yao Lin-ah, kamu mau kan main ke rumah Jong Hyun oppa suatu saat?”, ujar ibu Jonghyun ramah. “Ah.. De..”, ucap Yao Lin malu-malu dari balik rok panjang ibunya. “Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu ya…”, ujar ibu Jong Hyun tersenyum ramah dan membukakan pintu mobil untuk Jong Hyun. “De.. Hati-hati..”, ujar ibu Yao Lin. Ibu Jong Hyun memasuki mobilnya, menstarter mesin, mobilpun melaju, tanpa Jong Hyun lupa, ia melambaikan tangannya kepada Yao Lin dan ibunya. “Dada…”, ujar Jong Hyun. Yao Lin kecil hanya bisa menatap mobil Jong Hyun yang semakin menjauh, kemudian ia menatap lingkungan sekitarnya. “Jonghyun oppa, aku suka bermain denganmu..”, ujar Yao Lin pelan. “Yao Lin-ah! Sudah mau petang. Masuk ke dalam rumahlah, Nak!”, seru umma dari dalam rumah. Yao Lin pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.

Sembilan tahun kemudian….

Seorang gadis bertubuh langsing dibalut pakaian seragam SMA  tampak  menyisir rambutnya yang panjang dengan terburu-buru dan berlari ke ruang makan, dikarenakan ibunya sudah memanggilnya sedari tadi. “Yao Lin-ah!”, seru ibunya lagi dan saat itu pula Yao Lin muncul dari balik pintu biliknya. “De, umma?”, ujar Yao Lin dengan wajah datar. “Umma sudah siapkan makanan.. Bibimbap..”, ujar umma ramah menyendokkan sesendok centong bibimbap ke piring Yao Lin. Yao Lin merebahkan dirinya duduk di lantai kayu rumah, dan menyantap bibimbapnya dengan pelan dan tenang. “Dongsaeng, kamu diam  aja..?”, ujar suara berat di sebelahku. “Boe?”, ujar Yao Lin pelan dan malu. “Ya!! Aku ini oppamu, Lee Jin Ki. Mau dengar riwayat hidupku?”, ujar Jin Ki percaya diri.

“Anyeong, namaku Lee Jin Ki. Aku bersekolah di SMA Negeri 1 Seoul, di sekolah aku merupakan siswa yang berprestasi, dan juga merupakan siswa ter….”, ujar Jin Ki oppa meninggikan nada suaranya di kata ‘ter’. “Tertampan? Jin Ki-ya, sudahlah.. Habiskan dulu makanmu.. Jangan ganggu adikmu..”, ujar ayah melipat korannya dan beranjak pergi. “Appa berangkat dulu..”, ujar ayah disusul ibu yang sudah siap juga dengan bajunya untuk bekerja. Kemudian aku dan Jin Ki oppa menyalami kedua orangtua kami. “Baik-baik di rumah ya.. Jin Ki, jaga adikmu ,Nak.. Antar dia ke kelasnya..”, ujar umma. Tin tin! Suara klakson sudah berbunyi, menandakan ayah sudah tidak sabar menunggu untuk melajukan mobilnya. “Baiklah, umma pergi dulu..”, ujar umma memasuki mobil dan mobilpun melaju.

“Aigo…. Pesan umma agak berbeda hari ini..”, ujar Jin Ki pelan dengan nada tidak serius sama sekali. “Boe? Kenapa?”, ujarku memberanikan diri bertanya. “Wah! Dongsaengku tidak malu lagi padaku! Hooooreeee!”, ujar Jin Ki oppa melompat girang. “Jangan berlebihan oppa, ini sudah pukul 7, sebentar lagi masuk sekolah..”, ujar Yao Lin pelan. “Aigo.. Setelah 15 tahun dongsaengku malu, dan sekarang ia berani.. Ia tampak ketus..”, ujar Jin Ki oppa membuatku terkekeh pelan. “Begitu dong.. Tersenyum.. Malu nanti kalau tahu-tahu adiknya anak tertampan di sekolah itu pemurung dan pemalu..”, ujar Jin Ki oppa menggendong ranselnya. Kutatap Jin Ki oppa tanpa seulas senyumpun di wajah. “Wae? Kajja…”, ujar Jin Ki oppa berjalan keluar dari rumah.

SMA Negeri 1 Seoul…..

Setelah agak lama berjalan kaki, nampaklah sebuah bangunan besar bercat putih merah biru berdiri kokoh. Namun tampak beberapa retakan pada dinding bangunan itu, menandakan bangunan itu tiadalah baru, tapi sudah tua. “Oppa, inikah sekolah baruku?”, gumam Yao Lin pelan. “De… Tunggu saat para gadis menggodaku..”, ujar Jin Ki tersenyum manis. Baru beberapa langkah setelah Jin Ki berkata begitu, segerombol gadis-gadis mengerubungi Jin Ki. “Jin Ki oppa sudah dating? Ah. Oppa, ini aku bawakan oppa sekotak alat tulis untuk try out nanti..”, ujar seorang gadis dengan kawat gigi di giginya. “Ah.. Oppa.. Lupakan sekotak alat tulis, aku membawakanmu sekotak bekal makan siang.. Oppa bisa memakannya bersamaku..”, ujar gadis dengan bando pita di rambutnya. Tanpa sengaja, salah seorang dari mereka menyenggol tubuhku.

“Oooppsss.. Siapa kamu? Siswi baru dan sudah mau merebut Jin Ki oppa dari kami?”, ujar gadis dengan kawat gigi tadi menatapku sinis. Sejenak oppa dikerumuni para gadis, ia menghampiriku. “Para gadis, perkenalkan ini adikku.. Lee Yao Lin!”, ujar Jin Ki oppa tertawa lebar dengan para gadis yang menatapku sinis dan penuh arti. “Mau bersenang-senang, para gadis? Ayo kita makan bekal kita bersama…”, ujar Jin Ki oppa menggelarkan sebuah tikar besar dan duduk di atasnya tanpa sedikitpun mengacuhkanku.

“Oh ya, Yao Lin-ah..”, ujar Jin Ki oppa bangkit dan menghampiri Yao Lin. “Kamu bisa ke kelasmu sendiri kan, dongsaeng?”, ujar Jin Ki hangat. “Tapi aku takut oppa..”, ujar Yao Lin pelan dan dengan ekspresi takut.

To be continued…

By: Mira

P.S: Jujur.. ini sangat tidak sesuai format yang kami berikan. Harap di part selanjutnya bisa di lengkapi ^^

 

-Admin-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Mention Of Your Name – Part 1

Author: Lynda aka Park Hea Min (lynmvpshyni)

Genre: Romance, Crack, Alternate Universe

Character: Lee Jin Ki, Park Na Young, Lee Tae Min, Kim Ki Bum, Choi Min Ho

Rating : T

Length: Double Shot

WARNING!!

Agar tidak menimbulkan kontroversial dikalangan bla..bla..bla.. *author bicara aneh* anggep aja NaYoung  adalah Reader tercinta.. hohoho… kalau gg mau bayangin aja temen reader yg MVP, kalo gg mau repot bayangin aja authornya hahaha.. *author langsung dibejek MVP satu kampung*

_____________________________________________________________ Continue reading Mention Of Your Name – Part 1