Mention Of Your Name – Part 1

Author: Lynda aka Park Hea Min (lynmvpshyni)

Genre: Romance, Crack, Alternate Universe

Character: Lee Jin Ki, Park Na Young, Lee Tae Min, Kim Ki Bum, Choi Min Ho

Rating : T

Length: Double Shot

WARNING!!

Agar tidak menimbulkan kontroversial dikalangan bla..bla..bla.. *author bicara aneh* anggep aja NaYoung  adalah Reader tercinta.. hohoho… kalau gg mau bayangin aja temen reader yg MVP, kalo gg mau repot bayangin aja authornya hahaha.. *author langsung dibejek MVP satu kampung*

_____________________________________________________________

Lee Jin Ki POV

~KRIIINGGGG~

Bunyi jam beker sialan itu memaksaku untuk membuka mataku. Tapi tentu saja, memang siapa yang mau dibodohi oleh sesongok benda yang tidak bisa bergerak. Cepat-cepat aku mengambil benda sialan itu dan memasukannya ke kloset.

“Cih… Nah sekarang siapa yang lebih pintar” Gerutuku

Setelah membenamkan benda pengganggu itu, aku segera berjalan ketempat tidurku dan menyesakkan tubuhku kedalam selimut kuning kesayanganku. Belum sempat aku masuk kedunia khayalan yang penuh dengan ayam goreng tiba-tiba sebuah suara meneriakiku dengan kencang.

“Hyung… Bangun…” Teriak Taemin namdongsaengku.

Aku tetap menghiraukannya dan berpura-pura masih tertidur. Ia terus meneriakiku dengan kencangnya, kasihan sekali sampai suaranya serak dan batuk-batuk. Sebenarnya aku ingin tertawa tapi kutahan saja. Ia keluar dari kamarku dan beberapa menit kemudian, Taemin muncul dengan alat perkakas rumah tangga (panci dll).

“Hyuuung……”

Dong..ding…dong…ding..trak..trak… krek..kreng..prang..prang…

Taemin bersemangat sekali membunyikan panci-panci beserta saudara sebuyutnya itu. Setelah beberapa menit akhirnya dia menyerah membangunkanku. Ia keluar dari kamarku sambil menyeret panci-panci itu.  Saat aku hampir terlelap lagi, tiba-tiba aku mendengar suara pintu kamarku dibanting, kudengar langkah kaki menuju tempat tidurku.

“Hyung… Bangun.. ”  Ucap Taemin merengek

…………………………………………….

“Hyung… ini sudah jam 10…”

……………………………………………..

“Hyung…. Kalau hyung tidak bangun juga… Ayam goreng yang dimasakan Amma untukmu akan aku makan….”

“Haah… Ayam Goreng… Mana??” Tanyaku yang mendadak bangun dan terlihat seperti orang kelaparan pada Taemin

Taemin tertawa…

“Hey.. Apa yang lucu..?” Tanyaku padanya

“Ahahaha… Kena kau hyung…”

“Awas kau… berani mengerjaiku ya..”

“Habis hyung susah sekali dibangunkan, yah terpaksa pakai cara itu” Katanya sambil berlari keluar kamarku.

Dasar Taemin, aku cuma bisa cemberut di atas tempat tidur. Aku mengambil handuk dan dengan berat hati berjalan kearah kamar mandi.

______________________________________________________________________________

“Ya.. Hyung mau kemana??” Tanya Taemin padaku

“Kemana saja” Ucapku datar

“Weeh.. hyung masih marah padaku?” Tanyanya

“Entahlah…”

“Hyung…”

“Mworago??”

“Hyung mau kemana dengan papan skateboard itu??”

“Kemana saja, pokoknya berjalan-jalan…”

“Hyung… Mian ne yang tadi…” Ucap Taemin dengan tampang super melas

Huh.. sebenarnya aku masih ingin berpura-pura marah padanya, tapi melihat tampangnya itu aku jadi merasa bersalah. Hah.. aku memang tidak berbakat mengerjain orang…

“Ya sudah kau kumaafkan”

“Yaay… hyung baik sekali… aku sayang hyung..” Ucap Taemin sambil memelukku

“Hey… lepaskan… jangan peluk-peluk..” Ucapku

“Ahahaha.. mian ne hyung…” Ucapnya sambil melepas pelukannya dariku

———————————————————————————————————————

“Hah..Minggu sore yang indah..” Ucapku

Aku meluncur dengan papan skateboard kesayanganku menurusi daerah tempat tinggalku. Disepanjang perjalannya ternyata banyak sekali anak-anak yang sedang bermain.. TT.TT… terpaksa aku menenteng papan skateboard-ku dan berjalan kaki menembus kerumunan itu. Aku terus saja berjalan dan akhirnya sampai juga ketempat yang cukup sunyi…

“Ahahahaha… ini tempat yang bagus, tidak ada mobil yang lewat, tidak ada orang, dan yang paling penting tidak ada anak-anak…”

Aku meletakan papan skateboardku di jalan dan bersiap untuk meluncur. Aku melesat dengan kencang. Eh… tapi… tidak sengaja ada sepeda muncul dengan tiba-tiba didepanku. Aku beruasaha mengendalikan arah luncuranku agar tidak menabrak sepeda itu. Dan karena hal itu, kalian (maksudnya para reader) mendapat dua kabar, satu kabar baik dan satu kabar buruk. Kabar baiknya aku berhasil menghindari sepeda itu, dan kabar buruknya aku menabrak sebuah pohon. Huhuhu poor me…

“Aduuuh…” rintihku sambil memegangi kakiku yang berdarah

“Mian ne.. apa kau terluka..” Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dibelakangku.

Aku tidak melihat siapa yang berbicara padaku itu. Tapi aku berkesimpulan dia adalah orang yang tiba-tiba muncul dengan sepeda tadi. Apa dia bodoh atau otaknya ada kelainan. Masih bertanya apa kau terluka. Sudah pasti melihat aku kesakitan pasti sudah bisa menyimpulkan kalau aku terluka. Haah… aku berpaling kearah orang itu, niatnya nih mau mengadakan tuntutan… tapi….

“aah… gwenchanayo..” Ucapku padanya sambil tersenyum

Astaga… aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Aku  melihat sesosok makhluk manis yang terduduk didepanku dengan raut wajahnya yang nampak khawatir. Astaga dia sangat cantik, rambutnya yang panjang dan lurus seolah menambah kesan rupawannya. Aku termangu memperhatikannya.

“Ya.. apa kau sakit?” Ucapnya

“A.. Aniyo..”

“Mian ne… aku sangat menyesal… tunggu sebentar ya..” Ucap yeoja itu sambil berlari kearah sepedanya.

Beberapa saat kemudian dia kembali ketempatku sambil membawa sebuah tas kecil. Haah.. apa dia akan memberiku uang?? Tenyata bukan.. dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya… haah gunting.. mau apa dia dengan gunting.. jangan-jangan… eh ada lagi yang dia keluarkan, perban.. lalu.. betadine.. heeh dan yang terakhir perekat. Ia menepuk jidadnya sepertinya melupakan sesuatu, dan kembali lagi berlari kearah sepedanya. Beberapa saat dia muncul lagi dengan sebuah botol minuman mineral.

“Coba sini, aku lihat lukamu?” Ucapnya padaku

Aku cuma bisa menuruti perkataanya, dan mengulurkan kaki kananku yang dari tadi kutekuk. Dia memegang kakiku dan menyiramnya dengan air tadi, Uugh… rasanya perih… membuatku ingin berteriak.. tapi kutahan karena aku harus jaim didepannya..  Dia mengoleskan betadine di atas lukaku dan menutupnya dengan perban dan menempelkan perekat pada perban itu agar perban dikakiku tidak bergeser.

“Ahh… Gomawoyo.. “Ucapku padanya

“Ne, choenmaneyo.. Apa kau merasa lebih baik” Ucapnya

“Ne” Ucapku tersenyum

“Apa rumahmu jauh?”

“Tidak, dekat kok, aku masih kuat berjalan..”

“Oh… kalau begitu hati-hati ya… Annyeong..” Ucapnya, dia berjalan kearah sepedanya.

“Astaga..” Aku menepuk jidadku

“Ya.. Ireumi mwoyeyo?” Ucapku setengah berteriak padanya

Ia memalingkan badannya dan berteriak juga…

“Jeo neun Park Na …… ieyo”

Tiba-tiba ada sebuah mobil tua yang melintasi jalan itu juga dan membuatku tidak terlalu mendengar apa yang di ucapkan yeoja itu..

“Jeo neun Lee Jin Ki ieyo… Mannaseo bangapseummnida” Teriaku padanya…

Saat aku berteriak tadi, mobil tua itu melintas didepanku dan mengeluarkan aroma kebanggaannya sehingga membuatku batuk-batuk.. Aku lihat yeoja itu tersenyum dan dia mengayuh sepedanya dan beberapa menit kemudian sosoknya menghilang dari pandanganku

______________________________________________________________________________

“Ya… Apa yang terjadi denganmu Jin Ki?” Tanya Amma padaku

“Hah… tadi kepeleset… “ Jawabku

“Ya sudah, cepat mandi dan segera turuh kebawah untuk makan malam”

“Ne Amma..”

Aku berjalan menuju kamarku, dan sesudah sampai aku segera merebahkan diriku dikasur. Aku terus teringat tentang kejadian tadi sore, tentu saja bukan kejadian kaki luka ini, tapi kejadian bertemu yeoja barusan. Hanya satu kata yang bisa kuucapkan padanya… She is Neumu Yeppo… Hwaa… saat aku membayangkan kejadian itu, tiba-tiba pintu kamarku dibanting dan suara itu tentu saja membuatku kaget dan tubuhku refleks terduduk.

“Haah… ternyata kau…” Ucapku..

“Hyung..  kenapa??” Tanya Taemin, dia berjalan kearahku dan duduk disampingku

“Tadi jatuh saat main skateboard” Jawabku

“Ahahaha… kasihan sekali… “ Ledek Taemin

“Hah.. kau ini… Tapi tak apalah, kejadian itu membuatku bertemu dengan bidadari”

“Mwo??” Tanya Taemin

“Dia sangat cantik, dia juga baik. Beruntung sekali hyung ketemu dengan dia.. ahahaha” Ucapku

“Lalu, hyung tau namanya??” Tanya Taemin penasaran

“Tentu… Namanya Park Na…  ehm.. Park Na.. haduh.. hyung tidak ingat… habis saat hyung Tanya namanya dan dia menjawab ada mobil tua yang lewat sehingga hyung tidak mendengar kelanjutannya..” Ucapku pada Taemin

“Haah… Poor Hyung…”

“Kau ini, cepat keluar dari kamar ini, hyung mau mandi…” Ucapku sambil mengusirnya..

“ Poor hyung…Poor hyung…”Ucapnya sambil berlari meninggalkan kamarku

– Lee Jin Ki POV End-

**********************************************************************************

Park Na Young POV

“Ya.. Na Young.. bisakah kau antarkan bunga ini?? Tanya Ki Bum

“Ah.. Ne, Oppa… kemana aku harus mengantarnya??” Tanyaku

“Ini alamatnya.. hati-hati ya..” Ucap Ki Bum

Aku mengambil bucket bunga mawar itu dan meletakkannya dikeranjang sepeda biru kesayanganku. Aku baru sebulan pindah kekota ini, sebelumnya aku tinggal di desa bersama Ahjuma-ku.. Tapi semenjak kelas 2 SMA aku pindah ke kota ini, tinggal bersama Amma, Appa dan Ki Bum Oppa.. Kami punya toko bunga sendiri dikota ini. Kadang-kadang bila pelanggan banyak aku membantu mengantar pesanan bunga. Aku sangat senang bisa membantu pekerjaan mereka.

“Waah… rumah orang ini jauh juga ya…” Ucapku

Aku terus mengayuh sepeda biruku dan karena aku ingat ada jalan pintas menuju kerumah orang yang memesan bucket bunga itu aku memutuskan untuk melewati jalan itu, meskipun jalan pintas itu harus melewati padang ilalang. Aku terus menggeret sepedaku melewatinya. Akhirnya setelah duapuluh menit aku berhasil keluar daripadang ilalang itu. Saat aku mendorong sepedaku kearah jalan beraspal tiba-tiba aku dikagetkan oleh kemunculan seseorang yang meluncur dengan papan skateboard. Aku kaget sekali dan memejamkan mataku karena sangat takut. BRUUUKK… Aku mendengar suara sesuatu yang keras sepertinya menambrak sebuah pohon..  Ternyata orang itu menabrak pohon untuk menghindariku. Aku segera berlari kearahnya dan menanyai keadaannya.

“aah… gwenchanayo..” Ucap namja itu sambil tersenyum

Senyum namja ini sangat manis, tapi entah apa yang terjadi dia seperti terpaku, melamunkan sesuatu, apa dia sedang sakit ya.

“Ya.. apa kau sakit?” Ucapku padanya

“A.. Aniyo..”

“Mian ne… aku sangat menyesal… tunggu sebentar ya..” Ucapku sambil berlari kearah sepedaku.

Aku mengambil tas kecil yang selalu kubawa kemana-mana dan bergegas kembali ketempat namja tadi, aku mengeluarkan gunting, perban, betadine dan perekat. Astaga.. aku melupakan sesuatu.. air… aku segera berlari lagi ke arah sepedaku dan mengambil air mineral yang sengaja diletakan Ki Bum Oppa dikeranjang sepedaku, dan segera kembali ke namja itu lagi.

“Coba sini, aku lihat lukamu?” Ucapku pada namja itu

Namja itu mengulurkan kaki kanannya yang terluka kearahku. Aku tersenyum dan memegang kakinya lalu menyiramnya dengan air mineral tadi, sungguh lucu ekspresi yang diperlihatkan namja itu, sepertinya dia kesakitan tetapi tidak mau memperlihatkannya padaku. Aku mengoleskan betadine di atas lukanya dan menutup luka itu dengan perban dan menempelkan perekat pada perbannya  agar perban dikaki namja itu tidak bergeser.

“Ahh… Gomawoyo.. “Ucap namja itu padaku

“Ne, choenmaneyo.. Apa kau merasa lebih baik” Ucapku

“Ne” Balasnya sambil tersenyum

“Apa rumahmu jauh?”

“Tidak, dekat kok, aku masih kuat berjalan..”

“Oh… kalau begitu hati-hati ya… Annyeong..” Ucapku

Aku berjalan kearah sepedaku, gawat pasti aku sudah terlambat. Aku menaikki sepedaku dan bersiap untuk mengayuhnya. Tiba-tiba namja itu berteriak padaku.

“Ya.. Ireumi mwoyeyo?” Ucapnya padaku

Aku memalingkan badanku dan berteriak juga…

“Jeo neun Park Na Young ieyo”

Aku kaget karena tiba-tiba ada sebuah mobil yang cukup tua melintas di dekatku. Aku tidak mendengar apa yang diteriakkannya padaku. Tapi saat mobil tua itu melewatinya dan membuang gas sisa didekatnya itu sungguh lucu. Kasihan namja itu mukanya terkena asap mobil tua. Aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku. Aku mengayuh sepedaku terburu-buru. Jarang-jarang aku  melihat senyum yang seperti itu selama hidupku.

“Smile of Angle” Ucapku tertawa dan mempercepat kayuhan sepedaku

_____________________________________________________________________________

~Ting Tong~

Aku memencet bel rumah yang terlihat cukup besar itu. Aku berdiri didepan pintunya sambil memegang bucket mawar dan tidak lupa, tersenyum. Aku mendengar langkah kaki menuruni anak tangga dan beberapa saat kemudian pintu rumah itu terbuka.

“Ada apa?” Tanya orang yang membukakan pintu itu.

Waah.. aku kaget, orang ini sangat tinggi, aku harus menengadahkan kepalaku untuk melihatnya.

“Apakah anda choi Min Ho? Tanyaku

“Ne, ada apa ya?” Tanyanya kebingungan

“Ini.. Nona Kim Sang Hee mengirimkan ini untuk anda… katanya dia akan segera pulang” Ucapku sambil menyerahkan bucket bunga mawar ini ketangannya

“Owh..” Jawabnya singkat

“Ini.. tolong tanda tangan disini..” Ucapku sambil menyodorkan kertas penerima padanya

Minho membubuhkan tandatangan penerima pada kertas yang kusodorkan tadi. Lalu ia memberikannya padaku, aku tersenyum dan setelah mengucapkan terimakasih aku segera berjalan menuju kearah sepedaku yang terparkir didepan pagar rumah Minho. Aku bersiap untuk mengayuh sepedaku, tapi tiba-tiba Minho memanggilku..

“Ya… Nona..” Teriaknya… ia nampak berlari kearahku

“Ada apa??” Tanyaku heran

“ehm… apa aku boleh tahu namamu??”Tanyanya, kenapa raut wajahnya memerah… mungkin salah makan…

“Jeo neun Park Na Young ieyo” Ucapku sambil tersenyum padanya

“Na Young-ssi.. Joe neun Choi….”

“Eitss… aku sudah tahu namamu, kau Choi Minho kan…”

“Aah.. benar… ahahahaha…” Ucapnya

Aku tersenyum lagi padanya dan karena sepertinya tidak ada lagi yang perlu diperbincangkan aku bersiap mengayuh sepedaku lagi.

“Eh… tunggu…” Ucap Minho tiba-tiba

“Ada apa lagi?” tanyaku makin heran, baru kali ini aku bertemu pelanggan banyak tanya seperti ini.

“Apa kau masih bersekolah?”

“Ne” Jawabku singkat

“Dimana??” Tanya Minho penasaran

“SMU BaekJii.. Aku kelas 2”

“Ahh… kalau begitu kau hubae-ku… Aku juga bersekolah di SMU itu..”

“Oh… kalau begitu Minho Oppa.. aku permisi pulang.. Annyeong…”

“Annyeong.. hati-hati Na Young…” Ucapnya

“Ne..” Jawabku

_________________________________________________________________________________

“Ya.. kau lama sekali?” Tanya Ki Bum

“Mian ne Oppa.. tadi aku tidak sengaja hampir tertabrak…” Ucapku

“Mwo?? Kau tidak kenapa-kenapa kan?? Apa ada yang terluka… Ayo cepat kemari biar kuobati??” Ucap Ki Bum panik

“Calm down Oppa… Aku baik-baik saja… tadikan aku bilang hampir bukan tertabrak..”

“Hah.. untunglah….”

“Oppa.. apa kau sekelas dengan orang yang namanya Minho??” tanyaku sambil meneguk segelas air putih

“Ne, memang kenapa?? Apa dia yang hampir menabrakmu tadi?”

“Bukan… dia orang yang tadi aku antarkan bunga… Apa dia itu orang yang banyak sekali bertanya Oppa??”

“Heeh… sejak kapan Minho jadi cerewet… dia itu tidak pernah berbicara dengan yeoja…”

“Kok kesannya beda ya sama yang tadi?? Haah mungkin dia salah makan kali ya??” Ucapku

“Hahahaha.. Mungkin saja…” Ucap Ki Bum…

-Park Na Young POV End-

*******************************************************************************

Lee Jin Ki POV

“Hyung… Ayo cepat.. nanti kita telat… Hyung….” Teriak Taemin

“Ne, aku tahu.. tunggu sebentar..”

Aku bergegas menuruni anak tangga dan berlari kearah Taemin yang sudah berdiri didepan pintu.

“Hyung lama…” Umpatnya…

_________________________________________________________________________________

Aku berjalan memasuki kelasku, dan duduk dibangkuku. Aku kaget melihat Minho datang lebih pagi daripada aku, biasanyakan kebalikannya. Dan anehnya Minho nampak memperhatikan sesuatu dari tempat duduknya yang berdekatan dengan jendela. Aku penasaran dan berjalan kearahnya.

“Ya.. Minho… tumben kau datang cepat?? Ada angin apa??” Tanyaku heran padanya

“Haah… kau Jinki.. aku kira siapa.. kau mengagetkanku..” Ucapnya refleks menoleh kearahku tapi langsung berpaling lagi kearah jendela.

“Kau gila…” Ucapku yang sungguh heran melihat kelakuan temanku yang satu ini.

Aku kembali ketempat dudukku dan melamunkan gadis yang waktu itu. Tadi malam aku bermimpi bertemu dengannya.. Tapi sayang mimpi indahku itu dikacaukan oleh kemunculan ayam goreng raksasa yang menculik yeoja yeppo itu.. huhuhu… Baru kali ini aku merasa kesal dengan ayam goreng. Tiba-tiba aku kaget karena Minho berteriak seperti orang kebakaran jenggot.

“Itu dia.. ternyata benar…” Teriak Minho kegirangan

“Ya.. Minho… kau harus cepat minum obat” Pekikku padanya

Selang beberapa menit setelah teriakan Minho yang tidak beralasan, bak anak kecil yang mendapatkan permen itu, Ki Bum datang dan segera duduk di tempat duduknya.

“Ya.. Ki Bum.. Kita harus memasukkan Minho ke karantina” Ucapku pada Ki Bum

“Memang ada apa dengan Minho?” Tanya Ki Bum heran

“Dia kelainan” Ucapku ketakutan

“Haah…kau ada-ada saja Jinki” Ucap Ki Bum tidak percaya

“Ya.. Minho… kau kemarin bertemu Na Young ya?” Teriak Ki Bum

“Ah.. Na Young… Ne, memang kenapa?” Tanya Minho

“Siapa Na Young??” Ucapku bingung

“Yeodongsaeng-ku” Jawab Ki Bum singkat

“Aku baru tahu kau punya adik?” Ucapku

“Oh.. ternyata Na Young itu adikmu ya..” Ucap Minho, entah kenapa aku merasa nada bicaranya berbeda.

“Ne, kalau kalian macam-macam dengan adikku awas saja ya” Ucap Ki Bum.

“Ahahahaha… apa adikmu itu cerewet sepertimu??” Ucapku bercanda

“No” Jawab Ki Bum

“Dia sangat cantik” Ucap Minho

“hmm… ngomong-ngomong soal cantik, kemarin aku bertemu dengan yeoja yang sangat cantik” Ucapku antusias.

“Dimana?” Ucap Ki Bum dan Minho bersamaan

“Di jalan saat aku bermain skateboard, kemarin aku jatuh dan dia menolongku” Ucapku bahagia

“Kasihan sekali kau Jinki…” Ucap Minho

“Sepertinya aku pernah mendengar cerita yang seperti ini juga, tapi kapan ya… aah.. sudahlah lupakan saja, siapa nama yeoja itu Jinki” Tanya Ki Bum

“Haah.. Itulah… aku tidak ingat.. saat aku menanyakan namanya dan dia menjawab ada sebuah mobil tua yang lewat..” desahku kesal

“Kasihan sekali kau” Ledek Ki Bum

_________________________________________________________________________

“Hey..Hey.. Minho, lempar bolanya kesini..” Ucapku

Minho melempar bolanya kearahku dan setelah aku menerima overan dari minho aku segera memasukkan bola itu dan berhasil… PRIIIIT… bunyi peluit yang menandakan pertandingan usai telah berbunyi.

“Haah… Capeknya..” Ucap Ki Bum

“Benar” Ucapku sambil meneguk sebotol air minum

“Hey, itu Na Young” Ucap Minho…

Na Young.. hmm adiknya Ki Bum.. kira-kira orangnya seperti apa ya… pikirku.. Aku segera berbalik kearah Ki Bum dan ASTAGA…  Melihat itu aku langsung keselek.. air yang kuteguk langsung kukeluarkan. Aku benar-benar tidak percaya apa yang sedang kulihat.

– Lee Jin Ki POV End-

To be continue…

End of Mention of Your Name Part 1 of 2

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

16 thoughts on “Mention Of Your Name – Part 1”

  1. Ehm kaya nya bakalan ada cnta sgi 3 minho nayoung ma jinki,, jinki ada² aja mimpi smpe sgtu πª,, Щќªќªќªщќªќªќª
    Seruu buruan lnjut chingu 🙂

  2. HWAUAHAHA ternyata ada juga yang bisa ngalahin ayam goreng XD
    kesian amat jinki pas lagi kenalan malah ada mobil lewat haha poor jinki XD
    seru seru XD ditunggu part 2nya ^^ *thumbs up buat author xD

  3. ngakak ah ma jinki,mimpix aneh2 aja.
    ayam goreng raksasa menculik yeoja yeppeo.
    XDDD
    ini ffx ada 2 part y? lanjutkan! tp jgn lama2.

  4. Seru chingu penasaran
    Ada cinta segi 3 antara Jinki oppa dan Minho oppa~ berharap jadi ceweknya di taksir 2 cowok, Taemin di sini lucu ih 🙂

  5. kyaaa…. cinta segitiga lagi…..
    Jinkiku kali ini kalah lagi, gak ya, dr Minho….????
    Ceritanya sweet, thor….
    Si pengantar bunga, adik Kibum, disukai sm dua cwok kerrreeennnnn…
    jadi iri….. siapapun yg dipilih Na Young…. Jinki tetep punya aku….!!!
    #dilempar granat oleh readers

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s