KUROSHI – PART 2

KUROSHI PART 2: We Miss You

Judul : Kroshi Part 2: We Miss You

Author : Zulvaza a.k.a Ayumivaza

Genre : Mystery, Adventure, Action, Family, Sad

Casts : SHINee, Lee Soo Man, Kim Dong Woo, Han Mi Young

Type: Sequel

Cerita ini hanya fiktif belaka. Tolong jangan dimasukkan ke pikiran, ke hati, apalagi ke kamar (?) Cerita ini murni hanya imajinasi author, dan semoga gak akan pernah terjadi di dunia nyata. Jadi dinikmatin aja ya ceritanya ^o^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

“Hey, apa yang kau lakukan di sini?”

Sebuah suara menghentikan aktivitasku. Aku menoleh dan mendapati seseorang yang aku kenal berdiri di pintu. Matilah aku!

“A…Aniio, aku hanya menjenguk Taemin.” buru-buru aku mengembalikan gunting itu ke kantong. Aku segera memasang wajah tidak bersalah sebelum dia curiga.

“Bukannya tadi siang kita berenam sama-sama sudah menjenguk Taemin ya?” Jonghyun mengerutkan dahinya, dia lalu menutup pintu dan berjalan menghampiriku. Aku mundur selangkah untuk menghindari tatapannya.

“Apa salahnya kalau aku menjenguknya lagi? Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja. Kau sendiri, apa yang kau lakukan di sini?” Aku langsung menyesal sesaat setelah menanyakan pertanyaan itu.

“Loh? Kami kan memang bergantian menjaga Taemin,” Tentu saja. Bodoh sekali aku menanyakan pertanyaan yang aku sendiri sudah tahu jawabannya, Aku terlanjur panic sampai tidak tahu lagi apa yang harus kuucapkan. Dasar Pabo, Kau harus tenang!

“Tadi aku ke toilet makanya meninggalkan Taemin sendirian,” lanjut Jonghyun.

“Oh, begitu. Ya sudah aku pergi dulu. Jagalah Taemin, sampaikan salamku kalau dia bangun,” Aku buru-buru angkat kaki sebelum Jonghyun menanyaiku macam-macam lagi. Dapat kurasakan tatapan curiga Jonghyun yang mengikuti langkahku. Awas kau Kim Jonghyun, saatmu akan segera tiba!

******

“Mukamu kenapa kusut bergitu, Taeminnie?”

“Makanya disetrika biar gak kusut, Taem. Di sini banyak setrikaan kok.”

“Please deh, Onew hyung, gak lucu tau. Coba kalau mau bercanda itu diliat dulu waktunya tepat apa gak.”

“Iya deh umma, mianhae. Ngomong-ngomomg kamu kenapa, Taem?”

“Aniyo, hyung, aku hanya merasa teman-teman di sekolahku menjauhiku.”

“Biarkan saja Taem, mereka hanya iri padamu. Kau memiliki banyak kelebihan yang tidak mereka punyai …”

“Iya, mereka hanya iri karena tiap hari diantar jemput oleh hyungmu yang tampan ini.”

“Memangnya kau tampan Onew hyung?”

“Tentu saja. Seorang leader kan harus tampan.”

“Mwoelhaedo Onew Sangtae~”

“Hahahahahaha …”

Kami merindukanmu Onew Hyung …

******

Author POV

Aroma sedap makanan menyeruak dari dapur dorm SHINee, menggugah selera siapa saja yang menghirupnya. Pencampuran antara aroma masakan Eropa dan Korea, perpaduan yang aneh mungkin, tapi dapat membuat liur siapa saja menetes.

“Kau masak apa Key?” Jonghyun berdiri di samping pintu, memperhatikan dongsaengnya yang sedang sibuk berkelut di depan kompor.

“Spaghetti, crab soup, kimchi, dan bulgogi favorite Taemin. Apa ini semua cukup? Atau perlu kutambah hidangan lain?”

“Itu sudah sukup, Key. Lagian Taemin juga tidak akan senggup menghabiskan makanan sebanyak itu. Aku yakin Taemin pasti kaget kalau ngeliat banyak makanan yang kita buat untuk menyambutnya.Tapi kurasa kau harus menambah fried chicken, soalnya fried chicken itu enak banget kalau dimakan sama Spaghetti.”

“Oh iya! Bagaimana aku bisa lupa? Padahal fried chicken itukan makanan kesukaan …..” Key tidak melanjutkan kata-katanya, membiarkan kalimatnya menggantung begitu saja. Ekspresi wajahnya terlihat sedih. Dia kembali berkelut pada masakannya sembil menyembunyikan air matanya yang mulai turun. Jonghyun uga langsyng membeku seperti tersengat listeik. Sesaat ruangan itu kembali hening. Kata-kata Key mengingatkan mereka pada seseorang yang tidak ingin mereka ingat.

“Mmm, Key, siapa yang menjemput Taemin dari rumah sakit?” Tanya Jonghyun setelah beberapa saat, berusaha mengalihkan pembicaraan dan menghilangkan aura canggung yang menyedihkan.

“Minho yang jemput,” Key mengusap matanya, tanpa sekalipun menoleh ke Jonghyun, “sesaat setelah dokter bilang Taemin bisa pulang, dia langsung tancap gas ke sana. Mungkin sebentar lagi mereka sampai rumah. Hyung, bisa kau tolong aku potongkan ayam? Ayamnya ada di kulkas.”

“Tentu saja.” Jonghyun berjalan menghampiri kulkas dan mengeluarkan seplastik ayam. Dia lalu mengambil sebilah pisau dan mulai memilah-milahnya, sementara Key memarut tomat untuk  saus spaghettinya. Mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing-masing di dapur, berusaha untuk mengalihkan pikiran mereka.

*****

“Chukae Taeminnie … Selamat Kembali ke rumah!”

Taemin terkejut melihat sambutan kelewat berlebihan dari hyungdeulnya. Dia sama sekali tidak mengenali ruang tamu apartment mereka yang telah beberapa hari ini ia tinggalkan. Mereka mengganti wallpaper dinding dan memasang hiasan-hiasan mewah di langit-langit. Ditambah lagi dengan big stereo baru yang menguasai hampir seperempat ruangan. Ruangan ini jadi tampak seperti ruangan yang didekor untuk acara ulang tahun anak kecil berusia 5 tahun. Yah sepertinya dia memang salah masuk apartment.

“Taemin, kami benar-benar senang kau bisa sehat dan kembali ke rumah. Kami benar-benar merindukanmu. Lihatlah, kami sudah membuatkan makanan kesukaanmu. Ayo cepat dimakan, nanti keburu dingin,” Key menarik Taemin ke meja makan dan mendudukkannya ke kursi. Dia menagambil piring Taemin dan mengisinya dengan semua jenis makanan yang terhidang di sana.

“Makan yang banyak ya, supaya kau tidak sakit lagi,” Key meletakkan piring yang sudah penuh dengan berbagai jenis makanan itu di hadapan Taemin, lalu dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan duduk di seberang meja. Jonghyun dan Minho menyusul dan mengambil tempat di sebelah kanan dan kiri Taemin.

Taemin sedang tidak berselera, dia hanya memperhatikan hyungdeulnya yang sedang makan sambil memikirkn semua kejadian yang telah ia lewati. Dari tadi mereka selalu tersenyum di hadapannya, berusaha menunjukkan tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Tapi Taemin tidak sebodoh itu, sekuat apapun mereka menarik tulang pipi mereka untuk tersenyum, tapi mata meraka tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang berusaha mereka sembunyikan. Taemin mengalihkan pandangannya ke kursi kosong di sebelah Key, kursi yang biasa diduduki oleh …. Orang itu. Taemin bisa merasakan matanya kembali memanas.

“Ada apa, Taem?” Minho memandang Taemin bingung. Dia orang pertama yang menyadari kalau dari tadi Taemin sama sekali tidak menyentuh makananya.

Taemin tidak menjawab. Dia segera mengalihkan pandangannya dari kursi kosong itu. Ditundukkannya kepalanya sementara matanya tertuju pada makanannya yang masih utuh. Setetes demi setetes air matanya jatuh dan mendarat tepat di atas makanan yang belum disentuhnya sama sekali. Taemin buru-buru menghapus air matanya sebelum hyungdeulnya menyadari apa yang terjadi.

“Apa makanannya kurang enak?” Key memandang perihatin makanan Taemin. Rasanya dia sudah memasukkan semua bahan yang ada di resep, atau ada sesuatu yang lupa dia tambahkan? Tapi saat tadi mencicipinya, dia tidak merasakan sesuatu yang aneh. Bahkan Jonghyun yang berselera tinggi saja tidak protes. Tapi apakah itu penting? Karena sepertinya semua orang di rumah ini sudah kehilangan kemampuan untuk merasa.

“Anio, hyung” Taemin menggeleng, kepalanya tetap menunduk, “Makanannya enak.”

Minho mengerutkan dahi, “Bagaimana mungkin kamu tahu kalau makanan itu enak kalau bahkan kamu sendiri tidak menyentuh makananmu sama sekali? Makanlah Taemin, Key dan Jonghyun hyung sudah capek capek membuat semua ini untukmu.”

“Mengapa kalian melakukan semua ini padaku?” tanya Taemin tanpa memedulikan kata-kata Minho. Dia tidak lagi menatap makanannya, matanya yang lembap dan merah sekarang hanya tertuju pada hyungdeulnya.

“Kau menangis, Taem?” Key bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Taemin. Dia mengulurkan tangannya untuk mengahapus air mata Taemin. Namun Taemin segera menempisnya sebelum tangan itu sempat mendarat di wajahnya.

“Mengapa kalian melakukan semua ini padaku?” Taemin mengulang pertanyaannya, namun dengan nada yang lebih tinggi. Air mata terus mengalir tanpa henti dari pelupuk matanya yang sudah membengkak.

“Melakukan apa? Kami tidak mengerti apa yang kau ucapkan.”

“Semuanya. Pesta, makanan, dan senyuman itu. Kenapa kalian lakukan semua itu kepadaku?”

“Ini semua kami lakukan untuk membuatmu bahagia. Apakah itu salah?” Jonghyun memandang frustasi Taemin. Hidupnya sudah cukup buruk tanpa sikap Taemin yang selalu membuat mereka merasa serba salah.

“Bukan itu. Aku tahu bukan itu alasan kalian melakukan semua ini. Kalian membuat pesta dan semacamnya ini untuk membuatku lupa pada Onew hyung dan kejadian itu. Iya kan?” ketiga member SHINee langsung membeku begitu nama Onew disebut, membuat Taemin semakin menggebu-gebu, “Kalian ingin membuatku lupa pada Onew hyung seakan dia tidak pernah ada di antara kita. Aku tahu maksud kalian baik, supaya aku tidak lagi berkubang dalam kesedihan. Tapi tahukah kalian kalau itu hanya membuatku semakin sakit? Aku sangat menyayangi Onew hyung, sama halnya dengan kalian, dan aku tidak semudah itu melupakannya. Dan kalaupun bisa, aku tidak akan mau melupakan Onew hyung. Onew hyung adalah bagian dari kita, bagian dari SHINee. Walaupun setiap kali mengingatnya hanya membuat hatiku perih, tapi aku senang pernah menghabiskan waktu bersamanya, mengahabiskan kenangan indah bersamanya. Dan kenangan itu yang selalu berusaha aku pertahankan dalam ingatan, sekuat apapun kalian berusaha merenggutnya dariku.”

Jonghyun, Key, dan Minho hanya diam membisu. Apakah ini benar-benar maknae mereka yang mengucapkan semua kata-kata itu? Mengapa setiap kata-kata Taemin seperti jarum kecil yang terus mensuk-nusuk? Sepertinya memang salah kalau kita memaksakan diri untuk melupakan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kita lupakan. Benar kata Taemin, kita harus mempertahankan kenangan kita, betapapun menyedihkan hal itu.

“Kami tahu kami salah, Taem. Dan kami sungguh-sungguh menyesal akan hal itu,” Key menghampiri Taemin dan memeluknya, membiarkan kepala Taemin terkulai di bahunya. Taemin mengangis sepuas-puasnya di bahu Key, melepaskan semua emosi dan kesedihan yang ditahannya selama berhari-hari. Key mengelus-elus kepala Taemin, sementara air mata perlahan-lahan juga ikut turun dari pelupuk matanya.

“Seharusnya kami tidak memaksakan diri untuk menganggap semua kejadian itu tidak pernah terjadi, karena itu hanya tampak seperti kami membohongi diri kami sendiri. Dan kami juga tidak seharusnya memaaksamu untuk ikut melupakannya. Kami berusaha membuatmu lupa pada kecelakaan itu, Taem, supaya hal itu tidaak memperburuk keadaanmu. Tapi kami akhirnya sadar, kalau memaksa seseorang melupakan kenangan buruk itu lebih menyakitkan daripada mengingatnya,” Jonghyun ikut menghampiri Taemin dan memeluknya. Dia juga langsung berurai air mata meskipun tidak sampai sesegukan seperti Taemin.

“Kami janji tidak akan pernah melupakan Onew hyung. Dia adalah segalanya bagi kami. Kami baru menyadari betapa berartinya dirinya ketika dia tak lagi di sini. We miss you, Onew hyung,” Minho ikut bergabung bersama yang lain. Mereka saling berpelukan dan menangis bersama, meluapkan segala kesedihan mereka akhir-akhir ini. Mereka tidak lagi tampak seperti artis terkenal yang digandrungi para yeoja. Mereka tidak lebih dari 4 orang namja biasa, yang sedang bersedih karena kehilangan tumpuan dan harapan.

*******

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, yang artinya semua orang sedang terlelap dalam alam mimpi. Udara yang dingin dan cahaya bulan yang redup membuat siapa saja terbuai untuk merasakan nyamannya tempat tidur. Suara jangkring yang mengalun teratur mengantarkan siapa saja semakin dalam ke mimpinya.

Jonghyun tersentak dari tidurnya. Ada sesuatu yang mengganggu tidurnya, tapi dia tidak bisa menemukan sesuatu itu. Dia berusaha untuk tidur lagi namun tidak berhasil. Berulang kali digantinya posisi tidurnya, tapi tetap saja matanya tidak bisa menutup. Menyerah, akhirnya dia pergi ke ruang tamu untuk mencari siaran yang dapat menghibur.

Betapa terkejutnya Jonghyun ketika mendapati sesosok bayangan duduk di depan TV. Karena lampu dimatikan, Jonghyun tidak bisa melihat dengan jelas apa sebenarnya wujud bayangan itu. Parahnya, saklar lampu berada di sebelah TV, yang artinya dia harus menghampiri bayangan itu untuk menyalakan lampu.

“Positif thinking, Jonghyun. Itu bukan apa-apa, itu hanya khayalanmu saja,” batin Jonghyun sambil berjalan perlahan-lahan ke arah saklar. Kakinya gemetaran. Setiap langkah rasanya seperti membawa beban satu ton.

“Ayolah, sedikit lagi,” batinnya. Hanya tinggal beberapa langkah sebelum mencapai saklar lampu, dan hanya terdapat sedikit jarak antara Jonghyun dan bayangan misterius itu. Jonghyun mengyipitkan matanya, berusaha melihat secara jelas, berharap bayangan itu hanya kesalahan matanya saja. Berulang kali dikedipkan matanya, berharap bayangan itu hilang, tapi dia tetap ada, diam dan gelap. Jonghyun bisa merasakan bulu kuduknya meremang. Namun rasa penasaran mendorongnya untuk tetap maju. Untungnya bayangan itu membelakangi saklar dan sepertinya tidak menyadari kehadiran Jonghyun. Jonghyun menjulurkan tangannya untuk memencet tombol saklar …

“Taemin??? Apa yang kau lakukan di sini?” seru Jonghyun ketika ruangan itu menjadi terang. Dia menghampiri bayangn misterius yang ternyata adalah sang maknae yang sedang duduk meringkuk dengan kepala tertunduk. Taemin mengangkat kepalanya ketika menyadari ada perubahan intensitas cahaya. Dia menatap Jonghyun pasrah. Matanya lembab.

“Aku tidak bisa tidur hyung, makanya aku kemari,” Taemin mengucek matanya yang bengkak dan merah.

“Mengapa kau tidak bisa tidur Taem? Ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?” Jonghynn duduk di sebelah dongsaeng kesayangannya itu. Dia memandang Taemin prihatin. Taemin menggeleng dan berusaha tersenyum. “Kangen Onew hyung?” Taemin tetap tersenyum, tapi kali ini dia tidak menggeleng.

Jonghyun mengusap kepala Taemin lembut. Dia benar-benar iba melihat kondisi Taemin. Taemin terlalu muda untuk mengalami semua ini, dia terlalu dini untuk merasakan perihnya kehilangan.

“Kau harus tabah ya, Taem. Kami semua ada sini untukmu,” Taemin mengangguk lembut. Matanya memandang Jonghyun dengan penuh terima kasih.

“Mmm, Jonghun Hyung,” kata Taemin tiba-tiba. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi ada keraguan di matanya.

“Ne, Taem.”

“Boleh aku minta tolong?”

“Ne. Anything for you. Kau mau minta tolong apa Taem?”

“Tapi aku mohon hyung harus percaya padaku.”

“Tentu saja. Katakan saja kau mau apa.”

Taemin menarik nafas dalam, “Aku takut, hyung. Dari awal aku sudah merasakan firasat buruk, seperti ada sesuatu yang mengintai kita, hal paling mengerikan yang menunggu kita. Tidurku selalu tidak tenang. Hatiku tidak pernah bisa diam, seolah mengingatkanku untuk selalu berhati-hati. Aku percaya pada kata hatiku, dan kata hatiku berkata bahwa apa yang menimpa Onew hyung bukanlah kecelakaan, tapi pembunuhan,” Taemin berhenti sebentar untuk melihat ekspresi Jonghyun. Jonghyun terlihat seperti ingin memotong kata-kata Taemin, tapi Taemin cepat-cepat menyambung perkataannya sebelum Jonghyun sempat membuka mulut, “Aku tidak bisa menjelaskan kenapa aku begitu ngotot tentang hal itu, karena aku sendiri tidak tahu jawabannya. Ini lebih kepada perasaanku. Hyung, aku mohon, bantu aku untuk mencari bukti dan data mengenai kecelakaan itu. Aku tahu hyung pasti tidak percaya kepadaku. Tapi aku janji kalau hyung menemukan bukti yang menunjukkan kalau itu murni kecelakaan, aku akan berhenti membahasnya. Tapi kalau sampai kasus itu menguap begitu saja seperti ini, aku tidak akan bisa tenang.”

Jonghyun menatap wajah Taemin. Tidak ada kebohongan di wajah polos itu, Taemin betul-betul serius dan tidak main-main. Ragu-ragu, Jonghyun menganggukkan kepalanya. Meskipun dia sulit untuk percaya pada apa yang dikatakan Taemin, tapi dia juga tidak tega melihat maknaenya itu tersiksa oleh perasaannya sendiri. Taemin tersenyum senang dan memandang Jonghyun dengan penuh terima kasih.

“Baiklah, aku akan membuktikan kalau semua itu hanya perasaanmu saja. Sekarang kau tidurlah, ini sudah malam,” Jonghyun mengantarkan Taemin ke kamar dan menyelimutinya supaya hangat. Belum beberapa menit kepalanya menyentuh bantal, Taemin sudah tertidur pulas. Jonghyun menunggu sampai Taemin benar-benar tertidur, baru kemudian dia mematikan lampu dan keluar dengan perlahan-lahan.

Sekarang sudah jam satu, tapi Jonghyun belum juga ngantuk, jadi dia memutuskan untuk kembali ke ruang tamu dan melakukan hal yang tadi ingin dia lakukan. Diputar-putarnya channel TV, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang menarik. Dia berulang kali mencesek handphonenya, tapi tidak ada sms atau email masuk. Akhirnya dia kembali ke kamar untuk mencari beberapa obat tidur.

“Sial, pasti obat tidurku ketinggalan di kantor SM,” umpat Jonghyun setelah berulang kali membongkar tas kerjanya. Dia melihat jam, pukul setengah dua. Mungkin dia bisa membeli beberapa obat tidur di apotek 24 jam, jadi dia mengambil jaket dan kunci mobilnya kemudian berjalan menuju tempat parkir apartment.

Jonghyun celingak celinguk mencari mobil jaguar merahnya, karena mobil itu terakhir kali dipakai oleh kordinator Mi Young dan dia tidak tahu wanita itu memarkirnya di mana. Hanya membutuhakan beberapa detik sebelum akhirnya Jonghyun menemukan mobilnya yang mencolok itu. Dia berjalan menghampiri mobil kecil kesayangannya. Biasanya di sebelah mobil jaguar merah terdapat mobil Porsche hitam milik Onew, tapi sekarang tidak ada lagi. Jonghyun menghela nafas dan mulai membuka pintu mobilnya, tapi tiba-tiba gerakannya terhenti. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Benda itu tergantung di langit-langit dan sudah ada sejak mereka tinggal di sini. Kamera Pengawas.

*****TBC*****

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

23 thoughts on “KUROSHI – PART 2”

  1. Looh? Taemin kenapa sakiit?

    Author author,dari prolog memang langsung ke part 2 yah? Aku bingung hehehehehehe *reader telmi*

    Overall, cerita ini KERRRRRRREEEEEEEN!!!!!!!

    Lanjuuut~ hehehe

  2. astaga….baru baca udah bikin sesak nafas…kok ga ada part 1 ny oenni…aku bingung….astaga
    deg..degan…kok aku ga nemuin part 1 ny….akun penasaran…
    DAEBAK…><..aku penasaran…OMO…!!!
    lanjut oenni…

  3. huhaaa >w< siapa si sebenernya itu? mi young?
    aah jahaaat *mewek ala sinetron XD
    wahaa jonghyun ANDWAEE! jangan naik mobil! *treak2 gaje hahah
    yasud AUTHOR LANJUT YAAA! FIGHTING! ^^

  4. Keren, Vazaaaa. . . . *sok akrab*

    apa pembunuh Onew akan segera ketahuan dgn adanya CCTV. . Daebak. . .

    Tapi. . . Mana part 1nya??
    aq jadi agak bingung niH bAcAnya. . .==’

  5. Merinding disko bAcA FF ini …
    Author,lnjtkn yaa
    jgn buat saya mati penasaran.
    Krna kLw smpai itU tjadi,maka saya akan mengHantUi mu hiHiHi *ketawa ala kunti*

  6. Eonn….part 1nya itu INTRO ya?

    Huweeeee aku penasaran eonn, kapan part 3 nyaaaaaa *ngerengek*

    Sekali lagi, daebak!! penggunaan bahasanya bagus (Y) patut diacungi jempol *plok plok plok*

    Kutunggu part3nya….. >/////<

  7. daebak pisan :* aku suka bgt !
    ayo thor , lanjutannya cpetan . aku gag sabar pelakunya udh mw ktahuan *nodong HP (?) geje* hehee .

  8. part 1 nya g ad, ato part 1=intro???
    aye jd binun.. @_@
    tp kyknya part 1 nya emang g ad/blom d post… =.=a

    cerita seru nih! aq ska bgt!!!!!!!
    semoga si Taem selamat ampe akhir…..

    jgn” korban selanjutnya jjong…
    pesanaran aq…
    hwaiting thor^^

  9. Kok ini part 1 nya ga ada ya? Aku baru baca intronya aja, apalagi pas onew gimana kecelakaannya ga dibahas jadi bingung -.- but it’s still daebak!! Aku curiga si koordinator mi young pelakunya, lanjutannya jangan sampe berabad-abad lagi yaaa kkkkk

  10. huaaaaaa!!! nagis gx berhenti-henti *berlebihan deh nih org*
    ahkkkk kk q semata wayang …*sejak kapan onew mau ngakuin lu sebagai saeng?*
    ayo dong … part3..part 3… aku menunggu

    daebak chingu… ^,^ …

  11. hua hua hua ..
    ternyata ada part 2 nya tooh.. ohh >,<
    ituu si jjong kok malem2 malah ke apotek siih??!
    duuhh, gemeteran sumpaaah!!
    lanjutt deh! 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s