Real Love – Part 3

Main cast         :   -Lee Taemin

-Song Sarang

– Choi Minho

– Shin Minyoung à desi fitriana,

Other cast        :           – SHINee MEMBER

–          Park Rin chan

–          Yang lain cari sendiri

Rating                         :           PG15

Genre              :           Romance, Friendship

Annyeong masih ingat dengan ffku yang ini????

Hahahah mian lama soalnya lagi subuk masalah sekolah yang gak ada ujungnya ini….

Lanjut aja deh

Yang lupa preview aja : part1 / part2

Sarang POV

Aissh apa-apaan anak itu, aku tidak mengerti apa maksudnya dasar namja gila. Aku terus berjalan kearah rumah ku dan masih tidak mengerti akan apa yang taemin barusan katakana, dan sepertinya dia mulai gila.

Aku mengobrak abrik isi tasku tapi aku tidak memukannnya, aissh diaman buku sketsa itu kenapa tidak ada sih. Aku kembali mengingat-ingat dimana terakhir kali aku memgangnya, yak aku ingat sekarang di taman, pasti disana aku harus kembali ke sana.

Saat aku berada ditaman tempat tadi aku bersamanya namja gila itu aku tidak menemukan buku sketsaku, aih jangan-jangan dibawa namja gila itu lagi. Arrhhgghh dasar namja gila.

Keesokan harinya kulihat buku sketsaku sudah ada di atas mejaku, pasti namja gila itu yang menaruhnya, aku melihat ada kertas terselip di buku itu dan saat ku lihat tulisannya …

aku juga menyukaimu kok

Nomu-nomu sarangheyo

Muach

Lee Taemin

Apa-apaan dia? Menjijikan sekali apa maksudnya? Aisshh dasar namja gila dia membuat hidupku jadi terasa aneh, tapi kenapa aku malah tersenyum sendiri seperti ini, ahh tidak mungkin aku menyukai namja gila itu

Shin Minyoung POV

Akhirnya aku sampai juga di seoul, baik aku harus mencari sekolah dimana taemin berada dan aku akan bersekolah di tempat itu bersamanya.

Perkenalkan namaku Shin Minyoung, aku baru kembali dari Amerika untuk menjalankan operasiku. Dan aku kembali karena satu namja yaitu bernama LEE TAEMIN, dia adalha mantan pacarku waktu junior high shool dulu, , tapi aku masih menganggapnya pacarku karena diantara kami belum ada kata putus, aku meninggalkan dia karena penyakitku yang sangat parah, kanker otak stdium 2 dan di korea belum ada yang bisa mengobati disini hanya ada rumah sakit untuk kecantikan yang menurutku tidak penting itu. Mungkin saat itu taemin sangat sakit hati karena kepergianku yang tanpa pemberitahuan itu

Flash Back

“minyoung besok kita akan ke amerika untuk pengobatanmu” ucap appa saat aku dirawat dirumah sakit, karena penyakit itu aku tidak bisa bersekolah dan bertemu dengan namja chinguku selama 2 minggu, terlebih lagi besok aku ke amerika, omoo bagaimana dengan hubungan kita nantinya. Aku memang tidak memberi tahu taemin tentang penyakitku karena aku takut dia akan meninggalkan ku setelah dia tahu penyakiku ini, jadi selama ini aku hanya bilang kalau aku pergi ke rumah nenekku yang sedang sakit parah di gwangju.

“tapi appa, bagaimna dengan taemin?” tanyaku sedih

“sembuhkan dulu penyakitmu, nanti kalau kau sudah sembuh appa janji akan membawamu kembali kesini dan bertemu taemin” jawab appa sambil mengemasi barang-barangku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa menangis dan meratapi nasibku yang sangat menyedihkan ini, tuhaan, kenapa kau memberiku enyakit yang begitu parah?.

Keesokan harinya aku dan appa berangkat pagi-pagi sekali, aku tidak mempunyai umma,dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan dank arena kecelakaan itu pula aku mempunyai penyakit ini, penyakit yang terkutuk ini.

Flash back end

Selama2 tahun aku di amerika appa selalu menemaniku, dan selama itu pula aku tidak menyukai namja lain selain taemin,padahal begitu banyak namja yang menyukaiku dan memintaku menjadi pacarnya *author: hooeekk hahaha*

Lee Taemin POV

“akhirnya masuk sekolah juga hahaha” ucapku riang sambil melewati lorong menuju ke kelasku. Baru kali ini aku sangat rindu dengan sekolah,kalau ada libur sehari saja itu membuatku muak dan marah-marah sendiri, alasanku? Karena seorang yoeja bernama Song Sarang sedang menungguku hahaha tidak sih karena aku selalu ingin dekat dengannya.

KRIING

Terdengar bel pertanda masuknya jam pelajaran dan kulihat sarang sudah ada disampingku dengan buku-bukunya yang sudah disiapkan wajahnya terlihat serius dan itu terlihat sangat cantik, deg jantungku langsung berdetak dengan cepat saat mata kami bertemu, lama kami saling menatap hingga sesuatu yang menyebalkan datang.

“annyeong yorobun, bapak akan memperkenalkan murid baru dari amerika kepada kalian semua…. Minyoung silahkan masuk” ucap kim sangnim disepan kelas dan itu sangat menganggu moment yang sangat indah bersama sarang. ‘omooo bukankah itu shin monyong? Eh salah shin minyoung?’

“annyeong chingudeul, perkenalkan namaku shin minyoung aku pindahan dari amerika, mohon bantuannya” ucapnya, suaranya masih lembut seperi dulu dan itu membuatku panas dingin, sesaat kemudian mata kami berdua bertemu, aku terlonjak kaget dan mengalihkan pandanganku kearah sarang, dan kulihat sarang malah asik dengan gambarnya, dia sedang menggambar 2 orang yang satu namja berambut helm dan satu lagi yoeja berambut panjang bergelombang yang kutaksir adalah dirinya, mereka berdua sedang duduk di balik pohon dengan arah berlawanan, si namja berada di sebelah kanan dan si yoeja di sebelah kiri pohon jadi posisi mereka saling membelakangi dengan pohon sebagai penghalang.

“bagus”ucapku refleks,dia langsung menutup buku sketsanya rapat-rapat lalu pandangannya kembali kea rah minyoung yang sedang berdiri mencari tempat duduk.

“kau bisa duduk disini agasshi” ucap kyuhyun sambil menunjuk bangku disebelahnya yang memang kosong dan itu tepat berada disamping kananku

Kenapa kau harus kembali meinyoung? Apa tidak cukup kau menyakiti hatiku dengan cara meninggalkanku begitu saja dan tanpa ucapan selamat tinggal? Apa tidak cukup embuatku bersedih selama 1 tahun? Apa yang sebenarnya kau mau?

Aku terus bertanya-tanya dalam hati heran akan kedatangan tiba-tiba minyoung

“taemin-ah, bisa kita berbicara sebentar?” Tanya minyoung saat istirahat, aku mengangguk menyetujuinya

“mianhe, mianhe aku meninggalkanmu secara diam-diam, mianhe karena aku membuatmu sedih, mianhe karena aku …” ucapannya terputus, kuliaht dia meneteskan airmata lalu menunduk untuk menutupinya, aku merasa bersalah padanya. Kuangkat wajahnya perlahan dengan telunjukku lalu kupeluk dia erat, entah mengapa aku sangat rindu memeluknya, aku rindu dengan canda tawanya, aku rindu dengan aroma tubuhnya, aku rindu dengan tangisannya, aku rindu semua yang dimilkinya, dia membuatku merasa nyaman, saat aku berada didekatnya tiba-tiba saja baying-bayang sarang yang selalu menghantuiku hilang begitu saja.

Song Sarang POV

Aku sedang malas ke mana-mana hari ini jadi kuputuskan aku dikels saja, namun tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil, aku pergi ke toilet. Saat aku kembali ke toilet betapa kagetnya aku saat melihat taemin sedang memeluk minyoung si anak baru itu dan entah mengapa hati ini terasa sangat sakit. Aku ingin pergi dari sini tapi ternyata tubuhku menolak, aku malah terpaku didepan pintu sambil melihat taemin memluk yoeja itu, hingga saat taemin melihatku terpaku dan dia hanya diam menatapku sambil terus memeluk yoeja itu, mataku tak sedikitpun berpaling darinya begitu juga matanya yang tak sedikitpun berpaling dari mataku.

Tubuhku tiba-tiba saja lemas, aku jatuh terduduk begitu saja, aku tidak pingsan hanya kakiku yang tiba-tiba saja melemas, aku menundukan kepalaku dan kudengar suara langkah kaki cepat menghampiriku. Ku dongakkan keplaku dank u lihat taemin sedang berdiri dengan wajah khawatir.

“gwencana?” tanyanya dan berhasil membuatku meitikkan airmata, entah kenapa airmata ini turun begitu saja saat aku melihatnya, dia memegang kedua bahuku mencoba untuk membantuku berdiri namun dengan segera aku langsung melepaskan tangannya, berlari dengan sekuat tenaga kearah yang tak ku ketahui.

BUKK

Tiba-tiba saja aku merasa menabrak sesuatu.

“omoo, mianhe.. mianhe… aku tidak sengaja” ucap namja itu sambil mengatupkan kedua tangannya

“aahh nee” ucap ku parau, karena menahan tangisku yang sudah tah terbendung ini, aku berdiri lalu bersiap pergi, tetapi ada sebuah tangan menggenggam erat tangan kiriku

“wae?” tanyanya dengan wajah yang khawatir

“minhooo-ah” ucapku lalu memeluk tubuhnya dan menangis didekapannya, mungkin kalian bingung kenapa aku bisa dekat dengan orang ini

Flash back

Hari ini aku ingin menjenguk ibuku, sudah 2 minggu aku tidak bertemu dengannya. Aku pergi ke rumah sakit jiwa dimana tempat ibuku berada. Setelah sampai disana aku melihat ibu dengan seorang namja berambut gondrong, dia sedang membantu ibuku duduk ditaman RSJ itu setelah itu namja itu pergi dan akupun menghampiri ibuku.

“ommaa… kapan kau sembuh? Kau tahu? Akusangat amat merindukan pelukan serta kasih sayangmu itu” ucapku pada ibuku, kulihat ibuku hanya diam dan tersenyum sendiri, miris hatiku melihatnya seperti ini, ingin rasanya aku kembali ke masa dimana aku berkumpul bersama dengan appa dan omma namun itu tidak akan pernah terjadi

“ahjumma ini aku ambilkan…. Lho Sarang?” kulihat seorang namja sedang berdiri didepanku sambil memegang gelas berisi air, dia terbengong melihatku, begitu juga aku, aku sangat kaget

“mi mi minnhhoo ssiii” ucapku gugup, dia melihatku lalu tersenyum

“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya sambil duduk disampingku. Oohh Tuhan apa masa laluku akan kembali terulang dimana saat mereka menjauhiku karena tahu ibuku gila!

“ummm menjenguk ommaku” jawabku jujur, mungkin saatnya sekarang aku jujur, aku tak perduli dia mau menjauhiku atau tidak.

“jadi ahjumma ini ibumu?” tanyanya dengan wajah menyelidik

“uumm nee” jawabku pasrah

“dasar babo, kau tahu ahjumma ini sangat kesepian tau dan kenapa kau jarang sekali menjenguknya?” tanyanya membuatku heran bagaimana dia tahu kalau ibuku sedang kesepaian.

“nee? Bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku, entahlah saat berada didekatny aku bagaikan berada didekat seseorang yang melindungiku

“aku itu relawan disini, aku selalu datang kesini setiap pulang sekolah dan ak selalu menemani ibumu yang semakin hari bertambah buruk kejiwaannya”

Flash back end

Aku terus menangis didekapannya sampai jam pelajaran masuk dan aku malas untuk masuk ke kelas, aku menceritakan semuanya ke minho dari mulai aku melihat taemin berpelukan hingga aku menangis tanpa sebab dan dia menjawab kalau aku itu cemburu, haha alas an yang impossible.

Pulang sekolah aku dan minho janjian ke RSJ sekalian aku menjenguk ummaku.

Kyuhyun POV

Dari tad aku tidak melihat sarang, kemana dia? Dia juga tidak menghubungiku.apa yang terjadi padanya? Biasanya dia selalu ada didekatku dan selalu butuh akan bantuanku. Haahh mungkin dia sedang bersama taemin, sarang ah bisakah kau membuka hatimu untukku?? Tidakkah kau menyadari perasaanku? Bahkan saat aku didekatmu aku selalu memberikanmu perhatian yang lebih untukmu.

Dulu kau selalu bilang kau benci kepada semua lelaki yang ada di dunia ini kecuali aku, disitu aku merasa sangat senang karena kemungkinan besar kau mempercayaiku. Sarang, jika memang kau berbahagia dengan pilihanmu, aku akan setuju. Aku tidak akan lagi bersikap jahat padamu. Lebih baik aku menghubunginya untuk janjian bertemu, sudah aku putuskan aku akan menyatakan cintaku kepadanya.

“mian aku telat” ucap sarang yang memang telat 30 menit, tadinya aku piker dia tidak datang. Modis, dia selalu berpenampilan modis sekarang dia memakai tanktop putih di balut dengan kemeja kotak-kotak biru gombrong yang kancingnya dibuka 3 dan celana pendek sepaha berwarna coklat juga sneakers warna biru.

“ahh gwencana, duduklah” ucapku sambil menggeser bangku mengizinkan dia untuk duduk.

“ada apa?” tanyanya langsung to the point

“sarang, aku ingin jujur, dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulangnya lagi” ucapku sarang terlihat penasaran

“sarang mungkin kau kaget mendengarnya tapi,… sarangheyo sarang-ah, aku tau kau tidak akan membalas perasaanku, aku tau kau benci dengan pernyataanku, tapi jujur aku sangat menyukaimu, aku benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi, aku sudah lelah menutupi perasaanku selama bertahun-tahun” ucapku sambil menatap lekat kedua matanya.

“kyuu, mian aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku tidak lebih, jadi ku harap hapus perasaan itu” ucap sarang lalu berdiri ingin meninggalkanku, kutarik tangannya sampai menghadap kearah ku.

“aku tau itu, tapi bisakah kita tetap bersahabat, aku tidak ingin hanya karena keegoisanku persahabatan kita hancur”

“baiklah, kita akan terus bersahabat, tapi kumohon jangan kau ungkit lagi kejadian hari ini, aku tidak ingin membencimu karena ini” ujar sarang lalu melepaskan tangannya dari genggamanku.

“ak.. aku akan pergi ke japang besok, dan mungkin aku akan menetap disana, mian aku tidak bisa menemanimu lagi” ucapku gugup, dia berbalik kearahku kulihat dia menahan tangisnya terlihat dari bendungan airmatanya.

“kau bilang kau sahabatku, kenapa kau malah meninggalkanku? Tidakkah kau tahu bagaimana perasaanku ditinggal semua orang yang aku sayangi? Tidakkah kau tau bagaimana perasaanku saat semua orang mencemoohku dan tidak ada yang membelaku? Hiks pergilah hhhehh kalau itu keputusanmu hhaahh haaehh” ucapnya sambil terengah-engah menghentikan tangisnya, kutarik dia kedalam pelukanku, kupeluk erat tubuhnya dia kembali menangis didalam dekapanku.

“mian, mian aku tidak bisa menjagamu, mian aku tidak bisa membelamu, mian aku tidak bisa menemanimu tapi satu hal yang harus kau tahu aku akan terus menyayangimu sampai kapanpun” ucapku sambil berjanji dalam hati.

Dia meleaskan pelukannya, lalu mencium pipiku sekilas “ucapan selamat tinggal” ucapnya lalu ergi meninggalkanku, deg jantungku berdetak cepat dan untuk sesaat aku kehilangan kesadaran. Aku bisa pergi dengan lega sekarang.

Aku akan ke jepang karena keluargaku pindah kesana dan aku harus ikut, mereka bilang kita akan menetap disanadalam waktu yang lama.

Taemin POV

Aku sangat lapar namun tak ada apapun dirumahku, aku memutuskan untuk ke café dekat rumahku. Sesampainya disana aku merasa sangat kenyang padahal aku baru memasuki café ini bagaimana tidak seorang yoeja yang aku sukai sedang mencium pipi seorang namja, ya kulihat sarang sedang mencium pipi kyuhyun. Apa mungkin tidak ada celah untukku? Ahh aku tidak perduli aku tidak akan menyerah sebelum mendengar penolakan dari mulutnya sarang.

Akhirnya aku tidak jadi makan di café itu, aku pulang dengan tangan hampa dan pikiran-pikiranku tentang sarang dan kyuhyun. Haahh rasanya begitu sulit untuk mendapatkan cinta orang lain.

~keesokkan harinya~

Author POV

Karena hari ini hari libur, sarang memutuskan untuk menemani oemmanya di rumah sakit. Sesamapaimya dirumah sakit dia melihat ommanya sedang disuapi bubur oleh minho, ommanya terlihat sangat senang dan selalu berbicara dengan minho.

“sunbae, kau kesini juga?” Tanya sarang sambil duduk disamping mminho

“ne, aku kesini setiap hari, kau ingin menjenguk ommamu?” tanyanya sambil memberikan sesuap bubur kepada omma sarang

“biar aku saja sunbae” ucap sarang

“anni, sudah tinggal sedikit lagi kok” dia menyuapi omma sarang dengan penuh kasih saying dan itu membuat sarang merasa nyaman berada didekat minho, dia terus memeperhatikan minho, matanya mengikuti gerak gerik minho, entah mengapa matanya tidak ingin lepas memandang minho. Minho yang merasa diperhatikan menengok kearah sarang lalu tersenyum, senyum yang enuh dengan charisma ‘deg’ tiba-tiba saja jantung sarang bergemuruh, dia memanglingkan wajahnya yang sudah semerah tomat kearah lain.

“Sarang ayo kita aajak ommamu jalan-jalan” ajak minho sambil menarik tangannya sarang ‘deg’ jantung sarang kembali bergemuruh saat minho menggandeng tangannya sepanjang perjalanan. Mereka mengelilingi taman riumah sakit. Wajah sarang sudah semerah tomat dia terus memandang wajah minho dan tanggannya yang digandeng secara bergantian.

Minho yang tidak sadar sepanjang perjalanan menggandeng sarang merasakan tangannya basah dan saat dia lihat tangannya belum melepaskan tangan sarang “mi.. mian” ucapnya gugup lalu melepaskan genggamannya lalu menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal, sarang yang mendengar hanya bisa mendengus kesal, entah kenapa dia merasa kesal saat minho melepaskan genggamannya.

Langit sudah mulai sore sarang pamit izin pulang kepada ommanya dan berjalan dilorong rumah sakit ini.

“sarang ah, mau pulang?” Tanya minho saat melihat sarang melewati pintu resepsionis, sarang menoleh dan wajahnya langsung memerah melihat minho.

“nee” ucap sarang sambil tersipu malu.

“ayo kuantar” ucap minho. Lalu mengambil motornya di parkiran “naik” ucapnya sarang langsiung naik, minho mengambil kedua tangan sarang lalu menariknya dan melingkarkannya di perutnya, sarang langsung blushing dengan perlakuan minho.

“kau mau mampir dulu sunbae?” Tanya sarang saat sudah turun dari motor minho

“hmm, bolehlah” ucap minho, lalu memarkirkan motornya di parkiran dan setelah itu mengikuti sarang masuk ke dalam apartemennya.

“sunbae mau minum apa?” Tanya sarang setelah mempersilahkan minho duduk

“apa aja deh” minho mengelilingi apartemen sarang

Minho POV

Sarang, nama yang bagus. Kata taemin dia yoeja yang dingin tapi kenapa aku merasa hangat ya berada didekatnya. Menurutku dia yoeja yang kuat, pantang menyerah. Dia yoeja yang cantik, tubuhnya yang bagus, dan ramah itu membuatku menyukainya. Tapii, bagaimana dengan taemin? Ah sudahlah aku malas membahasnya.

Sekarang aku sedang berada di apartemennya, lumayan besar untuk ukuran tinggal sendirian, walaupun sebenarnya rumahku jauh lebih besar dari ini, rapih tapi setelah aku lihat tidak ada satupun foto yang menghiaas dinding atau mejanya semuanya hanya pajangan-pajangan saja, aku berjalan kearah dapur, kulihat dia sedang membuat minuman dengan seriusnya hahah sampai dia tidak menyadari aku berada dibelakangnya. Kulihat dia sudah selesai membuat minum, aku masih dibelakangnya, dia berbalik dan crashhh air minum berwarna ungun itu jatuh membasahi baju yang ku kenakan yang berwarna putih ini.

“omoo mianhe” ucapnya sambil mengelap bajuku dengan elap dapur dan itu membuatnya lebih kotor “aish bagaimana ini?” aku menghentikan kegiatannya lalu membuka bajuku.

“bereskan?” ucapku lalu berjalan kearah ruang tamu, kulihat dia masih dibawah alam sadarnya, aku tertawa kecil melihat tingkanya.

“heeii, aku menginap disini yah, aku malas pulang” ucapku lagi sambil tiduran disofa depan tv.

“ne?” Tanya sarang kebingungan

“sudah malam, pasti rumahku sudah dikunci, jadi aku malas pulang” ucapku sambil menggonta-ganti chanel tv *ni orang baru kenal songong banget yak*

“oohh yasudah, kau mau makan apa?” Tanya sarang

Sarang POV

Minho oppa menginap dirumahku? Perasaan baru beberapa hari ini kita dekat sudah berani-beraninya dia menginap dirumahku, tapi biarlah lagipula aku kesepian bila sendirian di rumah.

“terserah kau saja lah” ucapnya lagi

“aahh nee, aku mau ke supermarket dulu yaa, bahan makanannya habis” seruku sambil mengambil hoodieku

“aku ikut” ucapnya

“tapi kau kan tidak memakai baju oppa”

“oh iyaya, ah aku ada jaket motor kok, kita pergi aik motor saja. Kkajjaa” ucapnya sambil menarik tanganku setelah dia memakai jaket motornya ‘deg’ jantungku kembali berdetak kencang saat tangannya menggandenga tanganku, apa mungkin aku menyukainya? Aish tidak mungkin, aku tidak ingin ada lelaki di kehidupanku.

~disupermarket~

Ku lihat dia banyak sekali membeli makanan, sebenarnya yang belanja itu siapa sih, kok malah dia yang sangat antusias dan membeli banyak makannan, aish uang ku mulai menipis pula, sedangkan pria brengsek itu belum mengirimiku uang, walaupun appaku pergi dari rumah dia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai suami, membiayai keluarganya. Sebetulnya aku tidak ingin menerima uangnya tapi dia memaksaku agar meneriama uang pemberiannya sebagai wajud tangung jawabnya terhadapku.

Aku berdiri dengan tamang cengo karena didepanku terlihat minho oppa sedang membawa trolly yang penuh dengan makanan ringan dan berbagai macam minuman juga ada banyak sayuran dan bumbu-bumbu masak lainnya.

“tenang aku yang bayar semuanya” ucapnya sambil mengeluarkan dompet lalu mendorong trolly itu kearah kasir, dan membayar semuanya. Huuft untunglah kalau tidak bisa-bisa aku disuruh mengepel selurh lantai supermarket ini karena tak sanggup membayar.

Sudah beberapa minggu ini aku selalu ke RSJ bareng minho oppa dan hubungan kami makin dekat. Dia memperlakukan aku selayaknya pacarnya entahlah apa aku saja yang kepedeean tapi perhatiaanya terhadapku membuatku selalu berpikiran seperti itu.

Taemin POV

Sudah beberapa minggu ini aku dekat lagi dengan minyoung, entahlah apa status hubungan kita, tapi aku tidak berharap melanjutkan hubungan kita yang dulu, karena bagiku itu semua sedah berlalu. Aku juga bingung terhadap perasaanku yang mulai tak menentu ini, disatu sisi aku senang berada di dekat minyoung, aku merasa rindu saat bersamanya dan bayangan sarang hilang begitu saja dari pikiranku, disisi lain aku masih menyukai sarang yang setelah kuperhatikan dia mulai dingin terhadapku padahal waktu itu sudah mengahangat, apa karena pelukan itu dan anehnya kenapa dia tiba-tiba saja terjatuh dan kulihat dia menangis sambil tertunduk, bolehkah aku merasa kalau dia sudah mulai menyukaiku.

“taemin-ah” terdengar suara riang dari minyoung

“ah nee” sadarku, ku lihat minyoung dengan wajah polosnya yang sedang menatapku ‘deg’ detak jantung ini kembali bergemuruh dan wajahku memanas.

“apa yang kau pikirkan? Sepertinya kau sangat serius” ucap minyoung sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dan itu terlihat lucu, ku cubit kedua pipinya dengan gemas.

Author POV

Sarang sedang berjaan menuju kelasnya dan betapa kagetnya dia melihat taemin sedang mencubil kedua pipi minyougn denngan gemasnya sambil tertawa lepas. Dia berjalan kearah bangkunya yang berada di sebelah taemin dan dia melihat ada tas minyoung disana, dia memilih duduk ditempat minyoung sendirian karena kyuhyun sudah pindah ke jepang beberapa minggu yang lalu. Dia menaruh tasnya dan duduk disana sesekali dia melirik kearah taemin dan minyoung yang tidak menyadari keberadaannya. Sakit. Dia merasakan sakit di dadanya, melihat keakraban taemin dan minyoung. ‘Tuhan berikan aku jawaban atas perasaanku terhadapnya’ ucap sarang dalam hati.

Suasana di kelas ini begitu panas, karena ada dua makhluk –taemin dan minyoung-  yang memliki duanianya sendiri. Sarang akhirnya keluar kelas, wajahnya memerah, entah kenapa setiap dia melihat keakraban taemin dan sarang dia selalu menangis, dia tidak pernah mengerti cinta karena menurutnya itu tidak perlu dipikirkan dan hanya membuang waktu kalau memikirkannya.

Jalan dan terus berjalan itulah yang sarang lakukan . dia berjalan tak tentu arah sambil membendung tangisnya dan berhenti saat ada seseorang menghalanginya. Dia mendangak untuk melihat siapa yang menghalangi jalannya “minho opa” ucapnya lirih lalu perlahan airmatanya menetes 1 per 1, dan dia langsung memeluk minho.

Taemin sedang berjalan-jalan keliling sekolah bersama minyoung sambil bercanda-canda, seketika taemin langsung berhenti melihat sarang dan minho sedang berpelukan, minho yang menyadari ada tatapan tidak senang langsung menegakkan kepalanya dan terlihat taemin didepannya sedang menatapnya geram, bukannya melepaskan pelukannya minho malah mengeratkan pelukannya dan menaruh kepalanya di bahu sarang masih tetap menatap taemin yang terlihat sudah sangat marah, sekarang minho tau apa yang ditangisi sarang dan dia bertekad untuk membuat sarang tidak menangis karena dia yakin jika sarang bersamanya pasti dia tidak akan membuatnyya menangis. Melihat itu taemin berbalik pergi diikuti minyoung dengan tamapang bingungnya.

Minho mengajak sarang duduk di bangku taman belakang sekolah, dia sangat sedih melihat sarang yang masih sesenggukandi dada bidangnya. Tidak tahan dengan sarang yang terus menangis dia mengangkat wajah sarang dengan kedua tangannya, dia pandang mata almond itu lekat-lekat kemudian dia mencium kedua mata itu secara bergantian. Sarang yang mendapat perlakuan seperti itu tiba-tiba saja berhenti dari tangisnya, rasa terkejut mengalahkan kesedihannya. Setelah minho melepaskan wajah sarang, dia tersenyum, senyum yang sangat manis dan meneduhkan hati rasa sedih sarang pun berkurang dia tersenyum lalu kembali memeluk minho dengan senyum terkembang di wajahnya.

Taemin POV

Aku sangat kesal melihat sarang berpelukan dengan minho, walaupun yoeja itu membelakangi ku tapi aku tau itu sarang, telihat dari rambut dan tubuhnya yang , mungil  itu. Hati ini rasanya begitu sakit, melihatnya bersama lelaki lain, padahal aku sudah bersukur kyuhyun pergi, karena tidak ada lagi yang mengalangiku, tapi ternyata aku salah ada seorang menghalang lagi dan itu hyungku sendiri. Kulihat minyoung hanya mengikuti di belkangku dengan wajah bingung, aku berbalik padanya.

“aku ingin sendiri” ucapku dingin, kulihat raut wajah sedihnya tapi kubiarkan, aku langsung pergi menjauh darinya yang berdiri mematung.

Aku pergi ketaman sekolah dan duduk di bangku taman dengan wajah menunduk, aku kembali memutar otakku mengingat kaejadian tadi di kelas.

Flash back

Suasana kelas begitu sepi, baru aku yang datang aku ingin melihat sarang lebih lama jadi kuputuskan datang pagi-pagi tak lama kemudian kudengar suara sepatu mendekatiku dan ternyata itu minyoung, padahal aku berharap aku berdua di kelas dengan sarang.

“annyeong taemin-ah” sapanya dengan wajahnya yang ceria dan sejenak melupakan wajahnya sarang yang sedari tadi terngiang di pikiranku.

“annyeong” sahutku lalu kembali bengong membayangkan wajah sarang sambil tersenyum-senyum sendiri.

“hei taemin-ah kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?” Tanya minyoung menaruh tasnya di samping bangkuku lebih tepatnya bangkunya sarang lalu berpindah ke depanku untuk melihat wajahku.

“anii” jawabku. Dia lalu memegang puncak kepalaku dan mengacak-ngacaknya sambil tertawa setelah itu kita terlarut dengan saling menjahili satu sama lain, kudengar ada derap langkah kaki menuju bangku sampingku, kulirik sedikit dan ternyata itu sarang, kulihat dia malah duduk di bangku minyoung, apa dia menghindariku? Entahlah aku malah melanjutkan mengusili minyoung dengan mencubit pipinya.

Kulirik sarang lagi, kulihat dia sedang menunduk menatap meja lalu pergi begitu saja kudengar derap langkahnya sepertinya dia berlari. Mungkin dia teringat dengan kyuhyun batinku.

“minyoung-ah, aku ingin berjalan-jalan apa kau ingin ikut?” tanyaku sambil berdiri.

“boleh” ucapnya lalu menyejajarkan jalannya denganku. Dan kejadian itupun terlihat

Flash back end

Hari ini pikiranku melayang entah kemana, sarang duduk di tempat minyoung sedangkan minyoung duduk di sampingku. Kulihat wajahnya masih sembab. Apa yang membuatnya menangis? Dan kenapa dia bisa dekat dengan minho hyung? Pikiran-pikiran it uterus berputar di dalam otakku.

Bel sudah berbunyi pertanda jam sekolah sudah selesai. Aku memutuskan mengikuti sarang, aku ingin tahu dimana rumahnya, siapa tahu aku bisa main sekaligus bertanya apa yang ingin ku tanyakan. Kulihat dia sedang keluar gerbang lalu bertemu dengan seorang siswa laki. Tunggu itukan minho hyung, rasa penasaranku bertambah besar kulihat sarang berjalan beriringan sambil bersenda gurau, tumben minho hyung tidak membawa motornya. Baru kali ini kulihat sarang menunjukan bernagai ekspresi dan aku benci karena tidak pernah sedikitpun dia memperlihatkan ekspresinya terhadapku, sekalinya aku melihat ekspresi tertawanya saat monyet dan ikan (baca : eunhyuk dan donghae) membuatku bonyok.

Kulihat dia memasuki sabuah apartemen yang cukup berada. Ku ikuti dia masuk dan anehnya minho hyung malah ikut masuk ke dalam apartemennya, apa mereka tinggal bersama? Sebenarnya sejauh mana hubungan mereka?

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

12 thoughts on “Real Love – Part 3”

  1. Huaaa..
    Aku nunggu2 nih ff dari duluu, akhirnya out juga!!
    loh loh??? *bingung*
    Taemin sama Minyoung??
    Waduh, pdahal kan wktu itu udah pelukan bukan di taman?? *sedikit lupaa sih*

    Sekarang ada yeobo ku keluar!! MINHOOOO!! Akaakakak….mereka jadi tinggal berdua ataaau si Minho cuma nginep??
    Huakakakak…seru seru seru! LANJUT 😀

  2. aiissshhhh…
    udah aja sarang sama minho! kasian minyoung yang baru datang dan tidak tahu apa-apa di cuekin setengah mati sama taemin, huhuhuuuuu…….. 😥

  3. Ahuahuahuaaaaaa author! Daebak! Pokoknya akhirnya minho sama sarang aja ya. Si taemin sama si minyoung aja tuh. Aduh sumpah itu minho sweeeet bgt. Aaah minho sama sarang yah!! Ayo part 4 nya, thor!

Leave a Reply to Han Sang Ra Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s