Hellowen’s Show – Part 1

Tittle : Hellowen’s Show
Author : Sacreta [karenagatha (Chapter 1), yessicamariesta (Chapter 2), Ayu Wandira ♥ (Chapter 3)]
Rating : NC 17+
Genre : Comedy, Romance, Horror/Thriller
Length : Chapters/Parts
Main Cast : Onew (SHINee) as Sutradara, Key (SHINee) as Penulis Skenario, Taemin (SHINee) as Fotografer/Kameramen, Han Yeon Rin (Karen), Park Seo Yeon (Yessica), Lee Mu Shi (Ayu)
Support Cast / Other Cast : Minho (SHINee) as Produsen, Jonghyun (SHINee) as Penata Rias/Tukang Make Up, Hero (TVXQ) as Asisten Produser, Eunhyuk (Super Junior) as Editor, Heechul (Super Junior) as Perancang Pakaian, Shindong (Super Junior) as Asisten Kameramen, Ryeowook (Super Junior) as Penata Musik, Kim Se Ra as Asisten Sutradara, Choi Min Na as Desainer Produksi
Disclaimer : We don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. We just own Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Lee Mu Shi, Kim Se Ra (request) and Choi Min Na (request). Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Kami tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Kami hanya membuat Han Yeon Rin, Park Seo Yeon, Jung Eun Ah, Kim Se Ra (permintaan) and Choi Min Na (permintaan). Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)
Publish : SF3SI (https://shiningstory.wordpress.com) and Wonder Fanfiction (http://wonderfanfiction.wordpress.com)
Author’s Note : Annyeong Haseyo, chingu, kembali dengan saya Karen si petualang FF *gk nyambung?* Kalian tau kan? Sapa diriku? *sapa? Gk kenal..* Saya ini ya orang lah, masa setan *plak*, ok kembali utk nyambung, saya ini menulis ff biasanya sendiri, tp skrg berkolaborasi dgn beda 1 tahun semua, ada yg lebih tua (eonni Yessica), ada yg lebih muda (dongsaeng Ayu), hoho.. dan nama kelompok kita adalah Sacreta (ShAwol CREaTive and Active).. jd skrg, mohon di baca ff pertama dari kami, gamsahamnida.. 😀 (from : karenagatha)
baiklah, aku kembali dengan new ff. hehehehehe. Oya, Ini pertama kalinya aku buat ff horror & thriller lo. Sebelumnya aku belum pernah buat ff genre kayak gini. Oya, partner aku Karen sama Ayu. Si ayu rencananya buat part terakhirnya. Oke, disini aku buat prolognya dulu. Biar tahu pendapat para reader. Oya, satu lagi, ff ini juga bakal di publish di sf3si dan wonderfanfiction.
HAPPY READING^^
JANGAN LUPA COMMENT !! (from : yessicamariesta)
Jangan buang2 wkt untk bca, ini, tp gak komen! (from : Ayu Wandira ♥)

Hellowen’s Show
Chapter 1

Onew P.O.V
Hentakkan kakiku melangkahi perjalananku ke suatu kafe. Namun belum sampai di kafe, telepon telah berbunyi. Kuangkat sambil berjalan, “Yeoboseyo?.. hmm..” sambil menundukkan kepala. Aku langsung berlari menuju kantor produserku. Sesampai disana, aku diminta menunggu oleh resepsionis karena produser sedang menerima telepon. Entah apa yang nanti akan dibicarakan oleh produser.
Resepsionis pun menerima panggilan dari produser dan memperbolehkanku untuk masuk ke ruang kerjanya. Kuketuk pintu pelan-pelan dengan gerogi. “Masuk.”
Aku membungkukkan punggungku dan berdiri tegak kembali. “Duduk.”
Aku pun beranjak duduk di kursi depan meja produser. “Onew, saya sebagai produser kamu, merasa sangat malu. Mengapa dari semua drama yang ada di RBS TV, mengapa hanya drama kita saja yang ber-rating 1%? Sungguh sedikit sekali. Barusan saya menerima panggilan dari direktur RBS TV untuk menghapuskan drama bikinan kita. Sebaiknya, kamu jangan bekerja sebagai sutradara lagi. Kamu tak pantas!” tegas Minho – produserku yang kesal.
Mataku terbelalak mendengar itu, “Jeongmal? Eh..mm.. Tapi, semua manusia masih memiliki sebuah kesempatan. Tolonglah, berikanlah aku kesempatan untuk mewujudkan keberhasilanku!” pintaku dengan ketakutan. Minho pun mendesah, “Hmm, baiklah. Saya akan beri kamu satu kesempatan. Dalam satu bulan, kamu mesti berhasil. Kalau tidak, kamu saya cap sebagai sutradara yang gagal. Mengerti?!”
“Baiklah, saya usahakan dengan semampu saya,” ujarku sambil bersalaman dengan Minho dan tersenyum.
***
Dalam perjalanan menuju Sarang Cafe, aku masih memikirkan bagaimana cara aku berhasil. Aku tak tahu mesti bagaimana lagi, sudah kuberkali-kali mencoba untuk sukses. Namun hasilnya, sia-sia. Aku telah sampai di Sarang Cafe, lalu menuju meja dekat jendela. Mengapa mesti aku duduk di dekat jendela? Itu adalah hobiku, karena bagiku duduk di dekat jendela serasa ada kebebasan, dan dapat menjadi inspiransiku. Aku memulai memesan pesananku, cappuccino. Sambil menunggu pesananku tiba, aku mengambil laptop dari tas yang kubawa. Dan membuka situs RBS TV, untuk mengecek drama buatanku.
Ternyata benar apa yang dikatakan produser Minho. Dramaku paling rendah dari yang lain.
Ji Gong — Ratings : 10.3 %
Mo Nyong – Ratings : 8.10 %
Gi Song – Ratings : 8.5 %
Se Deng Qok – Ratings : 6.3 %
Gudusoe – Ratings : 1.0 %
Nama drama buatanku, Gudusoe, yang artinya Orang Pelit. Aku pun hanya bisa mendesah saja, tak bisa berkata apa-apa. Ketika aku sedang melamun, tiba-tiba muncul chat di layar komputerku.
almightykey : Hey, hyung, kudengar rating drama buatanmu paling rendah dari yang lain ya?
dubutofu : Hey juga, hmm, ne, hyung. Bagaimana dengan drama dari produksimu?
almightykey : Hmm, lumayan sekarang sudah kelar dramaku, rating nya 12.6 %, hoho lumayan..
dubutofu : wah, kau enak. Kalo aku, paling parah sedunia, masa rating drama ku 1.0 %.. gila kan?
almightykey : hahaha, bisa begitu. Poor u, hyung. Oh ya, sekarang hyung ada dimana?
dubutofu :Di sarang café, manknya knp?
almightykey : gpp, aku ke sana ya, Annyeong-hi gyeseyo.. ^ ^
dubutofu : ne, Annyeong-hi gaseyo.. ^ ^
Seusai chatting, akhirnya pesananku telah tiba, begitu juga dengan kehadiran Key. “Annyeong, hyung!” sergah dia. “Aigoo! Cepat sekali kau ini sampainya..,” kataku dengan terkejut, sambil memandang dia yang sedang kemari.
“Lah? Masa kau tak tahu. Kafe ini kan kafe punya appa ku. Bagaimana kau ini?” jelasnya sambil menjitak kepalaku.
“Heh? Hmm..,” sambil berpikir, “Oh iyaa! Mengapa aku bisa lupa ya?!” ujarku sambil menepuk pundak Key dengan keras (sengaja).
“Iya sih iya, tapi gak sampai tepuk pundakku sampai kayak nepuk nyamuk donk.”
“Haha, iya-iya, bawel!”
Dia langsung menggeram dan hal itu membuatku tertawa karena pada saat dia sedang marah, wajahnya mirip sekali seperti harimau. Lalu memberitahukan diriku tujuan kedatangan dia kemari. “Hmm, kamu tampaknya sedang butuh bantuan. Bagaimana kalau aku melamar jadi penulis skenario dalam produksimu? Juga teman kita, Taemin — fotografer, lagi butuh job tuh. Ayo, bagaimana?”
“Hmm, lumayan juga. Baiklah, mumpung di produksiku lagi butuh penulis skenario sama fotografer.”
“Ahay, kebetulan banget tuh. Oh ya, aku ada ide. Zaman sekarang ini, acara reality show itu lebih terkenal dari drama. Bagaimana kalau kita buatnya acara reality show, dan sekarang lagi edisi Halloween,” usulnya.
“Ide bagus tuh, baiklah, aku kasih tahu ke kru-kru yang lainnya dahulu, ya.”
Han Yeon Rin P.O.V
“Umma! Cukup! Jangan minum terlalu banyak!” hardikku sambil mengucurkan air mataku.
“Lepaskan, Yeon Rin! Biarlah umma terus minum!” bentaknya sambil meminum bir.
“Jangan! Meminum bir terlalu banyak dapat merusak kesehatan, umma!”
“Lepaskan tanganmu!”
“Anio!!”
Karena aku terus menahan umma ku untuk meminum bir, hingga akhirnya tak sengaja umma ku mendorong tanganku sehingga botol bir nya mengenai keningku dan pecah. Aku pun menjerit kesakitan, dan jeritanku membuat umma memerhatikanku dan tak peduli dengan pecahan botol birnya.
“Aigoo! anakku, mianhaeyo,” ucap umma ku sambil kewalahan. “Kamu tunggu disini, umma akan bawakan obat.”
Hening sejenak. Aku hanya menahan rintihan dariku. Ibu pun datang membawa obat, sambil membersihkan lukaku dan membalutnya dengan kapas bersih. Kuperhatikan lirikan matanya, tampaknya dia menyembuhkanku dengan kasih sayang. Mengingatkanku di waktu masa kecil, ibuku bekerja sebagai seorang suster. Dimana orang yang selalu memberikan perhatian dan penuh kasih sayang terhadap sesamanya.
Namun ada suatu kejadian menimpa umma ku. Dia diduga telah mencuri obat dan suntikan dalam ruangan khusus di rumah sakit – tempat ibu bekerja. Dia dikhianati oleh partnernya, bahwa umma ku yang mencurinya. Dengan susah payah, umma ku bersikeras memberitahukan bahwa bukan dia yang mencurinya tetapi partner dia. Namun, tak ada bukti yang cukup kuat, membuat umma diberhentikan dari pekerjaan dan diminta untuk ganti rugi.
Seusai umma menyembuhkanku, aku langsung memeluknya dengan mataku yang sedang sembab. “Gwenchanseumnida, nak. Lukamu sudah umma balutin. Nanti kamu akan sembuh. Mianhaeyo, atas kejadian tadi, nak, umma betul-betul menyesal.”
“Na do, mianhae karena telah menganggu umma. Tapi meminum bir itu dapat mengganggu kesehatan, umma,” kataku sambil nangis terseduh-seduh.

***

Aku masih merintih kesakitan pada keningku meskipun sudah berjam-jam telah kulalui. Aku terus mencoba untuk istirahat tetapi tak bisa. Karena sakit ini masih terasa dan membuatku tak nyaman. Lalu aku pergi menuju dapur untuk mengambil es batu dan mengompresnya pada keningku.
Karena tak bisa tidur, akhirnya aku menonton televisi di tengah malam ini. Kulalui sebuah ruangan dimana yang kulihat adalah ibuku yang hanya sendiri saja, ia sedang tertidur pulas di ranjangnya. Kemanakah appa ku ini? Mengapa sudah jam segini, dia belum pulang?
Aku terus menerus menonton televisi sambil mengompres keningku tanpa henti. Memaksakan diriku untuk terus menghilangkan rasa sakit ini, meskipun tanganku telah kedinginan dan seperti aku sedang membeku di Kutub. Tiba-tiba, suara pintu terbuka, membuatku melirik ke pintu tersebut.
Kulihat sebuah kaki melangkahi lantai secara pelan-pelan dan tak tahu arahnya, dan kudengar suara cekikikan dari tenggorokannya tampak seorang pemabuk. “Yeon Rin, kamu masih belum tidur? Hik..” tanyanya dengan lemas.
“Anio, appa,” jawabku singkat sambil menggelengkan kepala.
“Hik.. Ada apa dengan dirimu?” sambil menunjuk keningku.
“Gwenchanayo, appa. Nan gwenchana,” menggelengkan kepala sambil tersenyum.
“Baiklah, appa istirahat dulu. Hik.. Kepala appa sudah terasa berat, Annyeong-hi Jumushipsiyo,” ucap terakhirnya sambil meninggalkanku.
Aku mencium bau ini yang terlekat dalam tubuh appa. Meskipun berbahaya, namun aku sudah terbiasa mencium bau alkohol dan rokok. Bukan karena aku seperti wanita nakal, tetapi appa dan umma ku lah yang biasanya melakukan hal berbahaya itu. Karena sudah ketagihan, itulah jawaban para alkoholic, perokok, dan penjudi, jika ditanyakan hal itu.

***
Kulangkahkan kakiku ke depan menuju ruang kelas sambil menundukkan kepala. “Annyeong Haseyo, Yeon Rin-ah!” tegur dari belakangku sambil menepuk pundakku. Dan sepertinya suara itu kukenal. Iya benar, itu suara Mu Shi-ah. Tampaknya semangat sekali dia, apa ya yang sedang terjadi padanya?
Aku hanya diam diri saja memendam kekesalanku karena dia telah mengejutku. “Seo Yeon-ah! Mengapa Yeon Rin begini? Aaa..ahh..,” ucapnya yang tampaknya sebal.
“Dasar kekanakkan,” ucapku dalam batin.
“Annyeong, Yeon Rin-ah,” sepatah kata itu muncul kembali dari belakangku, namun lembut tak seperti suara Mu Shi, yang heboh. Kutengok ke belakang, melihat wajah Seo Yeon yang tadinya tersenyum menjadi terkejut.
“Apa yang terjadi pada dirimu?” tanya Seo Yeon dan mendekatiku, lalu menahanku.
“Omo! Yeon Rin-ah, kenapa kau ini?” tanya Mu Shi juga dan menahanku.
Aku pun hanya bisa memalingkan muka. Dan mereka saling bekerja sama untuk menahanku untuk memandangi mereka. “Hey, cukup! Sakit tahu! Aku ini bukan boneka kalian!” pintaku sambil emosi.
“Mianhaeyo. Tapi, apa yang terjadi pada dirimu? Keningmu dibalut, matamu sembap, dan ada kantong mata dan juga ada lingkaran hitam.”
“Tak usah dijelaskan begitu, aku juga sudah tahu. Hmm, ini tak apa-apa kok,” jelasku.
“Tak apa bagaimana? Kamu sakit?” cemas Seo Yeon.
“Anio. Kata siapa, kalau aku sakit?” kataku agak kencang dikit.
“Jinja, jeongmal? Itu kata kami.”
“Ne, Nan gwenchana. Sudahlah, jam pelajaran sudah dimulai, ayo masuk,” seruku sambil melawan pembicaraan.
***
Seusai pelajaran selesai, akhirnya aku akan kembali ke rumah. Namun baru di tengah lapangan kampus, aku sudah ditarik pada lengan kiriku sama Mu Shi. “Ayo! Jangan pulang dahulu, kita jalan-jalan dulu, yuk!” ucapnya semangat.
“Ah, kau ini..,” belum selesai berbicara, aku sudah ditarik pada lengan kananku sama Seo Yeon. Lengkap sudah penderitaanku, tak bisa berjalan kemana-mana. Aku pun yang tak berdaya ini, hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepala. Sesampai di suatu tempat yang tertuju yaitu, taman, tarikan dari mereka pun dilepas.
“Omo! Pemandangan disini, so Beautiful!” puji Mu Shi.
“Ne, pemandangan disini mengesankan. Bagaimana denganmu, Yeon Rin?” tanya Seo Yeon menyenggolkan lenganku.
“Hmm, bagiku biasa-biasa aja, ini. Taman yang berisi air mancur, tanaman, rerumputan, cahaya matahari yang pas, membuat taman ini dibilang bagus. Sungguh hebat dari seginya,” kataku melantur.
“Ada apa kau ini? Ucapanmu melantur sekali.”
“Oh ya, Seo Yeon mengapa kau tak memotret taman ini? Katanya kamu suka fotografi, bukan? Juga, Mu Shi, ayo silakan gambar taman ini. Kamu sangat menyukainya, bukan?” ujarku sambil memandang mereka dengan tersenyum.
“Hmm, ya, ya, ya. Kalau aku perhatikan, dari kata-katamu, wajahmu, gerak-gerikmu, tampaknya kau sedang ada masalah. Masalah apa, Yeon Rin? Ayo Ceritakan pada kami!” tegas Seo Yeon.
“Na do, kuperhatikan kau berbeda dari sebelumnya, Yeon Rin-ah. Ayo ceritakan!” tambah Mu Shi.
Aku yang sedang berada di tengah kebingungan, aku pun menjawab tak tahu. Tetapi, mereka masih tetap memaksaku hingga membuat orang-orang yang sedang berjalan merasa terganggu. Dan tentu itu membuatku malu. Mau tak mau, kuceritakan apa yang terjadi pada diriku. “Akhir-akhir ini, aku sering ditegur sama bendahara. Karena aku sudah dua bulan belum membayar SPP. Pembayaran SPP yang bulan lalu saja aku mengutang pada tetanggaku. Hingga membuat handphone kesayanganku terpaksa mesti kujual. Aku mesti bagaimana ini?” eluhku dengan sedih.
“Hmm, yang sabar, ya. Kondisimu ini, juga sama dengan kami. Kau tahu kan? Mengapa akhir-akhir ini ibunya Mu Shi sudah tak kelihatan lagi? Karena, usaha cathering ibunya bangkrut, sehingga mesti ganti rugi yang senilai 5 Miliyar Won. Ibunya dia, meminjam uangnya pada bank. Sehingga semua harta Mu Shi disita oleh..,” belum selesai Seo Yeon jelaskan, Mu Shi sudah menghantamnya, “Sudah hentikan! Jangan memperolok aku!” sambil menangis.
“Mianhae, Mu Shi. Tapi ini mesti diberitahukan juga pada Yeon Rin. Karena dia juga sahabat kita.”
“Hmm, bagaimana denganmu, Seo Yeon?”
“Aku? Aku.. Begini ceritanya. Ayahku kan bekerja sebagai asisten direktur perusahaan kerja ayahku. Sehingga ia selalu mendampingi direktur perusahaan. Suatu hari, di pagi yang lumayan cerah, ayahku seperti biasa berangkat ke kantor. Waktu itu keadaan masih tenang berjalan lancar seperti biasanya. Namun waktu cepat berlalu, sehingga tak terasa sudah jam makan siang. Ayahku kemudian istirahat makan siang di kantin kantor. Tiba-tiba, ada salah satu pegawai perusahaan memanggil ayahku untuk menjaga ruang kerja direktur sebentar. Ketika ayahku sedang menjaga ruang kerja direktur dan berada di luar ruang. Terjadilah kejadian di ruang kerja direktur yang tak diketahui ayahku. Beberapa saat kemudian, pegawai perusahaan itu kembali dan berterima kasih karena telah membantu. Ayahku kembali lagi untuk makan. Tiba-tiba di waktu ayahku sedang makan, terdengar suara jeritan yang terdengar dari luar ruang kerja direktur. Ternyata, direktur perusahaan ditemukan telah tewas di ruang kerjanya. Dan ayahku jadi diduga dia pembunuhnya, juga uang perusahaan yang ada pada direktur perusahaan raib. Jadi ayahku, diduga dia pembunuhnya juga pencurinya. Tanpa bukti yang kuat, ayahku akhirnya dipenjara selama 6 tahun. Dan hal ini membuat ibuku syok berat, dan hingga sekarang tak mau berbicara.”
“Omo! Malang sekali nasibmu, Seo Yeon! Bagaimana bisa seperti itu?” tanya Mu Shi yang berhenti menangis dan langsung terkejut.
Aku langsung kaget, dan tak bisa berkata apa-apa. Ternyata di luar sana, masih banyak bahkan lebih parah nasibnya dari yang kukira. Kalau begitu, aku mesti semangat untuk menjalani hidup ini. “Hmm, kasihan sekali kau. Ternyata, kalian lebih parah kasusnya daripada aku.”
Seusai mengatakan itu, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundakku dan mengatakan, “Annyeong, apakah kalian punya waktu sebentar?”
Kami semua berbalik ke belakang, dan melihat sosok pria memakai jas berwarna merah dan sepatu hitam yang mengkilat sambil tersenyum.
“Dia tampaknya terpelajar, ada apa dengannya, ya?” bisik Seo Yeon ke aku dan Mu Shi.
“Hello?” ucap pria berjas merah itu.
“Oh, Hello. Hmm, ada apa ya?” tanyaku mewakili kami bertiga.
“Begini, saya dari Shining Production, bahwa kami sedang mencari casting untuk acara reality show kami,” jawab pria itu.
“Lalu, apa hubungannya dengan kami?” tanya lagi Seo Yeon.
“Jadi begini, saya hanya ingin menawarkan saja, apakah kalian bertiga berminat?”
“Hmm, bagaimana ini?” bisik Mu Shi sambil menyenggol lenganku dan Seo Yeon.
“Bagaimana kalau anda ini berbohong dan mengaku-ngaku saja?” tanya Mu Shi curiga.
“Tenang saja, saya ini memang dari Shining Production. Saya sudah dapat izin untuk mencari casting.”
“Jadi, acara reality show.. Tema nya seperti apa?”
“Hmm..,” ia berpikir sejenak, “Acara reality show ini ber-genre comedy, juga bertema tentang kejailan juga kekocakan persahabatan di bulan Halloween ini,” jelasnya.
“Oh begitu. Tapi, kalian tak mengerjai kami kan? Ini bulan Halloween, bulan penuh kejailan. Saya tak mau lho kalau dijaili.”
“Tenang saja, kami tak akan menjaili kalian kok. Kalian hanya diminta untuk melaksanakan perayaan Halloween dengan sebuah kekocakkan. Nama acara ini Hellowen’s Show. Bagaimana, kalian berminat? Jika berminat, kalian dapat menandatangani kontrak ini, setelah data diri kalian.”
“Bagaimana? Setuju, gak?” bisikku sambil menyenggol lengan Seo Yeon dan Mu Shi.
“Baiklah, di keadaan yang kritis ini, ada sebuah kesempatan bagus. Kalau begitu, aku setuju!” bisik Seo Yeon.
“Ok, aku juga setuju. Ada kesempatan emas untuk kita,” bisik Mu Shi.
“Baiklah kami setuju! “ seru kami bertiga.
“Ok, besok kalian silakan membawa data kalian masing-masing beserta KTP nya, kita janjian di taman ini besok siang. Sillyehamnida, gamsahamnida,” katanya sambil senyum dan membungkukkan punggungnya dan tegak kembali, lalu meninggalkan kami.
“Fiuh, ternyata kesempatan bisa datang secara tiba-tiba, ne!” ujar Mu Shi dengan senang.
“ Ne, apalagi kita ditawar bermain di acara reality show! Sungguh tak terbayangkan, hal ini bisa terjadi!” seru Seo Yeon.
“Haha, benar-benar mukjizat!” ujarku dengan menggelengkan kepalanya.

To Be Continued..

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

22 thoughts on “Hellowen’s Show – Part 1”

    1. iya yah??!
      bukannya onnie nulis nya pake Enter?? kok dsini gk ada??
      *gpp kalii ya, emg gitu kok kalo mislnya copy/paste dri MS *sotoyy 🙂

        1. ahahha~
          iyaa, tauu.
          bisa aja lgsung kali, jadi kalo di langsungin copy/paste nya bukan di app situ, ya bisa aja jadi kyk bgini 😀

  1. Lanjut~ Lanjut~ Lanjut~
    ekekekekeke~ sumpah, aku ngakak baca drama judulnya Mo Nyong itu~ 😀
    Kasihan sekali dramanya Onew, ratingnya 1% doang~ sabar ya nyu *nepok” pundak unyu*
    Figthing buat author-authornya
    Karenagatha, Yessica, sama Ayu ^^

    Eh eh, mian ya~ aku komennya gg pake account aku, wakakakakak, lagi males login wp -.-‘
    hohohoo~ harap maklum~ *PLAKK
    *diusir*

  2. Baguss authorr
    cpet lnjut y
    trus kok jdulny halloween bkanny lg happy new year y ahahaha
    * dasar reader banyak comment*
    ini kependekan author ahhaaa
    bkin bunuh2nya yg kejam y thor hhaaaaa

    1. haha..
      gomawo.. 😀
      hmm.. -_-
      ini sebenarnya uda bikin dari bulan” lalu..
      wakaka, cuman gara” di SF3SI ada FF Party, jd lambat dah.. –”
      hehe..
      gpp kok..
      hahaha, ini memang sengaja kok.. 😀
      oh sippo.. 😀

  3. Apakah aku harus comment??
    Hmm, comment aja deh, brhubung td karen suruh ..
    Bagus .. Bagus .. Aku suka FF nya *ya iyalah secara loe bwt part 2 nya nnti*
    Wakawaka ..
    Emang rada mirip majas hiperbola *PLAKK*
    Tp, dari segi kalimat dan bhsa gampang dimengerti kq ..
    Sayang banget gak kesusun rapi disini ..
    Padahal aku ngrim ny pke attachment =.=
    Huhuhu ..
    Dan yang paling aku suka, penggunaan hurup kapitalnya tepat pada kalimatnya ..
    Jdi, nyaman kalo di baca ..
    Hehehe ..
    Waduh, comment ane crewet bnget dah *ngos2an*
    Gak apa2 kan?
    Kan karen mau comment kyak gni ..
    Iya kn?? *brb pasang puppy eyes*

    1. tidak..
      kamu baru komentar..
      wakaka.. 😛
      hahaha..
      jiah.. wakaka.. sumpah ngakak di real aku begitu baca “Aku suka FF nya”..
      haha..
      ah, kok tau sih kalau itu gaya majas hiperbola?? 😛
      hahaha, gomawo aku jd malu.. -^_^-
      hahaha..
      iya nih.. 😦
      huhu, knp ya kok waktu FFku yg The Oishii Cafe Show chapter 1 part 1..
      susunnya rapi.. @_@
      huhu..
      hahaha, gomawo again.. 😀
      aku jd malu lg nih.. 😛 -^_^-
      hehe..
      heh?? gk kok.. 😀
      gpp lah.. 😛
      mo promosi sekalian dsini jg gpp, wakaka.. 😛 *gk nyambung bgt seh << kata suami eonni yaitu Key*
      haha..
      iyo.. 😀
      jiah, puppy eyes.. –"
      kok kyk kata" oppa Rhy..
      wakaka.. 😛

  4. Kyknya udh pnah baca??? *Oia..dulu ada prolognya ya…
    Wduh..udh gk sabar ne pgen baca part 2,,
    horror bget kn? Sadis kn?? Coz udh lama gak bca FF yg bkin mrinding…
    Lnjutannya jgn lama2 yaa^^

    1. hahaha..
      iya yg dulu itu prolog.. 😀
      haha, yg sabar..
      ini uda di kirim semua kok part nya ampe 3..
      ditunggu aj kpn di publish nya.. 😀
      iya donk.. G_G
      oh ok.. 🙂
      gomawo uda baca dan komen.. 😀

  5. epepnya dah lama tapi kenapa aku baru nemu ya?

    seandainya pas aku lagi melamun ada yang nawarin ngisi acara pasti pingsan(malah curhat)

    seru epepnya lanjut yu……..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s