NU CHI – Part 1

CAST:

Michima Tsubaki (ocs)

Lee Jin Ki

Kim Ki Bum

Lee Tae Min

Freesia Lim (ocs)

Sim Na Na (ocs)

Michiyo Sayaka (ocs)

GENRE: Romance, AU, School Life

LENGTH: Nggak Tahu (??) ahahaha.. Short Story atau Chaptered.. bingung… ahaha.. *author geje*

RATING: PG 13 *kayaknya*

WARNING!!

Agar tidak menimbulkan kontroversial dikalangan bla..bla..bla.. *author bicara aneh* anggep aja Tsubaki adalah Reader tercinta.. hohoho… kalau gg mau bayangin aja temen reader yg MVP, kalo gg mau repot bayangin aja authornya hahaha.. *author langsung dibejek MVP satu kampung*

A Type Story

Part 1 ~ My New Life in Seoulrang

Tsubaki POV

Hari ini adalah hari kepindahanku kekota ini, kota yang sangat asing bagiku dan tidak seorangpun yang kukenal dan mengenalku. Aku meninggalkan sejuta kenangan yang telah kurajut di tempat tinggal lamaku dan harus memulai dari awal ditempat ini. Aku harus beradaptasi dengan seluruh penghuni kota ini, intensitas cahaya matahari yang terlalu menyilaukan dan sampai membuat mataku ini sakit serta pandangan mata baru yang akan menatapku, kota ini sangat berbeda dengan tempat aku tinggal mungkin lebih tepatnya dulu, semuanya berbeda baik kebiasaan hidup, bahasa, serta keadaan cuacanya. Perlu 5 jam untuk sampai ke kota ini. Hal yang pertama kali kulihat setelah aku menginjakan kakiku di  kota ini adalah aku melihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman untuk di huni. Disekitar terdapat beberapa rumah yang berjarak cukup jauh kira-kira 5 meter untuk jarak rumah per rumah. Melihat aku terpaku, okaasan menyuruhku untuk masuk kerumah sementara otousan dan beberapa petugas pengangkut barang sibuk menurunkan barang-barang kami. Aku berkeliling melihat-lihat rumah baruku itu dan akhirnya aku menemukan taman di belakang rumahku itu. Taman itu terlihat rindang dan cukup terawat, dan di taman itu terdapat sebuah bangku berwarna putih, menghadap ke sebuah tiang lampu berwarna hitam serta di samping bangku itu terdapat beberapa petak bunga matahari yang sedang kuncup, dan beberapa meter dari tempat itu terdapat dua buah ayunan. Aku beranjak ke tempat ayunan itu terletak dan duduk diatasnya, aku menggerakan kakiku untuk mengayunnya. Lama aku berayun aku tidak sadar sudah jam berapa ini dan yang pasti keadaan di sekelilingku gelap. Okaasan memanggilku lagi untuk makan malam. Aku duduk dan memakan makananku, otousan memberitahuku kalau besok aku dapat mulai bersekolah di SMU yang terdapat di kota ini. Aku dengan cepat memakan makan malamku lalu naik ke lantai atas dan masuk kekamarku, tidak berapa lama akupun tertidur.

End of Tsubaki POV

**************************************

Author POV

SMU Seolrang

“Huh, seperti biasa kelas ini begitu membosankan” Kata seorang gadis berambut setengah bahu.

“Apaan sih, kalau mau seru ya bikin kejadian heboh dong, yah misalnya bunuh diri gitu.. khe~khe~khe~” Sahut seorang gadis lain berambut pendek.

“Wuih!! Freesia, tega kamu sama teman sendiri. Masa kamu nyuruh aku mati sih. Apanya yang seru” Sahut cewek berambut setengah bahu itu kepada temannya yang berambut pendek yang bernama Freesia itu.

“Khe~khe~khe~ Habis kamu aneh-aneh aja sih” Jawab Freesia.

“Woy… kalian pagi-pagi udah pada ribut, Na Na hari ini kamu kok kayak zombie berjalan sih??” Tanya seorang anak cowok bertubuh semampai yang bisa dikatakan cantik untuk ukuran seorang cowok.

“Ihh.. apaan sih kamu, dasar Taemin nyebelin…” Sergah gadis berambut setengah bahu yang bernama Na Na itu.

“khe~khe~khe~ Aku setuju sama kamu Taemin, emang si Na Na mirip zombie berjalan tadi aja dia mau ngeyobaiin yang namanya bunuh diri untuk menghilangkan rasa bosannya”

“AHHH.. Freesia…. Taemin…. Kalian berdua nyebelin…”

Na Na lalu mengejar-ngejar kedua temannya itu, tetapi dengan cekatan Freesia dan Taemin langsung berlari secepat kilat menghindari amukan Na Na. Tiba-tiba pak guru masuk dan murid-murid langsung duduk ke tempatnya masing-masing.

“Nah anak-anak, kita kedatangan murid baru, Dia pindahan dari Jepang, Nah silahkan masuk”

Seorang gadis manis berambut panjang masuk, dia tampak seperti sebuah boneka yang mungil. Murid-murid langsung terkesima melihat anak baru itu.

“ Halo!! Namaku Michima Tsubaki, aku pindahan dari Jepang, aku sangat senang bisa bertemu kalian dan aku berharap kita semua dapat berteman baik” Sapa Tsubaki kepada teman-teman barunya dengan ramah.

“ Baik, Tsubaki kau bisa duduk di bangku di samping Ki Bum, Ki Bum angkat tanganmu”

Ki Bum mengangkat tanggannya untuk memberitahukan posisinya agar Tsubaki dapat bejalan ketempat duduknya. Tsubaki memandang sekilas ke arah seorang cowok yang sedang tertidur, lalu Ki Bum menyapanya.

“Hei, namaku Kim Ki Bum, kamu boleh memanggilku Ki Bum, senang bertemu denganmu Tsubaki”

“Ah… senang bertemu denganmu juga Ki Bum”

Pelajaranpun dimulai, Tsubaki rada-rada kebingungan dengan bahasanya. Untunglah ada Ki Bum yang mau membantunya. Pada jam istirahat Freesia dan Na Na menghampirinya dan mengajak berkenalan. Mereka berdua mengajak Tsubaki berkeliling sekolah untuk mengenalkan tempat itu padanya. Saat jam makan siang Freesia, Na Na, Taemin dan Ki Bum mengajak Tsubaki ke bangunan atas sekolah mereka untuk makan siang bersama. Tsubaki sangat senang karena pada hari pertamanya bersekolah dia bisa mendapat beberapa teman baru. Jam pulang sekolahpun tiba, Tsubaki menunggu di depan sekolah sampai Okaasannya menjemputnya. Sebenarnya Freesia dan Na Na mau mengajaknya pulang bersama, tetapi karena arah rumah mereka berbeda akhirnya dengan halus Tsubaki menolak mereka sambil mengatakan kalau dia akan dijemput ibunya. Pada saat Tsubaki menunggu, tiba-tiba seseorang menabraknya dari belakang. Tsubaki langsung terjatuh. Pria itu membantu Tsubaki berdiri, pria itu memohon-mohon maaf pada Tsubaki karena dia telah membuat Tsubaki terjatuh. Tapi Tsubaki mengatakan kalau dia tidak apa-apa. Tsubaki memandangi wajah pria itu, tiba-tiba ia ingat sesuatu, pria itu adalah teman sekelasnya yang duduk di sebelahnya yang tadi tertidur. Pria itu mengatakan pada Tsubaki kalau dia akan mengantarnya pulang sebagai bentuk permintaan maafnya pada gadis itu. Tapi, Okaasannya Tsubaki sudah datang menjemput Tsubaki. Tsubaki mengatakan kepada pria itu kalau dia tidak perlu merasa bersalah dan mengucapkan terima kasih sudah mau mengantarkannya pulang, tetapi ibunya sudah menjemputnya jadi pria itu tidak usah repot-repot lagi. Tsubaki langsung berlari ke arah mobil ibunya.

End of Author POV

****************************************************

Tsubaki POV

Aku, tiba di sekolah. Pagi itu Freesia menyapaku dan aku membalas sapaannya. Setelah aku duduk di bangkuku, Na Na menghampiriku dan menanyaiku bagaimana kehidupan di Jepang. Aku sebisa mungkin mengatakan apa yang aku ketahui tentang tempat asalku. Agak bingung juga menjawab pertanyaan dari Na Na karena aku tidak terlau fasih berbahasa Korea. Freesia dan Taemin lalu ikut-ikutan mendengar jawabanku atas pertannyaan yang di ajukan Na Na, dan mereka berdua juga ikut-ikutan bertanya padaku. Saat itu tiba-tiba Ki Bum datang sambil membawa suatu majalah fashion. Freesia, Na Na dan Taemin  lalu sekilas menoleh ke arah Ki Bum, karena merasa tidak menarik mereka bertiga mengacuhkan Ki Bum. Aku lihat Ki Bum langsung duduk di bangkunya dan matanya menatap majalah itu dengan serius. Aku tersenyum dalam hati, tidak menyangka kalau Ki Bum punya sifat yang girly juga. Aku meneruskan jawabanku itu dan tidak sengaja mataku teralihkan pada seorang pria yang menurutku cute itu, dia menatapku dan tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya. Pria itu lalu duduk dibangku disebelahku. Iya, dia adalah orang yang kulihat tertidur saat aku pertama kali menuju tempat dudukku ini dan orang yang juga menabrakku kemarin. Beberapa menit kemudian bel yang menandakan pelajaran dimulai berbunyi. Freesia, Na Na, dan Taemin kembali ke tempat duduknya sementara si Ki Bum, kulihat dia masih terpana dengan majalah fashionnya itu. Tiba-tiba aku mendengar suara pria memanggilku. Kontan aku menoleh ke tempat sumber suara itu berasal.

“ Hey, maaf ya soal kemarin. Aku benar-benar tidak sengaja” Kata Pria yang duduk di sebelahku.

“ Iya.. tidak apa-apa, aku memakluminya kok” Kataku dengan sedikit tersenyum padanya.

“Hmmm… kau murid baru ya?? Pantas saja aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, Oh iya kita belum berkenalan, Namaku Lee Jin Ki, kau bisa memanggilku Jin Ki.”

“Namaku Michima Tsubaki, iya aku murid baru disini, senang berkenalan denganmu.”

“Tsubaki ya.. kau pasti pindahan dari Jepang kan??”

“Iya..“

Tiba-tiba seorang guru masuk dan memotong pembicaran kami, aku mengambil buku biologiku dari dalam tas. Aku berusaha menyimak pelajaran dengan baik, sambil sesekali bertanya kepada Ki Bum. Saat istirahat Freesia, Na Na, dan Taemin menghampiriku dan mengajaku ke kantin. Tapi aku menolak ajakan mereka secara halus karena aku ingin keperpustakaan. Sesudah mereka bertiga pergi ke kantin, aku melihat si Ki Bum kembali asyik dengan majalah fashionnya, hal itu mengurungkan niatku untuk mengajaknya ke perpustakaan sekolah, lalu aku melihat ke arah bangku Jin Ki, tetapi cowok itu sudah menghilang dari tempatnya. Akhirnya, aku berjalan sendiri ke perpustakaan sekolah, saat aku mau mengambil buku yang berada di rak pojok paling atas, tidak sengaja buku yang lain ikut terjatuh juga dan untunglah ada seseorang yang menyelamatkanku. Ternyata dia adalah Jin Ki. Aku sangat berterimakasih kepadanya. Lalu setelah itu kami mengobrol tentang banyak hal. Tidak disangka dia orang yang asyik di ajak mengobrol dan aku tidak menyangka kalau dia adalah siswa terpintar di sekolahku.

****************************************************

Sudah dua bulan aku tinggal di kota ini, aku sangat senang bisa mendapat teman baru yang baik seperti Freesia, Na Na, Ki Bum, Taemin dan juga Jin Ki. Pagi itu aku berlari mengitari daerah sekitar tempat aku tinggal, tidak sengaja aku mendengar suara seorang pria yang memanggil namaku dan saat aku menoleh dia sudah ada disampingku. Orang itu adalah Jin Ki, menurutku dia itu sangat sering muncul di dekatku secara tiba-tiba.

“Kau, mengagetkanku.. Dasar!!”

“Hehe… Oh iya Tsubaki, kau tinggal di daerah sini ya??”

“Iya.. memang kenapa??”

“Tidak apa-apa sih, aku juga tinggal di dekat sini”

“Ih.. siapa yang nanya” jawabku bercanda.

Dia tertawa lalu tangannya berpindah kekepalaku dan mengacak-acak rambutku, setelah itu dia langsung berlari. Aku merasa kesal dan langsung mengejarnya. Dia terus berlari dengan kencangnya sementara aku kelelahan mengejarnya. Baru kusadari aku berada di tempat yang tidak aku kenal sebelumnya. Aku merasa takut kalau aku tersesat dan aku lalu berteriak memanggil nama Jin Ki. Jin Ki yang mendengar teriakan lalu berbalik dan menghampiriku.

“Ada apa??”

“Hey!! Dasar kau.. Ini dimana??”

“Eh… aku sampai lupa gara-gara keasikan kabur, ternyata asyik juga main kejar-kejaran denganmu”

“Yah terserahlah.. ini dimana Lee Jin Ki”

“Tenang nona Michima Tsubaki, aku tahu tempat ini jadi kau tidak usah khawatir”

“Huh~~ kau ini dasar”

“Mumpung kita ada ditempat ini, bagaimana kalau ku ajak kau melihat suatu tempat, bagaimana??”

“hmm…. Baiklah”

Aku berjalan di belakang Jin Ki dan mengikuti langkah kaki Jin Ki. Aku bingung kemana sih cowok ini mengajakku karena dari tadi kami berjalan dan menerobos hutan juga tapi tak kunjung sampai ketempat yang di maksud oleh Jin ki. Akhirnya setelah tidak kuat berjalan aku mulai protes pada Jin Ki.

“Jin Ki, sebenarnya kemana sih kita mau pergi?? Kok dari tadi nggak nyampe-nyampe sih??”

“Tenang.. ntar lagi nyampe kok”

“Perasaan dari tadi kamu ngomong.. entar lagi nyampe.. mana buktinya??”

“Aduh.. tenang dong.. ntar lagi beneran nyampe.. nah itu dia tempatnya.”

Aku terpana melihat tempat yang dimaksud oleh Jin Ki. Tempat yang benar-benar indah, menurutku. Meskipun tebing, tempat ini sangat keren, dengan perpaduan bukit nan biru disekelilingnya dan beberapa meter di sampingnya terdapat padang rumput dan taman bunga sebelum berakhir dengan tanah kecoklatan pada ujung tebing dan dibawah tebing itu terdapat laut yang berair sangat jernih. Dan di utaranya terdapat sebuah pohon yang besar dan dengan tegapnya berdiri dan pohon itu tumbuh menjorok ke laut.

“Jin Ki, darimana kau tahu tempat sekeren ini?? Kau hebat”

“Tentu saja, siapa dulu Jin Ki”

“Dasar Kau”

Jin Ki mengajaku untuk duduk di bawah pohon besar itu, sambil menikmati pemandangan itu. Kami mengobrol dan bercanda dengan gembira tiba-tiba..

“Aku sangat senang bisa bertemu denganmu”

“Apa?? Kau bicara apa Jin Ki”

“Bukan apa-apa??”

“Apa?? Ayo katakan padaku??”

“Tidak, aku cuma berkata kalau rambutmu sangat bagus”

“Hmm.. benarkah??”

“Ya.. aku sangat suka wanita yang berambut panjang sepertimu.”

Aku tersipu mendengar kata-kata Jin Ki. Entah mengapa wajah dan telingaku terasa panas dan hatiku ikut berdebar. Pasti aku sedang sakit atau salah makan pagi tadi.

“Hey!! Kenapa denganmu?? Apa kau sakit??”

“T..Tidak!!”

“Lalu.. kenapa wajahmu memerah??”

“Heh!! Masa sih, mu..mungkin masuk angin”

“Ya sudahlah ayo kita pulang”

Jin Ki mengajakku pulang dan ia mengantarkanku sampai di depan rumahku. Aku mengucapkan terimakasih kepadanya dan setelah itu aku langsung masuk ke kamar. Aku menghempaskan diriku ke kasurku. Aku bertanya pada diriku sendiri kenapa aku tadi. Padahal selama ini aku tidak pernah merasa seperti itu. Aku sangat bingung.

*********************************************

Seminggu kemudian aku merasakan hal yang sama setiap kali aku berjumpa dengan Jin Ki. Aku merasa kesal dengan hal ini. Sebisa mungkin aku selalu menghindar bila bertemu muka dengannya. Saat aku pulang sekolah tiba-tiba ada suara seorang wanita memanggil namaku di depan pintu..

“ Ah…… nee-chan… kapan nee-chan datang??”

“Tadi baru saja, Tsubaki bagaimana keadaanmu??”

“Aku baik-baik saja nee-chan..”

“ Sayaka, Tsubaki, kenapa kalian mengobrol dimuka pintu, ayo cepet masuk” Kata Okaasan.

“Iya… Okaasan” Jawabku.

“Beres, obasan.. Hehe..” Jawab Sayaka

Kami berdua bergegas menuju kekamarku. Kami langsung bercerita satu sama lain. Ternyata Sayaka nee-chan juga akan tinggal bersama kami bertiga di sini karena dia juga ikut-ikutan memaksa orangtuanya agar dia bisa pindah ke sini.

“Oh Iya, kenapa kau terasa aneh?? Seperti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku??”

“T..Tidak ada apa-apa kok”

“Hayo.. ngaku kamu nggak pandai berbohong?? Cepet ngaku!!”

“Uhh…”

“Cepet”

Akhirnya aku menceritakan pada Sayaka nee-chan kalau akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang aneh dengan diriku sendiri. Apabila aku bertemu dengan orang itu aku merasa wajah serta telingaku memerah dan jantungku berdegup kencang. Aku merasa mungkin aku sedang sakit atau semacamnya.

“Hmm.. benar-benar tuh!!”

“Benar-benar apa nee-chan??”

“Kamu benar-benar sakit tuh?? Dan ini penyakit langka dan sangat susah di sembuhkan dan kemungkinan besar nggak ada obatnya dan mungkin tidak lama lagi kamu bakal mati kena serangan jantung.. “

“Ah… masa sih… nee-chan bohong ah!!”

“Ini beneran…”

“Ahh… aku nggak mau mati!! Beneran nih”

“Yaa… Bener bohongnya.. khe~khe~khe~”

“Nee-chan.. nyebelin”

“Eh.. itu beneran… kamu benar-benar sedang fall in love sama seseorang tahu”

“HAAAAHH!!!”

Apa?? Aku tidak mungkin salah dengar.. Nee-chan mengatakan kalau aku sedang fall in love sama seseorang?? Itukan berati aku jatuh cinta dengan Jin Ki!! AHHH!! Tidak Mungkin!!..

TBC…

Hualow semua… kekekeke….

Sesudah berpikir dengan amat keras sampai batu aja kalah keras dibanding otakku… PLAKK #abaikan

Akhirnya aku berani juga ngirim FF ABAL BERUANSA ROMANCE YANG PERTAMA KALI AKU BUAT ke SINI!! Ahahahahaha…

Beneran deh… Aneh banget kan?? Ahahahaha… Bahasanya itu lo.. Nggak nahan banget… Minta ditimpuk… hohohoho.. PLAKK

MUAHAHAHAHAHAHA… Oh iya… ampe lupa… Tebak.. Siapa authornya?? Kalo benar entar saya kasih hadiah… fufufu~

Yang pertama kali nyebut dia menang… ahahahaha…

Satu lagi yang perlu dijadikan catatan… INI BUKAN FF PERTAMA YANG KUKIRIM KE SF3SI.. TAPI FF YANG PERTAMA KALI AKU BUAT.. JADI JADI MIAN KALO BAHASANYA ANEH.. SOALNYA AKU BUATNYA UDAH LAMAAAAAAAAAAAAAAA BANGET… AHAHAHA… *sampai aye sendiri pikun kapan aye buatnya saking lamanya… ahahahahaha

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

Advertisements

16 thoughts on “NU CHI – Part 1”

    1. waaaahhh…jinki romantisnya kamuuuu…kalo gitu aku bayangin kalo tsubaki itu aku aja dah. biar maen kejar-kejaran juga kayak rahul dan anjali di kuch2 hota hae *nah apalah eci*
      lyndaaa…aku mungkin ga komen banyak tapi cerita ini bagus. aku perlu penjelasan soal okasan dan obasan. hehe. tapi udah bagus kok. scene romantisnya simple tapi dapet. jinki langsung-langsungan aja nih ngomongnya *pokoknya tsubaki itu AKU!!! (maksa)*. okelah sekian dari saya. hehe.

  1. hmm..
    awal ceritanya yg “Tsubaki POV” itu padet bener.. –”

    jg pada bagian “Tsubaki POV” itu ada kalimat yang tak ada koma na.. -_-

    ” Hal yang pertama kali kulihat setelah aku menginjakan kakiku di kota ini adalah aku melihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman untuk di huni. ”

    kepanjangan, jd membacanya seperti tak ada napas..

    kalau mengarang cerita itu mesti seperti membaca..
    membaca kan ada nafas tuh..
    nah pada waktu pengambilan nafas itulah, berikan tanda “koma”

    sepertinya deskripsi na betul” bgt ya.. @_@

    ” Aku berkeliling melihat-lihat rumah baruku itu dan akhirnya aku menemukan taman di belakang rumahku itu. Taman itu terlihat rindang dan cukup terawat, dan di taman itu terdapat sebuah bangku berwarna putih, menghadap ke sebuah tiang lampu berwarna hitam serta di samping bangku itu terdapat beberapa petak bunga matahari yang sedang kuncup, dan beberapa meter dari tempat itu terdapat dua buah ayunan. ”

    ok itu gpp deskripsi nya bagus, tetapi terlalu bertele-tele..
    sehingga bikin pembaca jd males membaca.. -_-
    dan ngelewatin kata-kata itu.. –”

    hmm..
    dialog nya tak ada tanda “koma” dan “titik”.. -_-
    jadi serasa sedang chatting di YM.. –”

    “Woy… kalian pagi-pagi udah pada ribut, Na Na hari ini kamu kok kayak zombie berjalan sih??” Tanya seorang anak cowok bertubuh semampai yang bisa dikatakan cantik untuk ukuran seorang cowok.

    hmm, yang kata “Woy..” kan biasanya kata seru itu..
    mengapa tak ditulis tanda “Seru” tetapi tanda “titik” ??

    “AHHH.. Freesia…. Taemin…. Kalian berdua nyebelin…”

    Hmm.. yang bagian Ahhh.. itu ditulis tanda “seru”.. –” Karena kan itu kata seru.. -_-

    ternyata Tsubaki itu cewe toh, kupikir cowo.. –”

    hmm..
    seharusnya nama sapaan itu diberi tanda “koma”..
    seperti ini..

    “Hei, namaku Kim Ki Bum, kamu boleh memanggilku Ki Bum, senang bertemu denganmu Tsubaki”

    “Ah… senang bertemu denganmu juga Ki Bum”

    itu tak ada koma, seharusnya setelah kata “Senang bertemu denganmu” dan “Senang bertemu denganmu juga” itu diberi tanda “koma”.. Jadi keliatan kalau itu ada sapaan..

    ” Pelajaranpun dimulai, Tsubaki rada-rada kebingungan dengan bahasanya. ”

    itu yang “pelajaranpun” itu tak disambung, tetapi dipisah..
    untuk kata yang disambung dari -pun adalah
    walaupun
    kalaupun
    kapanpun
    dimanapun
    siapapun

    jadi, selain kata-kata itu mesti di pisah..

    yang POV setelah Author POV yaitu “Tsubaki POV”..
    mengapa tak di tulis aj pada awal kalimat dgn “Keesokan harinya”
    Jadi orang tak bingung.. –”
    juga ditulis latar waktunya, yaitu “Pada jam sebelum pelajaran dimulai”.. jadi org tak bingung.. –”

    ” Saat istirahat Freesia, Na Na, dan Taemin menghampiriku dan mengajaku ke kantin. ”
    kata “mengajaku” salah itu.. seharusnya “mengajakku”..

    kayaknya terlalu panjang lebar ya ini nya “Freesia, Na Na, Ki Bum, Taemin dan juga Jin Ki”
    kenapa gk nulis nya “teman sekolah” atau gimana gitu..

    permainan kata-kata nya uda lumayan, tetapi permainan tanda koma, titik, seru, itu masih kurang..
    nice story keep writing.. 😀

    btw, khusus utk author na..
    knp gk tulis aj nama kau.. -_-

    1. tsubaki itu nama bunga,ren. tapi emang ga menutup kemungkinan kalo cowok yang pake. contoh komik yang ada nama tsubakinya :
      1. Kub Misteri —> Tsubakinya cewek
      2. aku lupa judulnya, tapi itu ceritanya tentang lima saudara (empat cowok satu anak kecil cewek) yang empat cowoknya itu nerusin toko bunga mendiang ortu mereka. nah nama salah satunya itu tsubaki. cowok.
      jadi nama tsubaki itu netral. ^^

  2. Pas bCa pesan dr auThorna aq ngrasain dEja vU.
    Gak asing..tp aq g inget nama auThorna *ma’af,hehe*

    nu chi tU apa? Boleh tau artna?

    Bsyukur bgd tU dpt saran byk bgd.
    Bisa djadikan pelajaran.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s